Freak Family [ Part.7 ]

Freak family_p i n k s u m m e r

Freak Family©


Written by baby clarensia


Cast | Park Jiyeon | Oh Sehun | Park Chanyeol | Oh Gyuwoon


Genre | Romance | Comedy | Family


Rated | Teens | Length | Chaptered


Disclaimer


Keep calm the story is belong to


Babyrosse aka p i n k s u m m e r

.
.
.
.



Tap…tap…tap…


Langkah kaki Sehun kembali terdengar disepanjang koridor menuju ruangan Istrinya, sebenarnya dia sangat malas untuk kembali. Tapi jasnya tertinggal disana, selain itu dia menemukan dompet yang merupakan milik dari pria yang secara kebetulan saat ini ada di ruangan Istrinya.


Drrt…drrt…drrt…


Getaran handphone disaku celananya terpaksa menghentikan langkah Sehun, untuk mengangkat telpon. “Hn, ada apa Gyuwoonie?”


“Appa kau ada dimana? Aku sudah mencoba menelpon Oemma tapi dia tidak mengangkatnya—mungkin sibuk—bisakah kau membawakan alat melukisku ke Sekolah? Hiks…aku lupa kalau hari ini ada penilaian untuk itu…Appa? Nee? Nee? Nee?” terdengar suara Gyuwoon yang merajuk dan setengah panik dari seberang.


Sehun melirik sekilas arloji di pergelangan tangannya, menimang dompet yang ada ditangannya dan memandang keujung koridor dimana ruangan Istrinya berada.


Jiyeon mungkin memang sedang sibuk dengan clientnya itu—seperti yang dikatakan Gyuwoon—sehingga tidak bisa mengangkat telpon, jadi percuma jika Sehun datang dan menganggunya hanya untuk mengambil jasnya yang tertinggal. Selain itu dia bisa meninggalkan dompet pria itu pada security.


“Baiklah, Appa akan sampai di Sekolahmu lima belas menit lagi.” katanya lalu menutup telpon dan berbalik kembali menuju lift.


*


“Kau masih tidak berubah Jiyi.”


Jiyeon tersenyum kecut, “Itu tidak sepenuhnya benar, karna aku sudah menikah.”


Pandangan mata Kris langsung teralih kepada jemari Jiyeon yang polos dan dia bergumam dengan pelan bahkan Jiyeon pun tidak bisa mendengarnya, “Dasar pembohong kecil…”


Melihat ekspresi mantan suaminya yang terlihat tenang membuat nyali Jiyeon sedikit ciut dan gentar, dia takut jika kemungkinan terburuknya dia menangis dan menghambur ke pelukan Kris karna bagaimanapun juga, Kris adalah pria yang sempat mengisi hatinya. Dia takut jika perasaannya terhadap Sehun goyah.


Jiyeon berjalan memutari meja kerjanya, “Aku harus menghadiri sidang sekarang.” katanya seraya mengambil jubah jaksanya yang tergantung, dia tidak peduli jika saat ini dia terlihat pengecut dengan menghindar dari Kris.


“Jiyi, aku ingin bicara padamu.” kata Kris menghentikan langkah kaki Jiyeon yang sudah sampai di gagang pintu.


“Kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, dan sebaiknya jangan pernah menemuiku.” balas Jiyeon datar lalu tanpa menunggu reaksi Kris lagi, dia segera pergi dengan perasaan yang sudah tidak karuan.


***


“Sooyoung-aa, tidakkah kau pikir kalau Kris Ajjushi itu benar-benar tampan?”


Sooyoung memutar bola matanya malas, “Please Gyuwoon, berhentilah mengingatnya dia adalah seorang suami dengan anak satu—kau sudah gila?”


“Iyyy…tapi mereka kan sudah bercerai!” balas Gyuwoon tak sabar.


“Berhenti bicara dan cepat temukan adik tirimu—hei…kau mengajakku kemari bukan untuk mencari Luhan lagi kan?”


Gyuwoon mengibas-ngibaskan tangannya tak sabar, lalu melongok lagi melewati batang pohon besar yang tumbuh di halaman Seika—Sekolah Chanyeol. “Dia hanya menyuruh untuk menunggu disini, tapi kenapa dia belum muncul juga? Apa dia sudah pulang duluan ya?”


Sooyoung melipat keduanya tangan kesal, dari awal dia tak menyukai ide untuk menonton konser bersama Gyuwoon plus adik tirinya Chanyeol—sepertinya Gyuwoon tak mengerti mereka adalah sejenis kucing dan tikus—belum lagi ditambah dengan temannya yang Sooyoung lupa namanya, yang Sooyoung ingat bahwa dia sama error-nya dengan Gyuwoon.


“Gyuwoonie!!” suara cempreng itu terdengar begitu keras dari seberang halaman tempat mereka berdiri, terlihat Baekhyun melambai-lambaikan tangannya dengan semangat.


“Yaaii…Baekki!!” balas Gyuwoon tak kalah cemprengnya.


“Oi…oi…kau tidak pernah bilang kalau Tiang Listrik ini akan ikut.” tuding Chanyeol dari belakang Baekhyun melirik sebal kearah Sooyoung. Sooyoung hanya mendengus, bagaimanapun juga dia bisa menonton konser karna hanya pada Chanyeol dia bisa mendapatkan tiketnya. “Kau bilang kau akan berbelanja bersama Oemma, kenapa kau berubah pikiran he?” tanya Chanyeol pada Gyuwoon.


Gyuwoon merenggutkan wajahnya, “Oemma bilang dia akan pulang malam, jadi daripada batal lebih baik aku ikut nonton denganmu hee…”


“Sudahlah…lebih banyak lebih bagus ‘kan? Ahahaha!” sahut Baekhyun tertawa, niatnya untuk menenangkan Chanyeol karna yang sebenarnya mengajak Gyuwoon dan Sooyoung untuk ikut adalah dia.


“Ngg…ini hanya perasaanku saja atau bagaimana tapi aku merasa ada yang mengintaiku.” kata Gyuwoon.


“Ahaha…itu hanya perasaanmu kok!” sahut Baekhyun berusaha mengalihkan perhatian Gyuwoon dari para penggemar Chanyeol yang memasang wajah mengerikan dari lantai atas masing-masing kelas.


Sooyoung mengelus tengkuknya perasaannya juga tak enak, “Rasanya ada aura membunuh yang kuat…” tambahnya merinding.


“Ahaha…memangnya siapa yang mau membunuhmu disini—“


“YAA!! KUBUNUH KAU GADIS JALANG!!”


Bersamaan dengan teriakan sekeras memakai megaphone itu, kepala Sooyoung dihadiahi lemparan sepatu oleh para penggemar Chanyeol yang mulai berlarian ke halaman.


“Hiyaa…?! A-apa itu?!” jerit Gyuwoon panik.


“S-sebaiknya kita cepat lariiiii!!”


“Hiyaa…Baekki tunggu aku!!”


Gyuwoon berlari mengikuti Baekhyun, Sooyoung berlari menghindari lemparan sepatu yang lebih banyak kearahnya dan Chanyeol berlari karna tanpa sadar Sooyoung menarik tangannya.


***


Drrt…drrt…drrt


Jiyeon mengangkat kepalanya dengan malas dari atas meja demi mengangkat handphonenya yang bergetar. Dan dia cepat-cepat menegakkan punggungnya begitu tahu siapa yang menelpon.


“Dimana kau?” terdengar agak ketus, “Gyuwoon bilang kau akan pulang malam.”


Jiyeon melirik keluar jendela, langit mulai terlihat senja dan hanya dia yang masih ada di kantornya kecuali kau menghitung security-nya juga. Rasanya dia malas untuk pulang setelah pertemuannya dengan Kris tadi, dia tak tahu harus memasang wajah apa nanti, rasanya seperti seperti berselingkuh.


“Hn? Kau mendengarku tidak?” kali ini suara Sehun terdengar benar-benar ketus, Jiyeon juga bisa mendengar suara wajan mendesis disana. Sehun pasti sedang membuat makan malam.


“M-mobilku tiba-tiba mogok, jadi aku bilang kalau aku akan pulang malam.” kata Jiyeon tapi setelahnya dia merutuki alasan bodohnya itu.


“Hn, lima belas menit lagi aku sampai disana.”


“E-eh…” dan Jiyeon tak bisa mengatakan apapun lagi dan sekarang dia harus memotong salah satu kabel karburator pada mobilnya sendiri agar benar-benar mogok.


Benar saja lima belas menit kemudian, Sehun sudah sampai dan langsung menyuruh Jiyeon untuk turun ke basement.


“Daebakk…apa kau juga mantan pembalap F1 he?” komentar Jiyeon, dia pasti akan kagum jika tak segera ingat bahwa kini dia tengah dihantui oleh masa lalu.


“Kalau mobil mogok, kau bisa naik taxi atau menelponku memangnya kau berniat menginap disini?” kata Sehun, “Anak-anak juga sedang pergi entah kemana, Gyuwoon bilang dia akan berbelanja denganmu. Kupikir kalian benar-benar pergi.”


“A-aku ada banyak persidangan hari ini dan masih ada kasus yang harus ku selesaikan. Kenapa kau jadi menyalahkanku?”


“Aku tidak menyalahkanmu tapi setidaknya kupikir kau tahu Gyuwoon ada dimana.”


Jiyeon mengambil handphone dalam tasnya, “Percuma…handphonenya tidak bisa dihubungi, Chanyeol juga sama.” kata Sehun seolah tahu apa yang akan Jiyeon lakukan.


Selama beberapa menit, keduanya hanya diam sepanjang perjalanan pulang. Jiyeon sedang tidak mood untuk memancing pembicaraan, mual di perutnya pun masih terasa. Dia takut kelepasan bicara jika Mantan Suaminya muncul lagi, urrghh…Jiyeon benar-benar tak habis pikir bagaimana bisa Kris kembali ke Korea dan datang menemuinya. Apa maunya coba?


“Kau kenapa? Apa ada masalah?” tanya Sehun menoleh sebentar melihat Jiyeon yang duduk resah, nada suaranya tidak terdengar ketus lagi.


“A-aku hanya merasa sedikit mual, hahaha!” sahut Jiyeon diiringi tawa garing.


“Hn, kalau begitu kita pergi ke Dokter. Kita belum pernah memeriksakan kandunganmu sejak terakhir kau pingsan.”


“E-eh? Sekarang?” pertanyaan Jiyeon langsung terjawab saat Sehun mengangguk dan langsung banting stir.


*


“Jadi kau benar-benar pergi menemuinya?”


Kris menganggukkan kepalanya, tangannya masih sibuk memainkan pensil milik temannya dengan kursi duduk yang sengaja dia putar-putar. “Tentu saja memangnya apalagi yang kucari kesini?”


“Ya! Kau telah mencampakkannya selama bertahun-tahun, kau pikir dia bodoh mau kembali denganmu?” sungut Suho mencomot pensil ditangan Kris dan memasukkannya kedalam saku jas putihnya.


Kris menyeringai pelan, “Aku yakin kalau dia masih mencintaiku.”


Suho mendengus pelan sambil membetulkan letak papan namanya yang dijadikan mainan—lagi—oleh Kris, “Jadi apa alasanmu ingin kembali bersamanya he? Kau sudah bosan dengan para pelacur itu” sindirnya.


“Hei…hei…jangan bahas masa lalu! Jiyi adalah wanita yang tidak bisa kulupakan, kupikir aku bisa melupakannya setelah aku menceraikannya tapi ternyata tidak bisa hahaha—“ Kris tertawa ironi, “—dan aku juga mulai teringat dengan Putraku, rasanya aku bodoh sekali telah mencampakkan Keluarga kecilku.”


Suho hanya mengeleng-gelengkan kepalanya, dia sudah bersahabat lama dengan mantan badboy Seoul ini dan dia sangat hafal dengan perangai Kris, juga alasan perceraiannya dengan sang Istri. Jadi ketika Kris memutuskan untuk menikah dengan Jiyeon, Suho tak yakin bahwa Kris yang Playboy bisa membangun sebuah keluarga yang utuh dan dugaannya benar, umur pernikahan mereka hanya berumur enam tahun.


“Aku sudah pernah bilang bukan, resiko menikah muda itu sangat banyak apalagi untuk playboy sepertimu. Kau bertahan selama enam tahun bersama Istrimu pun itu adalah rekor playboy yang sangat lama.”


“Kau sepertinya tidak mempercayai keinginanku untuk serius ya?”


“YA! Sejak kapan kau pernah serius dengan suatu hubungan ha?”


“Aiish…lihat saja kalau Jiyeon sudah kembali padaku, kami akan membangun Keluarga yang baru dan mungkin akan menambah lima anak lagi.” balas Kris terkekeh.


“Dasar otak mesum bagaimana bisa kau—“


Drrt…drrt…drrt…drrtt…


Handphone Suho yang bergetar diatas meja kerjanya terpaksa menginterupsi omelannya sendiri, “Nee? Ada apa Sehun-ssi? Ooh…iya tenang saja aku masih buka praktek untukmu.” Suho melirik sekilas jam dinding, sebenarnya ini sudah lewat dari jam prakteknya. “Gwenchana…waah, aku tidak tahu kalau kau sudah menikah lagi. Baiklah aku akan menunggumu.” Suho menutup telponnya dan mendesah panjang sebelum beralih pada Kris, “Kau masih berniat untuk mengangguku lagi? Sana cepat pulang aku ada pekerjaan tahu!”


“Ck…setelah sekian lama tidak bertemu, kau mengusirku?”


“Ya! Ya! Aku ini bukan seorang wanita penggoda jadi jangan tunjukkan ekspresi menjijikkan itu padaku!” protes Suho saat Kris mengeluarkan jurus yang dipakainya untuk merayu wanita di lantai dansa.


***


G-shock biru dipergelangan tangan Sooyoung sudah menunjukkan pukul 9 malam. Seharusnya saat ini sesuai rencana mereka sudah berada di Caffe tempat Ft-Island melakukan special fansmeeting dan mini concert, tapi kenyataannya Sooyoung sendiri tidak tahu dia ada dimana.


Semua ini gara-gara para fans Chanyeol yang menggila, mereka terus mengejar Sooyoung lengkap dengan senjata *?* dan wajah yang tak ramah. Sooyoung bahkan mulai yakin bahwa sekarang dia pasti ada di luar Seoul saking jauhnya dia berlari, oke dia tahu ini berlebihan.


“Haah…haah…haah…”


Sooyoung merilik namja jangkung yang ngos-ngosan disampingnya sehabis melompati pagar rumah orang, dia terpisah dengan Gyuwoon dan Baekhyun yang saat itu entah berlari kemana.


“Haah…haah…ini semua gara-gara kau…haah…ya tuhan aku tidak pernah berlari selama ini hah…haah…” punggung Chanyeol merosot di tembok gang kecil tempat mereka bersembunyi, “Kalau saja kau tidak menarik tanganku, aku tidak akan terjebak disini bersamamu tahu!”


“S-siapa yang menarik tanganmu! Kau yang mengikutiku bodoh! Kalau kau tidak mengikutiku, para gadis-gadis sialan itu tidak akan mengejarku!” balas Sooyoung sewot.


“Dasar perempuan…tetap tidak mau jadi pihak yang salah.” dengus Chanyeol pelan, dia sudah terlalu lelah untuk adu mulut dengan Sooyoung.


Sooyoung celingukan memeriksa apakah keadaan sekitar sudah aman atau belum, sebelum kemudian ikut merosot lega dan duduk tepat didekat kotak sampah hijau yang besar. Keduanya sudah melewati puluhan blok rumah, naik turun bus, dikejar anjing bahkan sempat bersembunyi di gorong-gorong air tapi tetap saja para fans Chanyeol dapat menemukannya.


“Daebakk…apa mereka sejenis penganut aliran sesat dengan begitu memujamu?” decak Sooyoung setengah kagum setengah kesal dengan kegigihan mereka.


“Karna aku ini tampan dan—Auww…” Chanyeol meringis pelan saat sikunya bergesekan dengan tembok. Sewaktu masuk kedalam gorong-gorong tadi sikunya sempat tergores pecahan beling sehingga terluka.


“Ommo…sini coba kulihat!” pinta Sooyoung menarik tangan kanan Chanyeol, bekas darahnya bahkan sampai mengering dan ada sedikit lebam, “Ini hanya luka ringan, yang seperti ini tidak akan membuatmu mati.” kata Sooyoung mulai membuka isi ranselnya.


“Luka ringan? Coba saja kau yang—“


Fuuuu~


Menghentikan omelan Chanyeol, Sooyoung meniup pelan luka di siku Chanyeol hal yang biasa dia lakukan pada pasien anak kecil yang cerewet. Lalu dengan cekatan memasang bandage luka yang dia bawa di ranselnya. “Sudahlah jangan cengeng!” katanya bangkit berdiri, “Appa pasti akan mengomeliku karna pulang malam seperti ini…” desahnya pelan.


Chanyeol terdiam, dipandangnya Sooyoung yang berdiri resah memainkan handphonenya. Saat ini dia terlihat seperti orang bodoh yang terus memandang Sooyoung, seolah baru menyadari bahwa Sooyoung cukup manis sebagai seorang gadis.


Mungkin seharusnya Chanyeol bersikap lebih baik padanya atau mungkin dia perlu minta maaf karna secara tak langsung pernah membuat tangan Sooyoung patah. Chanyeol tersenyum tipis memandang Sooyoung yang kini tengah menelpon entah siapa.


“Oi…Tiang—Ahh maksudku Choi Sooyoung!” panggil Chanyeol sesaat setelah Sooyoung menutup telponnya.


“Hn?” Sooyoung menolehkan kepalanya.


Chanyeol menyipitkan matanya dan bertanya dengan wajah serius, “Kau tidak tertarik padaku?”


“………” Sooyoung masih dalam proses mencerna pertanyaan Chanyeol dan sedetik kemudian dia tertawa. “Hahaha booya? Pertanyaan macam apa itu?!”


“Huwee? Tidak ada yang tidak tertarik dengan pesonaku, kau lihat sendiri kan buktinya?” Sooyoung langsung membuat gerakan muntah dibelakang dan bergidik jijik.


“Oeh, ada satu orang yang tidak terarik denganmu dan itu adalah aku.” kata Sooyoung santai, melongokkan kepalanya ke ujung jalan seolah menunggu seseorang.


Chanyeol berdehem meminta attensi Sooyoung dan kembali bertanya, “Kenapa kau bisa tidak tertarik padaku?”


Sooyoung memutar bola matanya malas, dan menatap sebal kearah Chanyeol, “Kau bukan tipeku!” simpel, padat dan jelas tapi begitu membekas dihati Chanyeol.


Bruumm…! Brumm…!!


Suara gerungan motor yang berisik menyadarkan keduanya, Sooyoung memekik girang dan berlari keluar dari gang.


“Minho-oppa!!” serunya berlari menghampiri namja dengan motor sport hitam yang menjemputnya. “Syukurlah kau sudah datang!”


Kejadiannya begitu cepat bagi Chanyeol, saat Sooyoung naik ke motor—tanpa pamit padanya—memeluk pinggang namja itu erat dan berlalu dengan suara gerungan yang lebih keras meninggalkan Chanyeol sendirian bersama kotak sampah hijau besar.


*


“Ahh…itu rumahku! Sedikit lagi!” Gyuwoon menunjuk-nunjuk atap rumahnya yang mulai terlihat dari atas punggung Baekhyun.


“B-benarkah…syukurlah kalau begitu.” ucap Baekhyun penuh syukur, setelah berlari menghindari para fans Chanyeol dia masih harus menggendong Gyuwoon sampai rumah karna kaki Gyuwoon yang terkilir saat berlari.


Gyuwoon terkekeh senang dalam gendongan Baekhyun, “Baekki-ah?”


“Oeh?”


“Apa menurutmu aku cantik?” tanya Gyuwoon mengeratkan pegangannya pada pundak Baekhyun.


“Nee? Tentu saja…kalau kau Sekolah di Seika pasti sudah banyak yang mengincarmu.” sahut Baekhyun tersenyum.


“Jinjja? Kalau begitu apa kau juga akan mengincarku?”


“Nee? Hahahaha…” ternyata ujung-ujungnya seperti ini, pikir Baekhyun bingung harus menjawab apa.


“Huwe…? Kenapa kau tertawa? Jawab saja pertanyaanku!” tuntut Gyuwoon tak sabar.


“Haaha…itu ngg…” Baekhyun merasa tubuh Gyuwoon semakin berat saja seberat pertanyaannya ini, “…haha aku tidak tahu.”


Gyuwoon mengerucutkan bibirnya, “Apa maksudmu dengan tidak tahu?”


“Ngg…Gyuwoonie kita ‘kan baru saja berteman jadi aku—“


“Turunkan aku disini!” potong Gyuwoon.


“Eh?”


Sebelum Baekhyun menurunkannya, Gyuwoon sudah melompat turun dan berjalan tertatih berpegangan pada tembok jalanan.


“T-tunggu dulu kau tidak bisa berjalan seperti itu, heii…Gyuwoonie!”


“Jangan coba untuk membantuku! Sudah kau pulang sana!” cegah Gyuwoon galak.


“Gyuwoonie tunggu dulu, kau—“


“Sudah kubilang, pulang sana!”


“Iya aku tahu tapi—“


“Kalau berani mendekat aku akan berteriak!” ancam Gyuwoon.


“KAU MEMBAWA RANSELKU, BAGAIMANA MUNGKIN AKU BISA PULANG!”


“……”


“……”


Krik…krik…krik…


***


Sehun memakirkan mobilnya tepat disebelah mobil Lotus merah, Dokter Choi Siwon langganannya sedang sibuk jadi dia tak punya pilihan selain membawa Jiyeon ke Dokter kenalan lamanya, Kim Suho.


“Ini sudah hampir larut apa kita tidak—“


“Hn, dia adalah teman lamaku kau tidak perlu khawatir, ayo keluar.” ajak Sehun.


Jiyeon meneguk ludahnya saat membaca papan nama besar yang tertera jelas di depan rumah minimalis ini, Kim Suho…nama itu terdengar tidak asing bagi Jiyeon tapi otaknya terlalu penuh untuk dapat mengingat siapa gerangan Kim Suho itu.


Sehun menepuk pundak Jiyeon lembut, sepertinya dia salah mengartikan kegelisahan Jiyeon. “Tenang…semuanya akan baik-baik saja, rasa mualmu akan hilang sebentar lagi.” kata Sehun tersenyum menenangkan, sungguh berbeda dengan sikapnya saat menjemput Jiyeon tadi.


Ah~ Jiyeon jadi benar-benar merasa bersalah, mungkin setelah pulang nanti dia akan menceritakannya pada Sehun, tentang kedatangan Mantan Suaminya. Tidak masalah bukan? Sekarang Sehun adalah suaminya dan dan dia bukan lagi seorang Park Jiyeon tapi Oh Jiyeon.


Keduanya berjalan beriringan menuju tempat praktek Dokter Kim yang lebih mirip seperti rumah, masih ada beberapa perawat yang datang menyambut mereka dan mempersilahkan untuk menunggu di ruang tunggu karna Dokter Kim masih ada tamu.


“Kemarikan kakimu…” kata Sehun tiba-tiba berjongkok di depan Jiyeon saat mereka menunggu di ruang tunggu.


“E-eh? Apa yang kau lakukan?”


“Hn, jangan pakai yang seperti ini lagi mengerti? Ini bukan pertama kalinya kau hamil bukan?” Sehun mulai melepas stilleto di kaki Jiyeon, “Ini bisa membuatmu kelelahan kau tahu?”


Jiyeon mengerucutkan bibirnya tapi dia senang dengan perlakukan special ini, “Iyy…tapi sekarang kakiku jadi kedinginan dan—“ tanpa Jiyeon duga, Sehun melepas sepatu kets yang dipakainya dan memasangnya di kaki Jiyeon—meskipun kebesaran. Jiyeon tak dapat untuk menahan senyumnya, sungguh dia tak tahu kalau Sehun bisa jadi sangat romantis seperti ini.


“Nyonya Oh?” panggil salah seorang perawat.


“Kau masuk saja duluan aku akan ke toilet sebentar.” kata Sehun bangkit berdiri menenteng stilleto merah milik Jiyeon. Jiyeon mengangguk dan masuk kedalam ruangan yang dimaksud.


Jiyeon masuk kedalam ruang praktek seorang diri sementara Sehun pergi ke toilet, Jiyeon berjalan agak tertatih dengan sepatu Sehun yang kebesaran. Lalu seorang perawat menyuruhnya untuk duduk diranjang menunggu Dokter Kim datang.


“Silahkan untuk berbaring Nyonya Oh, maaf membuat anda menunggu lama—“ Suho yang baru keluar dari salah satu tirai dalam ruangannya tercekat melihat siapa yang tengah duduk di sisi ranjang pasien. Tangannya yang masih memegang handuk cuci tangan refleks menunjuk Jiyeon.


“Jiyeon? Kau Jiyeon Mantan Istri Kris Wu bukan?”


“O-oh? Apa Dokter mengenalku?” Jiyeon balik bertanya dengan wajah polos meskipun dia dikenal karna Mantan Suaminya.


“Ya tuhan! Aku Kim Suho teman dekat Kris, kita pernah beberapa kali bertemu—kau benar-benar tidak ingat?!” Suho terlihat jauh lebih terkejut daripada saat melihat Kris ada di depan pintu rumahnya tadi sore. Tiba-tiba saja dia menepuk keningnya dan kembali memekik, “Ya Tuhan! Apa sekarang kau sudah menikah lagi?! Daebakk…ini benar-benar takdir yang aneh…”


“Apa kita pernah bertemu?” tanya Jiyeon lagi.


Suho mengangguk dan menyuruh Jiyeon untuk berbaring, “Nee…sepertinya kau benar-benar tidak mengingatku ya hahaha.” jawab Suho tertawa.


Jiyeon tersenyum meringis sambil berbaring menunggu untuk diperiksa, “Perutku selalu mual padahal saat hamil kemarin aku jarang merasakannya.” keluh Jiyeon.


“Baiklah, kalau begitu tunggu sebentar aku akan memanggil perawat kesini selagi aku membuat resep untukmu.” kata Suho pamit sebentar bahkan sebelum dia sempat memeriksa Jiyeon.


*


Sehun mencuci tangannya di wastafel masih dengan menenteng stilleto merah milik Istrinya. Sungguh merepotkan, dia jadi teringat dengan mendiang Istrinya yang sama merepotkannya dengan Jiyeon.


“Anda suami yang sangat baik, Tuan.” suara di sebelah Sehun membuatnya menoleh dan cukup terkejut mendapati orang yang pernah dia lihat sebelumnya juga tengah mencuci tangan di wastafel sebelah. “Kita pernah bertemu di Gedung Pengadilan—terimakasih sudah mengembalikan dompetku pada security, anda sangat baik.”


Sehun tersenyum, “Tidak masalah.” balasnya.


Namja itu mengulurkan tangannya yang kering pada Sehun, “Memang agak aneh berkenalan di dalam toilet tapi senang bisa bertemu dengan anda lagi, Aku Kris Wu.” katanya tertawa pelan.


“Oh Sehun, senang bertemu dengan anda juga.”


Mungkin ini yang dikatakan Suho sebagai takdir yang aneh, dua orang pria yang bertemu di toilet *?* tanpa tahu bahwa mereka terhubung dengan wanita yang sama. Dan mungkin kelak, kedua pria ini akan menyesal telah berjabat tangan dan saling melempar senyum seperti saat ini.


*


Suho kembali masuk keruangannya setelah tak mendapati Sehun di ruang tunggu, dia menggaruk belakang kepalanya rasanya dia melupakan sesuatu yang penting tapi entah apa sepertinya penyakit lupa Jiyeon menular padanya.


“Maaf membuatmu menunggu Jiyeon-ssi, silahkan duduk disini aku akan menjelaskan diagnosismu.” kata Suho.


“Sehun-aa, kenapa kau lama sekali di toilet? Aku sudah selesai diperiksa tahu!” omel Jiyeon pada Sehun yang baru muncul setelah dari toilet.


“Hn, miaan…jadi bagaimana? Kau sudah merasa lebih baik?” tanya Sehun menghampiri Istrinya dan mengusap sedikit keringat dikeningnya.


“Umm!” Jiyeon mengangguk dan membatin, “Jauh lebih baik saat kau ada bersamaku…”


Suho tersenyum melihat kedua pasangan pengantin baru ini, Ahh…tidak baru juga sebab dia mengenal kedua orang ini sebelumnya tapi dia tak menyangka bahwa kedua orang ini akan menjadi Pasangan suami-istri.


“Maaf aku menganggumu disaat seperti Dokter Kim…” ujar Sehun, “…jadi apa ada masalah dengan Istriku?”


“Haha…semuanya baik-baik saja Sehun-ssi, kau tidak perlu sungkan. Dokter Choi adalah rekanku jadi pasiennya adalah pasienku juga. Ahh…aku sampai lupa mengucapkan selamat atas pernikahanmu—Ngg…kandungan Istri anda sehat dan baik-baik saja hanya saja rasa mual itu bisa disebabkan oleh hormon yang tidak seimbang…” cukup sulit bagi Suho untuk bicara karna dia takut salah menyebut nama Jiyeon sebagai Nyonya Wu. “…kuharap anda tidak terlalu banyak mengambil pekerjaan yang berat Jiyeon-ssi.” katanya beralih pada Jiyeon.


“Kau dengar itu? Biar aku yang mengajukan cuti untukmu.” kata Sehun.


Jiyeon mengerucutkan bibirnya, lihat? sekarang Sehun mejadi Suami overprotectiv. “Iya aku mengerti, tapi tak perlu kau yang mengajukan cuti dan—“


“Hyung! Terimakasih ya, besok aku akan mengunjungimu lagi—Ooh? Maaf aku tidak tahu jika kau sedang ada pasien.” Kris yang melongokkan kepalanya berniat pamit pada Suho cepat-cepat menutup pintu ruangan Suho. Tapi sedetik kemudian dia kembali membukanya memastikan bahwa dia baru saja melihat penampakan Jiyeon disana.


Benar saja tapi itu jelas bukan penampakan jika dilihat dari betapa terkejutnya ekspresi Jiyeon saat ini dimana dia tengah duduk bersama Oh Sehun—pria yang baru dikenalnya di toilet.


“O-oppa? Bagaimana kau bisa ada disini?” Jiyeon tanpa sadar menunjuk Kris dengan tangan gemetar.


“Kau mengenalnya juga?” tanya Sehun dengan nada ketus yang sama ketika menjemput Jiyeon sebenarnya dia lebih mempertanyakan keterkejutan. Sementara Kris masih berdiri di depan pintu masih menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi.


Tinggal Suho yang merasa terjebak dalam situasi yang salah dan bukan urusannya samasekali. Damn, kenapa dia tidak bisa mengingat bahwa Kris masih ada di kliniknya?


Ohoho…ini akan jadi pertemuan yang tidak menyenangkan antara Mantan Suami Jiyeon dengan Suami Jiyeon, dan lagi kedua orang itu adalah orang yang Suho kenal. Jadi Suho harus memihak siapa nanti? Suho melirik kearah Jiyeon yang tampak tegang, tentu ini bukan pertemuan yang dia harapkan.


Jiyeon meneguk ludahnya lalu meraih tangan Sehun dan menggenggamnya erat, “Dia adalah Mantan Suamiku.” jawabnya mantap.


Sehun menatap tak percaya kearah Jiyeon lalu beralih pada Kris Wu—pria yang baru dikenalnya di toilet. Lalu otak Sehun mulai berpikir cepat, tentang pertemuan pertamanya dengan Kris di lift tadi siang, pasti saat itu Kris datang menemui Jiyeon.


Tiba-tiba saja, Jiyeon bangkit berdiri dan menarik tangan Sehun membawanya kehadapan Kris. “Aku sudah bilang padamu bahwa aku sudah menikah lagi dan ini adalah Oh Sehun, suamiku.” kata Jiyeon polos. Suho yang melihatnya hanya menepuk keningnya pelan, sungguh cara yang kekanakan sekali untuk memperkenalkan Suami barumu pada Mantan Suamimu.


Sehun mendesis, sepertinya dia juga berpikir bahwa ini sangat kekanakan. Syukurnya, Kris dengan cepat dapat mengontrol diri dia tersenyum dan kembali menjabat tangan Sehun untuk kedua kalinya.


“Meski kita sudah saling mengenal sebelumnya tapi…” Kris berhenti sebentar dan melirik kearah Jiyeon, “…jujur saja aku cukup sedih mengetahui bahwa kau adalah suami Jiyeon.”


Sehun tersenyum hambar, “Aku juga cukup sedih mengetahui bahwa kau adalah pria yang mencampakkan Jiyeon.” balasnya. Sungguh, Jiyeon benar-benar ingin memeluk Sehun saat itu juga mendengar kalimatnya itu. Sebagai perempuan dia merasa dibela dan dilindungi, dia benar-benar tidak salah memilih Sehun sebagai suaminya. Ngg…walaupun pernikahan ini sebenarnya berawal dari sebuah kecelakaan.


Jiyeon beringsut bersembunyi dilengan Sehun, untuk saat ini dia masih belum siap untuk menatap kembali mata Kris, dia takut jika hatinya pada Sehun akan goyah hanya dengan menatap mata indah Mantan Suaminya…tuh ‘kan, Jiyeon bahkan sulit untuk melupakan semua hal indah dari Mantan Suaminya itu.


“TUHAN KENAPA KAU SELALU MENEMPATKANKU PADA SITUASI YANG SULIIIT?!?!?!?!” jerit hati Jiyeon nelangsa.


***


Jiyeon tak mengingatnya dan dia tak mau mengingat bagaimana pertemuan Sehun dengan Kris di klinik kemarin malam. Jika ada lubang pada saat itu maka Jiyeon pasti sudah melompat kedalamnya dan tidak pernah kembali.


Jiyeon meremas kepalanya frustasi saat teringat bahwa Kris mengatakan dengan jelas tidak akan segan untuk mengambil Jiyeon kembali tepat di hadapan Sehun sendiri. Sehun? Meskipun tetap berekspresi datar tetap saja dia tak bisa menyembunyikan rasa tersinggungnya.


Jiyeon melirik sisi ranjangnya yang kosong, Sehun memang selalu bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan. Haah…untuk pertamakalinya Jiyeon merasa benar-benar bersalah pada Sehun.


“Oemma…sudah saatnya sarapan.” panggil Gyuwoon melongokkan kepalanya di pintu kamar kedua orangtuanya, wajahnya terlihat sama kusutnya dengan Jiyeon meskipun saat ini dia sudah mengenakan seragam Sekolahnya.


Untuk pertamakalinya, tak ada yang bicara saat sarapan bahkan Gyuwoon yang suka berceloteh pun hanya mengaduk-aduk bubur di mangkuknya. Sehun pun tak mempertanyakan mengapa Gyuwoon hanya diam karna dia sendiri sedang malas untuk bicara setelah kejadian di klinik semalam. Chanyeol sendiri tak ikut sarapan melainkan langsung berangkat ke Sekolah tanpa mengatakan apapun. Sepertinya pagi ini Keluarga Oh sedang menggalau massal /?/.


“Gyuwoon, kalau kau tidak memakannya jangan dimainkan seperti itu.” tegur Sehun memecah keheningan aneh di meja makan. Gyuwoon hanya mengangkat wajahnya, mendesah pelan lalu menyambar ranselnya.


“Aku akan naik bus, sampai nanti.”


“Dasar anak itu…” gerutu Sehun begitu Gyuwoon pergi dan dia melirik Jiyeon yang sepertinya juga bersiap untuk menyudahi acara sarapannya, “Huwee? Kau juga akan pergi?” tanyanya membuat Jiyeon kembali duduk dan menggelengkan kepalanya takut.


Hening selama beberapa saat, sampai terdengar helaan nafas panjang Jiyeon.


“Ceraikan saja aku…”


“Hn?”


Sehun menghentikan gerakan tangannya menyendok bubur dan menatap lekat Jiyeon yang balik menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


“Apa maksudmu—“


“Aku tahu selama ini aku hanya beban bagimu, pernikahan ini pun hanya sebuah kecelakaan…aku pikir ini bukan pernikahan yang ku inginkan. Kita tidak saling mencintai dan aku benci saat mengetahui fakta itu, awalnya kupikir itu tidak masalah…” Jiyeon berhenti sejenak untuk mengambil nafas, entah darimana dia mendapat dorongan untuk mengatakan semua itu, “…tapi ternyata ini lebih sulit dari yang kubayangkan, selain itu—“


“Baiklah.” interupsi Sehun, meletakkan sendoknya dimeja dengan wajah datar seolah dia tengah mengiyakan permintaan Jiyeon untuk membeli sepatu baru.


Jiyeon setengah tak percaya bahwa Sehun mengiyakan keinginannya untuk bercerai, heii…tadi dia hanya ingin menguji Sehun saja!


“LALU KEMANA JANJIMU UNTUK MEMPERTAHANKU, OH SEHUUN?!?!” tuntut inner Jiyeon kesal dengan reaksi Sehun.


“J-jadi kau menyetujuinya?” tanya Jiyeon tercekat, termakan ujiannya sendiri.


Sehun tak menyahut melainkan pura-pura sibuk membereskan meja makan, dan Jiyeon masih diam menunggu sampai Sehun berkata, “Jika itu maumu.” dan dia bangkit berdiri menuju wastafel membawa tumpukan mangkuk kotor.


Jiyeon membulatkan matanya menatap tak percaya punggung Sehun yang kini sibuk mencuci, tanpa sadar bahunya bergetar dan terisak pelan. Inikah akhir pernikahannya?

to be continued

lanjut part 8 ya~


***



Gommenasai gak bisa bales comment kalian satu-satu, tapi bebi udah baca semua kok


sumpah terimakasih banyak atas semua review, like dan comment kalian ♥


nadia1; miss deer; diah dimin; febrimeliana; mrslim91; sintadw91; rayajiyeon; nana; elma giovani; djeany; mongochi*hae; MFAEM; keeya; devi jiyeoni wu; elma ingga; marsha; sookyung; mochaccino; rara jiyeoni; rasma; rara; lc_ovan; yuni kim; tiwi; ARTW; shinyo; littledevira; lee hyemi


Really big lope lope for you guys

Advertisements

35 thoughts on “Freak Family [ Part.7 ]

  1. eeeeeeeeeehhhhh jgn pisah dulu dong kn baru jg mesra mesraan gini,duuuhhh gk rela bgt dah suueeeerrrr cepet di post dong writer-nim next chapter nya neeeee 😉😉😉

  2. Wow, bahaya jiyeon termakan omongannya sendiri wkwkwk
    Tapi kayaknya sehun gak bakal semudah itu deh ceraikan jiyeon.
    Sehun kan keliatan udah mulai suka ama jiyeon,.
    Tapi gak tau deh, ditunggu next part nya yaa..
    Tetap semangat, fighting ^^

  3. yah…😕ak kira sehun -kris gk ktmu dlu dpart n. tp trnyta ttp ketemu. dsaat cek dtempat ayank suho pula..😆. ckck..

    whats ?!!!
    srhun cma becanda aj kan gk bnrr2 serius buat bercerai dg jiyeon ??
    ah.. masa cma bntar lope lopeny

    next part dtunggu sangat

  4. astagaaaaa… nih ff udah brapa lama nggak update sampe lumutan aku nunggunya thorr.. tapi nggak papa yg penting udah update deh…
    nyesek bget pas adegan jiyeon minta cerai..
    trus sehun.nya ngiyain lagi..
    huhh.. gmana sih kan masih ngandung beby nya sehun.. jangan pisahin mreka ya thorr..
    trus.. lucu bget pas gyuwoon marah sma baekhyun.. wkwkwkwkwkwk 😀
    wahh.. menurut aku masih kurang panjang nih..
    n kapan sehun bakal cinta sma jiyeon.nya ????
    jadi nggak sabar..
    buat moment romantis so sweet mreka dong thorr..
    kasih kiss kiss gtu misalnya..
    yayayayayayaya ????? soalnya sehun masih kaku n ketus gtu sma jiyeon..
    pkoknya dilanjuut yaaw…
    setiap hari aku slalu ngecek loh.. ada enggak.nya ff ini…
    kalauuu bisa kilaaaaat..
    okay ?????
    *keep writing n fighting*

  5. astagaaaaa… nih ff udah brapa lama nggak update sampe lumutan aku nunggunya thorr.. tapi nggak papa yg penting udah update deh…
    nyesek bget pas adegan jiyeon minta cerai..
    trus sehun.nya ngiyain lagi..
    huhh.. gmana sih kan masih ngandung beby nya sehun.. jangan pisahin mreka ya thorr..
    trus.. lucu bget pas gyuwoon marah sma baekhyun.. wkwkwkwkwkwk 😀
    wahh.. menurut aku masih kurang panjang nih..
    n kapan sehun bakal cinta sma jiyeon.nya ????
    jadi nggak sabar..
    buat moment romantis so sweet mreka dong thorr..
    yayayayayayaya ????? soalnya sehun masih kaku n ketus gtu sma jiyeon..
    pkoknya dilanjuut yaaw…
    setiap hari aku slalu ngecek loh.. ada enggak.nya ff ini…
    kalauuu bisa kilaaaaat..
    okay ?????
    *keep writing n fighting*

  6. Ya ampun fans nya chanyeol seram bgt…
    Kris sehun cpt jg di pertemukan… n kriss klo emank mash suka ma jiyeon seharsnya dlu gx usa menceraikan jiyeon donk… tpi ya gx bisa gimana jg si.. kriss playboy bgt si dlu… kriss sprtinya bakalan sia2 dech dtng buat naq rujuk ma jiyeon..
    Jiyeon knpa mesti minta sehun menceraikan nya… kan sehun mengiyakan .. walau cuma pura2.. tpi entah knpa firasat g bisa blng kemungkinan proses penceraian jiyeon sehun bakalan terjadi… apa betul ching?? MAldwo andwe… next …..

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s