Mau Putus Denganku? by ZulfArts

1453805551669

 

 

Hanbin x Kyla

Enjoy!

 

Semua pasangan memang hadir untuk saling melengkapi. Dan Hanbin hadir memang untuk menyempurnakan sosok Kyla yang sangat diluar batas normal. Bukan berarti dia gila, hanya saja ketidak warasan lebih dominan hinggap di dalam otaknya.

Pacar Hanbin berbeda, tidak seperti pacar Jiwon yang malu-malu, pacar Junhoe yang blak-blakan, apalagi pacar gagalnya Jinhwan yang ternyata seorang pria. Kyla terlalu sulit dideskripsikan. Sekilas memang dia terlihat seperti gadis lainnya, memakai baju yang terlihat manis, riasan wajah, dan bahkan semprotan wangi-wangian. Karena kalian tak bisa menilai seseorang dengan sekali pandang, ada baiknya kalian mengenal lebih dekat bagaimana Kyla sebenarnya.

“Kyla, jangan loncat-loncat!” Gadis itu mengacuhkan perkataan Hanbin dan tetap pada pendiriannya untuk berloncatan di atas tangga kampusnya. Rencananya, mereka mau menghabiskan hari di game store. Kemarin Kyla sudah main bersama Claire di sana, tapi koin-koin yang dipakai untuk bermain ternyata bersisa banyak. Maklum sih, gadis itu menghabiskan uang mingguannya untuk membeli koin. Tanpa mau peduli seminggu ke depan harus makan apa.

Gadis itu entah lupa atau tak sadar, tapi koin-koin yang disimpannya di dalam tas ikut berloncatan ke luar. Membuat suara gemerincing bersemarak di atas tangga. Semua koin itu berserakan, dan dengan sigap Kyla memungut kembali barang berharganya. Bahkan berpose seperti kucing.

Hanbin menghela nafas berat, mungkin dewa-dewa sedang menambah beban di pundaknya saat ini. Mungkin jika pacar Kyla bukan Hanbin, gadis itu sudah ditinggalkan sejak lama. Dia ceroboh, dan terkadang memalukan. Tapi Hanbin tak ambil pusing, ia segera menarik pergelangan tangan gadisnya dan beranjak pergi–sebelum lebih banyak orang yang melihat perlakuan Kyla saat ini.

Hanbin itu populer. Dia pintar, dan bahkan dijadikan panutan oleh para mahasiswa junior. Bersyukurlah ada Kyla, dia bahkan jadi lebih populer karena perlakuan ceroboh gadis itu. Gadis itu memberi pengaruh banyak untuk pemuda berpotensi banyak macam Hanbin.

“Tak usah dipungut begitu, biar aku belikan lagi.”

“Tapi rencananya aku mau pakai uangmu untuk makan seminggu kedepan, Hanbin,” gadis itu berujar dengan wajah tak bersalah. Membuat pemuda di sebelahnya menganga tak karuan. Oh, ayolah. Mereka memang menjalin ikatan sebagai sepasang kekasih, tapi memakai uang Hanbin untuk makan seminggu ke depan membuat pemuda itu merasa alih profesi menjadi seorang suami!

“Kau menghabiskan semua uangmu untuk beli koin, Kyl? Oh, God!” Tangan perfeksionis milik pemuda itu tak ayal memijat keningnya. Ia bingung, apa lagi yang harus ia lakukan untuk membuat keabnormalan gadisnya menyusut?

Sekarang gadis itu malah memperlihatkan raut wajah bersalah, diam merunduk. Membuat Hanbin semakin bingung apa yang harus ia lakukan, haruskah marah ataukah membiarkan gadis itu melakukan apapun yang dia mau. Tapi Kyla terlalu sulit diprediksi, mood-nya naik turun tak karuan seiring berjalannya waktu. Sekarang contohnya.

“Maafkan aku, Hanbin. Lain kali aku tak akan mengulangi perbuatanku. Aku tahu, aku ini cuma gadis bodoh yang ceroboh dan beruntung bisa jadi pacar pangeran kampus sepertimu. Mungkin seharusnya Tuhan cabut saja nyawaku sekarang, aku ini sudah lebih parah dari kata tak berguna! Bunuh saja aku, Hanbin! Bunuh!” Seperti film-film melodrama yang merekam adegan melankolis di bawah hujan, Kyla yang semula berperilaku layaknya anak kecil berumur tiga tahun berubah total menjadi gadis overacting dalam drama melankolis. Hanbin hanya bisa menghela nafas kasar, dan kembali menarik pergelangan tangan gadis itu.

“Kyl, kau lapar ya? Tak usah ke game store, ya? Perut kita lebih penting sekarang.” Alih-alih memperdulikan kata-kata ngawur yang dilontarkan pacarnya, pemuda itu lebih memilih untuk mengalihkan perhatiannya. Baiklah, untuk seminggu ke depan mungkin Hanbin tak akan bisa makan makanan enak. Kalaupun begitu, porsinya tetap harus dibagi dua. Membayangkannya memang membuat hati tersayat, tapi pemuda itu tetap harus melakukannya demi Kyla.

Jadilah mereka berdua duduk berdampingan di sebuah kedai rebusan. Mungkin sekarang Hanbin akan jadi pria jahat yang memberi gadisnya makanan kaya akan karbo. Tak apalah, dompetnya harus ia jaga dengan baik sekarang. Hanbin hanya perlu berdoa gadisnya tak terkena penyakit diabetes karena terlalu banyak makan karbohidrat.

Kyla melahap apapun yang ada di depannya. Mengabaikan Hanbin yang rasa-rasanya sudah kenyang melihat cara makan gadis itu. Bakso ikan yang ukurannya sebesar kepalan tangan pun mampu masuk mulutnya dalam sekali telan. Hanbin sekarang hanya bisa berdoa lagi, semoga bakso ikan itu tak nyangkut dalam usus halusnya.

“Aah Hanbin aku terlalu kenyang,” gadis itu menepuk-nepuk dadanya yang rasanya sesak. Tak memperdulikan mulutnya yang dilumuri jejak-jejak kuah bakso.

Kalian mungkin tak akan percaya, tapi gadis itu dengan nekatnya kayang di pinggir jalan sekarang.

“Kyla jangan kayang! Nanti isi perutmu–“

“Uwleeek…..”

👯

Hanbin berakhir menepuk punggung kekasihnya sambil berusaha menebalkan kadar percaya diri pada wajahnya. Walaupun sebenarnya mentalnya sudah jatuh ke dasar jurang dan mungkin sebentar lagi akan hilang. Pemuda itu untuk ke sekian kalinya kembali berdoa, semoga hatinya selalu ditambahkan kadar kesabarannya. Dan semoga gadisnya bisa cepat sembuh dari mualnya.

“Hanbin… Kau mau putus denganku?” Apa sekarang tingkat abnormalnya kembali meningkat? Atau dia ingin berubah kepribadian jadi aktris melankolis lagi?

“Jangan berpikir yang tidak-tidak, Kyl.”

“Selama ini aku juga berpikir, Hanbin. Kenapa harus ada seorang pemuda sempurna sepertimu yang menepuk-nepuk punggung gadis aneh sepertiku?” Kyla menatap wajah Hanbin yang sulit diprediksi. Sesulit memprediksikan isi kepala Kyla saat ini.

“Untuk membuat gadis aneh itu tak mual lagi, Kyl.”

“Bukan begitu… Kenapa harus ada pemuda sempurna sepertimu yang mau-maunya menemani gadis ceroboh sepertiku? Memangnya tak malu? Tak jengah?” Dalam rentan waktu yang cukup lama semenjak mereka mendeklarasikan untuk menjalin hubungan, baru kali ini Kyla membahas mengenai sifatnya.

“Kalau ingin aku jujur… Aku malu, aku jengah, Kyl,” pemuda itu menarik lengannya. Menyatukan jari-jari kekarnya dengan milik gadis ceroboh di sampingnya.

Kyla melepas tautan tangan mereka. Ia terlalu kalut untuk memikirkan seberapa besar pengorbanan Hanbin yang selama ini dikeluarkannya untuk menolong gadis semacam Kyla. Gadis itu harus berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada Tuhan yang telah memberinya kesempatan untuk bisa berduaan dengan pemuda seperti Hanbin selama ini.

“Jadi… Kau setuju?”

“Setuju apa?”

“Putus?”

Hanbin terlihat menimang-nimang pikirannya. Dahinya berkerut, dan mulutnya terdengar menggumamkan sesuatu. Ia kemudian tersenyum.

“Memangnya, kalau bukan Kim Hanbin yang menjagamu, siapa lagi? Kalau kita putus, kau mungkin akan terancam mati, Kyl!”

Fin.

A/N : for everyone (especially Nabil) sorry for the gj-ness TvT saya tau kok ini aneh dan butuh banyak kritik. Jadi kritik aja sepuasnya guys, it’s okay 🙂

Advertisements

4 thoughts on “Mau Putus Denganku? by ZulfArts

  1. JULPA INI THE BEST LAH THE BEST. OWE BACA DUA KALI DAN KAYAKNYA BAKALAN BERKALI-KALI DEH. PENOKOHANNYA PANCEN OYEEE, TERUS KOK OWE RASA-RASANYA AKRAB YA SAMA KONDISI PANGERAN KAMPUS DAN CEWE ABNORMAL WAKAKA

    • UWEEEEY SENPAI BILANG DA BEST XD SAYA BARU SADAR EUY PANGERAN KAMPUS WKWKWK XD KALO CEWEK ABNORMALNYA EMANG NGEBAYANGIN SITU :V TQ SUNBAE, SENPAI, SENIOR, EONNI, NOONA, HALMEONI💜

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s