[Ficlet] Second Chance

https://pbs.twimg.com/media/B2j2nOdIMAIFh6y.jpg

Second Chance

Author : Jinho48

Genre : Sad, Friendship

Cast :

  • Kim Danee (T-Ara N4)
  • Shannon Williams (Singer)

Length : Ficlet

Summary :

“Sungguh, maafkan aku. Masihkah ada kesempatan kedua untukku?” -Kim Danee

“Aku sudah memaafkanmu. Hanya saja… aku butuh waktu.” -Shannon Williams

# # # #

Ini sudah kesekian kalinya gadis blasteran itu mengabaikannya. Tidak hanya pesan dan panggilannya yang di abaikan namun eksistensinya pun di abaikan oleh sahabat baiknya itu. Sudah dua jam mereka terdiam. Keheningan begitu kental di sekitar mereka.ย  Yang terdengar hanyalah helaan napas panjang dan juga dentingan jarum jam dinding.

“Mau sampai kapan kau mengacuhkanku, Eonni? Kau tidak lelah, hm?”

“Apa kau marah padaku? Apa kau membenciku? Aku minta maaf. Ku sadari bahwa aku tak cukup baik untuk menjadi sahabatmu. Aku terlalu kekanakan, aku egois, dan aku tidak peka. Aku pasti sangat menyebalkan untukmu. Apalagi yang membuatmu kesal, huh?”

“Itukah yang membuatmu menjauhiku? Iya ‘kan? Maafkan aku, Eonni-ya. Tolong jelaskan padaku! Kenapa? Kenapa kau menjadi seperti ini? Kenapa kau mengabaikanku, Eonni? Kenapa hubungan kita merenggang? Apa hanya sampai disini saja persahabatan kita?” tanyanya dengan wajah putus asa dan lelah. Namun tidak ada respon dari gadis blasteran itu.

“Danee, dengarkan aku baik-baik. Aku kecewa dan aku yakin kau tahu apa yang membuatku kecewa. Aku sadar disini caraku salah. Tidak seharusnya aku mengabaikanmu. Aku sudah memaafkanmu tapi semuanya tidak akan lagi sama. Ibaratkan ini kekesalanku yang sudahย  ku pendam sejak lama. Aku menyerah.”

“Apa karena sifatku? Aku sudah keterlaluan ya? Hm, aku minta maaf karena tidak menyadarinya. Aku tidak tahu jika eonni kesal padaku. Tapi, tidak bisakah kita perbaiki semua ini? Sungguh, maafkan aku. Masihkah ada kesempatan kedua untukku? Aku janji akan berubah. Jebal! Aku sungguh merasa hampa tanpa kehadiranmu, Shannon Eonni.”

Shannon pun menghela napasnya berat. “Entahlah, Dan. Aku sudah memaafkanmu. Hanya saja… aku butuh waktu. Jujur, aku malas karena kau selalu mengeluh dan ingin ku abaikan. Aku merasa aku sudah terlalu banyak masalah. Maafkan aku, Danee. Kesalahan tidak sepenuhnya berada padamu. Aku juga salah. Aku masih kekanakan juga, Dan.” ujarnya dengan lirih.

Danee lantas terdiam sejenak. Keningnya berkerut menahan sakit di kepalanya. Wajahnya pun di penuhi oleh keringat dingin. Sesungguhnya gadis itu sedang tidak enak badan hanya saja dia memaksakan dirinya untuk bertemu dengan Shannon. Karena ia tak akan bisa tenang jika masalahnya belum selesai.

Kemudian ia pun membuka mulutnya. “Aku tahu. Aku memang banyak mengeluh. Maaf jika itu membuatmu tak nyaman.” Lagi-lagi kata ‘maaf’ terlontar dari mulut Danee. Shannon pun hanya diam lalu menyerutup lattenya yang tinggal setengah.

Danee menatap kosong cangkir lattenya yang masih utuh. Ia menghela napas berat. “Aku selalu memikirkan hal ini hingga membuatku tak fokus dalam belajar. Eonni tahu? Aku sedang ujian semester. Jika seperti ini terus, ku pastikan nilaiku turun. Dan lebih dari itu, mungkin aku bisa di marahi orang tuaku. Arrrggghh!” ujar gadis bermata onyx itu dengan nada frustasi. Sementara yang lawan bicara hanya menatapnya sendu.

“Hah? Jangan begitu, Dan. Maaf aku lupa jika kau sedang ujian. Jangan terlalu di pikir serius. Kita bahkan cuma teman di dunia maya. Aku tidak pantas kau pikirkan sampai seperti itu. Jangan sakiti dirimu, Danee-ya. Jangan membuatku merasa bersalah.”

Gadis bermata onyx itu hanya tersenyum tipis. “Aku tidak menyakiti diriku, Eonni. Tapi aku tersakiti karena semua kenyataan ini. Kenyataan ini terlampau menyakitkan bagiku dan mungkin juga bagimu.” ujarnya sembari menatap Shannon sendu.

“Ah, bukankah eonni mengatakan bahwa eonni butuh waktu? Baiklah… aku akan menunggumu. Ku harap aku masih hidup ketika kau berubah pikiran.” lanjut Danee dengan suara lirih.

“Jangan berbicara seperti itu, Danee. Kau membuatku semakin merasa bersalah.”

Gadis itu hanya tersenyum tipis. “Aku pergi dulu. Maaf karena terlalu banyak menyita waktumu, Eonni. Sampai jumpa!” pamitnya lalu ia beranjak dari tempatnya dan meninggalkan sahabatnya dalam keheningan.

Tanpa sadar air matanya pun luruh. Membasahi kedua belah pipinya yang kian tirus. Ia merasa sangat bersalah dan menyesal. Untuk saat ini yang bisa ia lakukan hanyalah menangis sembari menunggu hatinya yang hancur bisa beradaptasi dengan kenyataan pahit ini.

Dia akan menantikan saat dimana ia dan Shnnon tertawa bersama lagi seperti dahulu. Entah berapa lama waktu yang harus ia lewati tanpa sahabat baiknya itu. Dia tidak peduli. Asalkan persahabatan mereka tetap bertahan dan bisa kembali seperti dulu. Sungguh, Danee sangat menyayangi gadis blasteran itu.

END

Hello~ aku datang dengan FF absurd seperti ini. Wkwk, aku harap kalian berkenan memberikan komentar. Maaf kalo masih ada typo. Sampai jumpa di FFku yang lain!^^

6 thoughts on “[Ficlet] Second Chance

    • hehe.. iyap ๐Ÿ˜€
      Sequel? Ntar kalo udah ada kelanjutan kisahnya di dunia nyata deh… aku coba bikin sequelnya…
      Kepo? Kenapa jadi kepo? wkwk ๐Ÿ˜€
      Makasih udah komen yak!^^

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s