I’m Not Me – Part 1

Cover I'm Not Me

Cast: Kim Hanbin aka B.I. (iKON), Yun Younghi (OC) Support Cast : iKON members, YG Entertainment Family Genre: fantasy,comedy, romance, AR Rate.  : T-13 Lenght : Chaptered Author Note : Cerita ini hanya fiktif belaka. Author hanya meminjam nama dan latar yang berkaitan dengan tokoh. Jalan cerita murni dari imajinasi author. No silent reader! Happy reading

“Duh, kenapa berat badanku naik lagi, sih?” Yun Younghi mendengus kesal sambil memelototi timbangan yang ada di depannya. Kemudian ia beralih ke cermin besar di lemari pakaiannya. Ia berputar beberapa kali, membandingkan penampakan tubuhnya dari berbagai sisi. Ia menganggap lemak di tubuhnya bertambah sehabis liburan panjang kelulusannya SMAnya. Younghi tidak tahu sudah berapa banyak toples kue dan batang coklat yang ia habiskan selama liburan ini. Ditambah lagi, ia jadi sering melewatkan latihan renangnya selama liburan panjang itu. Yang dia ingat, selama liburan itu yang ia lakukan hanya belajar, makan, dan tidur demi menggapai mimpinya untuk masuk ke perguruan tinggi Seoul National University jurusan kedokteran hewan.

“Kalau begini, bagaimana aku bisa memenangkan perlombaan minggu depan? Bisa-bisa saking beratnya, bukannya berenang gaya bebas malah berenang gaya batu lagi. Dan medali yang aku impi-impikan itu akan jatuh ke tangan orang lain.” Ocehnya sambil terus memandangi dirinya di cermin.

“Younghi, sudah selesai belum ngomelnya?Anak-anakmu sudah kelaparan, tuh!” Younghi menoleh ke arah Eommanya yang berdiri di depan pintu kamarnya. Eommanya memandanginya sambil tertawa kecil.

“Ya!!! Kenapa eomma mentertawakanku?Jangan bilang eomma mentertawakanku karena aku tambah gendut!”Younghi memanyunkan bibirnya dan menatap Eommanya dengan tatapan protes.

“Ani, bukan karena gendut. Coba Eomma tanya, kamu umurnya berapa?”

“19 tahun Eomma.”

“Apa iya? Masak sudah 19 tahun pakai baju saja terbalik?”

“Mwo??” Mata Younghi membulat saat ia sadar t-shirt polonya, yang sudah ia pakai pergi ke toko buku tadi, terbalik. Ia jadi tahu penyebab kenapa dari tadi orang-orang senyum-senyum saat berpapasan dengannya. Saat itu, ia kira orang-orang itu mengagumi gaya rambut barunya, padahal gara-gara bajunya yang terbalik. Memalukan sekali.

“Ah….. Bodoh sekali kau, Yun Younghi.” Runtuk Younghi pada dirinya sendiri. Eommanya hanya menggeleng melihat perilaku putrinya itu.

“Oh iya Younghi, jangan lupa anak-anakmu. Kalau tidak diberi makan, mereka akan menimbulkan kebisingan sepanjang malam.”

“Iya eomma….” dengan malas Younghi menuruni tangga rumahnya menuju taman kebun belakang rumahnya.

Tiba-tiba lagu Big Bang “Bae Bae” mengalun keras dari arah kamarnya. Ocehannya berhenti saat telinganya menangkap suara dering handphonenya. Kalau dia tidak salah lihat, tadi ia tinggalkan di meja belajarnya. Ia berlari kembali ke kamarnya. Dengan terburu-buru ia menuju ke meja belajarnya. Ia mengaduk-aduk isi tasnya di atas meja itu. Ia juga menyingkirkan seperangkat alat make up kadaluarsa dari atas mejanya.
“Aduh, aku taruh di mana tadi handphoneku?  Kok nggak ada, ya? Apa jangan-jangan Jiyong memakannya?” Tebak Younghi sambil menoleh ke arah anjing golden riterver yang sedang tidur di atas kasurnya.

Ia membuka mulut anjing yang besarnya hampir setengah tubuhnya itu.

“Ya!! Jiyong-a, buka mulutmu! Kau memakan handphoneku kan?”

Sang korban hanya memandang pasrah sambil mengibaskan ekornya. Anjing itu menggonggong beberapa kali, protes atas perlakuan majikannya.

“Guk!!!guk!!!( Dasar bodoh, mana mungkin aku makan hpmu? Kalaupun iya pasti sekarang aku sudah kejang-kejang, tidak bisa bernafas!!)

Younghi masih berkutat dengan anjingnya, ia mengecek seluruh tubuh anjingnya, mendekatkan telinganya mencari-cari sumber suara hpnya yang belum ditemukan juga. Mendengar keributan yang dibuat Younghi, Eommanya datang sambil menenteng iphone putih di tangannya.

“Younghi, kau kehilangan hpmu?” Younghi terkejut melihat iphonenya sudah berada di tangan Eommanya.
“Bagaimana eomma bisa menemukannya?”
“Dasar kamu ini, kau lupa? Kau kan tadi menggunakannya waktu buang air besar, lalu kamu tinggalkan di samping bath tub.”
“Oh iya ya, aku lupa.” Gumamnya sambil menggaruk kepalnya yang tidak gatal.

Dengan segera Younghi meraih Iphone di tangan eommanya. Tersenyum, sambil mempercepat langkah kakinya menuruni tangga.Younghi menjatuhkan dirinya di sofa ruang tengah, dan dengan wajah berbinar mengangkat panggilan handphonenya.

“Yeoboseyo?”
“Younghi, ini aku Nara.”
“Ne, ada apa Nara?”
“Aku hanya ingin memberitahumu kabar baik dan buruk. Kau mau dengar yang mana dulu?”
“Yang baik dululah. Ada apa?” Jawab gadis berambut coklat itu penasaran.
“Aku punya 2 tiket VIP gratis Big Bang World Tour “MADE”!!!!!”
“Hah? Yang benar?? Kau serius Nara???” Seru Younghi yang segera merubah posisi duduknya dan bersiap untuk berteriak.
“Tentu saja aku serius. Konsernya malam ini. Dan kabar buruknya………”
“Stop!!!! Jangan kau lanjutkan! Aku tidak mau kabar itu merusak kegembiraanku.”
“Tapi, kau harus mendengarnya. Ini berita gawat.”
“Heh, gawat? Apa maksudmu?”
“Tapi janji, setelah mendengar berita ini, jangan hancurkan rumahmu atau mencekek Jiyong, oke?”
“Oke, aku janji.”
“Kau tahu, iKON sudah pasti akan debut sesudah promosi come back Big Bang. Dan satu lagi rumor mereka yang katanya akan menjadi the next Big Bang semakin banyak. Apalagi kau tahu kontrak Big Bang akan berakhir tahun depan!!!!!!”
“MWO??!!!! Kau bilang apa iKON band ingusan itu benar-benar akan debut?  Dan apa katamu tadi, the next Big Bang???” Jerit Younghi dengan wajah merah padam saking marahnya. Hampir-hampir ia terjatuh jika ia tidak berpegangan pada lemari yang ada di sampingnya.

“Younghi kau tidak apa-apa?”
“_________”
” Yun Younghi? Kau dengar aku???”
“_________”

-#-

Yeoja berambut coklat pendek itu beridiri mematung di sana, di depan sebuah poster besar 7 namja yang sudah hampir penuh dengan coretan. Di tangannya ia menggenggam spidol merah. Dengan brutal ia mencoret wajah-wajah tampan yang ada di poster itu. Mulutnya komat-kamit sendiri dan tingkahnya sudah seperti banteng yang sedang mengamuk, siap menerkam mangsanya.

“iKON!!!!! boyband ingusan!!! Beraninya kalian mau debut dan mencoba menjadi the next Big Bang?? Tidak ada yang bisa menggantikan Big Bangku!!!!”

Tiba-tiba ia teringat kalau malam itu ia harus pergi ke konser Big Bang bersama sahabatnya, Nara. Ia menoleh ke jam dindingnya dan tekejut karena jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Ia tidak sadar dari tadi ia hanya duduk mematung di kamarnya sambil menatap marah pada poster yang ada di depannya. Bahkan ia melupakan peliharan-peliharaannya yang kelaparan. Dan membuat Seulgok ahjumma, pembantunya  yang sedang hamil, harus memberi makan anak-anaknya itu. Kalau saja bukan karena Big Bang, mungkin ia akan terus melanjutkan tingkah bodohnya itu hingga tengah malam. Ia berlari ke kamar mandinya, menyikat giginya, dan mencuci muka sekenanya. Ia mengobrak-abrik isi lemarinya, yang memang sudah berantakan itu. Ia mengambil sebuah t-shirt polo favortinya dari deretan t-shrit dan jeans yang berserakan di lemarinya. Ia memakai sepatu katnya, memakai mantel dan meraih kunci mobil yang ia gantungkan di balik pintu kamarnya. Dengan terburu-buru ia menuruni tangga rumahnya dan mencomot sepotong sandwich yang ada di atas meja makan.

“Younghi, kau mau ke mana?”
“Ada urusan penting Eomma, Younghi pergi dulu, ya!” Jawab Younghi dengan mulut yang masih penuh dengan sandwich.
“O ya Younghi jangan lupa menjemput Jiyong!!!!”

Younghi mengangkat jempolnya sambil berlalu dan bergegas menuju salah satu mobil sedan Audi yang terpakir di halaman rumahnya.

–#–

Yun Younghi keluar dari sebuah pet shop sambil menarik rantai anjing golden retiver kesayangannya. Anjing itu tanpa protes mengikuti langkah cepat  majikannya ke halaman parkir. Younghi semakin frustasi saat melihat jam tangan hitam yang melingkar di tangan kirinya.

“Mwo? sudah jam 7 kurang 10? Bagaimana ini, aku bisa terlambat. Aigoo, ini semua gara-gara kau Jiyong!” Anjing itu membalas omelan Younghi dengan menjulurkan lidahnya dan mengibaskan ekornya.

Younghi memacu cepat mobilnya melalui jalanan kota Seoul. Di saat seperti ini caranya berkendara sangat payah. Ia tidak melihat spion belakangnya sedikit pun ia juga tidak menengok ke spion kanan dan kirinya. Berulang kali ia melewati mobil-mobil lainnya dan sempat membuat sebuah taksi hampir menabrak lampu jalan. Ia berhasil membuat kemacetan panjang dibelakangnya karena aksi gilanya itu. Untung saja tidak ada polisi yang berpatroli saat itu. Jika ada, pasti mobilnya itu sudah ditilang dan ia harus pulang jalan kaki karena ia tidak membawa uang sepeser pun.

-#-

Seorang namja berambut hitam pekat mengendarai sebuah mobil van hitam bersama seorang supir. Sebuah topi menutupi rambutnya dan kacamata hitam besar menggantung di hidungnya yang mancung. Hampir seluruh wajahnya terhalangi aksesoris itu, tapi tetap saja wajah rupawan namja itu masih tergambar jelas. Ia mendengus kesal sambil memandang ke layar handphonenya. Jemarinya sibuk menyantuh layar handphonenya. Ekspresinya berubah semakin kesal seiring dengan dering handphonenya.

“Ayolah Junhoe, temani aku menonton konser hyung! Aku janji akan mentraktirmu, Junhoe….”
“Aku malas, aku mau di dorm saja membantu Yun Hyeong hyung masak.”
“Mwo? Sejak kapan kau suka masak,hah?Ayolah”
“Ani!! Pokoknya aku tidak mau!!”
“Ya!!! Junhoe-ya!!!”

CITTTTTT!!!! Van itu berhenti mendadak, membuat pria itu sedikit terkejut. Ia melihat keluar jendela, memastikan apa yang terjadi. Ternyata tepat di depan gedung konser, terpakir sebuah mobil sedan audi putih. Mobil itu terpakir melintang menutupi jalan masuk ke tempat parkir yang ada di lantai bawah gedung itu. Deretan mobil berhenti di belakangnya. Pintu masuk gedung konser  dipenuhi dengan kerumunan orang. Karena penasaran, namja itu keluar dari vannya dan berjalan ke arah pintu masuk gedung itu, karena memang itu tujuannya ke sana. Dari kejauhan terlihat seorang yeoja tinggi berambut coklat sebahu dengan seekor anjing golden retiver di sampingnya. Yeoja itu terlihat sedang berteriak-teriak di depan seorang security.

“Ya!!! Kenapa kau menghalangiku masuk? Aku harus cepat ke dalam, konsernya sudah mulai!!”
“Maaf nona, tapi anda tidak boleh membawa anjingmu masuk.”
“Jadi, maksudmu aku harus meninggalkan Jiyong sendirian di sini? Tidak bisa!!!”Yeoja itu tidak mau menyerah ia terus mencoba utntuk masuk bersama anjing kesayangannya. Bahkan ia lupa kalau mobilnya belum terpakir dengan benar dan sekarang menghalangi semua orang. Sambil berdecak namja itu masuk ke tengah kerumunan dan mendekat ke arah yeoja itu.

“Nona, kau bisa bahasa korea atau tidak?  Di sini tertulis dilarang membawa hewan. Jadi, kau tidak boleh membawa masuk anjingmu itu. Apa jangan-jangan kau tidak bisa membaca?” Kata namja itu santai sambil menunjuk ke arah tulisan yang tertempel di depan gedung.

Yeoja itu menoleh ke arah namja bertopi dan berkacamata hitam yang ada di sampingnya. Mata almodnya melotot siap menyemprot namja itu dengan pembelaannya. Sebelum ia sempat bicara, datang lebih banyak security dan menariknya menjauh dari sana. Sementara namja itu hanya menggeleng pelan dan masuk ke gedung konser.

Begitulah akhirnya, karena kebodohannya sendiri, Younghi harus berakhir di ruang keamanan gedung itu bersama anjingnya. Ia memandang sedih pada tiket VIP yang ada di tangannya dan sekarang sudah tidak ada gunanya lagi. Suara alunan musik dan jeritan para yeoja terdengar dari dalam gedung konser itu, membuat Younghi semakin kesal dan merutuki dirinya sendiri. Dia memainkan kunci mobilnya, melempar-lemparkannya ke udara untuk mengatasi rasa bosannya. Setelah beberapa jam menunggu dalam diam, konser pun selesai juga. Itu berarti dia sudah boleh keluar dari sana dan pulang ke rumahnya. Dengan wajah lesu, ia menuju ke mobilnya yang sudah diparkirkan di bassment. Ia memandang iri yeoja-yeoja lain yang keluar dari gedung dengan wajah gembira sambil menenteng lightstick dan handbanner. Beberapa diantara mereka mengamati smartphone,polaroid dan digital kamera mereka yang sudah penuh dengan foto namja-namja tampan yang selalu menghiasi mimpinya setiap malam. Yun Younghi mendesah pelan sambil memukul kepalanya sendiri, merutuki kebodohannya. Tinggal beberapa langkah lagi ia sampai di mobilnya dan siap menaikan anjingnya ke kursi belakang. Sampai ia sadar Jiyong sudah terlepas dari rantainya. Ia terlonjak kaget, ia takut anjingnya itu tersesat di ramainya kota seoul dan berakhir di penampungan anjing. Atau donghae tersayangnya itu, tertabrak mobil lalu berakhir cacat atau lebih buruknya lagi berakhir di pemakaman pribadi di samping rumahnya.Ia mengelengkan kepalanya menghapus khayalan buruknya. Kemudian menoleh dengan cepat ke luar lahan parkir. Dan untungnya di kejauhan ia melihat gumpalan bulu coklat berlari mengejar seekor kucing putih. Gumpalan bulu itu berlarian diantara yeoja-yeoja yang berkerumun, membuyarkan keumunan yeoja itu, dan menimbulkan “sedikit” kekacauan.

“Ya!!!! Jiyong, kembali!!!” Pekiknya sambil berlari mengejar Jiyong. Ia melewati yeoja-yeoja yang sedang mengomel membuat suasana menjadi semakin kacau. Sementara gumpalan bulu coklat itu semakin mendekat ke arah jalan raya.
CIIITTT!!!!BRAKK!

Gumpalan bulu itu terguling dan mengeluarkan darah dari mulutnya. Melihat kejadian itu, Younghi mematung di tempatnya berdiri. Rasanya seluruh tubuhnya membeku, pikirannya kosong dan setengah nyawanya menghilang dari tubuhnya. Cairan bening menetes dari sudut matanya yang besar.

“Jiyong!!!!!!!” Pekiknya sepreti orang gila. Ia berlari ke tengah jalan menuju ke gumpalan bulu tak bernyawa itu. Ia menangis sejadi-jadinya berteriak-teriak memanggil nama anjing yang sudah seperti adiknya sendiri. Ia menggocangkan tubuh tak bernyawa itu berusaha untuk membangunkannya. Mobil yang menabraknya masih berada di sana, menciptakan kemacetan panjang di belakangnya. Younghi memandang penuh kebencian ke arah mobil van hitam di depannya. Dengan wajah yang lebih mirip seorang preman, yeoja itu menggedor-gedor jendela mobil itu.

“Ya!!! Keluar kau pembunuh!!!”

Seoran namja tampan, dengan mantel hitam keluar dari mobil itu. Orang-orang yang berkerumun saling berbisik bersamaan dengan keluarnya namja rupawan itu. Dengan tenang namja itu membuka kacamata hitamnya dan mengambil tempat di hadapan Yun Younghi.

“Maafkan saya nona, tapi kematian anjingmu itu sama sekali bukan kesalahan saya.”Suara gentle namja itu sedikit menggelitik pendengaran Younghi. Tapi, ketika ia melihat wajah namja itu, seketika kemarahannya memuncak. Seluruh molekul di tubuhnya serasa mendidih, tatapan matanya menajam bagaikan mata singa yang siap menerkam mangsanya.

“Kau!!!! B.I. iKON boyband ingusan dan pencabut nyawa Jiyongku……. Mwo?? Ini bukan kesalahanmu? Setelah kau membuat anjingku terkapar seperti itu, kau bisa bilang itu bukan salahmu???? Aku tak akan memaafkanmu dan boyband ingusanmu!!!!”

Namja itu terkejut mendengar penghinaan menyakitkan dari seorang yeoja gila di depannya. Rasanya saat itu juga ia ingin membalas ucapan pedas dari yeoja itu, kalau saja saat itu hanya ada mereka berdua. Ia mengurungkan niatnya karena ia sadar kalau ia melakukannya, imagenya yang sudah dibangun selama ini bisa hancur berantakan. Padahal iKON belum debut jadi ia harus menjaga imagenya sebaik mungkin. B.I. membalas Younghi dengan senyuman tenang, namun dari matanya terpencar jelas kemarahan. Namja itu medekat ke arah Younghi mengambil dompet dari saku celananya dan megeluarkan sebuah kartu dari dalam dompetnya.

“Sekali lagi maafkan aku nona. Kalau kau menuntut ganti rugi, kau bisa menghubungiku nanti. Aku sedang sangat sibuk sekarang,oke?”kemudian namja itu berjalan menjauh dari Younghi diiringin dengan bisikan-bisikan orang-orang yang terdengar di kejauhan. Semua mata menatap tajam ke arah Younghi. Beberapa detik Younghi mematung di sana, dia masih berusaha mencerna kata-kata namja itu. Ia sangat marah baginya kata-kata namja itu adalah penghinaan untuknya.

“Bagaimana dia bersikap seperti itu setelah membunuh jiyongku???!!!” geram Younghi dalam hati.
“Ya!!!!!!Kim Hanbin!!!!!Aku bersumpah, aku akan selalu mengganggu hidupmu dan band ingusanmu itu!!!! Aku tidak akan membuat hidup kalian tenang!!! Aku akan masuk ke hidupmu Kim Hanbin!!!!!!!”bersamaan dengan pekikan Younghi, petir memecahkan keheningan malam itu. Kemudian mulai turun tetesan-tetesan air dari atas langit. Langit malam bertambah gelap tertutup awan-awan mendung yang beriringan datang menyergap langit.

—#—

Hangatnya mentari pagi menyentuh tubuh Younghi melalui kaca jendelanya. Angin pagi yang menyeruak masuk  membelainya lembut. Pagi itu ia merasa sangat lelah. Akibat kejadian semalam yang membuatnya frustasi berat dan tidak bisa tidur semalaman. Baru setelah jam menunjukkan jam 1 dini hari ia bisa tertidur di kasurnya yang empuk bersama dengan boneka tedy bear lembutnya. Memeluk boneka itu setidaknya bisa mengurangi kesedihannya. Menyenangkan memang memeluk boneka hangat itu di pagi yang sejuk seperti itu.

“Tunggu dulu, hangat? Seingatku boneka tedy bearku tidak sehangat ini.”

Younghi masih enggan membuka matanya yang sembab. Ia kemudian menyentuh kepala tedy bearnya yang dihiasi topi dan bulu putih lembut. Tapi……

“Mwo? Kemana perginya topi chesnut itu?” Younghi masih terus meraba kepala boneka tedy bearnya. Tangannya beralih ke wajah boneka itu.
“Loh, kok bulu lembutnya menghilang begitu saja. Dimana mata kelereng besarnya yang sangat kusukai itu?”  Younghi yang belum sadar sepenuhnya, menyentuhkan tangannya mencari tangan besar berbulu bonekanya.
“Mwo? Sejak kapan tedy bearku punya 5 jari seperti ini?Boneka ini lebih tampak seperti……..manusia!!!!”

Saat Younghi membuka matanya, tepat di depan wajahnya, ia menemukan wajah putih seorang namja yang sedang tertidur pulas. Begitu sadar ia sedang tertidur dengan posisi memeluk seorang namja seperti itu, ia tersentak dan segara meloncat dari kasurnya. Ia memandang ke seluruh penjuru kamar yang sangat asing baginya.

“Di mana aku? Apa jangan-jangan aku….di hotel?” Tanyanya frustasi.

Ia berusaha mengingat-ingat apa yang dialaminya semalam. Dia sangat yakin semalam ia langsung pulang ke rumahnya kemudian menguburkan anjing tersayangnya. Setelah itu, ia melakukan ritualnya mencoret-coret poster iKON mengamuk sejadi-jadinya dan memberikan tanda silang merah pada wajah namja yang berdiri di tengah. Ia menangis semalaman membuat seluruh isi rumahnya tidak bisa tidur. Ia menangis, memukul-mukul boneka tedy bearnya yang ia bayangkan dengan wajah B.I.

“Apa jangan-jangan aku…..mabuk?”

Tidak!!! Itu tidak mungkin!!! Ia tidak mungkin pergi ke ke klub malam, mabuk, lalu berakhir di kamar hotel itu bersama seorang namja yang tidak dikenalnya. Ia pernah bersumpah tidak akan pernah sudi menginjakkan kaki di tempat seperti itu. Ia memukul wajahnya sendiri berharap ini semua hanya mimpi. Ia tersentak saat telapak tangannya menyentuh wajahnya. Jemarinya merasakan kulit wajah yang begitu mulus, lembut. Juga lekukan wajah yang tegas, hidung mancung sempurna tanpa cacat sedikitpun. Ia menelan ludahnya, merasakan semua keanehan yang terjadi padanya. Kemudian ia memandang ke sekujur tubuhnya yang telah bertambah tinggi sekitar 5 cm.

“Kurasa, ini bukan wajahku, ini bukan tubuhku. Lalu, ini tubuh siapa?” Younghi berlari ke arah kamar mandi, lalu memandang dirinya sendiri di cermin washtafel. Bagaikan tersambar petir di siang bolong, Younghi berteriak terkejut dengan apa yang dilihatnya di cermin.

“TIDAK !!!!!!!Kenapa aku jadi begini ?????!!!”

“B.I. apa yang terjadi? Kenapa kau menjerit seperti itu?” Bobby memasuki kamar mandi tempat jeritan B.I. berasal. Diikuti dengan kelima namja dengan ekspresi khawatir. Sementara B.I. mematung di sana, matanya terbelalak mulutnya menganga saat mereka datang. Yoounghi tidak bisa memikirkan apapun, berada di tengah-tengah sekelompok namja yang sangat dibencinya, terperangkap dalam tubuh B.I. membuatnya ingin lompat dari gedung berlantai dua puluh itu. Tanpa pikir panjang ia segera berlari meninggalkan namja-namja tanmpan di belakangnya. Berlari ke mana saja yang penting menjauh dari sana dan mencari siapa saja yg bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

“YA!!! B.I. kau mau ke mana???!!!”

“‘B.I. hyung!!!!!!”

–#–

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi. Namun, B.I. masih bergelung di kasurnya yang empuk. Ia memeluk gulingnya erat dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Sinar matahari pagi tanpa malu-malu menerobos masuk ke kamar itu melalui fentilasi jendelanya yang besar. Begitu hangatnya cahaya mentari pagi menyentuh kulitnya, B.I. segera menaikkan kembali selimutnya kemudian terdengar dengkuran dari sana. B.I enggan membuka matanya yang terasa sangat berat. Ia masih ingat, semalam ia harus terjaga sampai pukul 3 dini hari di studio. Ia juga masih ingat, ketika dia berjalan seperti orang mati, dengan mata hitam seperti panda saat ia pulang ke apartemennya. Semua itu membuatnya ingin menghabiskan akhir pekannya di kamar saja, tidur sepuasnya sampai esok hari tiba. Tiba-tiba, hidungnya yang mancung menangkap aroma madu  bercampur susu yang sangat nikmat. Aroma lezat itu membuat perutnya berbunyi.
“Wah…..sepertinya ini aroma pie? Siapa ya yang memasaknya pagi-pagi seperti ini?” secara ajaib, tubuhnya terbangun tiba-tiba. Kakinya melangkah turun dari tempat tidurnya, kemudian melagkah keluar dari kamarnya. Matanya masih tertutup rapat. Di benaknya ia membanyangkan sepiring pie madu kecoklatan yang siap disantapnya. Ia sedikit terkejut ketika kakinya merasakan lantai yang berundak. Seiingatnya tidak ada tangga di dormnya.

“Loh, kok jalannya menurun begini? Ah, pasti aku sedang bermimpi….yang penting aku bisa menyantap buatan Yun Hyeong hyung.”

Tidak peduli dengan keanehan yang dirasakannya, B.I tetap melangkahkan kakinya menuruni tangga, dan mengikuti aroma pie itu sampai ke dapur. Begitu ia tiba di dapur, ia segera duduk di kursi makan. Ia dimanjakan dengan aroma pie nan lezat dan kursi kulit yang sangat nyaman.

“Tunggu dulu, aku rasa kursi di dorm tidak senyaman ini? Atau jangan-jangan manajer hyung sudah mengganti kursinya?” tanyanya dalam hati. Akan tetapi, B.I.tidak mempedulikan itu semua, dengan segera ia membuka kedua matanya. Betapa terkejutnya ia, saat ia menemukan seorang wanita paruh baya tersenyum sambil menyodorkan sepiring pie madu hangat di depan wajahnya. Ia juga terkejut melihat meja makan yang sangat besar juga dapur yang jauh lebih luas dari dapur di dorm mereka.

“Aku di mana? Siapa wanita ini? Dan, rumah ini? Aku pikir aku sekarang bukan di dorm? Bagaimana aku bisa sampai ada di sini?”
B.I. berusaha mengingat apa yang terjadi dengan dirinya semalam. Ia ingat, karena harus membuat lagu untuk album debut iKON, ia bekerja semalaman sampai dini hari. Ia masih ingat begitu sakitnya kepalanya karena kurang tidur dan makian yeoja gila yang masih bersarang di kepalanya. Kemudian, ia pulang ke dorm diantarkan oleh manajer hyungnya.
“Atau, semalam tanpa sadar bukannya aku masuk ke apartemen malah berbelok ke arah perumahan kemudian masuk ke rumah ini lewat jendela. Tapi, siapa wanita ini? Kenapa dia baik sekali pada orang asing?” B.I. masih berkutat dengan pikirannya saat wanita paruh baya itu, mengelus rambutnya dan mencubit pipinya.
“Selamat pagi Younghi-ya, anak eomma yang paling cantik. Bagaimana tidurmu, sayang?” B.I. terlonjak kaget, saat mendengar kata-kata wanita di hadapannya. Ia segera beranjak dari kursinya kemudian memandangi seluruh tubuhnya. Ia terkejut melihat tubuhnya yang terbalut piyama berwarna kuning terang bertuliskan Big Bang, juga tubuhnya yang bertambah pendek sekitar 5 cm. Ia bergidik ngeri begitu ia meraba wajahynya yang berubah menjadi tirus serta hidungnya yang terasa mengecil. B.I. kehilangan nafasnya dan jantungnya serasa melompat keluar dari rongganya, begitu ia memandang penampakan dirinya dari kaca jendela.
“MWOO????Apa yang terjadi padaku???Kenapa tubuhku berubah menjadi tubuh yeoja gila itu???!!!”

-TBC-

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s