[Ficlet] Danger

req-jinho-danger

Danger

Jinho48 Present

Jung Yonghwa & Kang Yura

“…You’re in danger right now, why are you testing me?…”

Poster by LayKim @IFA

Busan, Korea Selatan

4 Agustus 2015

06.30 KST

Seperti biasa, aku bangun tanpa ada dia di sampingku. Ini sudah berlangsung selama tiga hari. Entah apa yang di kerjakannya belakangan ini. Dia jarang pulang ke apatermen kami dan dia juga jarang mengirimi pesan atau meneleponku. Setiap ku telepon, dia tak mengangkatnya. Ku kirimi pesan pun dia tidak membalasnya. Dengan malas aku beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diriku sebelum berangkat kuliah.

Sampai di kampus, aku mengedarkan pandangan kesekeliling dengan harapan aku bisa menemukan gadisku. Tapi, aku hanya bisa mendesah pasrah ketika tak menemukan sosoknya di sekitar gerbang kampus. Dengan gontai aku melangkahkan kakiku menuju kelasku. Sebenarnya kemana gadisku itu? Ku hentikan langkahku ketika tak sengaja aku menabrak seseorang. Ya, aku tahu ini memang salahku yang berjalan sembari menunduk.

Mianhae! Aku tidak sengaja.” sesalku seraya membungkukkan badanku. Kemudian aku mendongak ke arah orang itu. Namun aku terkejut melihatnya begitu pula dengannya.

Oppa?/Yura-ya?”

“Ah, hm, Jonghyun Oppa, kau bisa pergi duluan. Aku akan menyusul nanti.” Ujar Yura ke pria yang ada di sebelahnya.

“Baiklah. Aku tunggu di mobil, oke?” Kemudian pria itu berlalu meninggalkan kami berdua yang masih mematung di lorong kampus.

“Siapa dia, Yura-ya? Selingkuhanmu, huh?” tanyaku dingin. Dia terdiam beberapa detik sebelum menjawab pertanyaanku.

Aniya. Dia asisten dosen pembimbingku, Oppa. Kebetulan kami berdua di beri tugas oleh dosen pembimbingku itu. Maaf karena tidak membalas pesan, mengangkat telepon, dan pulang ke apartmen, Oppa. Aku sibuk sekali. Beberapa hari ini aku menginap di rumah Oh Maria yang tempat tinggalnya tak jauh dari kampus. Maafkan aku, Yongie Oppa!”

“Kau serius? Tidak berbohong kan? Kau tahu bukan jika aku tak suka di bohongi? Jangan macam-macam! Ya sudah, pergilah! Nanti malam kau harus pulang, oke? Akan ku buatkan makanan kesukaanmu.”

Ne, araseo. Kalau begitu, aku pergi dulu. Sampai jumpa nanti malam, Oppa! Saranghae~” ucapnya kemudian mengecup bibirku sekilas sebelum pergi meninggalkanku sendiri. Aku menarik napas sedalam-dalamnya lalu menghembuskannya dengan kasar. Kemudian bergegas menuju kelasku karena sebentar lagi kelas pertamaku akan di mulai.

4 Agustus 2015

19.30 KST

Masakanku telah siap sejak 30 menit yang lalu namun Yura belum menampakkan batang hidungnya di apatermen kami. Tadi aku sudah mengiriminya pesan agar datang kemari jam 7 malam namun dia belum datang sampai saat ini. Akhirnya, ku putuskan untuk meneleponnya. Butuh beberapa kali telepon hingga dia mengangkat teleponnya. Tapi, yang pertama kali ku dengar adalah suara desahan seorang wanita.

Aahhhh…. hentikan, Jonghyun Oppa! Akuh ma…mmauuhh mennnjjaawabhhh teleeeepppooonnnhhhh duluuhhh.”

“Yura-ya?”

Ahhhh, huh, ne, Yongghhh Oppahh?

“Apa yang kau lakukan? Sedang melakukan seks dengan pria yang tadi siang ya?”

(“Hentikan dulu, Oppa! Yong Oppa menelepon!”) “Eh? Aniyo! Kenapa oppa meneleponku?”

“Kau lupa? Bukankah kau sudah berjanji akan pulang ke apartmen untuk makan malam bersama?”

Ah, mianhae. Aku tidak bisa datang malam ini. Banyak yang harus ku kerjakan bersama Jonghyun Oppa. Mianhae ne? Besok aku berjanji akan menemanimu makan siang di kafe yang ada di dekat kampus kita. Tidak apa-apa kan?”

Huh? Semudah itu kau mengatakannya, Yura-ya. Ku peringatkan padamu! You’re in danger right now, why are you testing me, huh? Stop confusing me, Kang Yura!”

Mianhae. Ini benar-benar mendadak. Ya sudah, sampai jumpa besok, Yonghwa Oppa. Aku tutup dulu teleponnya. Annyeong!”

Ne, annyeonghi yongwonhi!”

KLIK

Aku mengeluarkan smirk ku ketika panggilan kami terputus. Dengan segera ku ambil tas punggung hitam yang ada di atas nakas. Tak lupa aku mengambil topi hitam, kacamata hitam, dan juga sarung tangan kulit berwarna hitam. Kemudian aku bergegas memakainya. Setelah siap, aku beranjak meninggalkan apartmen ini. Sebelum aku menuju ke lokasi, aku menganalisis terlebih dahulu lingkungan sekitar lokasi tujuanku. Butuh banyak waktu untuk mempersiapkan semuanya dengan matang agar tidak membahayakan diriku.

Hotel W

5 Agustus 2015

00.10 KST

Kini jalanan telah berangsur sepi karena jam sudah menunjukkan pukul 00.10 KST. Ini waktu yang tepat untukku beraksi. Aku mempunyai waktu 15 menit untuk menyelesaikan diri dan butuh waktu 5 menit untuk melarikan diri sebelum para polisi melakukan patroli malam. Dengan tenang aku turun dari mobil Lamborghini Reventon berwarna hitam milikku yang ku parkir di depan Hotel W. Aku memasuki hotel itu lewat pintu belakang. Sebelumnya aku telah melumpuhkan sistem keamanan di gedung ini.

Tak lama aku sampai di kamar 203 yang menjadi tujuan utamaku. Ku bobol pintunya dengan alat yang telah ku siapkan di dalam tas punggungku. Butuh waktu 1 menit untuk membukanya. Tadi aku sudah memperhintungkan segalanya dan membuka pintu ini, memang bisa selesai dalam waktu 1 menit.

CKLIK…

Assa! Dengan perlahan ku buka pintu itu dan aku menemukan 2 orang targetku tengah bergulat panas di kasur king size di kamar itu. Cih! Gadis murahan! Sebenarnya apa aku untuknya? Benarkah aku kekasihnya? Apa dia meremehkanku? Kenapa dia menguji kesabaran dan kepercayaanku? Kau membuatku tampak bodoh, Yura-ya. Sekarang kau harus merasakan akibatnya.

“Yuhuy~ apa aku menganggu kalian?” tanyaku dengan suara lantang sehingga membuat mereka menghentikan aktivitas panas mereka berdua.

“Yonghwa Oppa?”

“Oh, Jung Yonghwa ya? Ada apa? Kau memang sangat menganggu kami.”

Huh? Begitu ya? Baiklah, aku tak akan menganggu kalian untuk selamanya. Tapi, ada permintaan terakhir?”

Ne?” sahut mereka bersamaan kemudian aku mengeluarkan handgun yang ada di balik mantelku lalu menarik pelatuknya dan….

DOR DOR DOR DOR

Annyeonghi yongwonhi, Yura-ya, Jonghyun-ssi!” Aku menyiram tubuh mereka yang telah tergeletak tak berdaya bersimbah darah dengan bensin kemudian aku menjauh dari mereka. Dengan senyum kemenangan aku menyalakan pemantik api lalu melemparnya ke arah mereka. Perlahan aku meninggalkan tempat ini dan akhirnya aku berhasil keluar dari hotel itu dengan selamat. Haha, selamat tinggal Yura sayang~

#

Huehehe… Annyeong!^^

Saya kembali dengan Ficlet yang sedikit absurd. This story special for Kak WAO 😀
I hope you like it. Don’t forget to RCL, okay? See ya~

Advertisements

3 thoughts on “[Ficlet] Danger

  1. Kenapa suamiku keji gitu ya bang jin?? Tp keren kok. Kau merelakan oppa mu di bunuh suamiku. Huahahahaha. Eh tp agak ngakak pas yongppa ngomong “Yuhuu~”wkwk
    The last, thank you so so much bang jin. Lopeyu~

    • Haha… katanya minta yang beda… ini sudah sangat berbeda wkwk 😀
      Makasih pujiannya… aku gak rela sih tapi ya udahlah… udah terlanjur 😀
      Thriller kok bikin ngakak? Ckck 😀
      Oke, sama-sama. lopeyutu~

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s