Freak Family [ Part.1 ]

Freak Family_part1

Fuhh sebelum dimulai mau bales comment yang nonlog dulu ya
djeany
Uhuhu…ketebak banget ya? ngg…Baby juga bingung bayangin sebisanya aja ya~

elma giovanni

Nee…makasi tapi miann klo gak sesuai harapan~

Regita OhJise

Ehe…kakak semangat banget ^^

Wah klo disini Sehunnya mandi duit 😛

Nee makasi tapi miann klo gak sesuai harapan

MFAEM

Sipp…dibaca ya, biar gak penasaran

mongochi*hae

Aduuh muanteb? ehehe…tapi maaf lho kalo gak seusuai harapan

masha

Monggo dibaca oen~

rayajiyeon

Hmm…iya ini part. 1 udah jadi 🙂

Rasma

Iya…enggak…iya…enggak─baca aja deh *ditabok* ehehe

Untuk OC namanya Oh Gyuwoon…ehe maksa banget yak?

anick

makasi, dibaca ya~

Devi Jiyeonni Wu

Ehe…dibaca ya, biar gak penasaran

Yuni Kim

Nee, ini Part.1 udah jadi

Jiyeon always

Ngg…lead female? *garukpala*

blon ditentuin, tapi porsinya sama kok─malah banyakan Jiyi

Gek tri

jadi…tapi abis ulangan semester, ikut?

Oke…udah semua ‘kan? Baby baek ‘kan dibales satu-satu? #tumben. Jadi jangan kapok untuk review ya lagi…soalnya buat yang nonlog sebenarnya klo dibales langsung itu nyampe ke kalian gak sih? /ini blog bukan FFN, Baby/

Daripada banyak ngomong, monggo scroll down 


Freak Family

Cast | Park Jiyeon | Oh Sehun | Park Chanyeol | Oh Gyuwoon

Support cast | just find by your self

Genre | Romance | Comedy-maybe | Marriage life

Rated | 17+ | Length | Chaptered

Disclaimer

Keep calm the story is belong to
Babyrosse©

.
.
.
.
Freak Family
Fic untuk menuhin Library

.
.
.
.
Hope you have a good day after read this 

.
.
.
.


Klontang!

Tendangan pertama dan berhasil, setidaknya harusnya dia mendapat applause. Jarang ‘kan ada yang bisa menendang kaleng dengan jarak empat meter dari tempat sampah dan langsung masuk?.

Klontang!

Tendangan kedua dan berhasil lagi, jangankan meminta applause, sosok mahluk hidup selain dirinya saja tidak ada. Lagipula siapa yang mau menghabiskan jam makan siang ada di atap gedung sebuah Firma Hukum?.

Klontang!

“Ya! Bagaimana jika kaleng itu jatuh dan mengenai salah satu pegawaiku yang berada di bawah?!”

“Aiishh…” pemilik tendangan akurat itu menoleh kebelakang, seorang pria tampan─jika dilihat dari jauh─berdiri di depan pintu menuju atap dengan tangan masuk kedalam saku celana. “Kalau mau aku bisa menendang pegawai Ayah satu persatu-satu secara langsung!”

“Ya! Kau membolos Sekolah hanya untuk menendang kaleng ke kantorku?!” pria tampan─jika dilihat dari jauh─itu berjalan mendekat dan mendelik galak pada putrinya. Oh tidak dia memang tampan jika dilihat dari dekat.

Tapi percayalah pria tampan bernama Oh Sehun ini adalah Ayah dari gadis 17 tahun penendang kaleng dihadapannya, Oh Gyuwoon.

“Ini sudah jam pulang Sekolah, Ayahku sayang…” Gyuwoon sarkatis dan balik menatap galak Ayahnya, namun cepat-cepat dia menunduk jika tak ingat tentang cerita Malin Kundang yang jadi batu karna durhaka pada orangtua.

“Jadi? Kau akan pulang atau menginap disini?” Oh Sehun masih menatap tajam putrinya.

“Hiiks…” Gyuwoon membuat suara isakan.

“Gyuwoonie?” dengan nada menuntut agar putrinya segera menjawab atau paling tidak turun dari atap.

“Hikss…Huwaaa!!” dan yang terjadi sedetik kemudian sungguh diluar kendali Sehun, Gyuwoon berlutut menarik-narik ujung celananya. Jika ini dilakukan sepuluh tahun yang lalu tentu Sehun bisa mentolerirnya.

“Ya tuhan! Kau sudah besar Gyuwoon─Aiishh…jangan menangis seperti itu! Nanti ada yang lihat!” Sehun menoleh panik ke sekeliling berharap tidak ada satupun pegawainya yang mengikutinya kesini.

“Huwaa!! Huwaaa! Aku hanya ingin seorang adik yang lucu bukan sebuah mobil─walaupun sebenarnya aku sangat menginginkannya sih…”

Sehun memutar bola matanya mendengar ratapan menyedihkan(?) putrinya.

“Huwaaa…huwaaa…! Apa susahnya membuat adik? Kau masih sangat muda dan tampan, juga keren, kaya raya─”

Sehun tersenyum bangga, putrinya memang paling pintar menjilat.

“Huwaa…! Huwaa!! Ayaaah!!!”

Sehun menghela nafasnya menyiapkan diri untuk menyembur putrinya lagi.

“YA! AKU INI SUDAH TIDAK PUNYA ISTRI!!”

Gyuwoon menyeringai dibalik kaki Sehun, lalu kembali memasang wajah meratapnya.

“Hiks…kalau begitu menikahlah lagi.”

Satu perempatan siku muncul dikening Sehun, pada akhirnya memang inilah tujuan Gyuwoon.

“Nee? Nee? Kali ini aku benar-benar mencarikan yang sesuai denganmu!” kata Gyuwoon dengan mata berbinar-binar. Sehun menghela nafasnya, jika saja Gyuwoon bukan anaknya sudah lama dia akan membuangnya ke dasar jurang, ah tidak dia bercanda.

“Berhentilah melakukan hal yang sia-sia seperti itu.” kata Sehun menarik kakinya dari Gyuwoon, “Pulanglah, Ayah masih ada persidangan sore ini.” Sehun menepuk kepala Gyuwoon dan berjalan menuju pintu keluar.

Gyuwoon mengerucutkan bibirnya─yang dia yakini mirip Angelina Jollie─tanda bahwa dia kesal.
“Kau pasti menderita Impoten ‘kan?!” seru Gwuyoon menghentikan langkah Sehun yang mencapai pintu.

Satu perempatan siku kembali muncul di kening Sehun, sabar…tenang Sehun ingat dia adalah putrimu jangan melemparnya ke jurang.

“Kau juga pasti menderita lem─”

“OH GYUWOON?!”

bibir seksy
bibir seksy
bibir seksy

Tuk…tuk…tuk…

Pemuda jangkung itu mengetuk-ngetukkan ujung sepatunya dilantai, berdiri seperti menunggu sesuatu. Kedua tangannya dilipat didada, sementara kedua telinganya disumbat earphone.

Tuk…tuk…tuk…

Beberapa orang yang lewat sesekali meliriknya, sementara pemuda itu tak memperdulikannya dan malah menyandarkan diri pada sisi tembok. Wajar, mereka pasti berpikir bahwa pemuda itu adalah anak Sekolah yang bermasalah sehingga harus disidang. Lagipula siapa suruh memakai seragam Sekolah ke gedung Pengadilan seperti ini?

Tuk…tuk…tuk…

Pemuda itu mulai bosan dan playlist dalam i-podnya pun sudah habis, jika saja PSP-nya tak disita Ibunya mungkin dia akan betah disini selama seharian penuh.

Salah satu pintu kayu besar terbuka, beberapa orang mulai keluar dari ruangan. Hakim, Pengacara, Polisi, Jaksa dan entah apalagi.

“Ommo! Chanyeol-aa, kau datang kemari menjemputku?” seorang wanita cantik dengan jubah hitam-merah khusus untuk Jaksa langsung menghampiri pemuda itu dan memasang wajah pura-pura kaget.

Park Chanyeol memutar bola matanya, dia sudah menunggu selama berjam-jam membuat moodnya yang buruk makin bertambah buruk. “Oemma jangan coba untuk mengalihkan pembicaraan.” katanya dengan nada malas.

Wanita cantik yang ternyata Ibu dari Park Chanyeol itu memukul lengan putranya pelan, “Aiisshh…jangan panggil aku Oemma disini─nanti para Hakim berduit itu mendengarnya!” desisnya pelan. “Ckk…kau tidak bisa menunggu dirumah untuk bertemu denganku?”

Park Jiyeon, Jaksa beranak satu itu menggamit lengan putranya. “Setidaknya kau tunggulah diruanganku. Lihat kau bahkan masih memakai seragammu─” ocehnya mulai mengomel. Orang yang tak mengenalnya pasti mengira mereka adalah sepasang Kekasih yang sedang bertengkar.

“Maka dari itu berhentilah menjual anakmu pada teman-teman phedopilemu!” kata Chanyeol, sesampainya mereka diruangan Jiyeon.

“Ya! Mereka bukan phedopile, mereka hanya menyukai anak-anak sepertimu.” kata Jiyeon membela diri sembari melepas jubah Jaksa-nya yang kebesaran.

“Tetap saja, mereka hampir memperkosaku kau tahu? Mereka bahkan lebih parah daripada gadis-gadis di Sekolahku!” Chanyeol bergidik mengingat kejadian dia di rape oleh ajjuhma-ajjuhma penuh nafsu, jika saja dia tak punya kaki yang panjang untuk menendang meja dan kabur dari pub malam mungkin anggota tubuhnya sudah tidak utuh lagi.

“Iyyy… tapi mereka memberikan banyak uang ‘kan?”

“Aisshh…!!” geram Chanyeol memalingkan wajahnya, yaah jika dibanding para gadis di Sekolahnya yang hanya memberikan kupon makan gratis atau paling mahal sebuah sepeda gunung, para ajjuhma itu dipastikan rela memberikan mobil mewahnya pada Chanyeol.

Nee…nee…lain kali Oemma akan carikan seorang putri yang kaya raya untukmu.” kata Jiyeon riang menepuk-nepuk pundak putranya.

Chanyeol tersenyum smirk, “Kenapa Oemma tidak coba saja kencan dengan pria lain?”

“Eh? Ya! Kau ingin agar Oemmamu─yang lebih pantas jadi Noonamu─ini untuk menikah?!”

Chanyeol mengangguk, “Yep, dengan begitu kau tidak perlu menjual ku lagi pada teman-temanmu!” katanya mantap.

“Ahahaha!! Aigoo…putraku sudah besar rupanya!” Jiyeon tertawa garing, ini adalah pembicaraan yang tidak dia sukai, “Ahaha…sudah sore sebaiknya kita pulang nee?”

Jiyeon beranjak membereskan isi tas tangannya, kaki jenjangnya dengan cepat melangkah menuju pintu keluar.

“Oemma…kau tidak mau melihat berita bunuh diriku ada di koran ‘kan?”

Deg!

Tangan Jiyeon yang sudah menyentuh kenop pintu pun hanya mengambang tak jelas, Jiyeon menghela nafas, jika saja putranya itu tidak tampan dan menghasilkan uang seperti ini mungkin sudah lama dia akan meletakkannya di pantu asuhan nun jauh di Afrika.

“Oemma…kau juga tidak mau kalau aku mengamuk karna tidak kau belikan PSP baru ‘kan?”

Jiyeon menghela nafasnya, bakat memerasnya benar-benar menurun pada Chanyeol. Sabar tenang…dia putramu ingat biaya tiket pesawat untuk membuangnya ke Afrika jauh lebih mahal.

“Oemma…kau tidak mau jika─”

“PARK CHANYEOL!!”

bibir seksy
bibir seksy
bibir seksy

“Fuuh…”

Gyuwoon meniupkan poninya berulang kali, menunggu memang hal yang membosankan terutama jika kau tak tahu kapan akan berakhir. Terlebih lagi kau ada janji penting dan terlebih lagi jika moodmu buruk karna cintamu baru ditolak.

Kesialan memang selalu menimpa Gyuwoon, dia berjinjit mencoba untuk melihat sampai mana antrian mengular ini berakhir. Namun sejak tiga jam yang lalu dia masih belum melihat ujung antrian.

Kesialan memang selalu menimpa Gyuwoon, hari ini adalah pembukaan penjualan tiket konser band idolanya dia tak mungkin melewatkannya, karna hari pertama biasanya selalu sold out, tapi dia juga tak bisa melewatkan janji pada Ayahnya untuk makan malam bersama. Dia dilema.

Tuk…tuk…tuk…

Chanyeol mengetukkan ujung sepatunya kelantai, menunggu memang membosankan tapi menunggu adalah kebiasaan barunya akhir-akhir ini. Dengan tubuh tingginya pun dia tak bisa melihat ujung antrian.

Chanyeol melirik arloji─pemberian fansnya─dan mendesah, hari ini adalah pembukaan penjualan tiket konser band idolanya dia tak mungkin melewatkannya, karna hari pertama biasanya selalu sold out, tapi dia juga tak bisa melewatkan kesempatan makan malam bersama Ibunya yang pelit, ini kesempatan langka. Dia dilema.

Chanyeol melirik seorang gadis yang mengantri di depannya, tingginya hanya setengah badan Chanyeol. Apa dia anak SD? Namun pemikiran itu terpatahkan setelah melihat seragam biru khas SMU Putri Mehwa yang dipakainya. Telinga Chanyeol yang cukup tajam bisa mendengar gerutuan tak jelas dari gadis di depannya.

Chanyeol seorang Cassanova di SMU Seika bahkan gadis-gadis dari Sekolah lain pun terpesona padanya. Ya, dia akan memanfaatkan dengan baik gadis yang antri di depannya.

“Ehem!” Chanyeol berdehem mencoba mencari attensi dari si Gadis.

“Ehem?!”

Gyuwoon menghentikan gerutuannya saat mendengar orang dibelakang berdehem tak jelas, apa tenggorokannya sakit? Sudahlah…jangan dipikirkan.

“Ehem!” Chanyeol tak menyerah.

“E─”

“Ya! Baru menunggu seperti ini saja kau sudah kehausan?─nih!” Gyuwoon berbalik ke belakang, dan menyodorkan botol air mineral pada orang dibelakangnya.

Chanyeol terpaku sesaat, seolah ketika gadis di depannya itu berbalik semuanya menjadi slow motion. Cantik, lebih cantik dari Im Yoona atau Bae Soo Ji sekalipun.

“Aiishh…minumlah! Tenggorokanmu bermasalah ‘kan?” kata Gyuwoon menjulurkan botol air mineralnya ke wajah Chanyeol.

Chanyeol tersadar, dia mendengus pelan rupanya dia gadis yang tidak peka dan lihat…wajah cantiknya kenapa terlihat begitu bodoh. “Aku tidak menerima apapun dari orang yang tidak ku kenal─siapa kau seenaknya saja?”

“Huwaa…daebakk─dasar tidak sopan─ Aku Oh Gyuwoon, rumahku di blok empat puluh lima Beika dan aku sudah punya kekasih! Jadi jangan harap aku mau menjadi kekasihmu!” semua itu dikatakan Gyuwoon dengan cepat dan satu kali tarikan nafas. “Dasar kurang ajar!”

Chanyeol mendengus “Tunggu sebentar Nona Oh, tadi kau bilang kurang ajar?”, melupakan tujuan utamanya untuk merayu Gyuwoon agar menggantikannya membeli tiket karna ternyata dia hanyalah gadis cantik yang bodoh. Lagipula siapa yang menanyakan alamat dan statusnya?

“Itu benar! Kau memang kurang ajar sama seperti Xiu Luhan, kalian pikir hanya karna aku ini Sekolah di asrama putri aku tidak akan bisa mendapatkan kekasih? Cih…dasar anak Seika sok keren─tapi memang keren sih…”

Chanyeol hanya bisa mengerutkan kening, tak paham apa yang Gyuwoon bicarakan tapi yang pasti dia sedang marah.

“Kau tidak tahu bagaimana rasanya diabaikan hiikkss…” gumam Gyuwoon dengan nada sedih.

“Eh?” Chanyeol hanya berharap bahwa Gyuwoon tidak akan menangis disini, karna itu pasti akan─

“Hikks…huwaa…!!”

─membuat semua orang menoleh padanya.

“Y-ya! Kenapa kau menangis?” tanya Chanyeol panik, dan hanya bisa memberikan cengiran lebar pada orang-orang yang kini menatapnya tajam, seolah tangis Gyuwoon adalah salahnya.

“Huwaaa!!” tangis Gyuwoon malah makin keras.

Demi tuhan, apa dia sehabis menelan pengeras suara?

Ckk…orang-orang makin menudingnya menjadi penyebab Gyuwoon─gadis yang baru dikenalnya─dan itu membuatnya risih.

Sebaiknya dia lari saja bukan? Ah…tapi bagaimana dengan tiketnya? Sial, dia dilema.

bibir seksy
bibir seksy
bibir seksy

mail Ayah, aku ada acara mendadak dengan temanku

Lain kali aku pasti akan datang~  mail

Sehun menghela nafas panjang setelah membaca pesan dari Gyuwoon. Ckk…padahal dia sudah memesan tempat ini dengan susah payah, demi bisa membujuk Gyuwoon untuk berhenti menyuruhnya menikah.

“Haah…punya wajah tampan memang merepotkan juga.” gumamnya meneguk wine di depannya dan tersenyum kearah bayangan dirinya yang terpantul pada jendela kaca restaurant.

Namun bukan hanya bayangan dirinya, tapi juga terlihat sesosok wanita bergaun merah yang duduk dimeja seberang. Rambut coklat ikal yang tergerai indah, dan gaya anggunnya saat mengiris steak seolah menyihir Sehun untuk terus menatapnya─dari cermin─tapi yang paling penting adalah dia sendirian.

Tersadar, Sehun cepat-cepat menggelengkan kepalanya. Ingat…dia masih punya Gyuwoon─yang minta seorang adik─yang harus dia urus.

Sehun sudah cukup berurusan dengan wanita, sebenarnya Sehun pernah mencoba mencari sosok seorang Ibu baru untuk Gyuwoon tapi tak ada satupun yang berhasil. Sehun dibilang terlalu tampan-lah…terlalu kaya-lah…terlalu keren-lah…terlalu…Oi! yang benar saja? Tuhan memang melahirkannya seperti ini jadi persiapkan mentalmu sebelum menjadi istri Oh Sehun.

Alasan lainnya juga adalah dia tak mau dibuat repot dengan wanita yang terkenal gila belanja dan cerewet, mempunyai satu anak seperti Gyuwoon saja sudah membuatnya selalu menelan obat penenang. Dan selain itu ‘tak ada yang bisa menggantikan sosok istrinya terdahulu.

“Haah…tapi sayang juga ketampananku jadi sia-sia.” decak Sehun mengecap sisa wine di lidahnya sebelum bersiap menghabiskan semua hidangan yang sebenarnya untuk dua orang.

bibir seksy
bibir seksy
bibir seksy

“Sudah baikan?”

Gyuwoon mengangguk dan meneguk jus kalengnya yang kesekian.

Chanyeol menghela nafas panjangnya menatap gadis cantik tapi bodoh disampingnya lalu pandangannya bergulir pada kaleng kosong yang berserakan dibawah bangku taman tempat mereka duduk. Hikss…ucapkan selamat tinggal pada lembaran uangnya yang ditelan vending machine demi menenangkan tangis Gyuwoon.

“Hiks…jadi kau pasti kenal dengan Xiu Luhan ‘kan?─mustahil tidak karna Luhan adalah namja paling tampan dan pintar yang pernah ada…” kata Gyuwoon disela-sela isakannya.

Chanyeol diam-diam membuat gerakan muntah dibelakang, sejak mereka meninggalkan antrian penjualan tiket konser, Gyuwoon memang terus mengoceh tak jelas namun yang Chanyeol dengar hanyalah…Xiu Luhan-Tidak peduli-Aku suka-Pintar-dan-Brengsek berulang-ulang, dan Chanyeol tentu saja tak mengerti.

Xiu Luhan? Okee Chanyeol mengenalnya, mereka satu Sekolah tapi maaf saja jika Gyuwoon mengatakan bahwa namja paling tampan dan pintar adalah Xiu Luhan dia salah besar! Karna semua penghuni Sekolah tahu, ah seluruh dunia pun tahu bahwa Park Chanyeol adalah seorang Cassanova yang sekali tersenyum sepuluh gadis langsung kejang-kejang.

“Jadi pada intinya cintamu ditolak oleh Luhan dan kau mengatai semua murid Seika brengsek? Chee…dasar─” Chanyeol memotong kalimatnya yang sebentar lagi akan mengumpat pada Gyuwoon, namun dia sadar bahwa Gyuwoon bisa saja menangis seperti tadi jadi dia tersenyum cerah pada Gyuwoon.

Tapi telinga Gyuwoon masih berfungsi dengan baik, “Dasar apa? Kau mau mengataiku lagi?”

“Ahahaha… maksudku dasar cantik ahaha!” Chanyeol tertawa garing, “Ahaha…iya! Dasar cantik…daebakk kau sangat cantik!” Chanyeol bersumpah akan mencuci mulutnya dengan sabun karna sudah memuji seorang gadis, padahal biasanya dialah yang dipuji.

Gyuwoon mengibaskan rambut panjangnya dramatis, “Semua orang juga berpikir begitu.” katanya bangga, “…tapi Luhan tidak berpikir seperti itu hikks… dia selalu mengabaikanku…hikss.” kepalanya kembali tertunduk dan meratap.

Chanyeol jadi merasa serba salah lagi, dia tak pernah menenangkan seorang gadis sebelumnya. Agak ragu, Chanyeol melingkarkan tangannya pada pundak Gyuwoon dan menepuk-nepuknya.

“Sst… kalau dia terus mengabaikanmu kau jangan menyerah, kelak dia pasti akan melihat kearahmu.” Chanyeol sendiri tak tahu darimana dia mendapat kalimat seperti itu.

Tapi setidaknya bisa membuat Gyuwoon mengangkat wajahnya dan menatap Chanyeol, “Dia pasti akan melihat kearahku?” ulangnya.

Chanyeol tersenyum lembut dan mengangguk meyakinkan. “Itu benar…”

Melihat Chanyeol tersenyum, Gyuwoon pun tersenyum.

Cantik, Gyuwoon memang cantik saat tersenyum abaikanlah dulu fakta bahwa dia bodoh.

Grep!

“Ng?”

“Terimakasih, rasanya aku seperti bertemu dengan seorang Ibu peri!” seru Gyuwoon menggenggam kedua tangan Chanyeol dan menatapnya dengan mata berbinar.

Pletak!

“Auww?!” Gyuwoon meringis, keningnya baru saja disentil Chanyeol tanpa sebab.

“Enak saja mengataiku Ibu peri! Aku ini namja tahu namja!” protes Chanyeol.

“Aisshh, begitu saja marah.” gerutu Gyuwoon, “Ahh…bagaimana kalau kupanggali sunbae yang baik hati?”

“Hn, memang kau kelas berapa?”

“Kelas tiga!” jawab Gyuwoon riang.

Pletak!!

“Aww!!” Gyuwoon kembali meringis, mengusap keningnya yang memerah.

“Aku ini masih kelas satu tahu!”

“Daebakk…benarkah? Tapi kau sangat tinggi!”

“Oeh, badanmu saja yang tidak tumbuh, lihat kau bahkan tak punya dada padahal harusnya─Uppss…”

“Huwaaa…!! Kau mengataiku lagii!!”

Terlambat tangis Gyuwoon sudah pecah, dan akan memerlukan berkaleng-kaleng jus jeruk untuk menenangkannya yang berarti Chanyeol harus merelakan uangnya untuk vending machine lagi.

Salahkan semua ini pada namja bernama Xiu Luhan yang secara tak langsung telah membuat Chanyeol kehilangan uang dan kesempatan menonton band favoritenya.

bibir seksy
bibir seksy
bibir seksy

mail  Oemma, aku tak bisa datang
Ada kencan mendadak  mail

Ingin rasanya Jiyeon menangis membaca pesan dari putranya tercinta, Park Chanyeol. Bahkan tak hanya suaminya tapi putranya pun tega mengabaikannya?

Padahal dia sengaja memesan tempat di restaurant mahal untuk memuaskan Chanyeol, agar dia berhenti membuat ancaman yang memaksa dia harus mengeluarkan uang atau kalau tidak dia harus MENIKAH.

Apa Chanyeol tidak puas mempunyai Oemma sekaligus Noona yang cantik sepertinya? Haah…baiklah siapa yang dia bohongi? Chanyeol pasti sangat merindukan sosok Ayah.

Tapi apa mau dikata? Jiyeon tak ingin ditinggal oleh seorang pria lagi. Penampilannya yang seperti anak gadis 22 tahun memang banyak menarik pria hidung belang, namun dia tak mau berakhir dengan pria dompet tipis seperti itu. Setidaknya, suaminya haruslah orang kaya raya, penampilan adalah urusan sekian. Jadi saat mereka bercerai nanti dia tak perlu khawatir dengan uang seperti sekarang.

“Hidup janda memang berat…” gumamnya pada diri sendiri, sambil menyuap potongan steaknya tanpa gairah. Sial, dia terpaksa menghabiskan dua porsi makanan sekaligus padahal dia sedang dalam program diet.

“Selamat malam, anggur Nona?”

Seorang pelayan tampak menghentikan troli dengan sebotol anggur disamping meja Jiyeon.

Jiyeon tersenyum tipis dan menggeleng, “Aku tidak memesan anggur.”

“Ini adalah hadiah untuk anda dari Tuan yang ada disana.” kata pelayan itu menunjuk kearah meja diseberangnya. Seorang pria tampan─jika dilihat dari jauh─tersenyum padanya.

‘Haah…bahkan disaat seperti ini pun masih ada yang tergoda denganku…’

Jiyeon membalas senyumannya dan mengangguk pelan.

‘Dia terlalu tampan, aku tak suka tapi ini anggur mahal…dia pasti orang kaya.’

“Tolong tuangkan segelas padaku.” pinta Jiyeon pada pelayan tersebut tanpa melepas pandang menggoda untuk pria dimeja seberang.

bibir seksy
bibir seksy
bibir seksy

Park Jiyeon. Oh Sehun

Keduanya duduk bersebelahan di bar sebuah club malam.

“Itu adalah anggur yang mahal, kau royal sekali pada wanita yang baru saja kau temui Sehun-ssi…” kata Jiyeon meneguk habis minumannya, dan kembali diisi oleh bartender.

Sehun tersenyum, “Untuk wanita cantik sepertimu tidak ada yang terlalu mahal dan lagi ternyata kau kuat minum nee?” mempunyai wajah tampan seperti ini, wanita mana yang bisa menolak ajakan kencannya? Bahkan untuk wanita cantik bernama Park Jiyeon ini pun, dia rela melakukan apapun.

Jiyeon hanya bergumam tak jelas karna dia sudah mulai mabuk, bahkan jika bukan karna Sehun yang menahan tubuhnya mungkin dia sudah terjatuh dari kursi tinggi yang dia duduki.

“Yaah…pekerjaan sebagai seorang Jaksa benar-benar membuatku stress…” kata Jiyeon yang badannya condong ke dada Sehun.

“Jaksa?” ulang Sehun menahan kedua tangan Jiyeon sebelum dia benar-benar menindihnya. Rasanya ada beribu-ribu tangan yang menampar pipi Sehun menyadarkannya dari pesona wanita bernama Park Jiyeon ini.

Jiyeon mengangguk-angguk dengan mata terpejam, terlalu banyak minum. “Benar…kau tahu apa itu Jaksa?” tanyanya mengikik.

“Kau seorang Jaksa? Aku adalah PENGACARA!” kata Sehun meninggikan intonasinya pada kalimat terakhir.

Jiyeon mengerjap-ngerjapkan matanya menatap Sehun yang hanya berjarak beberapan inchi darinya, “Pengacara? Ahaha…berarti kau adalah orang yang breng─”

Bruk!

“─sek.”

Jiyeon tejatuh dalam pangkuan Sehun. Jika saja sejak awal Sehun mengetahui fakta bahwa wanita ini adalah seorang Jaksa tentu dia tidak akan mengajaknya ke club atau membelikannya anggur mahal, sial dia sudah mentraktir musuh bebuyutannya sendiri.

Lebih gilanya lagi karna dia sempat berpikir untuk mengencani wanita yang sekarang terkulai lemas karna mabuk dalam pangkuannya ini. Sekarang Sehun merasa jijik.

“Tuan, jika anda mau kami mempunyai jasa layanan sewa kamar.” ujar seorang bartender tersenyum penuh arti padanya.

“Hee??”

bibir seksy
bibir seksy
bibir seksy

Gyuwoon baru saja berhasil membantai musuhnya dalam game  yang dia mainkan saat sadar bahwa sudah larut malam dan Ayahnya tak kunjung pulang.

“Apa dia menungguku direstaurant ya?” gumam Gyuwoon, “Atau…kecelakaan?”

Ah, jikalau itupun terjadi harusnya ada pihak Rumah Sakit yang menelpon ‘kan?

Paling saat ini Ayahnya sedang berpesta bersama teman-temannya atas kemenangan kasus besar, pikir Gyuwoon santai dan kembali melanjutkan permainannya.

bibir seksy

“Huaamm…” Chanyeol menguap lebar-lebar sambil membenahi sebuah frame foto pernikahan orangtuanya dimana wajah Ayahnya sudah dicoret Ibunya dan letaknya selalu miring.

“Dia tak mungkin berhutang pada restaurant mahal dan membayarnya dengan cuci piring ‘kan?” gumam Chanyeol teringat sifat pelit luar biasa Ibunya, “…apa pihak restaurant melaporkannya pada Polisi?”

Ah, jikalau itu terjadi harusnya ada pihak Kepolisian sudah menelpon ‘kan?

Paling Ibunya saat ini tengah arisan bersama para teman-teman sosialitanya, pikir Chanyeol dan masuk ke kamarnya untuk tidur.

bibir seksy

Sehun menatap wanita yang kini dia tengah dia papah dan tak sadarkan diri, wajar saja coba lihatlah berbotol-botol minuman yang sudah dia habiskan.

Wanita cantik ini, Park Jiyeon adalah seorang Jaksa.

Dan Oh Sehun─pria tampan─adalah seorang Pengacara.

What the hell?!

Sehun sungguh menyesal, sudah mengajak Jiyeon untuk kencan.

Sehun sudah mempunyai seorang putri yang cantik.

Lebih tepatnya seorang putri yang menginginkan seorang adik.

Nafas Jiyeon yang teratur terasa menggelitik tengkuk Sehun, ckk…wanita ini benar-benar.

Eh…tunggu dulu Gyuwoon menginginkan seorang adik ‘kan? Ahh…masa bodoh dengan semuanya.

Sehun mengangkat sebelah tangannya yang bebas dan memanggil bartender, “Tolong siapkan satu kamar untukku.”

bibir seksy
bibir seksy
bibir seksy

To be continued

Lanjut di part 2 ya~


Baby note

Hmm…maafken Baby karna masih belum bisa memperjelas karakter dengan baik

Eh…tapi ini masih rate teens ‘kan namanya ya? masih ya masih aman hehehe =..=

Niatnya mau masukin comedy tapi gak tahu deh semoga gak garing hikss…

Jangan lupa isi kolom komentar ya? Astungkara bisa dibales semua

Caoo…see you in the next part─muachhbibir seksy

Advertisements

30 thoughts on “Freak Family [ Part.1 ]

  1. anjiiiirrrrr baru tau ada peran sehun kaya gini jd duda ganteng hahhaha, eh itu nnti org tuanya bakalan jth cinta trs ank ank nya jg lagi dailah ini lucuuuuu sukaaa hahahah 😂😂😂

  2. ooooo kira2 sehun mw ngapain ya ?
    hhee
    ckck, gmna ya hub mereka stlh thu klo profesi mereka sbg rival ?
    jd gk sabar gmna ntar hub mereka

    chanyeol am gyuwoon sukses bkin rumor dsni dg kpolosan mereka hhee

  3. pairingnya sehun jiyeon yaaaa aduh gemes bacanya. masing2 karakter kayanya pada pede semua ya suka banggabanggain dirinya, lucuuuuu. kira2 sehun ngapain tuhh

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s