(CHAPTER) Secret Admirer (2nd)

secret-admiraer-copy

Ken’s @Indo Fanfiction Arts

Title : Secret Admirer || Author : DALV || Genre : Romance, Sad || Rating : PG–17 || Leght : Chaptered || Main Cast : Oh Yura (OC) , Cho Kyuhyun , Choi Siwon || Other Cash : Find By Yourself ^^

Disclaimers    : Semua alur dan ide cerita murni dari pikiran aku

Happy Reading!

Salju turun dengan lebat di Korea selatan, tepatnya di daerah Gangnam. Gangnam adalah Distrik yang paling besar ketiga di Korea selatan. Tempat-tempat perusahaan terkenal didirikan salah satunya adalah Oh Corp. Oh Crop yang didirikan oleh Oh Jonghyun adalah salah satu perusahaan terbesar dan terkaya dalam tahun ini. Tidak ada yang tidak mengenal Oh Jonghyun. Sang penguasa bidang Real Estate. Semua perusahaan yang berada di Korea Selatan harus bergantung pada perusahaannya.

Sebuah gedung 50 tingkat adalah perusahaan Oh Corp. Terdapat seorang Pria paruh baya di sebuah ruangan yang bisa dibilang sangat luas dan mewah. Tuan Oh yang duduk di kursi empuk miliknya memandang tak percaya pada ponselnya. Dia baru menerima sebuah panggilan dari anak buah nya yang berada di Paris. Diam-diam Pria paruh baya itu menyuruh seseorang untuk mengikuti anak-anak nya yang berada di Paris.

“Sepertinya Nona Muda kembali menjalin hubungan lagi dengan Tuan Muda Choi Siwon, Tuan.”

Perkataan anak buahnya barusan benar-benar bisa membuat kepala Tuan Oh ingin pecah. Dia sebenarnya menerima saja jika Siwon yang menjadi menantunya kelak. Tapi sekarang entah kenapa persetujuan itu terkikis setelah dia ingin menjodohkan anak angkat nya itu. Tuan Oh sudah terlanjur berjanji dengan sahabat nya untuk menjodohkan anak mereka. Dia juga sudah mendapatkan persetujuan dari keluarga Kwon. Keluarga Kwon adalah orang tua dari Yura. Ya, orang tua Yura masih hidup. Mereka sekarang tinggal di pedesaan yang berada di Jepang. Tuan Oh mengetahui keberadaan mereka lagi-lagi karna anak buahnya. Tidak susah seorang Oh Jonghyun menyuruh anak buah nya untuk mencari seseorang ataupun mengikuti seseorang.

Yeoboseo

“Eoh… Appa?” ujar Yura pada sambungan teleponnya

“Apa kau baik-baik saja di sana, Chagi?” Ujar Tuan Oh. Yah…Tuan Oh memutuskan untuk menelepon anak perempuannya itu. Dia ingin mendengar sendiri dari anak perempuannya

“Eoh. Aku baik-baik saja Appa. Wae? Bagaimana dengan Appa dan Eomma? Apa kalian baik-baik saja?”

“Baguslah jika kau baik-baik saja. Tentu saja Appa dan Eomma baik-baik saja.”

“Ah, ya Appa dengar kau telah kembali dengan Siwon?”

“Eoh? Bagaimana Appa bisa tau?”

“Se… Sehun memberitahu Appa.” Ujar Tuan Oh gugup

Yura memejamkan matanya menahan emosi. Dia tau Sehun tidak menyukai hubungan nya dengan Siwon, tapi bisakah Sehun menutupi ini hanya untuk sebentar saja?

Ra-ya, kau tidak lupa janji mu dengan Appa kan?”

“Hmm… tentu saja aku ingat. Bukankah aku harus menyetujui perjodohan itu?” ujar Yura dengan senyum miris

“Ya… kau harus menerimanya. Appa yakin kau akan sangat menyukai Pria yang akan Appa jodohkan dengan mu.”

Hanya gumaman yang di dapatkan oleh Tuan Oh.

“Ya… akhirilah hubungan mu dengan Siwon. Appa tidak ingin ketika perjodohan nanti kau masih memiliki hubungan dengan Siwon.” Ujar Tuan Oh lembut

“Tapi Appa…”

Sambungan telepon itu terputus sebelum Yura melanjutkan ucapannya. Tuan Oh tidak ingin mendengar penuturan Yura lagi. Tuan Oh sangat tau jika di Paris Yura sedang menahan emosi dan tangisannya. Tuan Oh benar-benar merasa bersalah. Sebenarnya dia sangat ingin Yura menentukan pendamping hidupnya sendiri.

Tanpa Yura inginkan air mata nya jatuh. Air mata itu mengenai tangan dahi Siwon yang sedang tertidur di pangkuannya.

“Wae?” ujar Siwon masih memejamkan matanya

Yura yang mendengar perkataan Siwon buru-buru menghapus air matanya

“Ah… Ani-Ah. Drama yang aku lihat sangat menyedihkan.” Ujar Yura berbohong

Siwon akhirnya mendudukan dirinya. Siwon sebenarnya tau jika Yura berbohong. Dan Siwon sangat tau jika Tuan Oh baru saja menghubungi Yura. Siwon menarik bahu Yura berhadapan dengannya.

“Jangan bohong Oh Yura.” Ujar Siwon menatap hazzel coklat milik Yura

Yura menelan salivanya susah payah. Dia tau, Siwon selalu bisa mengetahui jika dia sedang berbohong.

“Apa yang dikatakan Abonim sampai-sampai kau menangis seperti ini?” ujar Siwon dingin

“Tidak. Appa tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya mengingatkan jika minggu depan aku harus pulang.” Ujar Yura lagi-lagi berbohong

“Lalu, kenapa kau menangis?” tanya Siwon yang masih tidak percaya dengan ucapan Yura

“Aku sudah mengatakannya Oppa. Jika Drama yang aku lihat sangat menyedihkan.”

“Jangan berbohong Oh Yura!” murkah Siwon pada akhirnya

Ap.. Appa mengetahui hubungan kita. Dan Appa menyuruh ku untuk memutuskan hubungan ini.” Ujar Yura yang meloloskan kembali air matanya

Siwon menarik Yura dalam pelukannya. Siwon memejamkan matanya mencoba menahan emosi nya. Dia sangat yakin jika Sehun yang memberi tahu hal ini.

“Jangan sakiti dia.” Ujar Yura lirih

Yura sangat tau jika saat ini Siwon telah tersulut emosi karna  ucapannya.

“Aku mohon jangan sakiti Sehun, Oppa. Ini bukan kesalahannya.”

“Tapi dia…”

“WOW! Ini adalah pemandangan yang sangat indah.” Ujar seorang Pria dengan wajah datarnya.

Oh Sehun memasuki apartement nya disaat yang tidak tepat dan mendapatkan pemandangan yang sangat dia benci.

Siwon semakin emosi ketika melihat wajah Oh Sehun. Yura sebisa mungkin menahan Siwon. Yura mengenggam erat baju yang Siwon kenakan.

“Ani-ah. Aku mohon. Jangan.” Ujar Yura dengan isakannya

“Kau apakan Noona sampai menangis Tuan Choi?” ujar Sehun masih dengan wajah datarnya setelah mendengar isakan Yura

“Masuklah kekamar sebelum aku merusak wajah tampan mu itu Tuan Muda Oh. Aku mohon Oh Sehun.” Ujar Siwon tanpa memandang lawan bicaranya

Sehun akhirnya menuruti perkataan Siwon, meskipun itu dia lakukan karna terpaksa.

Siwon mencoba menenagkan Yura yang masih dipelukannya.

“Kajja kita kekamar.” Ajak Siwon pada Yura

Yura menggelengkan kepalanya tidak ingin. Akhirnya Siwon mengangkat Yura untuk membawa Yura kekamarnya. Siwon memasuki kamar dengan pintu yang berwarna putih gading milik Yura. Siwon menempatkan Yura diatas tempat tidur yang berukuran Queen Size. Yura tidak ingin melepaskan genggamannya pada kemeja yang dipakai oleh Siwon. Akhirnya mau tidak mau Siwon membaringkan badannya pada tempat tidur itu.

“Uljjima.” Ujar Siwon sambil mengelus rambut kecoklatan Yura

 Akhirnya Yura tertidur dalam pelukan Siwon. Sebenarnya Siwon masih ingin berada di dekat Yura, tapi jika Siwon mengingat didalam apartement itu juga terdapat Sehun akhirnya Siwon memutuskan untuk kembali ke hotelnya. Siwon perlahan-lahan melepaskan pelukan Yura. Siwon berjalan ke kamar mandi yang berada di kamar Yura. Siwon mencuci wajah nya pada wastafel yang berada di kamar mandi itu. Siwon menatap pada cermin yang berada di depannya. Siwon bertanya-tanya apakah kehidupan Yura setelah berpisah dengan nya baik-baik saja? Entahlah, Siwon masih tidak bisa melihatnya meskipun mereka telah bersama dua hari ini.

Hazzel hitam Siwon tidak sengaja melihat sebuah tabung putih kecil. Siwon mengambilnya dan melihat tulisan yang ada pada depan tabung itu.

“Estazolam?” gumam Siwon

“Astaga… jadi Yura masih mengkonsumsi ‘racun’ ini? Ya Tuhan.”

Siwon memegang kepalanya yang mendadak pusing setelah mengetahui efek dari obat itu. Estazolam adalah obat tidur. Memang obat ini terkenal sangat baik. Tapi jika dikonsumsi terus menerus obat ini akan menjadi kecanduan ataupun obat ini bisa membuat penggunanya keracunan. Siwon tau jika Yura mempunyai penyakit insomnia akut. Yura bisa saja tidak tidur seharian atau berhari-hari jika dia tidak memakan obat yang Siwon sebut sebagai racun.

Siwon berjalan kearah tempat tidur dengan tertatih. Kaki yang sebenarnya sangat kuat menjadi seperti jelly yang bisa membuat dia jatuh kapan saja.

Ra-ya, kau masih memakan obat mematikan ini?” ujar Siwon lebih tepat pada dirinya sendiri

Siwon jatuh berlutut. Dia tidak tau jika kehidupan ‘dulu’ Yura kembali lagi.

Tanpa Siwon sadari Sehun melihat nya. Sehun mengerutkan kening nya. dia tidak pernah melihat Siwon seperti itu. Siwon yang berada di hadapannya sekarang adalah Siwon yang lemah. Apa terjadi sesuatu antara hubungannya dengan Noona nya? atau sesuatu yang terjadi dengan Noona nya? banyak spekulasi dalam pemikiran Sehun. Tapi pria berkulit pucat itu enggan untuk memasuki kamar Noona nya untuk sekedar bertanya ‘ada apa’ pada Siwon.

Kyuhyun merutuki seseorang yang ingin dihubunginya. Ini sudah yang ke lima kali dia menghubungi orang itu. Tapi sampai ke lima kali itu tidak ada satupun jawaban yang di terima nya. mungkin jika saat ini orang yang di hubungi Kyuhyun mengangkat panggilannya dia akan benar-benar mendapatkan murkahan Kyuhyun.

“Yak! Kau kemana saja baru mengangkat panggilanku?” ujar Kyuhyun dengan wajah kesal nya

See? Kyuhyun murkah hanya masalah kecil.

“Astaga Kyu, aku belum tuli.” Ujar seseorang dari seberang ponsel itu

“Hah… kau ada dimana sekarang? Bukankah kau sedang berada di Paris?”

“Aku? Aku di rumah Gadis ku. yah.. aku sedang berada di Paris. Wae?”

“Kau benar-benar Choi Siwon. Berhentilah ‘bermain’ dengan Gadis mu itu. Kau tidak ingin mengunjungi adik mu yang sedang dilanda bencana ini?” ujar Kyuhyun dengan suara yang dibuat lirih

“Heiii.. aku tidak seperti mu yang suka ‘bermain’ dalam artian yang kau buat. Ah.. aku lupa untuk mengunjungi mu.” Ujar Siwon dengan kekehannya

Ya… orang yang di hubungi Kyuhyuh adalah Choi Siwon. Sahabat yang sudah Kyuhyun anggap seperti kakak kandung nya. Siwon selalu mengerti dirinya. Selama ini Siwon juga yang menjadi sandarannya untuk bercerita.

“Hah.. aku ada dimana sekarang Hyung?”

“Aku? Bukankah aku sudah mengatakan jika aku sedang berada di tempat ‘Gadisku’?”

“Bisa kita bertemu? Aku benar-benar membutuhkan teman cerita sekarang.” Ujar Kyuhyun dengan suara paraunya

“Jika sekarang aku tidak bisa Kyu-Ah. Aku harus menjaga Gadis ku. Jika kau mau datanglah ke Apartement Gadis ku.”

“Kau gila? Kau ingin aku melihat ke romantisan kalian?”

“Hei… itu tidak akan. Gadis ku sedang tidur sekarang. Aku akan mengirimkan alamatnya.” Ujar Siwon sambil melihat malaikat nya yang tertidur di sampingnya.

“Arraseo”

Sehun merutuki tamu yang menekan bel di apartement nya. ini adalah akhir pekan dan Sehun paling membenci orang yang mengganggu akhir pekannya. Sehun tidak ingin susah-susah melihat interkom yang tersedia diapartement nya terlebih dahulu. Ketika Sehun membuka pintunya, Sehun terbelalak kaget melihat siapa yang ada dihadapannya sekarang.

Untuk apa Pria ini datang ke apartement nya. dan dari mana Pria ini tau apartement nya?

“Oh.. Bonsoir (Selamat malam). Benarkah ini Apartement dari Oh Yura?” ujar Pria yang ditatap Sehun dengan tanda tanya

Oui (Ya).” Jawab Sehun singkat

“Bolehkah aku bertemu dengan Choi Siwon?” tanya Kyuhyun dengan santai meskipun mendapatkan tatapan sinis dari Sehun

“Masuklah. Aku akan memanggilkan Siwon Hyung.” Ujar Sehun menggunakan bahasa Ibunya

Kyuhyun mengagakan mulutnya tidak percaya. Sial. Jika dia tau lawan bicaranya bisa menggunakan bahasa Korea lebih baik tadi dia memakai bahasa Ibunya dari pada menggunakan bahasa Perancis yang menurut dia sangat memusingkan.

Kyuhyun mengikuti Sehun berjalan memasuki apartement itu. Sehun mengantarkannya pada sebuah ruang tamu yang tidak terlalu besar. Apartement ini juga bisa dikatakan kelas rendahan jika dimata Kyuhyun.

Sehun memanggil Siwon yang berada di kamar Noona nya. Meskipun dia sangat malas memanggil Siwon, tapi mau tidak mau Sehun harus memanggilnya. Sehun merasa risih dengan kedatangan Kyuhyun di apartement nya.

“Siwon-ssi, teman mu sudah menunggu mu di ruang tamu.” Ujar Sehun tanpa menatap lawan bicaranya

Siwon sudah biasa dengan sikap Sehun yang seperti itu. Apalagi dengan panggilan Sehun tanpa menggunakan kata ‘Hyung’.

“Hun, bisakah kau menjaga Yura sebentar? Aku akan menemui teman ku sebentar saja. Dan jangan tinggalkan Yura sendirian. Aku mohon untuk kali ini saja kau menuruti permintan ku.” Ujar Siwon dengan suara lirihnya

Sehun hanya bergumam. Dia tidak ingin memberikan suara indahnya untuk orang yang menurutnya tidak penting itu. Siwon mengecup kening Yura dan berjalan keluar keruang tamu yang sudah terdapat Kyuhyun disana.

“Hey Kyu…” sapa Siwon sambil menyodorkan kaleng bir pada Kyuhyun

“Gomawo Hyung.” Ucap Kyuhyun sambil mengambil bir yang diberikan oleh Siwon

“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Siwon pada Kyuhyun

“Aku membuat masalah lagi Hyung.” Ujar Kyuhyun menatap kaleng birnya

Siwon hanya bisa mengertukan kening nya

Eomma masuk rumah sakit karna ulah ku. Kemarin Eomma menelepon ku ketika aku dan Stella sedang melakukannya. Dan paginya Noona menelepon jika Eomma masuk rumah sakit.” Cerita Kyuhyun tanpa minat

Siwon melotot setelah mendengar apa yang di katakan oleh Kyuhyun.

“Kau gila Kyu. Aku sudah mengatakan kepada mu untuk tidak melakukannya lagi. Lalu sekarang apa yang akan kau lakukan?”

“Entahlah. Aku bingung Hyung. Appa menyuruh ku untuk pulang tanpa membawa Stella. Seperti nya mereka ingin menjodohkan ku dengan Gadis pilihan mereka.”

“Pulang lah. Dan bicarakan bak-baik dengan mereka. Aku tau sifat ayahmu Kyu. Beliau bukanlah orang yang otoriter. Jika kau bisa meluluhkan hatinya dia akan menerima hubungan mu dengan Stella.”

“Tidak. Appa bukan orang yang seperti itu. Jika dia mengatakan harus maka kau harus mengikuti kemauannya. Jika tidak maka dia akan benar-benar murkah. Seperti tadi pagi ketika Ahra Noona menelepon, suara Appa terdengar seperti suara seorang monster yang siap menerkam mu kapan saja.” Ujar Kyuhyun dengan tertawa miris nya

Siwon diam. Dia tidak tau harus berkata apa lagi. Dia tidak terlalu mengenal watak dari Tuan Cho, Tapi jika watak seorang Kyuhyun dia sudah sangat hafal mati. Kyuhyun adalah Pria yang sangat keras kepala. Jika Pria itu mengatakan iya maka kau harus mengikuti apa perkataannya. Jika mendengar bagaimana watak Tuan Cho dari Kyuhyun, maka bisa dikatakan Kyuhyun telah mengikuti watak Ayah nya. Like Father Like Son. Siwon terkekeh akan pikiran nya sendiri.

Kyuhyun mengernyitkan kening nya ketika mendengar Siwon terkekeh. Bukankah tidak ada yang lucu dari ucapannya. Dan sepertinya dia sangat salah ketika meminta bantuan dari Siwon saat ini. Siwon tidak memberikannya jalan keluar. Jika Kyuhyun lihat lagi tatapan dari seorang Choi Siwon seperti terkurung di suatu tempat. Seperti Pria itu sedang memikirkan sesuatu yang sangat berat. Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya.

Sehun mengeryitkan alisnya ketika melihat sebuah tabung obat diatas nakas sebelah samping tempat tidur Noona nya. Sehun yang penasaran akhirnya mengambil obat itu.

“Estazolam?” gumam Sehun kepada dirinya sendiri

Sehun adalah seseorang yang paling buta jenis-jenis obat. Apalagi obat yang berada di tanggannya sekarang. Banyak spekulasi yang dia pikirkan mengenai obat itu. Tapi semua itu dia tepis. Noona nya baik-baik saja bukan? Lihatlah wajah tidur nya. Terlihat seperti seorang malaikat. Sehun berjalan ke arah sofa yang tersedia di kamar Yura. Sehun meduduki sofa itu. Pria berkulit pucat itu sibuk berkutat dengan ponsel nya dan diakhiri dengan tertidur.

Taman yang indah, mempunyai banyak bunga-bunga disekitarnya. Seorang anak perempuan kecil berlari-lari dengan 3 balon berada di tanggannya. Terlihat Pria dan Wanita paruh baya tersenyum melihat tingkah anak kecil itu.

“Sayang, jangan berlari. Nanti kau terjatuh sayang.” Ujar Wanita paruh baya itu kepada anak kecil yang sedang berlari

Anak kecil yang merasa di panggil itu akhirnya berhenti berlari. Dan dia berjalan menuju arah kedua orang tua nya yang duduk di bangku taman itu.

“Ne Eomma. Eomma, kapan adik kecil yang berada di perut Eomma keluar?” tanya anak perempuan itu dengan polos sambil memegang perut ibu nya

“Dua bulan lagi sayang. Wae? kau sudah tidak sabar menunggu adik mu, Kwon Yura?”

“Eoh. Aku ingin bermain-main dengan nya. Jadi nanti jika Eomma dan Appa pergi bekerja aku akan mempunyai teman di rumah.” Ujar Kwon Yura dengan senyumannya

Tuan dan Nyonya Kwon hanya bisa mengulas sebuah senyuman. Mereka tau jika Yura sangat kesepian jika mereka berdua pergi bekerja dan meniggalkan Yura sendirian di rumah bersama pembantu mereka.

Tuan dan Nyonya Kwon akhirnya berdiri ketika melihat teman mereka berada di taman itu juga. Mereka berdua datang bersama seorang anak laki-laki. Yura tersenyum kepada Pria itu, tapi Pria itu menatap Yura dengan pandangan tidak suka. Senyuman Yura akhirnya menghilang.

Langit yang cerah berubah menjadi mendung dan turun hujan yang sangat lebat.  Orang-orang yang berada ditaman itu berlarian mencari tempat untuk berteduh. Tapi Yura tidak berlari mengikuti orang tua nya. Yura berlari kelain arah. Yura berteduh di sebuah rumah yang sudah tidak terpakai. Di rumah itu sangat gelap, tidak ada orang sama sekali. Di rumah itu hanya ada Yura.

Yura mendudukkan dirinya di sudut ruangan sambil menekuk lutunya. Wajahnya dia tenggelamkan pada sisi lutut nya. Yura menggigil, dia kedinginan.

“Eomma…” hanya itu yang bisa Yura ucapkan untuk saat ini

—–

Yura mengeliatkan badannya tanda tidak nyaman pada tidur nya. Keringat dingin mulai keluar dari dahi nya. Gumaman-gumaman tidak jelas telah keluar dari mulut kecilnya.

“EOMMA..” jerit Yura terbangun dari tidur nya

Sehun yang sedang ketiduran di sofa merasa terganggu dengan teriakan Yura akhirnya membangunkan dirinya. Siwon dan Kyuhyun yang berada di ruang tamu juga berlari menuju kamar. Siwon berlari dan memeluk Yura dengan posesif.

“Gwencana. Oppa disini.”

“Eomma… Oppa Eomma.” Ujar Yura lirih

“Uljjima. Gwenchana Ra-ya.”

Sehun yang melihat itu berjalan menuju pasangan adam dan hawa itu. Sehun mendapatkan tatapan sinis dari Siwon.

“Bukankah aku mengatakan untuk menjaga Noona mu dengan baik Oh Sehun-ssi?” ujar Siwon dengan suara tegas nya

Sehun yang melihat tatapan tidak suka dari Siwon hanya bisa menelan salivanya susah payah. Setelah dua hari ini Sehun benar-benar melihat sisi lain dari seorang Choi Siwon.

“Mi…Mianhe. Aku tadi ketiduran.” Ujar Sehun tebata

“Obat ku? Oppa berikan aku obat ku.”

“Tidak”

“Tapi……”

“TIDAK KWON YURA. Aku tidak akan memberika mu RACUN itu lagi.” teriak Siwon pada Yura yang masih berada di pelukannya

“Ada aku di sini. Apa yang kau minum bukanlah vitamin. Tapi itu obat yang mematikan. Aku mohon berhentilah.” Ujar Siwon dengan suara paraunya

Sehun hanya bisa menyatukan alisnya tanda tidak mengerti apa yang dua insan itu sedang bicarakan. Sedangkan Kyuhyun yang berdiri diambang pintu hanya bisa diam. Sebenarnya dia penasaran dengan wajah Gadis yang dipeluk oleh Siwon, tapi Pria yang berkulit pucat yang Kyuhyun tidak tau itu siapa menutupi pandangan nya. Kyuhyun menghembuskan nafasnya. Pria itu memutuskan untuk pulang. Lagian urusannya dengan Siwon juga sudah selesai.

Setelah Siwon menenagkan Yura, akhirnya Gadis itu tertidur dipelukan nya. Siwon benar-benar akan merutuki ulah Sehun sehabis ini. Dia tau jika ‘mimpi buruk’ Yura akan kembali jika Gadis itu tidak mamakan obat nya ataupun tidak ada yang menemani nya. Siwon benar benar akan merutuki Sehun setelah ini.

Perlahan-lahan Siwon juga memejamkan matanya. Siwon juga tertidur dengan memeluk Yura. Pelukan itu seperti sebuah pelukan yang posesif. Pelukan yang tidak ingin Siwon lepas sampai kapan pun, pelukan yang ingin selalu melindungi gadis yang dipeluknya dan pelukan yang tidak ingin meninggalkan Gadis yang berada di samping nya sekarang apapuun yang terjadi.

Sehun sudah kembali ke kamar nya setelah melihat kejadian itu. Dia ingin bertanya apa yang terjadi dengan Noona nya, tapi menurutnya itu bukan saat yang tepat mengingat Siwon benar-benar murkah karna kelakuannya.

Sehun memutuskan untuk mendinginkan dirinya dibawah guyuran shower kamar mandi nya. Dia ingin mendinginkan pikirannya. Dia akan mencari tau sendiri tentang Noona nya.

Dan kedua pria itu telah melupakan seseorang yang sudah sampai di apartement mewah nya setengah jam yang lalu. Ingatkan pada mereka tentang keberadaan Kyuhyun setelah mereka sadar nanti.

One Week Later

Yura, Siwon dan Sehun sedang menuju ke Charles de Gaulle Airport. Atmosfir dalam mobil yang mereka tumpangi itu menurut Sehun terlalu panas padahal ini adalah musim dingin dan Air Conditioning yang berada di mobil itu telah dihidupkan oleh Sehun. Panas? Tentu saja. Selama satu minggu ini Yura selalu menghindar darinya. Yura selalu membuang wajah tidak suka ketika berdekatan dengan Sehun. Begitu juga dengan Siwon. Pria itu selalu menatap Sehun sinis. Sebenarnya jika Siwon, Sehun merasa bodoh dengan sikpa Siwon. Yang dia pertanyakan sekarang adalah sikap Noona nya padanya.

Semenjak kejadian mimpi buruk Noona nya, dia berubah terhadap Sehun. Dan ketakutan Sehun terjadi. Yura berubah. Ya Noona nya berubah. Tidak ingin berbicara lagi dengannya, tidak ingin melihatnya dan tidak ingin memperhatikan keadaan nya lagi. tanpa sepengetahuan Yura den Siwon, Sehun juga sering ke bar malam hanya untuk meminum sebotol wine untuk membuat pikirannya jernih. Sehun menjadi Pria yang ugal-ugalan karna sikap Yura. Tapi semua itu tidak ada yang mengetahuinya selain Sehun, Tuhan dan Tuan Oh. Sehun tersiksa? Tentu saja. Ini yang ditakutkan olehnya ketika Noona nya jatuh cinta pada seseorang. Yura akan menganggap Sehun tidak pernah ada.

Hanya sebuah keheningan yang mereka ciptakan dalam perjalanan ke Bandara.

“Kau benar-benar harus pergi Sayang?” Ujar seorang Wanita pada Pria yang berada di depannya

“Ya.. kau sudah tau itu. Aku akan kembali ke sini secepatnya. Jaga dirimu baik-baik dan jangan bermain dibelakangku!” tegas Pria itu

“Hei… kau tau kan jika seorang Stella Kim mempunyai julukan Ice Princess? Jadi tidak akan ada yang berani mendekati Ice Princess ini. Apalagi kekasih dari Ice Princess ini adalah Ice Prince. Mungkin sebelum mereka berperang mereka akan menyerah terlebih dahulu.” Ujar Stella dengan kekehannya

Kyuhyun yang mendengarkan candaan kekasihnya juga ikut terkekeh. Yah, mereka berdua di nobatkan sebagai pasangan Ice Prince dan Ice Princess dikampus mereka. Mereka berdua adalah orang yang paling dingin di kampus dan tidak ingin mengetahui keadaan sekitar.

“Aku pasti akan sangat kesepian disini. dan merindukanmu tentunya.” Ujar Stella

“Hei.. aku akan menghubungi mu setiap hari atau setiap jam mungkin?” ujar Kyuhyun dengan kekehannya

“Aku akan kembali lagi ke sini dan ketika aku kesini aku akan membawa persetujuan hubungan kita dari orang tua ku.” Ujar Kyuhyun sambil mengelus pipi mulus Stella

Stella tersenyum, pipinya merona karna ucapan Kyuhyun. Wanita itu sangat tau jika orang tua Kyuhyun tidak pernah menyetujui hubungan Kyuhyun dengannya. Tapi memang dasar keduanya keras kepala jadi hubungan tanpa restu orang tua tetap mereka jalankan.

“Pulang lah. Aku harus masuk sekarang.”

“Kau mengusirku?” ujar Stella berpura-pura ngambek

“Hei… tidak sayang. Aku hanya ingin sebelum aku terbang nanti kau sudah sampai diapartement.”

“Seorang Cho Kyuhyun adalah penyuruh yang handal. Ck. Ya..ya..ya.. aku akan pulang sekarang Tuan Cho.”

“Hei.. jangan marah seperti itu Nyonya Cho. Kau terlihat sangat jelak jika sedang marah.”

Stella ingin merutuki Kyuhyun yang selalu memberikan embel-embel Nyonya Cho pada nya. Dia sangat yakin jika sekarang wajahnya telah memerah seperti kepiting rebus. Kyuhyun mencium pipi merah Stella. Stella hanya bisa membelalakkan matanya terkejut. Hei, ini adalah tempat ramai. Meskipun Kyuhyun hanya mencium pipinya tapi hal itu sudah sangat memalukan bagi Stella.

Tanpa mereka sadari ada tiga pasang mata yang melihat kelakuan mereka. Yura, Siwon dan Sehun menyaksikan kedekatan dua insan itu. Yura merasakan dadanya sesak seperti ada puluhan batu yang menghantamnya. Tapi bukankah hal itu wajar? Hei mereka adalah sepasang kekasih. Sedangkan Yura? Yura bukan siapa-siapanya Kyuhyun. Yura hanyalah mencintai Kyuhyun diam-diam. Belum tentu juga seorang Kyuhyun mengenalnya. Yura tersenyum miris mengingat hal itu. Siwon yang mengetahui ketidaknyamanan dari Yura akhirnya menarik Yura dalam pelukannya. Siwon sangat tau apa yang terjadi pada Gadisnya.

“Aku sudah melihatnya bodoh. Kau tidak perlu menutupinya lagi.” ujar Yura memutar bola matanya malas

Sehun yang melihatnya hanya bisa memutar bola matanya malas. Sedangkan Siwon hanya bisa terkekeh pelan setelah mendengar jawaban dari Gadisnya.

To Be Continue ~

Hai…Hai…Hai… I’m Back with chapter 2. Hohohoho Masih ada yang inget cerita ini kan yah? ^^

ditunggu RLC nya…

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s