[Twoshot] Only You 2nd-end

1455894306711

Title || Only You

Maincast || Kim Taehyung fearPark Jiyeon

Support Cast || Kim Namjoo [OC], Tzuyu [Twice]

Genre || Romance-Angst

Length || Twoshot-2nd

Rated || G

.

.

Dari balkon lantai dua, Taehyung bisa melihat Jiyeon masuk ke dalam mobil laki-laki itu. Namjoo, dia membawa Bossnya itu pergi meninggalkannya. Mengabaikannya. Membuatnya merasa terluka. Ini terlalu mengecewakan mengetahui bahwa Jiyeon sama sekali tidak memperdulikannya.

Namjoo mungkin seseorang yang pernah meninggalkan kesan mendalam di hati Jiyeon, sebelum Bossnya itu menikahi laki-laki yang di tentukan oleh kedua orang tuanya. Jalinan cerita mereka rumit dan sulit untuk diterjemahkan. Jika saat ini Namjoo kembali dalam kehidupan Jiyeon, mungkin untuk menyambung lagi cerita yang pernah terputus di masa lalu.

Dulu saat Taehyung pertama kali mendatangi tempat ini untuk mencari pekerjaan, Jiyeon seperti hidup dalam sebuah kuburan batu. Dia tidak mempunyai kehidupan selain bekerja dan menyendiri. Dia tidak bergaul dan sibuk dengan dunianya yang tidak ingin di jamah ataupun di dijelajahi oleh bentuk kehidupan lain selain pengertiannya sendiri.

Taehyung memasukinya dengan beberapa nasib baik yang kebetulan menghinggapinya. Ketika dia membutuhkan pekerjaan sampingan untuk membiayai kehidupannya, Jiyeon memberinya kesempatan padanya dengan satu syarat. Bahwa dengan sifat keras dan kecenderungan emosi diluar batas tolerasi, juga sikap ekspresive dan mendominasi akan menjadi makanan sehari-harinya, maka Taehyung boleh mengambil tempat menjadi pelayan sekaligus asisten pribadinya di kedai yang hanya mereka berdua huni itu.

Ya, Taehyung sadar betul jika pekerjaannya itu meliputi petugas kebersihan, pembelian, koki, pelayan dan sesekali tukang pijit. Terkadang Jiyeon pun minta di pijit, dan itu dia anggap sebagai bonus. Menyentuh tubuh Bossnya dengan Cuma-Cuma adalah hal yang luar biasa. Seperti mendapatkan hadiah yang selalu ditunggunya. Jika dalam satu minggu Jiyeon tidak meminta pelayanan pijit darinya, maka Taehyung akan bertanya-tanya, apakah Bossnya itu meminta pelayanan itu dari orang lain.

Begitulah kisah yang terjadi antara dirinya dan Jiyeoun. Namun Namjoo…

Taehyung menghela napasnya jengah,

Dia memutuskan untuk turun dari lantai dua untuk merapikan dapur yang tadi ditinggalkannya dalam keadaan darurat. Jiyeon bisa marah jika dia melihat kondisi dapur kotor.

.

.

.

Siang ini pelanggan hanya beberapa saja yang mampir. Taehyung tidak terlalu sibuk, begitu pun Bossnya. Dia terlihat lebih santai dengan beberapa catatannya. Apakah dia sedang menghitung gaji bulanan Taehyung. Atau justru sedang mencari kemungkinan memangkas gajinya lebih banyak. Taehyung hanya melirik sesekali sambil menghampiri satu pelanggan wanita yang baru datang.

”Oppa!” sapa yeoja itu dengan suara yang renyah. Taehyung yang baru menyadari kalau yeoja itu adalah adik kelasnya langsung memasang wajah ceria.

”Yah, Tzuyu kenapa kau bisa sampai ke sini?” Taehyung duduk di hadapan yeoja bernama Tzuyu itu.

”Aku sengaja ke sini mencarimu.”

”Ada apa mencariku?”

Tzuyu tersenyum manja.

Sementara Jiyeon melirik kelakukan Taehyung dari meja kerjanya. Apa-apaan menggoda pelanggan wanita. Dia mendengus kesal.

”Tae, layani pelanggan dengan benar!” teriak Jiyeon memberi peringatan. Taehyung menoleh dengan wajah kaku. Bossnya itu mulai bertingkah. Dia kembali pada Tzuyu yang masih menatapnya.

”Kau mau pesan sekarang atau hanya ingin bicara denganku?” tanya Taehyung sambil berdiri dan merapikan kursinya.

”Aku hanya ingin bertemu dengan Oppa.”

Taehyung melirik Jiyeon lagi.

”Kalau hanya ingin bicara denganku, sebaiknya nanti saja saat jam istirahat. ”

”Kenapa tidak sekarang. Kan tidak ada pembeli.” Tzuyu mengedarkan pandangannya dengan wajah cemberut. Kecewa.

Namun Taehyung semakin mengeraskan suaranya.

”Sekarang aku masih bekerja. Kita bicara nanti saja kalau aku tidak berada di jam kerja.”

”Baiklah Oppa. Aku akan menunggumu di depan apartemenmu jam lima nanti.”

Tzuyu berdiri dan mendekati Taehyung. Dia sengaja membuat jarak mereka semakin dekat bahkan yeoja berwajah cantik itu membuat Taehyung merasa gugup.

”Kau mau apa?”

”Berhubung Oppa memperlakukanku dengan manis, maka aku akan memberikan hadiah untukmu Oppa.”

Taehyung melirik Jiyeon yang pura-pura tidak melihat. Bossnya itu beranjak dari tempatnya dan berjalan ke pantry. Apa yang akan dilakukan Jiyeon kali ini.

Oppa!” Tzuyu menangkup wajah Taehyung dan mengarahkannya pada tatapan intensnya.

”Jangan menciumku!” hardik Taehyung seperti mengerti apa yang akan dilakukan Tzuyu padanya.

Oppa, aku hanya akan memberikan kecupan, bukan ciuman,” desak gadis itu ketika semakin mendekati wajah Taehyung

”Tzuyu, jangan kau lakukan atau aku akan dipecat oleh Bossku nanti,”

Tzuyu tidak bersedia mendengar hal itu. Dia semakin mendekati dan mencoba meraih pipi Taehyung dengan berjinjit. Namja itu menolak kuat-kuat.

Bibir Tzuyu berhasil melekat di pipi Taehyung dengan manis. Namja itu membelalakkan matanya dan merasa dirinya seakan-akan telah ternoda.

”Jangan berbuat yang tidak-tidak di dalam kedaiku!” suara itu membuat Taehyung lemas. Diliriknya Jiyeon sudah berdiri di sampingnya sambil menatap penuh penghakiman.

Annyeong, Unnie!” sapa Tzuyu dengan sikap cerianya

”Dia adik kelasku.” Taehyung berusaha menjelaskan

”Lalu kenapa?” Jiyeon memberikan sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Pertanyaan sepele yang berkesan tidak menggubris status hubungan mereka.

Taehyung meringis, dan demi apapun itu Jiyeon paling kesal jika sudah menemukan Taehyung menanggapi semua masalahnya dengan senyuman aneh yang membuat wajahnya terlihat bodoh.

”Maaf Unnie, aku hanya merepotkan saja. Aku ke sini hanya ingin mengajak Taehyung Oppa berkencan. Sudah lama aku menyukai Taehyung Oppa, tapi aku kehilangan jejaknya.”

Jiyeon menikungkan bibirnya dengan gaya acuh.

”Sejujurnya aku tidak perduli dengan apa yang kau kerjakan di sini. Tapi jika kau mengganggu karyawanku pada saat dia bekerja, aku bisa mengusirmu.”

Jiyeon meninggalkan mereka dengan wajah sadis. Matanya seperti pemburu hantu yang merasa kecewa karena hantu buruannya tidak bisa di belenggunya. Justru ada hantu penggoda yang datang untuk mendekap hantu yang dia inginkan. Taehyung bukan hantu, tapi dia adalah mahluk random yang selalu berubah bentuk, dan belakangan Jiyeon justru merasa dirinya dirasuki oleh bentuk random itu.

Beberapa saat setelah ditinggalkan Tzuyu, Taehyung mulai bersikap aneh. Dia berkali-kali melintas di depan Jiyeon yang sedang duduk di bangku pelanggan. Tidak ada yang dikerjakannya selain memantau keadaan Jiyeon.

Bossnya itu bisa merasakan ketegangan namja yang sejak tadi memperhatikannya.

”Kau sedang apa?” tanya Jiyeon acuh

Namja itu berhenti berjalan dan menghadapi Jiyeon dengan sikap canggung.

”Aku ingin minta ijin untuk …” menahan lidahnya untuk mengatakan kencan dengan Tzuyu. Sebenarnya dia hanya ingin melihat apaka Jiyeon akan cemburu atau tidak dengan keberadaan Tzuyu diantara mereka.

Reaksi Jiyeon terkesan cukup dingin. Dia mendongak dan menggeleng lemah.

”Tidak.” ujarnya.

”Tidak?” Taehyung menyatukan alisnya ke tengah. ”Tidak apa?” tanyanya

”Kau ingin menanyakan padaku apakah kau boleh keluar untuk menemui gadis itu kan. ” Jiyeon menantang tatapan pekerjanya itu dengan sengit meski dia tidak tahu kenapa dia mengatakan tidak. ”Jawababannya adalah tidak karena nanti kau harus mengirim makanan kita yang tidak terjual hari ini ke panti asuhan seperti biasanya.”

Taehyung mengingat hal itu. Dia memang lupa, namun tidak harus hari ini dia melakukan hal itu. Mengirim makanan tidak terjual itu bisa dilakukannya besok.

”Aku sudah melayanimu selama ini, tidak bisakah aku mempunyai waktu pribadiku Boss?”

”Besok.” jawab Jiyeon singkat dengan membuang muka

”Tidak bisa besok, harus sekarang.” desak Taehyung

Beradu tatapan mempertahankan kehendak.

Rupanya Taehyung benar-benar ingin menantang majikannya.

”Besok.” tegas Jiyeon lagi

”Aku tidak mau besok.”

”Kalau begitu aku akan memecatmu.” Jiyeon melemparkan buku catatannya ke atas meja. Dia bertolak pinggang sembari meluapkan rasa kesalnya dengan mendengus kasar. Diabaikannya Taehyung yang setengah memohon pengertian darinya.

Namun karena Jiyeon tidak memperdulikan, namja dengan hati terlunta-lunta itu merasa kecewa dengan sikap Bossnya.

Taehyung melepas apronnya dengan gerakan lambat sambil menatap Jiyeon dengan tatapan sedih. Mungkin kali ini dia akan meluluskan keinginan Bossnya itu untuk memecatnya.

Langkah Taehyung yang meninggalkan Jiyeon terdengar sangat gegas, dan secepat itu sudah berada di luar kedai. Dia menatap Jiyeon dari luar jendela. Bossnya itu tak bergeming, meski menampakkan kekagetannya.

Taehyung menggeleng dan pergi begitu saja. Tinggal Jiyeon yang termangu menatap apron yang dihempaskan Taehyung di kakinya.

Jadi Taehyung meninggalkannya hanya karena gadis manja itu. Jiyeon menyeringai antara benci dan kecewa, namun perasaan menyesal itu jauh lebih mengutukinya. Sekarang dia tidak mempunyai siapa-siapa di tempat ini. Kenapa dia tidak bisa merubah sikap temperamentalnya yang kelewat batas ini.

.

.

.

Beberapa hari dia bekerja sendiri. Kesibukan telah memaksa Jiyeon untuk tidak meratapi kondisinya. Memang dia sudah merasa menyesal atas keegoisannya pada Taehyung. Dia tidak seharusnya melarang namja itu untuk berkencan atau melakukan apapun yang dia kehendaki. Namun entah kenapa wajah gadis manja itu ingin sekali di rebusnya di dalam panci kaldu buatannya.

Annyeong !” Jiyeon mengangkat kepalanya ketika dia mendengar seseorang memasuki kedai. Wajah itu –

Jiyeon menghadapinya dengan tatapan tak mengerti. Kenapa Tzuyu datang lagi ke sini.

”Apakah saya bisa bertemu dengan Taehyung Oppa?” matanya menggasak semua yang ada di dalam ruangan. Dia sedang mencari bayangan Taehyung di tempat ini.

”Dia tidak ada.” jawab Jiyeon

Tzuyu terlihat kecewa. Bibirnya mengerucut seperti waktu itu.

”Aku sudah mencarinya ke mana-mana tapi aku tidak menemukannya. Bahkan apartementnya kosong.”

”Kupikir kalian berkencan.” Kali ini Jiyeon berusaha bersikap ramah dengan menyuruh gadis itu duduk. Ada yang ingin dia ketahui dari Tzuyu mengenai mantan pekerjanya itu.

”Tae Oppa, tidak pernah menanggapi perasaanku sejak dulu. Dia selalu menghindariku, dan kupikir sekarang pun dia melakukan hal yang sama. Aku heran kenapa dia melakukan hal ini padaku.”

Jiyeon menunduk. Jadi Taehyung tidak benar-benar ingin berkencan dengan gadis ini rupanya, tapi kenapa dia meminta ijin berkencan waktu itu. Apakah dia hanya ingin menggodanya saja. Jiyeon menepuk jidatnya sambil menggeleng.

”Aku tidak tahu harus mencari ke mana lagi.” Tzuyu berdiri dengan lunglai.

”Kenapa kau tidak membiarkannya saja. Jika dia tidak menanggapi perasaanmu, mungkin dia memang tidak menyukaimu.” Jiyeon mencoba untuk membuka pikiran gadis itu sekaligus menyingkirkannya dengan cara halus. Dia tidak ingin Taehyung berada dalam cengkraman yeoja yang sudah melangkah agak jauh darinya.

Dia melirik dingin,

”Aku tahu apa yang harus kulakukan. Kau tidak perlu mengatakannya padaku.”

Oh!

Jiyeon mengernyit mendengar jawaban yang terlalu kasar baginya itu, namun dia membiarkannya, yang terpenting sekarang adalah, dia mengetahui jika Taehyung tidak pernah menyukai Tzuyu. Tapi kenapa dia tdak menyukai gadis itu. Apa alasannya. Apakah yang dikatakan Namjoo benar, kalau Taehyung menyukainya.

Jiyeon termenung memikirkan dirinya. Jika apa yang dikatakan Namjoo benar, maka Taehyung memang benar-benar bodoh telah memyukainya. Jiyeon memang seorang janda dengan perangai buruk. Tidak ada laki-laki yang berniat mendekatinya dengan perangainya yang buruk ini. Taehyung benar-benar bodoh, namun Jiyeon merindukannya.

Dia memperhatkan semua tempat di mana Taehyung biasa berada di sana. Di dapur, di belakang counter, di kasir, di gudang, bahkan di balkon. Semua tempat di ruko ini hanya mereka berdua yang kuasai.

.

.

.

”Kenapa kau menghubungiku?” Namjoo menjawab malas telepon Jiyeon. Namja dengan suara berat itu tidak lagi menganggap Jiyeon sebagai yeoja yang pernah dia cintai. Mungkin karena Jiyeon pernah menyakitit perasaannya karena menikahi laki-laki pilihan orang tuanya. Namjoo tidak berniat untuk kembali lagi padanya.

”Kau benar, Namjoo Oppa. Mungkin Taehyung menyukaiku.”

Namjoo tertawa setengah menggoda. Dia hanya menganggap Taehyung memang benar-benar bersikap sangat gentle dengan menyukai Jiyeon apa adanya. Jika sifat keras kepala Jiyeon itu bisa dihadapinya dengan tenang, Taehyung benar-benar akan memenangkan hati Jiyeon cepat atau lambat.

”Aku sudah menduganya.”

”Apa yang harus kulakukan?” tanya Jiyeon bingung

”Kenapa kau bertanya padaku?”

”Karena …” Jiyeon terdiam

”Kau tidak menyukainya?”

”Aku tidak tahu.”

”Sekarang kau yang bodoh. Selama ini kau menganiaya dia semaumu, sekarang kau sama sekali tidak menyadari apa yang terjadi. Jika kau tidak menyukainya katakan saja sejujurnya supaya dia tidak berharap banyak padamu. ”

”Dia aku pecat.”

”WHAT!?” Namjoo bangkit dari tempat tidurnya.

”Aku sudah memecatnya beberapa hari lalu, karena dia ingin berkencan dengan gadis lain.”

O Dear, ada apa dengan otakmu. Kau memecatnya hanya karena dia ingin berkencan dengan yeoja lain. Apa kau cemburu?”

”Aku tidak tahu.”

”Kau harus berbicara padanya. Aku pikir dia hanya ingin melihat reaksimu saja. Dia ingin memastikan apa kau marah jika dia berkencan dengan yeoja lain.”

”Aku memang kurang peka. Dia memang tidak pernah menyukai yeoja itu. Gadis itu datang untuk mencarinya setelah Taehyung aku pecat. Dia mengatakan bahwa Taehyung tidak pernah merespon perasaannya.”

”Kau sudah tahu, lalu kenapa kau masih meragukan dirimu sendiri.”

”Aku …”

”Janda.” Sebut Namjoo

”YA.”

”Sifat buruk, dan temperamental.”

”Ya.”

”Tapi dia tidak pernah membantahmu,kan.”

”Aku merasa bersalah padanya.”

Jiyeon menelan salivanya, duduk dengan lesu di dekat jendela. Dia menyadari bahwa selama ini dia sudah bersikap buruk pada Taehyung.

”Lalu kenapa kau tidak mencarinya?”

”Dia menghilang. Dia tidak berada di apartemennya. Aku sudah mendatanginya beberapa kali.” ada nada putus asa yang menggerogoti pita suaranya. Dia merasa kehilangan Taehyung yang selama ini menjadi tempatnya menumpahkan segala kejenuhannya. Hanya dia laki-laki yang bisa bertahan di sisinya selama ini. Bahkan keberadaannya lebih lama dari spasi waktu yang dia lalui bersama mantan suaminya.

”Aku akan membantumu mencarinya.” Namjoo memutus pembicaraan. Dia melirik sosok yang sejak tadi duduk di depannya.

”Dia mencarimu.” Namjoo menepuk bahu Taehyung ringan.

Taehyung tersenyum. Selama beberapa hari ini dia tinggal di tempat Namjoo, tapi bukan karena kebetulan dia memutuskan untuk berada di tempat mantan kekasih Jiyeon ini. Semua dilakukannya karena dia ingin mengetahui lebih banyak mengenai Jiyeon dari seorang Namjoo yang selama ini diyakini Taehyung sebagai seseorang yang dicintai Jiyeon.

”Temui dia.” suruh Namjoo cepat.

.

.

.

Taehyung masuk ke dalam kedai yang bertanda ’Tutup’ itu dengan hati-hati. Pintunya memang terkunci, namun namja itu bisa memasukinya karena dia masih memegang kunci cadangan yang belum sempat dia kembalikan pada pemiliknya.

Langkahnya ragu menatapi anak-anak tangga yang membawanya naik ke lantai dua. Di sana ada kamar Jiyeon dan ruangan lain yang biasa dia tempati bersama Jiyeon ketika mereka menghabiskan waktu bersama.

Jiyeon tidak terlihat di sana. Mungkin dia mengurung diri di kamarnya seperti dulu. Taehyung mulai merasakan kekhawatiran ketika harus merasakan Jiyeon harus kembali menjadi Jiyeon yang menutup dirinya seperti dulu.

Hanya saja sekarang Taehyung begitu ragu, apakah dia akan mengetuk pintu kamar itu atau tidak. Sikap berdirinya sungguh aneh. Tangannya mengambang di depan pintu tanpa menyentuhnya. Apa sebaiknya dia menunggu saja sampai Jiyeon keluar dari kamarnya.

Ketika Taehyung berjalan menuju sofa, dia mendengar suara benda kaca terjatuh di dalam kamar Jiyeon. Dengan cepat dia membuka handle dan memeriksa apa yang terjadi di sana.

”Jiyeon!”

Jiyeon menoleh ketika melihat Taehyung masuk dengan wajah cemas. Dia buru-buru membersihkan pecahan gelas itu di lantai.

”Biarkan aku saja!” Taehyung segera mengambil alih kegiatan Jiyeon dan menyurh bossnya itu untuk kembali ke ranjang. Dalam benak Taehyung sempat terbersit, kenapa Jiyeon terlihat pucat. Apakah dia sakit.

Setelah dia selesai dengan urusan beling itu, Taehyung kembali menemui Jiyeon yang terlihat gugup dengan kemunculannya.

”Kau kenapa bisa di sini?” tanya Jiyeon lirih

”Aku hanya ingin melihat apa kau baik-baik saja, Boss.” sahut Taehyung

”Aku bukan bossmu lagi.”

”Bagiku kau tetap bossku.” Taehyung tersenyum

”Hentikan senyum itu.” Jiyeon melihat senyum itu lagi. Sebenarnya dia senang dengan kemunculan Taehyung, namun kenapa begitu cepat. Baru tadi pagi dia berbicara dengan Namjoo, sekarang Taehyung sudah berada di sini menemuinya. Apakah Namjoo benar-benar bisa menemukan Taehyung secepat ini, ataukah ada hal lain yang membuat namja ini muncul dengan tiba-tiba di sini.

”Kau sakit. Wajahmu pucat.”

”Aku hanya kecapekan.”

”Kau harus memperkerjakan aku lagi, Boss.”

”Apa kau tidak berhasil mencari pekerjaan di tempat lain?” tanya Jiyeon menyindir

”Aku hanya ingin bekerja untukmu.”

Jiyeon menunduk dengan wajah merona. Kenapa perkataan itu seperti sebuah guyuran air yang menyejukan hatinya.

”Taehyung –” sebut Jiyeon

Mereka saling menatap. Jiyeon setengah terbaring dengan selimut menutupi bagian tubuhnya dari pinggang hingga kakinya, sementara Taehyung duduk di sisi ranjang di sebelah kirinya. Jaraknya tidak terlalu jauh, dan mereka berdebar-debar merasakan perasaan yang tidak bisa mereka kendalikan.

”Apakah aku bodoh?’ tanya Taehyung kemudian

”Siapa yang mengatakanmu bodoh?” Jiyeon mengulum bibirnya sambil menggeleng

”Apakah aku gila?”

Jiyeon menggeleng lagi

”Hentikan!”

”Tidak.”

”Taehyung, kau tidak bodoh dan tidak gila.”

”Lalu kenapa aku bisa bertahan di dekatmu?” tanya Taehyung dengan tatapan lembut. Sekarang dia merasa dirinya sebagai laki-laki yang percaya diri di hadapan Jiyeon, dan betapa bangganya dia merasakan hal itu.

”Aku tidak tahu.” Jiyeon tersenyum ”Kau mau mengatakannya padaku kenapa kau bisa bertahan di dekatku?”

Taehyung mengangguk. Dia duduk bersandar di sisi Jiyeon.Mengambil tangan yeoja itu dan mendekapnya.

”Aku rasa jika aku tidak bodoh dan tidak gila, itu berarti aku memang mencintaimu, Boss.”

Jiyeon melirik dengan anggukan kepala.

”Ya, alasan itu bisa aku terima. Kau boleh bekerja untukku lagi.”

Okay, deal. Aku hanya ingin memastikan kali ini kau tidak akan seenaknya saja mengatakan akan memecatku, karena aku akan segera mengikatmu dengan sebuah kontrak kerja seumur hidup, dan itu artinya aku akan bekerja untukmu selama-lamanya. Apa kau mengerti, Boss!”

Jiyeon mengangguk lagi.

”Okay, tidak masalah. Kapan kita akan menandatangani kontrak itu?”

”Secepatnya.” jawab Taehyung sambil mendekap Jiyeon dalam rengkuhannya.

“Okay, kalau begitu kau tentu tidak melupakan tugas pentingmu kan.”

Which one?

“Memijatku.”

“Oh..” TAehyung sumringah menanggapi permintaan itu. Dengan senang hati dia melakukannya untuk Bossnya.

Jiyeon merasakan kehangatan meresap di dalam hati dan jiwanya. Perasaan lelahnya mendadak lenyap dengan kehadiran Taehyung. Ternyata memang hanya dia yang bisa membuatnya merasakan hal ini. Bukan Namjoo atau mantan suaminya, ya hanya seorang Taehyung.

”Ngomong-ngomong selama ini kau di mana, sampai Tzuyu tak bisa menemukanmu?”

Jiyeon melirik curiga

”Hanya di tempat Namjoo Hyung saja, tidak ke mana-mana.”

Jiyeon mengerutkan keningnya dengan mulut terbuka.

Pantas saja.

.

.

.

end

,

,

note.

hanya ringan aja ceritanya benernya oneshot tapi aku bagi dua ceritanya biar rame.[kayak pok ame-ame! ditepok biar rame/abaikan/]

okeh, makasih sudah berkunjung. Lap yu ol!

Advertisements

20 thoughts on “[Twoshot] Only You 2nd-end

  1. lah ternyata dia cuma kerumah namjoo doangan kaburnya😂 dikirain bakalan sampe ninggalin kota😂 wkwkwk
    gereget deh sama taehyung pen gigit tau ga😆😆😆

  2. Alien dateng” ehh dapet bonus kontrak seumur hidup dan bisa memijat Jiyi lagi hahaha dan kamvretttt ternyata dia bersembunyi di rumah namjoo dasar kutu kuprett

  3. oohh ternyata taehyung kabur ke rumah namjoo wkwkwk dasar, tapi ya taehyung sangat menerima jiyeon apa adanya :”) kapan bisa nemu cowo yg ky gitu .eh bikin sequelnya dong unn ahahaha ditunggu next ff nya unn ><

  4. ouhhhh trnyta namjoon it cuma mantan kekasih toh hhihi tak kirain mantan suami jiyi..
    eitsss si jiyi kangen jg tuh ma taetae stlh d tnggal dy, tp syukurlah si taetae balik lg.. cerita’a mmng ringan tp brkesan~

  5. emang kisah yng ringan….
    ternyata namjoo kekasihnya,,bukan suami tohhh
    d tnggu ff yng lain….
    jgn lma2 yyyyyaaaaa…… 🙂

  6. Aduduh taeyung seneng banget d sruh mijit jyi .abis mijt jyi k rumah aku yah kebetuln bdn aku jg pd pgel nih kkkkk……eh g jdi ah takut d cut sama jiyi yg galak

  7. Baru ngerasa sedih dan butuh saat tuh org pergi
    Seenggaknya usaha taehyung ga sia2 lah cari tau semua ttg jiyeon ke namjoo yg ternyata bukan mantan suami jiyeon tp cuma mantan kekasih nya aja

    Aku suka koq, biar ringan tp ttp ada greget nya dan akhirnya maniss bgt deh ^^

  8. Pinter amat taetae cari tempat ngumpet 😀 😀 😀

    namjoo juga sekongkol buat ngerjain jiyeon

    taehyung hebat juga bisa naklukin jiyeon si jalak alias janda galak 😀 😀 😀

    dan juga selain pelayan +++ jadi tukang urutnya juga pantes aja taetae langsung mau dikontrak seumur hidup 😀 😀 😀

  9. Ternyata jiyeon juga suka ma tae,, lucu aja ,pas jiyeon curhat” di telpon ma namjo tentang tae,eh orang nya ada di sebelah namjo.kkkk jadi tae ga benar” ninggalin jiyeon ,,ahh cepet di urus tuh kontrak seumur hidup nya biar mijit memijit nya makin hot kkkkkk….

  10. Jiyeon cemburu buta tuhh smpai mecat Taehyung pdahalkan taehyung cma mau bikin cemburu doang 😀
    ternyata namjoo itu cma mantan pacar Jiyeon,, kirain dia yg jadi mantan suami Jiyeon ternyata bkan pantesan Jiyeon ramah sma namjoo 😀
    syukur dehh Taeyung sma Jiyeon bersatu 😀
    semoga aja Jiyeon sma Taehyung cpet2 Tandatangani kontrak seumur hidupnya biar cpet sahh 😀

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s