(Ficlet) Jongin & Johnny ‘s Project; Get Your Date!

get your date

Jongin-Jonny ‘s Project; Get your date!

By Zora

Chat Room! // EXO’s Kai-OC’s Yooyoung, SMRookies’s Johnny-OC’s Son Nami // Ficlet // PG!

 

=*=

 

Open Chat to Yoo-Youngie

JongKai88: Aku punya tiket nonton Jurassic World akhir pekan ini. Mau pergi?

Ini bukan pertama kalinya bagi Jongin untuk mengajak seorang wanita berkencan. Mungkin sudah keseribu kalinya–dan hanya segelintir yang berhasil. Namun masalahnya adalah gadis ini, Yooyoung, Choi Youyoung. Gadis yang lebih dari sekedar spesial. Yooyoung Bukan anak konglomerat, bukan juga gadis terpopuler 2015, tapi dia cukup populer di kalangan teman-teman Jongin. Gadis itu manis, berperawakan sedang dengan senyum menawan. Entahlah, Jongin hanya tahu bahwa ia tak bisa lepas dari bayang-bayang gadis berambut caramel yang selalu memakai jins dan blus. Jongin jatuh pada jurang tanpa dasar yang orang sebut jatuh cinta.

Semua bermula dari satu takdir kecil. Beberapa hari yang lalu, Profesor Kyungsoo memberi tugas kelompok di kelas komputer, dan membagi kelompok secara acak. Alhasil Jongin berhasil dipertemukan dengan gadis itu, dan mereka saling menyapa untuk pertamakalinya. Itu adalah impian seluruh pria di kelasnya. Dan kesempatan itu sudah dipegang oleh Jongin.

Tinggal menunggu balasan dari Yooyoung dan Jongin tinggal satu langkah mendekati mimpinya.

Satu menit.

Lima menit.

Lima belas menit.

Tak ada jawaban.

Belum.

Jongin terus menatap ponselnya. Berpikir apakah mungkin dia telah salah langkah? Atau, mungkin … Yooyoung sudah menonton Jurrasic World. Tapi, tapi, Jongin yakin Yooyoung bilang ingin menonton lanjutan Jurrasic Park. Ah, kenapa dia tak membalas! Batin Jongin

Tidak, tidak, Jongin tidak mau putus asa. Dan ia pun kembali menunggu. Sayangnya hingga setengah jam kemudian pun, gadis itu tak kunjung membalas pesan Jongin.

“Berhenti menatap ponselmu seperti maniak.” Johnny terduduk di ranjangnya seberang ranjang Jongin. Mereka teman satu kamar.

“Bisakah kau tidak ikut campur? Hidupku sudah hancur sekarang.” Jongin beringsut di atas kasurnya. Membiarkan ponselnya tergeletak di sudut pembaringan.

“Gadis yang mana? Krystal? Kukira kau sudah putus dengannya.”

“Memang, ini gadis lain. Kau tahu Yooyoung?”

Sekelebat wajah Johnny mencerah begitu saja. Dia segera mendekati Jongin. “Yooyoung? Kakak sepupu Nami?”

“Mana kutahu.” Jongin mengangkat bahu tidak peduli.

Johnny segera mengambil ponsel Jongin, melihat jendela percakapan lalu melihat foto profil Yooyoung. “Tunggu, kau mengajak seorang gadis nonton Jurrasic World? Apa aku tidak salah baca?”

“Memang kenapa? Film itu bagus.” Jongin masih bergelung dengan malas, tak berniat melihat Johnny.

“Karena itulah kau disebut bodoh. Mana ada perempuan yang mau nonton film seperti ini di kencan pertama. Dengarkan Profesor Doktor Johnny Seo ini, bahwa perempuan lebih suka film romantis.”

“Film romantis dan aku akan tidur. Itu penyebab aku putus dengan Krystal. Dan dengar, Profesor Doktor Johnny Seo, Yooyoung berbeda, dia spesial.”

“Spesial? Itu yang kau katakan ketika kau bertemu Krystal, Soojin, Haneul, Dylan, Dasom, Seulgi dan lain-lain.”

Tiba-tiba dering balasan berbunyi, cepat-cepat Jongin bangun dan merebut ponselnya dari Johnny.

“Official Line, kau mau koin tambahan?” ledek Johnny yang mengintip di balik bahu Jongin.

“Menjauhlah, wajahmu menjijikan dilihat sedekat ini.” Jongin menendang Johnny dari kasurnya, tapi Johnny seperti magnet, dia kembali duduk mendekati Jongin dan memerhatikan layar ponsel. Foto profil Yooyoung yang tengah tertunduk menatap baris kalimat dalam sebuah buku, terus ditatap Jongin, dan sering kali tanpa sadar Jongin berguman betapa cantiknya Yooyoung.

“Apanya yang menarik dari gadis membosankan seperti itu?”

“Seperti itu? Kaupikir kau seperti apa? Beraninya menyebut Yooyoung seperti-itu. Perlu dipahami, dia itu Dewi Athena yang menjelma menjadi manusia.”

“Dewi Athena? Kau mengatakan hal itu juga ketika kau masih mengejar Soojin dan Krystal. Dan pada akhirnya, kau menyebut mereka apa? Nenek sihir yang bawel.” Johnny memutar matanya malas.

“Hentikan omong kosongmu itu dan tidurlah.” Sekali lagi Jongin menendang Johnny menjauh. Namun Johnny kembali menempel seperti magnet.

“Dengar! Kau harus mendapatkan Yooyoung. Lalu, aku bisa dekat dengan Son Nami.”

“Son Nami? Anak tingkat satu itu? Seleramu jelek sekali.” Jongin menggeleng. Di kepalanya, Nami adalah gadis sombong yang bertingkah seperti lelaki. Dan sifat itu berbanding terbalik dengan Yooyoung-nya. Sudah jelas, Yooyoung definisi dari gadis sempurna untuk ibu dari anak-anaknya kelak, nah Nami dia definisi dari bencana. Lebih buruk dari nenek sihir. Jongin kini bertanya, apanya yang menarik dari Nami bagi Johnny?

“Apa kau bilang?!” Tepat saat Johnny hendak balas mengejek, dering pesan berbunyi. Perhatian keduanya teralih ketika nama Yooyoung muncul dilayar ponsel.

 

Yoo-Youngie : Maaf, aku baru memegang ponselku. Aku meninggalkannya di ruang makan tadi.

JongKai88 : Tak masalah. Jadi bagaimana?

Yoo-Youngie : Sepertinya akan menyenangkan, aku juga belum menonton film itu. Tapi sepertinya ibuku takkan mengizinkanku pergi dengan lelaki sendirian.

JongKai88 : Begitukah?

JongKai88 : Bagaimana kalau kau mengajak temanmu?

 

“Apa-apaan ini? Wanita yang masih terkurung? Kau yakin bisa berkencan dengan wanita tipe seperti itu?” Johnny terkekeh geli, baginya abad ke-21 adalah kebebasan dan masih saja ada orang yang sibuk dengan aturan orangtua. Gadis naif.

“Diamlah, atau kurobek mulutmu,” ancam Jongin.

“Hehe … maafkan aku brother. Minta dia ajak sepupunya, Nami.” Karena terlalu malas bertengkar lebih lama, atau sekedar menurut seperti anjing baik. Jongin terpaksa menuruti kemauan teman sekamarnya itu.

 

JongKai88 : Son Nami. Apa dia sepupumu? Kau bisa mengajaknya.

Yoo-Youngie : Nami? Baiklah tunggu sebentar.

 

“Oh Kim Jongin-ssi, kau sangat baik luar biasa. Kau dermawan dan rendah hati.” Johnny memeluk Jongin erat, hingga yang dipeluk terus meronta minta dilepaskan.

“Sekarang bakat menjilatmu semakin bagus,” cibir Jongin tak tertahankan dengan senyum geli.

“Tentu, aku belajar darimu.”

 

Yoo-Youngie : Dia bilang dia tidak mau menjadi kacang. Menurutmu apa maksudnya?

 

“Gadis yang polos, dia tidak tahu kacang?” komentar Johnny diikuti tawa menggelegar.

“Karena itulah aku menyukainya.” Senyum mengembang lebar dari mulut Jongin, terlalu lebar hingga matanya menghilang senang.

 

JongKai88 : Maksudnya dia tidak mau menjadi pengganggu. Hahaha …

JongKai88 : Katakan padanya, aku juga akan membawa temanku.

JongKai88 : Temanku itu fans sepupumu

 

 

Johnny membeku. Dia menatap kosong ke arah sahabatnya. “Apa?” kata Jongin datar.

Yak! Apa yang kaukatakan? Kalau aku bertemu dengan Nami, mau ditaruh di mana mukaku?!”

“Apa masalahnya? Kau kan memang ssasaeng fans, kan?”

“Kubunuh kau Kim Jongin.”

“Silakan dan kau takkan mendapat kencan dengan Nami-mu.”

“Ayolah, aku bercanda. Aku mencintaimu.” Rasanya tenggorokan Johnny terbakar.

 

Yoo-Youngie : Benarkah? Siapa namanya?

 

 

“Tidak, jangan beritahu. Kumohon,” potong Johnny ketika sahabatnya hendak menulis namanya.

“50.000 won.”

Damn! 10.000 won.”

“50.”

“15.”

“Kalau begitu–”

“Baiklah 50.000 won.” Johnny mengeluh dalam hati, ia akan kekurangan jatah untuk makannya bulan depan.

 

JongKai88 : Dia tak mau memberitahu namanya sampai Nami setuju.

Yoo-Youngie : Begitukah? Kau yakin Fans Nami adalah temanmu? Maksudku … bukan aku tidak percaya, tapi Nami menanyakannya dan aku tidak mau salah menyampaikan. Hahahah …

 

“Dia cemburu!” Jongin bersorak, matanya berbinar. Seperti dunia baru saja menghujaninya dengan koin emas.

“Aku merasa ingin bunuh diri sekarang.” Johnny masih terbujur kaku di tempat.

“Jangan sekarang, kau harus membayar uang sewa rumah ini dulu untukku baru kau boleh mati.”

“Sialan!”

 

Yoo-Youngie: Begini sebenarnya, aku hanya tidak yakin dia mau. Dia bilang dia sudah menyukai orang lain.

 

“Bunuh dirilah sekarang Johnny.” Jongin tertawa keras, meratapi nasib sahabatnya dengan penuh kebahagiaan.

Johnny hanya memandang kosong. Meski hatinya tercabik-cabik, Nami menyukai orang lain?! Siapa? “Aku harus membayar uang sewa rumah ini dulu.”

 

JongKai88 : Temanku menangis sekarang. Kekeke …

Yoo-Youngie : Benarkah? Temanmu yang menyukai Nami?

JongKai88: Yah, dia pergi ke kamar mandi sekarang. Dia benar-benar menangis.

Yoo-Youngie : Kasihan sekali. 😦  Beritahu dia aku akan berusaha membujuk Nami.

JongKai88 : Tidak perlu repot-repot. Dia sudah mati sekarang.

Yoo-Youngie : Benarkah? Kau harus menelepon rumah sakit.

JongKai88 : Tidak perlu, dia hanya butuh persetujuan Nami. Dan dia akan hidup kembali.

Yoo-Youngie : Baiklah, aku akan invite Nami ke chat ini.

Yoo-Youngie invite S.Nammi to the Chat.

S.Nammi : Apa?

JongKai88 : Temanku ingin kau ikut akhir pekan ini.

S.Nammi : Aku tahu, tapi aku tidak mau.

 

“Sombong sekali wanita ini.” Jongin memutar matanya, tepat saat itu Johnny datang dan kembali duduk di samping ranjang Jongin.

“S.Nammi? itu Nami-ku?” Dan Jongin hanya memutar matanya malas, ah, bagian mana yang Johnny sukai dari wanita menyebalkan seperti ini? Pikir Jongin.

 

JongKai88 : Kenapa? Johnny sangat ingin kau datang.

 

“Oops!”

“Kenapa?” Sekali lagi Johnny mengintip ke layar ponsel. “Yak! Michingeseo! Ah, aku benar-benar akan bunuh diri,” erang Johnny frustasi, depresi, gila dan stress. Dia tidak sanggup bertemu dengan Nami.

 

S.Nammi : Johnny? Maksudmu orang amerika itu?

JongKai88 : Dia hanya keturunanan amerika. Warga negaranya masih Korea.

JongKai88 : Jadi?

 

Satu menit.

Dua puluh menit.

 

S.Nammi left chat rooms.

Yoo-Youngie : Sepertinya, Nami sudah tidur. :((

JongKai88 : Jadi temanku dan aku mati sekarang.

Yoo-Youngie : Maaf, kita tak bisa pergi.

JongKai88 : Aku ingin pergi denganmu.

Yoo-Youngie : Aku juga.

JongKai88 : Jadi …

Yoo-Youngie : Selamat malam Jongin, sampai jumpa hari senin.

 

“Sialan!” Jongin berteriak frustasi, saat ini sudah hampir tengah malam dan dia mengerutkan tubuhnya lemas. Seperti kepompong yang tak jadi terbang, karena sayapnya patah. Pupus sudah.

“Kita ditolak,” kata Johnny di seberang tempat tidur, sama lemasnya dengan Jongin.

“Kau yang ditolak!”

“Kita mati.”

“Kau saja yang mati.”

Dan keduanya menghela napas panjang di setiap detik yang berlalu sunyi. Mereka berdua tertidur dengan berat hati.

 

=*=

 

Johnny baru membuka matanya ketika melihat pesan masuk. S.Nammi.

 

S.Nammi : Kau menyukaiku?

 

Jantung Johhny berdebar, matanya memerah, buru-buru dia mengucek matanya. Sedikit gemetar ketika mengetik huruf per huruf. Dia menelan ludah berulang kali.

 

JohnnyW : Ya, sangat.

S.Nammi : Kalau begitu kita pergi minggu ini.

JohnnyW : Kau serius?

S.Nammi : Aku tak pernah seserius ini.

JohnnyW : Baiklah, aku menjemputmu jam 9.

S.Nammi : Baiklah.

JohnnyW : Ngomong-ngomong jangan beritahu Jongin atau kakak sepupumu itu.

S.Nammi : Kenapa? Bukankah ini memang double-date?

JohnnyW : Aku lebih suka bersamamu saja.

JohnnyW : Kumohon.

S.Nammi : Baiklah, hanya kita berdua. ❤

 

“Dia memberi emotikon heart!!!!” Dan begitulah cara Johnny mendapatkan kencannya tanpa Jongin.

 

.

 

-Fin.

 

.

 

 

Typo? bosan? maafkan~

Gaje? Begitulah. Hahahahahah ….

 

Zora

Advertisements

4 thoughts on “(Ficlet) Jongin & Johnny ‘s Project; Get Your Date!

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s