Hujan

index

Hujan

Tob’s storyline

Park Chanyeol (EXO), Park Hana (OC)

Family, Hurt, AU | Ficlet | G

“Tidak apa-apa, rasanya aku ingin berbuat baik padamu. Lagipula aku merasa selama ini selalu menjadi orang menyebalkan, tidak ada salahnya sesekali menjadi baik ‘kan? Mungkin saja aku tiba-tiba pergi dan tidak bersikap baik lagi padamu.”

“Masih hujan ya?”

Pertanyaan itu aku tanyakan pada diriku sendiri. Kini, aku sedang duduk di lobi gedung fakultas sambil sesekali memainkan koran yang ada di hadapanku. Sebenarnya aku sudah selesai membacanya tapi malas untuk mengembalikannya ke tempat semula. Selain itu, aku tidak punya kerjaan lagi. Sebenarnya aku membawa payung tapi hujan di luar bisa dikatakan sangat besar sehingga akan percuma jika aku pulang dengan menggunakan payung saja. Nyatanya aku akan tetap kebasahan dan mungkin sesampainya di apartemen, aku akan terlihat seperti selesai mandi. Kemudian aku malas mandi, hanya berganti pakaian saja, lalu keesokan harinya demam. Itu bukan ide yang baik mengingat besok adalah pelajaran hyouki yang akan sangat sayang jika dilewatkan.

Aku kembali melihat jam tangan merah muda yang melingkar di pergelangan tangan kiriku. Pukul empat sore. Oh, ayolah aku sudah benar-benar ingin pulang. Perutku pun sudah mulai keroncongan. Memang benar ada kantin di lantai bawah tapi aku terlalu malas untuk beranjak dari kursi ini karena yang aku inginkan sekarang adalah pulang, pulang, dan pulang.

“Sendirian?”

Aku memalingkan kepalaku ke sumber suara di sebelah kiriku. Awalnya aku takut itu bukan ditujukan kepadaku. Tetpi mengingat di kursi ini yang terisi ini hanya tiga orang. Aku, lelaki di ujung sebelah kanan dan perempuan yang berjarak satu kursi dari lelaki tadi.

Aku langsung mengerutkan dahiku ketika melihat seseorang tersebut. Namun langsung terkejut ketika mendapati bahwa seseorang tersebut adalah orang yang aku kenal. Chanyeol. Park Chanyeol, sepupu Park Hana—aku sendiri.

“Hm. Duduklah disini.” ucapku menepuk-nepuk kursi di samping kiriku yang sedang kosong. Chanyeol menurut dan lansung duduk di sebelahku.

“Kenapa belum pulang ke apartemen?” tanyanya sambil merogoh sesuatu di tasnya.

“Hujan.” Jawabku singkat. “Kamu sendiri?”

“sama sepertimu. Ah—ini.” ucap Chanyeol menyodorkan sebuah coklat kepadaku.

“Tumben sekali kamu baik, ada apa?” tanyaku yang langsung dijawab kekehan olehnya. Aku bukanya berpikiran negatif tapi jujur saja, Chanyeol jarang sekali seperti ini. Biasanya justru dia yang menagih makanan kepadaku. Jadi, pantas saja jika aku bertanya seperti itu.

Chanyeol menggeleng. “Tidak apa-apa, rasanya aku ingin berbuat baik padamu. Lagipula aku merasa selama ini selalu menjadi orang menyebalkan, tidak ada salahnya sesekali menjadi baik ‘kan? Mungkin saja aku tiba-tiba pergi dan tidak bersikap baik lagi padamu.”

Aku merasa ada yang ganjal dari setiap kata yang diucapkannya. “Apa maksudmu? Kau benar-benar semakin aneh tapi terima kasih loh ya, untuk coklatnya.”

Chanyeol tidak menjawab tetapi menarik lenganku. “Lihat, hujannya sudah reda. Ayo kita pulang.”

Aku pun mengikutinya dan pergi ke luar fakultas menuju apartemen. Untungnya apartemenku dan apartemennya bersebrangan jadi terkadang sesekali aku akan meminta dia untuk mengantarkanku ke suatu tempat, begitupun sebaliknya. Chanyeol terkadang memintaku untuk mengantarkannya pergi ke suatu tempat.

Dalam perjalanan menuju apartemen aku ingin sekali membuka coklat. Saat itu aku sedangberada di trotoar dengan Chanyeol. Aku berhenti untuk merogoh tasku mencari coklat. Chanyeol yang sudah berjalan lebih dulu beberapa meter di depanku menghentikan jalannya lalu menghampiriku dengan berlari dan mendorongku. Aku jatuh begitu saja karena di dorong olehnya. Saat itu aku masih belum tersadar akan apa yang terjadi, namun melihat pemandangan di hadapanku aku pun tersadar. Dia benar-benar pergi.

**

HARIAN SEOUL

Rabu (5/11/2014) sebuah truk tergelincir di jalan Hee-namyoul dan menewaskan seseorang yang bernama Park Chanyeol (19). Rem blong serta jalanan yang licin sehabis hujan diduga menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan ini. Polisi sudah menangkap supir yang mengendarai truk tersebut karena diduga lalai tidak mengecek remnya sebelum berkendara. (KJI)

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s