[FICLET-MIX] GAGAL?

gagal copy

GAGAL?

Tob‘s storyline

Moonbin [ASTRO] | Chanwoo [iKON] | Vernon [17]

and other(s)

Friendship, comedy | General | -+1.507w

Hanya sebuah cerita mengenai empat orang siswa SMA yang berusaha untuk menyatakan perasaannya. Ya, walaupun ujung-ujungnya sih gagal juga. Namun, setidaknya mereka sudah berusaha ‘kan?

 

*

1st Jung Chanwoo x Shannon Williams

Pagi-pagi sekali Chanwoo sudah sampai di sekolah, menunggu pujangga hati yang sebentar lagi akan datang. Padahal biasanya Chanwoo sering datang tepat lima menit sebelum pelajaran pertama dimulai ditambah tugas yang belum dikerjakan.

Pasalnya, hari ini ia sudah berniat untuk menyatakan perasaannya yang sudah terpendam selama sembilan bulan. Chanwoo sudah bertekad untuk menyatakannya hari ini, pagi hari, pokoknya benar-benar harus sekarang.

Shannon –si pujangga—hatinya Chanwoo datang, memamerkan senyuman mautnya (Chanwoo langsung memegang dadanya karena ia merasa jantungnya akan pecah).

“Selamat pagi, Chanwoo.”

“Pp-pagi ju-ga Shannon.”

Lihat saja, bahkan saking groginyanya, ia sampai susah untuk berbicara. Bagaimana mungkin mau menyatakan perasaan jika untuk berbicara saja terbata-bata seperti itu.

Tumben Chanwoo datang pagi-pagi sekali?”

“Ya, mau gimana lagi sih soalnya ‘kan mau—“ Chanwoo memotong ucapannya. Hampir saja berkata bahwa dirinya akan menembak seseorang.

“Mau apa?”

Chanwoo bingung harus menjawab apa lalu, matanya menangkap sebuah pensil yang tergeletak di bawah kursinya, “Mau cari inspirasi untuk tugas puisi tapi, aku belum tahu judulnya. Kamu udah buat tugasnya?”

Shannon mengambil sebuah buku dari tasnya lalu membuka sebuah halaman yang di dalamnya sudah tertulis sebuah puisi berjudul ‘Malam’.

“Kamu udah tahu judulnya, Woo?”

Chanwoo menggeleng, “Belum nih, gimana kalau judulnya…”

“Apa?” Shannon menunggu kelanjutan dari ucapan Chanwoo.

“…kamu cantik deh, mau gak jadi pacar aku?”

Shannon terdiam setelah mendengar ucapan Chanwoo. Ia lantas memasukan bukunya ke dalam tas kemudian berkata, “Tapi sayang banget deh aku ngerasa gak cantik dan kayaknya aku gak mau pacaran sama orang yang gak suka ngerjain pekerjaan rumahnya. Dan asal kamu tahu saja, sejak kemarin aku sudah berpacaran dengan senior Taehyun.” Shannon tersenyum diakhir kalimatnya lalu mengeluarkan sebuah novel dan mulai membacanya.

 

Chanwoo terkejut dengan pernyataan yang baru saja di dengarnya, terutama kalimat yang ada pekerjaan rumahnya. Apa mungkin Shannon mengatakan bahwa dirinya pemalas secara tidak langsung?

 

Moonbin dan Vernon yang sedari tadi duduk di luar kelas lantas masuk setelah mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Shannon. Vernon memberikan cengiran dan lambaian pada Chanwoo sedangkan Moonbin berjalan sambil meminum susu kotak coklatnya.

Oi, Chanwoo!” bukannya ikut sedih Vernon justru tampak sangat bersemangat memanggil nama Chanwoo.

Chanwoo menoleh kepada kedua temannya lalu menghembuskan napas.

Bagaimana tidak?

Ternyata sebelumnya Moobin, Chanwoo, dan Vernon telah membuat kesepakatan jika Chanwoo ditolak maka selama seminggu berturut-turut Chanwoo harus mentraktir sup ayam ginseng (makanan paling enak sekaligus paling mahal di sekolah).

“Woo, ayo kita ke kantin. Aku traktir minuman dingin deh biar hatinya adem, yuk.” Moonbin menarik Chanwoo menuju vending machine di kantin. Vernon juga mengikuti setelah sebelumnya berkata kepada Shannon.

“Shannon, thanks ya!”

Shannon yang sedang membaca novel hanya menatap Vernon dengan penuh tanda tanya di kepalanya.

 

2nd Moonbin x Kim Yewon

Moonbin kini sedang duduk di samping Yewon yang sedang menangis. Terlihat dari mata gadis yang ada di sampingnya sembab. Moonbin sesekali mengusap-ngusap pundak si gadis supaya menjadi lebih tenang.

“Moonbin, tapi masa sih Kak Yugyeom mutusin aku gitu aja.”

Yewon adalah tetangga Moonbin sekaligus gadis yang ditaksirnya, omong-omong. Dua belas tahun ini Moonbin hanya bisa menjadi tempat curhat bagi pujangga hatinya, belum bisa menjadi pengisi di hatinya. Mau bagaimana lagi, Moonbin kalah cepat dengan pacar-pacar Yewon ditambah Moonbin tidak punya keberanian untuk menyatakan perasaannya.

Sekarang, setelah tahu Yewon baru putus dengan pacarnya, Moonbin merasa bahwa ini adalah saatnya untuk dia menyatakan perasaannya.

“E-eh, yaudah coba kamu makan coklat deh.” Moonbin menyodorkan sebatang coklat kepada Yewon.

Bukannya menerima, Yewon justru menggeleng, “Enggak, aku lagi diet. Bisa aja ‘kan Kak Yugyeom minta putus karena aku gendut.” Yewon menyeka air matanya, “udah buat kamu aja coklatnya, atau bisa buat teman kamu itu siapa namanya? Oh iya Chanwoo sama Vernon.”

“Ya ampun, masa iya cuma gara-gara hal sepele kayak gitu Kak Yugyeom mutusin kamu? Gak mungkin. Lagian, kamu gak mungkin jadi gendut cuma gara-gara makan coklat.” Moonbin membuka bungkus coklat lalu mennyerahkannya pada Yewon, “udah makan aja, katanya coklat bisa bikin tenang. Cepetan.”

Yewon akhirnya menurut lalu memakannya.

“Nah, gitu dong. Itu baru namanya Kim Yewon!”

Yewon tersenyum mendengar perkataan lelaki di sampingnya, “Makasih ya, kamu emang sahabat paling baik!”

Moonbin tersenyum lalu menampilkan jempolnya, “Tentu saja!”

Sahabat.

Moonbin mengulang kalimat itu diotaknya. Ia bertekad untuk menyatakan perasaannya saat ini juga.

“E-ehm, Yewon? Ada yang mau aku katakan.”

Yewon menoleh, “Apa? Langsung bilang aja.”

Moonbin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia juga mulai menghentak-hentakan kakinya. Sebenarnya setiap pagi Moonbin sudah belajar merangkai kata untuk menyatakan perasaannya tapi tetap saja kok sekarang rasanya semua rangkaian itu hilang begitu saja.

Melihat Moonbin yang tampak tidak baik-baik saja membuat Yewon khawatir, “Kamu kenapa? Jangan-jangan kamu, sakit? Ayo, kita pulang kalau gitu?” Yewon hendak menarik lengan Moonbin namun, dering ponselnya menghentikan niatnya.

Yewon melihat layar ponselnya lalu berteriak senang. Moonbin yang melihat sikap Yewon mengerutkan keningnya. Mengetahui bahwa lelaki disampingnya terkurung akan tanda tanya besar, Yewon langsung memperlihatkan layar ponselnya, menampilkan sebuah nama.

Kak Yugyeom.

Yewon lantas menggeser tombol hijau di layar ponselnya untuk menerima panggilan dari Yugyeom.

“Ada apa, Kak?”

“…”

“E-eh?”

“…”

Yewon mengangguk, “Iya, aku tunggu.”

Moonbin hanya mampu menerka-nerka apa yang dibicarakan Yewon dan Yugyeom. Namun, dari aura yang dipancarkan oleh Yewon, Moonbin yakin bahwa dirinya terlambat menyatakan perasaannya lagi.

“Moonbin! Kak Yugyeom ngajak ketemuan nanti so—Oh, bagaimana ini? Aku tadi makan coklat, oh tidak!” Yewon mulai panik sedangkan Moonbin hanya menatap gadis disampingnya.

“Moonbin, ayo kita pu—eh kamu kenapa? Kok tampak suram gitu? Kamu sakit?”

Punggung tangan Yewon hendak menyentuh dahi Moonbin tapi, belum sampai ke tujuan, tangan Moonbin menangkap tangan Yewon lebih dulu.

“Aku gak apa-apa kok. Oh, iya kamu harus siap-siap buat ketemu Kak Yugyeom, ayo pulang.” Moonbin tersenyum lalu menarik tangan Yewon.

Yewon tersenyum setelah melihat Moonbin tersenyum, “Syukurlah. Aku kira kamu sakit.”

Moonbin tidak membalas. Terlalu banyak yang ia pikirkan. Tapi, setidaknya ia tidak perlu mentraktir seperti Chanwoo karena ia memang tidak pernah bercerita bahwa dirinya akan menembak seorang gadis.

Mungkin Moonbin belum bisa megutarakan perasaannya atau mempunyai pacar, tapi menjadi sahabat seorang Yewon itu lebih baik. Setidaknya, Moonbin bisa berada di dekat Yewon baik senang maupun sedih.

Bagi Moonbin, untuk sekarang itu lebih dari cukup.

 

“Hai, Moonbin!” itu Vernon yang berteriak.

“Gagal lagi, ya?”

Kali ini Chanwoo yang berbicara. Seringaian licik tampak dari wajahnya. Mungkin Chanwoo senang karena mempunyai teman yang sama-sama masih dalam tahap gagal untuk mendapatkan hati seorang gadis.

“Jangan lupa ya, minuman dinginnya.” Vernon menampilkan deretan giginya.

Oh, Moonbin lupa kalau dia sudah terlampau sering bercerita akan menembak Yewon dan jika gagal maka harus memberikan dua orang manusia sebuah minuman dingin.

 

3th Choi Vernon x Kim Dahyun

 

Mengingat kedua temannya yang gagal dalam mengutarakan perasaannya (Chanwoo bukan gagal sih tapi ditolak) membuat Vernon ingin membuktikan bahwa dirinya bisa mengutarakan perasaannya sekaligus bisa mendapatkan pacar.

Vernon sendiri sudah mengincar anak sebelah, namanya Kim Dahyun. Vernon kenal Dahyun karena pernah sekali gadis itu bertanya kepada Vernon mengenai keberadaan Yeri, temen sekelas Vernon. Mungkin hanya sekali mereka sempat berbicara tetapi, dengan tampang yang dimilikinya, Vernon yakin bisa menggaet Kim Dahyun.

Sebelum beraksi, Vernon memberitahukan terlebih dahulu akan niatnya untuk mengutarakan perasaannya kepada Dahyun. Ia juga berkata akan menjadi pesuruh bagi Moonbin dan Chanwoo selama dua minggu jika gagal.

Moonbin dan Chanwoo sih oke-oke saja, bahkan tanpa sepengetahuan Vernon, mereka berdua berdoa semoga Vernon gagal supaya bisa menyuruh-nyuruh Vernon selama dua minggu.

Istirahat makan siang, Vernon melangkahkan kakinya menuju kelas 1-B. Ia lalu berbicara kepada seorang gadis yang kebetulan berada di dekat pintu.

“Bisa tolong panggilkan, Kim Dahyun?”

Si gadis lantas masuk ke dalam kelas memanggil Kim Dahyun. Tiga menit dua puluh tujuh detik kemudian, Dahyun berada di hadapannya.

“Iya, ada apa? Hm…” Dahyun tampak berpikir, “Ve—vernon, ‘kan?”

Vernon menghembuskan napasnya lega. Dahyun tidak lupa namanya. Vernon lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,

“Ee—eh, lagi sibuk?” ucap Vernon basa-basi.

“Enggak, kenapa? Perlu bantuanku?”

Vernon mengangguk lalu menggeleng lalu mengangguk lagi, “I-iya. Kamu mau makan ber—“

“Dahyun!” suara seorang laki-laki terdengar memanggil Dahyun.

Dahyun lalu mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang memanggilnya. Begitu seseorang itu datang, Dahyun langsung menghampiri laki-laki itu.

“Kak Sungjae kemana aja? Aku tunggu dari tadi.”

Lelaki yang ternyata bernama Sungjae tertawa.

“Maaf sayang, tadi aku harus ikut latihan untuk olimpiade jadi telat jemput kamu.”

 

Sayang?

Vernon yakin bahwa terakhir kali ia mencari informasi tahu tentang Dahyun, gadis itu sedang tidak punya pacar tapi setelah mendengar percakapan tadi dan ada kata ‘sayang’, Vernon yakin bahwa Dahyun tidak dalam masa available.

Saat itu juga, Vernon langsung melirik ke arah kelasnya. Tampak Chanwoo dan Moonbin dengan kertas di tangannya yang sudah tertulis huruf-huruf yang langsung membuat mata Vernon perih.

“JANGAN LUPA MULAI BESOK KAMU HARUS OLAHRAGA DULU. BARANG BAWAAN KAMI BANYAK LOH!” itu tulisan Chanwoo.

“TOLONG YA, TUGAS-TUGAS JUGA DIKETIKAN JADI JARINYA HARUS SEHAT, OKE!” yang ini tentu saja tulisan Moonbin, lagian siapa lagi yang selalu ingat tugas kalau bukan Moonbin?

Ah, Vernon menyesal sudah percaya diri terlebih dahulu dan berjanji akan menjadi pesuruh jika gagal. Semoga saja dua minggu dapat berlalu dengan sangat cepat dan tidak terlalu melelahkan. Vernon belum mau mati muda, omong-omong.

 

 

 fin.

a.n: datang dengan garis 98! gara-gara chat grup tiba-tiba ngomongin astro jadilah muncul ff dengan moonbin ini (apalagi mbak tyavi nih huh:p). Akhirnya kesampaian juga buat bikin ff dengan garis 98 (Moonbin, Chanwoo, Vernon, Shannon, Umji/Yewon, Dahyun), seneng banget wkwk oke, dah sampai bertemu dengan garis 98 lainnya XD

3 thoughts on “[FICLET-MIX] GAGAL?

  1. Ada namaku /.\
    YA AMPUNNN NADDD AKU TIDAK MENYANGKAH SPAZZINGAN KITA MENGHASILKAN FF INI XD
    Yang pertama, ijinkan aku ngakak dulu…..LOL CANU WKWKWKWK LAGIAN ANAK ORANG MAEN DITEMBAK AJA BUZED DAH WKEKEKEKW MAKANYA PR KERJAIN DULU YANG BENER BARU DEH MAIN PACAR-PACARAN WAKAKAK
    eh trus si Moonbin…….duh mz kasian banget kena friendzone, diaryzone, dan tukan cokelatzone-nya dek Umji XD. Udahlah kamu sama Dahyun aja /loh/ /dabin shipper in action/
    Dan Vernon iya kok kamu ganteng kok iya tapi cian deh belom ngomong udah kalah duluan XD pengamatan kamu masih kurang dek tamvan. Udah sama Halla aja /Hanon shiper in action/
    udah ah aku rusuh banget perasaan XD

    • Waduh MBAQ TERIMAKASIH BANYAK UNTUK REVIEWNYA, KUTERHARU<3

      Iyadong soalnya hasil perbincangan di chat itu harus menetaskan sebuah cerita biar terkenang selalu wkwk

      Mas Canu harus banyak belajar dan ikut les mungkin ya biar bisa menggaet mbak shannon:')
      Maafkan daku yang membuat makhluk garis98 ini merasakan kepahitan dalam percintaan. Biarkan semua itu menjadi pelajaran. ((So banget yak wk))

      Btw, makasih lagi mbaq!<3

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s