[Drabble Series] – How To #2

HOWTOSERIESPOSTER

| Title : How To #2 | Author : knock13 | Main Cast : Bae Irene, Xi Luhan | Genre : Romance, Comedy | Rating : G | Length : Drabble |

Disclaimer : Storyline is mine. Typo(s) everywhere. Please, don’t be a plagiator. Enjoy!

Summary : Irene sudah mengucapkan selamat tinggal pada paginya yang damai sejak tiga bulan yang lalu. Sekarang, bagaimana caranya agar Irene bisa menendang lelaki itu keluar dari apartmentnya?

Previous : How To #1

“Kau tidak sarapan?” Irene menoleh sekilas ke arah Luhan yang tengah duduk di meja makan menyantap sarapannya.

“Aku sarapan di kampus.”

“Kau tidak menunggu ku?”

Pertanyaan Luhan membuat Irene memutar matanya malas lalu bergegas memakai sepatunya kemudian melangkah keluar apartmentnya. Perlu digaris bawahi, apartment itu adalah miliknya. Bae Irene. Seutuhnya MILIKNYA. Setelah berada di luar gedung apartment, Irene berbelok menuju sebuah cafe yang menyediakan sarapan bagi orang-orang kantoran sibuk yang tidak sempat lagi membuat sarapan sendiri juga mahasiswa maupun siswa yang terlambat bangun dan tidak sempat sarapan di rumah. Apakah Irene masuk ke dalam dua kategori tersebut? Jawabannya tidak. Pertama, dirinya bukanlah orang kantoran yang se-sibuk itu. Irene masih seorang mahasiswi. Kedua, dirinya juga tidak bangun terlambat. Kuliah Irene dimulai pukul 10.00 dan saat ini jam baru menunjukkan pukul 08.15. Irene memilih untuk sarapan di cafe tersebut karena malas berdebat dengan Luhan. Ini masih pagi dan berdebat dengan Luhan hanya akan membuat kerutan di dahinya muncul.

Irene berjalan memasuki cafe tersebut lalu berhenti tepat di depan kasir. Kasir yang memiliki name tag – Do Kyungsoo – tersebut menyambutnya ramah dengan senyum khas miliknya. “Irene-ssi? Seperti biasa?” Irene mengangguk kecil lalu menyodorkan beberapa lembar uang pada Kyungsoo. Selesai membayar Irene memilih tempat duduk di pojok cafe dekat kaca raksasa yang memisahkan cafe tersebut dan jalanan Seoul. Irene memilih tempat di pojok karena tidak akan ada orang yang akan lewat di sampingnya juga dirinya bisa memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang di luar cafe.

“Oh astaga.” Irene memijat pelipisnya yang terasa berdenyut. Luhan. Nama itu kembali terlintas di pikirannya beserta segala macam cara yang harus dirinya lakukan agar lelaki itu bisa keluar dari apartmentnya. Xi Luhan. Lelaki itu adalah mimpi buruk yang datang ke dalam kehidupan Irene dimulai sejak tiga bulan yang lalu. Luhan adalah putra rekan bisnis Ayahnya yang dititipkan pada orang tuanya atau lebih tepatnya kepada Irene dengan tujuan agar lelaki bermarga Xi tersebut menjadi pribadi yang lebih baik. Pertanyaan yang berputar-putar di kepala Irene saat ini adalah jika Tuan dan Nyonya Xi menyerah akan sikap urakan Luhan, bagaimana dengan dirinya?

“Permisi, ini pesanan anda.” Suara seorang gadis menarik Irene kembali ke dunia nyata. Irene berbalik lalu tersenyum kecil dan mengucapkan terima kasih.

“Selamat menikmati.” Irene menganguk pada gadis pelayan cafe tersebut lalu mulai menyantap pesanannya setelah gadis pelayan cafe tersebut telah pergi dari hadapannya. Irene menyukai cafe ini, karena cafe ini selalu tenang dan damai. Irene tidak menyukai tempat yang ramai dan terlalu banyak orang, dirinya tidak bisa bersosialisasi dengan baik. Karena itu Irene berusaha menjauhkan diri dari keramaian dan keributan, kecuali…..

“Irene!!!!” Suara lengkingan Wendy; sahabatnya yang super aktif dan cerewet dan sangat bertolak belakang darinya membuatnya menoleh ke arah pintu cafe. Well, bukan hanya dirinya saja, melainkan beberapa pengunjung cafe yang menghentikan kegiatan sarapan mereka untuk melihat pemilik suara yang mengganggu pagi tenang mereka. Wendy melambaikan tangannya pada Irene lalu tersenyum lebar.

“Hei, hei, kau tidak bosan sarapan disini?” Irene menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Wendy, bosan tidak bosan, Irene tidak punya pilihan lain. Karena terakhir kali dirinya sarapan bersama Luhan, kerutan di dahinya bertambah satu. Menyebalkan sekali.

“Kenapa kau tidak sarapan di rumah saja?”

“Hanya mencari suasana baru.”

“Kau yakin?” Wendy memicingkan matanya pada Irene.

“Kenapa kau melihat ku seperti itu?”

“Tidak ada. Hanya saja…hei, aku akan menginap di rumah mu malam ini.” Ucapan Wendy membuat Irene nyaris menyemburkan Americano yang diteguknya. Tidak. Tidak boleh. Tidak boleh ada seorang pun yang tahu bahwa di apartmentnya ada seorang lelaki urakan dan menyebalkan bernama Xi Luhan.

“Itu…aku akan menginap di rumah Krystal malam ini. Dia baru saja menelepon ku tadi.” Irene menggaruk tengkuknya, berbohong bukanlah keahliannya.

“Krystal?”

Irene mengangguk.

“Krystal sudah berada di L.A sejak tiga hari yang lalu…..” Wendy menatap Irene dengan sebuah smirk yang nampak di wajahnya, “….kau tahu? Kau tidak pandai berbohong, Irene. Aku tidak tahu apa kau ingin menyendiri atau apa ini ada hubungannya dengan lelaki tinggi nan tampan yang menyambut ku di apartment mu tadi?”

Glek!

Irene meneguk salivanya lalu menatap Wendy dengan ekspresi terkejut yang tercetak di wajahnya. Hancurlah sudah reputasinya. Bae Irene, gadis yang memilik masalah bersosialisasi dengan orang lain malah tinggal dengan seorang lelaki di apartmentnya.

.

.

.

Enjoy! Jangan lupa meninggalkan jejak~ 🙂

Thank You.

With Love,

knock13

Advertisements

7 thoughts on “[Drabble Series] – How To #2

  1. Aiiiih irene ketahuan bohong xixixi
    Annyeoooong ^^
    Menarik bgt ceritanya . Pasti jadi pengganti what if yg menarik hehe
    Mgkn pemikiran ayah ibu luhan adalah seorang irene yg bs merubah anaknya menjadi lebih baik hehe (sok tau)
    Aaa wendy-ssi kau ini bs aja jebak sahabatmu yg ga bs boong hihi lucu ketangkep basah.

    Fighting ^^

    • Soalnya Irene ngga pinter bohong XD
      Holooo halooo~~
      Tapi ngga bakal se-baper what if kok :’)
      Padahal Irene aja pusing sendiri wkwk
      Wendy mah gitu :’)
      Sippp~~
      Makasih sudah baca dan komen~ 🙂

  2. Oalaaahh ternyata mas lulu kelewat bandel makanya dititipin ke irene
    Tapi irene bener juga sih, orang tuanya sendiri aja ga sanggup ngurus luhan gimana ceritanya irene bakal sanggup
    Kecuali yahhh ada maksud terselubung dibalik acara titip anak itu
    Mbak Joohyun jangan ansos gitu dong mbak, galak sih galak aja, jangan ansos
    Ditunggu kelanjutannya 😀

    • Kasian Irene nya kan XD
      Maksud terselubung? :3
      Irene ngga anti sosial kok, dia cuma ngga bisa bersosialisasi dengan baik aja
      Sippp~~
      Makasih sudah baca dan komen~ 🙂

  3. jadi Luhan dititipkan ke Irene, tapi benar juga kata Irene, orang tua Luhan aja nyerah hadapi sikap urakan anaknya bagaimana dengan Irene, kenapa harus dititipkan sama Irene? Panasaran~

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s