[1st Chapter] Love Story Of Murder

lovestoryofmurder-arinyessy

Title : The Story Love of Murder

Authors : exo-lbaekkie baekhyun / RahayKim

Length : Chapter

Genre : AU,Thriller,Crime, Dark –romance, Sad , Fantasy

Cast : Yoon Do Joon |  Park Ayoung | Nam Sang Mi

Other Cast : Temukan sendiri

Disclaimer : This STORYLINE IS MY MINE ! DON’T BE PLAGIAT OR COPY  OR ANYTHING WITHOUT MY PERMISSION .

Author’s note : Oke ~ Anyeong ! Aku  balik lagi  dengan  membawakan update  terbaru  dari  judul  lain   karya  Chapter ku . Dan , ini adalah FF  genre  yang  saya  suka banget . Terakhir , maaf banget  kalo update-an ini  tuh lama  , kenapa ? Karena  Jujur , aku  Moody-an dan  akhir nya  Ini  FF always  On-Going ,Entah  ampe kapan ? Yang Jelas , aku  udah  buat  beberapa  Chapter , dan  lihat  respon  kalian  semua  bagus  atau Enggak (?) . Udah itu  aja .

Cr : Arin Yessy @ Indo Fanfic Arts

Summary :      “Seorang pembunuh bayaran pun  mampu merasakan apa yang nama nya ‘CINTA’

 

 

OooooO

 

Satu profesi yang paling jarang digunakan oleh orang banyak , pekerjaan ini tidak datang setiap waktu namun dengan bayaran yang menggiurkan. Pekerjaan ini harus di selesaikan tanpa rasa kasihan atau rasa ampun secara perlahan namun pasti , harus cepat dan tepat . tidak boleh ada tindakan kecerobohan pada pekerjaan ini , jika tidak nyawa mereka adalah bayaran nya .  atau paling tidak mereka harus di lenyapkan dari  bumi ini dengan cara yang misterius.

Dan satu yang perlu kau ketahui mereka berdarah dingin  korbannya akan berhenti bernafas  dalam waktu yang sesingkat mungkin , dan perkerjaan itu adalah …

‘pembunuh bayaran’

 

Yeouju , November  20.30 kst 2015

“kau sudah menyelesaikan nya ?” salah satu pria  mulai  bersuara dan memulai perbincangan dengan sebuah pertanyaan . dengan berbusana serba hitam lengkap dengan kacamata dan topi yang ia gunakan membuat nya tampak misterius.

 

Pria itu tak langsung menjawab  ia meneguk segelas kecil minuman beralkohol rendah dan baru lah ia bersuara  “ ne, semua sudah di selesaikan , lalu mana bayaran yang kau janjikan ? aku ingin sesuai kan dengan perjanjian awal kita “ ujar nya to –the –point . sembari membenarkan letak kupluk bennie yang  bertengger di kepala nya.  Pria yang lebih tua itu tersenyum licik  pada lawan bicara nya itu .

lalu ia menyedekapkan kedua tangan nya. “ kau tampak nya terburu- buru sekali , ya tenang  saja aku akan menuruti perintah mu , karena kau  berbakat  dan aku membutuhkan orang seperti mu. Jika tidak.. “ ia berhenti berkata –kata . kini , pria muda  berbennie tadi menatap nya intens, “jika tidak, apa ?” Tanya nya dengan nada yang  menekan ,

 

“hahahaha” pria tua itu  kemudian  tertawa  tanpa sebab , “chaa.. lupakan  saja  kata –kata terakhir ku tadi , anak muda”  bujuk pria tua itu  dengan  raut wajah  yang sedikit takut . kemudian ia  mengambil  amplop cokelat  yang cukup  tebal . dan menyerahkan nya  pada  si namja muda  di hadapan nya.

 

Dengan sigap  namja itu  membuka amplop nya dan  melihat isi nya , amplop itu berisi  segepok uang  pecahan 45.000.000 won . ia segera beranjak  dari  tempat nya duduk dan segera pergi tanpa menghiraukan  pria tua  yang memberikan  uang itu pada nya.

 

“ aku akan memanggil mu kembali , jika di butuhkan”  ujar pria tua itu berteriak  namun , namja berpostur tubuh  lumayan tinggi itu hanya kembali melangkah tanpa  berkata –kata.

“aissh.. seharus nya aku tidak merekrut nya” gerutu pria tua itu .

 

Sekolah   menengah  atas Yeoju , 21.00

Ujian  akhir  untuk tingkat  sekolah menegah atas  akan  dilaksanakan  sekitar 3- 4 bulan  lagi , membuat  para pelajar  dikejar waktu   untuk mencapai  target pembelajaran  mereka.

Waktu  menunjukkan  pukul  9 malam  kst . artinya belajar malam untuk  kelas tingkat  akhir  telah selesai  sebagian pelajar pun mulai berbaur keluar  dari  kelas mereka atau pun  gerbang sekolah

“ketua kelas, tolong bawa  buku ini  ke kantor guru” perintah guru shim  sambil  merapihkan kembali  buku –buku itu . “ne , algeseubnida , saem”  jawab  seorang yeoja  berponi  dengan  rambut lurus  berwarna cokelat  itu menjalan kan perintah dari sang guru  dan  menjalankan peran nya sebagai  ketua  kelas  di kelas  3 -3 .  “ayoungie, aku  duluan ya”  seorang  teman  namja pamit  kepada nya . ia hanya tersenyum simpul lalu  mengangguk . “eo.. chan woo-a  gwaenchanha pulang  saja  duluan”

Ayoung pun  menyusul  langkah  guru  shim  yang  sudah  meninggalkan  kelas  lebih dulu .  lorong telah gelap untuk di beberapa titik  gedung  namun  jalan menuju  ruang  guru  masih  di terangi  dengan lampu neon putih , ya itu  cukup  untuk   membantu  pengelihatan  para  manusia  yang   masih   melakukan  kegiatan  di  SMA Yeoju  ini.   Setelah  berjalan  sepanjang  lorong gedung  A  dilantai  2 dan  menuruni  beberapa anak tangga  akhirnya  mereka  tiba  juga di ruang guru.

“buku nya taruh saja  di  meja ku  ayoungie”   perintah  guru shim . ayoung pun  berjalan ke meja guru shim  dan meletakkan  buku nya.

“seorang gadis  muda  di temukan  tewas  di  sekitar sisi  utara  sungai   han  gang” beberapa  pasang  mata  di ruangan  itu  langsung  terfokus  pada  tv  setelah mendengar narasi   si  pembawa acara berita.  “aigoo.. ini  sudah  yang  ke lima kali –nya “ komentar  guru kim  .

“mesti nya kalau sudah  begini , harus  di tindak tegas .. “tambah guru shim. “mulai  dari sekarang .. anak –anak harus  lebih berhati –hati lagi , terutama siswa tingat akhir yang  pulang malam” timpal guru  jang .

“saem, aku harus pulang  sekarang” pamit yeoja  bernama  ayoung  itu  kemudian  membungkukkan badan nya sebagai  tanda  hormat . “ah ne.. tapi , di mana rumah mu ayoungie ?”  Tanya  guru  shim . “komplek  perumahan  yeoju”  jawab ayoung singkat . “apa perlu saem antar  pulang ?” tawar  sang  guru.

“iya  guru shim  antar saja  ayoung , itu tanggung jawab mu sebagai wali  kelas” guru  kim  menyaran kan. “ahh, tak perlu saem , itu merepotkan lagipula ,  hanya  membutuhkan  waktu  30  menit  dari sini.  Aku pasti  akan  berhati –hati saem” ayoung menolak  tawaran dari wali  kelas nya.

“pastikan  kau sampai  rumah  ayoung” pesan  guru  jang . “ne .. jang saem. Aku pulang dulu . selamat malam !”

“hubungi  anak ku  chang min  jika kau  sudah tiba di rumah ya.. biar nanti chang min  menyampaikan nya pada ku“  pesan  guru shim .

“ayoung  meangguk mengerti  “algeseubnida , terimakasih  saem sudah  peduli  pada ku. Geurom..”

^^^

Angin musim gugur membuat  yeoja  itu  menggeretakan  gigi nya karena kedinginan , nafas nya mengeluarkan  asap . ia mengusap –usap  pipi nya agar mengurangi rasa dingin nya . namun  itu tak bekerja dan ia masih merasa dingin . walau ia telah mengenakan mantel sekalipun .

Ia menunggu  lampu  hijau untuk  penyebrang jalan . dan ia teringat  akan  berita tadi ,  musim gugur hampir  berakhir . dan  dalam waktu 3 bulan tepat setiap minggu  kedua hari  kamis  pasti  pembunuhan  itu  terjadi.  “pembunuhan itu  benar –benar di rencanakan”  gumam ayoung  sendirian . “motif pembunuhan yang  berbeda  dengan   cara yang berbeda namun  dalam  waktu  yang sama dalam satu musim, benar benar di rencanakan nya.”

 

Ia menghembuskan  nafas nya kasar , bukan  nya takut  justru hal seperti itu hanya  memancing  rasa penasaran nya. Dan ditengah  focus nya  pada  misteri pembunuhan itu   seseorang  namja melambaikan  tangan nya pada  ayoung  dan  itu sukses  membuyarkan  pikiran  ayoung.

Ayoung  menengok  ke kanan ke kiri  bahkan ke segala arah  namun  ia tak menemukan   seseorang  pun  bersama diri nya , ia sendirian  di persimpangan itu  hanya ada  mobil –mobil  yang berlalu –lalang di jalan  raya besar  itu. Lampu hijau  untuk  pejalan kaki  menyala dan kini  saat nya ayoung  menyebrang . dan dari sebrang  jalan  lain namja itu juga  ikut  melangkah kan kaki nya.

Ayoung kini  di buat  bingung  karena namja itu  sedang berjalan  kearah  nya. “siapa itu ? nam-chin mu ya, ayoungie?” tiba –tiba sura seorang yeoja muncul  dengan busana dress putih polos  dan seperti bias a Tampa alas kaki

“hoo..! kau mengagetkan ku . darimana kau datang ?” tubuh ayoung  sedikit terguncang karena terkejut  melihat kehadiran  yeoja itu  secara tiba –tiba  dan mata nya membulat  karena beberapa detik yang lalu  ia hanya berdiri seorang diri  di persimpangan  jalan  itu.   “karena aku adalah malaikat mu” ia memetikkan jari nya dan  menghilang  dalam sekejap mata .

 

Dan benar  saja  mereka sama –sama menghentikan langkah  mereka. Kini  jarak  antara mereka hanya beberapa centi . tinggi ayoung tak seberapa  membuat nya hanya  bertemu  dada bidang  namja aneh itu .  bahkan ia harus menengadah kan kepala nya untuk  melihat betul –betul paras  namja aneh itu , belum  sempat  berkata apapun  namja itu sudah menarik tangan nya tanpa sungkan dan  pergi suatu  tempat. “yak ! ibayeo ! nuguya neo !” teriak ayoung menepis tangan  namja itu  dari tangan  nya.

Karena ia  memang  tak  mengenal  namja itu  walau  namja itu mengenakan  seragam yang sama dengan  ayoung. Namja itu tak menjawab  dan kembali  menarik  tangan ayoung lagi  sampai  mereka tiba di sebuah  pos polisi  terdekat. “aku pikir kau berbohong , haksaeng. Aku baru saja ingin  bergegas untuk mencari mu jika kau tak kembali dalam waktu  10 menit.” Papar si  polisi, lagi –lagi ayoung yang dibuat bingung , kenal dengan  namja  aneh  itu saja tidak  sekarang   ia membawa  ayoung  berurusan  dengan  polisi.

 

“ ya! Apa maksudmu semua ini ? aku tak mengenal mu” ujar ayoung  geram  dengan  apa yang  namja aneh lakukan  kepada nya . namja itu hanya diam seribu bahasa. “ cha .. serahkan  kartu  pelajar mu  sebagai  jaminan  data.”  Kata si polisi  sambil  memegang pulpen  dan seberkas  kertas.  “ne? ahjussi dengar ya . aku  tak  mengenal  pria ini , bagaimana bisa  aku yang di jadikan  jaminan nya. Aku baru saja menyelesaikan belajar  tambahan  untuk ujian akhir di sekolah , ahjussi”  ujar ayoung  panjang  lebar .

 

“kalian ini kan  pelajar  dari  sekolah  yang sama bagaimana  bisa  tidak  saling  kenal? Haksaeng ini tadi bilang  tadi  ia  tak  bawa kartu  pelajar nya, jadi aku meminta nya untuk mencari orang  untuk menjamin nya , aku pikir  ia akan ke sekolah  untuk menemui  guru kelas nya. Tapi karena kau  yang di ajak oleh namja ini  yaa jadi nya kau yang di jadikan  jaminan data”

 

“kan bisa saja ia  kembali  kesekolah  jika guru  yang ia perlukan  sebgai jaminan  kenapa harus  aku?  Kenal saja  tidak .ahjussi . baiklah  aku akan  katakan sekali lagi . ‘aku tidak  mengenal  namja ini’ seung ri ahjussi..” kata ayoung menegaskan  sekali lagi  bahwa ia tak mengenal namja  itu.

 

“ Park a young  kelas 3 -3  seorang  ketua kelas. Aku mengenal mu , jadi  kau bisa membantuku sekarang”

Ayoung  mengerutkan dahi nya heran ,  pasal nya  tak pernah  sekali pun ia melihat  sosok namja itu  hadir di sekolah nya  sebagai  siswa. “kami di tahun yang sama ahjussi, jadi tolong  catat saja data nya dia sebagai jaminan. Aku tak perlu  memanggil  guru kelas ku kan ?”

 

Polisi yang di ketahui  bernama seung ri itu  hanya tersenyum  penuh arti .  “kalian berdua ini lucu sekali ,  pura –pura saling  tak kenal , aku maklumi  karena  kalian  masih  muda. “

“kerjakan  tugas mu  petugas  seung ri”  kata namja  bersuara  besar dan berat  ber pakaian polisi  preman itu.  “ne.. ketua top choi seung hyun. . gara –gara kalian  aku  jadi  di marahi oleh  atasan ku. Cha .. kau mau menyerahkan  kartu pelajar mu  atau  mendekam  di sini  hingga  fajar menyingsing ?” tawar  polisi  seung ri .  dari pada urusan  nya panjang  ayoung pun memilih  untuk menyerah kan kartu  peajar nya untuk di jadikan jaminan  data.

 

“tapi, ahjussi . sebelumnya belum pernah ada  catatan  data seperti ini. Apa ini  untuk  mencegah  terjadi nya pembunuhan  massal ?” selidik ayoung  barangkali  ia menemukan  sebuah  jawaban untuk  memecahkan  misteri pembunuhan itu . dan namja  yang  di sebelah ayoung  hanya menatap ayoung intens dan penuh misteri .

 

“tepat nya untuk  mencari titik  terang untuk  menemukan  siapa pelaku  dari  semua  pembunuhan yang terjadi akhir –akhir ini . aku  yakin  dia  adalah  seorang  professional , bisa jadi  ia mendapat  bayaran  tinggi  untuk  melakukan  hal yang  sekeji  itu . “ehem!”  atasan  polisi  seung ri  berdehem mangisyarat kan  agar  ia  mengehentikan pembicaraan  nya  karena ayoung hanyalah seorang pelajar  sma dan  masih  di bawah  umur . seung ri pun hanya menunduk takut  melihat  wajah  atasan  nya.

“ahjussi .. maksudmu  pembunuh  bayaran ?” bisik  ayoung . “seperti itulah “ bisik  seung ri tak  kalah  pelan  dari ayoung  ia tak ingin atasan nya mendengar  bahwa ia telah membahas  kasus  dengan  orang di luar  kepolisian .

“segeralah pulang   setelah ini  , orang  tua kalian  akan  khawatir  nanti”  nasihat  si polisi seung ri  sembari menyerahkan  kembali  kartu pelajaran  milik  ayoung . “mereka tak  pernah  mengkhatirkan ku” sungut ayoung  pelan. Namun  masih  jelas terdengar untuk  orang yang  ada di dekat nya. “mwo?” spontan  si polisi  berkata seperti itu  mengoreksi kembali kata-kata ayoung  barusan.

“aniyeo.. seung ri  ahjussi”  ayoung tak ingin membahas apa yang di katakan nya barusan . “eo? Kau tau nama ku”

“nama mu  terus di sebut –sebut  tadi  .  oh ya  kau kenal  detective kwon ji yong ?” Tanya ayoung  pada  polisi  seung ri . “ohh.. dia rekan ku . tapi , bulan lalu  ia baru saja di pindahkan  ke distrik  pusat  kantor yeoju . kau mengenal nya?” seung ri  bertanya balik pada ayoung . “dia kaka ku”

“setauku ia tak  punya  saudara , ahh  saudara  tak  sedarah ya ?” ayoung hanya  menangguk tanpa bersuara.  “aaa.. maaf ya kalau  kata –kata ku barusan  menyinggung mu. Kau boleh pulang  sekarang. Aku tak bisa  mengantar mu. Hei .. haksaeng ! antar  adik  teman ku ini  pulang  sampai  rumah . kau sudah  dibantu , jadi kau  harus membalas nya”

Namja itu hanya membungkukkan  badan nya sebgai tanda  hormat . begitu juga dengan  ayoung .

^^^

Ayoung pun  berjalan  menuju  halte bus, tanpa memperdulikan  siapa sosok  namja  aneh itu. Karena ia adalah tipikal orang yang  tak begitu  peduli  dengan  orang yang tak ia kenal .

Dan namja itu masih mengikuti  ayoung dari belakang . “ ayoungie .. jamkkaman”  perintah namja itu  agar ayoung  menghentikkan langkah nya. “akka gumawoseo” kalimat itu  sukses  membuat  ayoung  menghentikkan  langkah nya  dan berjalan  berbalik  kearah  namja  itu  berdiri .

 

“yak! Aku Tanya siapa kau ? sebenarnya aku tidak senang  hal- hal  seperti ini , tapi ini  benar –benar mengganggu ku . jadi, bisa  kau  jelaskan  apa maksudmu , membawa  -bawa nama ku pada  polisi” saking cepat nya ayoung bicara  yang terdengar  di telinga  namja itu hanya lah kalimat  ‘siapa kau?’

 

Namja itu  tersenyum . “aku ? aku juga tak tau  siapa aku , begitu banyak  identitas  yang ku pakai , sampai –sampai aku lupa  siapa   nama  asli ku “  jawab namja itu  dengan nada  bercanda  namun  dengan  wajah  yang  serius . ayoung mentautkan alisnya dan itu  membuat nya lebih  jelas  kalau namja yang ia temui sekarang  adalah  namja yang  aneh.  “maksudmu ? kau ini  psikopat ya ?”  nada  bicara ayoung  terdengar  lebih  serius lagi . namun  namja itu  hanya tertawa  kecil, “psikopat ? yaa, mungkin  saja  seperti itu” masih  dengan bicara  yang  tak serius , namun  tatapan nya kini berubah  menjadi  intens.

 

“aneh” pungkas ayoung . mulai muncul rasa khawatir di benak nya . ia pun memilih pergi dan segera menaiki bus yang datang  dan  namja itu  masih berdiri  di tempat nya  dan melihat  kea rah bus  focus nya tertuju pada  sudut  tempat  duduk bus  paling belakang di mana ayoung duduk. Namun ayoung tak menyadari nya.

 

Yeayyyy !! Akhirnya aku bisa  Publish FF Ini  hmm , aku  seneng banget . Okay , ini  baru  awal , gimana  menurut  kalian ? . Dan , baru  ini   aku  baru  keluar  dari  karakter  dan sosok EXO . JANGAN LUPA  TINGGALKAN  JEJAK  READER TERCINTAH ~ BYE ~ 🙂 XOXO

Advertisements

2 thoughts on “[1st Chapter] Love Story Of Murder

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s