[Ficlet] Escape

ryu hye ju 14

Escape

Jinho48 Present

A ficlet story contains a slice of my life

OC’s Jung Hajin | iKON’s Goo Junhoe

Angst || Sad || School-life

“…Bisakah aku berlari meninggalkan tempat ini? Haruskah aku melarikan diri ke neraka?…”

#

Disinilah tempatku berpijak. Tidak peduli akan angin yang berhembus kencang dan gelapnya langit. Aku masih tetap berdiri kokoh disini. Menatap ke sekitar yang tampak samar di dalam pengelihatan. Mereka terus berteriak dan menarik beberapa orang yang berusaha untuk kabur dari tempat terkutuk ini.

Tapi aku berusaha untuk menulikan telingaku agar tidak terdengar suara yang ku benci itu. Ku pejamkan mataku erat-erat. Berharap ketika aku membuka mataku nanti, semuanya tidaklah nyata. Aku harap teriakkan itu tak terdengar lagi dan aku tak akan melihat keributan tadi.

“Hajin-ah? Ayo masuk ke kelas! Kita dapat bagian kelas X IPA 2. Kaja!” ajak seseorang kepadaku. Aku membuka mataku perlahan dan berkedip untuk menyesuaikan cahaya yang menembus retinaku.

Ne. Kau duluan saja, Ah Young-ah! Aku ingin ke toilet sebentar.” Sahutku dan ia pun mengangguk. Lalu aku berjalan mendahuluinya.

Sampai di dalam toilet, aku langsung mengunci pintu toilet dan bersandar pada pintu. Aku berjongkok dan melipat kedua tanganku di atas lutut. Perlahan ku rasanya cairan bening mulai menuruni pipiku. Hah…. aku sangat membenci situasi seperti ini.

Situasi dimana aku harus mempertimbangkan antara ego dan rasa solidaritas yang tak pernah terasa nyata untukku. Aku ingin pulang tapi aku juga ingin menemani mereka disini. Namun aku sudah muak dengan semua ini. Rasanya aku ingin melenyapkan diriku dari muka bumi.

Tidak hanya fisikku yang tersakiti, perasaan dan mentalku juga tersakiti. Semua ini membuatku lelah dan muak. Tapi aku di tuntut untuk terus bertahan. Sebentar lagi aku akan mendapatkan jabatan. Ah, entahlah. Aku benar-benar tertekan karena hal ini.

TING

3 New Messege

Aku segera membuka pesan yang baru saja masuk ke ponselku. Dua pesan berasal dari temanku dan satu pesan lagi dari seseorang yang teramat spesial untukku. Ku abaikan dua pesan dari temanku. Segera ku buka pesan dari seseorang yang spesial itu.

‘Dimana? Sedang memberikan materi, eoh? Atau sedang menangis di kamar mandi?’ – Read

Hah, dia selalu mengerti kondisiku saat ini. Aku terdiam sejenak. Haruskah aku mengatakan yang sejujurnya? Aish, dia pasti akan menertawakanku dan mengomeliku panjang lebar. Tsk! Tapi.. aku tidak bisa berbohong padanya. Ah, entahlah. Aku segera membalasnya.

‘Tebakkanmu yang kedua itu benar. Kenapa?’ – Send

‘Buka pintunya atau keluar dari sana! Aku ingin bicara padamu.’ – Read

‘Kau belum pulang, Junhoe-ya? Aku tidak berani keluar. Nanti mereka akan menarikku.’ – Send

‘Kalau begitu buka pintunya! Aku akan masuk ke dalam. Sekolah sudah sepi. Tidak akan ada yang berpikiran macam-macam.’ – Read

CKLEK

BRAK

CKLEK

Aish! Kenapa kasar sekali menutup pintunya? Kau ini! Apa yang ingin kau bicarakan?” tanyaku. Kini aku duduk di closet sementara Junhoe berdiri bersandar pada pintu.

“Kenapa kau ada disini? Apa kau lelah? Kau ingin menyerah?” tanyanya to the point.

“Ya, aku lelah dan muak. Aku pun ingin menyerah. Tapi… entahlah… aku masih tak yakin.” Jawabku lirih.

“Hey, ku beri tahu, kau harus tegas. Kau harus bisa menentukan apa pilihanmu. Jika ingin menyerah, menyerahlah. Jika ingin bertahan, bertahanlah. Mudah bukan? Kenapa kau membuat dirimu tertekan seperti ini, eoh?”

Tsk! Mudah katamu? Kau pikir semuanya dapat di selesaikan dengan mudah? Masalah ini berbeda dengan yang lain. Jika semudah itu, aku sudah menyerah sejak dulu, Jun. Kau tidak mengerti rasanya jadi diriku. Kau selalu meremehkan segala hal. Kau bodoh! Aku benci padamu! Kau… hiks…”

“Cukup! Baiklah, katakan saja aku tak mengerti, aku bodoh, atau apapun itu jika kau puas. Lalu apa yang harus kulakukan? Bagaimana aku bisa tahu jika kau tak pernah menjelaskannya padaku? Aku tak bisa memberimu solusi karena kau hanya mengungkapkan keluh kesahmu tanpa memberiku penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi.”

“Aturan adatnya begitu ketat. Tidak banyak yang bisa ku jelaskan padamu. Ini rahasia organisasi, Jun. Tidak mungkin aku membeberkan keburukan organisasiku pada orang lain walaupun aku sangat ingin. Sekarang apa yang harus ku lakukan? Aku tidak ingin mengikuti evaluasi dan kegiatan siang ini. Bisakah aku berlari meninggalkan tempat ini? Haruskah aku melarikan diri ke neraka? Aku.. aku benar-benar lelah dan tersiksa, Junhoe-ya. Aku muak dengan semua ini. Hiks…” Aku pun kembali menangis tapi kali ini di dalam dekapan pria itu.

Sungguh, aku lelah dan muak. Aku ingin melarikan diri sejauh yang aku bisa. Bahkan jika dengan mengakhiri hidupku semuanya akan berakhir, aku akan melakukannya. Aku berusaha untuk bertahan tapi aku juga ingin menyerah.

Cukup lama kami berpelukkan dan setelah aku tenang, Junhoe melepaskan pelukkannya. Dia menatapku dalam sementara aku membalasnya dengan tatapan sendu. Sejenak ku pejamkan mataku ketika ibu jari Junhoe terulur untuk menghapus sisa-sisa air mata yang ada di pipiku.

Kemudian aku membuka kelopak mataku ketika tak ku rasakan sapuan lembut dari jemarinya. Kini kami saling beradu pandang. Dia menangkup wajahku dengan kedua telapak tangannya. Lalu ia mengecup keningku sekilas.

“Kau harus bertahan. Jangan melarikan diri. Aku tahu kau adalah gadis yang kuat, Hajin-ah. Hadapilah segala tekanan yang datang untuk menekanmu. Kau pasti bisa melawannya! Aku sangat yakin akan hal itu. Dan, jangan khawatir! Aku akan selalu ada untukmu. Ketika kau lelah, datanglah padaku! Aku akan mengembalikan kekuatanmu. Jadi, kau harus tegar oke?”

Aku mengulas senyum tulus, “Nan arrayo. Gomawo, Junhoe-ya. Kau memang kekasih terbaikku. Saranghae.” Ujarku lembut sembari mengusap pipinya.

Nado saranghae, Nae Cheonsa. I believe you can! Don’t think to escape again. If you want to escape, escape to me. I will take you flying to the sky. Hehe…”

Araseo. Ah, aku harus ke kelas XI IPA 2. Sampai nanti ya, sayang? Annyeong!” pamitku. Aku segera pergi meninggalkan temapt ini setelah mengecup pipinya sekilas.

Terima kasih, Junhoe-ya. Kau memang selalu berhasil meyakinkanku untuk tetap bertahan disini. Terima kasih juga karena kau telah menjadi namjachingu yang baik untukku. Mulai saat ini aku akan menjadi lebih kuat lagi dan tidak akan berpikiran untuk melarikan diri lagi.

END

Annyeong! Saya kembali lagi dengan FF Ficlet yang berdasarkan dari potongan kisah hidupku. Hal yang selalu membuat saya tertekan dan muak. Don’t forget to RCL, okay? Mian for typo. Gomawo~~~

Advertisements

9 thoughts on “[Ficlet] Escape

  1. Kasian banget yang muak akan hidupnya. Kalo kata dosen agama, syukuri segala hal. Haha. Sebenernya baca FF ini cuma buat mampir untuk ngasih tau req ff mu udah selesai judulnya 3600 detik length oneshoot, soalnya kuotaku habis wakakak…

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s