[Ficlet] Taman

monsta-x-kihyun

Taman
SantiiAng Proudly Present
Monsta X’s Yoo Ki Hyun × OC’s Liona
AU, Fluff(?)
Ficlet || 16

“Hah. Lama.” Kihyun menghembuskan napas dengan kasar. Pipinya ia kembungkan, mulutnya ia monyongkan. Tangannya mengepal balkon atap kantornya dengan kuat. Sudah hampir satu jam ia berdiri di sana. Membiarkan tubuh bagusnya diterpa angin kencang dan butiran-butiran air hujan. Bibir yang semula pink menggoda berangsur-angsur memucat. Suhu tubuh hangatnyapun perlahan-lahan menurun.

Perlahan tangannya mengambil sebuah kotak berwarna biru muda. Ia tersenyum ke arah benda itu. Kihyun mengusap benda itu dengan perlahan. Seulas senyum tercipta dengan sempurna.

“Hosh. Hosh..” Kihyun memutarkan tubuhnya Sembilan puluh derajat. Tepat menghadap seorang gadis yang baru saja muncul dari arah pintu. Surai panjang yang ia gerai asal sedikit acak-acakkan. Apa lagi poninya. Tinggal menunggu sedikit terpaan angin maka surainya akan sama percis dengan rambut singa. Ditambah warna pirang surainya.

“Lama.” Kihyun bergumam, namun gumamannya itu masih bisa terdengar oleh si gadis bersurai macam singa itu.

“Maafkan aku, kau tahu bukan? Pekerjaanku masih menumpuk. Ini aku sudah terburu-buru.” Gadis itu masih mencoba mengatur napasnya. Lutunya seperti nyutnyutan. Maklum lift menuju atap kantor sedang rusak. Jadi, mau tidak mau ia harus menaiki tangga dari lantai bawah.

“Akukan sudah bilang luangkan waktumu mala mini. Biarkan tugasmu itu.” Kihyun berjalan mendekati gadis itu, perlahan ia membuka jas hitamnya dan menaruhnya tepat di punggung si gadis, “Kau ini. Sekarang sedang musim hujan dan kau selalu menggunakan pakaian pendekmu.”

Si gadis hanya terdiam, ia hanya mengangguk. Anggukan sudah cukup untuk menjawab ceramahan pria di hadapannya itu. Cuaca sepertinya sedang tidak bersahabat mereka. Dengan tidak berperi kemanusiaan. Hujan lebat turun dengan cepat. Angin kencang terus saja berdatangan. Mereka menabrak butiran hujan dengan kencang. Hingga terdengar suara gemuruh hujan yang lumayan mencekam.

Untung sekali di atas atap ada sebuah ruangan kecil. Mereka berdua dengan tergesa-gesa masuk ke dalam sana. “Hujannya besar Kihyun.”

Gadis itu membuka mulutnya setelah mereka merasa aman dalam ruangan itu. Di sana sedikit pengap dan gelap. Maklum factor cuaca dan tidak adanya penerangan dan ditambah ruangan yang sempit. “Bergeserlah sedikit Noona, aku merasa sesak.”

“Bukannya kau suka?” Gadis itu menjawab ‘perintah’ Kihyun dengan asal. Ayolah gadis itu tahu, sebenarnya Kihyun itu sedikit mesum. Sekeras apapun ia mencoba menutupinya tapi, gadis itu selalu tahu. Tentu saja, setiap pria pasti memiliki insting aneh itu dalam otaknya. Pikir gadis itu.

Ada sedikit untungnya si gadis bertubuh kecil, jadi ia bisa berlindung di tubuh Kihyun yang lumayan besar. Dan jas Kihyun membuat tubuh gadis itu menghangat.

Kihyun sedikit terkekeh dengan jawaban gadis itu, “kau tahu saja.”

“Aku berharap, hujan ini tidak akan pernah reda.” Liona –si gadis, membulatkan kedua matanya. Belum sempat Liona menyanggah perkataan Kihyun. Pria itu sudah memeluk tubuh Liona dengan erat. Membuat semua perkataan yang sudah di ujung lidah ia gulung kembali.

“Liona, kau tahu? Sebenarnya tadi aku ingin sekali hubungan pacaran kita berakhir.” Mata Liona kembali membulat. Matanya memerah. Badannya tiba-tiba terasa melemah, ia tidak sanggup untuk meronta dari pelukkan pria itu. Perlahan ia terisak.

“Hey kenapa kau menangis?” Kihyun menambah erat pelukkannya, saat isakan Kiona menggetarakan gendang telinganya, “Aku ingin kau menjadi istriku, bukan menjadi pacarku lagi.”

Hening. Kihyun menunggu jawaban Liona dengan cemas, jantungnya berdegup lebih kencang. Kihyun dapat memastikan Liona dapat merasakan detak jantungnya itu.

Hampir tiga menit mereka diam dalam posisi itu, hampir tiga menit Liona terdiam, tidak menyanggah pernyataan pria tampan itu. Kihyun semakin panik, “Aku tidak mau.”

Kihyun terdiam, ia melepaskan pelukannya. “Maksudmu?”

“Oh ayolah, kau melamarku di ruangan gelap ini? Aku ingin kau melamarku di sebuah taman.”

Kinyun menghela napas panjang, Ini yang aku benci dari seorang wanita.

–end.

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] Taman

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s