[Ficlet] Freelancer – Fantasy that Elapsed: Jikan Ressha

fteposter

Title:

Fantasy that Elapsed (Songfic Series): Jikan Ressha (Time Train)

Author: Maruna.

Cast(s):

Luna from f(x)

Luhan fron EXO

 Genre: Fantasy, Angst. Friendship, Songfic

 Duration : Ficlet Series

 Music: Jikan Ressha (時間列車) – supercell

https://youtu.be/hIPRWscI0UY

Poster By: Aqueera @PosterChannel

Rating : G

” Time is an One-Way Ticket “

supercell’s Jikan Ressha

***

A/N: ini adalah hasil dari kreatifitas Author, maaf jika ada kesalahan.

***

Luna terengah – engah, Matanya mencoba untuk tetap terbangun di tengah – tengah malam ini.

sialan! buat apa dia mengajakku di tengah malam ini? batin Luna.

Luna melihat Luhan yang sedang mengayuh sepedanya sambil membawa teropong, tikar dan beberapa makanan yang ia bawa di keranjang sepedanya.

Luna mencoba mengebut untuk mengikutinya di belakang.

kemudian Luhan berbelok ke arah persawahan dan berhenti di tengah – tengahnya.

Luhan menatap langit malam yang bertumpah bintang.

Luna menepuk Pundaknya. “jadi, kau masih percaya mitos itu?” katanya sambil melihat Langit.

“bagaimana dengan kamu?” tanya Luhan balik. ia kemudian melihat jam tangannya, ia tersenyum.

“sudah waktunya!” serunya. ia menunjuk kearah langit.

Lalu terdengar sebuah suara menggemuruh.

sebuah Kereta berwarna ungu tua yang sangat panjang berjalan di atas langit.

Luna terpana. “mitos itu benar..” bisiknya.

Luhan mendekatinya. “katanya Kereta itu membawa orang – orang yang telah meninggal ke sebuah tempat yang indah.” luhan mendirikan teropongnya. “lihatlah!”

sopan sekali dia, menggunakan kata ‘meninggal’ daripada ‘mati’ pikir Luna.

Luna melihat dengan teropongnya. “ah! aku bisa melihat penumpangnya!”

Diantara Penumpang – penumpang di kereta itu, Luna bisa melihat Ibunya.

Luna mengedip matanya. Luna teringat pada Ibunya yang meninggal beberapa bulan yang lalu.

Luna tersenyum. semoga ia bahagia disana..

Luhan duduk di tikar dan memakan sebuah biskuit. “benar ‘kan, kataku?”

“kamu tahu darimana kalau mitosnya nyata?” tanya Luna sambil ikut duduk di tikar.

Luhan melahap Biskuit cokelatnya. “yah, aku tahu sendiri. waktu itu aku sedang mencari Anjingku sampai larut malam, tahu – tahu kereta itu berjalan.” jelasnya.

“katamu Kereta ini berjalan setiap Malam Sabtu?” Luna meraih botol minumannya dan meneguk jus jeruk buatannya.

“tidak juga sebenarnya, sebenarnya kereta ini berjalan setiap tengah malam. Malam Sabtu adalah Malam Kereta itu terlihat disini.” jelas luhan lagi.

Luna menunduk. “tadi aku lihat Ibuku.” bisiknya.

“Apa?”

Luna secara spontan menggeleng.  ” Ani! aku hanya berpikir!”

Luhan tersenyum simpul. “Aku juga melihat Anjingku, kok!”

Luna terbelalak. “eeh? Anjingmu Mati?”

Luhan mengangguk dengan sedih. “aku menemukan mayatnya di sawah ini ketika aku mencarinya. sepertinya ia berkelahi dengan Anjing lainnya.”

Luna menepuk Pundaknya. “Aku kasihan kamu..”

Luhan tersenyum. “gomawo..”

setelah Kereta itu Hilang dari pandangan mereka, Mentari sudah mengintip bumi, melukis langit menjadi jingga.

***

47 tahun kemudian

Luna terbangun dari tidurnya, pandangannya menyapu ruangannya di Rumah Sakit. Luna kembali berbaring di kasurnya dan memikirkan mimpinya tentang masa lalu.Ia teringat Luhan yang telah meniggal karena demam tinggi saat mereka berumur 16.

Sejak itu ia ingin melihatnya di Kereta itu.

***

Luna kembali terbangun di tengah malam karena ia mendengar suara yang membangunkannya. Ia kaget ketika ia tahu suara itu dari Mesin pendeteksi Detak Jantungnya yang menunjukkan garis – garis yang menunjukkan ia sekarat.

‘tidak mungkin!’ batinnya.

Kemudian, samar – samar Luna mendengar suara kaki yang berlari dari Dokter dan Suster.tiba – tiba ia melihat sebuah bayangan hitam di kaca pintu. awalnya Luna mengira itu Dokter atau Suster yang merawatinya.

ketika Pintu terbuka, sebuah kepala terjulur.

Luna terbelalak. “Luhan?!”

Luhan masuk kedalam ruangannya. ia menjulurkan tangannya. “ikut aku?” tanyanya. Luna menatap Luhan yang masih terlihat muda dengan seragam sekolahnya. “ke mana?”

Luhan tersenyum simpul. “kita lihat saja.” Luna terbelalak ketika ia melihat dirinya kembali muda dan memakai seragam sekolah. Luna mencoba berdiri.

ketika Luhan membuka Pintu, suara Kaki dari Dokter dan Suster itu semakin dekat dari seberang bangsal.  Luhan dan Luna berlari menuju Pintu keluar. Ketika Luna membuka Pintu, sebuah Cahaya bersinar terang.

Setelah Cahaya itu menghilang, sebuah Kereta berwarna Ungu Tua berjalan pelan dan berhenti, membuka sebuah Pintu untuk mereka berdua.

Luhan masuk. “Ayo!”

dengan ragu Luna memasuki Kereta itu. matanya melihat sekeliling.

Luna duduk disebelah Luhan. “kemana kita?”

Luhan tersenyum simpul. “ke sebuah tempat yang Indah.” jawabnya.

Sepanjang jalan,  Luna melihat Pemandangan Persawahan, Luna terbelalak ketika ia melihat seorang anak Laki – laki dan Perempuan berseragam sekolah yang sedang berdiri di tengah Persawahan, menatap mereka.

‘itu aku dan Luhan!’

kemudian di depan Kereta, sebuah cahaya bersinar. Luna terpana melihat cahaya itu.

“kemana kita?”

Luhan terkekeh. “sudah kubilang, bukan?”

Luna menoleh ke arahnya.

“ke sebuah tempat yang Indah.”

 

THE END

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] Freelancer – Fantasy that Elapsed: Jikan Ressha

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s