[Songfiction] Yesterday

20151113235706

img1447485377885

Chunniest Present

^

Yesterday

^

Main Cast :

Lee hongbin (VIXX) – Park Jiyeon (T-ARA)

^

Genre: Romance, sad  | Rated: G

^

Ini lagu Oppa ku Xia Junsu. Lagunya keren banget apalagi artinya. Lagu ini aku rekomendasiin untuk lagu mellow yang bagus nih. Semoga suka happy reading ^-^

^

DON’T BE A SILENT READERS!!!!!

^

^

24 Juni 1950

Siang hari yang dikerumuni awan hitam menyembunyikan matahari yang seharusnya menerangi kota Seoul. Sama murungnya dengan langit, sepasang kekasih yang saat ini berdiri berhadapan di dalam rumah juga tengah berwajah murung.

“Jangan pernah menemuiku jika kau masih menemuinya.”

Jiyeon menahan tangan lelaki bernama Hongbin itu. “Aku tidak menemuinya. Kami hanya tidak sengaja bertemu.”

“Tidak sengaja bertemu tapi kau sudah menerima hadiahnya HUH?” Dengan kasar Hongbin menepis tangan Jiyeon hingga kotak ditangannya terjatuh memuntahkan blouse pink dan mawar merah. Melihat bunga itu Hongbin semakin marah.

“Berhentilah membohongiku. Jika kau masih menyukainya lebih jangan menemuiku. Aku beri kau waktu tiga hari. Jika kau tidak memilihku, aku akan pergi jauh darimu.” Hongbin berjalan keluar.

Jiyeon masih berdiri di tempat dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Matanya pun tertuju pada kotak di lantai lalu tatapannya beralih kearah pintu seakan Hongbin masih berada di sana.

25 Juni 1950

Jiyeon berlari menyusuri jalanan. Gadis itu tidak butuh waktu tiga hari untuk menentukan pilihannya karena hatinya sudah memilih. Dan hanya Hongbinlah nama yang disebutkan oleh hatinya.

Langkah Jiyeon terhenti saat mendengar suara yang keras. Seketika sebuah bom menghantam gedung tak jauh dari Jiyeon berdiri. Seketika orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Gadis itu hendak berlari namun sudut matanya menangkap sosok yang dicarinya. Dia melihat Hongbin dari dalam kerumunan manusia.

Oppa… Hongbin Oppa….” Seru Jiyeon.

Hongbin yang mendengar suara gadis itu segera menoleh ke sekelilingnya mencari sumber suara. Akhirnya tatapan kedua sejoli itu bertemu dan mereka saling melemparkan senyuman. Namun senyuman itu tak bertahan lama karena mereka harus terseret larian orang-orang.

Bom demi bom mulai berjatuhan. Dan serangan itu berasal dari negara sebelah yang ingin menjatuhkan Korea Selatan. Gedung-gedung hancur terkena bom. Puing-puing gedung itu berjatuhan dan terkadang menimpa orang-orang di bawahnya.

Semua orang berlari mencari tempat untuk berlindung, begitupula Jiyeon. Namun sayang serangan membabi buta itu membuat orang-orang tidak bisa menyelamatkan diri. Suara bom dan tembakan yang memekakan telinga memenuhi kota Seoul yang hampir hancur. Suara teriakan orang-orang semakin memudar membuatkota itu terlihat seperti kota mati.

.

.

.

Hari berganti malam dan hanya keheningan yang menyertainya. Bangunan-bangunan serta rumah sudah hancur berkeping-keping karena serangan siang tadi.

Hongbin tersadar dari pingsannya dan menemukan dirinya berbaring diatas puing-puing gedung. Lelaki itu terbatuk saat merasakan asap dan debu yang menyengat alat pernapasannya. Dia melihat sekelilingnya sepi hanya terlihat reruntuhan yang berantakan.

Lelaki itu berdiri dan mulai berjalan. Dia melihat sekelilingnya, berusaha mencari keberadaan kekasihnya. Ditengah jalan dia melihat seorang kakek yang duduk dengan memeluk kuda mainan. Pria itu bersyukur masih ada yang selamat selain dirinya.

Kaki Hongbin kembali melangkah. Dia melihat taman yang dulu sering dikunjunginya bersama Jiyeon sudah hancur berantakan. Pria itu ingat jika dia dan Jiyeon sering duduk di tengah taman seraya membayangkan bagaimana nantinya mereka jika sudah tua.

Memori itu tidak akan pernah hilang karena Hongbin ingin selalu bersama Jiyeon hingga mereka menjadi kakek dan nenek. Jiyeon pasti akan terlihat mempesona saat itu, pikir lelaki itu.

Hongbin kembali melangkah dan melihat korban-korban yang tertimpa puing-puing. Dia berharap Jiyeon bukan salah satu dari mereka. Nama Jiyeon terus diserukannya namun tak ada balasan dari suara gadis itu.

Langkah Hongbin terhenti saatmelihatrok merah yang tertimbun debu. Lelaki itu ingat tadi Jiyeon mengenakan rok itu. Segera dia berlari menghampirinya. Jantungnya seakan berhenti berdetak saat mengenali wajah itu.

Hongbin berlutut dan mengangkat kepala gadis itu ke atas pangkuannya. Dia membersihkan debu yang mengotori wajah Jiyeon. Lelaki itu terus menyerukan nama gadis itu namun tak ada reaksi. Tangan Jiyeon tergeletak dan terbuka menampilkan cincin putih polos di tangannya. Hongbin mengambil cincin itu dan seketika menangis ketika mengenali cincin itu adalah cincin pemberiannya.

Jiyeon memilihnya tetapi dia terlambat karena kekasihnya sudah meninggalkannya. Hongbin memeluk Jiyeon dan menangis. Dia terus menyebutkan nama gadis itu berharap gadis tu bisa bangun dan memberikan senyjman padanya. Namun sayang tubuh itu tak bergerak sama sekali. Matanya pun tak kunjung terbuka. Hanya pemyesalan yang mengirigi tangis Hongbin.

I want you to remember one thing

I’ll always have room for you by my side

I gave you my everything and I didn’t mind

It’s too bad I didn’t get to tell you

I want to grow old with you

Our lives are too short, to spend together

— THE END —

Advertisements

22 thoughts on “[Songfiction] Yesterday

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s