Oh My God [ Oneshoot ]


Oh My God_bclaren

Author | Babyrosse | Oh My God


Cast | Park Jiyeon | Park Chanyeol


Support cast | Just find by your self


Genre | Romance | School life | Rated | Teens | Length | OS


Disclaimer


Keep calm the story is belong to


Babyrosse

.
.
.
.


Oh My God©


The lesson no#13


a fanfic by Babyrosse

.
.
.
.
.



“Aiish…makan ice cream saja kau tidak bisa—tuh lihat mulutmu belepotan.”


“Oh? Benarkah?”


“Ck…menghadap sini cepat.”


“Oh-My-Godness.” suara dibelakangnya mengalihkan perhatian Park Chanyeol, “Kyaa!! Chanyeol mencium uke-nya di depan umum?!” teriak gadis itu kencang menggema diseluruh koridor.


“A-apa?!” Byun Baekhyun melotot dan segera menepis tangan Chanyeol yang membersihkan mulutnya dari ice cream.


“Ommo!! Coba lihat mereka!” gadis itu kembali berseru lebih kencang dengan girang, dan meringis saat cone ice cream mengenai kepalanya.


“DIAM KAU FUJOSHI!!”

***


The Lesson no#13


I’am not sure but I think you make me


changes the way that I looked you

***


“Iyy…begitu saja kau marah oeh, Baekki?” rajuk Park Jiyeon membersihkan sisa ice cream coklat dari rambutnya.


“Aishh…untuk sementara tolong jangan ganggu aku!” kata Baekhyun beringsut dari bangkunya menjauh dari gadis, yang menurutnya lebih pantas disebut sebagai Nenek Sihir. “Ya! Kau diam saja dari tadi, perbaikilah otak pacarmu itu—aku ini masih normal tahu!” protes Baekhyun pada Chanyeol yang memainkan PSP-nya dengan santai.


Jiyeon terkikik, “Baekki-ah, kau tidak boleh bicara seperti itu pada semme-mu oke?”


“Ya! Kau dengar itu? Kau dengar dia bicara apa?” Baekhyun sudah makin menggila dengan menarik-narik ujung seragam Chanyeol, tapi itu malah membuat Jiyeon makin terkikik dan merasa mendapat fanservice dari pasangan Yaoi terfavoritenya. Baekhyun yang sedang merajuk pada Chanyeol…kyaa—manis sekali!


“Oeh, biarkan saja…nanti dia akan berhenti sendiri.” kata Chanyeol berhenti sejenak untuk menatap Baekhyun, “Lagipula tidak ada salahnya ‘kan?”


Baekhyun mengerjap-ngerjapkan matanya, dengan cepat dia melepaskan cengkramannya pada baju Chanyeol setelah sadar apa yang Chanyeol katakan, “A-APA?!” raungnya, refleks mendekap dadanya. “C-chanyeol j-jangan bilang kau—Tidaakk…!!” dan Baekhyun berlari keluar kelas, menghindar.


Jiyeon masih terkikik, “Ya! Kau tidak menyusul pacarmu?”


“Hn, nanti juga dia akan kembali.” sahut Chanyeol tanpa beralih dari PSP yang dimainkannya.


“Ommo! Jadi kau sudah benar-benar meresmikan hubungan kalian?” tanya Jiyeon penuh harap.


Chanyeol memutar bola matanya malas, “Terserah padamu.” percuma saja bicara pada orang seperti Jiyeon. Jiyeon kemudian memekik girang dan mengabarkannya pada seisi kelas.


Bukan hanya Chanyeol dan Baekhyun yang menjadi pusat bulan-bulanan fujoshi seperti Jiyeon, tapi Kyungsoo dan Jong In teman sekelasnya, juga pasangan Sehun, Luhan dan Xiumin bahkan seniornya, Kyuhyun dan Sungmin pun tak luput dari mata Jiyeon. Meskipun dia tahu hal itu sering mendapat protes dari yang bersangkutan—terutama Baekhyun karna dia sedang pendekatan dengan seorang gadis kelas satu.


***


Jiyeon mengetuk-ngetukkan ujung sepatunya ke tembok Hall Olahraga sambil sesekali merutuk betapa lamanya, latihan basket Chanyeol.


“Kenapa kau lama sekali sih? Aku kelaparan menunggumu tahu!” omel Jiyeon saat Chanyeol muncul keluar dari Hall bersama anggota team basket yang lainnya. “Oh? Jong In-aa, kau sudah ditunggu Kyungsoo tuh dikelas!” seru Jiyeon sempat-sempatnya pada Jong In yang berjalan dibelakang Chanyeol.


“Tsk…diam kau fujoshi!”


Jiyeon hanya menjulurkan lidahnya dan pura-pura sibuk memberi salam pada seniornya, Bae Suzy yang menjadi manager team basket. “Apa kabar, sunbae?”


“Kau bilang kau lapar? Cepatlah jangan banyak basa-basi.” kata Chanyeol.


*


Berjalan bersisian sambil makan takoyaki menuju halte bus, Chanyeol adalah teman masa kecil Jiyeon. Sampai sekarang pun mereka masih selalu bersama. Acara pulang bersama menjadi kebiasaan resmi yang harus dilakukan atau Ibu Chanyeol bisa mengomel jika tahu bahwa Jiyeon dibiarkan pulang sendiri.


“Dengar ya, sebagai seme yang baik kau harus memperlakukan ukke-mu dengan baik pula jadi—“


“Berhentilah bicara selagi kau makan.” potong Chanyeol, “Dan tolong berhentilah berpikir yang kotor seperti itu.”


“Ini bukan pikiran kotor, aku hanya membagi imajinasiku pada orang lain tahu.” kata Jiyeon membela diri, “Lagipula kau juga ikut senang ‘kan?” tuding Jiyeon.


Chanyeol membuang bungkus takoyaki yang sudah habis dia makan, membiarkan Jiyeon kembali mengoceh tak jelas, “Jadi kau setuju aku menyimpang?”


“Nee?” Jiyeon menghentikan suapan takoyakinya dan membalas tatapan serius Chanyeol.


“Jadi kau setuju aku menyimpang?” ulang Chanyeol.


“A-aa…i-tu terserahmu sih aku—“


Chanyeol menyeringai pelan, “Baguslah kalau begitu.”


“E-eh?! Kau benar-benar serius dengan Baekhyun? Aah…anni maksudku kau benar-benar?”


“Huwee? Bukankah kau menyukainya?”


Jiyeon meneguk ludahnya, pahit. “Iya sih …tapi aku ‘kan hanya…”


“Hanya apa?” desak Chanyeol. Jiyeon langsung menggeleng dan berjalan cepat mendahului Chanyeol mencapai halte bus, sayang sekali Jiyeon jadi tak bisa melihat senyum nakal yang terukir diwajah Chanyeol saat itu.


***


Taengumma : Aku juga melihatnya tadi pagi, Baekhyun dan Chanyeol saling berbagi ice cream >_<


Sicca : Mereka pasangan yang aneh tapi cute, apalagi saat pertandingan aku pernah melihat Chanyeol mengusap kepala Baekki!


Untuk pertama kalinya sepanjang malam, Jiyeon hanya menjadi siders dari grup chat khusus fujoshi yang dia buat. Rasanya dia tak ada semangat untuk ikut mengobrol padahal biasanya dia yang paling berisik di grup LUNE mereka.


Jiyeon berguling-guling tak jelas diatas kasur, “Aiish…dia tidak mungkin serius jadi belok ‘kan? Ommo…apa kata Orangtuanya nanti jika tahu Yoelli menyimpang? Hikss…”


Ting-nong!


Dengan malas, Jiyeon mengambil handphone yang tadi dia lempar kesembarang arah.


Real_PCY : Besok, aku harus menjemput Baekhyun jadi kau berangkat duluan saja.


Tanpa sadar terbawa emosi, Jiyeon membalasnya dengan emoticon sedih merana. Sialnya dengan cepat dibaca oleh Chanyeol.


Real_PCY : Ada apa? Biasanya kau yang suka menyuruhku untuk menjemput Baekhyun ‘kan?


“Tidaakk!! Ini tidak boleh terjadi!!” raung Jiyeon tak percaya, tak sampai semenit kemudian pintu kamar menjeblak terbuka dan sebuah buku kamus tebal milik Kakaknya mendarat dikepalanya.


“BERISIK!! Kau tidak tahu aku sedang belajar untuk ujian?!” omel Kakaknya, Donghae.


***


Jiyeon datang ke Sekolah dengan mata sembab, itu karna dia tak bisa tidur semalam. Matanya samasekali tak bisa diajak untuk kompromi agar menutup.


“Oh…Jiyeonni!” Jiyeon menoleh dengan malas keasal suara, tapi dia segera memasang wajah ceria setelah tahu siapa yang memanggilnya.


“Nee, Suzy-sunbae?”


“Kau sekelas dengan Chanyeol ‘kan? Tolong berikan ini padanya ya…ini adalah jadwal latihan team basket yang baru.” kata seniornya, Bae Suzy menyodorkan selebaran pada Jiyeon.


“Baik, pasti aku sampaikan padanya.” kata Jiyeon.


“Ah…sekalian berikan juga pada Baekhyun dan anak-anak basket yang sekelas denganmu ya?”


“Kau sepertinya sangat repot sunbae, jika kau butuh bantuan jangan sungkan padaku.” ujar Jiyeon, sebisa mungkin menyembunyikan maksud tersembunyinya.


“Nee? Benarkah?”


“Umm!” Jiyeon mengangguk mantap, “Aku ini selalu dapat diandalkan lho!”


*


Demi Tuhan, Jiyeon menyesalinya…dia menyesalinya. Menyesal telah menawarkan diri untuk membantu Suzy mengurus team basket. Bukan, bukan karna dia harus bekerja membersihkan ruangan club yang lebih pantas disebut kandang babi. Tapi dia menyesal karna dengan ada disini dia jadi harus melihat kebersamaan Chanyeol dan Baekhyun dilapangan basket.


Dalam keadaan normal, Jiyeon akan menjerit senang saat melihat Chanyeol dengan ksatrianya melindungi Baekhyun dari lemparan bola yang meleset atau saat Chanyeol membantu Baekhyun untuk bangkit berdiri dan saling berbagi pelukan ketika mencetak point.


Meremas botol air mineralnya dari bangku pemain, Jiyeon hanya bisa menggigit bibirnya. Tidak mungkin…tidak mungkin Chanyeol benar-benar jadi menyimpang. Dia tidak rela…


Priitt!!


Peluit panjang dari pelatih menghentikan latihan sesi ini, dan para pemain langsung berhambur mengambil handuk dan minum—yang berada disisi Jiyeon.


“Oh? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Chanyeol melihat sosok tak asing tapi aneh melihatnya berada di Hall Olahgara.


“Aku membantu pekerjaan Suzy-sunbae.” sahut Jiyeon ketus, melempar handuk kearah Chanyeol dan mulai membag-bagikan minuman ke pemain yang lain.


“Pakai ini, lihat keringatmu banyak sekali dan bau tahu…” terdengar suara Chanyeol, Jiyeon melirik diam-diam tapi dia segera melotot, dilihatnya Chanyeol mengusapi keringat didahi Baekhyun. Melihat wajah malu-malu Baekhyun si uke atas perlakukan ‘romantis’ seme-nya Chanyeol, harusnya ini menjadi moment yang membuat Jiyeon berteriak girang. Tapi yang Jiyeon rasakan saat ini adalah dasar perutnya terasa panas, rasanya ada yang menuang timah panas kedalam perutnya.


Ahhkk…Jiyeon sudah tidak tahan! Meletakkan handuk yang ada ditangannya diatas bangku dan segera berlari keluar dari Hall Olahraga, merutuki dirinya yang kini menangis melihat pemandangan yang selalu dia bayangkan dalam mimpinya.


“Aiishh…ini menggelikan tahu! Aku bisa sendiri!” Baekhyun meraih handuk ditangan Chanyeol dan bergidik ngeri, “Tuh…pacarmu jadi pergi ‘kan?” tuding Baekhyun.


Chanyeol tersenyum tipis, “Hn, aku pergi sebentar.”


*


“Jiyeon kau bodoh sekali! Kenapa kau menangisi pria belok sepertinya? Sadar Jiyi…sadar…” ucap Jiyeon berulang kali sambil memasukkan buku-bukunya kedalam ransel. Semua teman sekelasnya sudah pulang sejak dua jam yang lalu. “Hiks…tapi ini salahku juga sih, harusnya aku tidak pernah menjodohkannya dengan si Baekki cebol itu…hikss…”


“Jadi kau menyesalinya, Nona Park?”


Suara yang berasal tepat dari depan pintu kelas itu membuat Jiyeon terlonjak kaget.


“A-apa maksudmu he?!” tanya Jiyeon balik mengusap airmata dipipinya agar tak ketahuan menangis. Chanyeol mendecih, berjalan masuk kedalam kelas dan menoyor kepala Jiyeon.


“Kau menyesalinya tidak?” tanya Chanyeol lagi, mengabaikan Jiyeon yang protes padanya.


“Menyesali apa?!” sengit Jiyeon pura-pura tak tahu.


“Telah membuatku merubah cara pandangku…”


Jiyeon melempar salah satu bukunya kearah Chanyeol, “Kenapa kau tanya itu padaku? Memangnya aku penyebab ini semua ha?!”


Chanyeol mencengkram tangan Jiyeon sebelum kembali melemparinya dengan buku, nafas Jiyeon terdengar memburu. “Kau masih belum mengakuinya?”


Jiyeon menghembuskan nafasnya panjang, cengkraman tangan Chanyeol benar-benar kuat dan terasa sakit, memejamkan matanya sebentar sebelum dia meledak, “KARNA AKU MENYUKAIMU AKU MENYESALINYA TAHU! Bahkan aku menyukaimu sejak kita masih Sekolah dasar tapi kau tak pernah menyadarinya dan mengatakan kalau perempuan itu sangat merepotkan!” semua itu dikatakannya dengan satu tarikan nafas, seolah mengabaikan mata Chanyeol yang membulat kaget, Jiyeon kembali melanjutkan, “Karna kau sering bilang aku merepotkan…maka aku pikir aku tidak punya harapan samasekali selain itu—“


Chu~


Kejadiannya sangat cepat dan singkat, tapi efeknya sungguh luar biasa bagi wajah Jiyeon. Padahal hanya ciuman singkat, just a little peck!


Chanyeol menyeringai melihat Jiyeon terdiam tak melanjutkan kalimatnya. “Hn…maafkan aku, aku hanya berpikir perempuan itu memang merepotkan. Tapi tidak denganmu, akan lebih repot jika kau tidak ada.”


“……” Jiyeon diam, otak lemotnya masih mencoba untuk mencerna semua kalimat Chanyeol.


“Oh…dan soal Baekhyun, aku hanya bercanda—kau pikir aku serius menyimpang seperti itu?” Chanyeol menoyor kepala Jiyeon yang masih bengong untuk kedua kalinya. “Ckk…tapi kau yang suka memulainya duluan.”


“A-aku…i-itu…m-maksudku…” Jiyeon membuka dan menutup mulutnya seperti orang bodoh yang tiba-tiba kehilangan kemampuan bicaranya.


“Hn, kau memang merepotkan.” dengus Chanyeol, kali ini bukan hanya just little peck tapi ciuman yang membuat Jiyeon bersumpah tidak akan mengompori Chanyeol untuk menjadi yaoi lagi.


***

Fin


Dengan gajenya



Omake


“Eh, kalau ini kuberikan pada Kei dia suka tidak ya?” tanya Baekhyun mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam lokernya dan memperlihatkannya pada Chanyeol.


“Hn, itu bagus.” komentar Chanyeol beralih sebentar dari PSP-nya untuk melihat isi dari kotak kecil itu.


“Tapi masalahnya aku—“


“Oh-My-Godness! Baekki cebol kau memberi pacarku sebuah kalung?! KAU BERNIAT MELAMARNYA?!” sebuah suara cempreng yang tak asing dibelakang mereka, “YA! CEBOL KAU BELUM TAUBAT JUGA?!”


Baekhyun melempar sebelah sepatunya kewajah Jiyeon, “KAU YANG BELUM SEMBUH! DASAR FUJOSHI!” sementara Jiyeon sudah berlari terkikik sebelum Baekhyun melempar sebelah sepatunya lagi.


***



Baby note


Hai…hai…disini Baby gak maksud untuk nyinggung perasaan siapapun lho 😀


Bagi yang tersinggung sini pelukan /digampar/


Bikin Fic beginian mungkin efek dari sering ikut Kakak ngegym dan liat pasangan Yaoi bertebaran disana. Eh…sumpah Baby masih trauma liatnya >_< /i’am still underage!!/ tapi ketagihan *eh?*

 


But…but…sekali lagi Baby gak maksud untuk nyinggung atau menjelekkan siapapun, it’s pure just a Fanfic and for have fun 


See you in the other story—muacch

Advertisements

22 thoughts on “Oh My God [ Oneshoot ]

  1. aaaaaaaaaaaaa suka banget sama ceritanya… lucu, bikin senyam-senyum dan ngakak juga 😀 wkwk
    aku suka banget sama karakter jiyi disini =))
    chanyeol lagian jail banget si dia -_- tapi bagus juga sih itu bisa bikin jiyi sadar dan cemburu sama baek =)) wkwk
    suka banget suka banget suka banget^^ ditunggu ff yg lainnya 😀

  2. kekeke dasar jiyeon eonni,untung chanyeol ngk bener” menyimpang.
    jadi jiyeon eonni suka ma chanyeol itu sejak smp.jadi mati kutu dh dicium chanyeol

  3. dasar jiyeon udah jadianpun masih aja jiwa fujo nya keluar akakakak, tapi untung bisa jadian sama chanyeol hweheheheh sayangnya chan disini cuek bangeett sama jiyeon, kurang greget jadinya wakakak

  4. wkwkk dri awal bca ketawa mlu sma ni ff aplagi omakenya keren thor tpi entah mngapa aq ngebayangin naruto sma sasuke wakkkkkk.

  5. Kwwkwkk micheosso.. jiyi ah.. tuh kan untung sj yeolli jg sk dirimu kekekek gmn klo bnr2 belok.. omg.. kwkwkw.. jiyi bnr2 jahil bngt.. itu si baekki sk main lempar aja ke jiyi ga lama gw lempar jg si baekki.. wkwkwk.. plak.. lucu deh ffnya.. next dong.. hmm wah haepa jd oppa jiyi ada ff haeji ga?

  6. Lucuunya tingkah si Jiyeon hehe.
    Oia, pas sekali baca sempet salah liat nama Kei jadi Kai. Sempet mikir: apa si Baekhyun gay beneran di sini? Eh gataunya salah liat wkwkwk

  7. Ada apa pula, namaku disebut di sini. Mimpi apa aku…hadeuHH! Tapi gapapah, jadi beken! Idenya bagus juga. Keren. Ini anak sekolahan banget. Di bilang di atas, Chanyeol otaknya belok…hadeuuuuhh lagi! Fujoshi. Kesannya aku doang yg fujoshi di dunia ini. Tuh yg nyontreng ‘like’ Bang Jali, tih pentolannya exobrothershippff.wp.. Itu Bossnya! /SiapBoss!/
    Jiueon jadi kemakan kehilaannya sendiri. Senjata makan tuan! Ya, Baby, aku sih ga malasah dan ga tersungging sama cerita ini. Sebagai kaum fujoshi yang kronis, aku tidak malu dan tidak sungkan mengatakan aku sangat menyukai hal-hal semacam itu. Entah itu bener ato ga! Dan hebatnya aku kok bangga! Hahaha…aq fujo, sebelum aku kenal boybad, pertama aku nonton film QAF /Brian Justin/ itu film yg bikin aku terharu sekali. But itu AU, jd castnya meninggal. Selalu begitu kalo nonton film gay. Cedih!
    Ah pokonya ga bisa dijelasin dengan kata-kata kenapa menyukai hal itu, dan aku ga munafik aku suka hal-hal yang berbau erotis, terutama yaoi. /tergantung kita menyikapi lho dalam arti dewasa dan ga diumbar secara vulgar/ . Mungkin secara halus aku bilang aq ga phobia sama gay. Okay Baby, keep writing and cemungut!

    • Ihh…sama Kak Alana >_<
      tapi klo aku lebih suka pairing yang Jepang-jepangan dan mengggila di FFN ahaha 😀 😀

      Hihihi….miann yaa namanya kesebut ohoho 😀 😀 aku juga Fujoshi wannabe /slap/

      cip..cip…cip…makasi Kakaku sayang :*

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s