[ONESHOT] The Girl in the Moonlight

image

Title: [One shot] The Girl in the Moonlight

Author: Vieveelaristy

Casts: Jung Taek Woon (Leo VIXX), Park Ha Na (OC), Park Chanyeol (EXO)

Disclaimer: Leo and Chanyeol belong to themselves but the Story is mine!!!! Don’t be a CopyCats!!

Happy Reading!!!!
*
*
*

Aku memandangi seisi galery dengan penuh kebosanan sementara di sekelilingku para pengunjung berjalan hilir mudik dan sesekali berhenti untuk memandangi jejeran lukisan yang tergantung anggun di dinding.

Tidak ada yang spesial, sungguh! Aku bahkan ingin sekali menghilang dari sini.

Tetapi itu tidak mungkin bukan,

“Selamat malam nona Ha Na selamat atas pembukaan perdana galery ini. Ayah anda pasti akan sangat bangga padamu” kata seorang pria paruh baya dengan seorang wanita muda menggelayuti lengannya.

“Terimakasih banyak tuan Han…” sahutku pendek. Mencoba meredam berbagai emosi yang mendera dadaku saat dia menyebut ayahku.

Dan begitu seterusnya. Para pengunjung datang menghampiriku, memberi ucapan serupa, dan pergi menikmati lukisan.

Sementara aku bagai robot yang diperintah. Berdiri kaku, menerima ucapan selamat dengan kalimat yang sama dan berusaha menampilkan senyum menawan seakan aku menikmati semuanya.

Demi Tuhan! Bagaimana aku bisa menikmati semua ini? Ini tidak benar! Ini bukanlah apa yang kurencanakan sebelumnya… bukanlah apa yang kuinginkan!

Seharusnya ayahku ada di sini! Seharusnya dia berdiri di sini… di sebelahku… dan menikmati euforia kebahagiaan ini bersama-sama.

Kerongkonganku tercekat, rasanya bagai menelan bara api. Menyakitkan. Cairan bening memaksa untuk keluar tetapi aku berusaha sekuat tenaga untuk menahannya.

Demi Tuhan Ha Na! Itu sudah dua bulan yang lalu! Kenapa kau masih belum bisa menerima kenyataan? Ayahmu pergi! Dia sudah tiada! Masa berdukamu sudah selesai dan bersikaplah dewasa! Batinku berteriak

Entahlah… rasanya sulit.

“Noona… kemarilah kenapa kau berdiri terus di situ!?” Suara nyaring itu menyentakku keluar dari lamunan.

Aku melihat sepupuku Chanyeol kini sudah berdiri di hadapanku dengan senyum manis terbaiknya.“Ayo… kau juga harus menikmati lukisan-lukisan ini… ini kan malam perdana pembukaan galerimu. Bersenang-senanglah!” Chanyeol kini meletakkan tangannya di pundakku dan berusaha menarikku mengikutinya.

“Tidak Yeoli… aku tidak ingin… kau pergi sajalah” ujarku sambil berusaha menahan tubuhku.

Chanyeol mengerutkan alisnya. “Apa maksudmu tidak ingin? Astaga noona apa kau ingin tetap seperti manequin di sini? Tidak! Aku memaksamu! Lagipula aku ingin kau bertemu temanku” Chanyeol tersenyum cerah.

Aku menggeleng. Bertemu orang yang baru adalah hal paling terakhir yang kubutuhkan saat ini.

“Aku tidak bisa Yeoli…Astaga.. kenapa kau memaksa sekali?” Aku mulai kesal karena Chanyeol sama sekali tidak menggubris keenggananku.

“Oh ayolah noona… aku ingin memperkenalkan kakak pacarku padamu… dia juga salah satu pelukis yang memamerkan lukisannya di sini. Dia sangat berbakat!”

Aku memutar bola mataku dan menyerah. Kubiarkan Chanyeol menarikku. Terserahlah dia mau membawaku kemana… lagipula jika dia sudah memaksa, rasanya sulit untuk menghindar.

“Wah… ramai juga di sini” tukas Chanyeol. Aku mendongakkan kepalaku dan melihat beberapa pengunjung yang mengerumuni sebuah lukisan. Cukup ramai sehingga membuatku sedikit kesulitan untuk melihat.

Dan beberapa desahan kagum pun terdengar.

“Aku tidak menyangka lukisan Taekwoon Hyung akan memiliki penggemar sebanyak ini” gumam Chanyeol

“Taekwoon?”

“Iya noona… dia adalah orang yang akan kukenalkan padamu… aisssh.. kemana sih dia… seharusnya dia ada di sini… permisi tuan-tuan, nona-nona” kini Chanyeol berusaha merengsek masuk di antara kerumunan sementara tangannya tetap menarikku mengikuti langkahnya.

Saat melihatku, sontak para pengunjung membungkuk hormat dan memberi ruang.

“Bagus sekali” ujar Chanyeol penuh kelegaan saat kami berdua kini sudah terbebas dari kerumunan.

Saat mataku jatuh pada lukisan di hadapanku, saat itu juga jantungku berhenti berdetak.

Dan mengalami De Ja Vu

Seketika fokusku hanya tertuju pada indahnya goresan warna di depanku. Tuhan…. ini… ini…

“Luarbiasa kan noona… Taekwoon hyung itu memang pelukis berbakat… saat aku pertama kali melihat lukisan ini, aku benar-benar tersihir… rasanya begitu nyata… aku bahkan bisa merasakan kesedihan gadis dalam lukisan ini ” ujar Chanyeol menerawang.

Tetapi aku tidak benar-benar mendengar apa yang dikatakan Chanyeol. Pikiranku telah terbius sepenuhnya pada lukisan itu. Pandanganku tak teralihkan.

Sontak perasaanku begitu membuncah. Deraian bening yang sedari tadi kutahan pun meloloskan diri sepenuhnya.

Pipiku basah…..

“Aku mau ini” ujarku tiba-tiba.

“Heh?” Chanyeol menoleh ke arahku dan seketika terkejut. “No…noona… kau.. ada apa? Kenapa kau menangis?” Kini namja itu mulai panik.

“Yeoli.. cepat panggil Yoona aku mau membeli ini!” Desakku. Aku tidak menghiraukan kecemasan Chanyeol. Aku tidak peduli karena yang ada di otakku sekarang adalah memiliki lukisan ini segera mungkin.

“Ba..baiklah noona..” ujar Chanyeol kemudian berbalik hendak memanggil Yoona manager galeri.

“Dan Yeoli….” kulepas pandanganku dari lukisan itu dan menatap Chanyeol yang masih tampak cemas.

Kali ini senyum tulus benar-benar mengembang dari bibirku.

“Pertemukan aku dengan Taekwoon. Segera”


Laki-laki itu keluar dari dalam taxi dan berlari menaiki tangga galeri dengan nafas memburu.

Sial! Kenapa di hari yang sepenting ini dia datang terlambat?! Memalukan!

Syukurlah galeri masih tampak ramai. Mungkin dia tidak terlalu terlambat.

Ah… aku harus segera bertemu Chanyeol… gumam Taekwoon. Kekasih adiknya itu berkata akan mempertemukannya dengan sepupunya Park Ha Na pemilik galeri ini.

Taekwoon sangat berterimakasih pada laki-laki itu. Tanpa Chanyeol, mustahil lukisannya akan dipamerkan pada galeri terkenal seperti ini. Benar-benar anugerah yang patut disyukuri.

Saat hendak memasuki galeri, seorang petugas penerima tamu menghampiri Taekwoon dan menanyakan identitas laki-laki itu.

“Jung Taek Woon” ujarnya sambil menunjukkan kartu pengenal.

“Oh.. tuan Jung…. silahkan masuk” petugas itupun membuka pintu seraya mempersilahkannya ke dalam.

Taekwoon bergegas masuk. Untuk sepersekian detik dia terpana dengan suasana di hadapannya. Galeri ini sangat mengagumkan.

“Bisakah anda memberitahu status lukisan Jung Taekwoon” Tanya Taekwoon pada seorang petugas galeri.

Petugas itu membuka katalog di mejanya dan berkata “Oh… lukisan Jung Taekwoon semua sudah terjual tuan”

Taekwoon tertegun masih kesulitan mencerna perkataan petugas itu.“Apa maksudmu dengan semua sudah terjual?”

“Iya tuan.. semua lukisan Jung Taekwoon, An Embarassing Shade, Twenty Rainbow, The Glowing, In the Sunset, dan The Girl in the Moonlight sudah terjual semua tuan”

Astaga! Batin namja itu melonjak. Ini nyata bukan? Seluruh lukisanku terjual. Bisa melepas sebuah saja bagiku merupakan anugerah, gumam Taekwoon tak percaya.

“Benarkah? Bisakah kau memberitahuku siapa saja pembelinya?”

“Oh semua lukisan itu dibeli oleh direktur kami.. pemilik galeri ini… nona Park Ha Na” ujar petugas itu.

Taekwoon terbelalak. Ini pasti mimpi.

“Jadi kau ya pelukis The Girl in the Moonlight itu?”Suara merdu terdengar membelai di belakang Taekwoon. Membuat laki-laki itu segera membalikkan badannya.

Seketika itu juga perasaannya membara. Jantungnya berdegup di luar batas kewajaran.

Dia ingat wajah ini. Demi Tuhan! Wajah di depannya ini sempat merongrong kepalanya hingga nyaris jatuh dalam kegilaan. Wajah yang yang dulu pernah ditemukannya duduk di dermaga sambil memandangi lautan bebas. Wajah yang luar biasa indah yang bercahaya ditimpa sinar rembulan. Wajah yang menampilkan kekosongan dan kesedihan sehingga terasa menyakitkan.

Dan wajah itulah yang membuka aliran ide dan imajinasi otaknya seraya menggerakkan jemarinya menggores warna di atas kanvas.

Taekwoon kehilangan kata-kata.

“Aku tidak menyangka kau harus keluar tengah malam seperti itu hanya untuk mencari inspirasi. Apakah angin laut tidak membuatmu menggigil?” ujar gadis itu sedikit mencibir.

Taekwoon tersenyum“Bukankah aku yang harus mengatakan itu nona? Apakah kau tidak takut duduk di dermaga sendirian seperti itu? Keluar rumah tengah malam…bagaimana kalau kau diculik hiu?”

“Cih… hiu membenciku… aku terlalu kurus untuk mereka. Well… aku sudah membeli semua lukisanmu… seharusnya kau mengucapkan terimakasih padaku”

Taekwoon memandangi mata gadis itu lekat-lekat.

“Terimakasih karena telah membeli semua lukisanku nona Park Ha Na”

Ha Na menaikkan alisnya. “Kau hanya berterimakasih soal itu sajakah?”

Taekwoon menyeringai sebelum kemudian ekspresinya melembut “Dan terimakasih juga karena telah menjadi objek lukisanku malam itu”

Ha Na terdiam… kemudian memalingkan wajahnya sambim berkata lirih “Malam itu adalah peringatan sebulan ayahku meninggal” seketika ekspresinya berubah sendu.

“Aku tahu… malam itu kau sedang berduka. Ketika melihatmu menangis di dermaga itu… entah kenapa sakitnya juga terasa padaku. Aku tidak mengerti kenapa… sehingga tanpa sadar aku membuat sketsa tentang dirimu saat itu juga. Mungkin aku berharap dengan melukismu, kesedihan itu juga ikut tertuang dan terkunci selamanya di sana” Taekwoon sejenak memejamkan matanya.

Kemudian matanya membuka dan mendapati Ha Na memandanginya dalam-dalam

“Apakah setelah kau melihat lukisan itu nona Ha Na… kau masih merasa sedih? Ataukah kesedihanmu sudah terkunci rapat-rapat di sana? Karena jujur saja…. saat malam itu hal yang paling kuinginkan adalah melihatmu tersenyum… sekali saja..” Taekwoon berkata lirih

Semburat merah menghiasi pipi Ha Na. Kemudian ekspresi gadis itu berubah mengeras “Huh… tidak semudah itu aku menjawab semua pertanyaanmu itu tuan Jung…. kecuali…kau bersedia mengajakku makan malam” ujar Ha Na.

Dan senyum manis akhirnya terbentuk indah di wajah gadis itu.

Taekwoon juga tersenyum seraya mengulurkan tangannya “Dengan senang hati”

***THE-END****

Oke ini parah!! Astaga ini hancurnya kebangetan!! Mudah2an kalian tidak muntah saat membacanya. Awalnya mau bikin ficlet nih… tapi tak tahunya kepanjangan -_- bweeeeh

Btw.. meski udah telat dua hari… ga ada salahnya aku ngucapin selamat ulangtahun untuk Leo VIXX sekarang?
Well… Happy b’day Leo… Happy 25th… may all of the happines become yours… love youuuuu *plaaak ditabok suami^0^

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s