[Twoshoot 2/2] Please !

req-kim-rahay

Title : Please !

Author: Rahay™Kim

Cast : Song Da Mi | Kim Jong In |

           Choi Bit Na | Do Kyung Soo

Other Cast : Byun Baek Hyun | Park Chan yeol | Zhang Yi xing | Kim Joon Myeon

Genre : Angst , Romance , Friendship

Length : Twoshoot

Rating : 15 +

Author note’s : Alur  atau  plot  yang  loncat -loncat  mungkin  agak  rumit  juga  , Author  minta  baca dengan baik -baik  biar  kalian  gak  bingung yaa  hihihi^^

TOLONG   TINGGALKAN  KOMENTAR  KALIAN  TENTANG  FF  INI  ~ Kita  di  sini   saling  menghargai   saja  oke ?

Disclaimer : Storyline  and  all  in  story  is  my  mine , but  not  with  the cast   just  my  imajination  and  Kyung Soo  and  Kai   mine  SM ent  , God  , and  they  parent

Summary : “Tidak ! Bukan dia yang ku inginkan ,  Tapi . . Aku harus melakukan apa ? Tak ada yang bisa kulakukan karena lambat laun aku akan berhenti mempunyai keinginan . jadi , aku mohon , turuti saja satu keinginan ku”

Cr : Laykim © indo fanfictions arts

Thank You very much kak ^^

P.S  Tolong jika kalian  bingung  baca  part 1 nya dulu okeh ? : )

Happy  Reading  ~

.

.

.

“Dokter Kim! Dokter Kim!”

Panggilan seseorang yang lebih ke arah berteriak membuat Jong In menghentikkan aktivitas makan siang nya.

“ada apa ?”

Dilihat nya Dokter Byun yang masih bernafas tersengal -sengal .

“Terjadi kecelakaan !”

“Atur nafas mu. Jelaskan baik -baik apa yang terjadi?”

“Terjadi kecelakaan ku bilang .Tunangan mu”

“Mwo ?! Bit na!”

Tanpa mendengar penjelasan dari Dokter Byun , Jong In langsung melesat menuju ruang gawat darurat.

 

Jong In yang tadi nya berlari langsung menghentikkan langkah nya ketika melihat Bit Na yang tengah terbaring sembari memainkan ponsel nya. Ya benar ia baik -baik saja . Jong in langsung menukar pandang nya ke arah dokter Byun yang berjalan terengah -engah di belakangnnya .

“Dia , Yang menabrak seorang lelaki”

Jong In menghela nafas nya kasar .Bukan nya Jong In marah dengan dokter Byun hanya saja ia sudah sangat panik dengan keadaan Bit Na yang tengah mengandung dan sekarang ia hanya melihat Bit na dengan enak nya berbaring di kasur bukannya layak nya orang yang melakukan kesalahan tidak ada kepanikkan atau rasa khawatir di raut wajah nya kini . Berbeda dengan Jong In yang sudah merah padam walau kini sudah mereda dan normal kembali .

Jong In membalikkan badan nya

“Jong In !”

Siapa lagi yang menyebut nama nya jika bukan Bit Na . Jong in memutar bola mata nya dan membalikkan badan nya ia segera mengubah ekspresi nya dan menghampiri Bit Na yang sudah terduduk

“Kau baik -baik saja ? bagaimana korban nya ?”

“Kau seharus nya mengkhawatir kan ku bukan orang yang ku tabrak. tak ada luka serius. Kau tenang saja.Kandungan ku juga baik -baik saja”

“Ya ampun ! Choi bit na kau itu baru saja melukai seseorang.”

Tiba -tiba Dokter Byun kembali berlari ke arah nya dan menepuk bahu Jong In .

“Dokter Kim gawat”

“Gawat apa lagi ?”

“Kali ini sungguh gawat , Dokter Kim Jong In. Dokter  Park sedang tak ada jadi”

“Baiklah , Aku tahu .”

Tanpa banyak bicara lagi Jong In berlari meninggalkan Bit na dan Dokter Byun .

“Kau istirahatlah , Bit na -ssi. Jika semua sudah terkendali aku akan kembali”

“Apa ?! Kau ?!”

“Tidak . Jong In tentu saja  . Aku cuman bercanda”

***

Bit Na pun hanya melipat tangan nya di dada dan berjalan menuju bangsal tirai yang tertutup rapat . Perlahan dan sangat pelan ia membuka tirai nya dilihatnya orang yang tadi ia tabrak masih belum sadar juga .

“Luka mu tak seriuskan ? Kau tak mungkin mati kan Do ?”

Ia ingin mengusap pipi namja itu namun ia sadar dan mengurungkan niat nya .

tanpa ia sadari sesuatu membasahi pipi nya . Bit Na sungguh tak sadar dengan apa yang ada di pipi nya adalah air mata nya sendiri , Ia segera mengusap nya. Bisikkan hati nya kembali mengingat bahwa sosok yang di depan nya kini adalah dia yang ia rindu . Kisah cinta tak tersampaikan .

“Agasshi ? apa anda wali nya ?”

“nde ? Aku bukan wali nya tapi, Aku yang akan menanggung semua nya. Aku yang menyebabkan orang ini menjadi seperti itu”

 

 

Dokter itu mengangguk,

“Kau jangan khawatir, ia sudah boleh pulang setelah ia sadar”

Dokter itu berjalan kembali menuju pintu keluar , “Dokter Zhang ?”

“Nde , Bit Na -ssi?”

Bit Na menggaruk leher nya .

“Bisakah biarkan orang ini mendapat kan perawatan untuk satu hari kedepan, pastikan dia benar -benar sembuh. Nde?”

“Baiklah, aku akan mengurus nya”

****

“Apa yang terjadi ?”

Dokter Kim segera memeriksa keadaan pasien itu . Wajah nya sudah pucat pasi.

“Dia di temukan pingsan di persimpangan jalan,Dia pasien nya Dokter Park Chan Yeol”

“Tempat kecelakaan Bit Na juga ?”

Dokter Byun mengangguk antusias.

“Ini riwayat penyakit nya”

Dokter Kim meneliti dengan cermat,

“Kanker stadium empat?”

“Lebih tepat nya Kanker pankreas ganas stadium empat akhir”

“Tingkat kesembuhan?”

“10 – 15% sangat kecil kemungkinan nya,Hanya obat pengurang sakit tapi itu tidak akan membantu sama sekali”

“Bagaimana dengan kemo?”

“Dia tidak ingin melakuakan nya”

Dokter Kim menghela nafas nya , entah apa dan mengapa Ia termangu melihat riwayat medis Yeoja yang tengah berbaring di hadapan nya kini .

“Sudah berapa lama ia melakukan pengobatan ?”

“Soal itu , Aku tidak tahu. Dokter Jong In”

“Aish ! Kau kan asisten Dokter Park!”

Baek Hyun mundur beberapa langkah , takut jika Dokter Kim tiba -tiba melakukan hal yang kira nya membahayakan diri nya karena emosi . “Keluar.”

Jong In menunjuk pintu yang terbuka menginterupsi Dokter Baek Hyun . “Nde?”

“Keluar Kata ku , Dokter Byun”

***

Sayup -sayup Kyung Soo membuka mata nya. Pengelihatan nya masih rabun untuk waktu pertama dan yang ia lihat seseorang kini tengah duduk tenang di samping tempat nya berbaring. Aroma yang Khas kembali masuk ke dalam hidung nya. Aroma Yang ia rindukan selama beberapa tahun ini .

“Kyung Soo..”  Seseorang itu bersuara dengan nada khawatir.

Flashback ~

Kyung soo berjalan dan mulai memasuki pekarangan rumah Keluarga Kim. Ia menghentikkan langkah nya ketika melihat seorang Yeoja tengah asik duduk di taman di alasi dengan karpet piknik dan beberapa camilan manis yang ada di keranjang piknik nya. Semerbak Aroma wangi perment Mint  tercium di indra pencium nya .

Tak di sadari itu menggelitik hati Kyung soo , dan ia merekahkan senyum nya entah pada siapa.

Kaki nya mulai melangkah menuju Yeoja yang tengah duduk di taman , namun ia menghentikkan langkah nya lagi . Sadar , bahwa seorang yang lain tengah berjalan ke arah yang sama dengan nya namun dari sudut yang berbeda.Tentu dialah orang yang cocok untuk Yeoja yang berada di hadapan kini.

Kim Jong In anak dari Tuan Kim dan Nyonya Kim dan adik dari Kim Joon Myeon .

Yeoja itu tersenyum pada Jong In .

“Duduklah Jong In , Aku sudah menyiapkan semua nya untuk mu”

“Terimakasih , Bit Na..Aku yakin , aku tak kan menyesal jika aku mempersunting mu sebagai seorang istri untukku”

Jong In mengelus rambut hitam Bit Na , Bit Na hanya terkekeh pelan.

“Oh,Kyung Soo? Tumben sekali kau kesini, kemarilah , ayahmu sedang ke Incheon bersama Ayah ku dan Byul seperti nya belum pulang dari sekolah nya”

Jelas Jong In , Bit Na kini tengah menatap nya namun ia langsung tertunduk begitu Kyung soo kembali menatap nya . Kyung soo tersenyum sakartis, “Tidak,Jong In aku harus segera pergi.Geurom”

Kyung soo berbalik arah dan melangkah meninggalkan taman.

“Kyung Soo!” panggil Jong In membuat Kyung Soo harus kembali menoleh.

“Aku dengar kau dan Da Mi baru saja merayakan hari jadi kalian yang ke 2Tahun?”

Kyung soo hanya tersenyum simpul,nyata nya ia baru saja memutuskan hubungannya dengan Da Mi beberapa hari lalu.

“Kalau begitu ,Selamat. Bit Na apa kau ingin menyampaikan sesuatu?”

“Eung?”

“Untuk Kyung Soo”

“Semoga kau selalu bahagia, Kyung Soo”

Bit Na tersenyum sakartis. Mendengar kalimat itu dari mulut Bit Na sungguh membuat gendang telinganya seakan pecah. Hanya dengungan yang masuk ke telinga nya ia merasa bahwa ia sudah tuli sekarang.

“Terimakasih. Bit Na , Jong In aku pergi dulu”

Flashback End ~

 

 

 

“Apa kau baik-baik saja?Ini Aku Bit Na” Bit Na meletakkan tangannya di dada mengenalkan pada Kyung soo bahwa orang yang ada di dekat nya kini adalah Bit Na dan ia tak boleh lupa hal itu.

“Aku ingat.Bagaimana aku dan kau bisa disini?”

Arom Mint terasa memenuhi satu ruangan itu.Membuat jantung Kyung Soo kembali berdegup seperti beberapa tahun lalu.

“Maaf,Kyung Soo..Aku yang membuatmu jadi begini. Ini Salahku. Aku tidak tahu harus menghubungi siapa,karena tak ada ponsel di jaket mu”

 

“Tak apa,Ponsel ku rusak. Aku baik -baik saja. Jangan terlalu khawatir”

“Tetap saja.Aku akan mengurus mu hingga kau sembuh”

“Apa yang terjadi?Badan mu terlihat besar sekarang”

“Aku sedang mengandung anaknya Jong In.Mungkin 2-3 bulan lagi aku akan melahirkan”

“Kapan kalian akan menikah? Jong In tak pernah mengatakan hal ini”

 

“Rencana nya setelah anak ku lahir.”

“Kenapa kau melakukan nya setelah anak mu lahir ? Apa Jong In tidak mau tanggung jawab?”

“Bukan , Kyung soo aku yang meminta nya”

“Kau yang meminta nya? Mengapa?”

“….”

****

Esoknya~

“Apa yang terjadi?” Jong in masuk ke dalam kerumunan dan bertemu dengan dokter Byun.

“Yeoja yang kemarin Dokter Kim tangani,Ia sedang adu argumen dengan seseorang. Seperti nya itu adalah pacar nya”

Jong In majuke barisan depan dan melihat Da mi yang sudah terduduk di lantai dan di saksikan seluruh pasang mata di rumah sakit itu.

“Kyung soo-a.. Aku mohon Turuti permintaan ku satu saja ?”

 

Ia memegangi kaki Kyung soo. Berlutut dan memohon. Merasa apa yang dilihat nya sungguh tak manusiawi ia segera maju dan menghajar Kyung soo.

“Kau Namja Bajingan!” Umpat Jong In.

Ia segera membantu Da Mi agar segera berdiri. “Bangunlah.. Da Mi-ssi”

Kyung Soo hanya menyeka tepi bibirnya yang berdarah.

“Dokter Kim! Kau tak bisa melakukan itu”

dokter Byun ikut membela Jong In.

 

“Kau akan terkena tindak disipliner nanti Dokter Kim” Kata Dokter Byun lagi.

“Da Mi-ssi.. Kau tak apa?”

“Nde..Dokter Kim”

“Ibayeo !!” Teriak Jong In layak nya jagoan.

Kyung soo menghentikkan langkahnya.

 

“Apa sangat sulit menuruti satu saja permintaan gadis malang ini?”

“Dokter Kim, Kau tak perlu ikut campur”

“Biarkan aku bicara dulu, Dokter Byun”

“Hei !Kau dengar ya. Kau harus tau bahwa gadis ini sedang”

“Cukup dokter Kim !dan kau Kyung soo lebih baik kau pergi”

“Kalau begitu kau ikut dengan ku, Nona Song”

Jong In menarik Da Mi ke sebuah tempat yang tak jauh dari rumah sakit.

*

*

“Kau sudah gila melakukan hal itu Nona Song”

Da Mi menepis tangan Jong In, Ia menatap Jong In penuh benci. ditambah mendengar kata -kata Jong In yang sungguh tak di saring dulu. Benar -benar tajam meningat keadaan nya saat ini.

“Kau yang Gila dokter Kim. Dengan melakukan hal itu pada Kyung Soo bisa saja apa yang dokter magang itu katakan ada benar nya.”

“Bagaimana bisa kau masih membela pacar mu itu? Jelas -jelas aku melakukan semua itu karena harga diri mu sedang di injak-injak di depan orang banyak, begitu banyak lelaki di dunia ini dan tak seharus nya kau memohon seperti itu pada nya”

 

“Aku tak perduli dengan harga diri ku sekarang, Yang penting aku harus menikah sebelum aku mati.”

Iris Da Mi telah berkaca-kaca .

“Apa sebegitu berharganya seorang namja Bajingan itu untuk mu? Kau bahkan telah di campakkan oleh nya, Dan kau masih pada pendirian mu yang menyebalkan itu?”

Pertanyaan Jong In membuat  Da Mi  jengah

 

“Kalau begitu, Karena kau berkata begitu. Kau saja yang menuruti satu permintaan terakhirku itu.”

“Baiklah ~ Tunggu ! Apa ?! aku yang harus menuruti permintaan mu itu ? Aku, yang harus menikah dengan mu? Dengar, Aku akan menikah sebentar lagi”

Jong In sungguh tak habis pikir dengan apa yang Da Mi pikir .

 

“Lihat ! Kau bahkan juga tak dapat melakukan nya.  Jadi , Berhentilah mengasihani ku dan jangan temui aku lagi Dokter Kim” Ujar  Da Mi  air mata nya kini terhempas mengalir di pipi nya .

Da Mi melangkah pergi meninggalkan dokter Kim yang masih termangu di tempat nya.

Kemudian ia berlari mengejar Da Mi dan menahan tangan Yeoja itu.

“Lepaskan ! Apa lagi ?”

Jong In menahan lengan wanita itu bahkan lebuh erat lagi , Ia menghela nafas nya berat . Berusaha meyakini apa yang ia katakan adalah tindakan yang terbaik .

 

 

“Aku akan melakukan nya. Aku akan menikahi mu,sebelum waktu mu berhenti. Song Da Mi”

Jong In terus  mengumpat dalam hati nya . Terus men reset  bahwa apa yang ia lakukan adalah  Sebuah Simpati  Ya . Hanya itu .

“Baiklah, Aku akan meminta ijin pada tunangan mu. Secepat nya.Dan perlu kau ingat. Pernikahan kita tidak di dasari atas cinta. Karena kau juga akan segera menikah ,Tuan Jong In. Siapa nama tunangan mu?”

“Tunangan ku bernama Choi Bit Na” ungkap Jong In ragu .

****

 

2 Bulan Kemudian ..

“Nona,Seorang Wanita Muda menitipkan ini pada ku barusan”

Seorang Ahjumma memberikan secarik kertas berisikan sebuah alamat.

‘Zoo Cafe, Persimpangan jalan utama Hongdae . Pukul 16.00 sore ini , Meja reservasi nomor 6’

“Siapa yang memberikan ini, Ahjumma?”

“Aku tak tahu Nona, Aku menemukan nya di kotak pos di pintu gerbang. karena mungkin itu penting aku memberikan nya pada nona”

“Baiklah..Ahjumma, Lanjutkan pekerjaanmu”

“Nde.. Silyehamnida, Agasshi”

“Geurae”

‘Siapa kira -kira yang mengirim ini? Apa mungkin Jong In?’

Itulah yang Bit Na pikirkan karena sudah terhitung Sebulan lebih ia tak menghubungi Bit Na karena ia harus menjadi relawan di daerah terpencil dan sebagai hadiah Jong In mengajak Bit Na bertemu di Cafe favorit mereka. Yah, Benar Pola pikir Bit Na sungguh sederhana.

Tanpa pikir panjang lagi Bit Na segera bersiap -siap untuk ke cafe.

****

“Serius kau mau melakukan ini,Kkamjong?” Tanya dokter Park di sela -sela makan siangnya.

“Dokter Kim menurutku,Tak seharus nya kau melakukan itu. Karena jujur saja, Nona Bit Na terlalu cantik”

Dokter Byun ikut menimpali.

“Kalian berdua diamlah, Aku tak bisa berfikir”

Jong in masih mengaduk Latte nya tanpa semangat. Ia hanya berfikir tentang hal yang Bit Na katakan terakhir kali melihat nya.

Flashback ~

“Dokter Byun, Apa Bit Na sudah pulang?”

Tanya Jong in setelah emosi nya mereda.

“Dia berada di kamar orang yang ia tabrak, Kalau tidak salah namanya Kyung soo, Ya benar . Do Kyung soo .”

“Kyung soo?”

“Iya, Do Kyung soo”

“Kenapa ia tidak bilang?”

“Bilang apa?”

 

“Ahh, Tidak . Lanjutkan pekerjaan mu Dokter Baek Hyun”

Jong In pun hendak masuk ke kamar dimana Kyung soo di rawat. Namun ia mengurungkan niat nya dan hanya berdiri di ambang pintu yang sedikit terbuka sehingga ia mendengar apa yang Kyung Soo dan Bit Na bicarakan.

“Kenapa kau melakukan nya setelah anak mu lahir ? Apa Jong In tidak mau tanggung jawab?”

“Bukan , Kyung soo.aku yang meminta nya”

“Kau yang meminta nya? Mengapa?”

 

Bit Na memegang erat rok nya dan meninggalkan kusut disana.

“Karena..Aku.. -‘

Ia menghentikkan ucapan nya.

“Apa?”

“Aku merasa ragu dengan  hati ku  mengenai  Jong In . Aku tidak yakin dengan hati ku sendiri. Aku takut jika pernikahan kami tidak di dasari atas cinta. Kyung Soo” Bit Na berbicara sembari menutup mata nya, khawatir bahwa air mata nya akan jatuh jika ia membuka kedua mata nya. Namun, Sia -sia saja. Kristal bening itu tetap jatuh perlahan.

Jong In masih tak bergeming dari tempat nya. Kaki nya terasa kaku , Mulut nya kelu .

“Kenapa? Apa kau sama seperti ku ? Choi Bit Na?”

“Sama?”

“Aku rela melepaskan Da Mi. Karena aku sadar bahwa hati ku masih menyukai mu.Bit Na. Apa sebenarnya yang ada di hati mu adalah aku?”

Bit Na terdiam dan tak menjawab.

Dan Jong In segera melangkah pergi menjauh dari kamar itu .

Flashback End~

 

Zoo Cafe – 15.45 sore .

15 menit lagi waktu menunjukkan jam 16.00 tepat.

Bit Na sudah terduduk di dalam cafe dan duduk di tempat sesuai reservasi meja nomor 6.

Ia mencoba menghubungi Jong In namun tak ada jawaban. Ia pun memesan sebuah Orange Juice lebih dulu sembari menunggu orang yang mengirim ini datang.

Sang Writer pun datang ke meja Bit Na dan meletakkan pesanan Bit Na.

“Maaf,Aku ingin tanya”

“Nde,Agasshi.. Apa ada yang bisa kau bantu”

“Atas Nama siapa meja reservasi ini ?”

“Soal itu, Aku tak tahu pasti. tapi ada seorang Namja dan seorang Yeoja yang mereservasi meja ini nona. Aku permisi dulu”

“Nde.. Gamsahamnida”

.

.

.

16.00

Seorang Yeoja masuk ke dalam cafe dan berdiri di meja nomor enam di mana Bit Na sedang duduk. Dan mata Bit Na membulat tatkala melihat sosok yang ada di depan nya kini.

“Song Da Mi, Kau”

“Oraemanida..Choi Bit Na”

.

.

.

.

Da mi pun segera duduk di hadapan Bit Na sahabat nya . Tidak . Lebih tepat nya mantan sahabat.

“Apa  yang ingin bicarakan  pada ku ? Da Mi” Bit Na menyesap orange juice nya.

“bagaimana kabar mu dengan Joon myeon Sunbae ?” Da mi kembali bertanya  pada Bit Na memastikan bahwa Bit Na akan terima dengan hal yang akan  ia katakan.

 

Bit Na sedikit tersedak ketika mendengar nama Joon Myeon di telinga nya.

“Eung.. Baik – baik saja , soal Joon Myeon kau salah paham  Da Mi waktu itu –“

“Tidak. Cukup Bit Na demi tuhan aku tak ingin membahas masalah lampau itu. Dan perlu kau tahu , Setelah hari itu . Kau tahu ? aku seperti mendapat karma  dari mu”

Bit Na mentautkan alis nya dan mengerutkan dahi nya bingung . Ia sungguh tak menegerti kemana Da mi akan membawa perbincangan ini.

 

“Karma apa ? Da Mi . aku tak mengerti”

“Sebuah Hukuman karena  aku telah merebut Kyung Soo dari mu. Maafkan aku , Choi Bit Na”

“Tidak ada yang nama nya Karma , Song Da Mi. lagipula , Aku akan menikah dengan Jong In”

“Tapi , Kau tak bisa melakukan itu . Karena Kyung Soo meninggalkan ku untuk kembali pada mu , Bit na . Aku sadar bahwa selama ini hati Kyung Soo hanya di isi oleh mu”

 

“Tapi ..”

“Bit Na –a .. kabulkanlah satu permintaan ku , Eoh ?”

“Pemintaan Apa ?”

“Izinkan aku menikah dengan Jong In , Tunangan mu . Eoh ?”

“Ya tuhan ! Dami apa yang kau bicarakan ? Jong In akan menikah dengan ku bulan depan . Tepat setelah anak ku lahir.”

 

“Aku harus menikah dengan nya . Choi Bit Na . Dengar , Tidak ! Bukan dia yang ku inginkan ,  Tapi . . Aku harus melakukan apa ? Tak ada yang bisa kulakukan karena lambat laun aku akan berhenti mempunyai keinginan . jadi , aku mohon , turuti saja satu keinginan ku”

Bit Na mengambil segelas kopi di meja nya dan menyiram nya ke wajah Da Mi. Sungguh ia tak habis fikir dengan kata –kata dan permintaan Da Mi yang menurut nya tak masuk akal. “Bit Na –a .. Kyung Soo akan kembali pada mu dan hati mu Bit Na masih untuk Kyung Soo kau sadar ?!” Da Mi masih terduduk di meja nya.

 

Bit Na melayangkan tangan nya hendak menampar Da Mi namun seseorang menahannya . dan itu Jong In . “Hentikkan ! Choi Bit Na”

“J-Jong In Kau ?!?”

****

“Aku , Kim Jong In  bersedia ” Untaian kata -kata manis  sebagai perjanjian yang mengikat  selama nya . Pada akhir nya mereka di satukan oleh tuhan , walau tanpa  di dasari oleh cinta .

“Kalian di perbolehkan untuk mencium pasangan masing -masing”

Di hadapan  seluruh  tamu  undangan  Jong In  mulai mendekatkan bibir nya pada bibir merah Da Mi ia mencium yeoja itu .

Mau tak mau Da Mi mengikuti alur permainan ini . Alur permainan yang Ia buat sendiri . Kini , biarlah semua nya tersakiti oleh nya . Toh , dia pun sebentar lagi akan  mati , Dengan begitu orang -orang tak akan begitu sakit di tinggalkan oleh nya .

Tak terasa  deraian hujan  menetes  perlahan dari  iris  cokelat milik Da Mi . Sebuah kecupan di bibir Da Mi untuk detik pertama , kemudian sebuah lumatan di detik berikut nya . Tak ingin lebih jauh lagi , Da Mi melepaskan  cumbu nya .

***

Kyung Soo membalikkan badan nya tepat setelah  Upacara itu usai . Kaki nya terus menginterupsikan untuk terus berjalan dan tidak menengok ke belakang .

Namun , Sosok lain  yang telah terkulai lemas dengan wajah pucat pasi nya membuat ia harus membalikkan badan nya . Sungguh , Ia benci  cinta bodoh   ini .

“Aku yang akan mengurus yeoja ini , Aku  teman nya”

“Oh , Baiklah . Nak , kalau begitu . Aku permisi”

Ahjussi itu berlalu dan ia telah menghubungi ambulance . Tak lama ambulance datang , Dan ia mengurungkan niat nya untuk ke rumah sakit .

“Bisakah kalian mengantar kami ke rumah ku saja?”

 

Skip™

 

Sudah lebih dari empat jam  ia tertidur ,  gigi nya terus menggeretak dan badan nya terus bergetar . Peluh keringat terus mengucur dari sekujur tubuh nya , badan nya  tak bersuhu normal . Ya , yeoja ini Demam .

Ia tahu itu . Tempat perawatan terbaik adalah Rumah sakit . Tapi , Apa yang  membuat Kyung Soo rela menghabiskan  tenaga dan waktu nya hanya untuk seorang yeoja yang tak mungkin ia miliki sepenuh nya .

Hati  Nurani ? Simpati ? Alasan yang Logis mengingat  keadaan sekarang . Dan sekarang kita anggap saja seperti   itu  .

Ia menempatkan telapak tangan nya di kening Bit Na yang masih terpejam . Suhu nya masih sama .

“Aku harus melakukan apa untuk mu , Bit Na ? Mianhe”

“Jong -ah . . Bagaimana dengan anak kita ? dia bahkan belum mengucapkan salam sapa untuk mu”

Bit Na mengigau , kening nya berkerut tanda ia berpikir .

“Mengapa mimpi mu begitu berbahaya ? Bit Na”

Kyung soo meletakkan jemari nya di kening Bit Na yang berkerut perlahan kening nya kembali rileks .


“Dokter Kim ?” Da Mi bersuara namun , Jong In tak bergeming  ia terus memandang ke arah luar .

“Dokter Kim?”  Da Mi menepuk pelan bahu Jong In kini barulah ia sadar sedari tadi  bahwa yeoja yang di samping nya ini terus memanggil nama nya .

“Apa tak sebaik nya , Kau menjenguk Bit Na ? Aku dengar dari  Pak Kang bahwa tadi ia  pingsan”

Mendengar penjelasan Da Mi mengenai Bit Na  , Jong In  terdiam . Ia mengusap wajah nya . Rasa Frustasi memenuhi diri nya kini . Siapa suruh ia menikahi gadis  yang hanya untuk memenuhi rasa iba nya , Siapa suruh  ia  melakukan hubungan itu sebelum ia menikah dengan Bit Na , dan kini ia meninggalkan yeoja itu sendirian dengan kandungan yang sudah sangat besar  .

dan juga , Ia juga bukan tipe lelaki bajingan yang tak bertanggung jawab . Ia menikahi Da Mi pun karena ia harus menepati janji yang telah ia buat dengan nya . Beberapa waktu lalu pun , ia mendengar alasan dari Bit Na mengapa ia meminta Jong In menikahi nya nanti setelah ia melahirkan .

Bit Na tidak yakin , ia ragu dengan hati nya  untuk  Kim Jong In .

itulah  perkataan dan menjadi sebuah alasan untuk Bit Na menolak  menikah dengan Kim Jong In secepat nya . Ia jelas dan betul -betul mendengar nya dari mulut  Bit Na .

“Da Mi -ssi ?” Da Mi menoleh pada Jong In  .

“Bisakah kau memanggil ku dengan sebutan Jong In?”

“Nde ? Ahh , Nde arraseyeo . Jong In -ssi”

 

Hening . Mereka masing -masing sibuk dengan aktivitas mereka , dan Jong In baru saja hendak mandi sedangkan Da Mi baru saja keluar dari ruang ganti  dengan handuk kecil yang masih menutupi rambut nya .

“Da Mi -ssi , apa kau . . dulu  bersahabat dengan Bit Na ?”

Pertanyaan Jong In membuat fokus Da Mi beralih penuh pada manik milik Jong In .

“Dulu seperti nya Ya , namun . . Suatu hari , aku menghancurkan nya”

“Menghancurkan nya ? Kau ? Kenapa?”

Da Mi hanya menggeleng pelan  . “Aku pikir , Aku sudah cukup muak dengan nya . Aku hanya ingin berhenti . Hanya itu saja”

“Lalu , Apa Bit Na dulu menyukai Kyung Soo ?”

Tanya Jong In lagi , Da Mi kembali terdiam ia mendekatkan langkah nya pada Jong In . Kemudian , Ia menyunggingkan senyum sakartis .

“Ya  ia  menyukai nya  dan  Aku selalu tidak mengerti , Jong In-ssi . Mengapa  garis takdir  aku dan Bit Na selalu berdekatan dan hanya di beberapa sisi itu terasa jauh .”

Jong In terdiam sebenarnya ia tak mengerti betul maksud  kata -kata Da Mi .

“Pertemuan awal kami di Junior High School .

untuk pertama kali nya Aku menyukai seseorang dia seorang Sunbae di sana . Nama nya Kim Joon Myeon . ”

“Joon Myeon kaka ku ?”

“Benar , Tak lama .. Bit Na merebut nya dari ku , padahal  aku baru saja berpacaran dengan nya beberapa bulan lalu . Setelah itu , pada saat tahun kedua di SMA kami bertemu dengan Kyung Soo . Seperti nya Kyung Soo memiliki dua orang yang ia cinta di hati nya . Akh !”

Da Mi  mengerang  kesakitan  ia terus memegang perut nya yang terasa di tusuk -tusuk kini .

“Kau baik -baik saja ?”

Sungguh , Ia yang seorang dokter saja panik melihat Da Mi kesakitan begitu . Membuat dada nya ikut terasa sesak . Jong In pun segera membawa Da Mi ke dalam rengkuhan nya dan merebahkan nya di kasur . Sebisa nya ia mengobati wanita itu yang sudah menjadi Istri nya seorang diri .

“Jangan Takut , Semua nya akan membaik”

Jong In pun memberikan beberapa mili  bius di dalam suntikkan nya . Dalam hitungan detik , obat bekerja dan perlahan Da Mi menenang dan memejamkan mata nya setelah tadi berkutat dengan  rasa sakit yang begitu hebat menjalar di tubuh nya .

Tubuh nya basah penuh peluh , Wajah nya pucat pasi . Sungguh , Jong In pun tak tau apa yang ia rasa kini . Entah ini hanya rasa Iba , Simpati nya yang terlalu besar  bahkan sampai berani meninggalkan Gadis yang tengah hamil  anak nya . Atau , perasaan lain mulai tumbuh di dalam diri Jong In . Jantung nya mulai berdegup , bukan hanya degupan melainkan ketukkan yang terasa kencang sampai rasa nya ingin meledak .

Jong In  naik ke tempat tidur  nya di mana Da Mi tengah tertidur . Ia menatap gadis itu lekat -lekat . Kemudian , bibir nya perlahan mendekat ke kening Da Mi dan mengecup nya singkat .

“Apa  aku  adalah  orang  yang harus menggantikan tempat nya Kyung Soo ? Apa Boleh seperti itu ?”

‘Benarkah ? Pernikahan ini  tidak ada atas dasar cinta ? Song Da Mi ‘

Jong In mengusap tangan Da Mi lembut . Tak terasa air mata nya mengalir . Ia pun mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi seseorang .

‘Bisa kirim seseorang ke rumah ku sekarang ?’

‘Yaa , Da Mi istri ku . . Aku yang akan mengurus nya mulai sekarang’

***

Bit Na terbangun , sayup sayup mata nya mulai terbuka . Asing . Satu kata yang jelas mendekskripsikan lingkungan dan objek yang ia tangkap dari manik milik Bit Na .Sunyi , itulah keadaan yang ia dapat .

Ia pun mulai beranjak dan mengelilingi bangunan itu.

Langkah nya terhenti ketika manik nya menangkap deretan frame dengan foto yang tertata rapih .

“Kyung soo ? Kyung Soo -a ? Neo eodisseo?”

Tak ada jawaban dari sang pemilik rumah . Ia pun hanya kembali melangkah dan menemukan sebuah note yang tertempel di kulkas .

‘Makanlah .. Semua nya sudah ku panaskan , Dan Jangan pergi sebelum aku Kembali

Bit na pun menarik salah satu bangku di meja makan dan membuka tudung saji . Sudah ada beberapa lauk yang masih hangat .

“Mungkin Kyung Soo baru  pergi” gumam Bit Na .

.

.

.

1 Months Letter ~

“Selamat Nona .. Bayi anda sehat dan seorang  perempuan . Cantik seperti ibu nya”

sang Dokter memberikan sang bayi pada ibu nya . Yah , Bit Na seorang Ibu sekarang . Bukan  hanya untuk hari ini tapi untuk selama nya .

“Terimakasih Dokter , Terimakasih Banyak . .”

Gurat wajah Bit Na masih terlihat lelah , Namun  Semua nya sirna ketika ia melihat sang Bayi yang sudah lahir ke dunia . Ia sungguh bahagia . Lebih dari apapun .

“Kau sudah bekerja keras ..” Ujar sang dokter sembari menepuk bahu Bit Na pelan .

.

.

Seorang kini tengah memandang Bit Na namun , setelah itu ia langsung membalikkan badan nya . dan berjalan dengan langkah gontai .

“Kau masih ingat kan dengan kesepakatan kita ?”

pria itu bersuara dan membuat nya menghentikkan langkah nya .

Flashback ~

Mereka bertemu di atas atap  gedung .

“Aku punya sebuah pemikiran , entah kau setuju atau  tidak . Yang jelas  ini  adalah  yang  terbaik untuk  Bit na .”

Jong in hanya terdiam dan menundukkan kepala nya .

“Apa yang kau maksud ?”

Kyung soo memutar bola mata nya .

” Sebuah kesepakatan mungkin ?”

Jong in  membalikkan badan nya dan berjalan meninggalkan Kyung Soo . Ia enggan mendengar itu semua dari Kyung Soo . Ia hanya ingin Bit Na lah yang membuat keputusan bagaimana hubungan mereka selanjut nya .

“Biarkan aku  menikah dengan Bit Na jika anak nya adalah  perempuan . dan sebalik nya , Mengerti kan maksud ku ?”

Mendengar kesepakatan yang di tawarkan  oleh  Kyung Soo , Jong in membalikkan badan nya .

dan segera menghajar Kyung Soo .

“Bagaimanapun  ,  Ia adalah anak ku . Bajingan !”

Kyung Soo mendorong    Jong In .

“Kau yang bajingan ! Bodoh ! Kau bahkan rela menikahi gadis  sekarat itu”

“Jaga ucapan mu ! Do Kyung Soo !!”

Jong in masih menahan  amarah nya . Tidak , sampai Kyung Soo menarik kembali ucapan nya .

“Apa aku salah ? Gadis itu hanya membuat mu sulit . Kau tahu ?!”

Jong in menghajar habis – habisan  Kyung   Soo .

Hingga wajah nya di hiasi lebam di sana -sini.

“Baiklah , seperti yang di lakukan Da Mi . Aku juga akan melakukan nya

Aku mohon , setujui lah kesepakatan ini . Kau dan aku tak kan mengalami kerugian bukan ? Lagipula , Sejujur nya Bit Na tak yakin jika harus menikah dengan mu . Percayakan Bit na pada ku. Aku mohon”

Flashback end ~

.

.

“Lakukanlah seperti kesepakatan nya”

Jong in kemudian kembali melangkah dan meninggalkan Kyung soo . di koridor rumah sakit itu .


Jong in menatap  Da Mi yang masih belum sadar. Kemudia ia mengecup dahi Da mi  untuk sekian  detik .

“Aku mencintai mu . . Song Da mi”

.

.

.

.

“Jong in -ssi  !! Lihatlah  ke sini”

Jong in masih mengedarkan pandang nya ke objek   yang   sudah  lama  sekali ia ingin  kunjungi .

“Hah ..Jangan   merekam ku , Da Mi . Matikan kamera nya”

Jong in menutupi lensa kamera dengan telapak tangan nya .

“Ya ya .. Baiklah . setidak nya , bisakah berikan satu  ciuman  singkat  ke kamera .”

Jong in menoleh  dam tersenyum usil pada Da mi . 

“Daripada  mencium lensa lebih baik mencium diri mu”

Jong in mencium singkat bibir Da mi . Da mi yang terkejut segera mengejar Jong in yang telah berlari lebih dulu .

“Hei ! Kkamjjong ! Awas ya !”

Jong in hanya  tersenyum lebar dan menjulurkan lidah nya tanda meledek . 

“Tangkap saja ! Kau tak kan bisa”

Mereka pun saling bermain kejar -kejaran di temani dengan deru angin dan  desiran ombak .

“Seandai nya kita seperti ini  setiap  hari” Mereka  berdua  duduk  menghadap  pantai  menyaksikan mentari yang  tenggelam  , lazuardi  petang  itu  sungguh  indah .

“Bagaimana bisa ? Jika ,aku pergi ?” Tanya  Da Mi  kepala  nya  bersandar  ke  bahu  kiri  Jong  In .

“Kau tak boleh pergi , Kemana pun !” Ujar  Jong  in  netra  nya  teralihkan  pada  surai  legam  milik  Da  Mi . Senyuman  merekah  lebar di  bibir  nya .

“Jika Tuhan yang menyuruh ku ?” Tanya  Da Mi  lagi  focus  nya  kini  beralih  pada  Jong In  yang  sedang menatap  lazuardi  petang  itu .

“Aku akan berdo’a , agar  tuhan tidak melakukan nya . Kalaupun itu perintah tak terbantahkan , Aku tahu kau selalu di sini” ujar  Jong In  kali  ini  sebuah  senyuman  getir  dengan  mata  berkaca –kaca di pelupuk nya.

“Maafkan aku , Jong In”

“Untuk apa ?”

“Karena  aku melanggar syarat  yang  ku buat  sendiri”

“Itu bukan pelanggaran , Sebuah peraturan itu  di buat  salah satu nya untuk di langgar sesekali . Tapi  , tak setiap waktu” imbuh  Jong  In  dengan  sakartis , ia  mencium  kening Da Mi .

“Aku . . Sungguh , Mencintai mu” ujar  Da Mi  ia  mengecup  bibir  Jong in dan  memejamkan  mata nya , air  mata  mengalir  di pipi kedua  insan  itu .

.

.

.

Monitor yang menyatakan  detak  jantung Da mi berhenti . Garis lurus yang tertera di monitor itu . Jong in terbangun dan segera mengguncangkan tubuh  Da mi . Namun , tak ada reaksi .

“Da mi-a .. Bangunlah ! Buka mata mu”

Dokter Park melihat keadaan Da mi . Ia menghela nafas nya berat .

“Waktu  Kematian  07.30 am . Nama pasien Song Da Mi .”

Ujar dokter park menyatakan waktu kematian Da Mi .

Jong In menangis dalam diam . Ia menahan nya dan sungguh  itu membuat nya terasa makin sesak .

Dokter Park menepuk pelan bahu Jong In .

“Ini yang terbaik , Dari Tuhan . Percayalah , Dokter Kim”

.

.

.

“Ini adalah sebuah permintaan . Jadi , aku mohon . Biarkanlah  Aku selalu di sini untuk mu , Song Da Mi . Selalu”

Fin ~

Oke ~ aku gak  tau  apa ada  yang  bener – bener  nunggu  part  final nya Please  ini . Yah , Syukur -syukur  ada ya ..

Dan , aku  gak  tau  kenapa  di sini  semua nya  peran nya  jahat (?) . Kecuali , Abang  Baekhyun ? Kenapa ? Karena  dia  bias  saya ^^ #abaikan . Nggak kok  bukan  gitu , yaa ini  sih  karena  imajinasi  Rahay  aja  yang  over  banget  hehehe udah  ah , sekian .

RCL DIPERLUKAN ~

XOXO

Rahay Kim

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s