(TWOSHOT) Surprise, #I STAY WITH YOU NOW&FOREVER (Missing You SEQUEL) – DALV

a2d3ad13ab1b2000

Title : Surprise, #I STAY WITH YOU NOW&FOREVER (Missing You SEQUEL) || Author : DALV || Main Cast : Luhan, Kim Nara,Kim Jong In (EXO) || Genre : Romance || Rating : PG-17 || Length : TwoShot

Happy Reaading!

Nothing’s Gonna Change My Love For You Glenn Medeiros |When You Tell Me That You Love Me Diana Ross, Westlife |Happy – Pharrell William | Wait For Me – Team B iKon

Setelah membaca pesan dari Siwon, Luhan bergerak begitu saja. Seperti terhipnotis oleh pesan yang dikirim  pesan dari Siwon. Jam sudah menunjukkan pukul 7 ketika Luhan keluar dari kamar mandi. Luhan keluar kamar dengan memakai kemeja putih dengan jas merah serta celana jeans yang pernah di belikan oleh Nara. Entahlah. Luhan juga tidak tau kenapa dia ingin memakai pakaian seformal ini di pesta yang dibuat keluarga Kim. Dia hanya mengikuti instingnya ketika mengambil baju. Luhan menemukan Sehun yang masih berdiam diri di sofa.

Hun-ah, kau tidak siap-siap?”

“H…Hyung? Kau akan pergi ke Garden Party itu?” ujar Sehun terkejut

Luhan haya mengangukkan kepalanya tanda mengiyakan.

“Daebak!” ujar Sehun menggelengkan kepalanya. Padalah setau dia Luhan tidak ingin menghadiri acara itu.

“Bersiap-siaplah. Aku akan berangkat duluan.” Luhan pergi begitu saja tanpa mendengar perkataan dari Sehun. Tanpa keduanya sadari Suho melihat itu dan mengetikkan pesan.

“Luhan sedang menuju kerumah mu Hyung! Mission Success! Apakah semua sudah selesai Hyung?” Ketik Suho dalam pesan itu.

@Kim Mansion

Taman yang berada di belakang rumah keluarga Kim sudah terlihat sangat indah. Garden Party dan penyambutan Nona muda Kim terlihat sudah sangat siap dilaksanakan. Koki keluarga Kim masih sibuk menyiapkan masakan untuk para tamu. Dalam hidangan itu juga terdapat masakan kesukaan Kim Nara yang lansung dibuat oleh Nyonya Kim. Kim Minno menatap takjub keluarga nya. Tidak ada satupun keluarga nya yang hanya berdiam diri. Minno tersenyum melihat itu.

“Kau memang benar-benar Tuan putri dari keluarga ini Nona Kim.” Ujar Minno sambil tersenyum

“Aku menunggu kalian disini. Semua sudah selesai.” Ketik Minno pada ponselnya

Ya, diam-diam Minno membuat rencana dengan Siwon dan Suho. Member EXO memang tidak ada yang tau kepulangan Nara. Minno hanya mempercayai Suho untuk melakukan rencananya. Sedangkan ketika Minno pergi ke dorm Suju, Minno di kejutkan dengan perkataan Siwon mengenai kepulangan Nara.

FLASBACK

Minno menghubungi Suho dan menanyakan kebenaran tentang kepulangan Nara ke Seoul. Tapi Minno harus menelan pil pahit ketika Suho mengatakan member EXO tidak ada yang tau apapun termasuk Jong In. Jong In mengetik asal ketika dia mengunggah foto itu di Instagram Nara. Dia juga tidak tau apapun ketika Suho menanyakan pada Jong In. Minno akhirnya mengajak Suho bertemu di Hollys Coffe.

“Nara benar-benar kembali ke Seoul. Dan yang menjemput Nara di bandara adalah Kyuhyun. Aku mengetahuinya dari Siwon. Tadi sebelum aku ke sini aku menyempatkan ke apartemen milik Siwon. Siwon mengetahui jika Nara pulang hari ini. Kau benar-benar belum mengatakan hal ini ke member lain kan? Termasuk Jong In?”

“Tidak Hyung. Setelah aku tau yang menggunggah foto itu adalah Kai, aku bertanya pada dia apa maksud dari foto itu dan Kai hanya menjawab dan dia ingin membuat Luhan Hyungmenyerah. Maaf sebelumnya Hyung, kau jangan berpikir jika Kai ingin menghancurkan hubungan mereka Hyung. Tidak. Kai hanya ingin Luhan Hyung sadar jika selama ini orang yang dia tunggu dan harap itu akan berakhir sia-sia.”

Minno menatap Suho dengan wajah yang sulit dimengerti. Dia tau Nara sangat sangat salah dalam hal ini. Tapi Minno tau Nara melakukan ini untuk kebaikan hubungannya dengan Luhan. Apa Minno harus menjelaskannya sekarang supaya tidak ada lagi kesalah pahaman atas tindakan Nara itu? Minno memejamkan matanya. Rasa pusing seketika menghantam kepalanya.

“Aku tau Nara sangat sangat salah dalam hal ini. Tapi kalian salah menilai Nara. Jika kalian mengatakan Nara ingin menyiksa Luhan itu sebenarnya tidak. Disini yang tersiksa adalah Nara. Kim Nara dan bukan Luhan.” Minno memutuskan untuk menjelaskan semuanya, meskipun dia tau, jika Nara mengetahui hal ini maka gantian dia yang akan dicekik oleh Nara. Tapi dia sebagai kakak yang paling menyayangi Nara tidak bisa diam terus seperti ini ketika adiknya dicibir yang tidak-tidak oleh orang lain.

“Ya… Nara sangat sangat tersiksa sebelum dia memutuskan untuk ke Paris dua tahun yang lalu. Nara mempunyai alasan kenapa dia memutuskan untuk menandatangani kontrak kerja yang menyuruhnya untuk ke Paris. Itu semua karna pria masa lalu Nara kembali padanya dua tahun yang lalu. Ya.. masa lalu Nara kembali. Dan Nara membenci hal itu. Maka ketika Nara mendapatkan berita jika dia akan di transfer ke Paris dia langsung menandatangani itu. Dia tidak mengatakan pada kami keluarganya ataupun pada Luhan. Dia memutuskan itu sepihak.”

Suho tercengang mendengar hal itu.

Minno menarik napasnya sebelum melanjutkan “Satu minggu sebelum dia berangkat ke Paris, dia baru mengatakannya pada kami. Kau ingat ketika Halmoni masuk rumah sakit? Itu karna berita Nara yang ingin pindah ke Paris dan belum diputuskan sampai kapan. Kau tau, kontrak itu bisa sampai tiga atau lima tahun tergantung Nara. Dan selama bertahun-tahun itu dia tidak bisa mendapatkan cuti atau liburan apapun itu. Jikapun dia mendapatkannya maka dia tidak boleh jauh-jauh dari Paris. Ketika kami menanyakan kepada Nara itu kapan berakhir dia bungkam. Nara mengatakan pada Luhan tiga hari sebelum dia berangkat kan?”

Suho hanya menganggukkan kepalanya

“Nara sebenarnya tidak ingin mengatakannya pada Luhan. Dia ingin pergi diam-diam. Tapi aku mencoba untuk berbicara padanya. Aku menyuruhnya untuk memikirkan keadaan Luhan jika dia pergi secara mendadak. Sebenarnya sebelum itu aku tidak tau apa yang menyebabkan Nara mengambil keputusan itu. Karna selama ini Nara selalu menolak hal semacam itu dengan beribu alasan. Setelah aku mengeceknya ternyata pria masa lalu nya adalah penyebab dia mengambil hal itu.”

“Pria masa lalu?” Ujar Suho penasaran

“Eoh. Kalian salah jika mengatakan Luhan adalah cinta pertama Nara. Itu salah besar. Cinta pertama Nara adalah Ahn Jaehyun.”

Suho mengagakan mulutnya. Tentu saja terkejut “Bagaimana bisa? Bukankah…”

“Tentu saja bisa. Nara bertemu dengan Jaehyun sebelum pria itu menjadi model dan terkenal seperti sekarang. Dulu Jaehyun adalah pasien Nara. Dan tanpa mereka sadari benih-benih cinta terjadi antara pasien dan dokter. Kau sudah tau bukan jika Nara menjadi seorang dokter diumur 18 tahun? Ketika Nara berumur 19 tahun, Nara jatuh cinta dengan pasien nya yang bernama Ahn Jaehyun. Jaehyun membalas perasaan Nara kala itu. Tapi hubungan mereka tidak bertahan lama ketika Jaehyun akan memasuki dunia modelingnya dia seperti ditelan bumi. Tidak memberi kabar apapun pada Nara. Ketika itu Nara hampir depresi. Kau ingat ketika Nara akan ditabrak oleh mobil dan Luhan menyelamatkannya?”

Suho hanya menggangguk.

“Ketika itu kami sekeluarga berada di Busan mengunjungi temanHaraboeji. Dan Nara tidak ikut karna alasan dia tidak bisa meninggalkan pasiennya. Tapi ternyata itu hanya bualannya saja. Sebenarnya aku juga tidak ingin ikut Busan karna mengingat keadaan Nara seperti itu. Tapi Haraboeji memaksa. Jadi mau tidak mau aku ikut. Ketika itu kalian tidak ada yang mengenal Nara kan? Yah… untungnya Luhan membawa Nara di rumah sakit yang tepat. Itu adalah rumah sakit tempat Nara menjadi dokter. Jadi ketika itu terjadi suster yang biasa menjadi asisten Nara menghubungi ku dan mengatakan kejadian itu.Eomma pingsan saat itu. Aku merutuki kebodohan yang telah aku buat sendiri. Tidak seharusnya aku mendengar apa kataHaraboeji hari itu. Tapi aku bersyukur setelah itu. Nara bisa kembali seperti semula karna Luhan.”

“Nara memutuskan untuk pergi ke Paris karna dia ingin menghindari Jaehyun dan dia tidak ingin Luhan sakit karna kejadiaan ini. Nara bukanlah gadis kuat yang selama ini kalian lihat. Mungkin jika tidak ada tawaran itu maka Luhan akan benar-benar kehilangan Nara. Tidak hanya Luhan, tapi kami keluarganya juga.”

“Ke…kenapa seperti itu Hyung?” akhirnya Suho mengeluarkan suaranya

“Ya… karna Jaehyun kembali dan meminta Nara untuk kembali padanya. Meskipun Jaehyun tau Nara sudah mempuyai Luhan. Tapi pria itu masih bersikukuh untuk kembali pada Nara. Dia ingin memperbaiki kesalahannya yang dulu. Tapi Nara menolak pada saat itu. Dan dia memilih untuk pergi dari Jaehyun maupun Luhan untuk sementara.”

“Hah…” Minno membuang napasnya kasar “Aku benar-benar akan dicekik oleh Nara jika dia tau aku menceritakan ini.” Ujar Minno dengan wajah sendunya

“Dan kau akan ku cekik sekarang juga jika kau menyuruhku kesini juga hanya karna kau ingin menceritakan itu Hyung!” ujar Suho dengan kekehannya

“Tentu saja tidak. Aku menyuruhmu kesini karna ingin mengerjai Nara dengan Luhan.”

“Kau mengatakan itu seolah-olah kau tidak ingin dicekik Nara seorang diri Hyung.” Ujar Suho datar

“Eiii… kau ini. Aku membutuhkan bantuan mu untuk membawa Luhan ke rumah ku malam nanti. Nara sudah berada di apartemen Siwon setengah jam yang lalu. Aku akan mengadakanGarden Party.

“Aku tidak yakin Sehun memberikan Luhan keluar dari rumah. Tapi aku akan mengusahakannya. Bukankah ini untuk kebahagiaan mereka berdua?”

“Hmm… kau benar. Aku akan kedorm kalian setelah aku menyelesaikan keperluan pesta malam nanti. Ah, dan ini kamera yang harus kau pegang dan rekamlah kegiatan mu. Aku sudah mensetting semuanya. Tinggal kau pakai dan kau bawa nanti malam setelah Luhan pergi dari dorm. Jika gitu aku pulang dulu.”

Minno berjalan keluar café meninggalkan Suho sendirian. Minno sudah menceritakan semua idenya pada Siwon. Minno hanya menjelaskan intinya pada Suho. Dan setelah itu mereka bekerja masing-masing sesuai dengan tugasnya. Suho mengurus masalah Luhan. Sedangkan Siwon mengurus masalah Nara. Minno yakin jika Nara mengetahui hal ini dia akan benar-benar dicekik oleh Kim Nara. Nara paling jijik jika diberikan kejutan seperti ini.

FLASBACK END

Nara keluar dari kamar tamu itu menggunakan dress putih selutut dengan motif garis-garis yang berwarna abu-abu dan terdapat pita berwarna abu-abu dibagian pinggang nya. Make up pada wajah Nara tidak terlalu tebal. Ya meskipun Siwon menyediakan peralatan make up nya dengan lengkap tapi Nara lebih suka memoleskan make up tipis. Dia lebih suka dengan wajah natural nya dari pada memakai make up yang terlalu tebal. Siwon menelan salivanya dengan susah payah. Mungkin jika dia tidak mengingat Nara adalah gadis dari Luhan, Siwon sudah akan membawa Nara kekamar nya dan bermain sedikit dengan Nara.

“Kau akan dibunuh Haraboeji jika kau melakukan apa yang ada dipikiran mu Choi Siwon!” ujar Nara membuyarkan lamunan Siwon

“Dan kau selalu berbicara seperti itu seolah-olah kau bisa membaca pikiran orang Nona Muda Kim!” ujar Siwon membalas Nara

“Itu sangat terlihat dari wajah Byuntae mu Tuan Choi.” Ujar Nara, yang masih sedikit ingin bermain dengan Oppa nya itu

“Pulanglah sendiri. Aku tidak akan mengantarkan mu.” Ujar Siwon dengan kesal

“Jika kau tidak mengantarkan aku, kau akan dibunuh Minno Oppakarna kau sudah mengagalkan rencananya.”

Siwon mengagakan multnya lebar. “Ba…bagaimana kau bisa tau?”

“Kalian benar-benar tolol. Ponsel Kyuhyun Oppa berada ditanggan ku. Aku baru membacanya ketika aku selesai dari kamar mandi. Kalian benar-benar berisik dichat yang kalian buat.”

“Eissss… Evil Maknae itu selalu saja menggagalkan rencana orang.”

“Ya. Salahkan adik kesayangan mu itu jika rencana kalian gagal.” Ujar Nara dengan senyum Evilnya

“Ah, jadi tadi member EXO memohon kepada Luhan supaya dia mau pergi ke Garden Party yang kalian buat? Daebak. Kalian benar-benar pintar dalam memerankan film. Bukankah kalian mempunyai videonya? Berikanlah aku soft copy nya. Aku akan mengirimkannya ke KBS atau SBS?” Nara terkekeh setelah mengatakan itu. Dia merasa geli dengan kelakukan Oppadeulnya.

“Sepertinya kami harus menjalankan rencana B.” gumam Siwon yang masih bisa didengar oleh Nara

“Lakukanlah. Aku sudah mengetahui seluruh rencana kalian. Dari rencana A sampai Z. Dan menurutku itu semua tidak ada yang romantis. Aku yakin semua yang ada disana akan menagis haru karna kepulangan Nona Muda Kim ini.” Ujar Nara sambil tersenyum mengejek pada Siwon

Siwon yang melihat itu hanya bisa mengacak-acak rambutnya frustasi.

“Eiii… jangan frustasi dulu Oppa. Kasian Lee Eonnie jika kau menjadi gila sebelum kau menikahi dia.” Ujar Nara sambil menunjukkan wajah sok sedihnya

“Dan kau yang akan bertanggung jawab jika aku menjadi gila nantinya.” Ujar Siwon sartakis

“Ahhh… kalian tidak mengundang Ahn Jaehyun kan? Sepertinya kalian ada menyebut nama dia di chat kalian?”

“Kami mengundangnya. Wae? Kau tidak suka?”

“Benarkah? Kalian mengundangnya? Gomawo Oppa jika kalian mengundangnya. Aku benar-benar tidak sabar untuk bertemu dengan nya.” Ujar Nara dengan mata berbinar

Siwon melotot mendengar perkataan Nara. Apa tadi ketika Nara mandi dia terjatuh dan pikirannya sedikit agak lari.

“Kau gila Nona Muda Kim. Kau ingin Luhan mati muda?”

“Tentu saja tidak. Luhan adalah pria yang akan menjadi ayah dari anak-anak ku kelak. Tidak mungkin aku ingin dia pergi secepat itu.”

Siwon menghembuskan napasnya kasar. Jika dia terus-terusan mendebat Nara maka sampai besokpun perdebatan mereka tidak akan berhenti jika tidak ada salah satu dari mereka yang mengalah.

Siwon menarik napasnya “Kajja, kita harus ke acara itu sekarang. Aku juga harus menjemput tunanganku terlebih dahulu.”

“Antarkan aku kerumahku terlebih dahulu. Aku tidak ingin di bunuh Lee Eonnie jika dia melihat aku berada di mobilmu dan hanya ada kita berdua.”

“Tunangan ku bukan orang yang seperti itu Nona Kim. Aku jadi benar-benar ingin membawa mu ke kamar dan membungkam mulutmu sekarang juga.” Ujar Siwon dengan seringaiaannya

“Lakukanlah. Kau benar-benar akan mati. Tidak hanya di tanganHaraboeji. Mungkin juga ditangan Yeye, Luhan dan Minno Oppa. Atau mungkin juga di tangan Sehun. Kau tau Sehun benar-benar seperti zombie yang akan menerkamku ketika dia mengatakan kepada Luhan jika aku yang salah dalam situasi ini.”

“Sudahlah. Jangan mendebat. Aku benar-benar lelah. Dan aku benar-benar ingin menempelkan bibir ku dibibirmu supaya kau diam.”

“Dan kau akan dibunuh oleh wanita yang berada dibelakangmu.” Ujar Nara tersenyum mengejek

Siwon memutar kepalanya melihat siapa wanita yang dimaksud oleh Nara. Dia mengagakan mulutnya ketika melihat wanita yang dua bulan ini menjadi tunangannya.

“Lee… Hye Jin”

Hye Jin hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakukan kakak beradik ini. Nara menghampiri Hye Jin dan mengapit tanggannya.

Kajja Eonnie. Lebih baik kita berangkat terpisah dari SiwonOppa. Aku tidak ingin Oppa menyiksa ku ketika dimobil nanti.” Ujar Nara dengan wajah memelas

“Kau tidak…”

“Sudahlah Oppa. Kau ingin kita di cekik Minno Oppa karna terlalu lama sampai disana? Ini sudah jam 6 jika kau tidak tau.” Ujar Lee Hye Jin

Siwon membuang napasnya kasar. Dia benar-benar merutuki Kyuhyun yang meninggalkan Nara di apartemennya. Dan dia juga merutuki Lee Donghee yang pergi begitu saja ketika Nara berada di apartemen nya.

Luhan berjalan santai memasuki pekarangan rumah keluarga Kim. Dia sudah terbiasa dengan rumah tiga tingkat yang luas dan sangat besar itu. Luhan berjalan memasuki rumah itu dengan santai. Tujuan pertamanya adalah kamar Nara. Dia rindu dengan wangi gadisnya. Tapi sebelum Luhan menaiki tangga yang menuju kamar Nara itu dia menyempatkan diri untuk menyapa keluarga Kim. Ya Luhan sudah melupakan foto yang ditunjukkan oleh Kai. Persetan dengan itu semua. Nara adalah miliknya dan sampai kapanpun Nara akan tetap menjadi miliknya. Tidak ada yang bisa mengambil Nara dari dirinya.

“Eoh… Luhannie kau sudah sampai?” ujar seorang wanita paruh baya yang menghampiri Luhan

“Ah ye, Halmoni.” Ujar Luhan sambil memeluk Nenek kesayangan Kim Nara

“Kau ingin ke kamar Nara? Pergilah. Kami juga harus menyiapkan pesta ini terlebih dahulu.” Ujar Nyonya besar Kim sambil menepuk bahu Luhan

Luhan menaiki tangga dan meninggalkan Nyonya besar Kim.

“Semoga kau bisa membahagiakan cucuku Lu.” Gumam Nyonya besar Kim dan pergi dari sana

Luhan menaiki tangga dengan hati yang berdebar-debar. Entah apa yang membuat jantungnya berdegub dengan cepat tidak seperti biasanya. Dia seperti merasakan sebuah déjà vu. Dulu dia juga pernah seperti ini ketika pertama kali ingin pergi kekamar Nara yang berada di lantai dua. Luhan telah sampai di lantai kedua dan berjalan menuju kamar yang sudah sangat dia hafal letaknya. Kamar dengan nuansa Baby blue dan berbau mint itu selalu bisa membuat Luhan merasa lebih tenang dan damai. Meskipun kamar itu telah ditinggal oleh Nara selama dua tahun tapi bau mint masih terasa di kamar yang bisa dibilang luas itu.

Luhan memasuki kamar itu dan mendudukkan bokongnya ditempat tidur Nara. Mata Luhan menatap sekeliling kamar itu dan tidak ada perubahan apapun mengingat penghuni kamar ini tidak pernah dimasuki oleh siapapun kecuali Nyonya besar Kim dan Kim Nara sendiri. Luhan terbelalak ketika televisi dikamar itu hidup sendiri. TV itu menayangkan Kim Nara dan seorang anak kecil yang berada dipangkuan Nara. Luhan mengerjabkan matanya. Dia berpikir jika dia sedang bermimpi sehingga dia bisa melihat Nara. Tapi apa yang diliat dia sekarang adalah nyata. Luhan bertanya-tanya siapa anak yan dipangku oleh Nara. Anak yang berusia dua tahun itu tersenyum manis.

Nǐ hǎo Lu Ge.” Sapa Nara dalam Video itu

“Aku yakin kau pasti sedang menonton video ini.” ujar Nara sambil tersenyum

Mian jika selama dua tahun ini aku tidak pernah menghubungi mu. Kau masih menungguku seperti janji mu dulu? Aku sangat berharap jika kau masih menungguku dengan sabar. Tapi jika kau menyerah aku akan merelakan mu.” Ujar Nara masih mempertahankan senyumannya

Nara membuang napasnya kasar. “Sebenarnya selama dua tahun ini aku selalu tersiksa jika mengingat tentang mu. Aku tau ini terdengar sangat lucu. Dan kau pasti berpikir “kenapa aku tidak menghubungi mu jika aku juga tersiksa?” aku selalu ingin menghubungi mu.”

“Hah… ternyata berpisah dengan mu sangat sangat menyiksa ku.”

Luhan tersenyum mendengar penuturan dari Nara.

“Ah ya… aku belum mengenalkan anak yang gemas ini. Anak ini bernama Kim Maden. Dia adalah….”

“Kau belum selesai dengan video mu itu Kim Nara?” terdengar suara seorang pria dalam video itu

“Wait a minute Daddy. You’re so Noisy.” Ujar anak laki-laki yang berada di pangkuan Nara

Layar TV itu menjadi hitam setelah suara anak laki-laki yang Luhan tau bernama Kim Maden selesai. Luhan menunjukkan wajah kesalnya dan wajah bertanya siapa anak laki-laki yang berada dalam pangkuan Kim Nara nya. Apa anak laki-laki itu adalah anak nya bersama pria yang tadi memanggil namanya? Entahlah, Luhan juga tidak tau dengan hal itu. Luhan memijit pelipisnya. Kepalanya mendadak berdenyut setelah menonton video yang tidak jelas dari mana dan siapa yang membuatnya.

Cho Kyuhyun, Choi Siwon dan Kim Minno tertawa puas melihat rekaman CCTV. Sedangkan Nara merutuki ketiga pria itu. Video yang dilihat oleh Luhan masih ada lanjutannya. Video yang ditonton Luhan baru direkam satu jam yang lalu sebelum Luhan datang. Pria yang memanggil Nara adalah Lee Donghae dan anak laki-laki yang dipangkuan Nara adalah Kim Maden anak kedua Kim Minno. Di video itu masih ada lanjutan dan penjelasan dari Nara. Tapi Cho Kyuhyun yang seenak jidatnya mematikan Video itu.

Nara ingin mencekik ketiga pria yang masih saja tertawa puas. Nara ingin pergi ke kamar nya dan menjelaskan pada Luhan. Tapi Nara sudah terlanjur janji dengan ketiga evil itu. Jika Nara pergi menemui Luhan maka Nara tidak akan keluar malam ini. Bisa dikatakan jika dia akan bertemu dengan Luhan besok. Dan Nara tidak ingin itu terjadi. Apalagi melihat wajah murung dari prianya setelah melihat video itu.

“Aku benar-benar ingin mencekik kalian.”

Ketiga pria yang sedari tertawa akhirnya terdiam setelah mendengar penuturan Nara. Kyuhyun CS menatap Nara dengan wajah tanpa dosa. Nara hanya bisa membuang napasnya kasar. Dia tidak tau harus bagaimana lagi.

“Kajja.. kita harus memulai pestanya. Semua tamu sepertinya sudah berada dibawah.” Ujar Minno yang lebih kepada Kyuhyun dan Siwon

Nara memutar bola matanya malas. Dia boleh keluar dari penjara-ruang kerja Minno-jam 9 nanti. Dan itu berarti satu jam lagi baru dia boleh keluar dari tempat terkutuk itu. Nara benar-benar ingin mengumpat setelah tidak melihat siapapun lagi dalam ruangan itu. Nara berjalan kearah kaca jendela yang masih bisa terlihat acara Garden party itu.

Terlihat member SNSD yang duduk di bangku dan menyanyikan lagu Tell Me Your Wish. Kyuhyun juga membawakan sebuah lagu diacara itu. Semua idol mengenal Nara dan keluarga nya dengan baik. Keluarga Nara memiliki saham terbesar di sebagian agensi. Jadi mereka bisa kapanpun mengundang para artis ke acara yang mereka buat. Lagu two people yang dinyanyikan Kyuhyun diakhiri dengan sangat indah. Setelah Kyuhyun turun tampak Luhan menaiki panggung. Luhan mendudukkan bokongnya pada kursi yang tersedia.

“Hah.. aku pasti terlalu nekat menaiki panggung ini. Tapi aku akan membawakan sebuah lagu. Ini adalah untuk Kim Nara yang berada di Paris.” Ujar Luhan tersenyum

If I Had To Live My Life Without You Near Me
Jika Aku Harus Menjalani Hidup Tanpa Dirimu Di Sisiku
The Days Would All Be Empty
Hari-Hari Akan Terasa Hampa
The Nights Would Seem So Long, With You I See Forever
Malam-Malam Akan Terasa Begitu Lama, Dan Terus Kulihat Dirimu 
Oh, So Clearly, I Might Have Been In Love Before
Oh, Begitu Jelas, Mungkin Memang Aku T’lah Jatuh Cinta

Baru Verse pertama Luhan sudah dihujani dengan tepukan tangan penuh semangat oleh seluruh penonton. Mereka semua tahu lagu ini. Tentu saja, ini adalah lagu lama yang dibawakan oleh Glenn Medeiros dan banyak artis yang menyanyikan ulang lagu ini.

But it never felt this strong
Namun perasaan ini tak pernah sekuat ini
Our dreams are young and we both know
Mimpi-mimpi kita masih belia dan kita berdua tahu
They’ll take us where we want to go
Semua itu ‘kan membawa kita pada harapan
Hold me now
Dekap aku
Touch me now
Sentuh aku
I don’t want to live without you
Aku tak mau hidup tanpamu

Bait demi bait dinyanyikan Luhan dengan sangat merdu. Luhan benar-benar membawakan lagu itu dengan baik. Suara Luhan benar-benar bisa menghipnotis siapa saja untuk melihatnya bernyanyi. Luhan hanya ingin Nara dan semua orang tau jika gadisnya tidak akan ada penggantinya.

Nothing’s gonna change my love for you
Tak ada yang bisa mengubah rasa cintaku padamu
You ought to know by now how much I love you
Kau harus tahu betapa besar cintaku padamu
One thing you can be sure of
Satu hal yang harus kau yakini
I’ll never ask for more than your love
Aku takkan meminta selain cintamu
Nothing’s gonna change my love for you
Tak ada yang bisa mengubah rasa cintaku padamu
You ought to know by now how much I love you
Kau harus tahu betapa besar cintaku padamu
The world may change my whole life through but
Dunia mungkin mengubah seluruh hidupku namun
Nothing’s gonna change my love for you
Takkan ada yang bisa mengubah rasa cintaku padamu

Luhan berharap Nara berdiri disampingnya saat ini. Luhan ingin Nara mendengarnya bernyanyi saat ini. Luhan ingin Nara kembali lagi padanya. Luhan akan menunggu sampai Nara kembali. Kapanpun itu. Tidak ada yang bisa menggantikan Nara dihatinya. Tidak ada. Di hatinya hanya ada Nara seorang. Dia tidak percaya dengan video yang ditontonnya tadi. Dia hanya percaya pada hatinya yang mengatakan jika video itu tidak benar. Itu hanyalah editan. Atau video itu ada lanjutannya tapi tiba-tiba video itu terputus ataupun apa. Luhan menganghiri lagu itu dengan tersenyum. Luhan membungkukkan badannya sebelum turun dari panggung itu.

Setelah Luhan turun dari panggung keadaan diatas panggung itu sepi. Tidak ada lagi yang naik keatas panggung. Hanya terdengar musik untuk para pengunjung supaya lebih menikmati pesta yang bisa dibilang dibuat secara mendadak itu. Terlihat Gadis dengan dress putih selutut dengan motif garis-garis yang berwarna abu-abu dan terdapat pita dibagian pinggang nya dan memakai topeng pesta berwarna hitam menaiki panggung. Semua orang bertanya-tanya siapa gadis itu? Kenapa gadis itu memakai topeng pesta? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang dilontarkan para tamu undangan.

Gadis itu menduduki dirinya disebuah piano putih yang tersedia diatas panggung. Jari-jari lentiknya menekan tuts-tuts piano itu sehingga mengeluarkan suara yang indah. Gadis itu hanya memainkan piano itu dan dia berhasil menghipnotis semua yang berada disana. Orang-orang yang berada disana menikmati musik itu dan menikmati permainan piano yang dibawakan oleh gadis misterius itu.

Sampai akhirnya musik itu berganti menjadi sebuah lagu Wait For Me yang dinyanyikan oleh iKON. Para tamu itu akhirnya bisa mendengar suara dari gadis misterius itu. Suara yang sangat enak untuk didengar itu mampu membuat semua orang terpukau dengannya.

Kyuhyuh, Siwon dan Minno tersedak oleh Wine yang mereka minum. Mereka tau betul itu suara siapa. Ketiga orang itu sama-sama menolehkan kepalanya kearah panggung. Dan ketiganya terbelalak kaget ketika mengetahui siapa gadis itu.

“Ba…bagaimana bisa dia keluar?” ujar Siwon memecahkan kebingungan mereka

“Dia tidak menepati janjinya?” ujar Kyuhyun menyambung

Akhirnya ketiga pria itu hanya membuang napas kasar. Mereka tau Nara adalah gadis yang sangat cerdas. Dan gadis itu pasti bisa menggunakan seribu satu cara untuk kabur. Buktinya sekarang gadis itu memakai topeng pesta hanya untuk menutupi wajah nya. Tapi hal itu tidak belaku ketika semua orang mendengar suaranya. Termasuk Taeyeon dan Tiffany. Para member SNSD itu sangat mengetahui siapa yang ada dipanggung itu.

“Bukankah itu Nara? Aku sangat mengetahui suara Nara.” Ujar Taeyeon berbisik pada Tiffany

Ya, yang berada dipanggung itu adalah Kim Nara. Gadis yang dikurung oleh ketiga pria evil-menurut Nara.

15 menit yang lalu Nara menonton Luhan yang bernyanyi. Gadis itu menahan air matanya ketika melihat Luhan berada di atas panggung. Nara benar-benar tidak menyangka Luhan akan menyanyikan lagu itu untuknya. Nara berbalik dan berlari keluar menuju ruang musik nya. Nara mengambil asal sebuah topeng pesta bewarna hitam yang berada di ruang musik itu. Nara menuruni tangga dan berjalan mengendap-ngendap ke taman belakang rumahnya. Dia tidak ingin siapapun tau aksi nekatnya. Dia ingin berada di atas panggung itu dan menyanyi untuk prinya. Yah.. itu tekatnya. Persetan jika dia baru boleh keluar dari sana jam sembilan nanti. Toh apa bedanya dengan sekarang.

Retina coklat Nara menemukan Minno CS dan gadis itu tersenyum evil. Ketiga pria itu hanya bisa menelan salivanya susah. Mereka takut jika rencana mereka akan digagalkan oleh Nara. Ini belum saatnya memberikan kejutan itu untuk Luhan. Nara menyelesaikan nyanyiannya dan berjalan turun dari panggung. Nara tidak berniat membuka topengnya. Dia tidak ingin mengecewakan Oppa nya. sebenarnya dia berterima kasih kepada Minno karna sudah mau membuat acara ini dan berniat memberikan kejutan untuk Luhan. Dia hanya kesal dengan mereka karna seharian ini dia dikerjai oleh mereka. Dia merasa dia seperti barang yang sesuka hati mereka dioper.

Minno CS berlari ke ruangan dimana tadi Nara berada.

“Kau benar-benar ingin membuat jantung Oppa mu melemah Nona muda Kim?” ujar Minno setelah membuka pintu ruangan itu

Nara menolehkan kepalanya. Nara tersenyum dengan wajah tanpa dosa nya. Dia tau jika ketiga pria ini akan seperti kesetanan dan mengerjarnya.

“Oh ayolah. Tidak ada yang tau jika itu Nona Muda Kim. Kalian terlalu berlebihan. Aku hanya ingin menghibur mereka dan diriku sendiri. Setelah tadi  melihat Luhan menyanyi aku menjadi kacau. Kalian tidak ingin kejutan kalian ini gagal karna Nona Muda kalian menghilang kan?” ujar Nara sambil tersenyum sinis

Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Para tamu masih saja menikmati acara itu. Seorang pria dengan teman-teman nya juga masih menikmati acara dan sajian pada pesta-mendadak-itu sehun merasa bosan dengan acara ini. Sejak dia menghadiri acara ini matanya terus tertujuh pada Luhan. Luhan yang merasa risih dengan tatapan Sehun hanya bisa mengernyitkan dahinya. Menurutnya Sehun sangat berbeda hari ini.

“Jangan terus menatap ku sperti itu Hun.” Akhirnya Luhan membuka suaranya

“Kau bener-benar masih menunggu Nya?” ujar Sehun dengan memasang wajah datarnya

“Eoh.” Hanya sebuah jawaban singkat yang di terima oleh Sehun

Luhan terlalu bosan jika terus terusan ditanya “apa dia masih menunggu Nara?”

Sedangkan diatas panggung sudah ada Minno dan Kyuhyun sebagai pembawa acara. Mereka berdua benar-benar pintar mengulur waktu untuk mengeluarkan Nona muda Kim dari persebunyian. Nara yang ditemani Siwon dibelakang panggung hanya bisa merutuki kedua Evil yang berada di atas panggung. Siwon yang melihat Nara seperti ingin mencekik kedua Evil itu hanya terkekeh pelan. Hal itu memang disengaja oleh Minno dan Kyuhyun. Menurut ketiga nya ini adalah hukuman bagi Nara yang telah berani keluar dari ruang kerja Minno. Meskipun tidak ada yang mengetahui itu Nara, tapi tetap saja Nara telah melanggar perjanjian. Itu yang dikatakan ketiga nya sewaktu mereka masih berada di ruang kerja Minno.

Kedua Evil-Kyuhyun dan Minno-itu menyanyikan lagu Happy milik Pharrell William. Kyuhyun dan Minno tertawa puas selagi menyanyikan lagu itu. Mereka benar-benar puas mengerjai Nona Muda Kim. Para tamu dalam acara itu juga semua nya menikmati itu. Hal itu juga sukses membuat Luhan tersenyum. Luhan mengetahui jika Kakak tertua Nara itu adalah orang yang sangat ceria. Minno pandai bergaul. Tapi sayang Luhan tidak terlalu dekat dengan calon kakak ipar nya itu. Luhan juga tidak mengetahui jika Minno mempunyai dua anak. Minno tidak tinggal di rumah besar keluarga Kim. Jadi Luhan tidak terlalu mengetahui hal itu. Yang Luhan tau Minno hanya mempunyai anak bernama Kim Mavin yang berumur lima tahun.

Lagi-lagi Nara merutuki kelakuan keduanya. Mungkin jika Siwon tidak menghalangi jalannya Nara sudah akan berlari kepanggung dan mencekik keduanya. Siwon yang melihat wajah kesal Nara hanya bisa terkekeh. Tapi kekehan dari Siwon sering kali membawa petaka. Nara akan mencubit perutnya jika Siwon tertawa melihat wajah kesalnya. Sebenarnya Siwon juga merutuki Minno dan Kyuhyun. Jika Nara kesal maka Nara akan melampisakan nya ke Siwon. Nara selalu melampiaskan hal itu dengan cubitan atau dengan pukulan. Sedangkan Lee Hye Jin hanya bisa mengelengkan kepalanya melihat tunangannya dan adik nya seperti itu. Tidak ada niat apapun untuk membantu Siwon. Meskipun Siwon merengek meminta bantuannya.

Akhirnya kedua Evil itu telah selesai bernyanyi. Kyuhyun melihat kebelakang panggung dan mendapatkan death glare dari Nara. Kyuhyun merinding akan hal itu.

“Sebelumnya kami ingin berterima kasih kepada kalian karna sudah menghadiri Garden Party malam ini. Kami tau jika acara ini sangat mendadak untuk kalian.” Ujar Kyuhyun sambil tersenyum

“Ya… saya selaku pembuat acara ini ingin mengucapkan beribu maaf untuk kalian. Karna sudah mengundang kalian ke acara yang mungkin sangat konyol ini.” Sambung Minno dengan kekehannya

“Kami membuat acara ini karna ingin menyambut seseorang yang baru pulang ke Seoul. Mungkin kalian sangat mengenal dengan gadis ini atau juga kalian tidak mengenalnya. Entahlah. Gadis ini bukanlah gadis yang begitu terkenal. Dia hanya terkenal dengan skil mencekik orang saja.” Ujar Kyuhyun, Kyuhyun semakin yakin jika dia akan dicekik oleh Nara karna ucapannya

Semua yang berada di sana hanya tertawa pelan mendengar penuturan Kyuhyun.

“Tapi sebelum kami mengeluarkan gadis itu kami mengundang Luhan untuk berdiri di atas panggung ini.” Sambung Minno

Luhan yang dipanggil hanya mendongokkan kepalanya dan menatap Minno tidak mengerti. Tapi akhirnya Luhan berdiri dari kursinya dan menuju ke arah panggung.

“Luhanni, kau sudah ditinggal oleh Nara selama dua tahun bukan?” tanya Minno setelah Luhan sampai diatas panggung

Luhan hanya mengganggukkan kepalanya.

“Hal apa yang bisa membuat kamu menunggu Nara selama ini?” tanya Kyuhyun

Lagi dan lagi Nara merutuki kelakukan keduanya dibelakang panggung. Hei… ini sudah jam 9.30. Sudah lebih dari dua jam Nara menunggu disini. Dan ini bukan acara percintaan yang mengharuskan melakukan wawancara.

“Jangan terus-terus merutuki Oppa mu Ra-ya.” Akhirnya Lee Hye Jin membuka suara nya untuk menenangkan Nara

“Tapi mereka sudah terlalu berlebihan Eonnie. Jika tau hal seperti akan terjadi lebih baik aku tidak pulang sama sekali.” Ujar Nara yang sudah terlanjur emosi

Siwon yang melihat hal itu juga ikut merutuki kedua evil yang berada di panggung.

“Jika Nara berada disini sekarang apa yang ingin kau lakukan?” tanya Minno penasaran

Minno dan Kyuhyun masih belum mengetahui apa yang terjadi di belakang panggung. Siwon yang juga terbawa emosi akhirnya menaiki panggung dan menju ke arah Kyuhyun.

“Cepatlah bodoh. Nara sudah emosi. Aku takut dia akan pergi lagi.” bisik Siwon kepada Kyuhyun

Kyuhyun yang mendengar hal itu membelalakkan matanya. Eiii… itu tidak boleh terjadi. Acara ini akan sia-sia jika Nara kabur. Siwon menepuk punggung Kyuhyun sembari pergi dari panggung itu. Kyuhyun menyenggol lengan Minno dan membisikkan apa yang dikatakan Siwon kepadanya. Kedua evil yang berada di panggung itu akhirnya menjadi salah tingkah.

Luhan yang melihat itu hanya mengernyitkan dahinya bingung. Dia tidak menjawab pertanyaan dari kedua orang itu. Karna dia juga bingung harus menjawab apa.

Nara berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah panggung. Dia tidak ingin tau apapun lagi sekarang. Persetan dengan janji yang dia buat dengan ketiga evil itu. Siwon yang melihat itu hanya diam. Dia tidak tau lagi harus berbuat apa. Lee Hye Jin yang melihat itu hanya terkekeh pelan. Dia tau jika Siwon yang akhirnya akan menyerah. Dia bukan membela Nara. Tapi memang kenyataan awalnya itu adalah kesalahan ketiga namja evil itu.

Nara berjalan berlawanan arah dari tempat Luhan berdiri sekarang. Gadis itu berjalan ke grand piano putih. Nara memainkan tuts tus piano itu dan memainkan musik When You Tell Me That You Love Me milik Diana Ross dan Westlife dan menyanyikan lagu kesukaan dia dan Luhan.

I wanna call the stars, Down from the sky
Ingin kupetik bintang, Dari langit
I wanna live a day, That never dies
Ingin kuhidupkan hari, Selamanya
I wanna change the world, Only for you
Ingin kuubah dunia, Hanya untukmu
All the impossible, I wanna do
Semua yang tak mungkin, Ingin kulakukan

Luhan yang melihat itu hanya tersenyum senang. Itu adalah Nara nya. Luhan perlahan lahan berjalan kearah Nara. Luhan mencium puncak kepala Nara. Nara memberikan senyum hangatnya kepada Luhan.

I wanna hold you close, Under the rain
Ingin kudekap erat dirimu, Di bawah rintik hujan
I wanna kiss your smile, And feel the pain
Ingin kukecup senyumannmu, Dan kurasakan perihnya
I know what’s beautiful, Looking at you
Kutahu betapa indahnya, Menatapmu
In a world of lies, You are the truth
Dalam dunia penuh dusta, Engkaulah kebenaran

Para tamu dalam acara itu menatap iri pada pasangan adam dan hawa itu. Pasangan yang benar-benar serasi menurut mereka.

And baby, Everytime you touch me
Sayangku, Tiap kali kau menyentuhku
I become a hero, I’ll make you safe
Aku jadi jagoan, Kan ku selamatkan dirimu
No matter where you are, And bring you
Dimanapun kau berada, Dan kubawakan untukmu
Everything you ask for, Nothing is above me
Segala yang kau minta, Tak ada yang melebihiku
I’m shining like a candle in the dark
Aku bersinar seperti lilin di kegelapan
When you tell me that you love me
Saat kau katakan bahwa kau mencintaiku

Semua tamu yang berada disana benar-benar terbawa suasana oleh hal itu.

“Aku benar-benar ingin menjadi Luhan Hyung.” Ujar Kai dengan wajah muramnya

Semua member EXO memberikan death glare untuk Kai. Tatapan para member seperti mengatakan “Jangan merusak hubungan orang lagi Kim Jong In,” Kai yang melihat itu hanya bisa menelan salivanya susah.

Lagu When You Tell Me That You Love Me milik Diana Ross dan Westlife diakhiri dengan tepukan tanggan dari semua orang yang ada disana. Pasangan adam dan hawa itu. Memeluk satu sama lain. Nara meneteskan air mata harunya.

“Mianhe. Bogoshipo.” Ujar Nara yang berada di pelukan Luhan

“Eoh… Gwenchana. Yang terpenting sekarang kau berada disini. Bersamaku.”

Jam menunjukkan pukul 10.30 malam. Acara penyambutan Nona Muda Kim berjalan dengan lancar, meskipun Minno CS harus mendapatkan cekikan gratis karna sudah mengerjai Nara. Acara itu juga sudah selesai satu jam yang lalu. Setelah acara itu selesai Nara melakukan kumpul bersama keluarga nya dulu. Nara juga sangat merindukan keluarganya. Tapi dalam kumpul keluarga itu tidak terlihat Luhan. Luhan berada di kamar Nara. Ketika Nara mengajak Luhan untuk berkumpul bersama keluarganya Luhan beralasan ingin mengistirahatkan diri sebenatr dan memberikan Nara waktu untuk melepaskan rindu dengan keluarga nya sebelum dengan Luhan. Ketika itu Nara hanya memutar bola matanya malas. Nara sangat mengerti apa dari omongan Luhan.

Ra-ya, apa kau akan kembali ke lagi ke Paris?” tanya Nyonya Kim

“Aku belum tau tentang itu Eomma. Kontrak ku belum selesai.Mianhe.” ujar Nara dengan wajah sendunya

“Eiiii… untuk saat ini jangan memikirkan kontrak kerja Nara dulu, Chagi-ya.” Ujar Tuan Kim

“Ia Eomma. Yang terpenting aku sudah kembali sekarang.” Ujar Nara menenangkan Nyonya Kim

“Yah… yang terpenting sekarang Nona Muda Kim kita telah kembali. Dan semoga saja dia tidak membuat kekacauan lagi.” ujar Minno dengan wajah tanpa dosanya

Sebenarnya Minno masih kesal dengan Nara yang seenaknya mencekiknya tadi. Padahal Minno membuat acara ini untuk Nara. Acara yang mendadak dan bisa membuat remuk badan Minno.

Nara memutar bola matanya malas mendengar ucapan Minno. Dia sangat tau jika Oppa nya itu masih kesal dengan Nya karna kejadian cekikan tadi. Tapi Nara melakukan itu karna dia sudah terlanjur kesal dengan kelakuan Oppa nya.

Ketika jam menunjukkan pukul 11 malam Nara menaiki tangga dan menuju kamarnya. Dia ingin ‘berlovely dovy’ ria bersama dengan pria yang sudah ditinggal selama dua tahun karna pria masa lalunya. Nara tidak ingin memikirkan itu lagi. Masa bodoh dengan Ahn Jaehyun. Jaehyun hanyalah Pria masa lalunya, sedangkan Luhan adalah masa sekarang dan masa depannya. Nara membuka pintu kamar dan mendapatkan Luhan sedang tiduran di tempat tidur Queen size nya. Luhan yang sedang memejamkan matanya sangat mengetahui ada kehadiran seseorang, tapi dia hanya bersikap bodoh. Dia masih terus memejamkan matanya untuk berpura-pura tidur.

Nara berjalan kearah samping tempat tidur yang kosong. Nara menaiki tempat tidur Queen Size nya dengan perlahan. Nara tau jika Luhan hanya berpura-pura untuk tidur. Karna sangat tidak mungkin Luhan tidur disaat waktu yang seperti ini. Nara membaringkan tubuhnya disamping Luhan. Nara memperhatikan wajah Luhan dengan seksama. Jika Nara tidak salah melihatnya pipi Luhan semakin tirus. Pipi chubby yang dimiliki Luhan sudah tidak ada lagi. Apa ini karna kepergiannya selama dua tahun ini? Entahlah. Banyak pernyataan yang berterbangan di dalam kepalanya.  Nara mencium kening Luhan, setelah itu mata hidung dan bibir Luhan. Nara hanya menempelkan bibirnya dan setelah itu dilepaskan. Bibir yang selama ini sangat Nara rindu. Terdengar sangat menggelikan memang. Seorang Gadis yang merindukan bibir Prianya. Tapi itulah kenyataan. Nara tidak ingin munafik jika sudah menyangkut Prianya. Nara mengendus sebal ketika Luhan masih juga tidak ingin membuka matanya.

“Bukalah matamu. Aku tau kau hanya berpura-pura untuk tidur,Ge.” Bisik Nara tepat ditelinga Luhan

Luhan tersenyum mendengar itu. Dia sangat tau jika Gadisnya sangat tidak bisa dibohongi jika tentang dirinya.

Luhan melingkarkan tanggannya pada pinggang Nara. Akhirnya Luhan membuka matanya nya. Dia ingin melihat malaikat yang selama ini meninggalkannya tanpa kabar apapun. Luhan mencium kilat bibir Nara. Nara hanya diam ketika di perlakukan seperti itu oleh Luhan. Itu sudah hal yang sangat biasa untuk mereka berdua.

Keduanya saling menatap satu sama lain. Seperti sedang menyelami tatapan satu sama lain. Luhan dan Nara ingin tau apa yang ada dipikiran pasangan mereka.

Luhan mengulingkan Nara menjadi Luhan yang berada diatasnya. Nara membulatkan matanya dengan aksi mendadak dari Luhan. Pria  itu menahan badannya dengan tangan yang berada di samping Nara. Luhan menatap lekat iris kecoklatan milik Nara seraya semakin mendekatkan wajahnya. Lalu, detik berikutnya..

CUP

“itu karna kau tidak pernah menghubungi Gege sama sekali” Luhan mencium kilat bibir Nara, dan membuat gadis itu membulatkan matanya karena terkejut

CUP

“yang ini untuk kau lagi-lagi tidak menghubungi Gege meskipun kau sudah kembali ke Seoul

CUP

“kau membuat Gege seperti orang gila dan frustasi selama dua tahun ini”

CUP

“itu untuk kau yang selalu berada dipikiran Gege”

CUP

“Kau yang membuat Gege selalu mencintaimu dan merindukan mu selama ini”

Nara mengelus pipi tirus Luhan sambil tersenyum. Dia tau Prianya sangat kecewa dengan jawabannya. Tapi itu lah dia. Nara bukanlah gadis murahan yang bisa siap tidur kapan saja tanpa ikatan apapun. Nara menempelkan bibirnya pada bibir Luhan.

“Kenapa kau semakin kurus, Ge?

“Entahlah. setelah aku ditinggal oleh gadis ku tanpa kabar aku jadi tidak bernapsu untuk makan.”ujar Luhan memberikan wajah memelasnya

“Kalau gadis mu tidak kembali lagi kepelukan mu apa yang akan kau lakukan?” tanya Nara dengan cengirannya. Dia ingin mengerjai Luhan saat ini.

“Aku? Jika dia tidak kembali lagi, aku akan menyusul ke tempatnya berada dan menyeretnya kedepan Gereja, setelah itu aku akan mengikatnya seumur hidupku. Bukankah dengan cara seperti itu kau tidak bisa lari lagi Nyonya Lu?”

Nara tersenyum malu ketika Luhan memanggilnya dengan sebutan Nyonya Lu. Semburat merah muncul di pipinya. Yah.. dia sangat berharap sebentar lagi apa yang dikatakan Luhan terjadi. Nyonya Lu? Kedengarannya tidak terlalu buruk. Nara tersenyum mendengar itu. Luhan yang melihatnya juga ikut tersenyum. Luhan selalu suka ketika Nara tersenyum ataupun memunculkan semburat merah dipipinya.

Luhan mengulingkan kembali badannya di sebelah tempat tidur yang kosong. Tangan Luhan masih setia melingkar pada pinggang Nara.

“Kau akan kembali lagi ke Paris?” tanya Luhan dengan wajah jari-jari yang merapikan rambut Nara

“Sayangnya…” Nara mengantungkan ucapannya yang membuat Luhan gemas ingin menciumnya. “…… aku tidak akan kembali lagi ke Paris.” Ujar Nara dan membrikan senyum termanisnya pada Luhan

“Benarkah? Kau tidak sedang berbohong bukan?” ujar Luhan dengan wajah yang dibuat-buat

“Tentu saja tidak, Ge. Aku serius. Tapi aku harus berkunjung kesana satu bulan sekali untuk mengunjungi Ken.”

“Ken?”

“Eoh… dia adalah anak yatim. Meskipun dia sudah berumur 20 tahun tapi kehidupannya sangat memprihatinkan.”

Luhan hanya diam. Dia tidak ingin menyela perkataan Nara.

Eomma nya mengidap penyakit kangker darah yang sangat fatal jika dibiarkan begitu saja. Ken adalah anak tunggal dari keluarga itu. Dia harus banting tulang untuk biaya pengobatan Eommanya. tidak mudah memang orang seperti keluarga Ken bisa memasuki rumah sakit tempat aku bekerja. Mereka menerima pasien yang benar-benar memilki kantong yang tebal. Bukan kantong yang tipis. Yah memang Rumah sakit itu sangat mementingkan pasien. Pasien adalah nomor 1. Tapi pasien nomor 1 yang artinya adalah pasien yang berkantong tebal. Jika tidak kau akan diusir dengan tidak hormat dari rumah sakit itu. Rumah sakit yang terkenal kejam, tapi penanganannya bisa dikatakan bagus. Bagus? Tentu saja, mereka juga tidak mengerjakan sembarang dokater disana. Dokter yang bekerja pada rumah sakit itu harus berpendidikan dan memiliki banyak sertifikat kedokteran.” Nara berbicara tanpa menjeda satu kalimatpun. Dia menarawang jauh ke Rumah sakit yang selama dua tahun dia mengabdi. Nara bangga memasuki rumah sakit itu. Tentu saja dia bangga bisa memasuki rumah sakit yang dikatakan mengerikan itu. Tapi sepanjang mata Nara memandang rumah sakit itu tidak hanya memandang uang. Mereka sangat ingin menolong orang yang tidak mampu, tapi keterbatasan dalam biaya orang yang tidak mampu itu membuat rumah sakit itu berpikir dua kali. Gaji serta fasilitas dokter yang bekerja di rumah sakit itu juga menjadi perhatian mereka.

“itu juga menjadi salah satu alasan ku kenapa aku tidak pernah menghubungi kalian. Dalam satu bulan jadwalku dipenuhi dengan operasi dan pengecekan pasien. Sebenarnya dua bulan setelah aku bekerja disana aku sempat drop. Meskipun aku baru memasuki tempat itu tapi jadwal operasi ataupun operasi pergantian dokter sangat padat. Dan untuk alasan aku harus satu bulan sekali pergi ke Paris karna aku memutuskan untuk menjadi dokter pribadi Eomma Ken. Aku harus mengecek keadaan beliau sebulan sekali.”

“Kenapa kau tidak membawa mereka ke Seoul saja?” tanya Luhan dengan wajah datarnya

“Eiii… tantu saja tidak Ge. Aku tidak ingin sembarangan membawa orang ke rumah ini. Itu akan membahayakan Yeyedan Haraboeji yang seorang politik. Meskipun hal itu tidak akan membawakan berita negatif tapi tetap saja kan para media akan sangat pintar dalam membuat berita. Apa kau ingin aku diberitakan sudah menikah dengan Ken? ‘Kim Nara, cucu dari Kim Siwan dan Choi Ji Suk mengandeng seorang Pria dan wanita paruh baya di bandara Inceon. Ada kemungkinan Pria itu adalah suami Nara sedangkan wanita paruh baya itu adalah Ibu mertuanya.’ ‘Kabar hubungan Kim Nara dan Luhan EXO dikabarkan putus karna Kim Nara sudah menikahi pria lain’ Kau ingin berita itu terpampang di semua majalah bisnis dan website pemberitaan?” ujar Nara dengan kekehannya

Luhan mendelik tidak suka

“Kau lebih cocok menjadi seorang penulis berita dari pada seorang dokter Kim Nara.” Ujar Luhan dengan wajah kesalnya

“terima kasih pujiannya, Babe

Paris, Desember 2017

Rumput hijau yang terlihat segar, beberapa batu nisan terjejer rapi berada pada sekitar padang rumput itu. Tempat yang sangat nyaman, tapi itu bukan tempat yang nyaman untuk kita menyendiri. Banyak pepohonan yang menutupi batu nisan itu. Nampak seorang Pria dengan jas dokter dan sebuket bunga Baby Breat berjalan perlahan menuju sebuah batu nisan.

R.I.P

Lee Na Na

02.DES.2016

Pria dengan jas dokter itu meletakkan bunga Baby Breat diatas makan itu. Pria itu duduk bersila pada rerumputan itu.

“Hai, Mom. How are you? Apa kau sudah bersama dengan Daddydi sana?” ujar pria itu dengan senyum nya

Ken menatap miris pada batu nisan yang berada di hadapannya sekarang. Satu tahun yang lalu Eomma nya telah pergi meninggalkannya. Satu-satunya orang yang ingin dia bahagiakan telah pergi untuk selamanya. Yah… Ibu nya keturunan Korea, sedangkan Ayahnya keturuanan Prancis. Ayah nya sudah pergi terlebih dahulu ketika dia masih berusia sepuluh tahun dan tahun semalam tepat hari ini Ibunya juga pergi meninggalkannya. Tidak ada yang bisa dia salahkan atas kematian orang tuanya. Bukankah kematian seseorang adalah kehendakNya? Semua sudah diatur. Semua juga akan pergi menemui Nya, termasuk Ken. Dia juga akan menemui Sang Pencipta suatu saat nanti. Dan mungkin saat itu dia akan berkumpul kembali dengan orang tua nya.

Setelah Ken dan Ibunya mengenal Kim Nara, Ken menjadi orang yang sangat beruntung. Hidupnya sekarang telah sempurna. Ken telah lulus dari perguruan kedokteran dari salah satu Universitas yang berada di Paris. Ken juga telah menjadi seorang dokter dari salah satu rumah sakit yang berada di Paris. Tapi sayang orang tuanya tidak bisa menikmati kesuksesaannya saat ini.

Mom, berkat Nara Noona, aku telah menjadi seorang Dokter seperti yang Mom inginkan. Apakah Mom dan Daddy melihat aku memakai jas Dokter ini? Apa aku terlihat keren?” Ujar Ken sambil terkekeh “Ketika pertama kali aku memakai jas ini, aku sangat ingin menunjukkannya langsung kepadamu.” Ujar Ken masih mempertahankan senyumannya. “Mom kau tau, ketika aku lulus Nara Noona benar-benar menepati janjinya untuk mendatangi kelulusanku. Aku sangat senang bisa mengenal sosok malaikat seperti Noona. Tapi sayang aku tidak bisa membuat Noona menjadi menantu kalian. Karna aku sekarang adalah adik lelaki Noona. Orang tua Noona mengangkatku menjadi anak mereka.” Ken menjeda sesaat “mereka sangat baik seperti Noona. Mereka benar-benar malaikat penolong keluarga kita. Kau tau Mom, sampai sekarang Nara Noona masih merasa bersalah atas kematiaanmu. Menurut Noona, ini adalah kesalahan nya. Noona selalu merasa bersalah jika dia melihat wajah ku.” Ken membuang nafasnya kasar

“Sebenarnya aku kesini untuk meminta izin kepadamu. Aku akan pindah ke Korea besok. Noona meminta ku untuk tinggal diSeoul dan bekerja di rumah sakit keluarga mereka. Noonamengatakan hal ini tiba-tiba. Aku akan sering mengunjungi muMom. Saranghae.”

Ken berdiri dan membungkuk hormat sebelum pergi dari makan Ibu nya.

Seoul, Desember 2017

Sinar matahari itu seperti sangat ingin menganggu tidurnya kedua insan yang berada di kamar yang bernuansa baby bluedipadu dengan cream itu. Sang wanita mengeliat pelan karna terganggu dengan teriknya sinar matahari. Dia masih ingin mengistirahatkan badannya yang sekarang sudah berbadan dua. Kim Nara yang sudah berganti menjadi Lu Nara, wanita itu benar-benar malas untuk beranjak dari tempat tidur. Kandungannya sudah memasuki 7 bulan. 7 bulan? Ya… setelah tiga bulan Nara kembali dari Paris, Luhan melamar Nara dan mengajaknya menikah. Saat itu dia benar-benar ingin mengikat Nara seumur hidupnya. Dan keinginannya itu tercapai. Buktinya sekarang mereka sudah menikah dan sebentar lagi akan ada malaikat-malaikat kecil yang berada di rumah itu.

Pernikahan mereka sudah memasuki 1 tahun. Dan selama 1 tahun itu pula Luhan sudah tidak menyandang sebagai member EXO lagi. Keluarga Nara ingin Luhan mengurus perusahaan yang berada di Seoul. Maka dari itu Luhan dengan sangat menyesal harus keluar dari EXO. Untuk pertama kali itu sangatlah berat. Luhan benar-benar kehilangan sebagian fans nya karna keputusan itu. Pernikahan Luhan dan Nara sangat banyak rintangan yang mereka hadapi. Dua bulan pertama mereka harus pindah dari Korea untuk menghindari sesuatu yang tidak ingin mereka inginkan.

“Ge, tutuplah tirainya. Aku masih benar-benar mengantuk.” Ujar Nara setengah sadar

Luhan yang sudah bangun bersandar pada dasbord tempat tidur dan sedang mengerjakan laporan hanya menggelengkan kepalanya. Tapi Luhan melakukan apa yang di suruh oleh Nara. Luhan turun dari tempat tidur dan menutup tirainya. Luhan tau jika istri nya itu butuh istirahat. Bayi yang berada di perut Nara sekarang benar-benar tidak bisa diajak bersahabat. Ketika malam Nara harus terbangun karna lapar ataupun karna kram diperutnya.

Terkadang Luhan merutuki kebiasaan Nara yang terbangun tengah malam. Tapi Nara selalu mengatakan ‘Aku tidak menyuruhmu untuk membuat ku hamil secepat itu. Ini adalah kesalahamu yang terlalu terburu-buru.’ Luhan bersyukur mereka dikarunia anak secepat ini. Meskipun terkadang Nara benar-benar merepotkan nya. Luhan juga harus berada di rumah sebelum jam lima sore. Jika tidak maka Luhan akan tidur di luar. Menurut Luhan semenjak Nara hamil, Nara menjadi sepertiahjumma yang selalu marah-marah. Nara juga bisa menjadi seorang yang sangat manja pada Luhan.

Luhan mencium kening Nara dan perut Nara yang sudah terliat besar.

“Bangunlah. Bukankah semalam kau mengatakan akan ke rumahEomma?” ujar Luhan sambil mengelus rambut Nara

Nara membuka matanya perlahan. Meskipun matanya terasa berat tapi dia harus bangun jika tidak ingin Luhan melakukan yang lebih dari ini. Luhan bisa saja tiba-tiba ‘menyerangnya’ jika dia tidak bangun sekarang juga.

“Kau benar-benar berisik, Ge!” Ujar Nara dengan suara seraknya

Luhan mengigit pipi Nara yang semakin chubby itu karna perkataan Nara. Nara hanya memutar bola mata malas.

Luhan dan Nara telah sampai di rumah orang tua Nara. Ini adalah akhir pekan dan keluarga Kim beserta keluarga Choi pasti akan berkumpul di rumah besar. Nara selalu bangga memiliki keluarga yang sangat akur. Haraboeji dan Yeye nya sangat akur tinggal di satu atap meskipun mereka berdua adalah besanan. Begitu juga dengan Halmoni dan Nai Nai nya. Nara dan Luhan menghampiri keluarga nya yang sedang berada di ruang keluarga. Disana semua telah berkumpul.

Kim Maden menghampiri Nara dan memeluk kaki Nara. Kim Maden-anak Minno-sangat dekat dengan Nara dan Luhan. Nara menduduki bokongnya disebelah Nyonya Kim. Dia sangat rindu dengan Eomma nya itu. Meskipun Nyonya Kim sering mengunjungi apartment nya tapi dia tetap saja selalu rindu dengan Eomma nya.

Diruangan itu juga terlihat Ken. Nara benar-benar senang bisa melihat Ken berada di rumahnya. Ken duduk di sampingnya. Itu adalah permintaan Nara sendiri. Bukan tanpa alasan Nara meminta Ken untuk pindah ke Seoul. Nara tau Ken pasti akan sangat berat untuk meninggalkan kota kelahirannya. Nara meminta Ken pindah ke Seoul karna Nara tidak ingin Ken menyendiri disana. Jujur, dulu Nara sempat jatuh cinta pada Ken. Tapi Nara masih memikirikan hubungannya dengan Luhan. Nara selalu tersenyum jika dia mengingat itu.

“Kenapa kau tersenyum seperti itu Noona?” ujar Ken yang melihat senyuman Nara

Eoh? Anio.” Ujar Nara salah tingkah

“Eiii… kau memikirkan apa, Eoh? Jangan-jangan…”

“Jangan katakan. Kau tidak ingin Noona mu ini mati di tanganHyung mu kan?” ujar Nara memotong perkataan Ken

Tidak terasa waktu semakin sore. Nara yang sedang membantuEomma nya memasak tiba-tiba merasakan perutnya sakit yang luar biasa.

“Ahhhh…” lirih Nara yang membungkukkan badannya

Nyonya Kim yang melihat itu menjadi panik. Bukankah kandungan Nara baru 7 bulan? Tidak mungkin dia akan melahirkan sekarang. Tapi kenapa anak nya mengerang kesakitan seperti itu.

Ken dan Luhan yang mendengar jertian Nara dari arah dapur berlari menghampiri Nara. Luhan membelalakkan matanya ketika melihat Ibu mertuanya menenangkan Nara yang seperti kesakitan. Sedangkan Ken menghampiri Noona serta Eommaangkatnya. Ken yang melihat Luhan mematung ditempatnya hanya bisa merutuki Hyung nya itu.

“Hyung siapkan mobil dan kita bawa Noona ke rumah sakit , SEKARANG!” ujar Ken dengan sedikit teriakannya

Luhan yang mendengar teriakan Ken akhirnya sadar dari lamunanya dan menuruti apa yang dikatakan oleh Ken. Setelah Luhan sampai pada mobil dan dibelakang kemudi Luhan baru menyadari, yang seharusnya menyiapkan mobil adalah Ken. Bukan dirinya. Seharusnya dia yang berada disamping Nara. Bukan Ken. Luhan merutuki kebodohannya dan merutuki Ken yang seenak jidatnya memerintahnya. Dan Luhan sudah menyiapkan hukumannya nanti setelah mereka tiba di rumah sakit.

Tepat pada tanggal 12 Desember tahun 2017, jam 12 lewat 12 menit lahir dua malaikat kecil di dunia ini. Sepasang bayi kembar telah lahir dikeluarga Kim dan keluarga Lu. Bayi kembar laki-laki dan perempuan itu terlihat sangat lucu dan sangat sehat. Bayi yang dilahirkan secara normal itu benar-benar sangat kuat seperti Mama dan Baba nya, meskipun mereka terlahir prematur. Nara dan kedua bayinya terlihat sangat sehat. Lu Sean dan Lu Sera. Itulah nama yang diberikan kedua orang tuanya. Luhan berharap Lu Sean akan menjadi kakak yang baik untuk Sera kelak. Dan Luhan juga berharap Sera tidak akan pernah ‘menyiksa’ pria seperti Mama nya dulu. Luhan bergidig ngeri ketika dia mengingat kembali masa-masa sulitnya.

Akhirnya Luhan dan Nara bisa kembali seperti dulu dan sekarang mereka telah mempunyai malaikat-malaikat kecil dalam rumah mereka. Luhan dan Nara senang akan itu. Akhirnya kekuatan cinta mereka telah membuahkan hasil yang sangat sempurna. Yah… meskipun kedepannya ‘pasti’ mereka akan mengalami berbagai cobaan lagi. Tapi kedua pasangan manusia itu yakin jika mereka bisa menghadapi rintangan itu bersama dengan keluarga kecilnya.

Luhan menciumi kening Nara berkali-kali. Dia sangat senang hari ini. Ini adalah hari yang benar-benar indah baginya dan Nara. Luhan percaya akan kekuatan cinta mereka. Buktinya sekrang mereka bisa bersatu meskipun dulu mereka harus terpisah jarak selama dua tahun tanpa kabar apapun mereka masih bisa menyatu sekrang. Luhan percaya pada takdir yang Tuhan telah tuliskan untuknya pasti akan sangat indah.

“Wo Ai No, Saraghe, Je t’aime.” ujar Luhan dengan air mata kebahagiaanya

“Aku juga mencintai mu, Ge. I STAY WITH YOU NOW&FOREVER”

“Menunggu adalah hal yang semua orang benci. Termasuk Aku. Apalagi menunggu selama dua tahun. Jika kita menunggu selama itu berarti seseorang yang kita cintai ingin menguji kesetiaan kita pada dirinya. Menunggu bukanlah hal yang sulit jika kau mempunyai niat dan alasan tersendiri. Apalagi menunggu seseorang ang benar-benar kau cintai. Kim Nara, wanita yang selama ini selalu sukses membuat ku menjadi seorang Pria yang bahagia dan bisa membuat ku mengapai semua impianku. Bukan tanpa alasan aku menunggu nya selama dua tahun. Meskipun mereka mengatakan aku bodoh, idiot atau apapun itu tapi aku bisa membuktikan pada mereka, jika kekuatan cinta kami melebihi kekuatan cinta siapapun yang ada di dunia ini. ‘Love is simple, if you can make it easy,’ I Will Always Love You Kim Nara. More Than Everything.” Luhan

“Aku meninggalkannya semala dua thaun bukanlah tanpa alasan. Aku ingin menguji kekuatan cintanya. Bukan karna aku tidakpercaya ataupun terlalu berlebihan. Tapi aku hanya ingin Pria terbaik dan bisa menunggu ku yang menjadi Pria masa depan ku. Luhan, pria yang bisa membuatku jatuh cinta untuk yang kedua kalinya setelah hal itu terjadi. Kekuatan cinta kami melebihi kekuatan cinta siapapun didunia ini. Menunggu dan menguji seseorang bukanlah hal yang sulit jika kau mempunyai keinginan. Je t’aime pour toujours et a jamais. (Aku mencintaimu selalu dan selamanya)” Kim Nara

END!

Huh… Lap keringat. >.< Happy Ending kan yah? kekeke

Ditunggu RLC nya guys!

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s