Our Tomorrow [Part 2]

req-jinho-our-tomorrow

Our Tomorrow

Author : Jinho48

Genre : Angst, Brothership, Sad, Little bit romance, Little bit comedy

Cast :

  • Calistha Alentha Jung (OC)
  • Song Hyena (OC)
  • Kang Minhyuk (CNBLUE)
  • Lee Jonghyun (CNBLUE)
  • Min Jiae (OC)
  • Kim Haneul (OC)
  • Jung Yonghwa (CNBLUE)
  • Lee Jungshin (CNBLUE)

Length : (2/?)

Summary : “Kita tidak akan pernah tahu bagaimana hari esok yang akan kita dapatkan.”

Poster by LayKim @IndoFanfictionsArt

#

Awan kelabu menghiasi langit yang semula berwarna biru cerah. Rintik-rintik mulai jatuh membasahi tanah hingga menimbulkan bau khas hujan. Para pejalan kaki segera mencari tempat untuk berteduh. Kilatan petir terlihat jelas di angkasa, menandakan hujan deras akan turun. Banyak orang yang menghentikan aktifitas mereka dan memilih untuk menghangatkan diri di dalam rumah atau kedai kopi yang ada di sepanjang jalan.

Namun, itu tidak berlaku bagi seorang pria. Dengan langkah gontai dia berjalan dan menari-nari seperti orang gila di tengah jalan yang sepi. Dia terus meracau tak jelas. Sudah jelas bukan? Pria itu mabuk berat. Padahal jarum jam belum menunjukkan waktu tengah malam tapi pemuda itu telah mabuk berat. Entah berapa banyak alkohol yang dia minum. Dari belakang, seorang gadis berjalan tertatih mengikuti pria itu.

Gadis itu merutuki kebodohan pria mabuk itu yang membuatnya terjebak dalam situasi ini. Coba saja jika pemuda itu bukan sahabat semasa kecilnya, mungkin dia tidak akan mengikutinya. Kepalanya berdenyut keras memikirkan sahabatnya itu. Ditambah hujan deras yang menguyur. Dan lagi seharian ini dia belum makan apapun. Dia ingin memaki pemuda itu tapi ia urungkan karena suasana hati sahabatnya sedang kacau.

“Jonghyun-ah! Sampai kapan kau akan seperti ini? Ayo pulang!” teriak gadis itu yang kini sudah berada di depan Jonghyun.

Pemuda itu menatapnya sendu, “Pulang? Untuk apa? Untuk melihat kemesraan Calistha dan Minhyuk, eoh? Atau untuk melihat Jungshin bercanda dengan Calistha? Cih! Mereka semua memuakkan, Haneul-ah.” racaunya dengan nada lirih namun beruntung Haneul yang memiliki pendengaran tajam masih bisa mendengarnya.

“Kau saja yang bodoh! Sudah jelas Minhyuk punya Hyena. Mana mungkin Minhyuk bermesraan dengan Calistha? Jika begitu, pasti sudah muncul kabar bahwa Minhyuk CNBLUE meninggal karena di bunuh kekasihnya. Kau terlalu membesarkan masalah ini. Dan kedekatan Calistha dan Jungshin. Kau itu bodoh atau apa? Kan sudah jelas kalau Jungshin memang seperti itu. Dasar bodoh! Dasar idiot! Dasar tolol! Dasar–”

“DIAM! KAU TIDAK TAHU APA-APA, HANEUL-AH! AKU MENDENGARNYA SENDIRI. CALISTHA MENCINTAI MINHYUK! YONGHWA HYUNG JUGA TAHU HAL ITU. AKU TIDAK BISA MENERIMANYA. KENAPA SEMUA GADIS YANG KU SUKA SELALU MENYUKAI MINHYUK? APA BAGUSNYA MINHYUK, HUH? SIALAN! BENAR-BENAR SIAL! KENAPA AKU SELALU KALAH DARI SI SIPIT ITU? BRENGSEK! AARRRGHHHH!!!!” teriak Jonghyun dengan penuh emosi.

Tatapan pemuda itu mulai goyah. Tidak ada tatapan setajam elang dan sekokoh beton yang tadi dia tujukan pada Haneul. Bibirnya bergetar. Perlahan matanya basah. Bukan karena air hujan tapi karena air matanya. Yah, seorang Lee Jonghyun kini tengah menangis pilu di hadapan sahabat masa kecilnya, Kim Haneul. Gadis yang tadinya menatap nyalang ke arah Jonghyun, kini mulai melunak. Perlahan, ia rengkuh tubuh lemah pemuda itu.

Cukup lama mereka berpelukkan di tengah hujan deras hingga akhirnya Haneul melepas pelukkan itu terlebih dahulu. Dia menatap Jonghyun lekat-lekat dan di balas dengan tatapan kosong. Kemudian dengan paksa gadis itu menarik sahabatnya untuk pulang ke apartmen pribadi Jonghyun yang selama ini Haneul tempati. Tidak mungkin kan jika gadis itu membawa sahabatnya ke dorm? Yonghwa bisa menghajar Jonghyun habis-habisan nanti.

Sampai apartmen, Haneul membaringkan tubuh Jonghyun di kasurnya. Dia melepaskan sepatu, kaos kaki, dan jaket yang di pakai sahabatnya. Lantas ia mengambil handuk untuk mengerikan tubuh pria itu yang basah kuyup. Dinyalakannya pemanas ruangan yang ada lalu ia menyelimuti pemuda itu dengan selimut tebal berlapis dua. Haneul sangat paham kondisi sahabat kecilnya. Jonghyun mudah sakit jika kehujanan. Apalagi dalam keadaan mabuk pula.

Setelah beres, dia bergegas mengganti bajunya dengan pakaian hangat. Sebenarnya dia ingin menggantikan baju Jonghyun namun itu tidak mungkin. Menyuruh pria itu untuk ganti sendiri pun tidak bisa. Jadi hanya itu yang bisa dia lakukan. Lantas Haneul membaringkan tubuhnya di sofa kamar. Dia sudah sangat lelah dan ingin beristirahat. Tapi sebelum tidur, ia mengirim pesan pada Yonghwa dan mengatakan jika Jonghyun menginap di apartmen.

Tak lama, Yonghwa membalasnya. Akhirnya Haneul bergegas untuk menyusul Jonghyun ke alam mimpi. Dia berharap semoga besok pagi dia tidak sakit karena hal ini. Besok Haneul ada ujian dari dosen terkiller yang ada di kampusnya jadi dia tidak boleh sakit. Dia tidak ingin mengikuti ujian susulan yang lebih mengerikan. Tak lupa ia menarik selimutnya hingga sebatas dada. Perlahan ia mulai tertidur.

Hyena POV

Pagi-pagi sekali aku sudah berada di depan apartmen milik kekasihku. Hari ini jadwalnya check up. Beberapa minggu yang lalu dia mengalami cidera tapi dia menolak untuk terapi. Namun, akhirnya dia mau melakukan terapi itu walau hanya sekali saja. Kali ini aku memaksanya untuk check up karena aku ingin memastikan keadaan kakinya yang cidera saat syuting Idol Athletic Championship.

Dengan mantap ku tekan bel yang ada dan tak lama terbukalah pintu itu. Dia keluar dengan penampilan rapi lalu mengunci pintu apartmennya. Tanpa menyapaku, dia berjalan mendahuluiku. Aku menyusulnya dengan tampang cemberut. Ku genggam tangannya dan dia pun berhenti. Ia menatapku heran. Aku hanya diam lalu ku tarik tangannya agar berjalan kembali secara beriringan denganku.

Sampai di basement, dia mengambil posisi di balik kemudi sementara aku duduk di sebelahnya. Tanpa banyak bicara, ia langsung tancap gas menuju rumah sakit. Dan tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah sakit karena letaknya tidak jauh dari tempat ini. Setelah sampai, ia segera memarkirkan mobilnya. Kemudian kami berjalan beriringan memasuki rumah sakit itu.

Kami menemui Dokter Min lalu dokter itu melakukan beberapa pengecekan terhadap kekasihku. Setelah selesai, dia menyuruh kami untuk duduk di hadapannya. Dengan ragu aku duduk di situ lalu di ikuti oleh Minhyuk. Kami bertiga terdiam untuk beberapa saat hingga seorang perawat memasuki ruangan dan menyerahkan map berisi data kesehatan kepada Dokter Min. Kemudian perawat itu keluar dari ruangan itu.

“Kondisimu semakin baik, Minhyuk-ah. Kau tidak perlu meminum obat itu lagi dan juga melakukan check up atau pun terapi. Kondisi kakimu sudah kembali seperti semula. Kau bisa memainkan drum sepuasmu walau mungkin masih sedikit lemah.”

“Benarkah, Jiae-ya? Kalau begitu, terima kasih. Kau telah banyak membantuku selama ini.” ujarnya singkat dengan senyuman tulus terpatri di wajahnya.

Aku pun ikut tersenyum, “Terima kasih, Eonni. Kau memang jjang! Ah, aku tidak sabar menantikan pernikahanmu dengan Yonghwa Oppa, hehe.”

“Sama-sama. Tapi, kenapa Yonghwa? Kau ini! Kami tidak ada hubungan apa-apa. Saling kenal saja tidak.”

“Kalau begitu dengan Jungshin saja, haha.” Godaku. Minhyuk dan Jiae Eonni hanya tersenyum menanggapiku.

“Baiklah, kalau begitu, kami pamit dulu, Jiae-ya. Sekali lagi terima kasih. Sampai jumpa!” pamit Minhyuk. Dia pun berdiri begitu denganku dan Jiae Eonni.

“Iya, sama-sama. Jaga kesehatan kalian, oke? Semoga kalian langgeng. Sampai jumpa!” balasnya seraya tersenyum.

Annyeong, Eonni!” ujarku lalu aku dan Minhyuk pergi meninggalkan ruangan itu.

Kami berjalan tanpa pembiacaraan hingga sampai di mobil. Dia langsung masuk begitupun denganku lalu dia tancap gas entah menuju kemana. Aku hanya diam tak bertanya. Biarkan saja dia membawaku pergi ke tempat yang dia mau. Mungkin dia ingin merayakan kabar bagus yang baru di terimanya. Aku memilih untuk memainkan ponselku sembari mendengarkan musik dari tape yang ada di mobil ini.

Sampai akhirnya kami tiba di suatu tempat yang ku yakini adalah kantor FNC Entertainment. Setelah menepikan mobilnya, dia turun dari mobil. Aku mengikutinya dengan pasrah. Ada apa dengannya? Kenapa terus mendiamiku? Menyebalkan! Dia bahkan meninggalkanku di belakang. Ku hentakkan langkahku sembari menggerutu sebal. Sialan! Dasar Minhyuk babo! Untung aku hafal jalan menuju studio mereka.

Di perjalanan, aku malah berpapasan dengan Minhwan, Seunghyun, dan Jaejin. Mereka menyapaku dengan riang. Aku membalas sekenanya. Kemudian ku percepat langkahku sebelum Seunghyun mengajak ribut denganku. Ah, anak itu benar-benar hobi menggangguku. Jangan heran kenapa aku mengenal mereka, oke? Aku keponakan dari CEO agensi mereka jadi tentu saja kami saling kenal. Akhirnya sampai juga di studio.

CKLEK

Anny…”

Aku tidak melanjutkan sapaanku ketika kulihat Minhyuk sedang bercanda dengan gadis itu. Dia mengajari gadis itu bermain drum. Sial! Gadis itu berhenti tertawa lalu menatapku. Ia tersenyum kikuk ke arahku yang ku balas senyuman tipis. Minhyuk juga berhenti tertawa dan dia menatapku datar. Aku memilih untuk duduk di sofa. Mereka terus memandangku dengan pandangan yang berbeda. Tapi aku tidak peduli dengan hal itu.

“Lanjutkan saja latihannya! Aku akan menunggu yang lain datang. Kalian mau latihan kan, Minhyuk-ah?”

Kekasihku itu hanya menganggukkan kepalanya lalu kembali mengajari gadis itu. Semula gadis itu menatapku ragu namun lama-kelamaan dia sibuk memperhatikan teknik yang di ajarkan Minhyuk dan dia terlarut dalam permainannya yang masih buruk. Aku hanya bisa duduk lalu melipat kedua tanganku di depan dada. Tak lupa aku juga mempoutkan bibirku. Minhyuk benar-benar menyebalkan sekali hari ini.

Tak lama, Yonghwa dan Jungshin datang. Kemudian sepupu Yonghwa itu beranjak dari balik set drum. Ia memilih duduk di sebelahku sambil minum air mineral dari botol minuman yang tadi di berikan oleh Minhyuk padanya. Geez… aku saja yang kekasihnya tidak di beri minum. Benar-benar keterlaluan sekali Minhyuk itu. Aku menatapnya dengan sangat tajam tapi dia tidak menyadarinya. Dia sibuk mensetting peralatan drumnya.

Mereka tak lekas memulai latihan mereka dikarenakan Jonghyun yang belum muncul. Yonghwa sibuk menelepon begitu pula dengan gadis di sebelahku. Entah siapa yang coba mereka telepon. Beberapa kali mereka mencoba untuk menelepon Jonghyun dan juga teman dekat Jonghyun namun tidak membuahkan hasil apapun. Hingga akhirnya mereka menyerah dan memilih untuk menunggu Jonghyun dengan berlatih terlebih dahulu.

Tapi belum sempat mereka memulai, pintu studio di buka secara kasar oleh seseorang. Dua orang berbeda jenis kelamin langsung memasuki ruangan ini. Mereka berdua sibuk mengatur nafas sementara kami terbengong-bengong melihat kedua makhluk aneh itu. Yonghwa yang pertama tersadar. Dia tertawa keras membuat kami tersadar juga dan kedua orang itu tertegun.

Yonghwa meredakan tawanya lalu mulai berbicara, “Kalian habis apa, eoh? Semalam kalian tidur bersama ‘kan? Apa kau bangun telat karena kelelahan, Jonghyun-ah? Keke…” goda pria itu yang membuat Jonghyun memasang poker face-nya.

PLAK

“Aww! Ya! Kim Haneul. Kau kasar sekali.” Rintih Yonghwa sembari mengusap ubun-ubunnya yang baru saja di pukul gadis bernama Haneul itu dengan stik drum milik Minhyuk.

“Rasakan itu! Masih untung ku pukul pakai stik. Kau tidak lihat pria ini, huh? Tadi pagi ku pukul dia dengan high heels setinggi 10 cm dan buku akutansi setebal 1200 halaman. Terserah kau percaya atau tidak.” gerutunya sebal. Haneul lantas duduk di sebelah Calistha. Yonghwa, Minhyuk, dan Jungshin menatap ngeri ke arah Haneul dan Jonghyun yang hanya meringgis saja. Lalu Jonghyun segera ambil posisi dan mereka mulai latihan.

Akhirnya mereka berlatih tanpa banyak bicara. Aku pun memutuskan untuk menunggu mereka hingga selesai latihan. Haneul dan Calistha juga begitu. Gadis bernama Haneul itu memilih untuk bermain gadgetnya sedangkan sepupu Yonghwa itu mengamati latihan CNBLUE dengan seksama sembari sekali mencatat. Karena terlalu lama dan aku sudah lelah, aku pun tertidur di sofa itu. Tidak ku pedulikan keadaan sekitar.

Jonghyun POV

Ini sudah hampir 3 bulan Calistha tinggal di dorm kami dan itu tandanya dia akan segera pergi dari sini. Rasanya aku tak rela sekali. Aku masih ingin dia di dekatku. Selama ia tinggal disini, aku selalu bersikap agak cuek dan sedikit dingin padanya. Yah, aku ini memang bodoh dalam hal percintaan. Dengan Seungyeon mungkin aku memang romantis tapi pada kenyataannya… aku ini pecundang.

Dulu aku pun pernah menyukai Hyena namun gadis itu ternyata adalah kekasih Minhyuk yang di rahasiakannya selama ini. Pertama kalinya aku bertemu dengan Hyena adalah pada saat aku mulai training. Dia yang merupakan keponakan CEO FNC Entertainment sering menampakkan dirinya di kantor sehingga tak jarang kami bertemu. Aku tahu dia juga dekat dengan Minhwan, Jaejin, dan Seunghyun.

Ah, setelah tahu bahwa dia kekasih Minhyuk, aku hanya pasrah dan berusaha melupakannya. Aku mengubur cintaku padanya dalam-dalam. Dan aku berhasil melupakan gadis itu. Lalu kini aku menyukai Calistha yang sayangnya menyukai Minhyuk. Sepertinya Minhyuk pun punya perasaan yang sama pada gadis itu. Dari tatapannya saja sudah terlihat. Bahkan beberapa waktu terakhir, pria sipit itu mengabaikan gadisnya sendiri.

“Jonghyun-ah? Kenapa melamun disini, eoh? Ayo bersiap! Sebentar lagi kita akan tampil.” Tegur Yonghwa Hyung yang membuatku terkejut dan otomatis tersadar dari lamunanku.

Ne, Hyung. Aku akan segera menyusulmu. Kau duluan saja.” Jawabku singkat disertai senyum tipis.

Dia mengangguk paham lalu melangkah meninggalkanku menuju backstage. Sementara itu aku masih terdiam di depan bingkai jendela yang ada di ujung lorong. Namun aku segera menyusul Yonghwa Hyung karena konser akan dimlai. Di situ sudah ada Yonghwa Hyung, Minhyuk, Jungshin, Calistha, Hyena, dan juga Haneul. Aku tersenyum menyapa mereka namun Haneul membalasku dengan tatapan tajam. Tapi aku tak mengindahkannya.

Waktu di hitung mundur dan akhirnya tiba saatnya kami tampil. Malam ini kami akan mengguncang Tokyo Dome dengan penampilan terbaik kami setelah beberapa minggu yang lalu kami comeback. Begitu kami keluar, teriakkan fans bergemuruh. Lagu pertama yang kami bawakan adalah Let’s go crazy. Seluruh penonton berteriak dan bertepuk tangan. Aku tersenyum mendengar suara dan juga melihat antusias mereka semua.

Sesekali aku pun melirik ke arah samping panggung. Di sana ketiga gadis itu duduk menyaksikan penampilan kami secara dekat. Aku tersenyum ke arah mereka namun hanya Calistha yang membalas senyumanku. Beberapa detik aku kehilangan detak jantungku. Tubuhku membeku di tempat. Mataku hanya terfokus pada senyumannya itu. Tanpa sadar aku telah melukai jari telunjukku. Lantas aku mencoba untuk fokus kembali.

Hingga akhirnya konser ini selesai juga. Hah, aku sangat lelah tapi aku juga senang. Kami membungkuk ke arah para penonton lalu kembali ke backstage. Namun aku merasa ada yang aneh. Pandanganku sedikit kabur dan kepalaku juga agak pusing. Beberapa kali aku mengerjapkan kelopak mataku agar pandanganku jelas tapi tetap saja kabur. Hampir saja aku jatuh tersandung kabel. Untung Jungshin dengan sigap menangkapku.

Gwaenchana?” tanyanya setengah berbisik.

Aku hanya mengangguk seraya tersenyum tipis. Dia tampak tak percaya namun aku berusaha untuk meyakinkannya lewat tatapan mata dan ia mengangguk paham lalu berjalan mendahuluiku. Ia kembali menggoda Calistha. Sementara Yonghwa Hyung dan Haneul sedang berdebat dan Minhyuk berjalan sambil memeluk Hyena dari belakang. Mereka semua berjalan di depanku tanpa memperhatikanku yang ada di belakang.

Perlahan aku berbelok menuju kamar mandi. Aku sungguh tak sanggup untuk berjalan lagi. Kepalaku sangat sakit. Kini aku berada di dalam kamar mandi. Ku tatap pantulan diriku lewat kaca yang ada di depanku. Walau dengan pandangan buram, aku bisa melihat bahwa wajahku begitu pucat dan keringat membanjiri wajahku. Perlahan tubuhku merosot hingga aku merasakan dinginnya lantai. Ku mundurkan badanku hingga aku duduk bersandar di tembok.

Sialan! Sebenarnya ada apa denganku? Hah, nafasku sedikit tersengal karena menahan rasa sakit yang mendera kepalaku. Ku pejamkan mataku erat-erat sembari ku remas kepalaku dengan kedua tanganku. Berharap rasa sakit itu akan berkurang. Setalah cukup lama, akhirnya rasa sakit itu reda. Aku menghela nafas berat. Kemudian aku berusaha untuk bangkit. Dengan berpegangan pada tembok, aku berjalan keluar.

Di luar aku bertemu dengan Minhyuk yang tengah menetralkan nafasnya. Aku menatapnya heran dan dia menatapku dengan tatapan khawatir. Setelah nafasnya normal kembali, dia menatapku dengan tatapan menelisik. Kemudian mulai berbicara. “Kau baik-baik saja, Hyung? Kenapa tiba-tiba menghilang? Kami semua panik karenamu. Huh!” tanyanya dengan nada khawatir.

Aku tersenyum menanggapi pertanyaannya. Ku tepuk bahunya lembut, “Aku tidak apa. Hanya tadi perutku sakit maka dari itu aku ke kamar mandi. Kalian sudah berada jauh di depanku makanya aku menghilang begitu saja. Maaf jika aku membuat kalian khawatir.” Jawabku lirih.

Minhyuk menghembuskan nafasnya lega. “Ya sudah. Ayo kita ke van sekarang! Yang lain pasti sudah menunggu kita.” Aku mengangguk lalu mengikuti langkah lebar pemuda itu dengan terseok-seok.

Sampai di van, semua menatapku dengan tatapan khawatir namun aku membalasnya dengan senyuman menenangkan. “I’m okay. Let’s go! I’m really tired.” Ujarku lalu aku memasuki van terlebih dahulu. Kemudian yang lain mengikutiku tanpa banyak bicara. Sepertinya mereka semua juga sudah lelah.

Syukurlah jika tidak ada yang bertanya lebih lanjut. Ku putuskan untuk tidur namun sebuah bisikan menahan kelopakku yang hendak terpejam. “Kau bohong ‘kan?” bisik seseorang yang ada di sebelahku.

Aku menoleh dan mendapati wajah cantik Calistha yang hanya berjarak 5 cm dari wajahku. Tiba-tiba jantungku berdetak cepat. Aku terdiam beberapa saat. Bisa ku lihat wajah serius gadis itu walau tidak ada pencahayaan yang cukup. Dia menatapku tajam. Whoa! Tatapannya bahkan lebih tajam dari tatapannya Haneul. Baru kali ini aku di tatap oleh seorang gadis dengan tatapan yang begitu tajam dan menusuk. Itu membuat aku susah menelan salivaku.

“E…eh, apa maksudmu? Aku tidak berbohong kok.” Ujarku dengan sedikit terbata.

Dia berdecak sebal lalu mengalihkan padangannya ke arah lain. Eh? Apa dia marah padaku? Aku berusaha untuk mendekat ke arahnya namun tiba-tiba dia bergerak dan….

CUP

Kami berciuman. Aku buru-buru melepasnya namun Calistha menahan daguku. Dia melumat bibir bagian bawahku dengan lihainya. Aku membelalakan mataku. Ini benar-benar sulit di percaya. Tak lama dia melepaskan pangutan bibir kami. Aku masih speechless hingga tadi aku tidak membalasnya. Dia menatapku tajam sementara aku menatapnya bingung. Lantas dia membalikkan badannya jadi membelakangiku. OMO! Ini benar-benar gila!

TBC

Annyeong! Akhirnya saya membawakan part 2nya. Gimana nih? Masih layak untuk di lanjut? FF ini saya lanjut sesuai dengan permintaan kalian. Jika banyak yang suka, akan saya lanjut tapi kalau tidak… saya delete, wkwk 😀

So, jangan lupa RCL ya! Maafkan atas typo yang ada oke? Gomawo~

Advertisements

5 thoughts on “Our Tomorrow [Part 2]

  1. Di part 1 gaada penjelasan claistha sukasama minhyuk ataupunsebaliknya. Apa mungkin itu hanya persepsi jonghyun??? Hey! jangan pasangkan Yonghwa dg wanita selain diriku! Calistha itu kamu kan bang jin?? Agresif bgt ke jonghyun. Jonghyun itu kenapa?? Dia ga penyakitan kan?? Jangan bunuh adikku yg dinobatkan sbg memberter-manly! Kesimpulannya, FF INI HARUS TERSELESAIKAN DG BAIK DAN DALAM TEMPO SESINGKAT – SINGKATNYA. Akhir kata, don’t miss me. Byebye~~

    • Emang sengaja engga aku jelasin, biar cepet kelar wkwk 😀
      itu gabungan antara persepsi jonghyun dan yang pernah ia dengar wkwk 😀
      yonghwa sama sapa ya? yang pasti bukan sama kakak 😀 😛
      Jonghyun kenapa ya? kasih tau gak ya? lihat ntar deh…
      oke… akan ku selesaikan dengan sebaik2nya wkwk 😀
      sapa yang kangen situ? -_-
      makasih udha komen panjang kak. ditunggu saja selanjutnya 😀

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s