[Ficlet] Ice Cream

68262020c4ecf10ed92e83181c0325be

Title || ICE CREAM

Author || Alana Yuen

Maincast || Taehyung feat Jiyeon

Genre’|| ?

Rated || ?

Length || Ficlet.

.

.

 

 

 

 

“Aku mau Ice cream! Give me that Ice cream…Ice Cream !” rengek Jiyeon ketika ada yang menjual ice cream lewat di depan rumahnya.

 

“Arra!”  Sang kakak laki-laki berlari keluar. Namun dia sudah melihat Si penjual Ice cream yang berjualan dengan sepedanya sudah menghilang di tikungan.

 

Dengan wajah yang lesu, sang Kakak kembali ke dalam rumah dan memasang wajah ceria supaya Jiyeon tidak sedih, namun Jiyeon sangat kecewa melihat kakaknya kembali dengan tangan kosong.

 

“Ice creamku?” Tanya Jiyeon dengan wajah cemberut.

 

“Nanti kalau ada yang lewat lagi, aku belikan.”  Ujar kakaknya sambil kembali menekuni laptopnya.

 

 

 

 

Siang tadi memang panas. Semua terligat gersang dan sangat tidak nyaman di lihat mata. Jiyeon bersembunyi di dalam rumah sepulang sekolah karena di tahu, dalam cuaca panas seperti tadi, dia bisa kehilangan banyak cairan tubuh. Apalagi sayang jika kulitnya yang putih di gosongkan dengan sia-sia. Musim panas akan segera berakhir. Begitu juga dengan liburan akhir musim.

 

Dan anehnya kenapa sore ini langit tiba.tiba menjadi mendung. 

 

“Oppa, langitnya mendung. ”  Ujar Jiyeon sambil membuka jendela. Anginnya menyerbu dengan hebat. Sejuk sekali. 

 

“Baguslah!” balas Sang kakak.

 

“Kenapa aku masih menginginkan ice cream itu ya.”  Jiyeon bergumam sendiri di tepi jendela.

 

“Nanti juga ada yang lewat lagi.”

 

Kemudian dalam hitungan menit, langit hitam sudah mulai menuai butiran hujan. Jiyeon terseyum menatap sang kakak.

 

“Oppa, hujan.”  Ujar Jiyeon sedikit gelisah. Dia takut jika apa yang dia inginkan tidak bisa trewujud. Sore sudah sedikit redup, ditambah kabut akibat uap air yang hadir akibat hujan yang mengguyur tanah kering. Memdadak merasa seperti hidup dalam sebuah drama di teve.

 

“Apa kau masih menginginkan ice cream di tengah hujan seperti ini?”

 

“Ah iya, aku masih mau ice cream. Semoga dia lewat lagi.” jawab Jiyeon.

 

“Siapa?” tanya Sang Kakak

 

“Dia yang sering lewat menjual ice cream.”

 

“Ini sudah hampir malam, memangnya ada penjual ice cream di malam hari?” tanya sang kakak dengan senyum bijak. 

 

“Ada. Aku selalu menunggunya. Dia setiap hari datang, Oppa.”

 

“Apa kau yakin?”  Tanya sang kakak meragukan. Adiknya yang genap berusia enam belas tahun itu terkadang suka berkhayal yang tidak-tidak sejak dia mengalami kecelakaan jatuh dari sepeda beberapa minggu lalu. 

 

Jiyeon menyimpan senyumnya. Dia mengetuk-ngetuk bingkai jendela sambil menikmati hujan yang membasahi halaman rumahnya. Suasana seketika berubah dingin dan sangat nyaman. Baginya.

 

“Kenapa kau tidak menutup jendelanya? Anginnya menerbangkan kertas-kertas tugasku.” Keluh sang kakak. Jiyeon merengut.

 

“Kenapa oppa tidak pindah saja ke dalam kamar. Aku sedang menikmati hujan.” jawab Jieyon tak mau kalah.

 

Klinting…klinting

 

 

Suara bel itu terdengar di telinga Jiyeon. Seperti biasanya Jiyeon segera berlari mendekati pintu. Namun niatnya tertahan karena sang kakak menahan langkahnya.

 

“Kau mau ke mana?” tanyanya.

 

“Dia lewat, Oppa.” ujar Jiyeon.

 

Sang Kakak mengernyit sambil memperhatikan adiknya lekat-lekat. 

 

“Dia siapa?” 

 

“Penjual ice cream itu.”

 

“Oppa tidak mendengarnya.”  

 

“Mungkin karena Oppa terlalu serius dengan tugas yang Oppa kerjakan.” balas Jiyeon.

 

“Mungkin.” jawab kakaknya

 

“Aku akan ke sana!” Teriak Jiyeons senang. Entah apa yang membuatnya senang. Ice cream itu atau penjualnya.

 

“Biar aku yang membelinya untukmu.”  usul si kakak kemudian, namun Jiyeon menolak.

 

“Jangan! Biarkan aku saja.”  Jiyeon berlari keluar sambil membawa payung. Dia bahkan hanya mengenakan sandal tipis dengan baju yang tidak melindunginya dari hawa dingin. Langkahnya mencapai pintu pagar. Dia melihat lagi dari celah kayu pagar dengan jantung berdebar-debar.

 

Sebentar lagi dia pasti lewat. Ujar batinnya.

 

Jiyeon menunggunya di bawah atap gerbang. Dia beringsut sedikit dari hawa dingin yang menggelitik tubuhnya.

 

Klinting….Klinting….

 

Wajahnya menjadi sumringah. Dia melihat bayangan scutter itu diantara kabut tipis yang muncul.

 

“Ice cream!”  gumam Jiyeon senang. Bayangan scutter itu semakin mendekat, lalu berhenti tepat di depan Jiyeon.

 

“Hari ini kau mau ice cream dengan rasa apa?” tanya sang penjual ice cream yang mengenakan helm berwarna hijau. Dia tersenyum ke arah Jiyeon.

 

“Coklat dan Vanila.” jawab Jiyeon dengan malu-malu.

 

“Baiklah. Coklat dan Vanila.” Si penjual ice cream itu sibuk membuka kotak di bagian jok belakang scutternya.’Dia mengambil cone yang berukuran sedang, kemudian menyendokkan dua bulatan ice cream coklat dan vanila dengan hati-hati. Dia tidak merasa kesulitan meski hujan masih turun.

 

Setelah selesai, dia menyerahkan ice cream itu untuk Jiyeon.

 

“Gomawoyo!” ujar Jiyeon sambil mengambil cone ice cream itu dari tangan si penjual.

 

“Apa kau tidak bosan dengan ice cream ku?” tanya sang penjual.

 

“Tidak.” Jiyeon menggeleng.

 

“Aku senang mempunyai pelanggan sepertimu. Kau sudah hampir dua minggu ini menjadi pelanggan setiaku. Aku harus memberikan hadiah untukmu.” ujar sang penjual.

 

“Benarkah. Trimakasih!”  ujar Jiyeon

 

“Siapa namamu?” tanya si penjual ice cream yang sepertinya sangat antusias dengan Jiyeon . Dia membuat Jiyeon semakin lebar tersenyum. 

 

 

“Jiyeon.” jawab Jiyeon malu-malu

 

“Namaku Taehyung. Karena kau sudah sepuluh kali membeli ice cream dariku, maka hari ini, kau tidak usah membayar ice cream itu. Gratis.” ujarnya.

 

“Benarkah?” 

 

“Jiyeon!”  tiba-tiba sanga kakak menyeruak dari dalam. Jiyeon menoleh.

 

“Sebentar , Oppa!” jawab Jiyeon

 

“Kau bicara dengan siapa?” tanya Tehyung heran

 

“Nae Oppa.” jawab Jiyeon 

 

Taehyung tersenyum. Dia memperhatikan pintu pagar yang terbuka itu sambil menyalakan lagi scutternya untuk bersiap-siap melanjutkan berjualan.

 

“Aku akan berjualan lagi. ” ujarnya.

 

“Baiklah! Besok lewat sini lagi,ya!” ujar Jiyeon

 

Si penjual ice cream itu kembali melanjutkan kegiatannya. Dia menjauh dari pandangan Jiyeon hingga hilang dalam kabut dan hujan. Jiyeon menoleh ke arah kakaknya.

 

“Kau sedang apa Jiyeon?” tanya sang Kakak bingung

 

“Membeli ice cream.” jawab Jiyeon sambil menunjukkan ice creamnya pada sang kakak. 

 

“Apa kau sedang membuat oppa kesal?” Kakaknya meraih sehelai daun basah dari tangan Jiyeon.

 

“Oppa, ini ice cream coklat dan vanilla.” jawab Jiyeon

 

“Apa kau benar-benar sudah tidak waras!”  hardik kakaknya.

 

Jiyeon menekuk wajahnya sambil menatap jalan yang lengang, kemudian sebuah suara terdengar dari dalam rumah.

 

“Jiyeon-a!”  Jiyeon menoleh

 

“Eomma!”  sambutnya dengan wajah sumringah.

 

“Kau sedang apa di sini sendirian? Eomma sejak tadi mencarimu.”

 

“Eomma, aku tadi membeli ice cream. Oppa bilang katanya aku sudah tidak waras. Aku sungguh-sungguh membeli ice cream. Ini buktinya.”  Jiyeon kembali memperlihatkan ice creamnya pada sang Eomma yang mengangguk-angguk menerima helai daun dari tangan Jiyeon.

 

“Baiklah, Eomma sudah lihat. Sekarang kita masuk, ya! Di sini dingin. Lagi pula kita harus bersembahyang untuk  Oppamu.”  

 

Sang eomma merengkuh putrinya untuk masuk ke dalam rumah. Kejadian ini seringkali terjadi. Jiyeon sering berhalusinasi kalau kakaknya masih berada di anatara mereka. Padahal dia sudah meninggal dalam kecelakaan dua minggu yang lalu untuk menyelamatkan Jiyeon dari terjangan penjual ice cream yang melintas di tikungan. Kakaknya terjungkal ke aspal dengan luka di kepalanya. Mereka meninggal. Sang kakak dan si penjual ice cream itu, Tehyung.

 

 

Fin.

 

a/n

 

Ini gara-gara Jeng Laykim bikin horror, jadi aku ketularan. Tapi ga tahu apa bisa disebut horror ya? hehe..

 

 

 

30 thoughts on “[Ficlet] Ice Cream

  1. Daebak… Ku pikir ini bkn tentang horror, trnyata ini bkn cerita nyata, tpi halusinasi dri jiyeon sja, sumpah aku jdi ketipu ama author ampe 2kli nich, keren2 pkk’y 🙂

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s