[DRABLE] Beside You

Author: Oyeywn (Twitter: @A_Oktaviany22)

Genre: Absurd

Main cast: Jung Yong Hwa (CNBLUE), Park Shin Hye (Actress)

Disclaimer: The plot is mine ‘cause its REAL MY IMAGINATION FROM MY MIND. No Bash! No Plagiarism! No Silent Readers! Enjoyed!

WARNING!!! TYPO(S) EVERYWHERE!

~Story Begin~
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

POSTINGAN INSTAGRAM PARK SHIN HYE INI JAWABAN ATAS BULLY-AN PARA HATERS
.
.
Begitulah headline berita yang terpampang di beberapa halaman utama situs berita online Korea saat ini. Kehidupan menjadi seorang entertrainer memanglah rumit cenderung sulit. Bagaimana tidak, semua orang terus memeperhatikan setiap gerak – geriknya, berusaha mencari kesalahan yang diciptakannya secara tidak sengaja, baik itu besar maupun sekecil semut. Dan kemudian setelah mememukan kesalahan itu mereka akan menghujatnya habis – habisan tanpa peduli perasaan korban mereka.
Apa kalian tahu dengan hal yang disebut emosi? Rasa marah, sedih, kecewa, dan sebagainya. Manusia memanglah mahkluk ciptaan-Nya yang tersempurna karena bisa mengontrol emosinya. Tapi tahukah kalian, bahwa rasa lelah itu bisa muncul dan meledak kapan pun dan dimana pun tanpa memedulikan sekitarnya. Rasa lelah itu sedang menghinggapinya saat ini setelah sekian lama berusaha menjadi orang buta, tuli, dan bisu. Menghiraukan segala cercaan yang mereka berikan padanya. Mereka yang tidak mengenal dan dikenal oleh dirinya.

From: Bolmae Jung ♥
Ada apa denganmu, sayang?

To: Bolmae Jung ♥
Aku lelah, terlalu lelah.

From: Bolmae Jung ♥
Hiraukan mereka. Kau tahu itu semua tidak benar. Kau hanya perlu memedulikan dirimu, keluargamu, aku, dan fans. Mereka hanya sekumpulan orang bodoh yang tidak bisa membuka pikiran mereka fengan jernih.

To: Bolmae Jung ♥
Aku tahu. Tapi mereka sudah keterlaluan. Bagaimana bisa mereka berkata seperti itu pada orang lain? Bagaimana jika mereka menerima itu? Itu menyakiti orang lain, bukan hanya aku.

From: Bolmae Jung ♥
Baiklah. Bagaimana jika kita kencan besok malam? Kita lupakam hal bodoh itu. Dan… aku merindukanmu, my star.

To: Bolmae Jung ♥
Kau harus menghiburku! Sampai ketemu besok malam. Jemput aku, pukul 7p.m di apartement. Jangan terlambat. Aku mencintaimu.

Yong Hwa tahu bahwa wanitanya sudah melewati masa – masa yang sulit untuk bisa mencapai kedudukannya saat ini. Dia juga seorang entertrainer jadi dia tahu persis bagaimana perasaan wanitanya saat ini. Dia tahu bagaimana selama ini wanitanya menahan diri dari para hatersnya. Dan saat ini yang bisa dia lakukan hanyalah terus berada di sisi wanitanya mendukungnya dari belakang dan menghiburnya di sampingnya serta terus berjalan bersama saling menuntun untuk kelewati jalan berliku yang ada di depan mereka.

.
.
.
.
.

Alat penghitung waktu sudah menunjukkan pukul 6.30 p.m, 30 menit lagi waktunya Shin Hye dan Yong Hwa berkencan sesuai dengan perjanjian mereka. Shin Hye telah bersiap – siap dengan gaun selutut berwarna hijau tosca bermotif simpel yang dipadupadankan dengan sepatu datar berwarna putih miliknya yang berhiaskan pita kecil di kedua ujung sepatunya. Simpel dan elegan. Sangat sesuai dengan seleranya. Wajahnya, seperti biasa, hanya beralaskan bedak tipis yang berkesan natural. Dan rambutnya, dibiarkan tergerai indah dengan gelombang – gelombang lembut. Dia sudah siap berkencan dengan Yong Hwa malam ini. Rencananya mereka akan pergi ke teater menikmatinpertunjukan drama klasik yang bertemakan jaman kerajaan Korean.

Ting. Tong.

Itu pasti Yong Hwa, tebak Shin Hye. Ya, siapa lagi kalau bukan dia.

“Sebentar.” Teriak Shin Hye dari dalam kamar sambil berlari menuju pintu apartement miliknya.

Seorang namja bertinggi 179 cm berdiri di depan pintu dengan setelan jas hitam yang sangat pas melekat di tubuhnya. Dia menutupi wajahnya dengan sebuket mawar putih yang dia bawa untuk wanita istimewanya.

“Bunga indah untuk wanita terindah.” Kata namja itu dengan senyum hangat yang terpasang di wajah tampannya.

“Gomawoyo” Kata sang yeoja yang dilaniutkan dengan kecupan manis di pipi namjanya.

“Kajja.” Kata namja bermarga Jung itu seraya menarik Shin Hye meninggalkan apartement hangat kepunyaannya. Mereka pun pergi ke gedung teater terbesar di Seoul itu. Menikmati keromantisan orang – orang di jaman kerajaan dulu. Menikmati kebersamaan yang sangat sulit mereka dapatkan. Setelah itu mereka berjalan bersama bergandengan tangan menuju restoran mewah yang letaknya tidak jauh dari gedung teater yang tadi mereka datangi. Bagaimana dengan para paparazi? Untuk apa mereka takut, toh hubungan mereka sudah diketahui publik. Meskipun tentunya banyak yang menentang hubungam mereka. Tapi itu tidak penting, selama mereka bahagia dam tentunya lebih banyak yang mendukung kebersamaan mereka. Itu jauh lebih penting bukan?

“Pertunjukkan tadi sangat menarik. Tokoh mana yang kau suka?” Tanya Yong Hwa saat mereka menunggu pesanan tiba.

“Aku suka tokoh kedua wanita. Dia sangat tangguh menghadapi orang – orang yang berusaha menyingkirkannya dengan segala cara. Terus berusaha bangun meskipun berkali – kali jatuh dan dijatuhkan.” Tukas Shin Hye.

“Aku juga menyujai tokoh itu. Kau tahu kenapa? Karena dia memiliki karakter yang sama dengan wanita di depanku ini.”  Balas Yong Hwa.

“Cih, apa – apaan itu? Kau berlebihan tuan.” Kata Shin Hye tersipu.

“Kenapa berlebihan? Aku bersungguh – sungguh dengan hal itu. Dan ku harap itu tidak akan pernah berubah.” Jelas Yong Hwa.

“Tidak, tidak akan pernah berubah jika kau terus bersamaku.” Kata Shin Hye.

Tak lama kemudian seorang pelayan datang membawakan pesanan mereka berdua.

“Ini pesanan anda.” Kata pelayan itu sambil meletakan pesanan mereka.

“Chogiyo, agasshi Park Shin Hye bukan?” Tanya pelayan itu.

“Ne, adanyang bisa ku bantu?” Tanya Shin Hy balik.

“Ah, ani. Aku penggemarmu. Eonni, eonni tak perlu memikirkan perkataan bodoh orang – orang gila itu. Karena kami akan selalu mendukungmu. Biarkan saja mereka mereka seperti itu, mereka hanya iri karena idola mereka tidak sebaik dirimu. Jadi, tetaplah menjadi bintang kami yang bersinar. Karena kami akan terus membantumu untuk terus bertambah bersinar” Kata pelayan yang mengaku sebagai penggemar Park Shin Hye itu. Mendengar itu Shin Hye tersenyum haru, dan Yong Hwa menggenggam erat tangan mungilnya.

“Terimakasih. Mohon bantuannya. Dan teruslah berdiri di sisiku a9apun yang terjadi karena kalian lah penyemangatku.” Kata Shin Hye

“Tentu saja. Eonni, hwaiting!” Seru pelayan itu menyemangati Shin Hye.

“Jung Yong Hwa oppa” Panggil pelayan itu sambil menatap Yong Hwa penuh harap. “Tolong jaga eonni kami.” Imbuhnya. Dan dibalas dengan anggukan mantap dari Yong Hwa.

Kemudian dia meninggalkan keduanya untuk kembali melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan kedua insan itu larut dalam keheningan dan menikmati sajian yg mereka pesan.

.
.
.
.
.

Kencan hari ini berjalan sukses. Tiba saatnya mereka berpisah karena ternyata hari sudah larut malam. Yong Hwa pun mengantarkan Shin Hye kembali ke apartement-nya.

“Kau lihat tadi, begitu banyak orang yang mencintai, memedulikan, dan mengkhawatirkan dirimu. Jadi, lakukanlah saran mereka. Dan aku, aku akan menjagamu seperti permintaan mereka. Ini sudah malam. Masuk dan istirahatlah, my star.” Kata Yong Hwa.

“Ne, hati – hati di jalan. Beritahu aku jika kau sudah sampaindi apartementmu. Aku mencintaimu, Bolmae Jung.” Balas Shin Hye.

“Nado.” Kata Yong Hwa dan mengakhirinya dengan lumatan lembut di bibir wanitanya penuh dengan kasih sayang.

END

Oke, selesai! Ada feel-nya kah??? Buat ini karena sedih denger berita Shin Hye di-bully. Entah apa maksud mereka. Tapi yang pasti kita ga boleh kebawa emosi ngikutin kemaun mereka. Biarin aja mereka ngomong apa. Karena tugas kita yang sebenarnya sebagi seorang penggemar adalah mendukung idola kita.

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s