[Ficlet – Series] Ringing Bell #Seri 2

RINGING BELL

Seri #1

Cast:

Kim Yeri, Han Sanghyuk, Kim Yoojung

Genre:

Friendship, A little romance, Sad

Length: Ficlet [about 1135 words]

Rating: General

“Where’s the ringing bell?”

Beberapa jam setelah berusaha keras memeras otak, akhirnya Hyuk, Yeri dan Yoojung dapat menyelesaikan tugas Kimia – yang dibebankan pada mereka – dengan baik dan mungkin saja jawaban mereka benar 100%. Hyuk merasa bangga karena selama ia menempuh pendidikan, baru kali ini ia dapat menjawab semua soal dengan baik.

“Yoojung-a, terimakasih,” ucap Hyuk senang. Menurutnya, Yoojung berperan banyak dalam kerja kelompok kali ini. Beruntung sekali dirinya dan Yeri bisa menjadi tim kelompok seorang Kim Yoojung. Untuk pertama kalinya pula, Hyuk melihat senyum Yoojung terkembang manis – memancarkan kebahagiaan gadis itu.

“Sudahlah, jangan berlebih-lebihan. Kita sudah mengerjakannya selama beberapa jam. Jadi, mau tidak mau – kita juga harus menyelesaikannya dengan benar,” sahut Yoojung sembari membereskan peralatan menulisnya.

Yeri melakukan hal yang sama dengan Yoojung. Ia segera merapikan ruang tamu – tempat kerja kelompok, karena sebentar lagi kakaknya pulang dari kampus.

***

Pukul tujuh malam, Hyuk dan Yoojung berpamitan pada Yeri. Tidak enak kalau berlama-lama berada di luar rumah – apalagi mereka ada di rumah Yeri yang megah bagaikan istana presiden. Yeri melambaikan tangannya pada kedua teman sekelasnya – yang semakin lama semakin menjauh dan menghilang dari pandangan.

Suasana rumah yeri kembali sepi – hanya dirinya dan seorang asisten rumah tangga yang tengah sibuk membersihkan ruang tamu. Yeri berjalan gontai menuju lantai dua, langsung masuk ke kamar dan berdiam diri di dalamnya. Ia termenung di atas ranjang – memikirkan sesuatu yang menurutnya aneh. Apa lagi kalau bukan sikap Hyuk yang terlihat aneh saat di dapur tadi?

‘Bukankah tadi aku sudah menyediakan minum di ruang tamu? Tapi kenapa dia malah pergi ke dapur untuk sekedar mengambil air minum?’ Pikiran Yeri masih dihiasi oleh nama Hyuk. Ia yakin pasti telah terjadi sesuatu pada temannya itu. Ah, bukan. Lebih tepatnya, Hyuk adalah satu-satunya orang yang dia sukai. “Aaaakh!” teriak Yeri – mengacak rambut panjangnya. “Apa yang harus aku lakukan? Kenapa dia selalu ada di pikiranku?” keluh Yeri saat pikirannya tak karuan. Hanya nama Hyuk yang memenuhi seluruh ruang di pikirannya, tak ada sesuatu atau seseorang lagi. Tiba-tiba ia teringat sesuatu lagi. Ya, saat Hyuk berterimakasih pada Yoojung, ia melihat ekspresi Hyuk benar-benar senang dan tatapan matanya pada Yoojung tak seperti biasa. Yeri takut jika Hyuk… jatuh cinta pada Yoojung. “Aaakh! Tidak, tidak! Itu tidak mungkin. Kalaupun Hyuk menyukai Yoojung, gadis itu tidak akan membalas perasaan Hyuk.” Yeri meyakinkan dirinya bahwa Hyuk dan Yoojung tidak mungkin saling menyukai.

***

Udara malam ini terasa lebih dingin dari malam-malam sebelumnya. Itulah alasan orang-orang mengenakan jaket lebih tebal dan memasukkan tangan mereka ke dalam kantong jaket – agar angin dingin tak dapat menyentuk kulit mereka. Hal itu pula yang dilakukan oleh Hyuk dan Yoojung yang masih setia menunggu bus di sebuah halte – tak jauh dari rumah Yeri. Mereka berdua harus naik bus yang sama karena mereka menuju arah yang sama.

Yoojung mengangkat kedua bahunya – mengurangi hawa dingin yang mulai merambah tubuhnya. Sementara itu, Hyuk berjalan mondar mandir untuk mengusir dingin yang semakin lama semakin menjadi. Musim gugur telah tiba. Angin terasa kering dan dingin, meski tak separah angin di musim dingin yang bisa membuat seseorang membeku.

“Kenapa busnya lama sekali?” gerutu Hyuk yang sudah tak tahan lagi dengan hawa dingin malam itu.

“Busnya dating!” seru Yoojung.

Hyuk memalingkan wajahnya – melihat sebuah bus yang perlahan mendekati halte tempatnya berada. “Ah, akhirnya.”

Hyuk dan Yoojung duduk di bangku paling belakang karena penumpang malam itu cukup banyak. Keduanya terlihat canggung saat duduk bersebelahan – dekat sekali. Selama beberapa menit, Hyuk dan Yoojung tak saling menyapa atau bertanya tentang sesuatu. Keduanya diam seribu bahasa. Mereka memang belum saling mengenal dengan baik – hanya sebatas teman sekelas bertemu setiap hari, tanpa menyapa atau bermain bersama.

“Yoojung-a,” panggil Hyuk yang tidak ingin berlama-lama berada di situasi menyebalkan seperti saat ini.

“Ada apa?” Yoojung menoleh kea rah Hyuk dengan ekspresi datar.

“Rumah kita… searah, kan? Bagaimana kalau setelah turun dari bus, kita mampir ke kedai tteokbokki sebentar?” usul Hyuk agak malu karena ini adalah kali pertamanya ia mengajak seorang gadis makan bersama – selain Yeri.

“Baiklah,” jawab Yoojung singkat.

Hyuk sama sekali tak mengira kalau Yoojung akan menerima ajakannya makan tteokbokki. Ia baru tahu kalau ternyata Yoojung bukanlah seorang gadis sombong dan angkuh seperti yang ia kira selama ini. Yoojung cukup ramah, meski tak seramah Yeri.

Hanya membutuhkan waktu 11 menit, perjalanan dengan bus pun berakhir. Hyuk dan Yoojung turun di sebuah halte bersama-sama penumpang yang lain. Mereka berdua mulai melangkah menuju kedai tteokbokki yang berada sekitar 100 meter dari halte bus. Lagi-lagi, mereka harus berjalan melawan dinginnya angin malam. Langkah mereka semakin cepat saat kedai tteokbokki sudah terlihat. Hyuk tersenyum senang. Saat ini memang waktu yang paling tepat untuk makan tteokbokki pedas.

“Ayo cepat!” seru Hyuk sangat bersemangat, berlari menyerbu kedai tteokbokki yang tengah sepi pelanggan.

Yoojung mengikuti perintah Hyuk. Ia juga mempercepat langkah kakinya agar segera sampai di kedai dan menikmati tteokbokki pedas yang masih hangat. Tteokbokki adalah makanan kesukaannya.

***

Kriiiiiing!!!

Suara alarm itu mengagetkan Hyuk dan Yoojung. Keduanya hamper melempar sumpit yang dipegang karena terlonjak kaget mendengar bunyi bel alarm milik Hyuk.

“Mian…” lirih Hyuk. Ia mengambil sebuah botol kecil dari dalam kantong tas yang dibawanya.

Yoojung melihat apa yang dilakukan oleh Hyuk di depan matanya. Namja itu mengeluarkan sebutir pil berwarna putih dari dalam botol. Tak lama kemudian, Hyuk menelan butir pil itu dengan bantuan air putih yang sudah dipesannya. Yoojung bertanya-tanya dalam hati tentang obat itu. Butiran pil itu sepertinya tidak asing baginya. Ia pernah melihat pil dan botol yang serupa dengan milik Hyuk.

Selesai menelan obatnya, Hyuk pergi ke toilet untuk mencuci tangan karena memegang butiran pil tadi. Selama Hyuk berada di dalam toilet, Yoojung menatap pil yang diminum Hyuk tadi.

“Obat apa itu?” Yoojung mencurigai obat itu kemudian dengan beraninya – Yoojung mengambil botol kecil berisi obat milik Hyuk. Ia memutar tutup botol itu. Dilihatnya ada lima butir obat. Karena penasaran, akhirnya Yoojung memutuskjan untuk mengambil satu butir dan mencium aroma obat itu sejenak. Diperhatikannya obat itu sembari mengingat-ingat sesuatu.

Kening Yoojung berkerut dan kedua bola matanya membelalak lebar. “Obat ini… tidak mungkin. Itu tidak mungkin,” lirihnya cemas.

Hyuk kembali dari toilet. Kali ini ia terlihat lebih segar dan lebih bersemangat dari sebelunya. “Mian telah membuatmu menunggu lama,” ucap Hyuk malu. Seharusnya ia tidak meninggalkan Yoojung di tempat itu sendirian.

“Hyuk-a, gwaenchana?” tanya Yoojung ingin tahu keadaan Hyuk yang sebenarnya.

Hyuk tampak bingung mendapat pertanyaan aneh itu dari Yoojung. “Tentu saja. “Apa maksudmu? Aku baik-baik saja.”

“Syukurlah kalau begitu,” ucap Yoojung lirih. Ia percaya begitu saja pada Hyuk – dilihat dari ekspresi namja itu saat mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.

Tanpa disadari Yoojung, senyum Hyuk perlahan memudar. Ia menatap Yoojung yang hendak berdiri. ‘Mian, Yoojung-a,’ batinnya.

Drrrtt!!

Ponsel Hyuk bergetar di dalam saku celananya. Ia segera mengeluarkan benda kotak itu dari sakunya. Pesan dari Yeri.

Klik! Hyuk membuka pesan itu.

From: Yeri Kim

Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padamu. Besok jam istirahat kita makan siang di kantin bersama.

Hyuk menyunggingkan senyumnya. Kemudian ia mengetikkan kata ‘OK’ untuk membalas pesan Yeri.

TBC to 3rd Seri

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet – Series] Ringing Bell #Seri 2

  1. Akkh…tbc disaat yg tepat -_-
    Hyuk sama Yeri aja jgn sama Yoojung
    nah lho bisa Yoojung yg tahu duluan dripada Yeri 😀
    next…next…next kakak ku sayang ❤ ❤ ❤

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s