[Drabble] WGOIYH

 A6GyYm9HPc

WGOIYH

[BTS] Suga, Taehyung, Jin, Jungkook, [Lovelyz] Jiae, Sujeong, [The Ark] Minju, [Astro] Eunwoo, [Twice] Chaeyoung, Nayeon, [Red Velvet] Irene, [VIXX] Leo, Shannon Williams and [iKON] Chanwoo

Romance, Fluff, School life, AU!, slight!Comedy | Drabble-mix | PG-13

Summary :

“I wish I knew what is going on inside your head.”

.

.

.

#1 Chanwoo & Shannon

Sudah sepuluh menit sepasang manik karamel Shannon berpusat pada pelipis Chanwoo yang duduk di sampingnya, seakan kegiatannya barusan akan membuat bidikan matanya lantas menembus tempurung kepala si pemuda. Namun alih-alih, Chanwoo menoleh karena merasa risih.

“Kenapa?”

Shannon menggeleng pelan. “Tidak. Hanya sedang berharap bisa membaca isi pikiranmu.”

Jeda sejemang sebelum kepala Chanwoo bergerak maju lantas mengecup bibir gadisnya singkat. Sontak membuat Shannon membelalak.

“Itu yang ada di pikiranku.”

Kembali dari kesadarannya yang mengawang, Shannon membalas kecupan sayang Chanwoo dengan lemparan bantal.

“DASAR JUNG CHANWOO MESUM!”

.

.

.

#2 Suga & Jiae

Yoo Jiae tidak habis pikir dengan Min Yoongi. Bagaimana bisa pemuda itu selalu berubah-ubah. Sebentar memperlakukannya manis, semenit kemudian berpolah bengis. Tembus satu tahun dua bulan berhubungan saja Jiae tak juga paham dengan perangai lelakinya.

‘Kuharap aku bisa membaca isi pikiranmu, Min Yoongi!’, rutuk Jiae dalam hati. Menatap tajam Yoongi yang kini berjalan tepat di depannya.

“Tidak bisa.”

“Eh?”

“Kau tidak bisa membaca pikiranku.” Pungung tegap itu perlahan menoleh seiring seringai kecil menyapa netra Jiae. “Cukup aku saja yang bisa membaca isi pikiranmu.”

.

.

.

#3 Eunwoo & Chaeyoung

“Bermain tebak isi pikiran?”

Mereka baru saja selesai menyiapkan pesta perayaan acara festival yang berhasil dilaksanakan Student Council tahun ini sehingga ada waktu dua jam sebelum perayaan—berupa acara makan-makan—itu dimulai. Bertolak belakang dengan Seokmin yang terlihat antusias, Eunwoo masih memasang ekspresi datar-datar.

‘Ugh, aku tidak tahu apa yang pemuda menyebalkan ini pikirkan! Kalau kalah Seokmin pasti akan menyuruh yang macam-macam!!’ rutuk Chaeyoung dalam hati.

“Tidak usah, aku pasti menang,” ujar Eunwoo tiba-tiba. Buat dua manusia yang tersisa di sana melayangkan tatapan sok-sekali-orang-ini. Namun setelah membisikkan sesuatu pada Seokmin, pemuda Lee itu bergegas keluar ruangan.

“Aku juga tahu apa yang ada di pikiranmu.” Kali ini Eunwoo bicara pada Chaeyoung.

“Eh?”

“Kau memikirkan aku ‘kan?”

“A-apa?!”

Eunwoo menyodorkan daftar belanjaan yang ditulis Chaeyoung.

“Lain kali jangan sampai salah tulis hanwoo[1] menjadi Eunwoo, ya, Son Chaeyoung.”

.

.

.

#4 Taehyung & Sujeong

Taehyung bergeming menatap layar ponsel kekasihnya. Di wallpapernya terpasang sebuah gambar dengan tulisan yang berbunyi,“I wish I knew what is going on inside your head”.

“Kenapa gadis-gadis suka sekali mengoleksi foto seperti ini?”

“Memang kenapa?” Sujeong yang baru kembali dari toilet menyahuti.

“Apa kau juga begitu, Sujeong-a? Apa kau juga ingin tahu apa yang ada di dalam otakku?”

Mengambil alih ponselnya kembali, Sujeong mendudukkan diri di sebelah Taehyung. “Tentu saja, semua gadis pasti ingin tahu isi pikiran kekasihnya, ‘kan?”

“Jangan.”

“Kenapa?” protes Sujeong.

“Nanti kamu pusing.”

“Ah, iya! Kalau begitu tidak jadi.”

.

.

.

#5 Leo & Irene

“Andai aku bisa membaca isi pikiranmu, Leo-ya.”

Irene berucap di suatu waktu. Kala mereka tengah menyesap kopi di kafe favorit mereka, di sela-sela jam istirahat kantor keduanya. Tak heran kalau Irene sampai bertanya demikian mengingat kekasihnya sangat pendiam. Tak banyak bicara, tak suka tersenyum, serta gestur tubuhnya yang selalu kaku jika berhadapan dengan orang lain.

Sepasang manik elangnya menelisik pada figur Irene, Leo menurunkan cangkir kopi dari depan bibirnya. “Tidak perlu,” jawab Leo singkat.

“Menurutmu bagaimana kau bisa berhubungan denganku selama tiga tahun?” lanjutnya.

“Kenapa kau tidak pernah mengajakku pergi ke tempat ramai? Kenapa bisa kau betah berdiam diri bersamaku?”

Leo bertanya lagi dan lagi tanpa Irene sempat memikirkan jawabannya. Dan Irene memang tidak perlu berpikir terlalu dalam untuk menjawabnya. Karena jawabannya sesederhana hubungan keduanya tercipta.

“Kau sudah memahamiku tanpa harus membaca isi pikiranku, Nona.”

.

.

.

#6 Jin & Minju

Ekspresi ceria tergambar jelas di wajah Minju kala Seokjin meletakkan dua piring pasta di atas meja makan. Tak berlama-lama memanjakan indera penciuman dengan aroma saus tomat, Minju segera menggulung spaghetti-nya dan memasukkannya ke dalam mulut. Berkemam riang merasakan saus bolognese yang lumer di lidahnya. Namun dua sekon kemudian ekspresinya berubah murung dan Minju cepat-cepat meletakkan garpunya kembali. Buat Seokjin mengernyit heran.

“Ada apa?”

“Aku iri. Kim Seokjin benar-benar bisa membaca pikiran Jeon Minju.” Seokjin mengulum senyum. “Buktinya kamu selalu menyiapkan makanan yang sedang ingin kumakan. Sedangkan aku tidak. Aku tidak bisa membaca isi pikiranmu sama sekali.”

“Kamu bisa, kok.”

Jawaban Seokjin serta-merta membuat Minju menanamkan tatapan pada irisnya. Menghapus jejak saus di sudut bibir Minju, Seokjin meneruskan.

“Buktinya kamu selalu datang di saat aku tidak ingin makan sendirian.”

.

.

.

#7 Jungkook & Nayeon

“Nay, Nay, bintang jatuh!”

Mereka sedang duduk-duduk di ayunan taman komplek kala Jungkook berseru serayal mengguncang besi ayunan yang Nayeon duduki. Buat si gadis ikut menengadahkan kepala, menatap fenomena bintang jatuh untuk pertama kalinya.

“Ayo cepat buat harapan!” ujarnya tak kalah semangat seakan mereka adalah bocah berumur lima tahun. Hening menyelimuti saat keduanya terpejam seraya menangkupkan kedua tangan. Jungkook yang pertama kali membuka mata, disusul Nayeon dua detik selanjutnya.

“Apa harapanmu, Nay?” todong Jungkook.

“Um, aku berharap bisa membaca pikiranmu.”

“Kenapa?”

Nayeon merotasikan bola matanya—salah tingkah. “Aku hanya penasaran dengan apa yang ada di pikiranmu.”

Jungkook mengangung-angguk paham dan diam sejemang. Buat Nayeon jadi harap-harap cemas. Namun sepersekian sekon kemudian si pemuda Jung mendekatkan wajah pada Nayeon.

.

“Kau berharap aku menjawab kamu ‘kan, Nay?” ujarnya sambil tersenyum usil.

.

fin

[1] : Daging sapi

Advertisements

One thought on “[Drabble] WGOIYH

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s