[Twoshoot 1/2] Please !

req-kim-rahay

Title : Please !
Author: Rahay™Kim
Cast : Song Da Mi | Kim Jong In |
Choi Bit Na | Do Kyung Soo
Other Cast : Kim Jong Dae | Byun Baek Hyun | Park Chan yeol | Kim Joon Myeon
Genre : Angst , Romance , Friendship
Length : Twoshoot
Rating : 15 +
Disclaimer : FF ini Milik Author . . Storyline milik author . . Cast yang di pake cuman numpang nama sama wajah ajah ya buat di poster . . thanks
Summary : “Tidak ! Bukan dia yang ku inginkan , Tapi . . Aku harus melakukan apa ? Tak ada yang bisa kulakukan karena lambat laun aku akan berhenti mempunyai keinginan . jadi , aku mohon , turuti saja satu keinginan ku”

Cr : Laykim © indo fanfictions arts
Thank You very much kak ^^
.
.
.

“Tidak ! Tidak mungkin !”
Yeoja itu menyeka air mata nya. bahkan sebelum ia terjatuh ke lantai , ia lebih memilih untuk segera ke dalam tangga darurat . Ia menutup pintu darurat itu rapat -rapat tak ingin orang lain melihat ia lemah ataupun terjatuh dan berteriak sesuka hati nya .dan , di sini adalah tempat yang paling baik.
“Nona , jika kau mendapatkan kemo pun itu tak akan berlangsung lama untuk mu bertahan hidup . Tidak ada jalan lain lagi , Pihak kami sudah berusaha yang terbaik”
Kalimat dokter Park terus saja mengiang di kepala yeoja itu seakan tak berhenti padahal ia sedang dalam kesendirian sekarang.
Tidak . Tidak ada yang bisa ia pikirkan Selain sosok nya , sosok yang sangat penting bagi kehidupan nya yang lalu , kini atau mungkin esok akan lebih penting lagi . Ia menggigit kuku nya menandakan perasaan nya yang takut dan gurat wajah nya yang begitu gelisah dan khawatir .
“Yeobeoseyeo?”

.
.
.
Gadis itu mendecak kesal pada pria yang di hadapan nya. “Pokok nya aku tak ingin menikah sebelum aku melahirkan bayi ini.”
“Baiklah , aku akan melakukan nya . sesuai perintah mu . dia anak kita , jadi jangan sebut dia dengan ‘ini’ . aku akan membicarakan nya dengan ibu mu besok”
Sang pria malah memeluk yeoja nya lembut dan erat .
“Sungguh , aku membenci mu . Kim Jong in”
Ujar si yeoja kesal .
“Tak apa , bencilah aku sesuka mu. aku sadar karena hal ini kau kehilangan banyak job mu sebagai model.-
Ia berhenti bersuara . kemudian melanjutkan sembari telapak tangan nya memegang kedua pipi yeoja itu .
“Jika tidak begitu , aku akan menunggu lama untuk menikah dengan mu , apalagi punya seorang anak .”
kata nya kemudian di lanjutkan dengan seringaian khas Kim Jong In dan kekehan pelan dan sukses membuat si yeoja yang tadi nya memasang muka kesal dan marah , merekahkan sedikit senyum dan tawa nya .
“Kau selalu sukses untuk menaklukkan amarah ku , Jong in”
Kemudian si yeoja mengacak rambut hitam milik Jong In seraya tertawa .
*

*

*
“Apa kau serius mau melakukan ini ? Hei , pikirkan lah pacar mu itu gadis yang baik, perhatian dan juga serasi dengan mu . Apa yang membuat mu merasa kurang , memiliki gadis seperti nya ?”
kata seorang bartender di sebuah club pada seorang pria yang masih setia duduk menghabiskan minuman beralkohol kadar rendah entah apa nama nya .
Setelah meneguk nya untuk yang kesekian kali ia menatap bartender yang mengutarakan pendapat nya pada diri nya yang kini sudah tak sepenuh nya dalam alam sadar nya .
“Tak tahu . hanya saja aku merasa tidak ada ruang lagi yang tersisa untuk nya sekarang. Perasaan ku berubah dan menghilang begitu saja”
Jawab nya dengan tatapan kosong. ia meneguk minuman itu sekali lagi. dan kemudian sang bartender mengambil segera gelas dan botol minuman nya.
“Sudah cukup untuk hari ini ! Kau minum terlalu banyak.”
Ia tak menjawab seperti nya namja itu sudah di bawah sadar nya sekarang.
“Kyung soo” seseorang menyebut sebuah nama. merasa di panggil ia menoleh ke arah suara , walau sejujur nya kepala nya sangat berat untuk menegak dan mata nya sangat lelah untuk memandang lurus ke arah objek yang menyebut nama nya tadi.
Seseorang itu mendekat
“Kau tak apa ? Kau sangat mabuk . Ayo ! aku antar kau pulang”
kata yeoja itu pada pria bernama kyung soo itu ia segera berniat untuk membopong nya .
“Tidak perlu !” kata nya menepis tangan yeoja itu ia kemudian beranjak sendiri dari tempat nya duduk .
“Sudah , aku yang akan membawa nya sampai ke depan dan menemukan taksi”
bartender itu dengan sigap bertindak dan membopong pria mabuk itu keluar dari club
“Terimakasih , Jong dae -ssi”
Kemudian di ikuti si yeoja dari belakang .
.
.
Sebuah taksi pun berhenti tepat di depan mereka . Bartender bernama Jong Dae itupun langsung merebahkan Kyung soo yang sudah tak sadar ke dalam taksi.
“Biar aku yang akan mengantar nya sampai apartemen, Da Mi -ssi”
Yeoja itu menahan lengan Jong Dae
“Ani , kau punya banyak pekerjaan . Biar aku saja yang mengantar nya. Terimakasih telah menolong ku Jong Dae-ssi”
Ia pun segera masuk ke dalam taksi setelah memberi salam hormat pada Jong Dae.
“Baiklah, Hati -hati . –
Pak supir tolong antar mereka ke apartement 201 ne .”
“Algeseubnida !”
“Hubungi aku jika sudah tiba Da Mi -ssi”
Interupsi Jong Dae melalui gerak tubuh nya , sementara Da Mi hanya melihat nya dari pantulan kaca spion .
*

*

*
“Bit Na -ya .”
panggil Jong In dari balik pintu kamar nya.
Tak ada jawaban apapun dari dalam dan ia yakin kini sosok yang ia panggik nama nya masih tertidur .
Ia membuka pintu perlahan dan segera membuka gorden di dalam kamar itu lebar -lebar dan sinar mentari langsung masuk tanpa perlu ijin dari pemilik kamar .
Yeoja itu mengerang keras , mengisyaratkan bahwa ia tidak ingin di ganggu waktu tidur nya .
“Tutup kembali gorden nya!Kau mengganggu ku Kim Jong In !”
Teriak nya masih di balik selimut nya dengan mata yang masih terkatup rapat .
Jong In hanya tersenyum saja padahal jelas Bit Na tak melihat nya . Ia menghampiri Bit Na yang masih tak bergerak di kasur .
“Bangun . Choi Bit Na . Aku tak ingin mengulang perkataan ku untuk dua kali , Kau ingat bukan hari ini kita akan membicarakan pernikahan kita pada Ibu mu . Jadi , ayo Bangun !” Kata Jong In sembari menarik selimut bit Na dan menggelitik perut nya .
Bit Na tertawa kegelian , “baiklah , baiklah jong In aku bangun.”
*

*

*
Wangi Sup semerbak sudah tercium di dalam seisi ruangan sebuah apartemen .
Seorang gadis dengan surai panjang tengah lihai mempersiapkan sarapan yang ada di dapur . Mulai dari menata piring dan alat sarapan lain nya hingga masak ia lakukan sendirian .
Seorang namja terbangun dari tidur nya karena salah satu indera nya mencium bau yang tak pernah ia lupa . Apalagi ? tentu saja makanan favorit nya untuk itu ia tak pernah lupa .
“Mwohani ?” Namja itu terduduk di meja makan sambil menatap punggung seseorang yang sedang membelakangi nya .
“Eoh ? Kau sudah bangun ? Cha ! sup nya sudah siap,makanlah. . itu sangat baik untuk menetralisirkan alkohol yang ada di tubuh mu. kau sangat mabuk tadi malam”
“Siapa yang membawa ku pulang ?”
“Kau bicara apa sih Oppa ? Kau mabuk di club nya Jong Dae dan akhir nya Jong Dae yang membopong mu sampai taxi dan aku yang membawa mu pulang sampai sini. Tadi nya , Jong Dae yang ingin mengantarmu . . tapi , aku yakin dia banyak perkerjaan. jadi, aku yang mengantar mu”
Yeoja itu telah selesai dengan aktivitas memasak nya dan ikut duduk bersama Kyung Soo , kini mereka saling berhadapan.
Kyung soo tak menjawab lebih jauh lagi ia hanya memakan apa yang di sediakan di meja makan .

“Da mi -a” Kyung soo bersuara .
“Eoh ? Oppa , aku ingin meminta sesuatu pada mu. bisakah ?”
Kini Yeoja bernama Da Mi itu menatap nya serius .
Kyung soo tak menjawab dan hanya melanjutkan sarapan nya.
“Oppa , ani . Kyung soo -a . . aku tak ingin melakukan hal ini dengan cepat , Tapi , karena mendesak . Kyung soo -a .. bisakah kita menikah lebih cepat ? Aku sudah menyiapkan semua nya .Kau tak perlu mengkhawatirkan apapun . Kita sudah cukup umur dan Dewasa – bisakah kita melakukan nya?”
Da Mi memasang ekspresi penuh harap , mata nya berkaca -kaca . Ia menatap penuh Kyung Soo dalam .
“Da Mi -a . . Aku fikir , Aku tak bisa melakukan nya”

“Kenapa ? Apa kau ingin mengatakan sesuatu pada ku ? Sudah ku bilang oppa kau –

“Da Mi -a ! ! Aku tidak bisa . Aku tidak mencintai mu lagi . Jadi , Uri Geumanhaja .”
“O -oppa . . Kyung soo -a”
“Mianhe , Jeongmal Mianhe . . Da Mi -a”
Mata Da Mi tak berkedip sedikit pun air mata nya mengalir deras begitu saja , Ia mengepal tangan nya erat . Mata nya Tak sanggup lagi untuk melihat bayangan Kyung soo apalagi sosok nya yang masih terpaku tak bergeming di depan nya .
Ia segera beranjak dari ruangan itu , dan keluar tanpa perlu ijin dari Kyung soo . bersuara bahkan menyebut nama nya saja sudah membuat nya sakit , apalagi ia mohon ijin untuk pergi keluar dari ruangan yang sukses membuat nya sesak nafas bahkan kehilangan akal nya rasanya seperti di tusuk berulang menggunakan belati yang berbeda jenis di saat yang sama .
.
.
.
6 Bulan berlalu . . .

“Hidup mu berkisar sekitar 2 -3 bulan ke depan , Da Mi -ssi”

Hanya itu Yang teringat di benak Da Mi saat ini , tak tahu apa yang harus di lakukan nya .
Sungguh ia tak pernah menjalani kemo yang hanya membuat nya muak dan pil -pil itu membuat nya semakin memperparah keadaan nya . Ia berjalan gontai keluar dari lobby rumah sakit , kemudian ia terduduk di sebuah taman rumah sakit di bawah pohon besar yang rindang. ia melihat orang -orang di sekeliling nya . sesungguh nya , ia tak pernah mendapatkan perawatan khusus untuk penyakit nya, ia hanya rutin check up ke rumah sakit dan sisa hari nya ia gunakan seperti orang sehat dan normal menjalankan aktivitas nya sebagai pekerja tetap di salah satu departemen store .
Dan di saat seperti ini hanya rasa iri yang ada di kalbu nya , iri melihat orang -orang sakit itu ada yang masih setia mengurus nya sedangkan Da Mi ? oh , ayolah ..Ia hanya seorang Gadis yatim piatu yang merantau dari Provinsi Korea paling ujung Busan menata hidup nya Di Seoul sendirian untuk menjadi lebih baik . Dan Sungguh ia sendirian sekarang . Jika dulu , Ada Kyung Soo yang selalu ada di samping nya kini Namja itu juga pergi meninggalkan nya Sendiri di ambang batas kehidupan nya .


“Dokter Kim ? Sedang apa ?” tanya seseorang namja berperawakkan tinggi sedang dari kejauhan .
“Hei! Dokter magang ! Kemarilah sebentar”
Perintah Si Dokter yang jabatan nya lebih tinggi dari seseorang yang ia panggil itu.
“Ada apa ?”
Kini sang dokter magang sudah berdiri tepat di samping Dokter yang memanggil nya dengan sebutan ‘dokter Magang’
Dokter bermarga Kim itu menunjuk ke sebuah arah , manik sang dokter magang mengikuti arah mana yang ia tunjuk .
“Kau lihat , Yeoja yang di sana ?”
Ia menyipitkan mata nya hanya bermaksud untuk membuat fokus nya menjadi lebih jelas .
“Nde . . Ahhh . Yeoja itu , Dia salah satu pasien yang di tangani oleh Dokter Park . Kalau tidak salah”
Dokter Kim mengelus dagu nya dan mengangguk mengerti, “Baiklah , lanjutkan pekerjaan mu Dokter Byun” Dokter Kim menepuk pelan bahu Si dokter magang dan segera keluar dari ruangan yang membatasi nya melihat yeoja itu .
‘Aku yakin , ini bukan perasaan apa -apa . Hanya sebatas iba sesama manusia dan karena tuntutan profesi ku yang mengubah hampir sebagian kepribadian ku menjadi orang yang sensitif atau mungkin peka bisa di masukkan ke dalam arti dan hal yang sama dalam kamus Kim Jong In’
Jong In bergumam pelan sebelum langkah nya berhenti tepat di depan Yeoja yang tadi sukses menggerakkan hati nya .
Ia menjulurkan tangan nya yang sudah memegang sebuah sapu tangan biru laut pada si Yeoja .
“Ini bukan tempat untuk menangis , Orang -orang di sini sudah cukup menderita melawan penyakit mereka , Jika kau di sini menangis di depan orang -orang itu , Percayalah kau hanya mematahkan semangat api mereka dan menambah beban orang di sekitar nya”
.

.
Yeoja itu beranjak bangun dari tempat nya duduk dan menampik keras tangan pemberi sapu tangan biru laut itu .
Kau seorang dokter , tapi . sungguh kau tak bermoral seorang dokter .”
Sungguh , baru pertama kali ia di perlakukan seperti ini. dan Lagi , Yang membentak nya adalah seorang perempuan. Bahkan , Segalak dan semarah nya Bit Na pun tak akan ia berkata seperti itu pada Jong In .
“Ani , M-maksud ku bukan seperti itu. .”
Percuma saja , kesan pertama si yeoja terhadap JongIn yang memang menyebalkan membuatnya tak perlu capai -capai menolehkan kepala nya ke arah JongIn berdiri . Ia hanya melanjutkan Langkah nya walau sebenar nya ia tahu , apa yang dokter itu katakan memang benar ada nya.
*

*
Entah apa yang ada di otak Da mi saat ini ,pola pikir nya tak pernah jauh dari penyakit nya dan Kyung soo. Ia sadar betul Kyung soo sudah mengakhiri semua nya dengan diri nya. tapi , Ia juga sadar tak ada jawaban pasti dari diri nya tentang perpisahan mereka . Atau nama nya itu Keputusan Sepihak bukan ?!?
Dan , Sosok Namja tadi meningatkannya pada Kyung soo. Kyung soo yang selalu berkata dingin dan menjawab apa ada nya . itulah sosok yang Ia Rindukan dari Kyung Soo , Walau ia tau dan sadar betul tabiat Kyung Soo tidak lah Terlalu baik tapi ia tetap menjadikan Kyung Soo sosok namja paling baik nomor satu di hati nya .
‘Aku merindukan mu , Kyung Soo’
Satu yang tak pernah Da Mi pikir kan apakah sebuah ‘Karma’ berlaku untuk diri nya yang bahkan sebentar lagi akan di jemput kematian dan Kosakata itu baru saja terlintas di pikiran nya ketika Iris mata nya menangkap sesosok Di layar LED yang terpampang di pusat kota di salah satu gedung pencakar langit di Seoul ini.
‘Apakah ini sebuah hukuman karma dari mu ? Kau bahkan tetap menjadi Sinar dan aku hanya menjadi debu yang di sinari Cahaya mu sekarang’

Flashback ~~~~~~~~~~~

“Tak perduli seberapa banyak aku berusaha,Dia yang tetap menjadi nomor satu”
Ia bergumam asal sembari berdiri di depan papan mading yang di tempeli kertas pengumuman hasil tes kelulusan mereka. Setelah bosan menatap kertas yang berisi ratusan nama siswa dengan angka dan skor ia mengalihkan fokus nya kepada seseorang yang sedang berdiri di ambang pintu kelas dengan beberapa orang yang mengelilingi nya . Bahkan senyum nya masih merekah dan tak ada rasa bersalah apapun di mata nya .
Tangan nya melipat di dada menambah kesombongan yang sudah terlukis di wajah Yeoja itu menambah muak untuk di lihat.
akhir nya Ia pun berjalan ke salah satu tangga dan duduk di salah satu anak tangga yang cukup sepi itu .
“Da mi -a” suara lembut seorang yeoja datang dan duduk di samping Yeoja bernama Da Mi itu tanpa perlu ijin lebih dulu karena disini Da Mi hanya lah siswa dengan bantuan beasiswa jadi , tak bisa dengan seenak nya mengatur tempat duduk orang yang kelas nya lebih tinggi dari nya.
“Eoh , ternyata kau Bit Na. Ada apa?”
Sapa nya malas , itu cukup terlihat di sorot mata nya yang memandang lawan bicara nya hanya sekilas tanpa ada rasa tertarik untuk berbincang lebih jauh lagi .
“Yaa . . kenapa wajah mu begitu ? Ayolah , , ini hari kemenangan untuk kita . Jangan memasang wajah cemberut dan bete seperti itu .Da mi”
Da Mi tersenyum kecut , sungguh ia muak dengan sahabat nya yang sudah berteman 6tahun lama nya sejak sekolah menengah pertama mereka dan sekarang hari kelulusan mereka dari sekolah menengah atas Busan dan Da Mi benar -benar di buat bete oleh sosok yang selalu berada di sampingnya seperti parasit .
Ia kemudian mengubah raut wajah nya menjadi sedikit gembira walau orang lain yang melihat pun akan tahu , kalau itu raut wajah gembira yang di paksakan .
Da mi bertepuk tangan heboh sampai menggema di satu koridor lantai 3 itu.
“Selamat Kepada Choi Bit Na sebagai lulusan nomor satu terbaik dari SMA Busan . Congratulations ! Congratulations”
Bit Na melongo kaget atas ucapan Da Mi yang cukup keras untuk nya , bahkan ia hanpir menangis dan yah , Bit na memang gadis yang mudah tertipu oleh perkataan dan suasana .
Da Mi memeluk nya singkat . Dan kembali mengumbar senyum palsu nya.
“Wah ! Aku tidak menyangka kau akan se excited itu atas kelulusan ku sebagai nomor satu di SMA ini .
dan Selamat juga untuk mu sebagai nomor lima lulusan terbaik di SMA busan Ini”
Bit Na berkata begitu antusias sampai -sampai hampir saja tubuh nya jatuh ke belakang karena posisi duduk nya yang tak benar beruntung DaMi langsung menahan tangan nya.
“Hooh , hampir saja aku jatuh . Amudeun ! Terimakasih DaMi kau sahabat paling baik yang ku miliki”
Bit Na ingin memeluk Da Mi lagi , namun ia menolak
“Jangan memeluk ku terus , orang akan beranggapan lain nanti.”
Da Mi beranjak dan merapihkan seragam nya yang sedikit kusut , karena sesungguh nya ia tak senpat meyetrika seragam nya di panti karena beberapa alasan. seperti banyak setrikaan yang harus didahulukan daripada meyetrika seragam sekolah nya sendiri itu termasuk salah satu alasan seragam nya terlihat kusut di sudut sana sini.
“Bit Na ! kau di panggil Kepala sekolah untuk segera ke auditorium .”
Teriak seorang siswa laki -laki . Sekali lagi , ck . Bit Na benar -benar bangga dengan prestasi nya menjadi nomor satu . Senyum nya merekah
“Da Mi , aku harus pergi . dan kau juga”
Bit Na menarik Da Mi sebagai ajakan karena sesungguh nya hanya Bit Na seorang kelas atas yang mau berteman dengan anak jalur beasisiwa seperti Da Mi , bukan nya tak ada anak seprti nya , Hanya saja mental dan Hati serta kesabaran tak ada yang sekuat baja seperti Da Mi . Kebanyakan dari mereka keluar dan kembali ke sekolah lama mereka karena sistem yang terlalu ketat dan tentu saja anak -anak siswa yang ikut mempengaruhi sisi psikologis mereka .
Da Mi melepaskan pegangan tangan Bit Na .
“Maaf , Aku harus segera kembali ke panti , karena bibi Ma ada urusan mendesak”
Da Mi segera berbalik arah dan meuruni tangga menuju lantai bawah .
“Baiklah , Hati -hati Song Da Mi”


Da Mi berjalan keluar melewati lapangan yang luas SMA Busan kemudian ia kembali menoleh seakan kembali mengingat apa saja yang terjadi selama tiga tahun di SMA ini . Walau ia tahu betul tak ada satu hal pun yang ia anggap sebagai yang ‘spesial’
tak seperti kebanyakan orang melewati masa SMA mereka dengan canda dan tawa . Tidak dengan Da Mi . Ia melewati hal seperti itu bersama Bit Na tentu saja tapi , ia akan lebih menanggap itu sebagai Kemunafikkan diri nya terhadap Bit Na yang kelihatan nya Tulus -Tulus saja .
Bit Na memang gadis yang baik bahkan Da Mi pikir ia terlalu polos dan Lugu sehingga untuk menyadari suatu hal yang tulus dan yang tidak saja begitu lama .
Mungkin Bit Na akan berpikir hasil kerja keras nya belajar kemarin -kemarin selama empat musim yang berganti adalah Kelulusan nya sebagai peringakat satu di SMA Busan . Da Mi tau bukan itu kebenaran nya.
Karena jelas tepat sebelum ujian kelulusan setelah ia membereskan meja guru Bum Seo ia melihat Bibi Choi Soo Young Ibu nya Bit Na berbincang dengan Pak Kepala sekolah dan tentu saja dengan Pak Bum Seo juga jelas itu terdengar karena Da Mi yang sedang membersihkan Toilet ruang guru yang bersebelahan dengan Ruang Kepsek .
“Pastikan Anak ku Choi Bit Na yang menjadi lulusan peringkat pertama di SMA busan ini nde , Pak Kepala Sekolah?”
Sungguh , jika ia ingat kembali hal itu membuat nya semakin muak saja dengan Bit Na . Entah Jalan Da Mi yang ceroboh atau sesuatu yang lain yang membuat nya menabrak sesuatu . Atau , lebih tepat nya seseorang .
“Mian , Kau tak apa ?”
Seorang Namja membantu Da Mi berdiri setelah jatuh terduduk di atas hamparan pasir di lapangan sekolah . Ia menepuk rok nya yang terkena pasir . Barulah Manik Da Mi bertemu dengan manik milik Namja itu .atau lebih tepat nya Da Mi terkejut saat ini begitu juga dengan Kyung soo ia terkejut . itu terlihat jelas di mata nya namun karena ekspresi indra nya yang lain yang biasa saja ia tak terlihat terkejut bahkan sebalik nya lebih terlihat Cool dan menawan .
“Kau baru datang Kyung Soo -a ?”
Kyung Soo mengelap peluh nya dengan handuk kecil yang tergantung di leher .
“Aku baru saja selesai bermain bola dengan anak -anak . Kau tau kan ? Hari ini kita Lulus dan tak ada salah nya kan bermain di lapangan sekolah untuk yang terakhir ?”
Da mi mengangguk pelan dan mentautkan senyum nya manik nya hanya menatap lurus ke bawah melihat kaki Kyung soo yang masih menggunakan sepatu olahraga . Kyung soo tersenyum memamerkan senyum khas Do Kyung soo yang sangat jarang di lihat . Pendiam , Cuek dan Jarang tersenyum itulah tipikal Kyung Soo .
“Kau tak Ikut Upacara Pelepasan ? Hampir di mulai atau mungkin sudah . .”
Kyung soo mendecak dan berkacak pinggang
“lalu , Kau sendiri bagaimana ?”
Da mi mentautkan alis nya . Jika ia menjawab ia terlalu malas untuk bertemu orang -orang kelas atas yang bukan level nya , Oh ayolah tidak mungkin ia beralasan seperti itu di depan namja yang menjadi perhatian nya sejak ia mengikuti klub sastra sejak awal kelas 2 di SMA Busan ini ditambah ia juga termasuk kalangan atas .
“Hanya.. -”
Kyung soo segera tersenyum penuh arti ia memegang tangan Da Mi dan mengajak nya untuk segera pergi kemanapun ia melangkahkan kaki nya.
“Berhadapan dengan mereka yang kelas atas dan guru yang tak pernah melihat kita memang menyebalkan dan melelahkan .Bukan begitu ? . Kita sudah di nyatakan lulus dari pada membuang waktu dengan mereka aku punya solusi yang lebih baik”
Kata nya masih berjalan lurus ke depan tanpa menoleh ke arah Da Mi.
Tak pernah terpikirkan oleh Da Mi bahwa Kyung Soo ternyata Yahh orang yang cukup baik dan mengerti keadaan .
Da Mi hanya tersenyum simpul dan menerima ajakan kyung soo. kemudian otak nya mencerna kalimat
‘Guru tak pernah melihat kita ?’ yang ia tahu Kyung soo juga termasuk anak yang dibanggakan oleh sekolah karena Prestasi nya dari sepak bola ia juga cukup pintar dalam sastra walau tak jarang ia mendapat masalah sampai berujung ke ruang BK ataupun ruang Guru . dan itupun karena ia berteman dengan anak gangster Xi Lu han.
“Kyung . dari mana kau tau apa yang ku pikirkan ? dan soal Guru yang tak pernah melihat mu seperti nya itu salah. Kau juga kan termasuk Anak kelas Atas.Jadi”
Kyung soo menoleh dan menghentikkan langkah nya begitu juga dengan Da Mi.
“Pikiran mu itu belum terbuka Song Da Mi”
Kyung soo tertawa seraya mengelus pucuk rambut Da Mi . Jantung Da Mi berdebar entah karena ia khawatir terlihat bodoh di depan Kyung Soo atau karena perlakuan Kyung soo pada nya barusan.
“Ayo , Aku tunjukkan hal yang harus kau tau dan biarkan aku yang membuka pikiran mu Da Mi”
Kyung soo kembali melangkah dan tentu saja tak lupa menggandeng lengan Da Mi erat . Sungguh , Da Mi kehabisan kata -kata melihat Kyung soo yang sungguh berbeda dari hari -hari lain nya . Bukan nya ia tak bisa berbincang dengan Kyung soo hanya saja seperti nya Kyung soo akan merasa keberatan jika ada dua orang yang menempel di sekitar nya setiap waktu.
Dan baru saja ia hilang ingatan termasuk melupakan satu teman nya itu kini ia kembali ada di otak Da Mi siapa lagi ? Tentu saja Bit Na . ‘Bit Na’ gumam nya dalam hati . Ia tahu betul Bit Na sangat menyukai Kyung soo ia benar Do Kyung soo yang sedang bersama nya sekarang . Kyung soo yang sedang memegang lembut tangan nya.
Dalam kurun waktu selama mereka sekolah tak pernah sekali pun Da Mi memenangkan Ego nya untuk diri nya sendiri , Bit na lah yang selalu mendapat kan nya dan termasuk soal pacar pertama Da Mi seorang Sunbae nama nya Joon Myeon dan sesungguh nya ia tak pernah benar benar melupakan Joon Myeon tapi , sudahlah Cinta itu dan rasa itu seperti nya sudah jadi angin lalu .
‘Sekali saja . Bit na , Aku ingin menyamakan langkah ku dengan mu sekali saja. Biarkan Kyung soo Untukku’
Mereka tiba di sebuah rumah yang cukup besar . lebih tepat nya itu sebuah istana bagi Da Mi. Mana pernah ia melihat rumah sebegitu besar nya paling juga ia hanya melihat di majalah ataupun Televisi.
dan terlihat seorang pria yang umur nya setengah dari mereka sedang mencuci mobil. Kyung soo mentautkan senyum nya dan menghampiri Lelaki tersebut .
“Appa !”
‘Appa’ Da mi mengerutkan kening nya mnecerna kosa kata yang baru saja keluar dari mulut Do Kyung Soo . mata nya membulat ia berusaha membuat pemikiran lain namun tak ada guna nya .
“Da Mi -a . Ini Appa Ku . Insahae . Dan Appa ini , yeoja ini -‘
“Ahh , iya appa tau . Yeochin mu kan ? Aigoo , Cantik sekali”
Da Mi membulatkan mata nya lagi dan menatap kyung soo yang sudah menggaruk tengkuk leher nya yang Da Mi tau itu tak gatal. Da Mi pun membungkukkan badan nya 90 derajat.
“A-anyeonghaseo , Da Mi . Song Da Mi -ibnida . Bangapseubnida . Ahjussi”
Sang Appa tertawa dan menyambut hangat Da Mi dan mempersilahkan masuk Da Mi ke dalam rumah nya. Bukan lewat pintu utama melainkan rumah yang berada di samping bangunan utama . Bangunan dengan dekor yang sama hanya lebih minimalis .
“Ini rumah ku. Appa ku bekerja sebagai Supir dan Sekretaris keluarga ini. Jadi, Kita berada di level yang sama bukan kah begitu Da Mi?”
Kyung soo bertanya sakartis , dan Da Mi mengulum senyum simpul nya dan menangguk.
“Maaf Kyung soo”
Kyung soo mentautkan alis nya bingung dan membuka mulut nya
“Ahh , Tak apa . Sudah lama sekali aku ingin memperlihatkan rumah ku pada seseorang. Tapi , mereka semua kelas atas tak mungkin mau ke sini .”
Sang appa kemudian datang dari dapur dan membawa tiga cangkir teh dan beberapa camilan dan kali ini ia telah berpakaian rapih .
“Ahjussi , tak perlu repot -repot . aku hanya sebentar saja berkunjungnya.”
“hei , tidak jangan begitu . Kau kan pacar nya Kyung Soo tinggallah lebih lama lagi , Oh ya . Kyung soo Ayah harus pergi
Tuan Kim sudah menunggu ku dan Jaga Byul ia sedang tidur sekarang”
“Kau punya adik?”
Kyung soo hanya mengangguk dan mengantar ayah nya menuju pintu keluar .
“Hati -hati, Jangan berkemudi jika mabuk nde?”
“Da Mi . Ahjussi pergi dulu”
“nde . . Anyeonghaseseyeo , Hati -hati ahjussi”
Da Mi berdiri di samping Kyung soo dan memberi salam hormat .
“Jadi,apa Luhan juga termasuk?”
“apa?”
“Yang tak pernah kesini?”
“Untuk dia pengecualian.Sesekali ia kesini jika sedang bermasalah dengan keluarga nya . menurut nya ini adalah tempat teraman karena yang orang tahu ini adalah rumah keluarga Kim”
Da Mi mengangguk kemudian meneguk secangkir teh nya. dan Kyung soo masuk ke kamar nya untuk berganti pakaian .
“Kyung. Dimana adik mu tidur?”
Da Mi berkeliling melihat -lihat isi rumah Keluarga Do .
“Di kamar berpintu dengan cat putih dekat dengan Kamar Mandi”
Kata Kyung soo dari kamar nya.
“Ne”
dan fokus nya berhenti pada sebuah lemari dengan banyak sertifikat penghargaan dan piala dan tentu saja itu atas nama Do Kyung soo .
‘Eoh , Chang Won Busan High School ? bukan kah itu SMP ku’
Kyung soo keluar dari kamar nya sudah berpakaian Kaos dan celana jeans ia berjalan ke arah Da Mi berdiri .
“Ada apa ?”
“Eoh ? Apa kau dulu bersekolah di Chang Won High school? Kyung?”
“Tidak , Oh . Piala itu milik anak dari keluarga Kim kedua anak nya bersekolah di sana. Wae?”
Kyung soo bertanya menyelidik , Da Mi menoleh sekilas ke arah Kyung soo.
“Tidak , hanya . Tidak jadi , bukan hal penting”
“Benar tak ada yang penting ?”
“Oh ya ! Aku ingin lihat adik mu”
Da Mi mengganti topik , meningat Do Kyung soo seperti nya bukan orang yang cocok untuk punya seorang adik perempuan. itu sedikit menggelitik hati Da Mi .
Kyung soo hanya menggelengkan kepala sebenar nya sudah lama ia ingin berbincang dengan teman dari Bit Na namun selalu saja Bit Na dan Bit na yang mengajak nya ngobrol.
“Aigoo , Gwiyeowo..Tidur yang nyenyak anak manis”
“Ketika bangun ia seperti singa kau tau? berhentilah memuji nya , Da Mi . Kupastikan kau melihat sosok asli nya ketika ia bangun nanti”
Da Mi menoleh ke arah Kyung soo.
“Kau itu jealous karena aku tak memuji mu atau -”
Kyung soo menempelkan bibir nya ke bibir merah Da Mi. untuk sekian detik , Kyung soo memejamkan mata nya dan Da Mi yang memang terkejut hanya terdiam dan akhir nya ikut menutup mata nya .
“Hey ! Apa yang kalian lakukan ?”
tiba -tiba suara datang dan seseorang telah berdiri di ambang pintu kamar Byul . Kyung soo langsung tersentak begitu juga dengan Da Mi.
Mata Da Mi membelalak hampir keluar ketika melihat sosok yang berdiri di pintu nya .
“Bit na -a Ada apa ?”
Dan lagi , sosok yang memanggil Bit Na tak kalah membuat jantung nya terasa copot.
Bit Na tak berkata apapun dan segera keluar dari ruangan itu . dan Kyung soo hanya melihat Da Mi yang gurat wajah nya begitu terkejut.
“Joon Myeon -sunbae .”
“Kau Da Mi? Oraemaniya . Mian aku harus pergi . Bit na ! Bit na !”
Tepat setelah ia membalas sapaan Da Mi ia langsung pergi mengejar Bit Na. Yang jelas ia tak terlalu mementingkan kehadiran Da Mi .
“Yaa , Da Mi . Gwaenchanha?”
Kyung soo mengguncang tubuh da mi yang membeku. Barulah manik Da Mi kembali melihat Kyung soo yang sempat ia lupakan kehadiran nya .
“Keluarga Kim , Apa Joon Myeon itu anak nya?”
“Ya , dia anak nya. Dia sunbae mu waktu di SMP ?”
“Aku harus pergi , Kyung soo”
Da Mi menghela nafas nya dan berjalan keluar dari kamar Byul mengambil tas nya dan segera berjalan ke pintu keluar .
Kyung soo mengikuti nya hingga pintu keluar dan menahan tangan Da Mi agar menghentikkan langkah nya . Dan tak jauh Bit na dan Joon myeon yang sedang berdiri melihat nya .
“Tunggu , Da Mi .”
Kyung soo masih menahan Da Mi manik nya melihat ke arah Bit Na dan Joon myeon kemudian kembali melihat Da Mi .
“Aku ingin mengkonfirmasi satu hal”
Kyung soo berkata yakin , Da Mi menoleh .
“Konfirmasi ? Apa?”
“Jadilah pacar Ku , Song Da Mi. Berhenti memikirkan ataupun membahas Namja lain selain Diri ku”
Da Mi membulatkan mata nya alis nya tertaut ia melihat kedua orang yang tengah menyaksikan adegan mereka berdua.
‘Aku sudah melepaskan Joon Myeon sunbae untuk mu. jadi , Biarkan Kyung Soo menjadi milik ku . Choi Bit Na .
“Aku menyukaimu Do Kyung soo”
Flashback End ~

Author Note :

TBC ? IYa ini TBC . . Karena Ini FF oneshoot sebener nya tapi entah kenapa bisa jadii twoshoot .. karena author nya suka ngalor -ngidul kasana kemari #abaikan :v
So , Apa yang kalian dapet dari FF ini untuk First Shoot nya ? Kesel ? Bingung ? Abstrak ? Ga dapet feel apa pun? Gpp . .
Author masih Baik -baik ajah . . Yang penting Comment kalian sebagai bentuk motivasi dan apalah” untuk saya . .
Nunggu Part dua nya ? Okeh . . Nunggu Author nya ajah nge post lagii ya . . Bye ^^
XOXO :*

Keep RCL ^^ #bow90°

Advertisements

2 thoughts on “[Twoshoot 1/2] Please !

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s