[Chapter 2] Alien-The Transformation

TheTransformation

Bangsvt’s present

AlienThe Introduction-The Transformation

OC’s Lee Yuna — Seventeen’s Jeon Wonwoo — BTS’s Kim Taehyung

PG15

Romance, School life, Fantasy

Di hitung-hitung, lima belas menit ini cukup aku habiskan untuk mengubah penampilan Wonwoo, dari Tarzan menjadi…


menjadi Pangeran William-versi Asia. Air liurku tidak turunkan? Aku terpesona melihat hasil potonganku sendiri! Mungkin ainku sudah berbentuk hati seperti emoticon.
“Jeon-”
“Terima kasih, Yun.” Saat dia berdiri, mulutku mungkin refleks menganga. Aku terpesona, kalian harus tau itu! Jeon Wonwoo, alien tarzan ini sudah berubah menjadi Pangeran tampan yang membuatku-dan mungkin perempuan lain-jatuh kedalam cinta yang dalam. Eh tapi, Senior Taehyung langsung menggerogoti pikiranku. Aku tidak boleh suka dengan Wonwoo! Senior Taehyung, tenang saja, kau tetap nomor satu di hatiku! Alien itu tidak akan mengganggu posisimu!
“Yun, kenapa ekspresimu begitu?” Jeon Wonwoo, kenapa mengganggu terus?! “Ada telfon dari Kak Sungyeol.” Aku meraih ponsel putih dari tangan Wonwoo.
“Ada apa, Kak?”
“Besok Wonwoo masuk sekolahmu, ya. Aku sudah menyiapkan semuanya, jangan lupa besok kau urusi registrasinya.” What ?! Heol! Bisa tidak kita tidak di satukan?
“Kak, ta-”
“Terima kasih, adikku tersayang.” Cih! Tersayang? Kalau aku di sayang tak mungkin kakak menyusahkan aku terus.
“Hore! Aku satu sekolah dengan Yuna!” Ya Tuhan.. Aku hanya bisa menampilkan tatapan malasku ke arah Wonwoo yang masih berjingkrak-jingkrak seperti anak kecil baru mendapatkan sebatang permen lollipop kesukaannya. “Yuna, mau kemana?” Ish! Bertanya terus, seperti pembantu yang baru di rekrut saja.
“Mau mandi, kau ikut memangnya?”
“Eung..” Haha! Hei, dia lucu kalau sedang gugup seperti itu! Ya! Lee Yuna! Apa yang kau pikirkan?!

Ya! Pergi sana!” Aku beranjak pergi meninggalkan Wonwoo di ruang tengah.

“Aku pulang.”
“Kak Sungyeol!” Teriakkanku menggelegar begitu seorang laki-laki jangkung memasuki rumah. Bukannya menyapa, aku malah membuat perhitungan dengannya. Kalian tahulah soal apa. “Kak! Kenapa harus satu sekolah, sih?! Kan bisa di taruh di tempat lain.” Kak Sungyeol dengan kejamnya tak mengindahkan perkataanku. “Kak!”
“Yuna, lebih baik kau mengambilkan aku air, pelanggan hari ini banyak sekali, tanganku sampai tidak bisa di rasa.” Ish! Selalu saja mengalihkan perkataan orang!
“Iya!” Baikkan aku? Walaupun pertanyaanku tidak di hiraukan, tapi aku tetap menuruti perintah kakakku. “Ini!” Sebuah gelas berisikan air bening berpindah tangan ke tangan Kak Sungyeol. Tatapanku masih kubuat sebal, karena Kak Sungyeol masih tidak menjawab pertanyaanku. “Kak! Aku kan sedang bertanya! Kenapa di cuekkin?!”
“Dengar ya, Yun. Kakak tidak punya cukup uang untuk menyengolahkan Wonwoo. Aku pilih sekolahmu karena, murah. Ya, setidaknya aku masih bisa membiayai kalian.” Aku menghela pasrah mendengar jawaban kakak soal biaya-mebiayai. Kadang aku sedih melihat Kak Sungyeol pulang malam hanya untuk mebiayai aku dan dirinya hidup. Di tambah lagi sekarang ada Wonwoo.
“Baiklah. Maaf sudah mengo-Ya!” Gertakkanku membuat orang di depanku ini menggelak. Apanya yang lucu?! Asetku berantakkan seperti ini dia malah menertawaiku! Damn!
“Kak Sungyeol, Yuna, ayo makan!” Kami mengalihkan pandangan kami ke arah belakang. Ada Wonwoo ternyata.
“Jeon Wonwoo! Kau masak apa hari ini, adikku?” Wonwoo hanya menyengir mendengar pertanyaan Kak Sungyeol. Bodoh, bukannya di jawab malah menyengir. Wonwoo mengajak kami ke meja makan yang sudah tersedia alat makan dan satu panci ramen di tengahnya.

“Ramen!” Tanpa pikir panjang, mangkukku sudah ku isi dengan kuah dan mie ramen yang di buat Wonwoo. Tidak buruk, namun tidak baik juga. Mienya belum terlalu matang, sehingga aku masih merasakan rasa alot dari mie tersebut. Kami semua makan dengan diam ramen yang sudah di sediakan Wonwoo.

“Wonwoo, sudah siap?” Aku melongokan kepalaku ke dalam kamar Wonwoo yang berada di samping kamarku. Tapi, dia kok tidak ada? “Jeon Wonwoo?” Perlahan aku melebarkan pintu di depanku ini dan memasuki kamar Wonwoo. Eish, orang itu tidak ada di sudut kamar manapun. Ini pertama kalinya aku masuk ke kamar anak laki-laki yang bukan kakakku. Kamar Wonwoo cukup rapih untuk ukuran anak laki-laki, bahkan Kak Sungyeol saja tidak serapih dirinya. For your information, kamar Wonwoo ini bekas kamar Kak Sungyeol yang sekarang tidur di kamar orang tuaku. Aku melirik jam tanganku yang melingkar pasif di pergelangan tangan. Jam tujuh kurang seperempat dan Wonwoo masih menghilang? Anak itu ya!
“Ada apa, Yun?” Itu dia!
“Ya! Jeon-AA!”

To Be Continued…

 

Advertisements

One thought on “[Chapter 2] Alien-The Transformation

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s