[BTS Series] Sunday [Prolog]

bts sunday copy

Sunday

Tob’s storyline

 Kim Namjoon | Min Yoongi | Kim Seokjin | Jung Hoseok | Park Jimin | Kim Taehyung | Jeon Jungkook

Slice of life, School life, Friendship  | Series | G

Summary :

“Hampir setengah umurku bersama kalian, tidak ada salahnya jika besok kita tidak berkumpul kan? Hanya satu hari. Percayalah itu hanya sebentar”

***

Angin kencang menerpa tujuh lelaki yang sedang duduk di sebuah taman. Ketujuh lelaki itu terlihat sedang membicarakan sebuah perbincangan yang cukup serius. Seorang lelaki bermata sangat sipit menjentikan jarinya seperti mendapatkan sebuah ide.

“Aku bosan kita selalu bersama, bagaimana jika esok kita tidak usah berkumpul?” ucap lelaki bermata sipit bernama Kim Namjoon—terlihat dari nametag di jasnya.

Jeon Jungkook—terlihat dari nametag di jasnya menyahut, “Kau serius?”

Kelima lelaki lainnya memandang Namjoon dengan tatapan ini-bohong-kan dan dibalas anggukan oleh Namjoon.

“Hampir setengah umurku bersama kalian, tidak ada salahnya jika besok kita tidak berkumpul kan? Hanya satu hari. Percayalah itu hanya sebentar”

Kim Seokjin—lelaki jangkung yang ada di samping Namjoon mengangguk setuju, “Ya, setidaknya kita akan tahu apa yang harus kita lakukan jika tidak bersama. Ini merupakan hal baru kan?”

Lelaki yang sedang merebahkan dirinya di rumput menatap langit, “Aku pun sejujurnya bosan melihat wajah Namjoon yang terlalu sering marah-marah” dan langsung dibalas jitakan oleh Namjoon sehingga membuat Hoseok—Jung Hoseok, nama lelaki itu berteriak kesakitan.

“Ini ide yang bagus untukku terhindar dari keramaian” ucap Min Yoongi—lelaki bermantel hitam yang berada diantar Seokjin dan lelaki bersurai coklat.

Lelaki bersurai coklat yang berada di samping Min Yoongi menggeleng keras, “Aku bisa saja mati kebosanan. Apa yang harus kulakukan? Aku pasti akan dijajah oleh Taehee noona”

Park Jimin—yang sedang merebahkan diri di samping Hoseok tertawa, “Kau berlebihan. setidaknya setelah dijajah olehnya, Kau akan mendapatkan sesuatu yang tak terduga. Seperti biasa kan?”

Taehyung—lelaki bersurai coklat mengangguk setuju, “Tapi dia sedikit menyebalkan dan menyeramkan”

“Tapi dia cantik” sahut Seokjin yang langsung disoraki oleh keenam temannya.

Namjoon yang ikut berteriak langsung menginterupsi, “Baiklah, jadi besok kita benar-benar tidak usah berkumpul kan? Dan tidak boleh saling menghubungi, oke?”

Keenam temannya mengangguk tidak bersemangat karena mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan jika tidak berkumpul bersama. Berbeda dengan Namjoon, sudut bibirnya agak tertarik, “Setidaknya hari senin mendatang kita harus saling bercerita apa yang dialami di hari minggu yang berbeda itu”

Hoseok menyenggol badan Jimin dengan sikunya, “Apa yang akan Kau lakukan besok?”

Jimin bepikir keras, terlihat dari dahinya yang mengerut, kedua alisnya bertemu, dan matanya terpejam. Tak lupa, jari telunjuknya mengetuk-ngetuk dahinya yang sedang mengerut. Pada akhirnya ia menjawab malas, “Aku tidak tahu”

Yoongi melirik jam yang melingkar di tangannya. Pukul lima sore, sudah waktunya untuk pulang. Ia menepuk pundak Taehyung sehingga membuat lelaki bersurai coklat itu menatap ke arahnya. Yoongi langsung mengangkat tangannya mendekati kepala Taehyung dan menunjukan jam yang melingkar di pergelangan tangannya. “Ini sudah sore”

Taehyung mengangguk dan langsung berbicara, “Sudah pukul lima sore”

Semua yang ada disana langsung menatap Taehyung sehingga membuat Taehyung mengerutkan dahinya yang berarti kenapa-kalian-menatapku. Namjoon langsung mengambil alih, “Sebaiknya kita pulang dan mempersiapkan apa saja yang harus dilakukan besok. Sampai jumpa!” ucapnya lalu pergi meninggalkan keenam temannya.

Seokjin pulang bersama Taehyung menuju halte. Rumah mereka berdua berada di arah yang sama. Itu alasan kenapa mereka pulang bersama. Sedangkan Yoongi menarik Jimin karena ia sebelumnya meminta Jimin untuk mengantarnya membeli kertas partitur yang baru. Tinggalah Jeongkook dan Hoseok yang masih diam di tempatnya.

“Hoseok-ah, apa kau yakin dengan hari esok?” tanya Jungkook setelah kelima temannya sudah pergi menjauh.

Hoseok mengangkat bahunya. “Kita tidak akan pernah tahu jika kita tidak mencoba”

Jungkook mengangguk setuju, “Berarti Kau sudah tahu apa yang akan dilakukan besok?”

Hoseok tertawa sehingga membuat Jungkook mengerutkan dahinya. Jungkook berpikir bahwa Hoseok pasti sudah mempunyai schedule namun ternyata pernyataannya kemudian membuat Jungkook memutar bola matanya walau pada akhirnya Jungkook tersenyum juga.

“Sebenarnya belum, tapi aku harus membuatnya menyenangkan. Aku harus memanfaatkan saat-saat tidak ada yang mengangguku kan?”


Advertisements

6 thoughts on “[BTS Series] Sunday [Prolog]

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s