Supermarket

Supermarket copy.jpg

Supermarket

Tob‘s Storyline

Lee Seokmin ( Seventeen’s DK) | Lee Sakura (OC) | Lee Sarah (OC)

Family, Comedy, Slice of Life | Ficlet | G

 

“Dan terakhir, jangan pergi bersama Seokmin”

###

Oppa, coba pakai cincin ini” suara seorang gadis terdengar sambil memberikan sebuah cincin kepada lelaki di sampingnya.

“Tidak mau, memangnya aku perempuan, huh?”

“Tapi Oppa…anggap saja ini hadiah dari adikmu yang tersayang. Oke?”

Si lelaki membuat ekspresi pura-pura ingin muntah. “Tersayang macam apaan” lelaki itu langsug mengambil cincin yang diberikan si gadis lalu berucap, “Baiklah-baiklah, akan kupakai sehari saja, oke?”

“Setahun!”

“Sebulan”

“Enam bulan”

“Penawaran terakhir, seminggu. Tidak lagi bisa ditawar Sakura-ya.”

Gadis yang bernama Sakura langsung mengembungkan pipinya, “Huh, baiklah.” wajahnya tampak kesal dengan ucapan kakaknya, tetapi ia tidak bisa menawar lagi, bisa saja nantinya Oppanya—Seokmin akan menawar menjadi satu jam. Itu sangat buruk. “Oh iya Oppa, antarkan aku besok membeli bahan makanan. Sora pun harus kita ajak. Ayah dan Ibu besok akan pergi ke Hongkong, sedangkan Ibu belum sempat membeli bahan makanan, jadi jangan kabur dan jangan bangun telat. Camkan itu.”

Seokmin mengangkat bahunya, tampak tidak peduli namun kalimat selanjutnya berhasil mendapatkan perhatiannya.

“Kalau tidak, ibu bilang kau tidak boleh mengendarai mobil ataupun motor selama dua tahun”

 

###

Keesokan harinya Sakura bisa pergi diantar Seokmin setelah Sakura menyiramkan satu ember air ke wajah kakaknya agar bangun. Meskipun setelahnya ia mendapatkan gelitikan dari Seokmin, setidaknya itu lebih baik daripada ia tidak ditemani Seokmin itu berbelanja. Selain sebagai supir, Seokmin pun bisa membawa barang belanjaan sehingga Sakura tidak usah repot. Ditambah lagi, ia harus mengajak Sora adik kecilnya yang baru kelas satu SD, bersama Seokmin ia tidak akan kewalahan, itu yang ia pikirkan pada awalnya.

 

Oppa, tolong ambilkan roti yang ada di atas sana, Sora menginginkannya.” Sakura meminta pertolongan pada Seokmin yang sedang asyik memilih minuman makanan ringan.

“Tumbuh ‘tuh ke atas bukan ke samping” Seokmin mengucapkannya agak keras, sengaja supaya Sakura bisa mendengarnya.

Selesai menyebutkan pernyataannya, Seokmin langsung dihadiahi cubitan dari Sakura. Tentu saja Seokmin memekik karena cubitan wanita itu mengerikan. Sora yang melihat pertarungan kedua kakaknya tertawa. Gadis kecil itu melihat kedua kakaknya sambil dudukdi kursi troli, omong-omong dan sesekali berteriak seolah menyemangati. Entah siapa sebenarnya yang ia dukung.

Aigoo, anak muda sekarang berkelahi di supermarket.”

Suara seorang nenek membuat keduanya berhenti. Sora mencubit lengan Seokmin dan langsung menatap ke arah sumber suara. Sakura sudah mau berusaha untuk menyanggah namun kalah cepat dengan suara Seokmin.

“Maafkan kami, istriku memang kekanak-kanakan.” ucap Seokmin sambil membungkukan badan sebagai permintaan maaf. “Kau juga yeobo

Sakura memberi peringatan dengan tatapan tajam pada Seokmin sebelum membungkukan badannya. “Awas kau ya.” ucapnya lirih.

“Wah, sepertinya suamimu sangat mencintaimu ya, Nona. Bakan cincin pernikahannya pun terpasang manis dan indah.”

 

Seokmin langsung menimpali, “Benar, saya sangat…sangat mencintainya. Aku bahkan rela berkorban apapun untuknya.”

 

“Benar-benar romantis sekali, anak kalian tumbuh cepat ya, aku penasaran kalian menikah di umur berapa, hahaha” Selepas berbicara itu, nenek tersebut pergi. Sakura langsung mencubit dan memukul lengan Seokmin kencang. “Yeobo upilmu, huh. Lalu apa maksudmu dengan rela berkorban? Bangun pagi-pagi saja susahnya minta ampun.” lalu mendorong troli untuk mencari bahan makanan lainnya.

 

Yeobo, tunggu aku! Aku mencintaimu kok tidak akan menduakanmu dengan yang lain!” teriak Seokmin yang membuat Sakura benar-benar ingin menyumpal mulutnya dengan roti gandum. Sakura memilih untuk pura-pura tidak mendengar dan terus mendorong troli. Sora sesekali melirik ke arahnya dengan tawa khasnya. Apa mungkin Sora tahu apa yang terjadi sampai-sampai gadis kecil itu tertawa puas?

 

Selepas kejadian ini, Sakura memiliki kesimpulan.

Pertama, jangan pergi ke suatu tempat yang ramai dan membuat kegaduhan.

Kedua, jangan memberikan hal-hal yang mengundang marabahaya seperti cincin.

 

 

Dan terakhir, jangan pergi bersama Seokmin.

 

Fin.

Advertisements

2 thoughts on “Supermarket

    • hihi, seokmin tuh emang nyebelin sih ya haha. tunggu cerita selanjutnya dari lee siblings wkwk
      iya, silakan. terimakasih sudah mau baca ya:)

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s