[Vignette] Words… That I Can’t Say: Silent Moment

Silent-Moment-Fix

Words… That I Can’t Say: Silent Moment

Written by Amy Park

15& Yerin – BTS Rap Monster (Kim Namjoon)

Special Appearance: 15& Jimin – BTS Jimin

Vignette | Romance – Friendship – Angst | PG-13

Notes: Yo! ASC viewers! Yo Namrin and Double Jimin shipper, put your hands up! This fic is special for yaaa all ^^

.

.

“You’ll never know

That i’m fall in love with you.”

***

“Bagaimana? Bagaimana? Tiruanku akan suara lucu Yerin bagus, kan? Aku tidak kalah lucu, kan? Dengar… dengar… Namjoon Namjoon!!”

Jimin langsung meringis kesakitan saat kepalanya dipukul cukup keras oleh sebuah boneka bantal, dilayangkan sempurna oleh perempuan yang dua tahun lebih muda darinya. Perempuan yang, sialnya, bernama sama dengannya, juga—lebih sial lagi—memiliki marga yang sama dengannya. Jauh lebih sial lagi, perempuan itu tidak segan untuk memukul Jimin hanya karena dia bertingkah lucu, menirukan aegyo milik Yerin, teman satu grup perempuan itu. Rasanya Jimin ingin memakan hidup-hidup perempuan itu, tetapi ia sama sekali tidak bisa.

“Oh, ya ampun, Chim-chim… tidak bisa. Menggoda Namjoon oppa dengan menirukan suara Yerin tidak akan pernah bisa berhasil. Namjoon tidak akan sadar dengan perasaan Yerin jika kau hanya berbuat itu! You’re stupid brat!”

Seutupideu??!” Jimin melebarkan mata ketika mengeja kata stupid dengan logat Koreanya yang kental. Lelaki itu menunjuk wajah Jimin perempuan dengan kesal, “Bahasa Inggrisku memang tidak lebih bagus darimu, tapi aku tentu saja tahu jika barusan kau mengatakan aku bodoh! Hey, Park Jimin, kau tidak sopan! Aku lebih tua darimu!”

“Ah, sudahlah, jangan diambil pusing, Chim-chim oppa. Lebih baik kita menyusun rencana agar Namjoon oppa sadar akan perasaan Yerin!”

“Bagaimana caranya? Memangnya kau ada ide?”

“Tentu saja ada! Park Jimin selalu memiliki ide yang cemerlang!”

“Namaku juga Park Jimin, tapi aku tidak selalu memiliki ide yang cemerlang!”

Jimin kembali meringis ketika perempuan yang bernama sama dengannya itu memukulnya lagi. Perempuan itu pun berucap, “Jangan banyak mengoceh, Jimin oppa! Ayo, kita susun rencana!”

Perempuan bersurai panjang bewarna merah gelap itu langsung menarik tangan Jimin, membawa lelaki itu pergi dari ruang tunggu Arirang TV. Ugh, Jimin rasanya ingin menghajar perempuan itu karena sudah bertingkah seenaknya, tapi dia benar-benar tidak bisa. Jimin benar-benar tidak bisa melakukannya karena dia juga menyukai perempuan itu. Ya, benar, Park Jimin sudah jatuh hati pada Park Jimin.

***

Baek Yerin, perempuan bersurai hitam panjang itu tengah duduk di ruang tunggu sebuah gedung teater. Waktu yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam menjadikan tidak banyak orang yang datang ke gedung tersebut, menciptakan suasana yang cukup sepi di sana. Yerin menghela napas berat, seseorang yang ditunggunya belum kunjung datang.

“Yerin?”

Suara berat seorang lelaki membuat kepala Yerin mendongkak. Ketika melihat wajah lelaki tersebut, mata Yerin pun membulat sempurna—tak percaya dengan apa yang tengah dilihatnya, “Oh? Namjoon?”

Lelaki yang dipanggil Namjoon itu tersenyum, “It’s been a long time… aku tidak percaya kita bertemu di sini.”

Yerin tidak menggubris ucapan Namjoon. Perempuan itu mengusap tengkuknya kaku seraya memalingkan wajah. Sesungguhnya, ia sedang menghindari segala macam interaksi dengan leader grup idola yang sedang naik daun itu. Ia sedang menjauhi Namjoon. Bukan, Yerin melakukannya bukan karena membenci Namjoon, melainkan ia amat mencintai lelaki itu. Yerin takut jika perasaan dia yang seungguhnya terungkap dan pada akhirnya Namjoon akan menjauhinya—atau bahkan lelaki itu akan membencinya.

“Yerin, kau sedang menunggu seseorang?” Tanya Namjoon lagi yang kini sudah duduk di samping Yerin. Lelaki itu tampaknya tidak sadar akan kecanggungan Yerin.

Yerin mengangguk pelan. “Ya. Aku sedang menunggu Jimin.”

Namjoon terkekeh, “It’s kind of funny… aku juga sedang menunggu Jimin. Maksudku, Jimin temanku. Yah… kau tahu, Park Jimin. Ah… kau tahu maksudku, Yerin.”

“Sulit, ya, memiliki teman satu grup yang bernama sama,” ungkap Yerin sambil tersenyum, memberanikan diri untuk menatap Namjoon.

“Tidak sulit. Hanya saja… kita akan susah membedakan.”

Setelah Yerin mengangguk—menyetujui ucapan Namjoon—tidak ada kata yang terlontar lagi dari mulut mereka berdua. Keheningan menyelimuti keduanya. Untuk dua manusia yang sudah saling kenal selama dua tahun, keadaan hening seperti itu bukanlah hal yang biasa. Sebelumnya, Namjoon dan Yerin tidak akan pernah kehabisan topik untuk mengobrol jika mereka bertemu. Namun kini, baik Namjoon ataupun Yerin seperti sibuk dengan pikirannya masing-masing sehingga keduanya memilih untuk diam.

“Namjoon.”

“Yerin.”

Mereka saling memanggil secara bersamaan, membuat keduanya salah tingkah. Sebagai seorang lelaki, Namjoon pun dengan sopan mengisyaratkan Yerin untuk berbicara terlebih dulu.

“Aku pikir Jimin tidak akan datang untuk menonton, jadi aku akan masuk ke dalam teater duluan. Drama musikal Death Note sebentar lagi dimulai.”

“Oh? Kau juga menonton Death Note? Sama denganku kalau begitu. Kau duduk di row berapa?”

Yerin pun segera memeriksa sebuah tiket yang sudah berada di genggamannya sedari tadi, “Row two, seat B.”

Namjoon mengerutkan keningnya. “Are you sure? Yang aku ingat, Park Jimin ‘temanku’ pun kebagian tempat duduk di sana.”

Mendengar keganjalan tersebut, Yerin pada akhirnya bertanya ragu. “Apa kau duduk di row two seat A?”

“Ya, tepat!”

Jawaban Namjoon membuat Yerin menghela napas kesal. Tidak, dia tidak kesal pada Namjoon, melainkan pada Jimin temannya. Ia sekarang sadar bahwa double Jimin sedang mengerjainya. Mengerjai ia dan Namjoon.

Melihat ekspresi kesal Yerin yang tergambar jelas, Namjoon pun pada akhirnya mengerti dengan situasi ini. Tidak ingin terjebak dalam keadaan canggung terlalu lama, lelaki itu berkata, “Nah, mereka menyuruh kita untuk menonton bersama. Ayo, lebih baik kita masuk saja, mungkin pertunjukkannya sudah dimulai.”

Tanpa berpikir apa pun, Yerin menuruti ajakan Namjoon. Mereka tengah berjalan menuju teater. Namun, baru beberapa langkah berjalan, kaki Yerin terhenti. Ia memilih diam dan menatap punggung Namjoon yang tengah berjalan. Yerin akui, ia benar-benar takut saat ini. Perempuan itu takut jika Namjoon berpikiran aneh tentangnya karena kejahilan double Jimin terhadap mereka. Yerin takut jika Namjoon mengetahui perasaan dia yang sesungguhnya. Yerin takut jika mulai saat ini, Namjoon akan segera berhenti menjadi temannya.

Namjoon-ah, aku harus memendam perasaan ini. Selamanya. Ungkap hati kecil Yerin,

Seakan mendengar kata hati tersebut, langkah Namjoon berhenti dan ia pun berbalik menatap Yerin. “Kau tidak akan menonton?”

Yerin mengerjap kemudian segera menjawab, “Tidak. Maksudku, aku akan tetap menonton pertunjukan musikal.”

Bibir penuh Namjoon melengkung, mengukir satu senyuman manis. Ia mengulurkan tangannya pada Yerin seraya berucap, “Kalau begitu, jangan membuatku menunggu, Yerin Yerin.”

Panggilan khusus yang biasa diucapkan Namjoon itu membuat hati Yerin sedikit tenang. Perempuan itu membalas senyuman Namjoon lalu melangkah dan menyambut uluran tangan lelaki jangkung itu, “Namjoon Namjoon… mari kita menonton bersama!”

Namjoon mengacak rambut Yerin dengan pelan, “That’s my cutie pie!”

Mereka pun berjalan sambil berpegangan tangan, layaknya sepasang kekasih. Namun, realita mengatakan bahwa itu adalah kebiasaan asli mereka sebagai sahabat. Kecanggungan di antara keduanya pun kini menghilang… ketika mereka melupakan perasaannya masing-masing yang tak akan pernah terungkap.

Kau tidak akan pernah tahu bahwa aku mencintaimu, Yerin. Kata hati Namjoon pun ikut berseru, dalam kesunyian di antara mereka.

~ Selesai ~

.

.

Bagi siapapun yang baca, aku tahu FF ini gaje, karena aku buat ini di tengah-tengah istirahat sejenak ketika ngerjain tugas kwkwkwkw posternya pun aku bikin secara iseng sambil latihan photoshop, aku bikin sesuka hati tanpa disesuaikan sama kisah FF ini, makanya jadinya dark gitu -_- terus judulnya juga… ketika baca ulang ff ini, rasanya judul ff ini lebih pantes jadi awkward moment daripada silent moment kwkwkwkw

Daaannnn…. aku bikin ff ini karena suka banget sama pasangan Rapmon-Yerin. Gara gara After School Club nih jadi suka mereka dua… moment mereka di ASC bikin gemesh. Lucu. Berharap BTS dan 15& bisa ketemu lagi di sana T.T

Oke.. terakhir, sorry for the typo~~

Juga, komentar dan like dari kalian sangat berharga lohhh :’) thank youu~~

Bonus! Namrin moment at ASC XD

Credit Video: Misskimlangful

 

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s