Dumb and Dumber by ZulfArts

1450915360901

 

Jinhwan x Ahreum

Duduk di pinggiran jalan tepat di depan sebuah gedung besar berisikan mahasiswa bukanlah sebuah hal tabu bagi pemuda bermarga Kim itu. Kegiatannya selain mendengarkan ocehan dosen di dalam kelas adalah memegang segelas latte dan duduk tepat di atas anak tangga menuju pintu masuk gedung fakultas hukum. Matanya tak pernah diam, berpendar kesana-kemari mencari segerombolan gadis yang membawa buku-buku tebal di pelukannya.

Bukan. Jinhwan bukan orang cabul, kok.

Pemuda yang matanya sibuk kesana-kemari bukan cuma orang cabul, orang yang sedang jatuh cinta pun ternyata begitu. Awalnya, Jinhwan menyangka jantungnya berdetak lebih cepat dikarenakan efek kafein dari lattenya. Namun, saat ia memegang secangkir susu rasa strawberry pun nyatanya sama saja. Setiap penampakan si gadis cantik berperawakan model itu hinggap di retinanya, jantungnya berdetak cepat.

Mungkin Ahreum adalah kafein berbentuk manusia untuk Jinhwan.

Hyung! Masih berharap mendapatkan hati bidadari sastra itu? Kusarankan perbaiki dulu penampilanmu, hyung. Bisa-bisa noona itu malah jatuh cinta padaku. Lihat, bahkan matahari pun tahu kemana dia harus bersinar, wajah tampanku makin berseri diterpa sinar matahari,” ocehan menyebalkan itu tentu hanya bisa dikeluarkan oleh Koo Junhwe. Hidupnya mungkin hanya ia sisihkan untuk berceloteh menyombongkan diri, bermain tab, nyanyi-nyanyi berisik, dan berduaan dengan Claire. Oh, baiklah. Mungkin Junhwe satu langkah lebih maju untuk dekat dengan seorang gadis. Pemuda Kim itu hanya bisa menghela nafas pasrah.

“Kenapa menghela nafas seperti itu, hyung? Baru sadar kalau aku seratus kali lebih tampan darimu, huh?”

“Ingin dibunuh, Jun?” Yang bersangkutan malah mengendikkan bahu cuek. Bukannya takut akan ancaman yang dilontarkan kakak kelasnya itu, wajahnya malah menyiratkan ‘sudahlah-hyung-akui-saja-kalau-aku-tampan’. Untunglah atensi netra milik Jinhwan masih aktif berpendar mencari Ahreum, kalau matanya melihat ekspresi Junhwe saat itu, mungkin latte di tangannya sudah membasahi tatanan rambut Junhwe yang dianggap indah.

“Kenapa sih, harus terus mengejar Ahreum noona? Padahal kalian terlihat berbanding terbalik.” Ocehan pemuda berrambut pirang itu kini menarik perhatian Jinhwan. Dahinya mengkerut, membuat mata segarisnya makin hilang.

“Ayolah, hyung. Ahreum noona itu tinggi, cantik, anggun, banyak disukai orang, dan hal-hal menyenangkan lainnya. Coba lihat dirimu, tinggi saja kalah oleh adik kelas tampan sepertiku.”

Oh, kalimat terakhir makin membuat Jinhwan berkeinginan melemparkan gelas kopinya.

“Hah, dasar kampungan. Kerjaanmu cuma mengolok-olok tinggiku. Aku ini irit, tahu!” Ya, baiklah. Irit tinggi mungkin hal yang cukup terdengar sopan untuk Kim Jinhwan.

Tapi dalam kamus Koo Junhwe, pendek tetaplah pendek. Bukan irit!

“Tapi serius, hyung! Coba lihat, Ahreum noona itu tipe-tipe gadis fashionista! Kalau kalian berkencan, memangnya uang sakumu cukup untuk membelikan gadis itu tas keluaran terbaru? Yang ada kau akan dikejar-kejar petugas untuk tagihan SPP!” Jinhwan itu kurang sabar bagaimana, sudah dikata-katai jelek, pendek, dan sekarang dibilang miskin. Mulut Junhwe itu kerasukan setan apa, sih? Mungkin besok atau lusa dia harus di-rukiyah kali, ya.

“Kurobek mulutmu, Koo Junhwe!!” Gelas plastik yang sudah kosong dalam genggamannya seketika remuk, menandakan kalau kesabaran Jinhwan sudah berada di puncak tertinggi. Besok atau lusa Jinhwan tak akan jadi merukiyah pemuda Koo itu, ia akan merobek mulutnya hingga terlihat seperti Joker.

Junhwe akhirnya diam menghadapi Jinhwan yang tengah bertransformasi menjadi bakso urat. Lihatlah leher dan keningnya yang dipenuhi urat hijau menonjol. Bahkan mata segarisnya dipaksakan melotot. Junhwe sudah berada di zona anti aman sekarang.

“Memangnya telingamu tak pernah mendengar kata ‘perbedaan yang membuat kita satu?’ Hidup di zaman kapan kau ini?!” Junhwe tak ingin membuka mulutnya barang se-inchipun. Sepertinya roh yang menempati tubuh kakak kelasnya itu sudah terbakar, dan Junhwe takut terkena luka bakar karena semprotan kemarahan Jinhwan.

Si pemuda Koo hanya diam mendengarkan. Sebenarnya ada beribu ocehan yang ingin ia keluarkan, tapi otaknya masih cukup waras untuk tetap diam demi menjaga tatanan rambutnya–takut tiba-tiba Jinhwan kerasukan sembari menjambak rambut indahnya.

Matanya kembali berpendar kesana-kemari. Dan mulai berubah ukuran menjadi lebih besar ketika retinanya menangkap bayangan sosok bidadari dengan rambut terurai, celana bahan hitam se-mata kaki, dan kemeja putih yang terlihat gombrang di badannya. Hanya dengan polesan tipis dari Sari Pohaci, sukses membuat wajahnya begitu memikat. Ahn Ahreum sukses membuat Kim Jinhwan jatuh hati.

Senyum gadis itu begitu cerah, membuat siapapun terpikat karenanya. Ahreum itu semacam pusat perhatian tengah kampus yang selalu tebar pesona sana-sini. Ah, tapi dia memang memesona, sih.

“Aku ke toilet sebentar, ya.” Getaran anggun dari bibir milik gadis itu menyapa gendang telinga pemuda Kim. Membuat tangannya dengan spontan menarik lengan mulus yang selalu diberi sunblock oleh empunya. Tak ada yang bisa Junhwe lakukan selain mengikuti arah tarikan tangan kakak kelasnya.

Junhwe terus menerus merutuk dalam hati. Rasanya gatal sekali bibirnya, ingin mengutarakan isi hatinya tentang bagaimana idiotnya Jinhwan yang mau mengikuti seorang gadis ke toilet. Tapi dia memilih cari aman, lebih baik menurut daripada mati di tengah jalan.

Kedua pemuda itu sampai di hadapan ruangan dengan dua pintu bergambar wanita dan pria.

Tapi…

Ada yang mengejutkan…

Ahn Ahreum membuka pintu dengan gambar berwarna biru, gambar dengan manusia botak dan tak memakai rok segitiga.

Hyung, sekarang aku tahu apa persamaan kalian.

“Kalian sama-sama bodoh, dan sama-sama lelaki.”

Fin.

A/N : Hi hi semuanya~~~!! Saya bikin apa coba ini :’3 jangan bully aku shay πŸ˜‚

Daripada ngebully otak saya yang emang sarap, mending kasih reviewnya yuk di kolom komentar :3⬇⬇⬇

 

Advertisements

9 thoughts on “Dumb and Dumber by ZulfArts

  1. INI GUE MIKIRNYA PASTI TERINSPIRASI DARI EMAK-EMAK TUJUH BELAS ITU YA?

    ENDINGNYA TWIST ABIS ANJAY, SARUA PERJAKA WAKAKAKA. JUL KUSUKA INI, DIKSINYA SEDERHANA DAN NARASINYA NGALIR. PENGEN DI UYEL UYEL APA ITU SI GUJUN? POTRET TEMEN SEJATI SIH DIA SEBENERNYA. BIKOS REAL FRIEND BIASANYA SOK RADA GARETEK MUN SALING MUJI TEH DA.

    APALAGI YA? KARAKTERISASINYA KUSUKA, JINAN MENDALAMI BANGET KARAKTER ABANG-ABANG YANG JATUH CINTA /MESKI BERMUARA KE TEMPAT YANG TIDAK SEHARUSNYA SIH/

    MONGOMONG, OWE PAKE CAPSLOCK KALAU SUKA SAMA CERITANYA. JADI KUMENINGGI DULU YA BIAR ADA PENEGASAN

    DAN SETELAHNYA

    kurendahkan lagi.

    MANGAAATTT CHING!

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s