[SERIES] SUNDAY [TAEHYUNG’S VERSION]

sunday-taehyung copy

Sunday

Tob’s storyline

Kim Taehyung

Kim Namjoon | Min Yoongi | Kim Seokjin | Park Jimin | Jung Hoseok | Jeon Jungkook |

Slice of life, School life, Friendship | Series | G

Prolog | Jungkook’s version

Summary :

“Sebenarnya tidak ada buruknya membersihkan rumah, setidaknya aku bisa sedikit berolahraga”

 

***

“E-eh? Taehyung-ah?”

Aku menengok ke arah Taehee noona yang sedang menampakan ekspresi terkejutnya. Memangnya aku kenapa?

“Kenapa, noona?” tanyaku bingung.

Taehee nonna masih tidak menghilangkan ekspresi terkejutnya, bahkan sekarang ia sedang mengetuk-ngetukan jari telunjuknya ke pipi sebelah kanannya. Tampak sekali ia sedang berpikir. Kesal karena pertanyaanku tidak langsung dijawab olehnya, aku kembali mengguling-gulingkan badan di lantai ruang televisi. Aku sedang tidak ada kerjaan, omong-omong.

“Sebuah keajaiban bisa melihatmu di hari minggu ini. Sepertinya, kau sedang tidak ada kerjaan, ya?”

Aku yang awalnya sedang berguling-guling langsung duduk kemudian menatap Taehee noona. “A-aku ada kerjaan. A-a-aku mau pe-pe-…”

Taehee noona menggelengkan kepalanya. “Kau tidak perlu membuat alasan. Aku tahu kau memang tidak ada kerjaan. Ayo, bantu aku” ucapnya memegang pundakku lalu pergi meninggalkanku.

“Apa?”


“Taehyung-ah, mau sampai kapan kau mengelap meja itu? Ini sudah lima belas menit. Seriuslah!” teriak Taehee noona yang sedang menoleh dari balik pintu kamarnya. Ia sedang membereskan tempat make upnya.

Aku mendengus kesal. Aku tahu, bahkan sangat tahu. Jika hari libur tiba lalu aku tidak ada kerjaan maka Taehee noona akan menjajahku. Seandainya eomma dan appa tidak tinggal di Jepang, aku tidak akan seperti ini. “Aku tidak bisa bekerja. Noona, aku lapar” rengekku.

Taehee noona kembali menoleh dari balik pintu kamarnya. “Lapar?”

Aku mengangguk.

“Kalau begitu, setelah mengelap meja, sapukan semua ruangan kemudian pel lantainya”

“Tapi noo—“

“Oh, iya jangan lupakan kamarmu. Rapikan juga”

“Noo—“

“Setelah itu kita akan pergi ke toko yang ada di depan apartemen untuk membeli makanan kemudian memasaknya lalu terakhir, kita akan makan”

Mendengar kata makan membuatku bungkam. Baiklah untuk makanan, aku harus rela menjadi pembantu di hari ini. Ini hanya satu hari.


Sekarang aku sedang merapikan kamarku. Menyapu dan mengepel sudah terlewati. Jujur saja, aku sudah berkeringat padahal aku sudah mandi pagi. Sial sekali hari ini.

Aku memasukan bantal ke dalam sarungnya yang baru, sepertinya sudah tiga bulan aku tidak mengganti seprainya. Kemudian, aku melihat kolong tempat tidurku dan langsung terlonjak kaget ketika menemukan banyak kertas-kertas yang terkumpul disana. Bahkan aku menemukan gantungan kunci, kaos couple dengan Taehee noona, dan tempat pensil berhargaku yang awalnya kukira dilenyapkan oleh Jimin. Aku tertawa, tepatnya menertawakan diri sendiri. Seharusnya aku lebih sering lagi mengecek kolong tempat tidurku. Siapa tahu sesuatu yang berharga lainnya jatuh ke sini. Siapa yang tahu kan?

“Taehyung-ah~”

Aku menolehkan kepala ke arah sumber suara dan mendapatkan Taehee noona di sana.

“Apa?” balasku.

“Kau sudah menyapu dan mengepel?”

Aku mengangguk.

“Tapi kamarmu baru dirapikan?”

Aku mengangguk lagi.

Taehee noona menggelengkan kepalanya. Ia menghampiriku. Mengambil buku-buku yang berserakan kemudian menyimpannya di meja belajarku. Ia lalu beranjak menuju tempat tidurku dan duduk di atasnya.

“Seharusnya, kau membereskan kamarmu terlebih dahulu”

Perkataan noona tidak seperti biasanya. Nadanya sedikit lembut. Ini berbahaya. Pasti ada sesuatu yang diinginkannya.

“Jangan berpikir yang aneh-aneh aku tidak ada maksud apa-apa” lanjutnya. “aku kesini mau membantumu merapikan kamarmu. Kamarku sudah rapi. Setelah ini, pergi membeli makanan, oke?”

Aku mengangguk. Masih terkejut dengan sikap Taehee noona yang seperti ini. Biasanya dia akan melem—

BUG!

Satu buah bantal mendarat tepat di mukaku. Taehee noona melemparkannya. Aku tahu dia memang tidak berubah. Sikap lembutnya tadi mungkin hanya acting semata. Aku menatap Taehee noona yang sedang tertawa senang.

“Haha, tepat sasaran. Aku memang hebat”

Aku Aku meraih bantal yang tadi sudah menghantam wajahku kemudian tersenyum jahil. “Noona yakin?”

Tawa Taehee noona langsung sirna. Ia membeku. Ia pasti sudah tahu apa yang akan kulakukan. Aku mengejarnya kemudian memeluknya lalu menggelitiki badannya.

“Sekarang siapa yang hebat?”


Noona, kita butuh apa lagi?” tanyaku kesal karena kini aku sedang mendorong troli yang bisa dikatakan sudah penuh.

“Hm.”

Aku memutar bola mataku. “Ayolah, aku sudah lapar~” rengekku.

“Tunggu, Taehyung-ah. Aku sedang memilih yoghurt yang pas untuk dietku”

Aku mengerutkan dahiku. “Diet? Noona sudah gila, ya? Sekarang berat badanmu 43kg dan tinggimu 165cm. Apa lagi yang ingin kau kecilkan, hah?”

“Kau tidak akan pernah mengerti perempuan, Taehyung-ah. Bagiku, sekarang aku masih gendut”

Aku mengendikan bahuku. “Terserah. Jika dalam waktu lima detik noona belum selesai memilih, aku akan pergi”

Hap.

Dalam waktu kurang dari lima detik, Taehee noona sudah memasukan yoghurtnya ke dalam troli. Dia pasti tidak mau membawa barang belanjaan yang berat ini sendirian. Aku memang jenius.

“Kau menyebalkan” ucapnya yang langsung mencubit lenganku.

“A-ah!” teriakku yang membuat Taehee noona tertawa puas. Sialan.


Kami sekarang sudah berada di luar toko, hendak kembali ke apartemen namun Taehee noona bukannya langsung pergi ke arah apartemen justru pergi ke arah lain. Ada apa lagi?

Aku mengerutkan dahiku namun langsung tersenyum senang. Taehee noona membeli kue beras. “Noona, beli yang banyak!” teriakku dari kejauhan yang dibalas delikan olehnya.


“Terima kasih untuk hidangannya! Enak sekali!” ucapku semangat. Aku sudah selesai makan. Menghabiskan dua piring Jjangjangmyeon dan dua piring kue beras.

Taehee noona tersenyum melihatku yang kekenyangan. “Enak ‘kan? Sebenarnya ini semua biasa saja. Semua makanan ini adalah makanan yang biasa kita makan di hari minggu. Tetapi, karena hari ini kau sudah berjuang keras sehingga makanan yang biasa ini terlihat luar biasa.”

Aku mengangguk. “Hm, benar juga.”

“Jadi sebaiknya, kau harus sering-sering membantuku membersihkan rumah.”

Aku tidak menjawab dan langsung pergi ke kamar.

“Ya! Cuci piringnya!”


Author POV

“Wah! Aku tidak percaya, seorang Kim Taehyung membersihkan kamarnya!” ucap Jimin menggelengkan kepalanya.

Taehyung langsung memukul bahu Jimin pelan, sebal. Kemudian dibalas cengiran oleh Jimin.

Jin kemudian bertanya, “Kau membantunya memasak?”

Taehyung mengangguk. “Tentu saja, aku tidak mungkin makan jika tidak memasak. Baginya yang tidak bekerja berarti tidak boleh makan”

“Jadi selama ini, Kau selalu membantunya memasak?” tanya Jungkook.

Taehyung menggeleng, “Tidak, itu peraturan di hari kemarin saja. Malas sekali aku membantunya masak.”

“Wah, berarti Kau bisa membuatkan kami Jjajangmyeon!” teriak Hoseok senang.

Taehyung langsung mendelik ke arah Hoseok, “Boleh saja, asalkan ada Taehee noona.”

Namjoon langsung menyahut, “Lebih baik, tidak jadi saja. Bisa-bisa kita disuruh membersihkan rumahnya terlebih dahulu”.

Semuanya langsung tertawa. Namun jawaban dari pertanyaan berikutnya langsung membuat mereka berhenti tertawa.

“Jadi, kemarin hari buruk atau baik?” tanya Yoongi.

“Hm entahlah, sebenarnya tidak ada buruknya membersihkan rumah, setidaknya aku bisa sedikit berolahraga” ucap Taehyung yang langsung disoraki oleh keenam temannya.

Fin.

Advertisements

4 thoughts on “[SERIES] SUNDAY [TAEHYUNG’S VERSION]

  1. Ciiiee tae, bebersih rumah, emg alien bisa bebersih rumah ya. Kalo bisa sini sama dedek bantuin beresin rumah, cucian baju numpuk loh wkwkwkkw

    Iya tae bikinin jjangmyeon tanpa taehee eonni, masak dwlah

    Wkwkwk hai kak tob saya balik lg dgn komen gj wkwkkwkwk

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s