Our Tomorrow [Part 3]

req-jinho-our-tomorrow

Our Tomorrow

Author : Jinho48

Genre : Angst, Brothership, Sad, Little bit romance, Little bit comedy

Cast :

  • Calistha Alentha Jung (OC)
  • Song Hyena (OC)
  • Kang Minhyuk (CNBLUE)
  • Lee Jonghyun (CNBLUE)
  • Min Jiae (OC)
  • Kim Haneul (OC)
  • Jung Yonghwa (CNBLUE)
  • Lee Jungshin (CNBLUE)

Length : (3/?)

Summary : “Kita tidak akan pernah tahu bagaimana hari esok yang akan kita dapatkan.”

Poster by LayKim @IndoFanfictionsArt

#

Suasana di sebuah restoran tampak sepi. Hanya ada beberapa pengunjung yang menempati sudut ruangan. Sedangkan di lantai atas kosong melompong. Jam telah menunjukkan pukul 12 malam dan itu waktunya untuk beristirahat namun tidak dengan ketujuh orang itu. Keempat pria dan ketiga gadis yang baru saja datang memilih untuk pergi ke lantai dua. Mereka memesan tempat itu untuk makan bersama.

Setelah memesan makanan serta minuman, mereka sibuk dengan aktifitas masing-masing. Ada yang sibuk bermain game, juga sibuk mendengarkan musik, melamun, dan ada pula yang berbincang. Namun, ada seorang gadis yang sibuk memperhatikan pemuda yang tengah melamun. Di sebelah pemuda itu, ada gadis yang tengah tertidur pulas dengan bersandar pada bahu kekasihnya. Kemudian pesanan mereka datang.

Sejenak mereka menghentikan aktifitas mereka lalu mulai memakan pesanan masing-masing. Termasuk gadis yang tadi tertidur. Dia bangun setelah di bangunkan oleh kekasihnya. Tapi tidak dengan pemuda yang sejak tadi terus melamun. Gadis yang duduk di depannya pun menatapnya iba. Lantas dia memanggil gadis yang ada di sebelah pria itu. Ia memberi isyarat agar bertukar tempat. Namun gadis itu tidak mau.

Dia menyuruh kekasihnya menyingkir lalu ia menggeser tubuhnya. Gadis itu menatap perempuan yang meminta bertukar tempat duduk tadi. Mengerti maksud tatapan itu, ia beranjak dari tempatnya lalu dia duduk di sebelah gadis tadi sementara pemuda tadi duduk di tempat gadis itu. Yang lain hanya menatap gadis berambut blonde itu dengan tatapan tak mengerti. Hanya gadis berambut hitam pekat di sebelahnya yang acuh padanya.

“Jonghyun-ah?” panggil gadis berambut blonde sebahu itu pada pria yang ada di sampingnya. Tapi sayang tidak ada tanggapan.

Lalu, ia mencobanya lagi. Kali ini sambil menguncangkan tubuh pria itu. Lagi-lagi tidak ada respon yang berarti. Karena gemas, gadis itu menarik wajah pria tadi lalu mengecup bahkan melumat bibir pemuda berambut perak itu. Cukup lama ia melakukan itu dan tanpa sadar ia melakukannya sambil menangis. Akhirnya adegan kissing itu pun berakhir. Pemuda yang baru saja di perlakukan seperti itu hanya diam. Dia menatap gadis itu dengan tatapan kosong.

“Calistha…? Wae? Kenapa kau melakukan ini? Sudah kedua kalinya bukan? Apa kau sengaja melakukannya? Ingin mempermainkanku, huh? Kenapa? Kau pikir aku suka di permainkan seperti ini? Aku punya hati, Cal. Kau…. arrrghh! Kau membuatku gila!” ujar Jonghyun lirih kemudian dengan nada frustasi. Lantas pemuda itu bangkit dari duduknya.

Ia berjalan gontai meninggalkan teman-temannya yang tertegun. Tapi, tak lama kemudian, Calistha sadar. Dia hendak mengejar Jonghyun namun ada yang menahannya. Gadis itu menatap sosok yang menahannya dengan tatapan tajam. Orang yang menahannya itu bangkit dari tempatnya. Ia menatap Calistha dengan nyalang. Lalu, tangannya terangkat untuk menampar gadis berambut blonde sebahu itu. Membuat yang lain tercengang hebat.

“Kau… dasar gadis brengsek! Bisamu hanya merebut dan menyakiti hati orang lain. Jangan kejar, Jonghyun! Dan jangan temui dia lagi.” maki gadis tomboy itu.

“Hey, kau! Kau saja yang kejar Jonghyun. Jangan sampai dia berbuat nekat, Haneul-ssi. Dan Yonghwa Oppa, kau juga ikut mengejar. Cepatlah sebelum dia pergi jauh!” lanjutnya yang di balas anggukkan oleh Yonghwa dan Haneul. Keduanya bergegas meninggalkan tempat itu dan segera mengejar Jonghyun.

“Hyena! Apa yang kau katakan tadi? Kenapa kau memaki dan menamparnya, huh?” Kali ini kekasih gadis tomboy itu membuka suara. Hyena kembali duduk di tempatnya begitu pula dengan Calistha.

“Itu memang kenyataan. Dia mencoba untuk merebutmu dariku, Minhyuk-ah. Dan, dia juga sudah menyakiti hatiku serta hati Haneul. Gadis itu begitu menyukai Jonghyun tapi apa? Calistha malah menciumnya di depan Haneul.”

Jungshin dan Calistha membulatkan matanya, mereka menatap Hyena dengan tatapan tidak percaya. Sementara Minhyuk hanya diam saja. Ia justru malah melamun. Pikirannya melayang kembali ke tumpukkan memori masa lalu yang tersimpan rapi di otaknya. Dia memikirkan masa lalunya dulu sebelum ia debut dulu. Dimana pertama kalinya dia bertemu dengan gadis yang kini menjadi kekasihnya. Sekarang, Minhyuk mulai ragu. Masihkah cintanya untuk Hyena?

“Kenapa, Minhyuk-ah? Kau teringat masa lalu?” tanya seseorang yang membuatnya terkejut.

Minhyuk menatap lurus ke depan dan di depannya ada Jonghyun yang tengah memakan makanannya dengan pelan. Di sebelah kirinya ada Calistha yang masih tertunduk sedih dan Hyena melanjutkan tidurnya. Yonghwa kembali duduk di tempatnya dan Haneul serta Jungshin duduk di sebelah kiri Minhyuk. Lalu pemuda sipit itu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia tak tahu harus berkata apa

“Ehem… sekarang, aku ingin kalian semua jujur padaku. Berceritalah tentang masalah kalian!” ujar Yonghwa yang membuat Minhyuk, Jonghyun dan Jungshin menatapnya.

“Maksudmu, hyung?” tanya Jungshin kali ini.

“Ya, aku ingin tahu masalah pribadi kalian. Aku ingin membicarakannya secara pribadi dan tertutup. Jadi, aku tunggu kapanpun kalian siap bercerita. Aku siap 24 jam. Ini berlaku untuk kalian semua bukan hanya member CNBLUE. Jika kalian ada masalah, silahkan bercerita padaku. Aku akan mendengarkannya dengan baik dan memberikan solusi jika aku mampu.”

Mereka semua terdiam dan memilih untuk melanjutkan makan dalam keheningan. Terdengar helaan nafas yang sangat berat dari Yonghwa. Pemuda itu melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu. Ia sempat meninggalkan kartu kreditnya untuk membayar makanan mereka semua. Yang lain hanya menatap punggung Yonghwa nanar dan datar. Hanya Jonghyun dan Calistha yang tidak menatap ke arah perginya leader CNBLUE itu.

Calistha POV

Rinai hujan membasahi dedaunan di sekitar tempatku berpijak. Tak ku pedulikan beribu butir air hujan yang menghujam tubuhku secara brutal. Yang kulakukan hanya memejamkan mata sembari memutar tubuhku. Ku nikmati hembusan angin kencang dan aroma khas tanah basah yang menguar. Pikiranku hanya berfokus pada satu hal yaitu, pemuda tampan yang belakangan selalu mengusik pikiranku. Aku tersenyum sendiri membayangkan dirinya.

Matanya, hidungnya, mulutnya, senyumnya, tawanya, semua yang ada pada pemuda itu aku menyukainya. Dia bagaikan permata yang bersinar terang di mataku. Ingin aku memilikinya namun aku ragu. Aku ragu dengan perasaanku sendiri. Perasaanku terbagi. Tidak hanya mencintainya, aku juga mencintai pria lain tanpa aku sadari. Aku baru menyadari semuanya sekarang. Rasa cintaku bukan hanya untuk satu orang, tapi dua orang.

Entah aku harus berterima kasih atau merasa marah pada gadis itu karena menyadarkanku. Sialan! Kenapa semuanya menjadi seperti ini? Siapa yang harus kupilih? Jika aku memilih pemuda sipit itu, aku akan menyakiti kekasihnya. Tapi jika aku memilih pria berambut perak itu, aku akan menyakiti sahabat semasa kecilnya. Lantas aku harus apa? Apakah aku harus menghilang dari kehidupan mereka selamanya? Hah! Rasanya terlalu berat.

“Calistha?”

Aku menoleh, “Haneul-ssi?” lirihku.

“Bisa kita bicara sebentar?”

“Bagaimana bisa? Ah, tentu. Ada apa?” tanyaku sembari duduk di gazebo yang ada di belakangku. Haneul pun mengikutiku. Jujur, aku sedikit terkejut karena dia bisa menemukanku.

“Hm, kau tidak perlu tahu darimana aku mengetahui keberadaanmu disini. Ada yang lebih penting dari itu. Oh, apa kau tau sesuatu tentang kondisi Jonghyun sekarang?”

Aniyo. Memang kenapa? Kurasa dia baik-baik saja. Ada yang salah? Apa dia sakit?” tanyaku balik dan bertubi-tubi dengan nada heran.

Ia menahan napas sejenak kemudian menatapku dengan tatapan sendu, “Dia sangat mencintaimu dan aku tahu kau juga mencintainya. Kau tahu? Ia sangat terpuruk ketika kau pergi dari kehidupannya secara tiba-tiba. Kenapa kau lakukan itu? Bisakah kau kembali? Aku tidak tahan melihatnya yang sekarang. Lagipula, aku tidak benar-benar mencintainya. Aku hanya menganggapnya sahabat. Kini aku telah menjalin hubungan dengan Jungshin.” Ujarnya dengan nada sedih.

Aku menatapnya dengan tatapan yang sedikit bergetar, “Tapi… aku tidak bisa. Saat ini aku belum bisa menentukan labuhan hatiku yang sesungguhnya. Aku masih bimbang. Entah siapa yang harus ku pilih, Haneul-ssi. Aku tak bisa kembali. Aku tak ingin menyakiti Hyena lagi.” jawabku pelan.

“Kau bodoh! Sudah jelas kau lebih mencintai Jonghyun. Aku bisa melihat pancaran matamu ketika kau menatapnya. Jelas berbeda dengan tatapanmu ke Minhyuk. Kau hanya kagum pada Minhyuk, tidak lebih. Dan untuk masalah Hyena, kau jangan khawatir. Aku yakin dia tidak akan menyuruhmu menjauhi kekasihnya lagi.”

“Maksudmu?” tanyaku tak mengerti.

“Kondisi Minhyuk tak berbeda jauh dengan Jonghyun. Mereka merasa kehilangan dirimu. Kau tahu? Minhyuk mengalami cidera saat konser FNC Kingdom di Tokyo Dome. Lalu, Jonghyun sengaja merusak dirinya dengan minuman keras, rokok, dengan mogok makan, dan banyak hal bodoh lainnya yang ia lakukan karena kepergianmu.”

Aku cukup tersentak mendengar pernyataan dari Haneul. Lantas aku terdiam untuk beberapa waktu. Saat ini aku perlu waktu untuk merenungkan segalanya kembali. Juga perlu memantapkan hatiku. Cukup lama kami terdiam hingga akhirnya ia memilih untuk beranjak terlebih dahulu. Aku mendongak. Dia tersenyum tipis ke arahku lalu menepuk bahuku pelan dan ia berbalik pergi. Perlahan punggung gadis itu tak terlihat lagi oleh netraku.

Namun baru beberapa langkah, ia mendapat telepon. Kemudian ia kembali duduk di sampingku. Ekspresi terkejut tampak jelas di wajahnya. Maniknya pun berkaca-kaca dan ia menatapku lekat. Aku membalasnya dengan tatapan tidak mengerti. Apa yang sebenarnya terjadi? Lantas ia kembali berbicara pada si penelepon. Tak lama kemudian ia menutup panggilan itu. Aku tak dapat mencuri dengar karena suara itu kalah dengan suara hujan.

“Ada apa, Haneul-ssi?”

“Kau harus ikut denganku. Sekrang juga! Kau akan mengetahuinya nanti. Kaja!”

Kemudian ia segera menarikku menembus lebatnya air hujan yang menerpa permukaan bumi ini. Aku pun hanya bisa pasrah dan mengikutinya. Entah kemana dia akan membawaku. Sepertinya sesuatu yang buruk telah terjadi. Jika ini ada hubungannya denganku, mungkin saja ini tentang Jonghyun, Minhyuk, ataupun Yonghwa Oppa. Tapi aku berharap tidak ada sesuatu yang buruk terjadi pada mereka. Tuhan, tolong lindungi mereka.

Haneul POV

Akhirnya kami sampai juga di rumah sakit dan aku langsung menarik Calistha menuju ke ruang perawatan dimana salah satu dari member CNBLUE di rawat. Sampai di depan kamar rawat itu, kami bertemu dengan Jungshin yang baru saja keluar dari ruangan itu. Kemudian Calistha segera menghampiri Jungshin dan menanyakan apa yang terjadi. Sementara aku hanya diam di tempat.

“Apa yang terjadi, Jungshin-ah?” tanya gadis blasteran itu. Jungshin tak langsung menjawab, ia malah menatapku sekilas namun aku hanya mengangguk.

Dia menghela nafas sejenak sebelum menyapa gadis itu. “Eoh, Calistha. Akhirnya kau datang juga. Minhyuk…“ ucapannya pun terputus.

Wae? Apa yang terjadi pada Minhyuk?” tanya Calistha dengan nada khawatir.

“Kondisinya sangat parah. Otot-otot di kakinya sudah tidak mampu lagi berkerja dengan baik. Kemungkinan besar dia tidak bisa menjadi seorang drummer lagi. Ia mengalami penurunan massa otot dan degeneratif syaraf.”

Mwo? Bagaimana bisa seperti itu? Tidak, itu tidak mungkin. Minhyuk baik-baik saja. Kau pasti berbohong padaku kan, Jungshin-ah?”

Calistha menggelengkan kepalanya tidak percaya. Perlahan dia mendekati pintu ruang perawatan itu. Di bukanya pintu itu dengan ragu. Ia melongokkan kepalanya dan aku yakin dia telah melihat kondisi Minhyuk saat ini. Dengan kasar dia menutup kembali pintu itu lalu berlari meninggalkan tempat ini. Aku bergegas mengejarnya setelah memberi aba-aba pada Jungshin untuk kembali ke dalam dan menjelaskannya pada Minhyuk.

Aku terus berlari mengejarnya hingga akhirnya aku menghentikan langkah ketika sampai di taman belakang. Di sana aku bisa melihat Calistha yang tengah menangis di dalam pelukkan seseorang. Dan di belakang mereka, aku melihat sosok pemuda berambut cokelat keabu-abuan yang tengah menatap pilu ke arah Calistha. Lantas dia mengalihkan tatapannya dan malah bertemu pandang denganku yang kebetulan tengah menatapnya sendu.

Perlahan pemuda itu berjalan mendekatiku lalu mengajakku pergi dari tempat ini. Meninggalkan Calistha bersama pemuda yang kini masih berusaha untuk menenangkannya. Aku mengikuti setiap langkah pria yang ada di depanku dengan pasrah. Hingga akhirnya kami sampai di atap rumah sakit. Dia berdiri membelakangiku dan membiarkan keheningan menyeruak di antara kami. Yang bisa kulakukan adalah menunggunya berbicara.

“Haneul-ah?”

Waeyo?”

“Haruskah aku menyerah untuk yang kedua kalinya?”

“Kau ingin menyerah? Tidak ingin mempertahankannya, eoh? Padahal aku sudah berusaha untuk mencarinya dan semua itu ku lakukan demi dirimu, Jonghyun-ah. Tapi kau malah mau menyerah? Kau sungguh tak menghargai perjuanganku.”

“Tapi… aku tidak bisa. Kau tidak mengerti bagaimana perasaanku saat ini. Aku rasa, aku harus menyerah.”

Aish, terserah kau sajalah. Aku tidak akan mencegahmu. Lebih baik kita kembali ke ruangannya Minhyuk saja. Kaja!” ujarku lalu ku tarik lengannya dan dia hanya menurutiku.

Sampai di ruang perawatan, kami hanya mendapati Jungshin, Hyena, dan Minhyuk. Tidak ada Calistha maupun Yonghwa Oppa. Kemudian kami memilih duduk di sofa, tepat di sebelah Jungshin. Sejenak keheningan menyergap dan tak satupun berniat membuka suara terlebih dahulu. Entah kenapa atmosfirnya menjadi seperti ini. Biasanya Minhyuk akan menyapa dengan riang. Namun kali ini tidak ada raut ceria yang menghiasi wajahnya.

Semuanya sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Minhyuk sibuk merenung, Hyena menatap kosong ke arah Minhyuk, Jungshin sibuk dengan gadgetnya, sedangkan Jonghyun memilih untuk tidur sembari menyandarkan kepalanya di bahuku. Aku pun hanya diam menatap mereka satu per satu. Huh, kini tatapanku terkunci pada Hyena dan Minhyuk. Aku kasihan melihat mereka. Lalu aku menatap Jonghyun. Ku usap wajahnya yang tampak pucat.

“Hyena-ya…” panggil Minhyuk pelan. Kini aku kembali menatap mereka berdua.

Waeyo?” sahut gadis itu dengan suara serak dan parau. Sepertinya dia terlalu banyak menangis.

“Aku ingin memutuskan hubungan kita…”

DEG

Spontan aku dan Jungshin melotot ke arah mereka lalu saling berpandangan. Hyena menampakkan wajah syoknya sementara Minhyuk hanya memasang wajah datar. Baik Hyena maupun Minhyuk tak ada yang berucap lagi. Begitu pula denganku dan Jungshin yang tak tahu harus berbuat apa. Perlahan air mata mengalir di kedua belah pipi gadis tomboy itu. Tapi, dengan kasar ia menghapus air matanya. Tatapannya pun semakin hampa.

“Baiklah. Aku pergi sekarang. Semoga kau lekas sembuh dan selalu berbahagia dengan segala jalan yang telah kau pilih. Goodbye, Minhyuk-ah~” tegasnya.

Lalu dengan langkah gontai ia pergi dari ruangan. Dengan segera aku mengejarnya dan tak memperdulikan Jonghyun yang terkejut karena gerakan tiba-tibaku. Untung ada Jungshin yang menahan pemuda itu agar tidak jatuh. Jonghyun menatapku kesal tapi aku tak peduli. Aku menatap tajam ke arah Minhyuk yang menatapku dengan tatapan kosong sebelum pergi dari ruangannya.

“Kau berengsek!” makiku sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan ruangan ini.

TBC

Annyeong! Akhirnya saya membawakan part selanjutnya. Gimana nih? Masih layak untuk di lanjut? FF ini saya lanjut sesuai dengan permintaan kalian. Jika banyak yang suka, akan saya lanjut tapi kalau tidak… saya delete, wkwk 😀

So, jangan lupa RCL ya! Maafkan atas typo yang ada oke? Gomawo~

Advertisements

3 thoughts on “Our Tomorrow [Part 3]

  1. Ekhem….pertamax… kamu menambah list pertanyaan dlm otakku, bang. kapan calistha pergi ninggalin cnblue?? kapan haneul jadian ama si magnae? knp hyukkie tiba2 minta putus? Eh tapi, my Dragon Jung… dia sangat dewasa ya. Suamiku~

    • Calistha? Kan udah 3 bulan berarti dia udah out~
      nah, kalo Junghsin sama Haneul itu emang sengaja di aku rahasiain 😀
      kenapa ya? Tunggu kelanjutannya aja kak. Makasih udah komen~ 🙂

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s