No, Thank You!

Title: No, Thank You! Author: Anonymouspark – Lenght: Ficlet Disclaimer: Story belong to me – Genre Fluff, Romance, ComedyRated: T – A/N: Hope you like it! – Already posted here

Poster by Junnieart

On a scale of 1 to 10, I’d give you the perfect number, but  except one thing.


Sera terlihat sangat serius saat menyelesaikan rubik dengan rumus baru yang ia pelajari beberapa jam yang lalu. Jemari Sera sibuk mencocokan tiap warna yang ada pada rubik bahkan suara yang terdengar dari rubik membuat Sera semakin semangat untuk menyelesaikan permainan berbentuk kubus tersebut. Tetapi konsentrasi Sera pecah ketika seseorang duduk di sebelahnya beserta dengan tawa lembut yang muncul. Sera merasa gusar dengan kehadiran orang tersebut. Sera merasa ia sudah mengerahkan seluruh jiwa dan raganya untuk rubik dan rumus rubik itu. Jemari Sera berhenti memainkan rubik.

“Permisi Tuan, tapi aku duduk di tempat ini terlebih dahulu.”

Chanyeol tidak menghiraukan Sera dan sibuk memerhatikan hasil kerjanya. Detik berikutnya telunjuk lelaki itu membungkam bibirnya seolah memberitahu Sera untuk diam.

“Shh.”

Sera melupakan rubik untuk sejenak dan melihat Chanyeol yang seumur hidup baru kali ini lelaki itu tampak serius. Tatapan Sera jatuh pada pensil dan buku sketsa yang ada di pangkuan Chanyeol. Benar, Chanyeol dan hobi barunya. Menggambar.

“Chanyeol-ah…”

Tidak ada jawaban.

“Chanyeol oppa!”

Kali ini Chanyeol mengangkat dagu seraya tersenyum manis kepada Sera. “Iya, ada apa?”

“Kau sedang apa? Menggambar sesuatu? Boleh aku melihatnya?” Sera menggeser posisinya untuk mendekati Chanyeol. Tetapi dengan cepat Chanyeol menutup buku sketsa sebelum Sera sempat melihat hasil kerjanya.

“Kau akan melihat mahakarya ku ini nanti jika aku selesai, selagi menunggu mahakarya ku selesai sekarang jadilah gadis baik dan selesaikan rubik itu.”

Sera menatap takjub Chanyeol yang begitu percaya diri. “Baiklah kalau begitu, mahakarya…aku tidak percaya kau akan berkata seperti itu.”

Chanyeol hanya bisa tertawa kecil mendengar Sera berkata demikian.


“Selesai!!!” Kali ini berteriak terdengar sangat puas sembari mengangkat “mahakarya” miliknya tinggi-tinggi. Tetapi kali ini Sera tidak menghiraukan suara berisik yang keluar dari mulut Chanyeol. Kali ini Sera benar-benar sudah seluruh perhatiannya pada rubik. Sera benar-benar mengerahkan seluruh pikiran dan tenaganya untuk menyelesaikan rubik tersebut.

“Sera-ya.” Suara berat Chanyeol terdengar lembut memanggil kekasihnya tersebut. Tetapi tetap tidak ada respon dari Sera.

Ya! Kim Sera apa kau—“ Chanyeol tidak melanjutkan kalimatnya saat telunjuk Sera membungkam bibirnya.

“Bersabarlah, aku sedang menyelesaikan ini.” Sera masih sibuk mencocokkan warna pada rubiknya.

Chanyeol mendengus. “Kau bilang kau tak akan menyelesaikan rubik itu.”

Sera tidak menjawab Chanyeol kali ini.

“Ayolah. Tadi kau sangat ingin melihat mahakarya ku tetapi kenapa sekarang kau begitu cuek.”

Dengan berat hati Sera melupakan niatnya untuk menyelesaikan rubiknya dan melihat mahakarya yang susah payah Chanyeol kerjakan tadi. “Oke, lihatkan aku ‘mahakarya’ mu itu.”

Chanyeol membuka buku sketsa dan membiarkan Sera melihat ‘mahakarya’ yang kerjakan daritadi. Sera dapat melihat gambar dirinya sendiri yang sedang bersandar di sofa dengan jemari Sera memegang rubik. Mata Sera melebar kemudian Sera mendekatkan posisinya dengan Chanyeol tanpa sadar rubiknya terjatuh. Tangan Sera mengambil alih ‘mahakrya’ milik kekasihnya tersebut lalu menatap dalam-dalam sketsa dirinya.

Chanyeol tersenyum bangga saat Sera mendekat untuk melihat dengan dekat hasil sketsa yang ia gambar tadi.

“Um…” gumam Sera lirih seraya tatapan Sera melihat Chanyeol dan buku sketsa bergantian.

“Bagaimana menurutmu? Katakan padaku apa yang kau pikirkan.”

Sera menetapkan pandangannya untuk melihat Chanyeol dengan matanya berbinar dan senyumnya yang lebar. Pandangan Sera juga menatap tangan Chanyeol yang terlihat gemetar—terlihat ia sangat penasaran dengan apa yang ada di pikiran Sera.

Chanyeol memang dengan segala talenta yang ia miliki di bidang seni adalah perpaduan yang begitu sempurna di mata Sera. Tetapi tidak dengan menggambar. Apalagi setelah Sera melihat salah satu hasil gambar Chanyeol hari ini. Sebagai kekasih Chanyeol, tentu saja Sera ingin mendukung semua kegiatan yang Chanyeol sukai—jika Chanyeol bertanya skala dari 1 hingga 10 untuk setiap kali ia bermain musik, Sera akan selalu memberikan Chanyeol nilai sempurna. Tetapi untuk kali ini, Sera bingung.

Sera tersenyum canggung sembari melihat sketsa dirinya dan menunjuk setiap bagian gambar. “Apakah ini mataku?” tanya Sera saat telunjuknya berhenti yang ia anggap itu adalah gambar mata.

Ketika Sera melihat Chanyeol, lelaki itu tersenyum manis sembari mengangguk.

Sera menghela napasnya yang berat. “Oke.”

Telunjuk Sera kembali bermain di sketsa dan menunjuk bagian yang ia lihat seperti gambar rubik. “Apakah ini gambar rubik yang sedang aku selesaikan tadi?”

Chanyeol kembali mengangguk. Sera tersenyum takjub sebelum ia mengembalikan buku sketsa yang diterima oleh kedua tangan Chanyeol. Detik kemudian Sera mendekati Chanyeol dan memeluk pinggang Chanyeol sebelum bibirnya mencium kilat pipi lelakinya itu.

“Kau menyukai gambar ku?”

“Tentu saja aku suka!” timpal Sera terdengar tulus. Meskipun Sera berbohong. Tetapi mengingat Chanyeol menghabiskan begitu banyak waktunya untuk menggambar, Sera tidak bisa berkata lain.

Chanyeol mengernyit. “Jujur! Apa ini benar-benar bagus hingga kau menyukainya?” tanya Chanyeol terlihat begitu penasaran—berharap Sera menjawab pertanyaan dengan serius.

Sera menggigit bibir bawahnya seraya lengannya kini berpindah memeluk leher Chanyeol dan ibu jarinya membelai lembut tengkuk kekasihnya tersebut berniat membuang jauh-jauh pikiran Chanyeol tentang sketsa tersebut.

“Aku tidak mempermasalahkan gambar mu bagus atau tidak. Yang aku lihat kau telah mengerahkan seluruh tenaga mu untuk menggambar sketsa tadi.”

Chanyeol menyingkirkan buku sketsa tersebut di meja. “Jadi gambar tadi tidak bagus? Atau mengerikan?”

Ada jeda sebelum Sera menjawab Chanyeol. “Bukan mengerikan, hanya saja…”

“Hanya saja apa?”

“Yah, aku tidak masalah jika kau mengatakan gambar mu tadi mengerikan.”

Ya! Kim Sera.” Chanyeol berteriak putus asa seraya matanya memperlihatkan kekecewaan.

Sera kali ini tertawa sebelum bersandar lebih dekat dan kembali menjatuhkan sebuah ciuman di pipi Chanyeol. “Sudah merasa baikan?”

Tanpa ekspresi Chanyeol menjawab Sera. “Tidak.” Detik berikutnya Chanyeol berpaling dan mendesah kesal. Chanyeol melepaskan pelukan Sera dan kembali mengambil buku sketsa miliknya. Melihat gerak gerik Chanyeol dengan segera Sera mengambil rubik di lantai dan menghilang dengan cepat dari lelaki tersebut.

“Sera-ya, kau mau kemana?” Chanyeol menyapa Sera yang baru saja dua langkah menjauhinya.

Sera berhenti sejenak. “Aku tidak akan menjadi model mu lagi.” Lalu Sera berlari menjauhi Chanyeol.

“Ayolah Sera-ya, sekali lagi!”

No, thank you!”

.

.

.

Hai! Ada yang kangen aku gak? #ngga. Oke, long time no see? Iya, long time no see sama fanfiction, begitupun aku hahaha. Oke, jadi ini gak tau apa dan kenapa dan bagaimana but I hope you enjoy this story! Sebelum kalian minta next chapter, aku mau kasih tau kalau ff ini gak chapter, mungkin nantinya ficlet series gitu, tapi masih niat aja. Belum fix hehe. Oke pokoknya gitu deh hehe. Mind to review?

Peace love n gawl – W 😉

Advertisements

37 thoughts on “No, Thank You!

  1. its been a long day without ur story my friend.. MISS U..jd ikutan lebay kmu di email kan kan hahaha, mau bilang jgn sesali menulis mu yg sprti ini, its ur style, drpada nulis serius tp bikin kepala barbie pusing jgn, andwae, no..
    semangat, jgn php mau ksh series hrus ada!

  2. jadi si wulan ini hadir2 tulis ff chanyeol yg konyol trus end manis yg bikin gula darah naik 😦
    tanggung jawab lan ksh nextt fict oke titik pake telor stengh mateng (y)

  3. Diabetes baca ini ampun lan kamu emg dah cocok di genre ini jgn ganti2 lgi!! Ide bagus klu dijadiin series jd kaya web series gitu ya boleh boleh boleh 😀

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s