[Ficlet] About Name

about name

Cast: Kang Seulgi & Park Chanyeol

Genre: Romance, Fluff, School life

Length: Ficlet [about 1055 words]

Rating: General

Cerita gaje. Hehe

Comment please…

Seulgi pov

Kang Seulgi, itulah nama yang diberikan oleh ayahku sejak aku lahir di dunia ini. Nama yang cantik – menurutku. Tentu saja aku menganggap namaku cantik – seperti pemiliknya. Tak ada yang memujiku, selain diriku sendiri. Bahkan, seseorang yang ‘katanya’ menyukai malah mengatakan namaku aneh. Mungkin dia hanya bercanda. Ya, aku anggap seperti itu. Orang yang selalu mengatakan namaku aneh adalah Park Chanyeol. Teman-temanku sering mengatakan bahwa Chanyeol sunbae menyukaiku. Tipe wanita idealnya mirip sekali denganku. Tapi… kenapa harus diriku? Orang itu selalu berbuat seenaknya terhadapku.

“Yaak Seulgi-a!”

Omo! Lee Jieun itu… terlalu sering mengagetkanku. Dia selalu membuyarkan lamunanku. Kemarin dia mendatangiku karena ingin makan tteokbokki denganku. Sekarang apa lagi?

Jieun datang mendekatiku kemudian tanpa sungkan dan tanpa disilahkan, yeoja imut itu duduk di sampingku dengan membawa dua bubble tea kesukaannya.

“Ada apa?” tanyaku langsung tanpa berbasa-basi.

“Chanyeol sunbae….”

“Hentikan omong kosongmu itu! Aku tidak mau mendengarnya lagi. Sebenarnya sang pemberi harapan palsu itu bukan Chanyeol sunbae, tapi dirimu. Dengar, orang itu adalah dirimu,” ketusku kesal karena Jieun mengatakan sesuatu yang tidak ingin ku dengar.

“Tapi….”

“Tapi apa? Boleh saja tipe idealnya mirip denganku, tapi namja idealku bukan seperti dirinya.”

“Eh?” Jieun menunjukkan ekspres kagetnya.

Seulgi pov end.

Saat Lee Jieun sedang asyik mengobrol dengan Seulgi, tiba-tiba kedua bola matanya membelalak. Mulutnya pun berhenti meminum bubble tea yang dipegangnya. “Seulgi-a….”

“Apa lagi, eoh? Aku tidak akan terpancing lagi. Jangan membicarakan sesuatu yang membuatku muak.” Seulgi tengah mengetik sebuah pesan singkat untuk adik sepupunya, Kim Yeri yang duduk di bangku kelas satu.

Jieun mendadak menegakkan tubuhnya kemudian pamit pada Seulgi kalau dirinya ingin mengerjakan tugas kimia. Seulgi menggeleng kepala kecil. Ia heran melihat tiingkah sahabatnya itu – yang terkadang aneh.

“Maksudmu membicarakan apa?”

Deg!

Seulgi merasa kesulitan menelan saliva-nya. Ah, itu hanya halusinasi, pikirnya. Tidak mungkin Chanyeol tiba-tiba berdiri di tempat itu. Namja itu adalah siswa kelas tiga yang saat ini disibukkan oleh kegiatan belajar- entah belajar individu, belajar kelompok, maupun belajar tambahan sepulang sekolah.

“Kang Seulgi – nama yang aneh!”

“Apa?” pekik Seulgi yang langsung berdiri dan memutar tubuhnya – melihat pemandangan yang membuatnya tak berkutik di tempatnya. Tatapannya bertemu dengan mata Park Chanyeol yang berdiri di depannya.

“Ada apa dengan ekspresi itu?” tanya Chanyeol dengan salah satu sudut bibir terangkat.

Seulgi kembali ke posisi awal – duduk menatap layar ponselnya kemudian menjawab,”Bukan sesuatu yang mengharuskanmu mengetahuinya.” Seulgi bersikap dingin pada Chanyeol. Ia sudah cukup sakit karena pernah dipermainkan oleh namja jangkung itu.

Flashback

Jam istirahat telah dimulai. Semua siswa berbondong-bondong menuju kantin tercinta yang menyediakan makan siang untuk mereka. Seulgi dan Jieun tak ingin kalah dengan yang lain. Mereka berdua berlari ke kantin agar memperoleh antrian paling depan. Namun sayangnya ketika mereka tiba di kantin, antrian mengambil makanan sudah sepanjang sepuluh meter. Seulgi mendesah kesal.

“Apa langkahku kurang cepat? Bagaimana bisa begini? Aaah, aku tidak ingin antri lama,” keluhnya yang mau tidak mau harus ikut mengantri di barisan sepanjang sepuluh meter itu.

Lima menit telah berlalu dengan sia-sia. Seulgi masih setia mengantri untuk mendapatkan makanan. Menu makan siang pada hari ini adalah makanan terenak di Korea Selatan. Maka dari itu, semua siswa sangat bersemangat pergi ke kantin – termasuk Seulgi dan Jieun.

Setelah mengantri cukup lama, akhirnya dua yeoja yang berkeluh kesah tadi – mendapat makanan yang diinginkan. Seulgi sibuk mencari bangku yang masih kosong. Jieun pun tak mau kalah. Jika salah satu diantara mereka menemukan bangku kosong maka harsu memberitahu yang lain.

“Seulgi-a! di sana ada dua bangku kosong!” seru Jieun seraya menunjuk kea rah dua bangku yang belum digunakan.

Seulgi tersenyum senang. ‘Kerja bagus, Lee Jieun!’ batinnya.

Baru saja Seulgi melangkah menuju bangku itu, tiba-tiba terdengar suara dua orang sedang bercakap-cakap melalui pengeras suara yang tersebar di seluruh sudut sekolah. Pasti ada orang yang berbincang di ruang siaran dan mereka tidak menyadari bahwa microphone di sana masih berstatus ON.

“Katakan yang sebenarnya, Yeol-a. kau menyukai Kang Seulgi, kan?”

“Kang Seulgi? Gadis pemilik nama aneh itu? Tidak. Meskipun tipe idealku mirip dengannya, aku tidak menyukainya. Apakah menurutmu… aku harus menyukai gadis itu?” Suara Chanyeol terdengar jelas di seantero sekolah.

Seulgi yang tengah membawa nampan berisi makan siangnya segera meletakkan nampan itu di atas meja – tak menghiraukan umpatan yang keluar dari pengguna meja tersebut.

Park Chanyeol benar-benar keterlaluan!

***

Brakk!!

“Yaak Park Chanyeol!” seru Seulgi yang langsung berhambur menuju microphone – dekat Chanyeol.

Chanyeol bingung dan terkejut melihat Seulgi sudah berdiri di depannya.

“Kau sadar apa yang sudah kau lakukan, hah? Bisa-bisanya kau menyebut namaku melalui microphone ini!” Seulgi kesal sekali – rasanya ia ingin mencakar-cakar Chanyeol yang memasang tampang tak bersalah.

Microphone?”

Seulgi mendesah kasar. Jika Chanyeol bukan sunbae-nya, mungkin saja saat ini namja itu sudah babak belur dihajarnya.

“Kau tahu? Semua isi percakapan kalian tadi didengar oleh seluruh penghuni sekolah. Jika kau ingin membuatku malu, lupakan cara seperti ini. Memangnya siapa dirimu? Berani sekali menyebut namaku seperti itu. Aku bukan tipe idealmu dan tidak akan pernah menjadi tipe idealmu!” ketus Seulgi yang sesaat kemudian beranjak dari tempat itu. Ia tidak ingin menahan emosi lebih lama karena dengan melihat tampang Chanyeol sudah membuatnya emosi.

Flashback end.

“Kau ingin mempermalukanku lagi? Di depan semua siswa di lapangan ini?” Kali ini Seulgi serius. Tak ada nada candaan dalam ucapannya. “Baiklah. Jika kau ingin mempermalukanku, silahkan lakukan sekarang karena aku sudah muak dengan sikapmu yang sok keren dan sok terkenal.” Seulgi melupakan satu hal. Chanyeol memang terkenal. Ia merupakan siswa teladan dan terkenal dengan sifat jahilnya. Teladan dan jahil – dua kata yang berlawanan sifat namun melekat pada kepribadian satu orang.

“Dengarkan dulu apa yang akan aku katakan.”

Seulgi enggan menatap iris coklat milik Chanyeol.

“Kang Seulgi!”

Sontak, Seulgi menatap Chanyeol dengan gugup. “Wae?”

“Maukah kau berkencan denganku?”

Deg!

Wajah Seulgi memerah – tidak beda jauh dengan tomat yang matang dan siap dimakan. Ia gugup dan bingung – apa yang harus ia katakan?

“Aku serius. Maukah kau menjadi kekasihku?” tambah Chanyeol.

Seulgi masih diam. Kepalanya berpikir keras dan hatinya berusaha menemukan jawaban yang akan diberikan pada Chanyeol.

Chanyeol memegang tangan Seulgi dan menatap gadis itu lekat-lekat. “Aku minta maaf padamu. Aku… memang menyukaimu dan… maukah kau menjadi kekasihku?”

Seulgi menarik nafas dalam-dalam. “Ya, aku mau menjadi kekasihmu.”

Chanyeol tersenyum senang lalu menarik lengan Seulgi – membuat tubuh mungil Seulgi jatuh ke dalam pelukannya.

“Sebenarnya… aku juga menyukaimu, Sunbae. Tapi aku tak percaya pada hatiku sendiri.”

“Sekarang kita adalah sepasang kekasih, benar?”

Seulgi mengangguk mantab. “Benar sekali.”

FIN

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] About Name

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s