[Vignette] Ulang Tahun Miko

tumblr_nh1ijfasA41tvgromo1_1280

Ulang Tahun Miko

Author : Jinho48

Genre : Sad, Family

Cast :

  • Jung Chanwoo (iKON) as Miko
  • Jung Sooyeon (Ex-SNSD) as Jessica
  • Jung Daehyun (B.A.P) as Jehan
  • Jung Father
  • Kim Danee (T-Ara N4) as Danee

Length : Vignette

Summary : “Ulang tahun Miko tidak berjalan seperti yang ia harapkan. Justru kenyataan pahitlah yang di dapatnya.”

#

Hari ini adalah hari ulang tahunku. Sudah 23 tahun lamanya aku hidup di dunia ini dan aku sangat senang bisa terlahir di keluarga Jung. Hah, aku sudah merindukan ayah, Kak Jehan, dan Kak Jessica. Lama sekali kami tidak berjumpa. Ah, aku benar-benar tidak sabar untuk bertemu dengan mereka.

Segera ku kemasi beberapa barang yang akan ku bawa pulang ke rumah. Yah, sudah enam bulan terakhir ini aku tinggal terpisah dengan keluargaku. Aku harus bekerja di Daegu untuk beberapa waktu dan hari ini aku mendapat jatah libur. Tepat sekali bukan? Aku bisa pulang dan merayakan hari bahagiaku bersama keluarga.

Setelah selesai berkemas, aku bergegas keluar apartmen dan segera menuju ke basement. Sampai di basement, aku berjalan ke arah motorku lalu segera menaikinya dan langsung melajukan motorku ke arah Seoul. Hah, aku benar-benar merindukan keluargaku. Aku ingin segera tiba di Seoul dan bertemu mereka.

Kemarin ayah meneleponku dan menyuruhku untuk pulang ke rumah. Sebenarnya ayah ingin aku pulang semalam tapi kebetulan ada pekerjaan yang harus ku urus. Jadi, aku memutuskan untuk pergi saat subuh. Ayah juga mengatakan padaku bahwa beliau akan mengajakku makan malam bersama Kak Jessica dan Kak Jehan.

Butuh waktu dua jam lebih untuk sampai di Seoul dan untungnya aku bisa tiba di Seoul lebih awal. Aku tersenyum senang. Aku semakin bersemangat melajukan motorku menuju rumah. Pasti ayah dan kedua kakakku sudah menunggu.

Tiba di rumah, aku masuk ke dalam dan Kak Jessica menyambutku terlebih dahulu. Disusul ayah dan Kak Jehan. Setelah itu kami saling berpelukkan dan bercerita untuk melepas rindu. Kemudian aku dan ayah pergi ke halaman. Ayah bilang bahwa motornya sedikit bermasalah dan beliau memintaku untuk memperbaikinya.

Kami pun memperbaikinya bersama. Tapi aku menyuruh ayah untuk bersiap pergi ke kantor saja. Beliau hanya mengangguk dan segera masuk ke dalam rumah untuk bersiap. Dengan segera aku memperbaiki motor ayahku dan memastikan bahwa motor itu sudah bisa di pakai lagi seperti semula.

Setelah selesai, aku berdiri dan meregangkan otot-ototku yang terasa kaku. Kemudian ayah berjalan menghampiriku. Aku tersenyum manis ke arahnya yang sudah rapi dengan seragam kerjanya. Beliau mendekat dan memeriksa motornya yang baru saja selesai ku perbaiki.

“Ini sudah benar-benar bisa di gunakan seperti semula kan?”

Ne, tentu saja, Appa. Aku jamin motor ini lebih nyaman di pakai dari sebelumnya.”

Jinja? Kalau begitu, terima kasih, Miko-ya. Ah, sepertinya ayah harus berangkat kerja sekarang. Sampai nanti!”

Araseo. Cheonma, Appa. Hati-hati di jalan, Appa. Sampai nanti!” ujarku kemudian ayah pergi meninggalkan rumah dengan motornya.

Aku pun segera masuk ke dalam rumah dan bergegas mandi. Setelah selesai, aku tak menemukan Kak Jehan di meja makan. Yang ada hanyalah Kak Jessica, suaminya, dan kedua anaknya. Kemudian aku duduk di hadapan Kris -kakak iparku- dan langsung menyantap sarapanku.

“Miko-ya, noona dan hyung pergi dulu ya? Jaga rumah baik-baik, oke?”

Nde, noona. Hati-hati ya? Jangan ngebut, Hyung. Dadah Minnie, Seokie!” ujarku yang di balas anggukkan oleh Kak Jessica dan Kak Kris.

Lantas mereka meninggalkan rumah. Kini tinggal aku sendiri di rumah. Selesai sarapan, aku membereskan meja makan. Apa yang harus ku lakukan sekarang? Hm… ah, aku tahu. Danee! Lebih baik aku meneleponnya dan mengajaknya jalan-jalan. Sudah lama juga kami tidak bertemu.

Ku ambil ponselku yang ada di nakas lalu segera menekan speed dial nomor 3 di ponselku. Aku menempelkan benda persegi itu ke telinga kiriku. Sembari menunggu dia mengangkatnya, aku menyerutup susu hangat yang baru saja ku buat. Setelah cukup lama, ia pun mengangkat panggilanku.

“Yeoboseyo?”

“Danee-ya! Nan bogoshipoyo~”

“Haha, nado. Apa kabarmu, Miko? Kau baik-baik saja kan?”

“Tentu saja baik. Bagaimana denganmu?”

“Aku? Baik juga. Ah, iya, aku lupa. Selamat ulang tahun ya, sayang?”

“Terima kasih, sayangku. Eh, bagaimana jika kita pergi jalan-jalan? Kau mau?”

“Jalan-jalan? Kemana? Aku sih mau-mau saja, haha.”

Cal! Aku akan menjemputmu. Sampai nanti!”

“Araseo. Aku menunggumu. Sampai nanti!”

Setelah memutuskan sambungan telepon, aku bergegas mengganti baju santaiku dengan kemeja biru polos dan celana jins belel. Tak lama kemudian, aku telah siap dan aku bergegas pergi menuju ke rumah Danee yang tidak jauh dari sini. Ah, aku ingin mengajaknya jalan-jalan ke Sungai Han. Sudah lama aku tak ke sana.

Sore harinya aku baru kembali setelah mengantar Danee pulang. Seharian ini kami menghabiskan waktu untuk bersenang-senang. Dia memberiku hoodie sebagai hadiah ulang tahunku kali ini. Aku benar-benar senang. Kami sudah bersahabat sejak kecil makanya dia mengerti diriku. Aku memang sangat menyukai hoodie.

Ketika masuk ke dalam rumah, kulihat Kak Kris dan Kak Jessica sudah pulang kerja. Kak Kris bermain dengan Minnie dan Seokie sementara Kak Jessica tengah mencuci baju. Aku segera mengganti bajuku dengan pakaian santai lalu ikut bermain dengan Minnie dan Seokie. Hingga tiba-tiba ponsel Kak Jessica berbunyi.

Namun karena sibuk, dia menyuruhku untuk mengangkat panggilan itu. Eh? Dari Kak Jehan rupanya. Dengan segera aku menggeser layar ponsel itu. Kak Jehan langsung mengatakan apa yang ingin dia katakan. Aku pun terkejut mendengarnya. Ponsel yang ku genggam jatuh begitu saja ke lantai. Tubuhku menjadi lemas.

“Miko-ya? Ada apa?” tanya Kak Kris dan Kak Jessica hampir bersamaan.

Noona, Hyung, ayah… ayah meninggal.”

MWO?”

Aku terpaku tatkala netraku melihat sendiri tubuh ayah yang sudah terbaring kaku di rumah duka. Secepat inikah ayah pergi? Kenapa tiba-tiba sekali? Apalagi ini hari ulang tahunku. Bukankah ayah berjanji akan mengajakku makan malam bersama keluarga? Tapi kenapa ayah malah pergi? Kenapa?

Bibirku terbungkam. Tak ada yang bisa ku katakan saat ini. Hatiku begitu hancur. Selama ini, aku selalu menyusahkan ayah. Aku selalu membuatnya marah dan kesal. Berkali-kali aku bersikap durhaka pada ayah. Aku menyesal. Belum sempat aku meminta maaf dan membuatnya bahagia, ayah terlebih dahulu pergi.

Kenapa hal ini harus terjadi padaku? Ulang tahun yang semestinya menjadi hari bahagiaku, kini malah berubah menjadi hari burukku. Ulang tahun yang ku harapkan sebelumnya, tidak berjalan sesuai dengan harapan. Justru kenyataan pahit inilah yang harus ku terima. Ayah… kenapa? Kenapa menjadi seperti ini?

“Miko-ya, jangan bersedih. Ayah tidak suka melihat anak lelakinya menangis.”

“Aku tahu, Hyung. Tapi air mata ini tidak bisa berhenti. Ayah… kenapa hal ini harus terjadi pada ayah, Hyung? Kenapa harus di saat aku ulang tahun? Hiks…”

“Hey, jangan cengeng! Aku tahu bagaimana perasaanmu saat ini. Aku pun merasakan hal yang sama padamu tapi jangan seperi ini. Kau tahu? Sekarang kita harus tegar dan kuat. Ada Jessica Noona yang membutuhkan kita. Jangan perlihatkan sisi rapuh diri kita di hadapannya. Itu akan membuatnya semakin rapuh dan hancur, Miko.”

“Aku tahu, Jehan Hyung. Aku akan berusaha untuk kuat. Terima kasih, Hyung.”

“Tidak perlu berterima kasih. Sekarang, kau rangkul Jessica Noona. Biar aku yang membantu Kris Hyung untuk mengurus Minnie dan Seokie.”

Aku pun mengangguk dan perlahan berjalan mendekati Kak Jessica. Tanganku terulur untuk merangkul pundaknya yang bergetar hebat. Ia memelukku erat. Di tumpahkannya seluruh air mata kesedihan yang dia punya di bahuku. Aku hanya membiarkannya seperti itu. Perasaannya pasti sangat kacau.

Uljima! Kau harus tabah, Noona. Kau tidak sendiri, ada aku dan Jehan Hyung. Ada Kris Hyung pula dan Minnie serta Seokie. Noona harus bertahan demi kami.” bisikku tepat di telinganya.

Ia pun melepaskan pelukkanku lalu menatapku lekat. “Aku tahu, Miko-ya. Tapi, biarkan aku seperti ini untuk beberapa waktu. Aku butuh waktu untuk menerima semua kenyataan ini.” ujarnya dengan nada parau.

Nde, Noona. Saranghae~” lirihku yang di balas dengan senyuman sendu miliknya.

Lantas aku menyuruh Kak Kris membawa Kak Jessica dan anak-anak pulang. Pasti mereka sangat lelah. Setelah mereka pulang, kini hanya tinggal aku dan Kak Jehan.

Kami duduk menghadap ke figura foto ayah yang terbingkai rapi oleh bunga. Aku menatap foto itu lekat-lekat. Lalu aku berdoa hingga akhirnya aku pun tertidur bersandar di pundak Kak Jehan.

“Ayah, sekalipun engkau tidak ada disini, tetapi cinta ayah akan tetap hidup di hatiku. Jiwa ayah juga akan selalu ada disisiku dan melindungiku kan? Aku sangat menyayangimu, Ayah. Terima kasih karena telah merawatku dengan baik selama ini. Maafkan aku yang belum bisa membuatmu bangga padaku. Semoga ayah bahagia di sana, bersama ibu. Sampaikan salamku untuk ibu ya? Aku sangat merindukannya. Jika nanti aku terlahir kembali, aku ingin menjadi anakmu lagi, Ayah. Aku ingin menjadi anak yang baik untukmu. Sampai jumpa di kehidupan selanjutnya, Ayah. Aku mencintaimu. Semoga Tuhan menempatkanmu di sisinya.”

“Selamat ulang tahun, anakku. Ayah juga mencintaimu. Maafkan ayah yang tak bisa menepati janji untuk merayakan ulang tahunmu. Tapi ayah berjanji, di kehidupan selanjutnya, ayah akan menepati janji ayah. Ayah akan berusaha menjadi ayah yang lebih baik lagi untukmu dan kakakmu. Sampai jumpa di kehidupan selanjutnya. Hiduplah dengan baik. Jangan kecewakan kakak-kakakmu. Ayah akan selalu melindungi kalian. Maafkan ayah atas semua kesalahan ayah. Ayah sangat berterima kasih pada kalian karena menjadi anak ayah yang manis selama ini. Annyeong~”

Huwa… annyeong! Aku kembali dengan FF berdurasi Vignette. FF ini terinspirasi dari tetanggaku. Hari ini ulang tahunnya dan sang ayah meninggal di hari ulang tahunnya ini. Aku juga belum tahu kenapa ayahnya meninggal secara mendadak. Padahal tadi pagi aku masih melihat beliau dan Miko memperbaiki motor dan sempat aku melihat beliau menenangkan cucunya yang menangis terus. Aku benar-benar sedih dan merasa sangat kehilangan. Ya sudahlah, cukup sekian. Mian for typo. Don’t forget to RCL oke? See ya~

Advertisements

One thought on “[Vignette] Ulang Tahun Miko

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s