[Chapter]Complicated Love 2

complicated-love

Title : Complicted Love Chapter 2
Author : exo-lbaekkie baekhyun
Genre : romance, family,triangle love , etc
Length: Chapter
Cast : Jung Hye Bin (oc) | Park Chan Yeol| Han Gun
Other cast : akan ada sesuai chapter

Disclaimer :Fanfic ini milik saya semua ide cerita didalam nya hanya imaginasi saya belaka. Jika ada kesamaan dalam bentuk apapun itu hanya lah ketidak sengajaan dan bukan plagiat
Author note’s : typo di mana –mana jadi hati-hati . di harap kan comment nya sebagai masukkan untuk author seorang untuk membuat karya yang lebih baik lagi . gamsahamnida

Summary : ketika sebuah cinta tumbuh di antara hubungan yang terlarang
Cr : Kryzelnut@Indo Fanfiction Arts

                                                                                                    …

“ahjussi .. ice cream ahjussi” teriak da bin dan menghampiri sang ahjussi yang juga kebetulan sedang makan ice cream di tempat yang sama seorang diri . “da bin-a tunggu eomma” kata sang eomma lalu mengikuti da bin dari belakang . “eo? Da bin-a kita bertemu lagi. Eomma-neun eodiseo?”
“cheogi.. (disana)” sambil menuju ke arah eomma nya yang sedang berjalan ke arah nya. “ahh, duduk lah di sini , ayo makan ice cream bersama ahjussi”. Kata si ahjussi sembari menggendong da bin dan mendudukkan nya tepat di samping nya.
“han gun-ssi , sedang apa kau disini ? da bin-a ayo kita cari tempat duduk yang lain saja , tidak enak nanti ahjussi akan terganggu”

“shireo eomma. Aku ingin disini” si ahjussi tersenyum “eii, gwaenchanhayeo hye bin-ssi ani ,da bin eomma, justru aku senang jika ada orang yang mau makan bersama ku. Kau duduk lah hye bin-ssi”.
Hye bin pun duduk semeja dengan han gun atas permintaan da bin. Mereka duduk saling berhadapan satu sama lain. Tak jarang mereka saling menangkap kontak mata satu sama lain namun dua dari mereka menyangkal nya.
Dan da bin dengan lahap dan nikmat nya ia memakan ice cream strawberry banana nya. “ manhimogo da bin-i uri tal” ( makan yang banyak ya putri ku). Kata hye bin sembari melahap ice cream nya juga. Tanpa memperhatikan han gun secara khusus.
“hye bin-ssi ani da bin eomma, ngomong-ngomong kau kesini hanya untuk jalan-jalan atau merayakan sesuatu?” han gun akhir nya membuka suara dan memulai perbincangan. Mata hye bin langsung mengalihkan pandangan nya pada han gun.
“ah.. hari ini ulang tahun nya da bin, jadi aku ingin merayakan nya, dan mengajak nya kesini. Karena aku juga jarang mengajak nya ke tempat-tempat seperti ini.” Jelas hye bin sembari memakan ice cream nya. Han gun menganggukkan kepala tanda mengerti.
“ geureokunna (jadi begitu), tapi kalau ahjussi boleh tau ulang tahun da bin yang ke berapa?” tanya han gun kemudian mengalihkan pandangan nya ke da bin . “da bin-a ..” da bin menoleh kearah han gun ahjussi .
“saengil chukhae.. ahjussi doakan semoga kau cepat tumbuh menjadi besar, dan menjadi gadis yang baik dan selalu mencintai dan menyayangi eomma mu.
Arrachi? Yaksook?” ujar ahjussi nya sambil meacungkan jari kelingking nya sebagai stempel perjanjian. Da bin pun ikut meacungkan kelingking jari nya dan kedua jari mereka saling bertautan sebagai tanda janji.
“ne ahjussi, gamsahamnida telah mengucapkan selamat pada ku. Karena tahun tahun sebelum nya hanya eomma yang ingat dengan ulang tahun ku .”
“benarkah ? wae ? appa-neun?” tanya han gun ahjussi. Wajah da bin yang tadi senang berubah murung ia kemudian menatap eomma nya sejenak dan kembali menatap si ahjussi .
“appa? Nado mollasseo,ahjussi. Aku tak pernah tau rupa appa ku bagaimana. Eomma tak pernah mengatakan apapun tentang appa…”
“da bin-a kajja kau sudah selesai kan ? kau ingin hadiah kan ? ayo kita beli sekarang . setelah itu pulang . eomma harus mengurus sesuatu” ajak sang eomma mengalihkan topik pembicaraan. Lalu menarik tangan da bin .
“shireo.. aku tidak mau pulang eomma . kau kan sudah janji pada ku kalau hari ini kau akan bersama ku. Aku akan pulang kalau kau menuruti keinginan ku eoh?” . ujar da bin sambil mencoba melepaskan tangan nya dari genggaman sang eomma.
“hye bin-ssi, jangan seperti itu pada da bin.kasian dia masih kecil. Ia juga belum mengerti banyak hal” . hye bin menghela nafas nya pelan berusaha mengendalikan emosi nya di tambah dia tidak ingin membuat kesan yang buruk di tempat umum dan juga di depan orang yang baru saja ia kenal.
“geurae, eomma mianheseo . Apa yang kau inginkan da bin-a? Eomma akan mengabulkan nya”.
“bisakah ahjussi melanjutkan perjalanan nya bersama kita eomma ? eoh ?” tanya da bin penuh harap. “andwae. Da bin-a ahjussi sibuk dia tak punya waktu hanya untuk sekedar jalan-jalan dengan mu..” jelas si eomma.
“ahh, jangan seperti itu hye bin-ssi. Lagipula waktu ku sedang kosong hari ini, daripada bosan tanpa kegiatan lebih baik kita jalan-jalan dengan da bin keuchi dabin-a? Kau ingin hadiah ? kajja, kita beli hadiah ahjussi akan memberikan mu apa saja” .
“jeongmal ahjussi? Eomma kau tidak perlu memberikan ku hadiah, karena ahjussi akan memberikan ku. Eomma kajja” kata da bin sambil menggandeng ahjussi nya bukan tangan sang eomma yang di gandeng. Hye bin tak mampu berkata apa-apa lagi dan hanya mengikuti sang anak dari belakang.
“da bin-a apa kau suka hadiah nya ?” tanya si ahjussi.

Da bin terlihat senang, “ne. Ahjussi. Gamsahamnida” ucap nya sambil membungkukkan badan nya. “aigoo, anak pintar. Ehmm, kajja kita pulang . ahjussi akan mengantar mu pulang dengan eomma da bin juga.”
“gwaenchanhayeo,han gun-ssi kami bisa naik taksi, geokjeong hajima” kata hye bin menolak ajakan han gun untuk pulang bareng. “ahh..ini bukan karena aku khawatir. Ini sudah larut malam taksi tak akan banyak yang lewat. Lagi pula kita tinggal di apartemen yang sama. Kasian da bin ia sudah terlihat lelah”
“eomma aku mengantuk” kata da bin mulai menguap dan mata nya sayup-sayup tertutup. “eo..kemarilah”
“hye bin-ssi biar aku yang menggendong” kata han gun.namun hye bin menolak dan meminta tolong han gun untuk membawakan barang belanjaan dan tas nya.
“aniyeo. Kau bantu aku bawakan tas ku dan belanjaan saja.putakhae”.
“a-araseo” mereka pun berjalan menuju tempat parkir. Han gun pun segera membuka bagasi dan pintu belakang untuk menaruh da bin yag tertidur. Dengan hati –hati hye bin menidurkan da bin di kursi belakang.
“hye bin-ssi kau duduk di depan saja. Biarkan hye bin tidur , cham ambil bantal di kursi depan untuk kepala nya dan selimut ada di dasbor depan.” Hye bin pun menuruti kata-kata han gun.
*

*

*

“hye bin-ssi.. maaf kan aku soal yang tadi” kata han gun sambil menyetir
“ gwaenchanhayeo, tapi aku harap kau jangan membahas masalah seperti itu di depan da bin. Putaghiya”
“ahh ne. Tapi kalau aku boleh tau berapa umur da bin sekarang?”
“7 tahun. Tapi bagaimana pun Aku merasa aku bukan ibu yang baik untuk nya.” Gumam hye bin sedikit demi sedikit ia mulai banyak bicara.
“waeyo? Kau sudah merawat nya dengan baik, da bin bahagia mempunyai ibu seperti mu , da bin juga terlihat bahagia seperti anak pada umum nya.lalu apa yang kurang? Kau tidak perlu merasa seperti itu, da bin bangga mempunyai sosok ibu seperti mu.”
“benarkah? Darimana kau tau ?” tanya Hye bin lagi. “yaa sewaktu aku mengajak nya memakan ice cream pertemuan pertama aku dan da bin dia bercerita tentang diri mu” jawab han gun santai.
“keundae, boleh aku bertanya sesuatu?” tanya han gun kemudian. “mwoga?”
“maaf kalau pertanyaan ini membuat mu merasa tidak nyaman.apa kau seorang ibu tunggal?”
Dengan ragu hye bin menjawab “ne..” han gun menanggukkan kepala nya mengerti .tak terasa mereka sudah tiba di parkiran apartemen mereka.
Han gun memarkirkan mobil nya kemudian membukakan pintu belakang untuk mengambil belanjaan dan da bin yang masih lelap tertidur. “biar aku saja yang menggendong da bin han gun-ssi”
“aniyeo,gwaenchanhayeo. Kau bawa tas mu dan belanjaan kita saja”
“kita?” hye bin mentautkan alis nya mendengar satu kosa kata itu . “maksudku belanjaan punya mu dan punya ku hye bin-ssi” jelas han gun sambil tersenyum ,
“ne, arrayeo” kata hye bin sambil menutup kembali pintu mobil dan mengekori han gun yang sudah jalan lebih jauh di depan nya sembari menggendong da bin.

Layak nya seorang ‘appa’. Mereka pun tiba di pintu apartemen hye bin yang berada satu lantai di bawah han gun , “serah kan da bin pada ku hangun-ssi, dan ini belanjaan milik mu.” Kata hye bin , han gun pun menyerah kan da bin kembali ke gendongan eomma nya.
“selamat malam hye bin-ssi. Da bin-a mimpi yang indah arrachi? .” kata han gun seraya mengelus rambut hitam panjang milik da bin. Lalu kembali menaiki lift untuk ke kamar nya di lantai atas . “ han gun-ssi..” han gun pun menoleh ke arah hye bin. “ akka gumawo-seo. Atas semua nya.”
“nde.. cheonmahaeyeo, hye bin-ssi. Masuk lah, ini sudah larut” . hye bin pun membungkukan sedikit badan nya sebagai tanda hormat kemudian masuk ke dalam kamar apartement nya.
Han gun pov
Aku merebahkan tubuhku di atas sofa tak pernah aku merasa se senang hari ini padahal aku sudah mengunjungi departement store tersebut hampir setiap ada waktu senggang. Hhh semuanya terasa begitu berbeda ketika hye bin datang ke sisi ku.
Aku menatap tangan ku dan teringat kembali aku baru saja menggendong anak dari hye bin layak nya aku adalah appa nya da bin. Tidak salah lagi aku pikir aku benar-benar menyukai nya atau mungkin mencintai nya. Dan aku entah setan apa yag merasuki ku . kehendak ku berkata aku juga menyayangi anak dari hye bin meski da bin bukan lah anak asli atas hubungan ku dengan hye bin. Seperti anak sendiri.
Bahkan aku merasa sekarang kalau aku adalah seorang appa sekarang , walau hubungan ku dengan hye bin belumlah sampai sejauh itu . Atau mungkin bahkan belum di mulai sama sekali. Aku tak perduli tentang siapa ayah biologis nya da bin , jika hye bin mau , aku bersedia dengan sepenuh hati untuk menjadi ayah dari da bin. Tuhan aku mencintai nya .
Han gun pov end

Hye bin POV
Aku menaruh da bin ke kamar tidur nya lalu menyelimuti nya. Ia terlihat lelah hari ini dan sekarang ia benar-benar terlelap . begitu juga dengan ku , namun aku bahagia melihat nya hari ini karena ia lebih banyak tertawa hari ini di banding kan hari-hari lain.
Aku pun ikut merebahkan diri ku sesaat di samping nya, dengan lembut ku elus rambut hitam panjang nya. Ku lihat raut wajah da bin ketika tertidur dan aku kembali teringat akan seseorang. Da bin benar-benar terlihat sama dengan ‘orang itu’ ketika tertidur. Tanpa ku sadari aku tersenyum sekaligus buliran bening sudah mengalir di pipiku entah kapan datangnya.
Hati ku tergelitik akan suatu hal . ya ketika aku meningat nya di satu sisi aku bahagia tapi di sisi yang lain terasa menyedih kan dan menyakitkan. Hhhh kadang datang waktu aku merasa kan aku benar benar ‘dilema’ tentang da bin dan juga tentang appa biologis nya. Kapan waktu yang tepat untuk membahas nya dengan da bin mengenai ‘appa’ nya.aku benar-benar bingung. “da bin-a apa kau mau mendengar cerita tentang appa mu ?”
“….”
To be continued ..

 

Harapan  saya  gak banyak  kok  cuman   minta  komen   dari  readers  sekalian  yang author  cintah *cieilahhh .  berharap  masih  ada yang nunggu part  selanjut nya 🙂  XOXO

Advertisements

One thought on “[Chapter]Complicated Love 2

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s