[Drable] About Us 5#

about us3#

About Us

5# Depression

by. Mochaccino

Kim Kai and Theodora Josephine/Theo (OC)

Romance

Drable

.

.

Saat ini pagi, dan Theo melihat seperti jiwa dari rintik hujan menari dalam dua bayangan tipis di langit. Dikejauhan dia melihat seperti sebuah cahaya lembut mewarnai wajah mimpinya. Samar-samar Jongin mendekat. Menggerakkan lengannya kemudian menangkup wajah Theo dengan lebar telapak tangannya.

Sentuhannya menyapa Theo seperti musim semi.

”A…a…..” Theo tergagap sebentar sebelum akhirnya Jongin melepaskan mantel hujannya.

”Apa yang kau lakukan di sini?” gerutunya. Bibirnya bergerak-gerak lirih ketika dia tidak berani melepaskan isi hatinya. Theo menangkap ada sebutan ’dia’ di sana. Namun kembali ditelannya.

Gadis itu mencari-cari sesuatu di sekitarnya.

”Kau terlalu sibuk dengan ’dia’ hingga melupakan bahwa ini terlalu pagi untuk ’dia’.” keluh Jongin. Menggerutu sambil mengenakan mantelnya pada Theo.

”Jongin, aku membutuhkannya.”

Theo bergumam dengan bibir gemetar. Dingin itu semakin merasukinya.

”Kau tidak membutuhkan aku?”

Gadis itu ingin menjawab pertanyaan Jongin dengan pelukan, namun ketika bayangan itu menyeruak, Theo luput darinya. Bayangan laki-laki berjubah putih yang selalu di sebut Theo sebagai ’dia’.

”Ayo kita pulang!” Jongin merengkuh bahu Theo yang terlihat sepi.

Beberapa bulan lalu kejadiannya tidak mungkin seperti ini.

Theo memergoki Jongin ketika dia bejalan di depannya. Namun laki-laki itu sama sekali tidak menyapanya. Terkadang memalingkan wajahnya dan berpura-pura bahwa Theo tidak berada di sana. Sayangnya Jongin tidak sedang berpura-pura. Theo merasakan hatinya terbawa oleh aliran air hujan ke parit-parit. Theo memang tidak berada di sana, dalam ingatan Jongin.

”Aku menemukan beberapa catatanmu mengenai aku.” Jongin menyodorkan sebuah buku ke arah Theo ketika mereka duduk berdua di sofa yang selalu menjadi pertemuan intim mereka.

Sejenak namun secepat itu Theo merasakan perbedaannya. Mengumpulkan setiap pandangannya dan mengkalkulasinya secara tepat hingga dia bisa menyimpulkan bahwa Jongin sudah mengetahui apa yang sedang dikerjakannya saat ini.

”Aku tidak menganggab sudut pandangmu salah atas diriku.” Jongin memejamkan matanya sebentar. Dia tampak lebih tertekan ketimbang Theo.

” Apa yang sudah kau baca?” bibir Theo gemetar.

”Aku merasa hilang.” jawabnya. ”Apa yang terjadi? Siapa aku, dan kenapa kau tiba-tiba ada dalam hidupku?” lanjutnya dengan ekspresi mati.

Theo membaca lagi paragrap pertama dalam catatan hariannya.

Tentang hujan dan tentang air mata yang kumiliki, dan tentang semua hal terindah yang sempat kita nikmati…dan hujan yang membasahi kita, jiwa dan mimpi. Diriku, dan rindu juga langkah kakimu, jauh. Mungkin aku tidak mungkin melupakanmu. Kim Jongin.

Itu sebelum, Jongin mengalami kejadian mengerikan itu. Theo melihatnya depresi.

????

.

.

Note. Apa yang dikerjakan Theo pada Jongin. Masih terasa gaje. But akhirnya aq keluarin juga.

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s