TwoShot – SURPRISE #I WILL BE BACK (MISSING YOU SQUEL) – DALV

a6c77d5f7b696000

Title : Surprise!  #I Will Be Back (Missing You SEQUEL) || Author : DALV || Main Cast : Luhan, Kim Nara   (OC) || Other Cast : Find by yourself ^^ || Genre : Romance, sad || Rating : PG-15 || Length : TwoShot (Maybe)

Missing You

Warning! Typo bertebaran

Happy Reading!

Apakah Luhan masih menunggu Kim Nara? Jawabannya adalah ‘Iyah’. Kalian boleh mengatakan dia adalah pria idiot atau pria bodoh yang masih setia menunggu gadisnya sejauh ini. Tapi Luhan melakukan ini di karenakan ketika Nara akan berangkat ke Paris Luhan berjanji kepada Nara jika dia akan menunggu Nara sampai kapanpun, seberapa lamapun Nara berada di Paris. Ya Luhan berjanji akan ‘menunggu’.

Apakah Luhan lelah menunggu? Jawabannya ‘Tidak’. Luhan sayang dan cinta dengan Nara. Hanya cinta yang bisa membuat seorang Luhan terhipnotis. Benar kata orang jika ‘cinta itu buta’ tidak memandang siapa kau dan seberapa lama kau ditinggal oleh pasanganmu. Tapi kau masih setia menunggu nya.

Mendengar cibiran dari orang-orang terdekat ataupun fans itu sudah biasa bagi Luhan. Bodoh untuk perkataan mereka. Yang menjalankan hidup ini Luhan bukan mereka. Jika Luhan menunggu apa itu hal yang salah? Tentu saja tidak. Sebuah harapan itu bisa saja terkabul jika kau benar-benar ingin melakukan ataupun menunggunya.

Jika memang Nara adalah takdir Luhan maka Tuhan akan tetap mempertemukan mereka kapanpun dan di manapun. Itu yang ada di benak Luhan sekarang. Luhan selalu berubah-ubah jika menyangkut Nara. Terkadang murung dan terkadang wajahnya seperti biasa. Tidak ada beban apapun. Seperti sekarang ini. Ketika Luhan terbangun dari tidur siang nya Luhan tersenyum mengingat mimpi nya. Itu memang hanya sebuah mimpi. Tapi bisa saja kan mimpi itu menjadi kenyataan?

Hubungan Nara dengan Luhan bisa dikatakan sangat rumit. Mereka bukan berpacaran jarak jauh. Jika berpacaran jarak jauh masih ada yang namanya komunikasi bukan? Tapi ini sama sekali tidak. Berarti itu bukan LDR atau apapun itulah.

Luhan memasuki kamar mandi. Jam sudah menunjukkan pukul 6 KST itu tandanya sebentar lagi jam makan malam. Dan Luhan baru ingat jika dia tidak memakan apapun dari pagi. Mungkin jika Nara berada di Seoul Luhan sudah akan di marahi oleh Nara. Luhan tersenyum ketika dia mengingat seberapa protektif nya Nara ketika Luhan tidak makan ataupun sakit karna tidak cukup istirahat.

Mungkin itu juga salah satu alasan kenapa Luhan masih menunggu Nara. Nara yang protektif, Nara yang berkelakuan dewasa meskipun Nara lebih muda dua tahun dari Luhan dan Nara yang bisa menjadi sangat manja kepada Luhan. Luhan rindu semua itu. Semua hal yang ada pada Nara.

“Sepertinya ada yang sedang berbunga-bunga.” Ujar suho yang tidak sengaja melihat Luhan tersenyum-senyum sendiri

“Apakah Nara Noona sudah menghubungi mu Hyung? Atau kau mendapatkan pengganti Nara Noona?” ujar Sehun

“Aish… Appo Hyung!” Sehun mengaduh kesakitan bukannya mendapat jawaban

“No…No…No… Aku tidak mendapatkan ‘pengganti’ Nara. Tapi… Nara baru saja ‘menghubungiku’.” Ujar Luhan menekankan pada kata ‘pengganti dan ‘menghubungiku’

What? Nara Noona menghubungi mu? Jeongmalyo?” ujar Kai yang terkejut akan perkataan Luhan

Ne. Dia mendatangi ku lewat mimpi. Dan dia mengatakan ‘Aku akan kembali padamu Ge, percayalah’.” Ujar Luhan dengan mata berbinar

“Tapi Hyung… Jika kau melihat ini, apakah kau akan berubah pikiran?” Ujar Kai sambil menyodorkan posel nya

Dalam Foto itu terdapat sepasang anak adam dan hawa yang terlihat seperti sepasang kekasih. Tidak ada yang tau siapa yang ada didalam foto itu. Mungkin yang tau siapa kedua orang anak adam dan hawa itu adalah Nara. Karna itu adalah Instagram dari seorang Kim Nara.

real_knr

“Apa-apaan ini?!” Ujar Luhan dengan emosi dan tanpa perasaan Luhan melempar sembarangan ponsel yang di berikan oleh Kai.

“Yakkk… Hyung itu ponsel pemberian Nara Noona. Kenapa kau merusaknya?!”

Luhan berjalan meninggalkan para member menuju kamarnya. Dia meninggalkan Kai yang sedang memasang wajah akan membunuh orang yang mengganggunya sekarang juga.

Inceon International Airport, Seoul

Seperti biasanya jika bandara Incheon setiap hari itu terlihat selalu ramai. Seperti hari ini bandara Incheon terlihat ramai sekali. Pesawat yang baru saja mendarat adalah pesawat yang terbang dengan membawa penumpang kebanyakan warga NegaraPerancis. Kebanyakan dari penumpang itu adalah orang-orang yang akan berliburan di Korea Selatan. Tidak heran memang.

Termasuk Kim Nara. Gadis itu baru saja mendarat di kota kelahirannya. Ya.. Nara berhasil mengambil cuti dan kembali ke Seoul setelah 2 tahun di tinggal oleh nya. Nara memasuki mobil BMW X6 hitam yang akan mengantarkannya ke rumahnya. Tidak ada yang mengetahui Nara kembali ke Seoul hari ini. Dia ingin memberikan Surprise untuk keluarga nya dan tentu nya Luhan.

Yeoboseo, Nugu-ya?” Ujar seorang pria

Oppa… Ini aku. Apa kau lupa dengan adik mu ini?!” ujar Nara dengan suara seperti dibuat kesal

“Na… Nara?” ujar Kim Minno, pria berkepala tiga yang merupakan kakak tertua dari Kim Nara

Ne Oppa. Ini aku.” Ujar Nara

“YAK! Setelah menghilang seperti ditelan bumi dua tahun ini, kau baru menghubungi keluargamu disini? Bagus sekali Nona Muda Kim.” Ujar Minno dengan nada kesal

Mian Oppa. Kau tau jadwal operasi ku terlalu banyak di Paris. Wae? Kau rindu dengan Yeodongsaeng mu yang cantik ini?” Nara terkekeh setelah mengatakan hal itu. Dia tau Oppa nya akan sangat kesal jika di ganggu seperti itu.

“Eissss… Jinjja. Tidak bisakah kau menghubungi kami meskipun itu hanya sepuluh menit? Oh ayolah Nona Kim. Kau tau, setelah kepergianmu ke Paris dan tidak ada kabar darimu itu bisa membuat orang-orang dirumah ini seperti kehilangan arah tujuan hidup.” Minno terus mengumpat akan kelakuan Yeodongsaeng nya itu.

“Hahaha… aku tau jika hal itu pasti akan terjadi. Dan kau tau bukan hanya kalian yang seperti kehilangan arah tujuan hidup. Sebenarnya aku di sini juga seperti kalian. Kalaupun ada waktu kosong aku selalu beristirahat atapun pergi ke panti asuhan yang di buat Yeye di sini. Kau tau sendiri pesan Yeye ketika aku akan ke Paris.”

“Aku tau itu Nona Muda Kim. Tapi setidaknya sempatkan beberapa menit untuk menghubungi keluargamu disini. Termasuk Luhan. Kau tau Luhan seperti mayat hidup akhir-akhir ini. Setiap hari dia pasti akan datang ke rumah dan menanyakan tentang mu.”

Nara mendengar helaan nafas dari seberang sana. Yah Nara sangat tau bagaimana keadaan Luhan. Diam-diam Nara memasang kamera CCTV di kamar Luhan dan dikamar nya.

“Tapi Oppa tau sendiri kan bagaimana Rumah sakit tempat aku bekerja. Pasien Nomor satu Oppa. Jika tidak maka kau akan dipecat dan kau akan susah untuk mendapatkan pekerjaan lagi. Masalah Luhan Gege aku tau. Dan aku sangat-sangat tau bagaimana keadaannya. Ah Oppa.. aku akan menutup teleponnya, Ne? Aku harus pergi ke suatu tempat. Bye. Saranghae.

Nara memutuskan panggilan itu secara sepihak. Tidak. Dia tidak ingin mendengar omelan dari Oppa tertuanya. Lagian sebentar lagi Nara akan sampai di rumah besarnya. Dan Nara menyiapkan semua mental nya untuk menginjakkan kaki nya di mension besar itu. Mungkin sesampainya di rumah dia tidak akan disambut dengan hangat. Melainkan disambut dengan tatapan dingin serta pertanyaan-pertanyaan yang sudah mulai tergiang di pikirannya sendiri.

Minno mengumpat kesal atas kelakuan Yeodongsaeng nya itu. Dia baru berbicara beberapa menit dengan Nara. Tapi gadis yang seperti ditelan bumi dua tahun ini menutup teleponnya secara sepihak. Dia ingin menyusul ke Paris tapi Yeye nya selalu melarang. Selalu ada alasan jika Minno ingin pergi ke Paris. Nyonya Kim menatap anak laki-lakinya itu dengan tatapan yang aneh. Tidak biasanya anak laki-lakinya itu mengumpat setelah menerima telepon.

Nugu? Kenapa kau terlihat sangat kesal setelah menerimanya?” tanya Nyonya Kim penasaran

“Eoh Eomma… sejak kapan Eomma ada disini?” Minno bertanya balik dan bukannya menjawab pertanyaan dari Nyonya Kim

“Sejak kau  mengumpat pada ponsel mu itu.” Nyonya Kim berlalu begitu saja dari Minno

Minno menghela nafasnya kasar jika mengigat kelakuan Nona Muda Kim nya. Minno juga sangat beruntung karna Nyonya Kim tidak ingin tau siapa yang meneleponnya. Mungkin jika Nyonya Kim tau Minno akan benar-benar mencekik Nara. Karna jika Nyonya Kim tau siapa yang menghubungi nya maka Minno akan mendengar ceramah yang tidak akan berhenti.

Minno penasaran apa yang dilakukan oleh Nara. Kenapa Nara telihat sangat buru-buru. Minno mengecek ponselnya kembali dan melihat nomor yang tadi menghubungi nya. Itu adalah Nomor Korea Nara. Jika Nara menghubungi nya melalui nomor ponselnya yang dulu berarti ada kemungkinan Nona Muda Kim nya itu sedang berada di Korea. Karna Minno sangat tau tabiat adik bungsunya.

Minno menunjukkan seringaiannya.

Mobil BMW X6 hitam melaju dengan santai menuju daerah Gangnam. Nara menyeringai setelah menutup sambungan teleponnya. Tentu saja dia sengaja menggunakan nomor lama nya untuk menghubungi Oppa nya.

“Eiii… Kau benar-benar jail Kim Nara.” Ujar seorang Pria yang sedang mengendarai

“Hahaha… Aku berharap dia memiliki jadwal operasi mendadak dan tidak ada di rumah hari ini.” Ujar Nara dengan kekehannya

“Itu hanya akan menjadi harapanmu Nona Muda Kim. Kau tau Minno Hyung tidak akan menerima operasi mendadaknya jika dia menyadari kau ada di Korea.”

“Kau benar-benar tidak memberitahukan  kepada  siapapun tentang aku akan  pulang ke Korea kan?”

“Aku telah memberitahu Jong In tentang kepulangan mu. Dan kau tau? Ponsel yang kau berikan untuk Jong In rusak karna kelakuan Namjachingu mu.”

“Yak Oppa. Kenapa kau memberitahu Jong In? Oh ayolah Tuan Cho. Jangan bercanda. Wae? Luhan tidak akan seperti itu jika Kai tidak mengganggu nya.”

“Eiii… bersikap lah yang sopan Nona Muda Kim. Aku ini Oppa mu. Arra? Jika kau memanggilku dengan Tuan Cho lagi aku akan menurunkan mu di sini. Aku tidak gila untuk memberitahu Jong In tentang ini. Tenanglah.”

“Eissss… turunkanlah jika kau tega dengan ku. Aku akan mengadu pada Hanna Imodan kau akan dihapus dari surat warisan keluarga Cho.” Nara tersenyum Evil setelah mengatakan hal itu.

“Tapi sejak kapan seorang Cho Kyuhyun dekat dengan Kim Jong In?” Sambung Nara dengan wajah datarnya

“Katakanlah. Eomma tidak akan melakukan hal itu Nona Muda Kim. Entahlah. Aku tidak dekat dengan mereka. Aku hanya mendengar hal itu dari Siwon Hyung. Ah ngomong-ngomong tentang Siwon Hyung, dia dan Doonghae Hyung tau tentang kepulangan mu.” Ujar Kyuhyun acuh

“Aku tidak masalah jika kedua Oppa ku yang tampan itu tau”

Kyuhyun yang mendengar itu hanya memutar bola matanya malas. Yah… yang menjemput Nona Muda Kim adalah Cho Kyuhyun. Entah bagaimana seorang Cho Kyuhyun bisa menjemput Kim Nara. Itu semua memang permintaan Nara. Nara memaksa Kyuhyun untuk menjemputnya sehari sebelum dia pulang ke Korea lewat Line Massenger. Mau tidak mau Kyuhyun menuruti permintaan Nara.

Tidak mudah memang bagi seorang Cho Kyuhyun keluar sendirian tanpa di temeni oleh manager ke Airport. Kyuhyun sangat ingin mencekik Nara ketika ada seorang Fans yang tidak sengaja melihatnya tadi di bandara. Dan untungnya Nara sudah menghubungi pihak Incheon Airport untuk memperketat penjagaan.

“Ah Iyah Na-ya, apakah dua hari lalu kau ada mengunggah foto di instagram?” ujar Kyuhyun memecahkan keheningan

“Instagram? Tidak. Aku tidak aktif dalam sosial media manapun selama dua tahun ini. Ponsel ku juga baru menyala kemarin pagi ketika aku menghubungimu. Wae?”

“Aneh. Jika bukan kau jadi siapa yang mengunggah foto itu?”

“Foto?” Ujar Nara bingung

Eoh.. Aku tau itu dari Siwon Hyung. Dia mengatakan jika ponsel Jong In rusak karna Jong In menunjukkan foto mu dengan seorang pria. Dan anehnya wajah pria itu tertutup.”

Nara menghela nafas kasar. Dia yakin itu pasti kerjaan Jong In. Selain Luhan, Jong In juga mengetahui kata sandi instagram Nara. Nara mengambil ponsel nya dan membuka Instagram nya. Nara membelalakkan matanya ketika melihat foto yang di unggah di instagram nya.

“Eiiii…. Jinjja. Aku tau ini pasti kerjaan Jong In. Ini adalah fotoku bersama Jong In ketika Photoshot.”

“Mwo?!”

I have loved you for many years
Aku tlah mencintaimu bertahun-tahun

Maybe I am just not enough
Mungkin aku hanya tak cukup

You’ve made me realise my deepest fear
Kau tlah membuatku sadari ketakutan terdalamku

By lying and tearing us up
Dengan berdusta dan hancurkan hubungan kita

Lagu I’m Not The Only One dari Sam Smith selalu berputar di kamar yang bernuansa hitam putih. Seorang pria duduk termenung bersandar pada samping tempat tidur. Wajahnya dia tengelamkan diantara kedua lututnya. Dia tidak menyangka hidupnya akan seperti ini. Apakah penantiannya selama dua tahun ini sia-sia? Apakah perkataan tentang dia bodoh adalah benar? Itu semua sekarang berputar dipikiran Luhan. Luhan tidak pernah keluar dari kamar lagi setelah melihat foto yang di tunjukkan oleh Kai. Dia merasa Nara benar-benar pergi dari hidupnya.

You say I’m crazy
Kau bilang aku gila

Cause you don’t think I know what you’ve done
Karena kau tak mengira aku tahu yang tlah kau lakukan

But when you call me baby
Tapi saat kau panggil aku sayang

I know I’m not the only one
Aku tahu aku bukanlah satu-satunya

Pintu kamar itu terbuka dan seseorang masuk dengan wajah yang susah dimengerti. Dia tidak suka melihat Hyung nya menangis seperti ini.

Hyung, sampai kapan kau akan seperti ini? Ini sudah dua hari setelah kejadiaan itu dan kau mau terus-terusan dikamar seperti ini?” ujar pria itu dengan suara yang sambil menahan emosi

Tidak ada pergerakan ataupun suara yang di keluarkan oleh Luhan. Dia tetap diam pada posisinya. Sedangkan pria yang berdiri di dekat pintu menatap Luhan dengan mata yang berkaca-kaca. Dia bingung harus melakukan apalagi. Jika dia memarahi ataupun memukul Kai itu adalah hal yang sia-sia.

“Oh Sehun… sedang apa kau disini?” ujar Lay sambil menepuk bahu Sehun

“Aku sedang berusaha membujuk Luhan Hyung untuk makan.” Ujar Sehun tanpa menatap Lay

“Dia sudah makan tadi. Jadi kau tidak perlu khawatir lagi . Kajja kita keluar.” Lay menarik Sehun keluar dari kamar itu

Sehun menatap aneh semua member yang berada di ruang tamu. Tidak biasanya mereka berkumpul seperti ini diwaktu senggang.

“Mau sampai kapan kau berdiri disana Oh Sehun?”

Ne? Min…Minno Hyung?

“Eiii… kenapa kau seperti melihat hantu? Kemarilah. Ada yang ingin ku bicarakan.”

Sehun berjalan dengan santai menuju sofa ruang tamu itu. Dia bingung apa tujuan kakak tertua dari Kim Nara datang kesini. Tidak biasanya keluarga Kim mengunjungi member. Karna biasanya hanya Nara yang datang ke dorm EXO. Jika keluarga nya ingin mengunjungi EXO juga mereka pasti datang bersama Nara.

Wae Hyung? Tidak biasanya kau kesini. Apa ada kabar dari Nara Noona?” ujar Sehun dingin

“Kenapa kau dingin sekali hari ini Hun? Tidak biasanya kau menyambutku dengan seperti ini?”

“Karna Nara Noona, Luhan Hyung tidak pernah keluar kamar dan kau tau Hyung? Dia seperti mayat hidup didalam kamar.”

“Eiiiii… tenanglah dulu Hun. Aku tau kau masih marah tentang foto itu. Tapi yang seharusnya disalahkan dalam masalah ini adalah Kim Jong In, bukan Kim Nara, adikku.”

Semua member mengernyitkan dahi bingung. Apa maksud dari ini semua? Kim Jong In? ada apa dengan anak itu? Semua member mengalihkan tatapan nya ke Kim Jong In yang duduk di sebelah Sehun. Kai yang dilihat hanya memperlihatkan cengirannya.

“Mian.” Ujar Kai dengan menunjukkan cengiran bodohnya

Sehun hanya menatap datar kelakuan Jong In.

“Foto yang ditunjukkan Kai adalah foto Nara dengan Kai. Foto itu diambil ketika kalian melakukan photoshot. Yah. Aku akui Nara juga salah dalam hal ini. Tidak memberitahu keadaanya selama dua tahun ini. Tapi Nara melakukan itu ada alasannya.” Ujar Minno

“Aku kesini bukan untuk membahas tetang foto itu. Tapi aku kesini untuk mengundang kalian ke Garden Party yang aku buat malam ini jam 8 malam. Dan aku harap kalian bisa membawa Luhan.”

“Kau gila Hyung? Disaat Luhan Hyung seperti ini kau membuat acara dan mengundang kami. Dan apa tadi? Membawa Luhan Hyung?” Ujar Sehun dengan ketus

“Diamlah Hun. Jika kau tidak ingin hadir aku tidak masalah. Aku membuat ini juga untuk kebaikan Luhan. Mungkin hanya itu yang mau aku katakan. Aku harus pulang sekarang.” Ujar Minno tidak kala dingin

Suho mengantar Minno sampai didepan pintu.

“Aku akan berusaha membawa Luhan Hyung ke rumah nanti malam Hyung.”

Eoh. Gomawo Suho-ya.”

Ne Hyung. Aku harap semua berjalan dengan lancar.”

Mobil BMW X6 hitam  masih menembus jalanan Seoul dengan santai. Keadaan didalam mobil menjadi hening setelah pembahasan foto. Nara tidak ingin lagi membahas hal itu. Sedangkan Kyuhyun bungkam karna dia tau Nara sedang memikirkan bagaimana memecahkan masalah yang rumit ini. Kyuhyun memberhentikan mobil mobilnya di sebuah café. Nara mengernyitkan dahinya bingung ketika melihat jika mereka belum sampai tapi kenapa Oppa nya memberhentikan mobilnya.

“Wae Oppa? Kenapa berhenti disini?”

“Aku ingin membeli cake untuk Kim Mavin. Jangan katakan jika kau lupa ulang tahun keponakan mu sendiri? Jika kau melupakannya kau akan dibenar-benar dicekik Minno Hyung.” ujar Khyuhyun ketus

“Aku mengingatnya.” Ujar Nara berbohong. Dia benar-benar tidak ingat dengan ulang tahun keponakannya dan setau Nara hari ini bukanlah hari ulang tahun keponakannya.

“Kau berbohong Nona Muda Kim. Sudahlah. Aku harus membeli cake dulu dan kau tunggu disini.”

Tanpa persetujuan Nara, Kyuhyun turun dari mobil dan Nara hanya mengerutu kesal dengan kelakuan Kyuhyun. Dia berpikir jika dia salah memilih orang untuk menjemputnya.

Sudah setengah jam Nara menunggu didalam mobil dan Kyuhyun belum keluar. Nara sudah ingin membuka pintu mobilnya tapi pria dengan kacamata dan masker sudah keluar terlebih dahulu. Kyuhyun masuk dengan wajah tanpa dosanya.

Mian kalau lama. Didalam terlalu ramai.” Kyuhyun hanya menyegir pada Nara

Nara menoleh dan tidak mendapatkan siapapun di kasir.

“Ramai karna diketahui oleh fans? Disana tidak ada orang Oppa.” Nara membuang nafasnya kasar

Kyuhyun hanya menyegir pada Nara setelahnya dia melajukan mobilnya kembali. Nara hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Evil Maknae itu.

“Kurangilah ke Evilanmu itu Tuan Cho.” Ujar Nara dengan kesal

Kyuhyun hanya terkekah mendengarnya.

Hari sudah menjelang sore dan Nyonya Kim berjalan kebelakang taman. Nyonya Kim terlihat mengkerutkan keningnya bingung dengan orang-orang yang seperti akan menyiapkan sebuah pesta. Dia mendapatkan Minno yang sedang berdiskusi dengan seorang pria yang bisa disimpulkan adalah perancang acara di taman ini. Nyonya Kim berjalan kearah Minno.

“Eoh Eomma. Wae?” ujar Minno yang menyadari kehadiran Nyonya Kim

“Kau mengadakan acara apa Minno-ya? Bukankah tidak ada yang ulang tahun hari ini?” ujar Nyonya Kim sambil mengkerutkan keningnya

“Aku mengadakan Garden Party dan acara ini untuk menyambut kepulangan anakEomma yang seperti ditelaan bumi.”

“Anak Eomma yang seperti ditelan bumi? Nugu?” ujar Nyonya Kim

“Eiii… Eomma melupakan Nona muda Kim kita? Atau Nona muda Kim sudah dihapus dari surat warisan.”

“Kim… Nara? Omo…Omoo… Akhirnya anak ku pulang! Kapan? Kenapa kau tidak mengatakan kepada kami? Tentu saja tidak jika itu anak kesayangan Eomma.” ujar Nyonya Kim sambil memberikan sebuah jitakan dikepala Minno

Minno hanya meringis mendapat pertanyaan bertubi-tubi dan mendapatkan pukulan dikepalanya. Minno sudah tau jika Eomma nya akan secerewet ini kalau sudah menyangkut Nona muda Kim.

“Ne, anak kesayangan Eomma pulang ke Seoul. Dia sampai tadi siang dan dia meminta Kyuhyun menjemputnya. Eomma ingat tadi aku mengumpat pada ponsel ku diruang keluarga? Itu adalah panggilan dari dia. Eomma tau anak kesayanganEomma itu dengan seenak jidatnya mematikan panggilan kami.” ujar Minno dengan kesal

“Terus bagaimana kau bisa tau dia di Korea? Eiii… kau ini. Selalu saja begitu.”

“Tentu saja aku tau. Nara sengaja menghubungi ku dengan nomor ponsel Korea nya yang dulu. Tadi aku memastikan ke dorm EXO dan Super Junior. Tapi yang tau kepulangannya hanya Siwon, Donghae dan Kyuhyun. Aku merasa dia tidak menganggap aku adalah Oppa nya lagi.” ujar Minno dengan wajah yang dibuat sedih

“Eiii… kau ini. Sudah bagus Yeodongsaeng mu pulang dengan selamat. Eomma kedalam dulu. Eomma ingin menyiapkan sesuatu untuk anak kesayanganEomma.” Nyonya Kim berlalu begitu saja dari hadapan Minno.

Minno hanya mengendus kesal. Jika itu menyangkut Nara, orang-orang yang berada dirumahnya pasti akan sangat heboh. Terkadang ada sisi cemburu yang muncul dalam hati Minno. Minno menggelengkan kepalanya. Dia tidak boleh berfikir negetif tentang adiknya. Bukankah hal itu wajar dilakukan Eomma nya jika mengingat Nara sudah tidak pulang dua tahun ini.

Para member EXO masih membujuk Luhan agar ikut ke Garden Party yang dibuat oleh Minno. Luhan masih bungkam dan tidak ingin tau tentang apapun. Dia juga tidak ingin bergabung dengan party atau apapun itulah.

“Hyung, kau tidak bisa terus seperti ini. Ini adalah acara dari Minno Hyung. Jika kau tidak hadir maka kau akan dipertanyakan oleh Yeye.” Ujar Suho masih bersikeras membujuk Luhan

Luhan masih diam. Dia tidak ingin menjawab apapun. Akhirnya semua member bungkam. Sudah lebih dari sepuluh kali mereka membujuk Luhan. Tapi tidak ada satupun mendapat jawaban. Akhirnya semua member keluar dari kamar Luhan.

Tanpa mereka sadari Nara melihat kejadiaan itu lewat CCTV yang dia pasang. Dia memang tidak tau apa yang mereka bicarakan. Tapi dia tau betul mereka sedang membujuk Luhan entah untuk apa. Siwon yang sedang duduk disamping Nara hanya menatap dengan tatapan was-was. Dia takut rencananya dengan Minno akan gagal.

Ya… Nara berakhir di apartemen Siwon karna Kyuhyun membuat alasan mempunyai jadwal mendadak dan tidak bisa mengantar Nara sampai kerumah. Dan Kyuhyun menyuruh Nara meminta bantuan dari Siwon untuk mengantarnya pulang. Tapi tetap saja tidak ada yang ingin membawa Nara pulang ke rumah nya. Nara ingin menaiki taksi untuk pulang, tapi Siwon melarangnya. Semua pintu di kunci oleh Siwon dan Nara berakhir di ruang tamu. Yang Nara lakukan hanya duduk diam sambil melihat laptop yang dia pinjam dari Siwon untuk melihat rekaman CCTV nya.

Siwon pergi kekamar setelah memastikan Nara tidak bisa keluar dari sana. Siwon membuka ponselnya dan mengetikkan pesan kepada seseorang.

To : Luhan

From : Siwon

Lu, datanglah keacara yang dibuat Minno Hyung. Jika kau datang, maka kau tidak akan kecewa dengan acara nya. Kami membutuhkan mu diacara itu. Jika kau datang maka aku akan memberitahukan tentang keadaan Nara di Paris.aku mohon jangan kecewakan keluarga Kim jika mereka tau kau tidak datang aku yakin mereka pasti akan sangat kecewa dengan mu. Jam 7.30 kau sudah harus sampai di rumah keluarga Kim, jika di jam segitu kau belum sampai maka, aku tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya.

Setelah Siwon mengirimkan pesan itu, dia keluar dengan penuh harapan agar Luhan membaca pesannya. Siwon kembali berjalan kearah Nara dan melihat jika Luhan sedang memegang ponselnya. Siwon bersyukur atas hal itu. Doa nya di dengar oleh Tuhan. Jam sudah menunjukkamn pukul 5 KST.

Na-ya, pergilah mandi. Setelah itu Oppa akan mengantakan mu pulang. Ah ya, mandilah di kamar tamu, dan pakailah dress yang Oppa letakkan di tempat tidur. Dan berdandanlah yang cantik, Chagiya.” Ujar Siwon dengen mengedipkan matanya

Wae?  Kenapa aku harus memakai dress dan berdandan?” ujar Nara dengan menyatukan alisnya

“Jangan banyak tanya jika kau ingin Oppa mengantarmu. Cepatlah.” Ujar Siwon sambil mendorong Nara

Nara memasuki kamar Siwon dengan tanda tanya besar dikepalanya. Setelah Nara memasuki kamar, Siwon mengetikkan sesuatu di ponselnya.

“One Mission Sucess! Nara sedang bersiap-siap.” Siwon tertawa Evil setelah mengirim pesan itu.

TBC

PLEASE DON’T FORGET TO RLC GUYS! ^^

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s