[EXO-K SERIES] Delight – Page 4

delight-copy

Title:  DELIGHT [Page 4]
Author : seyofx
Length : Multichapter
Main cast: Do Kyungsoo, Kim Jongin, Han Yoo Rae (OC)
Rate : Teen, PG-13
Genre : romance, school life, action

Poster by armyjh @ indofanfictionsart gamsahamnida~

Recommended song: Just – I Love You (Man from the stars OST)

Author note: haloo, maaf banget aku lama updatenya karena aku sibuk ujian dan ulangan:( anw enjoy yaa jgn lupa Read Like dan Comment, maaf kalo ffnya jelek ganyambung gt^^

Kyungsoo’s P.O.V

 

Setelah mengeringkan badan, aku mengambil kaos putih dan celana jeans biru favoritku. Setelah memakai celana jeans, aku memandang kaos putih lagi. Sepertinya aku pakai sweater baru itu saja, batinku. Akhirnya aku meletakkan kembali kaos itu ke lemari dan mengambil sweater hitam baru yang diberi Ahn Corp. Sweater itu adalah sweater anti peluru, selain itu juga kehangatan sweater itu lebih bagus disbanding sweater biasanya. Dan ohiya ada alat pelacak juga di sweater ini.

Sebenarnya yang pertama kali mengusulkan dibuatnya sweater anti peluru adalah Kim Hyeyeon noona, alasannya adalah sekarang sudah mulai memasuki musim gugur di Korea, dan suhu udara mulai menurun. Karena itu diperlukan sweater untuk menghangatkan tubuh sekaligus menjadi tameng ketika tiba-tiba kita diserang musuh.

Tetapi sepertinya ini lebih ke sweatshirt daripada sweater, tapi.. ah sudahlah!

Aku membuka pintu kamar dan berjalan keluar, aku menengok ke kanan melihat pintu kamar hyung. Pintunya sudah tertutup, mungkin dia sudah kembali ke kost saat aku sedang tidur. Ah sayang sekali, aku hanya berbicara dengannya selama 30 menit.

Do Min Jun hyung adalah anak eomma dari pernikahannya dengan suaminya dulu, lalu eomma bercerai dan menikah dengan ayah hingga akhirnya beliau melahirkanku. Aku dan Do Min Jun hyung jarak umurnya jauh sekali yaitu 17 tahun, dia sekarang kuliah S2.

“bi, dimana eomma?” tanyaku

“nyonya sudah berangkat Dinas jam 7 pagi tadi, tuan.” Jawab bibi

Aku menengok kearah jam, ohiya sudah jam setengah 10 sekarang. Aku melihat kotak obat kecil diatas meja, lalu aku mengambilnya dan bertanya ke bibi obat siapa itu

“ah, itu vitamin dari tuan Do Min Jun untuk tuan Do Kyungsoo. Dia memintaku untuk meletakkannya disitu agar tuan mengambilnya.” Jawab bibi

Aish jinja, perhatian sekali dia, batinku senang

Setelah makan sarapan yang dibuat bibi, aku memutuskan untuk keluar rumah untuk membeli dan membaca buku atau mungkin nanti mampir ke kantor Ahn corp untuk melihat perkembangan penyelidikan atas video diary dan narkoba 2 hari yang lalu.

Daun-daun mulai berguguran. Orang-orang mulai memakai jaket tebal atau mantel untuk menghangatkan tubuh mereka, saat aku ke perpustakaan, seorang pustakawan menyalakan penghangat ruangan untuk menjaga suhu ruangan perpustakaan sehingga perpustakaan itu hangat dan nyaman.

Setelah meminjam buku, aku berjalan keluar perpustakaan. Tiba-tiba aku melihat orang-orang berlari dan berteriak panik. Dan aku melihat asap dari kejauhan

“ada apa ini?” tanyaku kepada seseorang yang berhenti berlari

“ada orang yang memakai topeng kabuki yang menembakan peluru ke seluruh kota, dan diikuti oleh anak-anak buahnya!” ujar orang itu panic

Yoo Rae!

Tiba-tiba saja aku mendapat feeling tidak enak dan mengkhawatirkan Yoo Rae. Aku mengambil kotak kacamata yang kusimpan di kantung celanaku, lalu aku memakai kacamata pelacak dan mencoba melacak Yoo Rae, lalu aku mengaktifkan pelacak musuh di jam tanganku

Keberadaan musuh berada di jarak 300 meter dari tempat, musuh berada di arah jam 6

Aku menekan tombol jet di sepatuku, lalu aku mengambil lempengan besi penutup tong sampah dan menggunakannya sebagai skateboard jet. Aku terus melesat cepat menuju tempat Yoo Rae. Ah jinja! Kenapa jam segini si topeng kabuki mencari masalah!

Tiba-tiba, aku merasa tubuhku lemas dan pegal-pegal sehingga aku tidak bisa melesat lebih cepat. Aku terus memaksakan tubuhku untuk bergerak tetapi tubuhku menolak paksaanku sehingga aku tidak bisa melesat dengan sangat cepat

Untungnya, aku menemukan Yoo Rae di 7-eleven bersama Jongin. Keberadaan musuh berada di 50 meter dari tempat. Senjata api musuh terdeteksi.

Sial! Dia pasti mengikutiku dan mendeteksi kalau ada Yoo Rae disini!

“YOO RAE-AH!”

Aku melompat menuju Yoo Rae dengan semua tenaga yang tersisa, aku langsung memeluknya sampai terjatuh dan melindunginya dari peluru yang ditembakkan si topeng kabuki itu. Dan untungnya aku tidak terlambat, aku berhasil melindungi Yoo Rae dan peluru itu justru mendarat di sebuah tiang

“gwenchana?” tanyaku

“ne..Kyungsoo?!” Yoo Rae terlihat kaget setelah sadar bahwa yang melindunginya adalah aku. Lalu aku berdiri dan membantu Yoo Rae untuk berdiri. “dimana jongin?!” Tanya dia panic

Cih, dalam keadaan begini kenapa ia masih mengkhawatirkan si pecundang itu? Keluhku dalam hati, aku pun memilih untuk tidak menjawab pertanyaannya karena aku malas menjawabnya dan tidak tahu dimana Jongin sekarang

“wah wah tidak kusangka tingkat kepekaanmu sangat tinggi, Do Kyungsoo-ssi.” Laki-laki pengecut yang memakai jas hitam panjang sepaha melindungi tubuhnya dan memakai topeng kabuki konyol itu mendekatiku dan Yoo Rae. Terlihat anak-anak buahnya yang memegang senjata berjalan dibelakangnya.

“Kabuki!” teriakku dengan lantang

Tiba-tiba kabuki menembakkan peluru kearahku, aku langsung menekan tombol tameng di jam tanganku sehingga aku bisa menangkis tembakan itu. Saat ia menargetkan Yoo Rae, aku langsung berbalik badan dan memeluk Yoo Rae. Peluru itu memantul ketika terkenal sweaterku, ah ternyata sweater ini berguna juga.

“sudah kubilang, aku adalah Punisher! Bukan si topeng kabuki seperti yang kau katakan!” ujar si kabuki itu kesal, aku memeluk Yoo Rae semakin erat dan tidak menengok kearah si kabuki konyol itu. Tetapi dia berjalan 3 langkah mendekati kami dan memiringkan kepalanya.

“Omo, tidak kusangka aku bertemu dengan orang special hari ini! Han Yoo Rae! Senang bertemu denganmu!” ujar kabuki senang, disambut sorak-sorakan dari anak buahnya

Sial! Dia ternyata memang sudah tahu keberadaan Yoo Rae! Dan parahnya aku tidak bisa membawa Yoo Rae kabur karena tubuhku yang tiba-tiba lemah begitu saja. Akhirnya aku memutuskan untuk mengambil pin pelacak dan menyematinya di punggung Yoo Rae

“Han Yoo Rae, berlarilah sejauh mungkin. Jaga dirimu.” Kataku pasrah

“Kyungsoo-ah…”

“Cepatlah! Ia sudah tahu dirimu dan berniat untuk membunuhmu! Berlarilah, aku akan menghadapi Punisher. Jika anak buah itu mengejarmu, berlarilah dengan sangat cepat.”

“Tapi…”

“kumohon kali ini kamu menurutiku! Aku tidak mau kamu kenapa-kenapa!” tiba-tiba saja tubuhku makin melemah dan hampir terjatuh, Yoo Rae langsung membantuku berdiri dan membalas pelukanku

“Sepertinya hari ini hari keberuntunganku, aku menemukan anak dari si brengsek Han Seung Gi dan agent rahasia bodoh yang tiba-tiba saja tidak punya tenaga untuk melawanku.” Kata kabuki

“ya! Berhentilah! Kumohon!” isak Yoo Rae

“mianhae, Yoo Rae-ssi. Di pertemuan pertama kita ini, aku tidak ingin membuang-buang waktu. Aku sudah mendapat targetku dan aku tidak mungkin melepasnya. Dan agent ini adalah targetku juga, jika tidak ada dia maka aku bisa melakukan ritual dengan mudah tanpa ada serangga kecil yang mengganggu.”

Punisher mengarahkan tangan kirinya kearah aku dan Yoo Rae. Yoo Rae menggengam sweaterku erat, memelukku dan memejamkan matanya karena takut melihat ini semua. Aku mengelus punggung Yoo Rae agar ia tetap tenang dan tidak takut

“Selamat tinggal, para idiot.”

BOOM!

Aku mendengar suara tembakan yang dekat dari kami, aku sempat mengira suara tembakan itu adalah suara tembakan dari kabuki, tetapi ketika aku menengok ternyata ada seseorang didepanku dan Yoo Rae, ia menyelamatkan kami dengan cara menembak tangan kabuki. Dan orang itu adalah..

KIM JONGIN!

Sialan, si manusia besi penganggu itu tiba-tiba saja datang, kenapa harus dia?! Dia memakai kaos ketat berwarna hitam, dan dadanya terlihat bercahaya membentuk sebuah segitiga dan lingkaran seperti dada Tony Stark di Iron Man. Telapak tangannya mengeluarkan tembakan seperti Iron Man.

Lagi-lagi agent SKA ikut campur dalam misi agent Ahn Corp

“Han Yoo Rae! Gwenchana?” Tanya Jongin, Yoo Rae mengangguk

“ne, na gwenchana.”

Lalu Jongin menengok kearahku, “Ya! Aku selalu baik-baik saja!” ujarku seraya aku mengetahui pertanyaan yang akan dilontarkan Jongin

Jongin membantuku dan Yoo Rae untuk berdiri, “Kyungsoo-ah, kamu sepertinya keracunan.”

Aku mengambil tembakan laser di kantung celanaku, lalu memberikan 2 pisau ke Yoo Rae. “aku baik-baik saja. Jangan sok tahu, aku bisa kok melawan mereka.”

“Ya! Do Kyungsoo!” pekik Yoo Rae

“cih, dasar keras kepala.” Guman Kai

Jongin menembakkan tembakannya ke para anak buah kabuki, aku berusaha untuk menembak tetapi sasaranku selalu berhasil ditembak Jongin. Aku langsung menyenggol Jongin ketika ia mengarahkan tangannya ke salah satu anak buah, sehingga tembakannya meleset dan mengenai kabuki

“ya!” ujar Jongin kesal, tetapi aku memberikan isyarat ke Jongin untuk melihat ke kabuki, dan tiba-tiba Yoo Rae melempar pisaunya sehingga mengenai perut kabuki

Semua anak buah itu pun mengelilingi kabuki, mereka mencabut pisau itu dari perut kabuki dan membantu kabuki berdiri. Kabuki melihat kearah kami dengan tajam, lalu ia tersenyum licik

“ternyata boleh juga kemampuan kalian, aku cukup terkesan melihatmu Yoo Rae-ssi.”

Yoo Rae terlihat takut ketika mendengar ucapan kabuki

“Anggap saja kejadian ini adalah undanganku untuk kalian. Dan ohiya, aku mengundang kalian untuk datang melihatku yang akan menguasai dunia pada saat gerhana matahari! Hahahaha.”

Tiba-tiba kabuki menghilang bersama dengan anak buahnya. Yoo Rae berlari menghampiriku dan Jongin lalu membantu kami untuk berdiri. Yoo Rae melihat Jongin dari bawah sampai atas dengan tatapan tidak percaya

“kau…”

Jongin meletakkan telunjuknya di bibir Yoo Rae, “ssstt, rahasiakan ini ya.” Ucapnya

“ya ya ya terserah, ayo pulang.” Ketika aku menarik tangan Yoo Rae, tiba-tiba tubuhku lemah lagi sehingga aku terjatuh, tetapi Jongin berhasil menahanku sehingga aku tidak terjatuh. Lalu Jongin menawarkan tumpangan untuk mengantarku dan Yoo Rae pulang. Aku menolaknya habis-habisan tetapi Yoo Rae mengangguk setuju. Akhirnya Jongin membawaku pulang dengan mobil super cepat miliknya, dan aku menarik Yoo Rae untuk pulang kerumahku. Lalu aku membawanya ke ruang bawah tanah

“Ya! Kamu membawaku kemana?!”

Aku menyalakan lampu, terlihat senjata-senjata dan benda agent rahasia milikku yang disimpan di lemari kaca, lalu pakaian untuk menyamar, tempatku untuk berlatih beladiri, monitor-monitor yang terkoneksi dengan setiap kantor Ahn corp dan tempat favoritku untuk belajar dan bermain gitar. Yoo Rae duduk di sofa, kemudian aku memberikannya soda dan berjalan menuju lemari kaca yang berada di sebelah TV

“ini kamarmu?” Tanya Yoo Rae

“ani, ini ruangan favoritku. Jika aku bosan atau ingin belajar, aku kesini. Dan orang-orang dirumah pasti mengira aku sedang belajar atau tidur di kamar, padahal kenyataannya aku disini untuk meluangkan waktu atau menghubungi para agent dan operator untuk menyelesaikan misi dan teka-teki.” Jawabku sambil mengambil suntikan dan menancapkan suntikan itu dip aha bagian atas. Beberapa menit kemudian tubuhku tidak lemah lagi

“suntikan apa itu?” Tanya Yoo Rae

“penawar racun, sebenarnya aku tidak percaya dengan Jongin. Tapi akhirnya aku inisiatif untuk memakai penawar racun ini.” Yoo Rae memutar bola matanya

“well, bisakah kamu menjelaskan mengapa Jongin bisa mengeluarkan tembakan dari telapak tangannya dan tubuhnya seperti Iron Man yang di setiap tubuhnya ada senjata?”

Aku duduk di sebelah Yoo Rae, dan membuka kaleng sodaku “ceritanya panjang, ini berawal dari impian konyolku dan Jongin…”

No One P.O.V

Flashback On

Kyungsoo memberikan sebuah kotak berukuran kecil yang dihiasi dengan pita besar diatasnya ke Jongin, Jongin tersenyum ketika melihat kotak itu

“selamat ulang tahun yang ke 8, Kim Jongin!”

“gomawo Kyungsoo-ah, boleh aku membukanya sekarang?” Tanya Jongin, Kyungsoo mengangguk memperbolehkan Jongin untuk membuka kado darinya. Jongin pun langsung membuka pita dan merobek kertas yang membungkus kado itu. Setelah itu, Jongin mengeluarkan kado itu

“apa ini?” Jongin melihat dan memegang headset putih itu

“itu adalah headset, pada umumnya fungsi headset itu untuk mendengar lagu. Tetapi, ini bukan headset biasa! Headset itu bisa untuk berkomunikasi jarak jauh! Dan bukan itu saja, headset ini bisa menjadi tidak terlihat!”

Kyungsoo mengeluarkan sesuatu dari kantung celananya, ternyata itu adalah headset yang sama dengan Jongin. Perbedaannya hanya dari warnanya, headset Kyungsoo berwarna hitam. Kyungsoo pun memakai headset miliknya dan memakaikan headset putih ke telinga Jongin

“nih, kalau kamu mau berbicara tinggal ngomong di microphone mininya sambil ditekan tombolnya.” Kyungsoo mengarahkan microphone kecil yang terdapat di headset kiri ke mulut Jongin. Jongin tersenyum melihat tingkah sahabatnya ketika sedang berimajinasi. Jongin pun mengikuti arahan Kyungsoo

“test test, annyeong Kyungie.” Kata Jongin

Kyungsoo tertawa renyah melihat Jongin yang mengikuti arahannya, ia pun menekan tombol microphonenya dan berbicara “annyeong Jonginie! Selamat ulang tahun! Semoga kita menjadi agent rahasia bersama.”

Jongin tertawa, “nde, setelah aku mengumpulkan lemak aku akan menjadi agent rahasia bersamamu dan kita akan mengalahkan musuh bersama-sama!”

Kyungsoo tersenyum senang, Jongin mengidap bulimia. Jongin selalu memuntahkan makanan yang ia makan sehingga berat badannya selalu stabil, tetapi akhir-akhir ini berat badan Jongin turun drastis dan bahkan ia tidak diterima di skuad sepakbola sekolah karena terlalu kurus

“yap Jongin, kita akan menjadi agent rahasia bersama.”

7 tahun kemudian

“Kyungsoo-ah.” Jongin menghampiri Kyungsoo yang sedang memainkan iPadnya, Kyungsoo sedang mengamati misi yang sedang ia hadapi. Kyungsoo sekarang resmi menjadi agent rahasia Ahn Corp, sedangkan Jongin tidak diterima di Ahn Corp karena tubuhnya yg kurus tidak memenuhi persyaratan.

“nde?” Kyungsoo menutup iPadnya setelah mendengar Jongin memanggilnya, lalu Jongin duduk di depanku dan meletakkan sebuah amplop surat diatas meja. Jongin meminta Kyungsoo untuk membuka amplop itu

Kyungsoo pun membuka amplop itu dan membaca isinya, ketika membaca surat itu terlihat mata Kyungsoo yang menunjukkan ketidakpercayaan atas isi surat itu. Kyungsoo langsung meletakkan surat itu setelah membacanya

“itu adalah peluangku untuk bisa menjadi agent rahasia, aku diberikan asuransi dan jaminan untuk percobaan itu. Jika aku menerima tawaran ini. Mereka memohonku untuk menerima tawaran ini.” Jongin menjelaskan maksudnya itu

Kyungsoo menatap Jongin dalam, “apa kamu gila? Ini sama saja mereka memanfaatkan kamu untuk menjadi kelinci percobaan mereka! Apa kamu tidak berpikir kalau percobaan ini tidak masuk akal? Membuatmu menjadi senjata dan agent andalan mereka dengan cara membuat tubuhmu seperti Iron Man?!” ujar Kyungsoo

“Kyungsoo-ah…”

“kalau kamu ingin menjadi agent rahasia, bersabarlah. Selama 7 tahun ini aku selalu membantumu melawan bulimia, aku percaya kalau kamu nanti bisa kok menjadi agent rahasia…”

“Kyungsoo-ah!”

Kyungsoo terdiam ketika Jongin berteriak, “aku tidak sepertimu, Kyungsoo. Kamu selalu mendapatkan apa yang kamu inginkan! Dan sekarang ini adalah kesempatanku untuk menjadi apa yang kuimpikan!”

“Jongin…”

“baiklah jika kamu tetap memintaku untuk tidak menerima tawarannya, aku akan tetap menerima tawaran ini. Kamu bukan sahabatku, Kyungsoo! Seharusnya sahabat itu mendukung sahabatnya!” ujar Jongin

Kyungsoo menatap Jongin nanar setelah mendengar ucapan yang dikeluarkan Jongin, “kalau begitu mulai sekarang anggap saja kita tidak saling kenal.”

 

Flashback Off

Yoo Rae’s P.O.V

“dan akhirnya percobaan SKA berhasil. Jongin menjadi senjata sekaligus agent rahasia andalan mereka. Jongin sekarang memiliki tubuh cukup kekar dan bisa mengeluarkan peluru dari jarinya, laser dari matanya, tembakan dari telapak tangannya, dan sebagainya. Dia sempat meminta maaf kepadaku, tetapi aku tidak memaafkannya.”

“arraseo aku mengerti. Ohiya, tadi saat kamu menyelamatkanku kamu bilang kalau kamu bilang kamu tidak ingin aku kenapa-kenapa. Maksudnya apa? Kamu mengkhawatirkanku?” tanyaku

“ngh itu.. anu.. ah sudahlah! Ayo ikut aku! Kamu ini terlalu banyak bertanya.” Kyungsoo menarik tanganku menuju tempat computer-komputernya. Lalu ia menekan tombol di keyboard dan tiba-tiba ada tampilan-tampilan computer di sekeliling kami, seperti di film Iron Man saat Tony Stark sedang bekerja di labnya, ataupun film-film action lainnya. Kyungsoo memasangkan headset Bluetooth ke telingaku dan memintaku duduk

“omo, aku belum minta izin ke bibi Jin.”

“maksudmu bootstrap ahjumma?” Tanya Kyungsoo

Lalu Kyungsoo menyentuh monitor transparannya itu, kemudian muncullah video call dengan bibi Jin

“Ya! Bootstrap ahjumma!” sapa Kyungsoo

“aish jinja anak nakal ini! Panggil aku noona! Ngomong-ngomong, kenapa kamu menghubungiku? Biasanya kamu menghubungiku untuk meminta makanan atau hasil laboratorium.” Tanya bibi Jin

“ani, aku hanya memintamu untuk mengizinkan Yoo Rae dirumahku sekarang. Aku ingin menunjukkannya sesuatu.”

“sesuatu? Maksudmu file yang baru saja aku dan Jae Hyun temukan kemarin di kantor?” Tanya bibi Jin, Kyungsoo mengangguk. Lalu terlihat bibi Jin memiringkan kepalanya melihatku

“Ya! Han Yoo Rae! Jangan merepotkan Kyungsoo ya.” Nasehat bibi Jin

“nde nde arraseo.”

“bagus, aku pergi dulu ya. Annyeong.”

Bibi Jin menutup Video Call. Lalu Kyungsoo menyentuh monitor dan mencari-cari folder yang ia ingin tunjukkan kepadaku, “memang kamu ingin menunjukkanku apa?”

“video diary pertama orangtuamu. Bootstrap dan Ahn Jae Hyun menemukan video itu kemarin malam. Sambil kamu menonton video ini, aku ingin menghubungi Luhan apakah hasil laboratorium narkoba kemarin sudah keluar atau belum.”

Kyungsoo berjalan menjauhiku, lalu aku menyentuh tombol play di monitor, dan menekan tombol 2 kali agar video tersebut bisa full screen

“test test, ya! Gain! Lihat, camcordernya berfungsi!”

Astaga, itu ayah!

“jinja! Uwaa daebak-ida!” aku melihat eomma yang berlari mendekati appa yang sibuk mengatur jaraknya dan camcorder

“oke oke, ayo berkenalan. Annyeong haseo, Han Seung Gi imnida.”

“Annyeong haseo, Song Ga In imnida. Kami akan melaporkan hal-hal yang kami dapatkan selama 2 minggu ini.”

“yup, contohnya seperti percobaan punisher yang sudah dimulai dan mulai meneliti….”

“ya! Yeobo! Kamu melupakan sesuatu!”

“sesuatu? Ah nde, Han Yoo Rae jika kamu menonton video ini, jangan lupa makan, olahraga, dan belajar! Jangan lupa juga untuk belajar taekwondo dengan benar! Appa sayang Yoo Rae.”

“nado, eomma juga sayang Yoo Rae.”

Air mataku menetes ketika mendengar ucapan eomma dan appa, aku benar-benar merindukan mereka. Dan ternyata mereka membuat video diary ini untuk dilihat olehku juga. Aku terus menonton video itu dengan saksama, dan tiba-tiba Kyungsoo menghampiriku

“hasil laboratorium sudah keluar, dan hasilnya sangat mengejutkan.”

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s