Love Poison [ Oneshoot ]

tumblr_mvp9bzviXg1s226pfo1_500

Author | Babyrosse | Tittle | Love Poison


Cast | Lay-EXO | Irene-Red Velvet


Support cast | just find by your self


Genre | School life | Fantasy | Rated | Teens | Length | OS


Disclaimer


Harry Potter and all of the property is belong to


J.K Rowling©


but


Keep calm the story is belong to


Babyrosse©

.
.
.
.
.


Love Poison


Lesson number #45

.
.
.



“Darimana saja? Nih…makanan penutup sudah dimulai.”


“Hn, ada kelas tambahan dari Professor Taemin.” Lay kemudian mengambil duduk disamping teman berambut pirangnya─Park Chaneyol─dan mencomot puding caramel di meja panjang asramanya.


“Aahh…jinjja setelah ini ada kelas Professor Jungshin…” kata Chanyeol keras-keras dan bergidik sebentar.


“Siapa suruh meniru jadwal semester pertamaku?─Oh ya bagaimana dengan tongkatmu? sudah beli yang baru?” tanya Lay sambil menyuap lebih banyak potongan puding sebelum jam makan siang usai.


Chanyeol memasang wajah memelas dan mengeluarkan sesuatu dari balik jubah hitam Sekolahnya, sebuah tongkat dari kayu eboni yang patah dan hanya dihubungkan oleh selotip. “Tongkat pesananku belum datang, hikss…aku tak mengkhawatirkan pelajaran ramuan Professor Jungshin tapi aku lebih khawatir pada pelajarannya Professor Jiyeon—Hii…dia cantik tapi galak sekali.”


Setelah meneguk jus labunya, Lay bangkit berdiri dan menepuk pundak Chanyeol, “Ayo cepat…Professor Jungshin tahun ini pindah kelas, bisa gawat kalau kita terlambat.”


“Eh?! Pindah kelas lagi?! Daebakk…dia penganut nomaden atau apa?” sahut Chanyeol cepat-cepat menghabiskan pudingnya.

ramuan cinta sampai mati
ramuan cinta sampai mati
ramuan cinta sampai mati


Sebagai murid yang sudah berada enam tahun di Sekolah sihir, Hogwarts. Sudah seharusnya kedua murid tingkat 6 ini hafal dengan setiap sudut dan lorong dari gedung Sekolahnya. Tapi kenyataannya tidak, Lay dan Chanyeol sering tersesat menuju kelas mereka karna posisi tangga dan pintu yang pada hari tertentu selalu berubah.


Dengan nafas agak terengah, keduanya baru sampai di kelas bawah tanah Professor Jungshin—yang hampir saja dimulai. Chanyeol memberikan cengiran lebarnya pada Professor Jungshin dan segera berdiri di depan kualinya bersama teman yang lain.


“Semuanya sudah masuk ke kelas?” tanya Professor Jungshin meneliti satu persatu wajah muridnya dibawah cahaya lilin di dinding, kelas Professor Jungshin selalu berada dibawah tanah dan gelap dia takut pada sinar matahari dan para murid percaya bahwa Professor Jungshin sebenarnya adalah seorang Vampire.


“Buka buku kalian bab lima, halaman lima ratus enam puluh depalan.” suruhnya sembari berputar di depan kelas—kebiasaan mengajarnya. “Setelah kemarin membuat ramuan Lupa sekarang kita masuk ke bab baru, ramuan yang bersifat seperti hipnotis dan memerlukan perasaan dalam pembuatannya…” setengah dari kelas, terutama para gadis terkikik seolah tahu apa yang mereka buat hari ini. Professor Jungshin memutar bola matanya bosan melihat reaksi antusias muridnya—terutama para gadis. “Kita akan membuat ramuan dari bab lima nomor empat puluh lima, ramuan cinta…” katanya lagi sok dramatis dan hanya berpengaruh pada para murid perempuannya.


“Entah kenapa perasaanku jadi tidak enak…” gumam Chanyeol pada Lay, melirik pada gadis-gadis yang mengedip padanya.


“Tenang saja, mereka tidak akan memberikannya padamu lagipula mereka tak bisa membuatnya sekali dan langsung berhasil.” kata Lay mengerti arah pikiran Chanyeol.


“Jangan senang dulu!” Professor Jungshin mengibaskan jubahnya, “Ramuan ini terlarang digunakan di Sekolah, jika ketahuan ada ramuan cinta yang keluar dari kelas ini akan dipastikan dia mendapat detensi menginap di kelas ini selama semester penuh, kalian mengerti?” ancam Professor Jungshin.


“Aiih…kalau terlarang kenapa juga membuatnya kalau begitu?” desah Chanyeol yang sialnya di dengar oleh Professor Jungshin.


Pletak!


“Tentu saja karna ini adalah pelajaran, bodoh!” rutuk Professor Jungshin memukul kepala Chanyeol dengan tongkatnya, “Lagipula aku ragu kalian bisa berhasil membuatnya dalam sekali percobaan—Nah…kalian menunggu apa? Cepat panaskan kuali kalian dan mulai mengerjakannya!”


Bunyi gaduh suara talenan yang beradu dengan pisau dan denting timbangan kuningan mulai terdengar dari kelas bawah tanah, para murid mulai membuat ramuan sesuai intruksi di buku mereka.


Chanyeol menatap iri potongan akar pohon ara milik Lay yang rapi, seandainya tongkatnya tak patah dia pasti bisa melakukannya dengan sempurna.


“Kau bisa pakai tongkat punya Kakakmu ‘kan?” kata Lay seraya memasukkan bubuk kulit ular ke dalam kualinya yang berisi cairang bewarna lilac cerah.


“Kau lupa? Jessica itu pelitnya luar biasa, apalagi tahun ini dia akan ujian.”


“Ya! Ya! Tahap awalnya harus bewarna lilac, apa yang kau masukkan sampai warnanya seperti itu he?” terdengar omelan Professor Jungshin dari belakang yang tengah memeriksa pekerjaan murid-muridnya. “Masukkan kulit ularnya setelah bunga Lavender dan terus aduk! Kalian bisa baca intruksi dengan benar tidak?!” Professor Jungshin terus berkeliling sambil mengoreksi kesalahan muridnya, sampai di kuali milik Lay—murid kesayangannya—dia tersenyum tipis dan mengangguk, “Selalu berhasil seperti biasa…kau tidak berniat memberikannya pada seseorang he?”


Lay mengaduk kualinya dengan gugup, dan menggeleng pelan. Chanyeol yang mendengarnya terkikik.


Pletak!


“Ya! Kenapa kau tertawa?! Lihat kau mengacau seperti biasa!” Professor Jungshin kembali memukul kepala Chanyeol, Chanyeol memang selalu menjadi sasaran omelan favorite Professor Jungshin.


DUAARR!!


Suara ledakan yang merontokkan debu diatap dan menggetarkan botol kaca di dinding yang berisi entah apa, suara ledakan itu jelas berasal dari atas.


DUAARR!!


Ledakan kedua kembali terdengar, kuali mereka bahkan ikut bergoyang. Professor Jungshin cepat-cepat keluar melihat keadaan dan terdengar suara cempreng Professor Jiyeon yang mengomel dari atas anak tangga. Tak berapa lama Professor Jungshin kembali masuk ke kelas dengan wajah kesal sambil menggerutu, “Dasar Nenek sihir, melakukan percobaan tidak bisa mencari tempat yang lebih sepi? Dasar…selalu saja menganggu kelasku!—Ya! Apa yang kalian lihat? Cepat, aku akan menilai hasil ramun kalian!” gertak Professor Jungshin pada muridnya yang terkikik mendengar pertengkarannya dengan Professor Jiyeon.

ramuan cinta sampai mati
ramuan cinta sampai mati
ramuan cinta sampai mati


Setelah pelajaran Ramuan masih ada Pelajaran Transfigurasi—mengubah bentuk—Professor Jiyeon. Barulah mereka bisa beristirahat di asrama mereka menunggu jam makan malam.


“Ehem!” Chanyeol berdehem tepat disamping Lay saat perjalanan menaiki undagan pualam menuju kelas Transfigurasi. Lay menaikkan sebelah alisnya heran dengan sikap Chanyeol. “Ayolah…jangan pura-pura aku tahu kau menyelundupkannya ‘kan?”


“Ya!” Lay mendekap mulut Chanyeol dengan tangannya sebelum bicara lebih keras lagi, “Aiish…jangan keras-keras.” desisnya dan membiarkan teman-temannya yang lain berjalan duluan.


Chanyeol mengulurkan sebelah tangannya, “Apa?” tanya Lay tak mengerti.


“Berikan padaku juga, aku akan memberikannya pada Professor Jiyeon.”


“Mwo? Dia itu guru, kau gila?”


“Sepertinya belum.” jawab Chanyeol kalem. “Huwee…? Kau pasti akan memberikannya pada Murid Ravenclaw itu ‘kan? Ehemm…B-A-E I-R-E-N-E…” Chanyeol mengeja tiap kata nama gadis yang ditaksir Lay diam-diam.


“Ssshh…berisik!”

ramuan cinta sampai mati


Menara asrama Gryffindor ramai oleh suara celotehan anak-anak yang lapar menunggu jam makan malam, tapi ini masih sore dan para anak kelas satu masih ada pelajaran terbang. Dikamar khusus anak laki-laki tepatnya di kamar anak kelas enam yang penuh dengan nuansa merah dan ornamen singa Gryffindor, Lay terdengar menceramahi temannya Park Chanyeol.


“Ingat…ramuan ini hanya berefek paling lama sampai tiga hari saja, setelah itu mungkin kau akan kembali ditampar oleh Professor Jiyeon.”


“Nee…nee…aku mengerti!” sahut Chanyeol tak sabar dan menyambar botol kecil berisi cairang bening yang merupakan ramuan cinta. “Eh…tapi ngomong-ngomong, kau serius mau memberikan ini pada Irene?” tanya Chanyeol.


Lay menghela nafasnya dan menghempaskan pantatnya di salah satu ranjang, dan menimang-nimang botol kecil yang sama dengan Chanyeol, “Entahlah…rasanya ini bukan ide yang bagus.”


Chanyeol memutar bola matanya malas, “Dasar anak alim.” dengusnya.


Bae Irene, Ketua Murid dari Asrama Ravenclaw yang semenjak kelas satu sudah mencuri perhatian Lay, tapi sialnya meskipun mereka selalu bersama-sama dalam menjalankan tugas sebagai sesama Ketua Murid tak sekalipun Lay pernah berani mengajaknya bicara, rasanya sosok seorang Bae Irene jauh dari jangkaunnya.


Memberikannya ramuan cinta mungkin adalah ide paling idiot yang pernah dipikirkan Lay tapi demi bisa melihat senyum manisnya dari dekat, Lay rela melakukannya karna cinta tak ada logika, right?


Tapi masalahnya adalah Irene dari Asrama Ravenclaw, yang dimana letak meja makan mereka terpisah jauh oleh asrama Hufflepuf dan Slytherin, bagaimana memberikannya ramuan cinta jika Lay sendiri tak berani untuk bicara padanya? Ahh…ini bagian tersulitnya.

ramuan cinta sampai mati


“Haah…aku harap malam ini ada Ayam panggang!” sahut Chanyeol merenggangkan ototnya menuju aula utama untuk makan malam.


“Aku heran kau makan banyak tapi tubuhmu masih tetap kurus, kau cacingan?” celetuk Baekhyun.


“Diam! Kau juga sering minum susu tapi tinggimu tak pernah bertambah satu inchi pun!” balas Chanyeol.


Baekhyun menjulurkan lidahnya, “Weekk…setidaknya aku tidak cacingan sepertimu!”


“Ya! Kemari kau pendek! Jangan lari!” teriak Chanyeol melihat Baekhyun yang melesat duluan menyelinap diantara murid yang lain menuju aula utama.


Lay hanya menggelengkan kepalanya berjalan dengan santai membiarkan yang lain mendahuluinya, bukan karna dia tak lapar tapi sudah menjadi kebiasaannya untuk berjalan lama-lama di dekat patung burung elang raksasa yang menghubungkannya dengan menara Asrama Ravenclaw.


“Benarkah? Kau mendapatkannya langsung dari Professor Jungshin?”


“Daebakk! Tapi bagaimana cara kau memberikannya? Bicara saja kalian tidak pernah!”


“Itu dia masalahnya, aku sedang memikirkannya!”


Refleks Lay segera bersembunyi dibalik sayap patung elang raksasa saat mendengar suara yang familiar dan sosok itu muncul bersama teman-temannya yang lain, gadis dengan rambut merah muda cantik, dia Bae Irene.


“Begini saja…nanti saat inspeksi malam kau bisa memberikannya kue yang sudah—“


Irene mengibas-ngibaskan tangannya, “Lay tidak suka makanan manis!” tubuh Lay menegang dibalik patung mendengar namanya disebut, terlebih oleh Irene. “Mana mungkin aku memberikannya kue? Dia pasti sudah curiga duluan kalau aku memberi ramuan cinta di dalamnya.”


“Ya! Lalu bagaimana? Kau mau menghampiri mejanya dan tersenyum memberikan jus labu begitu?” protes gadis yang Lay ketahui namanya, Joy.


“Itu ide yang bagus! Aku bisa pura-pura menemui Tiffany-sunbae yang biasa duduk disebelahnya!” sebuah ide cemerlang tiba-tiba saja muncul di otak Irene.


“Bagaimana kalau Tiffany-sunbae yang meminumnya? Atau…” Joy bergidik membayangkan kemungkinan buruknya, “Atau…teman dekatnya itu siapa namanya? …itu yang tinggi itu!”


“Park Chanyeol?” bantu Irene dan Joy mengangguk semangat, “Tidak mungkin! Kalau aku bilang berhasil, maka ini akan jelas berhasil!” sahut Irene percaya diri mengocok botol kecil dengan cairan bening di dalamnya. “Sudahlah ayo…kau tak perlu khawatir!” Irene menarik tangan sahabatnya untuk masuk ke aula utama.


Sementara Lay masih berdiri dibalik sayap patung elang raksasa, hatinya berbedar tak terkontrol. Tak perlu menguras otak jeniusnya untuk dapat memahami apa yang sebenarnya terjadi, jadi selama ini…?


“Oh my…” Lay merutuki kebodohan dan sikap pengecutnya selama ini. Mengeluarkan botol kecil dari balik jubahnya, Lay tersenyum kecil dan tanpa ragu membuangnya keluar jendela. Sepertinya malam ini dia harus kembali duduk di dekat sepupunya, Tiffany.

ramuan cinta sampai mati

ramuan cinta sampai mati

ramuan cinta sampai mati

ramuan cinta sampai mati


Love Poison


The Lesson no#45


End~

ramuan cinta sampai mati


See you in another story


Biarpun gaje jangan lupa comment ya—muachh…

Oh ya maafken juga posternya yang asli gak nyambung sama cerita hikss

dan juga ini bisa disebut OS gak sih? *begoknya kumat*

Sekali lagi see you…

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s