[Ficlet] Stranger By The Day

Stranger By The Day-Alana-Pis!


Stranger By The Day

Story by. Alana

 

Cast. 

The Naughty and sexy’ Yifan and The Cute Jiyeon

 

Genre. Romance

Rated.G

Length. Ficlet

 


 

Hanya sebuah hari minggu biasa dan tidak terlalu istimewa. Kondisi yang tenang di pagi hari dan suasana sangat nyaman sedang memeluk kedamaian Jiyeon menikmati pagi panjangnya. Dia tidak harus membuka tokonya lebih awal dengan alasan dia harus ke Gereja , namun entahlah kenapa pagi ini dia malas untuk melakukan keduanya. Tidak membuka toko dan tidak ke Gereja.

 

Dia tersenyum dalam mimpinya yang hampir usai. Menghitung detak jam yang kian menggema di telinganya. Rupanya sulit baginya untuk bangun lebih siang dari jam kebiasaannya. 

 

Akhirnya dia membuka mata. Mengumpulkan semua nyawanya dan membangun tenaga untuk sekedar duduk di atas kasurnya. Menoleh pada jendela dan melihat gerimis turun di luar sana. Bukankah ini sangat menarik, pagi ini sangat lengkap dengan suasana yang dia rindukan. Hujan. 

 

Sebaiknya dia segera turun dan membuka outletnya. Sebuah distro kecil yang menjual beberapa stuff yang kebanyakan disukai oleh kaum namja seusianya. Dia baru saja merintisnya setahun lalu. Usahanya belum menuai untung banyak, namun setidaknya dia bisa memutarkan keuangan yang dia peroleh dari asuransi pendidikannya yang tidak terpakai. Jiyeon tidak kuliah. Dia hanya tidak menyukai aktivitas formal yang menguras pikiran. Toh, hidup tidak harus dilalui dengan pendidikan formal. Dia akan membukikan bahwa tanpa gelar, hidupnya tidak akan berantakan. 

 

Semua kakaknya memandang miring tanpa memberi dukungan. Tidak masalah.

 

Tring!

 

Pintu terbuka dengan hawa hujan menyeruak masuk. Seorang namja berpostur tinggi, dengan warna kukit putih segar masuk dengan pakaian basah. Dia sibuk dengan rambut pirangnya yang basah sebentar, sedangkan Jiyeon hanya duduk di balik meja customer dengan secangkir kopi hangat tengah menganga karena keterkejutannya. Kakinya yang lurus di bawah meja, kini harus ditekuk karena tubuhnya medadak kaku.

 

“Aku butuh pakaian kering.” ujar sang namja yang akhirnya menghadapi Jiyeon dengan dada terbuka. Kemejanya sudah lolos dari kaitan kancing, total keseluruhan dirinya basah. Sempurna. Pikir Jiyeon nakal. Kalau saja dia tidak tampan maka Jiyeon akan berteriak meminta bantuan pertolongan. 

 

“Adakah yang sesuai dengan ukuranku?”  tanyanya. Suaranya berat dan seksi. 

 

Jiyeon menyimak pahatan indah di tubuh tamunya tanpa berekspresi. Tangannya masih memegang cangkir kopinya di depan wajahnya, sementara tangan lainnya terlipat di depan dadanya.

 

“Ukuranmu?”  bibir Jiyeon bergerak sambil menukik pada bagian bawah perut sang namja. Sebuah cengiran aneh terlampir di bibir merah namja setengah albino itu.

 

“Ya, ukuranku.” balasnya dengan senyuman yang ditanggapi wajah merona Jiyeon. Dia berdiri dan berjalan pada deretan baju yang di pajang di outletnya.

 

“Apakah ini cocok?”  Jiyeon menunjukkan sebuah celana jeans dengan model skiny berwarna hitam.

 

“Aku butuh yang slim fit, untuk menunjang penampilan bagian belakang tubuhku supaya terlihat sexy.” Ujar sang tamu. 

 

Jiyeon mengangkat alisnya sebelah sambil melirik, mencoba mencari tahu seberapa seksi bokong sang namja tamunya yang sungguh mempunyai rasa percaya diri yang tinggi.

 

“Slim Fit.”  Jiyeon mencari model yang diinginkan. Lalu dia menunjukkannya kembali. Namun ketika dia berbalik, dia sudah melihat sang tamu sudah melepaskan semua pakaiannya kecuali boxer yang dia kenakan. Holly Shit! Jiyeon mengumpat dalam hati. Apa yang dipegangnya jatu ke lantai.

 

Sang namja mendekat secara dramatis, berjalan seolah-olah sedang menggentayangi Jiyeon dengan aura sensualitasnya yang UGH!

 

“Kau bisa melepas bajumu di fitting room.”  Jiyeon tidak marah. Bagaimana mungkin dia marah dengan nuansa paginya yang luar biasa. Dia hanya menahan diri untuk tidak memanjakan matanya dengan pemandangan itu. Berkali-kali dia menarik nafasnya hanya untuk menahan diri supaya tidak terbawa suasana. Karena di luar sedang hujan. Dia menunduk dan menggeleng sekali sambil berdecak. Tsk! Ada apa dengan hujan. Kenapa dia menyalakan hujan.

 

“Aku minta maaf karena sudah membasahi lantaimu.”  balas sang namja.

 

“Tidak masalah. Sepertinya pagi ini tidak akan banyak pelanggan yang datang, aku belum membalik tanda ‘Open’ di pintunya.

 

“Biar aku coba dulu celananya, semoga sesuai dengan ukuranku.”  Jiyeon mengangguk saat sang tamu mengambil celana itu di lantai. Dia membungkuk, dan mempertontonkan bagian belakang tubuhnya yang terlihat jelas dan…sebaiknya Jiyeon memalingkan wajah dulu.

 

Fiuh! Menyeka peluh yang tak jelas dari mana datangnya ketika dia melihat lekuk tubuh sang tamu memasuki fitting room di sebelahnya. Bau hujan dan aroma khas lelaki menyerbu hidungnya. Jiyeon tersenyum sendiri tanpa tahu dengan jelas apa yang membuatnya begitu senang.

 

“Apa kau punya celana dalamnya? sepertinya seluruh bajuku basah tak bersisa.” teriaknya dari dalam.

 

“Aku tidak punya stock untuk underware. Tapi kalau kau mau, kau bisa memakai celana punya kakakku yang tertinggal. ” ujar Jiyeon.

 

“Namaku Yifan. Aku sebenarnya mempunyai jadwal interview pekerjaan hari ini, tapi sepertinya gagal karena hujan.” 

 

“Yifan.”   ulang Jiyeon lirih ” Kau puny a jadwal wawancara do Hari Minggu ?”. jiyeon merasa aneh.

 

“Ya. Kenapa? Eum, bolehkan aku pinjam underware milik kakakmu? Ini benar-benar memalukan karena aku tidak mungkin membiarkan propertiku terjepit restleting jeans ini, kan.” Wajahnya menyembul dari dalam. 

 

Jiyeon mengangguk.

 

“Baik, sebentar aku ambil dulu di atas.” 

 

“Kau tinggal di sini ?” tanya Yifan ketika Jiyeon melewatinya.

 

“Ya. ” Jiyeon berhenti sebentar dan menikmati senyuman Yifan yang dinilainya manis.  

 

“Thank you!”  bisik Yifan senang

 

Tidak sampai lima menit, Jiyeon sudah menuruni tagga dan mengetuk fitting room di mana Yifan berada. Namun dia tidak mendengar jawaban dari dalam. 

 

“Yifan !”  panggil Jiyeon cemas. 

 

“Aku di sini!”  ternyata Yifan sedang memilih-milih t-shirt di sayap kanan. Jiyeon berdiam di tempatnya karena kemungkinan jika dia mendekati Yifan yang masih setengah telanjang itu, dia akan mengalami sesak nafas. 

 

“Kemarilah, aku butuh pendapatmu. Siapa namamu? Kau belum menyebutkannya.” tatapan Yifan sungguh menggoda. Ada apa dengan wajah itu, kenapa jika dilihat dari sudut manapun, semua terlihat sangat mengesankan.’Dia nakal, baik dengan senyuman dan tatapannya.

 

Jiyeon berjalan mendekat dengan jantung berdebar. Aura sensualitas seorang Yifan benar-benar membuatnya linglung. Jiyeon berdiri berseberangan terpisah oleh deretan t-shirtnya.

 

“Kau mempunyai koleksi bagus. Kenapa aku tidak pernah tahu meski setiap hari aku melewati distro ini.” ujarnya sambil menunjukkan pada Jiyeon sebuah t-shirt berlengan panjang. Yifan membutuhkannya untuk menahan hawa dingin pagi ini. 

 

“Kau lewat sini setiap hari?” tanya Jiyeon

 

“Nde, tapi aku tidak pernah melihatmu.’Kalau saja aku tahu kalau pemiliknya semanis dirimu, aku sudah mampir sejak dulu.”

 

Jiyeon menunduk mendengar Yifan menyebutnya manis. 

 

“Itu bagus.” jawab Jiyeon sambil menyerahkan celana dalam kakaknya pada Yifan. Dia merasa cocok dengan t-shirt yang dipilih Yifan untuk dirinya sendiri.

 

“Coklat ?”  Yifan justru meneliti warna celana dalam yang dia terima dari Jiyeon.

 

“Maaf, hanya itu yang Baku punya” jawab Jiyeon malu.

 

“Tidak masalah, hanya saja warna ini akan membuat bentukku terlihat nyata.” jawaban itu sangat nakal. Jiyeon hanya menyembunyikan senyuman. Lagi-lagi menunduk.

 

“Apa kau sendirian di sini _” tanya Yifan sambil melepas celana dalamnya dan mengenakannya di tempat dia berdiri. Astaga! Jiyeon berbalik dan meninggalkan namja tampan itu.

 

“Aku menunggumu di meja. Apa kau suka kopi? Aku akan membuatkannya untukmu.”

 

“Terima kasih. Aku menyukai pelayananmu. Ini sungguh memuaskan.” kejar Yifan kemudian. Dia membuntuti Jiyeon dan masuk ke dalam fitting room. Dia meninggalkan celana panjangnya di sana.

 

Beberapa saat kemudian, Yifan keluar dengan pakaian lengkap dan rambut setengah kering. Jiyeon meletakkan cangkir kopi di meja. Dia melihat kedatangan Yifan yang mendekatinya. Untuk menoleh dia membutuhkan oksigen lebih banyak lagi. Dihirupnya baru kemudian dia berani menghadapi sosok Yifan yang sudah berdiri di sisinya.

 

“Apakah aku terlihat oke?” tanyanya.

 

“Kau terlihat keren.” jawab Jiyeon

 

“Kau punya barang yang bagus.” ujar Yifan sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan.

 

“What ?”  Jiyeon tidak fokus.

 

Yifan tidak mengulangnya, dia duduk dan mengambil cangkir kopinya.

 

“Apakah ini untukku?” tanya Yifan 

 

“Yup!” 

 

“Aku sudah merapikan pakaian basahmu.” ujar Jiyeon sedikit nervous.

 

Yifan berdiri dan mengambil tasnya.

 

“Aku buru-buru. Aku tidak bisa membawanya, sepertinya aku masih punya waktu untuk datang ke wawancara itu. Tolong simpan untukku. Nanti aku akan kembali untuk mengambilnya.”

 

Langkah Yifan begitu cepat mencapai pintu. Diapun tidak sempat melambai atau memberikan salam perpisahan. Jiyeon sempat merasa sedikit resah melihat semua berlalu dengan begitu cepat.  

 

Dia kembali duduk dan melihat gerimis dari samping etalase. Cangkir kopi yang ditinggalkan Yifan masih menyisakan kopi setengahnya.

 

Brakh

 

“O My God!”  Jiyeon tersentak kaget ketika Yifan menampakkan diri di depan kaca etalasenya. Dia memegang ponselnya dan menunjukkan kepada Jiyeon sebuah nomor di sana. Dia memberi isyarat agar Jiyeon mencatatnya. Dengan senyuman aneh Jiyeon menuruti hal itu. Dia memasukkan nomor itu di ponselnya dan melakukan panggilan pada nomor Yifan.  Kemudian Yifan berlalu dengan sebuah senyuman tanpa merespon panggilan itu.

 

Tidak lama kemudian,  sebuah pesan masuk.

 

 

Sangat logis bagiku memikirkan bagaimana caranya bisa bertemu denganmu lagi. Nanti sore aku akan datang. See you!

 

 

Jiyeon menggaruk kepalanya memikirkan apa yang akan ditulisnya untuk membalas pesan dari Yifan.

(ya, sangat logis karena dia belum membayar se,ua barang yang sudah dia pakai kecuali celana dalamnya.)

Haruskah? Atau dia akan menunggu saja kedatangan Yifan sambil menikmati kopi seharian ini. Semoga saja nanti sore hujan turun lagi, dan menemui Yifan dalam kondisi basah kuyub seperti tadi. Jiyeon meneguk kopi yang masih bersisa di cangkir Yifan. Sedikit berharap bisa merasakan kesan bibir namja berbokong seksi itu yang masih tertinggal di sana.

 

“Hm, ini sungguh manis.” ujarnya dengan senyum.

 

 

 

 

end.

 

 

a/n

Ga ada sequel ya. Yang udah baca undressed Kaiho pasti udah tau ff ini. Cuma diganti castnya aja, tapi di revisi dikit isinya. Makasih udah nyempetin ngintip. Benernya aq mau update remember me, sama Living With Mafia, cuma belum di edit. Kemaren abis training ke Semarang, 3 hari. aq bener-bener capek. So, aq cuma bisa update ini. ga papa ya. Nanti aku edit dulu yg laen biar ga malu-maluin sama typosnya yg bejibun.

 

Advertisements

18 thoughts on “[Ficlet] Stranger By The Day

  1. yi fan ngutang dulu,ntar bayarnya kalau udah ke terima kerja.kwkwk.
    ajaib banget ni kelakuan yi fan yang gak ada malunya…

  2. yifan ampun deh yaaaa nakal banget bisa bisanya ganti baju depan anak perawan/? baru ketemu lagi, ckckck maunya apa coba hahaha mentang mentang jiyeon cantik max tapi seenggaknya ada sisi positifnya mereka nanti(?)

  3. aaaa… knp gk ad sequel ?? 😦
    hub jiyeon am yifan gantung gini..
    aplg yifan blom bayar hhhaaa. rugi dong jiyeon..
    tp gk aplh dpt bonus pgi2 liat cwo gateng hhee
    ok. next ff dtunggu

  4. Ternyata bukan hanya jiyeon yg terpikat sm kris dan apa mungkin kris blm bayar baju’na buat alasan biar ketemu jiyeon lagi

  5. Yifan seenaknya aja -_- mlh blom byar bju”nya lgi bner” dehhh, jiyeon lgi bruntung dpet pelanggan tmpan, tpi seenak jidatnya

  6. omoo kris mmg nakal, udah ada fitting rome eh dia ganti bju smbarangan sja, untungkan jdinya jiyeon eh maksudnya kasian si jiyeonnya..

    tpi emang bnar kris blum byar semua yg sdh ia pakai

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s