Persona Non Grata [Shot 1]

persona non grata

Persona non grata

Author : Jinho48

Genre : Angst, Fantasy, Sad

Cast :

  • Lee Jonghyun (CNBLUE)
  • Gil Eun Hye (Actress) as Jo Ara

Length : Twoshot

Summary : “There is a certain someone who seems ordinary. You may not be interested. But the person quietly spends the day alone. Certain people just can’t talk about all of the old stories. So, they just live. There is a certain someone who wants to be an average person.”

Poster by LittleRabbit @IFA

#

BRUG

Aish, sialan! Tidak bisakah kalian berlaku lembut? Tsk! Manusia menyebalkan.” Gerutu seseorang yang baru saja di tarik keluar dari sebuah mobil lalu di hempaskan begitu saja hingga tubuhnya menghantap pagar.

“Berisik! Mulai saat ini kau akan tinggal di tempat ini. Ingatlah peraturan dan larangan yang VSC berikan, arra? Jangan berbuat macam-macam jika kau tak ingin di usir dari Korea ataupun di musnahkan.”

“Baiklah. Aku mengerti. Kka! Aku muak melihat wajah busukmu itu, Jack.” Cibir pemuda yang tadi di perlakukan sedikit kasar. Ia segera membuka pintu pagar rumah tipe minimalis itu.

“Jaga dirimu baik-baik, eoh? Jangan sampai VSC memberimu hukuman lagi. Cukup dengan hukuman ini. Selamat tinggal! Sampai jumpa lain waktu, Boo. Saranghae, Jonghyun-ah~” goda pemuda bernama Jack itu sembari memberikan wink kepada Jonghyun yang baru saja akan membuka pintu rumah barunya.

YA! Berisik! Jangan panggil aku boo! Aku bukan pacarmu, tolol!” teriak pemuda berkulit putih pucat itu lalu ia memasuki rumahnya. Setelah melepas sepatunya ia kembali mencibir pemuda bernama Jack itu. “Dan apa tadi dia bilang? Saranghae? Cih! Menjijikan!”

Dengan malas ia mulai merapikan kamarnya dan menata bajunya yang sudah di kirim siang tadi. Mulai malam ini dia akan memulai kehidupan barunya. Sebelumnya dia tidak pernah hidup di tempat seperti ini. Hidupnya selalu tenang di dalam gedung bertingkat yang minim cahaya. Bau obat dan segala macam racikan formula sudah menjadi temannya. Pekerjaannya hanya makan, bermain musik, menjadi tikus percobaan, dan tiduran saja.

Memang apalagi yang bisa dilakukan oleh vampir sepertinya? Yah, dia berbeda. Dia bukan manusia seperti Jack. Ia hanyalah salah satu dari vampir yang masih ada dengan populasi yang makin sedikit. Hanya ada 30 vampir yang tersebar di dunia. Namanya adalah Lee Jonghyun. Pemuda berparas tampan yang sebelumnya merupakan tahanan VSC. Dia mengalami masa pelatihan sebelum akhirnya ia di lepas di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.

Dan mulai besok, dia akan memulai kehidupan barunya sebagai seorang siswa di salah satu SMA terbaik yang ada di Seoul. Sebenarnya dia benci sekolah tapi ia tidak punya pilihan lain. Jika dia menolak, bisa-bisa ia musnah karena formula-formula gila yang setiap hari selalu di berikan padanya. Jadi, dia menyetujui perkataan dari VSC. Setidaknya sekolah lebih baik daripada ruangan eksperimen.

Setelah selesai merapikan kamarnya, ia memilih untuk menghabiskan waktu di taman belakang rumahnya sambil meminum segelas darah segar yang di sediakan oleh VSC di lemari pendingin. Darah itu bukanlah darah manusia. Itu hanya darah ayam. Vampir dilarang untuk meminum darah segar yang berasal dari manusia. Maka dari itu, setiap vampir muda akan di latih untuk mengendalikan instingnya agar mereka bisa menjadi vampir vegetarian.

Jonghyun POV

Kulangkahkan kakiku dengan malas menuju gerbang sekolah baruku. Saat melewati lapangan, kulihat banyak murid baru yang sedang di hukum. Untung saja aku tidak di masukkan di kelas 1 tapi di kelas 2. Aku paling malas dengan masa ospek. Masih ada setengah jam sebelum jam pelajaran pertama di mulai. Apa yang harus kulakukan ya? Ah, lebih baik aku tiduran di ruang kesehatan saja. Lumayanlah bisa bersantai sejenak.

Tapi, dimana letak ruang kesehatannya ya? Ah, sial. Di sekitar lorong utama tidak banyak orang yang belalu lalang. Pada siapa aku harus bertanya? Aku terus mempehatikan kesekeliling dan aku tak mendapati sosok manusia yang bisa ku tanyai. Kebanyakan dari mereka acuh dan tergesa-gesa. Hingga akhirnya aku tak sengaja bertabrakan dengan seorang siswi. Aku pun mengulurkan tanganku untuk membantunya berdiri.

Mianhae.” Ujar gadis itu lalu hendak berlari menjauhiku tapi aku berhasil menahannya.

“Tunggu sebentar, dimana ruang kesehatannya? Aku murid baru jadi tidak tahu letaknya.”

“Ah, dari sini lurus saja lalu belok ke kiri. Lurus terus lalu belok ke kanan. Nanti ada tangga, naiklah kemudian belok ke kiri dan lurus saja. Ruang kesehatannya ada di ujung lorong.” Jelasnya pelan.

“Err.. bisa kau antarkan aku? Kepalaku pusing dan aku malas berpikir. Mau menolongku kan?” tanyaku pada gadis lugu itu. Dia pun menatapku sejenak lalu mengangguk lemah. Ia berjalan terlebih dahulu dan aku mengikutinya dengan langkah santai. Hah, lumayanlah hari ini aku sudah mendapat teman baru.

“Oh ya, siapa namamu?” tanyaku lagi. Dia hanya diam sejenak tapi tidak berhenti.

Setelah beberapa menit ia diam, akhirnya ia menjawab pertanyaanku dengan ketus. “Apakah itu penting untukmu? Kenapa aku harus memberitahukan namaku pada orang asing sepertimu? Lebih baik kau diam dan ikuti saja. Jangan banyak bertanya!” ketusnya setelah ia berhenti. Kemudian ia melangkah kembali tapi aku mendahuluinya dan berhenti tepat di depannya. Hampir saja kepalanya terkantuk daguku.

Aku menundukkan badanku dan ku dekatkan wajahku ke arahnya. “Kenapa kau ketus sekali padaku? Apa salahnya aku menanyakan namamu? Dan aku bukanlah orang asing. Aku akan menjadi temanmu setelah ini.” ujarku dengan nada melas. “Hm, omong-omong kau cantik juga. Johaeyo, Jo Ara-ssi.” Lanjutku dengan nada menggoda yang berhasil membuat pipinya merona kemerahan.

“Ah, sudahlah. Aku tidak akan mengantarmu. Pergi saja sendiri!” ucapnya dengan sedikit gugup yang ia tutupi dengan nada tingginya.

Aku tersenyum simpul. Lantas aku memulai aktingku. Ku ambil bungkusan jus tomat –yang sebenarnya adalah darah –dari saku celanaku lalu aku membukanya dan meneteskan sedikit di sekitar hidungku. Aku berusaha memasang wajah sesendu mungkin lalu dengan lirih aku memanggil nama gadis itu. Namun gadis itu tak merespon. Aku pun berjalan tertatih-tatih mendekatinya dan….

BRUG

Ku jatuhkan tubuhku tepat di belakangnya hingga kepalaku bersandar di bahunya. Aku berusaha memeluknya. Dia pun langsung membeku di tempatnya. Ia menoleh ke arahku dan aku juga menoleh ke arahnya hingga wajah kami begitu dekat dan netra kami saling bertatapan. Sesaat dia terdiam namun ketika menyadari ada darah di hidungku, ia segera membalikan badannya dan ia berusaha menahan tubuhku.

YA! Gwaenchana?” tanyanya khawatir. Aku tersenyum kecil melihat wajah paniknya. Dia segera memapahku menuju ruang kesehatan.

Sampai di ruang kesehatan, tidak ada penjaga maupun dokternya jadi dia hanya membaringkanku di salah satu kasur yang ada. Ia segera mencari tisu dan membersihkan darah yang tadi ada di hidungku. Hmh, sentuhnyanya begitu lembut. Bau darahnya juga harum. Tapi aku tidak akan meminum darahnya. Aku vampir vegetarian. Ah, wajahnya lumayan manis. Eh? Apa yang kupikirkan? Tsk!

“Apa kau baik-baik saja? Bolehkah aku kembali ke kelasku? Tidak perlu ku temani kan?” tanyanya bertubi-tubi.

“Hm, aku ingin kau temani aku sebentar saja. Setelah itu kita pergi ke kelas bersama. Aku akan menjelaskannya pada gurumu nanti. Kau mau kan?”

“Baiklah. Hanya sebentar, oke? Aku tidak ingin kehilangan waktu berhargaku terlalu lama.” Ujarnya ketus. Ckck, gadis ini benar-benar….

Ara POV

Saat ini adalah jam olahraga. Dan kini aku sedang mengganti seragamku bersama beberapa siswi dari kelas lain. Samar-samar aku bisa mendengar jika mereka sedang bergosip tapi aku berusaha mengabaikannya. Mereka benar-benar bodoh. Untuk apa menggosipkan orang lain? Ckck, seperti tidak ada pekerjaan lain. Untung saja aku tidak termasuk ke dalam kumpulan gadis penggosip di kelasku. Aku lebih suka membaca buku jika memiliki waktu luang.

Kemudian aku segera pergi setelah aku selesai mengganti seragamku. Baru saja aku keluar dari ruang ganti, aku tak sengaja bertabrakan dengan seseorang. Dan karena itu seragamku jadi terkena noda dari minuman yang di bawa orang itu. Aku mendengus sebal. Ku tatap orang yang telah menabrakku dan ternyata itu adalah Lee Jonghyun. Sialan! Kenapa aku harus berurusan dengan pria aneh ini.

“Wow, kita bertemu lagi, Ara-ya. Aku minta maaf karena membuat seragam olah ragamu menjadi kotor. Lebih baik kita temui Ahn Songsaenim sekarang dan aku akan menjelaskannya. Kaja!” ujarnya santai. Dengan terpaksa aku mengikutinya tanpa banyak bicara. Aish… menyebalkan!

Sampai di depan Ahn Songsaenim, Jonghyun segera menjelaskan segalanya dan pak tua itu memberi kami hukuman karena terlambat datang. Lagi-lagi aku harus menghabiskan waktu berdua dengan pria gila ini. Kami di hukum berlari mengelilingi lapangan sebanyak 5 kali dalam waktu setengah jam. Itu benar-benar gila! Lapangan sepak bola yang ada di sekolah ini begitu luas. Apa Ahn Saem sudah gila? Tsk! Tanpa membuang waktu aku segera berlari.

Jonghyun pun menyusulku. Dia berlari beriringan denganku. Aku pun mempercepat lariku dan dia juga melakukan hal yang sama. Hah! Pemuda ini benar-benar membuatku kesal. Aku menoleh ke arahnya dan dia malah menunjukkan cengirannya. “Waeyo, Ara-ya? Apa kau kesal?” tanyanya dengan nada polos.

Aku memutar bola mataku jengah. “Jangan sok polos! Sudah jelas aku kesal. Aku benci berurusan dengan pria aneh sepertimu.” Cibirku. Lantas kembali ku percepat langkahku.

Wkwk, jangan benci padaku. Nanti kau bisa jatuh cinta padaku, Ara-ya.”

Cih! Hanya dalam mimpimu, Lee Jonghyun-ssi. Aku tidak akan pernah jatuh cinta padamu.”

“Benarkah? Kalau begitu, ayo berlari sambil bertatapan. Buktikan jika kau tidak akan jatuh cinta padaku.”

“Ha? Untuk apa melakukan hal bodoh seperti itu? Aish, sudahlah! Lebih baik kau diam dan selesaikan hukumanmu.” Ujarku ketus lalu berusaha berlari secepat mungkin. Hanya tinggal 2 putaran lagi.

Wae? Kau takut jatuh cinta padaku ya? Ckck, lihat saja nanti. Ku pastikan kau akan jatuh cinta padaku.” Balasnya lalu berlari mendahuluiku. Tsk! Menyebalkan.

Aku pun segera menyusulnya. Lantas ia berbalik ke arahku. Ia berlari mundur dan kami saling bertatapan. Pria itu menatapku sembari senyum-senyum tak jelas dan aku mengabaikannya. Karena terlalu fokus bertatapan, aku tak sadar bahwa kami sudah menyelesaikan hukuman dari Ahn Songsaenim. Kemudian kami kembali ke lapangan basket dan ikut bermain bersama yang lain.

Di malam yang dingin dan sunyi ini, seorang pemuda berjalan menyusuri jalanan setapak yang mengarah ke sebuah danau kecil. Setelah sampai, ia duduk di sebuah batang tumbang yang ada di pinggir danau itu. Lantas pemuda itu mengeluarkan headset dan ponselnya. Dia mulai memasang headset yang terlah tersambung dengan musik yang ada di ponselnya lalu ia hanya diam. Menatap kosong ke arah danau.

Perlahan otaknya kembali memutar rekaman masa kecilnya. Mulai dari kejadian dimana ia bersenang-senang dengan orang tuanya hingga ketika ia berpisah dengan orang tuanya. Tanpa sadar air mata mengalir di kedua belah pipinya. Dia rindu orang tuanya yang sekarang entah ada dimana. Hidupnya yang sekarang terlalu hampa dan menyedihkan. Ia hanya tinggal sendiri tanpa seorang pun menemaninya.

“Hey!” sapa seseorang tiba-tiba yang membuat pemuda itu terkejut. Ia menghapus air matanya lalu mencari sosok yang menyapanya tadi.

“Apa kabar, Tuan Lee?” tanya orang asing yang kini berdiri di samping pemuda tadi lalu ia mendudukan diri tepat di sebelah seseorang yang di panggilnya Tuan Lee.

Eoh? Woobin Hyung?”

Wae? Tidak senang bertemu denganku?”

“Bukan begitu. Hanya terkejut saja. Apa masa hukumanmu sudah berakhir?”

Keke, menurutmu? Aku rasa aku tidak akan berada disini jika aku masih di hukum.”

Araseo. Kenapa kemari?”

“Aku hanya merindukanmu, Jonghyun-ah. Memang kau tidak rindu padaku?”

Jinja? Tapi sungguh sayang karena aku tidak merindukanmu. Setelah ini, apa yang akan kau lakukan?”

“Sialan! Ah, entahlah. VSC menyuruhku kembali ke sekolah tapi aku tidak tahu. Haruskah aku pergi ke sekolah?”

“Terserah padamu. Tapi, apa tidak apa-apa kau kembali ke sekolah? Pasti teman sekolahmu sudah menegtahui identitasmu yang sesungguhnya.”

“Ah, aku tidak peduli dengan mereka. Terserah mereka saja. Oh ya, bagaimana dengan harimu di sekolah?”

“Cukup menyenangkan. Ada gadis yang bisa ku goda. Hehe.”

“Wow… gadis? Jangan-jangan kau jatuh cinta padanya. Bagaimana gadis itu? Apa yang membuatmu tertarik?”

“Dia gadis yang jutek dan ketus tapi aku suka dengannya. Gadis itu berbeda dengan gadis lainnya. Dan untuk masalah jatuh cinta, belum bisa ku pastikan. Bisa saja itu terjadi.”

“Hm, baiklah. Sepertinya aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa, Jonghyun-ah!” ucap Woobin lalu dia beranjak dari tempatnya.

“Hati-hati, eoh? Sampai jumpa, Woobin Hyung.” Ujar Jonghyun sembari tersenyum tipis.

Pemuda jangkung itu hanya membalasnya dengan lambaian tangan. Tak lama kemudian ia pun menyusul Woobin. Sepanjang jalan, Jonghyun hanya menatap kosong jalanan yang di lewatinya. Tak di indahkannya orang-orang yang ditabraknya selama melalui jalan itu. Air mata kembali mengalir di wajah tampannya. Entah apa kali ini yang di pikirkannya hingga membuatnya menangis. Sepertinya dia benar-benar kacau.

Akhirnya ia sampai di depan rumahnya dengan selamat. Saat hendak membuka pintu gerbang, dia mendengar seseorang yang berteriak minta tolong. Dengan segera dia berlari ke arah sumber suara yang rupanya mengarah ke gang sempit yang ada di persimpangan jalan dekat rumahnya. Dia mendapati seorang gadis yang tengah di ganggu oleh beberapa preman yang memang sering mencari masalah di kompleks perumahan itu.

Tanpa basa-basi, Jonghyun langsung menghajar para preman itu. Ia menyembunyikan gadis tadi di balik punggungnya. “Mau apa kalian? Jangan sentuh kekasihku!” teriak Jonghyun lantang. Tetapi preman-preman itu tersenyum remeh. “Kekasih? Cih! Anak muda sepertimu belum sepantasnya berpacaran.” Ejek salah satu preman.

“Lebih baik sekarang kau pulang dan minta susu pada ibumu lalu tidur. Haha.”

“Tak usah banyak bicara! Jika berani, lawan aku sekarang!” tantang Jonghyun kemudian para preman itu pun mulai menyerang dan pemuda berkulit putih pucat itu segera menangkis segala serangan yang di tujukan padanya.

BRUK DUG BRAK

Setelah membereskan preman-preman itu Jonghyun mengajak gadis tadi pergi dan ia membawa gadis itu ke apartmennya. Tapi betapa terkejutnya ketika dia mengetahui siapa gadis yang di tolongnya itu. Begitu pula dengan sang gadis. Ia sangat terkejut mengetahui siapa yang telah menolongnya tadi. Namun keduanya memilih diam hingga sampai di rumah Jonghyun. Keduanya kini duduk di ruang tamu.

Igeo, minumlah!” ujar Jonghyun sembari menyodorkan sekaleng orange juice yang baru saja di ambilnya dari lemari es.

Gomawo. Hm, terima kasih juga untuk yang tadi.” balas gadis itu seraya menerima sekaleng minuman itu.

“Sama-sama. Tapi, kenapa kau bisa ada di daerah ini?”

“Tadi aku di suruh ibuku untuk membeli kue di toko yang ada di sebelah gang lalu saat aku hendak kembali, ada segerombolan orang yang menghadangku.”

“Ah, seperti itu. Dimana rumahmu? Apa perlu ku antar?”

“Eh? Di kawasan Myeongdong. Tidak jauh dari sini dan aku bisa pulang sendiri. Kau tak perlu mengantarku.”

“Yakin? Bagaimana jika kau di ganggu lagi? Sudahlah, biar ku antar. Kaja! Nanti keburu larut.”

“Apa tidak merepotkanmu?”

“Tentu saja tidak. Ayo pergi! Apa kau membawa kendaraan?”

“Ah, tidak. Tadi aku naik taksi.”

“Hm, ayo pergi!”

Gomawo, Jonghyun-ssi.”

Ne, cheonma, Ara-ya. Oh, jangan panggil aku dengan embel-embel ssi.”

“Lalu? Hm, Jonghyun-ah?”

“Nah, begitu lebih baik. Ayo cepat!”

Helo~ saat ini saya membawakan FF khusus yang di request oleh Mamih Lia. Woah, aku sungguh terkejut karena bisa bikin FF fantasy dengan waktu yang cukup singkat dan bisa mendapat twoshot. Semoga mamih engga kecewa sama hasilnya.

Jangan lupa RCL! Mian for typo~ Gomawo^^

Advertisements

5 thoughts on “Persona Non Grata [Shot 1]

    • helo… makasih karena udah berkenan baca dan coment hehe
      Iya, aku sedikit terinspirasi dari drama itu. Aku masukin scene2 favoritku di drama itu ke crita ini hehe 😀

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s