[Threeshoots] Drama – 1st

Drama

Ini adalah kisah kecil tentang cinta. Tentang pengorbanan, tentang airmata, tentang menyatakan, dan tentang menolak. Tentang Baekhyun dan Taeyeon yang hidup dalam sebuah drama dimana melibatkan hati dan harga diri mereka.

DRAMA

by zulfhania || Main cast(s): Byun Baekhyun [EXO], Kim Taeyeon [SNSD] || Support cast(s): Lee Sooman, artist SM Ent. and others || Genre: Romance, Drama, Hurt/Comfort, Entertainment || Rating: PG-17 || Length: Threeshoots

Poster from google

A/N: Fanfic ini murni terinspirasi mulai dari beredarnya rumor kencan Baekhyun dan Taeyeon pada bulan Juni 2014 silam hingga berakhirnya hubungan mereka pada bulan September 2015 silam, entah itu benar terjadi atau tidak, tetapi fanfic ini hanyalah khayalan author semata. Fanfic ini pula tidak bermaksud untuk menyinggung beberapa pihak. Sebelumnya fanfic ini diberi judul ‘RUMOR’ hingga akhirnya diubah menjadi ‘DRAMA’.

Summary:
Media Korea Selatan tak henti-hentinya membicarakan salah satu artis SM Entertainment, Kris Wu, yang menggugat agensi untuk membatalkan kontrak dengan EXO dan SM Ent. pada bulan Mei lalu. Tetapi Lee Sooman, produser SM Ent., punya cara lain untuk mengalihkan kasus gugatan kontrak itu.

“APA?! Berpura-pura pacaran dengan Baekhyun?!” — Kim Taeyeon

“Sepertinya ini akan menjadi drama yang menarik.” — Byun Baekhyun

“Cinta itu memang tak bisa dipaksakan, karena dia datang dari hati. Tetapi apabila tidak ada cinta, bagaimana cerita bisa memiliki akhir yang bahagia?” –DRAMA

– [1] –

“…Setelah dua tahun lalu juga sempat melarikan diri dari Korea ke negara asalnya di Kanada, kali ini Kris benar-benar menggugat SM Entertainment untuk menghentikan kontraknya di EXO pada tanggal 15 Mei lalu. Beberapa sumber mengabarkan bahwa kasus Kris ini karena tidak adanya kesesuaian antara permintaan karir Kris di SM maupun hubungan Kris di antara para member EXO. Kris yang diposisikan sebagai rapper sekaligus leader di EXO-M, ternyata tidak memberikan kesesuaian dengan keinginan Kris dalam karirnya di EXO. Maupun kendala Kris dalam bertemu dengan keluarganya di Kanada akibat peraturan di SM Entertainment yang cukup ketat. Salah satu reporter…”*
(* dikutip dari koreanwaveindo.com)

Layar televisi di dalam ruangan itu dimatikan oleh Lee Sooman, pria berkacamata yang sudah berumur yang merupakan produser sekaligus pendiri SM Entertainment. Perusahaan besar yang saat ini sedang dibicarakan oleh banyak media di Korea Selatan maupun luar negeri karena kasus gugatan salah satu artisnya yang bernama Kris. Sudah beberapa minggu berlalu, tetapi media masih saja membicarakan salah satu personil boygroup EXO yang akan hengkang itu. Sooman tidak mengerti kenapa media selalu saja heboh tiap kali membicarakan artisnya yang keluar dari agensi. Dulu, saat Hangeng keluar dari Super Junior, maupun Junsu, Jaejoong, dan Yoochun keluar dari TVXQ dan membentuk boygroup baru bernama JYJ, juga sempat menjadi berita hangat di media Korea Selatan maupun luar negeri. Sekarang, saat Kris keluar dari EXO, media Korea Selatan juga dengan begitu hebohnya membicarakan berita tersebut hampir tiap hari. Sooman tidak tahu apakah ia harus senang karena para artisnya (meskipun ingin hengkang dari grup yang telah membesarkan namanya) memberikan efek yang luar biasa pada media Korea Selatan, ataukah ia harus sedih karena para artisnya membuat gempar media Korea Selatan gara-gara menggugat perusahaannya untuk mengakhiri kontrak. Sungguh, Sooman benar-benar tidak tahu.

Sooman menghela napas berat setelah mematikan layar televisi. Wajahnya yang sudah berumur jadi tampak semakin menua karena beban berat yang dipikirkannya. Ia lelah dengan segala berita tentang Kris yang dibicarakan tiada henti oleh media Korea Selatan. Membuatnya tak pernah bisa berhenti memikirkan Kris. Membuat wajah Kris selalu melayang-layang di dalam kepalanya. Tolong, biarkanlah sekali saja, media Korea Selatan tidak perlu membicarakan dengan begitu heboh saat ada salah satu artisnya yang akan keluar dari perusahaannya. Tidak tahukah mereka kalau Sooman pun merasakan kehilangan? Tidak tahukah mereka kalau Sooman tidak ingin membesar-besarkan masalah tersebut? Sebentar lagi ia akan kembali kehilangan salah satu artisnya. Dan itu benar-benar menyakitkan untuknya.

Terdengar suara pintu diketuk dari luar ruangan. Sooman mengalihkan pandangannya pada pintu yang kini terbuka dan seorang pria berjas hitam masuk ke dalam setelah membungkuk hormat.

“Oh, kau rupanya,” Sooman menegakkan tubuhnya begitu melihat staf agensi yang paling ia percayai selama bekerja di perusahaannya masuk ke dalam ruangannya. “Silahkan masuk saja.”

Pria berjas hitam itu yang rupanya membawa seberkas map di tangannya melangkah mendekati Sooman dengan langkah tegas. Melihat apa yang dibawa oleh pria itu, Sooman tersenyum.

“Kau sudah menemukan pesananku?” tanya Sooman dengan senyum di bibirnya.

“Tentu saja, Produser-nim. Seperti apa yang kau minta beberapa hari yang lalu, hari ini saya menepati janji untuk memberikan pesananmu padamu,” jawab pria itu.

Sooman tersenyum semakin lebar. “Baiklah, kalau begitu tunjukkan padaku siapa orang yang kaupilih.”

Pria itu membuka berkas mapnya. “Sebenarnya ada beberapa orang yang saya rekomendasikan, Produser-nim. Saya tidak bisa langsung memilihnya karena saya rasa kau satu-satunya orang yang berhak untuk memilih. Ini benar-benar pilihan yang sulit untuk saya.”

Sooman mengangguk mengerti. “Tunjukkan saja padaku.”

Pria itu lalu mengeluarkan beberapa lembar foto dari dalam berkas map. Ia memilih dua foto di antaranya, lalu meletakkannya di atas meja Sooman, bermaksud untuk menunjukkan orang-orang yang ia rekomendasikan untuk pria berumur itu.

Sooman melihat foto close-up seorang perempuan dan foto close-up seorang laki-laki pada dua foto itu. Tidak perlu bertanya, ia tahu siapa kedua artisnya itu. Tetapi tampaknya pria berjas hitam itu tetap harus menjelaskannya kenapa ia memilih orang-orang itu.

“Pasangan pertama adalah Jung Soojung dari girlgroup F(x) dan Kim Jongin dari boygroup EXO,” pria berjas hitam itu memulai penjelasannya. “Keduanya seumuran dan sama-sama masih muda, lahir pada tahun 1994. Meskipun tidak ada bukti nyata tentang kedekatan mereka, tetapi tampaknya para penggemar menyukai momen-momen dimana mereka dipasangkan bersama. Bahkan banyak sekali fanfiksi yang dibuat oleh para penggemar tentang mereka berdua di internet. Usut punya usut, Jongin memiliki rasa pada Soojung. Hal itu sudah pernah saya tanyakan pada Sehun dan Taemin, teman terdekat Jongin. Dan ya, mereka bilang Jongin memang menyukai adik dari Jessica Jung itu. Saya merekomendasikan mereka karena besar kemungkinan mereka akan menarik para perhatian netizen apabila dipasangkan. Tetapi kendalanya adalah mereka masih terlalu muda. Saya rasa akan sedikit sulit untuk mereka menghadapi situasi seperti ini.”

Sooman mengangguk, menerima penjelasan pria itu. “Kau benar. Mereka masih terlalu muda. Sepertinya aku tidak akan memilih mereka,” katanya, lalu menyingkirkan foto Soojung dan Jongin ke bagian meja yang lain. “Pasangan selanjutnya?”

Pria berjas hitam itu lalu meletakkan dua foto lainnya di atas meja Sooman. “Masih dari girlgroup F(x), kali ini adalah Choi Sulli yang dipasangkan bersama Choi Minho dari boygroup Shinee.”

“Seperti yang kau ketahui, Produser-nim, mereka berdua pernah berperan sebagai cast utama pada drama yang sama, To the Beautiful You, pada tahun 2012 lalu. Mereka juga merupakan pasangan favorit bagi para penggemar. Laki-laki bertubuh tinggi yang tampan, dan perempuan bertubuh tinggi yang cantik. Pasangan yang sempurna. Tetapi yang menjadi kendala adalah saat ini Sulli sudah jarang terlihat beraktivitas di SM dan juga F(x) sehingga sulit sekali untuk menghubunginya, katakahlah dia sedang hilang-hilangan. Jadi saya rasa ini sulit untuk mengajaknya bekerjasama dalam situasi yang seperti ini.”

Sooman kembali mengangguk mengerti. “Langsung singkirkan saja kalau begitu,” katanya, lalu menyingkirkan foto Sulli dan Minho. “Lalu siapa lagi? Apakah kau tidak mendapatkan laki-laki yang lebih muda daripada perempuan, tetapi mereka memiliki chemistry yang kuat sehingga membuat para penggemar gemas? Berpasangan dengan noona adalah yang terbaik akhir-akhir ini.”

Pria berjas hitam itu membulatkan mata, tersadar akan sesuatu. “Oh, kalau itu ada, Produser-nim,” katanya, lalu mengaduk-aduk isi berkas map di tangannya. Setelah menemukannya, ia meletakkan dua foto yang ia maksud di atas meja Sooman. “Tetapi sebenarnya saya sendiri kurang yakin pada mereka berdua. Maka dari itu saya ingin merekomendasikan mereka berdua paling terakhir.”

“Kenapa begitu?” Sooman justru tertarik dengan ketidakyakinan orang yang paling ia percayai selama ini.

“Saya pikir karena Taeyeon lebih tua daripada Baekhyun, maka dari itu pasangan ini tidak akan menarik perhatian netizen.”

“Bukankah itu justru hal yang menarik?” tanya Sooman. Pria berjas hitam itu tidak menjawab, maka dari itu Sooman melanjutkan pertanyaannya. “Apa kelebihan dari pasangan ini dibandingkan yang lainnya?”

“Seperti Jongin yang menyukai Soojung, saya dengar Baekhyun juga menyukai Taeyeon. Dia adalah fanboy Taeyeon sejak sebelum dia trainee di SM. Mereka juga pernah terlihat bersama saat konser SMTOWN dan karena kedekatannya itulah mulai banyak penggemar yang menyukai mereka apabila mereka dipasangkan. Bahkan para penggemar sudah memberikan nama BaekYeon Shipper untuk orang-orang yang menyukai mereka berdua. Kelebihan pasangan ini, mungkin karena saya pikir Taeyeon lebih tua daripada Baekhyun dan juga Taeyeon merupakan leader di SNSD, kita bisa menunjukkan sosok perempuan yang lebih dewasa dan lebih melindungi daripada si laki-laki. Ya, sosok noona yang sebenarnya. Tetapi kurasa itu adalah drama yang menggelikan untuk ditayangkan.”

“Sama sekali tidak menggelikan! Itu benar-benar drama yang menarik dibandingkan dua pasangan sebelumnya!” decak Sooman sambil tersenyum puas.

“Jadi, apakah kau akan memilih mereka, Prosuder-nim?” Pria berjas hitam itu tampaknya tak percaya kalau Sooman akan memilih pasangan yang paling terakhir ia rekomendasikan. “Apakah kau tidak ingin melihat orang-orang yang kurekomendasikan yang lainnya? Ada Seohyun SNSD dan Chanyeol EXO, mereka juga memiliki penggemar yang banyak. Atau mungkin kita bicarakan kembali hubungan Jessica SNSD yang pernah beredar waktu itu bersama Donghae Super Junior, saya rasa itu akan menarik. Dan juga ada—”

“Tidak perlu,” Sooman menghentikan ucapan pria berjas hitam itu. Ia tersenyum pada pria itu sambil menunjuk dua foto yang ada di depannya. “Aku pilih pasangan ini. Kim Taeyeon SNSD dan Byun Baekhyun EXO. Tolong beritahukan pada mereka secepatnya dan mulai rencanakan pertemuan pertama mereka serta skenario dramanya. Aku ingin berita Kris segera berakhir.”

* * *

“APA?! Berpura-pura pacaran dengan Baekhyun?!” pekik Taeyeon histeris.

Wanita yang saat ini sedang merias rambut Taeyeon cukup terkejut dengan pekikan histeris Taeyeon yang berlebihan setelah ia memberitahu kabar tersebut. Tanpa berkata sepatah katapun, ia mengangguk dengan patah-patah akibat masih terkejut dengan pekikan Taeyeon.

“Tetapi kenapa aku?!” Rasanya Taeyeon masih tidak percaya.

Wanita itu mengangkat bahu, pertanda tidak tahu. “Mungkin karena kalian pernah terlihat dekat saat di atas panggung.”

“Hanya ‘terlihat dekat’? Astaga, itu benar-benar alasan yang tidak masuk akal. Bagaimana mungkin aku dipilih sebagai orang yang harus berpasangan dengan Baekhyun hanya untuk mengalihkan gugatan kontrak Kris? Lee Sooman benar-benar menyebalkan!”

“Itu tidak akan lama, Taeyeon. Lagipula kau hanya perlu berpura-pura. Bukankah itu tidak sulit?” tanya wanita itu sambil merias rambut Taeyeon.

“Melakukan tidak semudah berbicara, eonni. Lagipula dia adalah hoobae-ku. Kenapa harus aku yang dipilih dipasangkan bersamanya?”

“Tampaknya selain karena kalian dekat, melainkan juga karena kau adalah leader dari girlgroup senior tertua di SM, sehingga kau akan lebih paham akan situasi semacam ini.”

Taeyeon mendengus. “Aku benar-benar membenci drama seperti ini.”

* * *

“APA?! Berpura-pura pacaran dengan Taeyeon sunbae?!” Baekhyun tak kalah histeris saat manajernya memberitahukan hal tersebut padanya.

Manajernya hanya balas menatap Baekhyun dengan tatapan tanpa ekspresi. “Apakah kau terkejut?”

“Tentu saja aku terkejut, Manajer hyung!” Lalu Baekhyun mendekati manajernya lebih dekat, kemudian berbisik dengan pelan, “Mulai kapan drama ini akan dimulai, hyung? Apakah aku perlu bertemu dengannya dulu untuk membicarakan hal ini?”

Kali ini manajernya tersenyum lebar dengan mimik menggoda. “Tampaknya kau tidak sabar sekali, Baekhyun.”

Baekhyun menyengir lebar, lalu menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.

“Tidak perlu terburu-buru, Baekhyun. Orang terpercaya Lee Sooman sudah mengatur semuanya. Kau hanya tinggal mengikuti alurnya. Mungkin secepatnya akan segera dimulai. Tentang pertemuan? Ya, tentu saja kau harus bertemu dengannya dulu untuk mendekatkan diri satu sama lain. Tetapi, Byun Baekhyun, apakah kau benar-benar merasa senang sekali seperti ini meskipun hanya berpura-pura pacaran dengannya? Ini bukanlah drama yang mudah untuk dilakukan artis baru sepertimu.”

Baekhyun mengibaskan tangannya pada manajernya. “Aku bukan artis baru lagi, hyung, aku sudah dua tahun di SM. Jadi aku tahu benar kalau terkadang drama itu perlu untuk mengalihkan perhatian netizen dari berita yang tidak disenangi oleh Lee Sooman. Dan sepertinya ini akan menjadi drama yang menarik.”

Manajernya mengangguk mengerti. “Baiklah kalau kau memang dengan senang hati akan menjadi pemeran utamanya. Tetapi tetap ingatlah perkataanku tadi kalau ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, Baekhyun. Dan lagipula, belum tentu juga Taeyeon akan dengan senang hati melakukannya.”

* * *

Suasana di dalam salah satu ruangan di gedung SM terasa canggung bagi kedua makhluk adam dan hawa yang baru saja dipertemukan. Baekhyun duduk di atas sofa di ujung sebelah kiri, sementara Taeyeon duduk di atas sofa di ujung sebelah kanan. Ada jarak yang cukup jauh yang terbentang di antara mereka. Meskipun mereka kelihatan dekat saat di atas panggung, nyatanya di bawah panggung mereka terasa jauh sekali.

Berkali-kali Baekhyun mengutuk dirinya sendiri yang mendadak mati kutu seperti itu ketika duduk di sebelah Taeyeon. Oh, come on, Baekhyun, kemana sosok dirimu yang cerewet? Yang selalu memiliki berbagai macam pembicaraan jenaka yang dapat mencairkan suasana? Kemana pula lelucon-lelucon yang biasa kau katakan saat berkumpul bersama para member EXO? Kenapa kau malah diam saja seperti ini?

Setelah mencoba untuk menetralisir debaran dalam dadanya, Baekhyun menoleh pada Taeyeon yang duduk canggung jauh di sebelah sana, lalu berdeham. Dehaman itu rupanya memberikan efek yang luar biasa pada Taeyeon karena setelah itu leader SNSD itu menolehkan kepala padanya dengan mimik terkejut.

“Kenapa kita jadi canggung seperti ini ya, sunbae? Hahaha,” Baekhyun mengeluarkan suara pertamanya yang lalu diikuti oleh tawanya yang (entah kenapa) terdengar dibuat-buat sekali.

Taeyeon tidak tertawa. Ia tetap menampilkan ekspresi datar yang membuat Baekhyun berhenti tertawa dan kembali menampilkan ekspresi canggung.

“Tenang saja, sunbae. Tidak usah tegang seperti itu. Kita hanya perlu menjalankannya saja,” kata Baekhyun kemudian.

Taeyeon tersenyum miris. “Kau berkata seolah-olah kau pernah melakukannya.”

Baekhyun terdiam. Ia mendengar nada tidak suka dalam suara yang diucapkan Taeyeon barusan.

“Semua tidak semudah yang kau bayangkan, Baekhyun. Ini akan menjadi drama yang sulit karena ini menyangkut hati dan juga harga diri,” tambah Taeyeon.

Baekhyun tidak sempat berkomentar atas ucapan Taeyeon karena kemudian seorang pria berjas hitam, staf agensi yang dipercayai oleh Lee Sooman, masuk ke dalam ruangan dengan membawa berkas map di tangannya. Tak perlu berbasa-basi, pria itu lalu menyampaikan drama apa saja yang harus mereka tunjukkan pada publik untuk mengalihkan perhatian netizen dari kasus gugatan kontrak Kris, akting apa saja yang harus mereka tunjukkan pada publik. Baekhyun dan Taeyeon mendengarkan dengan seksama. Tetapi ada hal yang mengusik Baekhyun. Sesekali ia melirik pada Taeyeon demi melihat ekspresi apa yang sedang ditunjukkan perempuan itu, tetapi yang ia temukan hanyalah ekspresi datar dengan tatapan kosong pada matanya. Baekhyun tidak tahu apa yang sedang dipikirkan perempuan itu, namun tampaknya perempuan itu memang lebih tahu dan mengerti kalau drama ini memang akan menjadi drama yang sulit untuk mereka berdua.

“Bagaimana? Ada tanggapan dari kalian?” tanya pria berjas hitam itu setelah selesai berbicara.

Baekhyun maupun Taeyeon tidak ada yang menjawab.

“Apakah tidak ada tanggapan?” ulang pria itu.

“Sampai kapan kami harus melakukannya?” tanya Taeyeon kemudian.

Pria itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Sebenarnya aku tidak tahu, tetapi tampaknya sampai media Korea Selatan tak lagi membicarakan Kris.”

“Kalau sampai bertahun-tahun kemudian berita itu tidak kunjung mereda, apakah kami akan tetap harus melakukan drama ini?” Taeyeon kembali bertanya.

Sekali lagi, Baekhyun menemukan nada tidak suka dalam suara Taeyeon. Entah kenapa itu membuat hatinya sakit.

“Bisa jadi iya, bisa jadi tidak. Itu semua tergantung dari bagaimana netizen akan menanggapi berita kencan kalian,” jawab pria itu.

“Apa yang akan kami lakukan kalau mereka pro atau kontra mengenai berita ini?”

Pria itu menghela napas panjang. “Itu bisa dipikirkan nanti, Taeyeon. Yang terpenting bagi kalian sekarang adalah kalian harus menyiapkan diri karena mulai besok malam kalian akan melakukan pemotretan.”

* * *

Rupanya perkataan manajernya ada benarnya juga.

Baekhyun pikir, selama ia dengan senang hati melakukannya, semuanya akan baik-baik saja. Tetapi Baekhyun melupakan suatu hal. Dalam sebuah drama, tak hanya melibatkan satu orang saja, melainkan dua orang. Dan pada drama kali ini, Baekhyun bukanlah satu-satunya orang yang terlibat, melainkan Taeyeon yang merupakan pasangan pura-puranya juga akan terlibat. Mereka berdua akan menampilkan drama menggelikan antara sepasang sunbae dan hoobae dalam agensi yang sama yang diam-diam memadu kasih di belakang para penggemarnya untuk mengalihkan perhatian netizen dari kasus gugatan Kris. Jujur saja, Baekhyun senang melakukan drama ini. Kapan lagi ia bisa menghabiskan waktunya bersama seorang perempuan yang disukainya sejak ia duduk di bangku SMA? Meskipun hanya berpura-pura, tetapi bukankah itu merupakan kesempatan untuk mengenal perempuan itu lebih jauh dan lebih dalam?

Tetapi rupanya, sekali lagi, perkataan manajernya ada benarnya juga.

Drama ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan seorang Byun Baekhyun.

Karena Kim Taeyeon, perempuan yang akan menjadi pacar pura-puranya itu, tidak dengan senang hati melakukannya.

* * *

Yya! Turunkan kepalamu sedikit lagi, bodoh! Kau ingin netizen menyadari kalau kita hanya berpura-pura ciuman?!” bisik Taeyeon dengan nada suara yang (entah kenapa) terdengar tajam di telinga Baekhyun.

Baekhyun mendekatkan kembali wajahnya pada wajah Taeyeon hingga ia bisa merasakan desah nafas Taeyeon yang menyentuh kulit wajahnya. Oh, Tuhan, ini benar-benar terlalu dekat. Baekhyun tidak tahan. Rasanya ia benar-benar ingin mencium bibir Taeyeon kalau begini caranya.

“Apakah hyung sudah memotretnya?” tanya Baekhyun. Ia merasa pinggangnya pegal karena tidak merubah posisinya selama hampir 15 menit. Dan posisinya saat ini memang benar-benar membuat urat pinggangnya tertarik.

“Tentu saja belum, bodoh. Dia perlu mendapatkan angle yang tepat untuk membidikkan kameranya agar hasil fotonya terlihat kalau kita benar-benar berciuman.”

Baekhyun menggerutu di dalam hati, namun sekaligus merasa senang. Ia memang sudah tidak tahan dengan posisinya saat ini, tetapi ia tidak bisa memungkiri hatinya kalau ia menyukai posisinya saat ini. Berpura-pura ciuman dengan Taeyeon di dalam mobil.

Sesuai perintah yang diucapkan pria berjas hitam itu, malam ini Baekhyun dan Taeyeon melakukan pemotretan pertamanya. Pemotretan yang dimaksud tentu saja bukan pemotretan di studio dengan menunjukkan betapa mesranya mereka saat melakukan pemotretan di studio, lalu mengabarkan kalau mereka rupanya sudah berkencan sejak empat bulan yang lalu. Tidak, bukan seperti itu. Itu sama sekali bukan skenario drama yang menarik. Pria berjas hitam itu mengatakan kalau mereka harus pura-pura terpergok sedang berkencan di dalam mobil oleh kamera netizen. Pria berjas hitam itulah yang akan bertindak sebagai seorang netizen yang tak sengaja memotret kencan mereka. Baekhyun dan Taeyeon tidak mengetahui posisi pria itu dimana. Yang jelas adalah mereka harus berpose sedang berciuman di dalam mobil dengan Taeyeon yang duduk di balik kemudi, sementara Baekhyun duduk di sebelahnya. Mobil yang mereka naiki pun adalah mobil milik Taeyeon, sehingga mempertegas kalau mereka berdua benar-benar sedang berkencan. Baekhyun cukup akui kalau skenario drama ini benar-benar menarik.

“Sepertinya sudah selesai,” bisik Taeyeon. “Tarik pelan-pelan kepalamu dan tunjukkan wajah yang malu-malu. Aku juga akan begitu.”

Baekhyun perlahan menarik pelan-pelan kepalanya ke belakang, bahkan ia juga memegang bibirnya, seolah-olah menunjukkan bahwa ia baru saja merasakan bibir Taeyeon pada bibirnya. Sekilas ia melirik pada Taeyeon dan ia tak kuasa menahan senyum saat melihat rona merah di kedua belah pipi Taeyeon. Itu hanya drama, Baekhyun, itu hanya drama, tak henti-hentinya batinnya berbisik seperti itu, tetapi Baekhyun tak mendengarkan. Ia sudah terlalu bahagia melihat rona merah pada wajah itu sehingga melupakan kalau perempuan itu hanyalah bersandiwara.

“Dia mengirim pesan padaku,” kata Taeyeon saat mengecek ponselnya.

“Apa katanya?” tanya Baekhyun.

“Dia menyuruhku untuk membuka atap mobil. Dia juga menyuruhku untuk bertatapan denganmu, lalu mengelus rambutmu. Uh, benar-benar menjengkelkan.”

Tetapi Taeyeon tidak memiliki pilihan lain. Ia pun membuka atap mobil, lalu mengambil posisi duduk menghadap Baekhyun. Tangannya masih memegang setir kemudi, sementara tangan lainnya bergerak untuk mengelus rambut belakang Baekhyun. Tatapan Taeyeon begitu dalam saat menatap Baekhyun sehingga membuat laki-laki itu menahan napas. Oh Tuhan, ia benar-benar luluh ditatap seperti itu. Drama, Baekhyun, ingat, ini hanyalah drama, lagi-lagi batinnya mengingatkan.

’Sekarang tutup kembali atap mobilnya dan jalankan mobilmu pelan-pelan. Aku akan memotretnya sekali, lalu setelah itu kalian boleh kembali ke asrama kalian masing-masing. Terimakasih atas pemotretannya, dan tunggu saja hari rilis beritanya esok pagi.’ Begitu katanya,” kata Taeyeon setelah membaca ponselnya kembali.

“Lalu, bagaimana? Apakah kita akan pulang?” tanya Baekhyun. Ia berharap Taeyeon menjawab tidak, lalu membawanya pergi berkencan malam ini. Bukankah sudah kepalang tanggung? Lebih baik mereka melanjutkan kencan saja daripada harus pulang ke asrama.

“Ya, tentu saja pulang, bodoh. Ini sudah tengah malam. Dan besok pagi beritanya akan keluar, itu berarti drama yang selanjutnya harus dijalankan. Aku perlu istirahat sebelum drama selanjutnya terjadi.”

Baekhyun sempat kecewa dengan jawaban yang dilontarkan Taeyeon. Tetapi ia tidak punya pilihan lain. Lagipula ia hanyalah pacar pura-puranya, ia tidak memiliki keberhakan untuk mengajak perempuan itu berkencan. Dan lagi, perempuan itu tidak dengan senang hati melakukannya.

Itu adalah kenyataan yang benar-benar membuatnya tertampar keras.

* * *

Yya, Byun Baekhyun! Kau berkencan dengan Taeyeon sunbae?”

Pertanyaan itu keluar dari mulut Chanyeol, partner-nya di boygroup EXO ketika keesokan harinya. Baekhyun tidak menjawab pertanyaan itu. Ia rasa hanya dengan senyuman miris yang ia tunjukkan pada Chanyeol sudah cukup untuk laki-laki itu mengetahui jawabannya.

“Oh, jadi hanya drama,” gumam Chanyeol. “Kupikir ini nyata. Yang kutahu kan sudah lama kau menyukainya, jadi kupikir Taeyeon sunbae sudah menyadari perasaanmu.”

Baekhyun tidak menanggapi ucapan Chanyeol. Ia kembali larut dalam lautan pemikirannya sendiri.

Pagi ini, berita kencan itu akhirnya muncul di internet. Media dispatch yang menyebarnya. Entah bagaimana cara pria berjas hitam itu hingga bisa-bisanya foto-foto hasil jepretannya itu tersebar di media internet yang lumayan terkenal di Korea Selatan itu. Dan foto-fotonya pun (Baekhyun mengakui) sangatlah bagus. Angle-nya begitu pas meskipun wajah Baekhyun maupun Taeyeon tampak terlihat kabur, meskipun ada juga beberapa foto yang terlihat jelas. Tetapi justru itulah misterinya. Pria berjas hitam itu membiarkan para penggemar menebak-nebak benarkah kedua makhluk adam dan hawa itu adalah kedua artis yang sedang mereka perbincangkan hingga akhirnya mereka benar-benar melupakan kasus gugatan Kris dan beralih pada kasus kencan (pura-pura) Baekhyun dan Taeyeon.

Baekhyun kemudian berpapasan dengan Taeyeon di koridor lantai tiga gedung SM. Keduanya sudah saling berpandangan sebelum mereka berpapasan. Hingga akhirnya tepat ketika mereka berdiri bersebelahan, Taeyeon bertanya pada Baekhyun.

“Sudah lihat beritanya?”

Baekhyun mengangguk pelan. “Berita yang menarik.”

“Pria itu sialan. Wajahku terlihat jelas sekali saat aku memeluk setir kemudi,” gerutu Taeyeon. Baekhyun tidak menyangka kalau leader SNSD yang satu itu rupanya sering sekali menggerutu. Oh, atau mungkin ia hanya menggerutu karena ia harus dilibatkan dalam drama ini.

“Wajahku juga terlihat jelas sekali saat aku sedang melihat ponsel,” sahut Baekhyun.

Baekhyun mendengar Taeyeon menghela napas berat. “Selama tidak ada konfirmasi dari SM, kurasa ini tidak akan menjadi bumerang untukku dan karirku,” katanya kemudian.

Ya, benar kata Taeyeon. Selama pihak dari SM Entertainment tidak menanggapi dan juga tidak mengkonfirmasi berita kencan yang beredar itu, karir Baekhyun dan Taeyeon akan tetap selamat. Pria berjas hitam itu juga tidak mengatakan apapun mengenai pihak SM apakah akan mengkonfirmasi hubungan mereka atu tidak. Tetapi mereka berdua yakin kalau pihak SM tidak akan mengkonfirmasinya, seperti berita kencan Victoria F(x) dan Changmin TVXQ atau Jessica SNSD dan Donghae Super Junior yang sempat beredar beberapa tahun lalu yang sama sekali tidak dikonfirmasi oleh pihak SM.

Tetapi rupanya Baekhyun dan Taeyeon terlalu cepat menarik kesimpulan.

Karena pada malam harinya, pada hari yang sama setelah keluarnya berita kencan mereka berdua, Baekhyun dan Taeyeon melihat tayangan di televisi bahwa pihak SM Entertainment telah mengkonfirmasi hubungan mereka bahwa Baekhyun dan Taeyeon memang sudah berpacaran sejak empat bulan yang lalu. Baekhyun dan Taeyeon sama-sama terkejut melihatnya.

Ini bukan bagian dari drama. Pria berjas hitam itu tidak menyampaikannya pada mereka kalau nantinya hubungan mereka akan dikonfirmasi oleh pihak SM. Pria berjas hitam itu hanya menyuruh mereka untuk berfoto, lalu menunggu berita kencan itu beredar. Baekhyun maupun Taeyeon sama sekali tidak mengetahui kalau rupanya berita itu akan dikonfirmasi oleh pihak SM. Itu benar-benar berita yang mengejutkan, lebih mengejutkan daripada berita kencan mereka. Dan mereka yakin kalau hari-hari berikutnya akan menjadi hari yang sulit untuk mereka berdua.

Karena rupanya, drama yang penuh dengan pengorbanan baru saja akan dimulai.

– tbc –

Regards,

Zulfa Azkia (zulfhania)

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s