[ Ficlet ] Koibito Yo Sayonara

Koibito Yo-Alana Cantique-Pis!

Title ||  Koibito Yo Sayonara

Author || Alana

Maincast ||  Kim Jongin feat Park Jiyeon

Genre || Sad Romance

Length || Ficlet

Rated || G

 

.

Warna merahnya sangat segar, juga manis. Aku sangat menyukainya. Ini hadiah yang pernah dia berikan padaku setahun yang lalu. Menurutnya bibirku akan terlihat lebih indah dengan warna yang senada dengan warna kelopak mawar merah. Sebuah pemulas bibir dengan rasa cherry. Aku sering menggunakannya. Tipis-tipis, tanpa tekanan. Warnanya menyatu dengan dua bongkahan bibirku yang sexy, menurutya. Dua kali memulas, tanpa harus membuang waktuku terlalu lama, dia sudah melekat indah. Melekat untuk yang terakhir kalinya dalam hidupku. Lipstick yang menjadi kunci menuju kisah kita yang berbeda.

 

“Bagaimana ? Apakah aku cantik?”  aku menoleh padanya. Sebuah senyuman dan tatapan mata yang lembut menyapaku. Dia tidak mengangguk ataupun menggeleng. Aku anggap itu sebuah ungkapan tanda setuju. Setuju kalau aku adalah wanita yang cantik. Juga sexy. 

 

“Sayangku, apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu? Aku bosan melihatmu dengan posisi seperti itu.”  Aku duduk di atas pangkuannya, mengusap wajahnya yang masih terlihat tampan dan manis. mengarungkan jemariku hingga celah-celahnya menelusup diantara helai kelam rambutnya. Masih harum dan segar. Aku sendiri yang merawatnya. Memberinya shampoo dan vitamin. Dia sangat indah ketika sinar mentari menyapanya.

 

“Kau membuat hidupku menjadi sempurna.”  

 

Tatapannya kian menjadi sebuah kilauan. Aku tersenyum. Aku tahu dia bahagia, dia merasa sangat berharga. Aku seperti menjadi wanita yang paling beruntung bisa berada di sisinya. Katakan saja aku ingin selamanya. Menikmatinya. Bagaimana mungkin aku bisa melepaskan semua keindahan itu dariku.

 

Jika orang lain bisa mengatakan dia sungguh tampan, kenapa aku tidak. 

 

“Aku ingin memujamu. Jongia-a!”  

 

 

Matanya menelusuri wajahku. Dia membuatku terharu hingga aku tidak bisa menahan perasaanku. 

 

“Jangan menangis. Aku sangat mengerti bahwa kita memang ditakdirkan untuk bersama.”

 

Sekali lagi dia menggerakkan bibirnya. Dia ingin mengatakan sesuatu. Namun aku melarangnya. Bagaimana kalau sebuah kecupan. Kudekatkan wajahku padanya. Rasanya begitu hangat. Dia sangat menyukaiku jika aku bertindak agresif. Dia tergila-gila dengan tubuhku selama ini. Begitu juga aku. 

 

“Apa kau ingin merasakan rasa lipstick ini, Jongin-a? Rasanya manis.”  Aku tersenyum, menempelkan bibirku padanya. 

 

Dia terpejam. Aku ingin dia menikmati apa yang aku nikmati. Tangannya mulai bergerak memeluk punggungku. Dia menyambutnya. Dan bibir kami melekat sempurna. Menarik dan mengulum bersama. Menyatukan gairah dan keinginan. Aku sangat menyukai ini. Gairahnya yang sangat tinggi dan membara. 

 

Jika dia bergerak dengan semakin kuat, maka sebaliknya aku semakin melemah. Lalu semua seperti dalam sebuah siluet kenangan yang putus-putus. Aku merenda semua kenangan itu menjadi satu, dan menyatukannya hingga terlihat dengan  jelas di matanya. Aku menangis, ketika dia mulai mengingat semua itu. 

 

Tubuhku kian menjadi panas, dan semua terlihat buram. Dalam hitungan detik, aku sudah tidak melihat apapun darinya. 

 

“Jiyi!” bisiknya

 

 

 

 

 

Aku melihatmu,

 

Aku sedang bahagia dengan senyumanmu. Kau pasti melihatku seperti seorang manusia yang berhati tegar. Aku berusaha untuk tidak menangis, meski ribuan galon air mata siap menumpahi tubuhku, membasahi hidupku. Aku menyembunyikan keseluruhan hatiku yang sesungguhnya di balik wajah polos yang menatapmu. Ini bukan hal yang sebenarnya, yang aku harapkan dari pertemuan ini. Pada musim gugur yang menyedihkan.

 

Kekasihku. Sore ini daun-daun berguguran itu seperti sedang mengejekku. Dia luruh sementara ketegaran dahannya sama seperti tubuhku, yang kaku diantara terpaan angin yang menderaku. Namun kau terlihat manis dan cantik. Kamu mengenakan lipstick pemberianku. 

 

Kau duduk dipangkuanku, bersikap seperti seekor anak kucing yang lembut, namun kau sungguh sexy. Aku menyukaimu. Menyukai geliat tubuhmu yang terasa membakar gairahku. 

 

Cium aku!  Cium aku dengan seluruh cintamu. Pintaku, lewat tatap mataku. Dan kau memahami keinginanku. Keinginan kita berdua. Bibirmu terasa manis, dan sungguh ini untuk yang terakhir. Kau pernah mengatakan bahwa jika kita memang untuk bersama kenapa tidak untuk selamanya. Dan selamanya berarti dalam kematian pun kita akan bersama. 

 

Apa kau melihat beberapa tahun ke belakang saat pertama kali kita bertemu di bangku tua yang rusak karena deraan hujan di musim semi. Ini seperti mimpi jika saat ini kita bertemu di saat bangku itu kini telah tiada. Saksi yang menghilang bersama semua kisah tentang kita. 

 

Kekasihku. 

 

Jika kita saling mengucapkan selamat tinggal bersama-sama, lalu siapa yang akan merasa kehilangan. Apakah mereka yang tidak mengijinkan kita bersama. Apakah mereka yang menjadikan lipstick pemberianku sebagai bukti …kematian kita.

 

Koibito yo, sayonara

Kisetsu wa megutte kuru keredo

Anohi no hutari yoi no nagareboshi

Hikatte wa kieru mujou no yumeyo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fin

 

A/n

 

 

Ga tahu apalah apalah ini… Bikinnya juga karena apalah apalah. Huwek!  Wis lah terserah aja. Lana lagi suka Kai samaSuho, jadi jangan bosen nanti kalo nongol lagi Kai, and Suho. Tapi next akan ada Abracadabra. See u!

Advertisements

18 thoughts on “[ Ficlet ] Koibito Yo Sayonara

  1. awal baca dikirain ini khayalannya jiyeon doang. kirain dia lagi mengenang kai yg udah meninggal. eh taunya engga deh kaenya gatau aku juga ga yakin kekeke
    tapi intinya mereka mati bedua? kenapa? siapa yg larang mereka buat bersama? sini bilang sama saya/?

  2. ‘Bukti kematian kita’ ????
    Jd mereka berdua udh meninggal???
    Aku awalnya mikir kyk nya jongin nya yg udh meninggal pas baca akhirnya kematian kita baru ngeh mereka udh mati

    Hikssss knp tengah malam gini aku bacanya ff yg cerita nya org udh meninggal semua yaaa
    😨😨😓😓😓😓

  3. Mereka ditakdirkan bersama” selamanya jadi mereka juga bisa bersama” jika mereka mati wahhhh ini antara cinta sejati atau gimana ya entahlah Q bingung sendiri tapi untunglah mereka bersama” tapi mereka mati kenapa&karena apa ngak mungkin mati karena emang waktu’a??
    Hanya author&Tuhan yg tahu apa penyebab mereka mati

  4. Bagus Lan kata-katanya. Typonya juga udah sembuh hehe.
    Oia perasaan dari dulu, kalau ada si kai pasti akhirnya g bahagia. Yg sama Baekhyun itu (lupa judul) akhirnya Baekyeon. Pas Kai jadi maincastnya aku jarang nemu yang happy ending -.-

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s