[FICLET] My Pathetic Life

my pathetic life (layalslatte)

Scriptwriter Oyewyn. K || Poster Designer Loyalslatte @ Indo Fanfictions Arts || Genre Romance-Sad || Starred SISTAR’s Kang Ji Hyun || Disclaimer This is original from my mind. No plagiarsm! No Silent readers!

Is it wrong if i hate my life?

.

.

Menurutku, hidup berarti sesuatu yang harus dijalani oleh manusia dengan penuh kesengsaran. Lalu bagaimana arti hidup menurutmu?

Hidup, satu kata yang bahkan sangat ingin ku hindari. Bagaimana bisa banyak orang yang mengatakan bahwa hidup adalah anugerah yang indah? Sedangkan kenyataannya adalah hidup itu menyakitkan.

Mungkin banyak orang yang bertanya,

“Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?”

Atau, “Tidak kau bersyukur atas napas kehidupan yang kau terima?”

Ada juga yang berkata dengan seenak hatinya, “Lihatlah banyak orang yang lebih menderita dari pada dirimu!”

Kau tahu apa yang kupikirkan saat mendengar perkataan busuk macam itu? Aku ingin mengatakan, “Kau tidak tahu apa – apa tentang rasa sakit yang aku terima ini, dude!”

Dan juga, “Apa yang kau tahu tentang aku dan kehidupanku yang mengenaskan ini? Brengsek!”

Kalian semua, orang – orang yang seolah mengetahui segala hal tentang kehidupan dan mensyukuri setiap hal yang kalian terima. Padahal kenyataannya, kalian semua sama. Selalu mengeluh ketika suatu hal buruk menimpa kalian. Bagaimana jika kalian menjadi diriku? Bagaimana jika kalian tertimpa hal buruk yang selama ini terus menghantuiku?

Apa kalian masih bisa mensyukuri napas yang kalian terima? Atau, bisakah kalian merasa bahwa diri kalian lebih beruntung dari yang lainnya?

Aku pikir tidak.

Kalian ingin tahu kehidupan seperti apa yang aku jalani?

Ku pikir jangan, karena bisa saja kalian akan menyesali kehidupan ini.

Krriiing… Kriiingg…

Sial, lagi – lagi ponsel murahan ini berdering mengganggu pekerjaanku saat ini. Jika sampai seperti ini bisa kutebak bahwa itu adalah pria paruh baya yang kusebut si keparat tua.

Ada apa?” Tanpa menyapanya aku langsung menanyakan tujuan nya menggangguku.

“Hei anak nakal! Cepat pulang dan beri aku uang.” Dia mabuk.

“Kau menggangguku, bodoh!” Sahutku kesal.

“Hei! Lihat kepada siapa kau berbicara saat ini gadis nakal.”

Ya, dia sosok yang selama ini disebut ayah. Meskipun menurutku dia sangat tidak pantas untuk mendapat sebutan itu. Dia, sungguh lebih cocok dipanggil keparat tua daripada ayah.

Klik.

Aku muak dan menutup teleponnya.

“Kang Soyu! Bekerjalah dengan benar. Antarkan pesanan ini!”

Aish… kali ini atasanku yang menggangguku.

“Baik bos.” Aku menghampirinya dan mengambil nampan yang sudah berisikan pesanan dari seorang pelanggan.

Ya, aku seorang pelayan di bar yang cukup terkenal di daerah ini. Sungguh aku hanyalah pelayan bisa, buka pelayan dengan tanda kutip.

Dengan terburu – buru namun tetap berhati – hati aku membawa pesanan itu ke meja pelanggan.

“Ini pesanan anda tuan.” Tukasku dan meletakkan semua pesanan mereka.

Bukannya berterimakasih atau memberiku uang tip. Pelanggan itu malah sibuk menelisik tubuhku ini dengan mata keranjangnya. Dasar pria hidung belang!

“Bagaimana jika kau menemani kami di sini saja, sayang? Aku akan memberimu banyak uang.” Satu lagi pelanggan brengsek yang ingin menikmati tubuhku.

“Maaf tuan, aku harus bekerja.” Tolakku halus sambil mencoba melepaskan tangannya yang menahanku.

“Heechul! Aku mau membeli pelayanmu yang cantik dan seksi ini, berapa harganya?” Dia berteriak di dalam bar yang sangat ramai, gaduh, dan berisik ini. Dia sudah sangat mabuk.

“Maaf tuan, tolong lepaskan tangan saya.” Kataku mencoba berusaha untuk tetap sopan.

Dia tidak menggubrisku sama sekali dan justru menarikku untuk duduk dipangkuannya. Ini sungguh sudah keterlaluan.

PLAK!

Aku menamparnya dengan cukup keras. Dia tersenyum masam dan menarikku menuju Heechul, pemilik bar ini.

“Kau tidak mengajarkan sopan santun pada pelayanmu ini?”

“Ada apa dengannya?”

“Dia menamparku. Lihat ini.”

“Astaga Kang Soyu! Apa yang kau lakukan pada tamu VVIP kita? Harus berapa banyak lagi masalah yang kau timbulkan, eoh?!” Heechul menatapku dan menyemprotku tanpa mau tahu alasanku menampar pelanggan VVIP yang benar – benar brengsek itu.

“Ooh, jadi kau sudah banyak membuat masalah?” Tukkasnya remeh padaku, “Bagaimana jika aku yang menghukumnya Chullie?” Tawarnya pada Heechul.

Sial, aku tahu maksud dari perkataannya. Aku hanya menatap melas pada Heechul.

“Silahkan saja.” Heechul menyerahkanku begitu saja.

Sebegitu tidak berharganyakah diriku ini?

Dan malam ini berakhir dengan diriku yang diperkosa habis – habisan oleh pria brengsek yang berkedok tamu VVIP di bar tempatku bekerja.

Duk… duk… duk…

“Kang Ji Hyun… buka pintunya!!”

“Ada apa kau menggangguku pagi – pagi begini, jerk?” Tanyaku to the point.

“Ayo ikut aku.” Aku diseret paksa oleh si keparat tua.

Dan di sinilah aku sekarang. Di gedung tua yang sudah tak terpakai belasan tahun dengan tangan terikat kuat. Entah apalagi yang dilakukan oleh keparat tua ini. Dia mau menjualku? Shit!

Sebuah mobil sedan bermerk Mercedes berwarna hitam mengkilap terparkir di depan gedung ini. Sepertinya benar, keparat tua sialan itu akan menjualku pada pria berhidung belang.

Brak!

Seorang pria berbadan besar yang bisa ditebak bahwa dia adalah pengawal dari pria hidung belang yang sedang memandangi dirikuku secara seduktif penuh kemesuman itu melemparkan sebuah koper yang terisi penuh lembaran uang yang entah berbapa banyak jumlahnya.

“Bawa dia kemari.” Titah pria berkuasa itu dengan egoisnya.

Pengawalnya itu menuruti begitu saja, menarikku dengan kasar tanpa memikirkan lenganku yang sakit karena perbuatannya. Setelah itu aku dibawa pergi entah kemana dengan mata tertutup.

Ya, inilah drama mengenaskan yang lainnya, aku dijual oleh ayah kandungku sendiri.

Lagi – lagi pria itu membenturkan badannya terhadap diriku, sambil terus menyiksaku.

Ya, nyatanya aku hanya dijadikan boneka pemuas nafsu oleh pria berkuasa yang membeliku dengan jumlah uang yang sangat besar itu. Tidak, aku bahkan lebih rendah daripada boneka pemuas nafsu. Aku sama seperti hewan peliharaan atau hanya pelampiasan? Entahlah, intinya aku menderita. Sangat menderita.

Oh ya, mungkin ini akan menjadi informasi penting untuk kalian bahwa pria yang membeliku ini seorang pengidap kelainan psikis. Dia seorang sadistic. Atau mungkin dia sudah menjurus menjadi seorang psikopat? Entahlah, aku bukan seorang psikolog. Jadi bisa kalian bayangkan siksaan macam apa yang harus ku alami setiap harinya selama beberapa jam. Memang hanya beberapa jam tapi rasa sakitnya… aku tak yakin kalian bisa menahannya sekali saja.

Kalian tak perlu membayangkan bagaimana penyiksaan yang dia lakukan padaku. Cukup bayangkan bagaimana rasa sakit yang di alami oleh tubuh lemah ini.

Mungkin akan lebih baik jika kalian mengetahui bagaimana keadaan tubuhku saat ini.

Kelopak mataku membengkak, berwarna ungu. Sangat membengkak karena aku tidak dapat melihat lagi. Bisa, namun hanyalah bayangan – bayangan. Wajahku penuh dengan lebam. Sungguh, penuh memar berwarna ungu dimana – mana dan juga sejumlah jahitan yang menyiksa.  Tak ketinggalan, dengan tempelan – tempelan plester luka yang menutupi luka – luka kecil. Ingat, ini baru keadaan wajahku.

Tubuhku? Tak jauh berbeda memang, tapi luka yang dihasilkan bisa dibilang lebih parah daripada luka atau memar yang ada di wajahku. Jahitan yang cukup panjang berada dimana – mana. Perban pun melapisi lapisan kulitku. Tulangku beberapa kali mengalami fraktura yang mengharuskanku digips.

Hhh… aku tak sanggup menceritakan keadaan tubuhku ini. Intinya adalah, saat ini aku sangat kurus. Jauh berbeda dengan saat aku masih memiliki ibu.

Itu hanya beberapa dari kisah hidup memilukan yang ku jalani. Hanya beberapa alasan mengapa aku membenci hidup. Jadi, setelah kalian mendengar itu semua… apakah salah jika aku membenci hidupku sendiri?

 

End.

 

Absurd sangat. Maaf jika tidak memuaskan.

Advertisements

3 thoughts on “[FICLET] My Pathetic Life

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s