[Drabble Series] – How To #4

HOWTOSERIESPOSTER

| Title : How To #4 | Author : knock13 | Main Cast : Bae Irene, Xi Luhan | Genre : Romance, Comedy | Rating : G | Length : Drabble |

Disclaimer : Storyline is mine. Typo(s) everywhere. Please, don’t be a plagiator. Enjoy!

Summary : Irene sudah mengucapkan selamat tinggal pada paginya yang damai sejak tiga bulan yang lalu. Sekarang, bagaimana caranya agar Irene bisa menendang lelaki itu keluar dari apartmentnya?

Previous : How To #3

“Irene…”

“Hmm?”

“Irene….”

“Uh?” Irene menggeliat dalam tidurnya. Membiasakan matanya dengan cahaya matahari yang masuk melalui jendela kamarnya bersama semilir angin. Tunggu! Cahaya matahari? Angin? Seingat Irene, dirinya sudah menutup rapat-rapat jendela kamarnya dan lagi gorden kamarnya sangatlah tebal, mustahil cahaya matahari akan menerobos masuk. Kecuali…. Irene membelalakkan matanya dan terduduk lalu berbalik…dan gadis itu bisa bernapas lega karena Ibunya lah yang tengah duduk di tepi ranjangnya.

“Oh astaga, Ibu. Apa yang Ibu lakukan disini?” Irene mengerang pelan. Ayolah, ini hari libur. Hari dimana Irene harus mendekam diri di dalam kamar tanpa gangguan siapapun. Dan ‘kegiatan’ itu sudah terjadwal dengan baik di buku daftar kegiatan rutin Irene.

“Menjenguk putri ku tentu saja. Ada yang salah?”

Irene mengusap wajahnya dan memperbaiki letak rambutnya yang berjatuhan di depan wajahnya, “Uh baiklah. Aku baik-baik saja, Ibu. Aku akan tidur lagi. Bukannya aku ingin mengusir Ibu, tapi aku benar-benar lelah.”

“Luhan menghubungi Ibu. Ada apa dengan kalian berdua?”

“Tidak ada apa-apa Ibu….” Irene mendesah frustasi, “….dia menjalani hidupnya dengan baik, aku juga menjalani hidup ku dengan sangat baik.” Irene menarik selimutnya menutupi seluruh tubuhnya dan kembali menyesuaikan diri dengan tempat tidurnya.

“Ah, Ibu tolong tutup jendela dan tirainya kembali. Aku mohon.”

Nyonya Bae hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Irene. Putri cantiknya itu bukanlah tipe orang yang banyak bicara, jika dia ingin berbicara, dia hanya mengatakan intinya saja. Bahkan tak jarang membuat orang salah pengertian terhadapnya. Irene, gadis yang tidak bisa bersosialisasi dengan baik, hanya berbicara ketika kata benar-benar dibutuhkan. Tidak membiarkan siapapun mengetahui emosi apa yang tengah berkecamuk dalam dirinya. Nyonya Bae baru mengetahuinya beberapa tahun lalu setelah melihat Irene tidak pernah kedatangan seorang teman kecuali Wendy. Nyonya Bae merasa sangat bersalah karena Irene tidak tumbuh bersama kasih sayang orang tuanya, Tuan Bae juga Nyonya Bae sibuk berpergian untuk urusan bisnis, meninggalkan Irene kecil bersama pengurus rumah tangga di rumah yang sangat besar. Sehingga Irene tumbuh menjadi pribadi yang tertutup dan kaku. Nyonya Bae mungkin harus bersyukur karena ada Wendy yang bersedia menjadi sahabat Irene. Irene melakukan semuanya dengan baik, Irene anak yang patuh, mandiri, nilai-nilainya selalu diatas rata-rata, Irene juga tidak memiliki penyakit gila belanja yang menerpa gadis-gadis seusianya. Irene melakukan semuanya dengan baik, kecuali bersosialisasi, berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain.

“Ibu meninggalkan beberapa roti buatan Taeyeon di pantry dapur; makanlah bersama Luhan. Taeyeon titip salam, dia akan segera berkunjung kesini.” ujar Nyonya Bae mencium puncak kepala Irene lalu berjalan keluar dari kamar Irene. Meninggalkan Irene yang kembali tertidur pulas di balik selimut tebalnya.

o 0 o

Luhan menatap pintu kamar Irene dan jam dinding secara bergantian. Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore dan Luhan belum juga melihat Irene sedari tadi. Nyonya Bae meminta Luhan untuk mengetuk pintu kamar Irene jika Irene belum juga keluar kamar hingga sore hari. Maka disinilah Luhan, di depan pintu kamar Irene, bersiap-siap mengetuk pintu kamar bercat merah muda tersebut.

Ceklek!

Irene memandang Luhan tepat pada manik matanya, “Ada apa?”

“Whoaaa….” Luhan menatap Irene penuh rasa takjub, “…selain memiliki kepribadian robot, kau juga bisa melihat masa depan? Daebak!”

“Aku keluar untuk memberikan ini untuk mu….” Irene menjulurkan selembar kertas pada Luhan, Luhan menerimanya dengan dahi yang terlipat. IRENE’S APARTMENT RULES. Tertulis jelas dengan spidol tebal berwarna hitam pekat.

“Apa ini?” tanya Luhan. Alih-alih menjawab, Irene hanya memberi isyarat agar Luhan membacanya dengan seksama.

IRENE’S APARTMENT RULES

  1. Dilarang mencampuri kehidupan pribadi masing-masing. Dalam hal ini dilarang mengusik satu sama lain. Tentang apapun itu.
  2. Jika salah satu dari penghuni akan keluar dari apartment, dilarang keras untuk bertanya “KAU AKAN KEMANA?”
  3. Dilarang memberitahukan SIAPAPUN bahwa Bae Irene tinggal bersama dengan Xi Luhan, begitu pun sebaliknya.
  4. Dilarang melakukan panggilan telepon pada salah satu penghuni jika tidak benar-benar penting.

Luhan mendengus membaca peraturan tersebut, bahkan dirinya baru membaca empat poin, Luhan sudah merasa pusing. Luhan menurunkan kertas tersebut dari pandangannya lalu menatap Irene, “Kau tidak sekalian meminta bayaran padaku karena tinggal di apartment mu?”

“Aku sudah mendapatkan bayarannya….” Irene menunjuk kunci mobil yang tergantung di atas meja serbaguna di dekat televisi. “….aku tidak memintanya. Ibu mu sendiri yang memberikannya padaku.”

Luhan kehilangan kata-katanya. Ibunya? Semudah itu membelikan sebuah mobil sport yang bahkan mungkin hanya dipakai setahun sekali oleh gadis berkepribadian robot ini. Sedangkan dirinya? Harus merengek selama beberapa bulan untuk mendapatkan mobil sejenis itu pada Ibu juga Ayahnya. Wah, dunia benar-benar tidak adil.

“Aku bisa gila berhadapan dengan mu.” tukas Luhan kesal. Irene hanya mengendikkan bahunya.

“Aku akan keluar sekarang…..” ujar Luhan, “….kau tidak ingin bertanya aku akan kemana?”

Irene menatap Luhan dengan pandangan datar lalu menunjukkan kertas yang berisi peraturan pada Luhan, “Poin kedua.”

“Baiklah. Poin kedua.” Luhan menganggukkan kepalanya.

Blam!

Luhan mendesis pelan tatkala Irene menutup pintu kamarnya secara tiba-tiba dan nyaris mengenai hidungnya. Luhan harus memutar otak mulai hari ini. Dia harus mencari buku yang mengajarkan tentang cara-bertahan-hidup-jika-kau-tinggal-bersama-dengan-gadis-yang-memiliki-kepribadian-robot. Ya, Luhan harus menemukan buku tersebut.

.

.

.

Serangan pertama Irene XD

Enjoy!

Thank You.

With Love,

knock13

Advertisements

10 thoughts on “[Drabble Series] – How To #4

  1. Jadi Irene susah bersosialisasi karna dari kecil suka ditinggal sama ortunya hmm ya yaa~ Peraturan pemilik apartment, bertanya mau kemana aja ga boleh -_-
    Luhan baru dititpkan sebentar aja Irene udah dapat mobil sport, kalau setahun kira kira dapat apa ya, rumah? Hohoo

  2. Ahhhh, ternyata gara-gara sering ditinggal orang tuanya Irene jadi kaku begitu
    Bahkan Wendy pun belum bisa mencairkan (?) hati Irene
    Semoga Luhaen bisa kkkk
    Mas Lu kalo ga bisa nemuin bukunya, bisa kali bikin buku sendiri, Irene jadi objek (?) penelitiannya
    Semoga baik Irene maupun Luhaen bisa membuat satu sama lain menjadi lebih baik (?)
    Ditunggu kelanjutannya ^^

  3. Perempuan dengan kepribadian seperti robot. Aku rasa itu benar2 ada. Dan bila ada aku ingin berteman dengannya agar ia menjadi perempuan yg manis :).
    Ditunggu serangan kedua irene 🙂
    Thankyou for update ^^
    Fighting ^^/

    • Iyaaa, aku juga ngerasa gitu kak. Ngga harus jadi perempuan manis kok kak, soalnya jadi perempuan ngga harus manis wkwkwk :3
      Secepatnya XD
      Makasih sudah baca dan komen~ 🙂

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s