[1st – TWOSHOT] BB COUPLE~

IMG_20150128_201215

hildaajung’s storyline

Byun Baekhyun EXO • Baby Soul LOVELYZ

Genre(s): Friendship, Romance, School-life || Length: Two-Shoot || Rating: PG – 15 ||

Disclaimer: this story is mine!! do not copy-cut//paste.

Poster thankyou for my bestfriend, bayoonah 

NB: annyeonghaseyo chingukdul~ hildaajung kembali lagi setelah sekian lama bersemedi di gurun pasir yang gadak airnya ehehehehe.. sekarang bawanya fanfiction yang insyaallah two shot. maafkeun cast atau pairingnya kurang memuaskan tapi percayalah genre dan jalan ceritanya sangat memuaskan anda^~^ ga mau bacot banyak deh, yang kangen hildaajung ayo mampir, jangan lupa like commentnya ditunggu ya. no sider!! i see you

             ^^^^^

Beakhyun adalah anak tunggal dari keluarga yang berada. Ayah dan ibunya memiliki banyak jaringan karena keduanya memiliki masing – masing perusahaan. Baekhyun biasanya tinggal sendiri dirumah ketika ayah dan ibunya pergi bekerja. Rumah mereka memiliki 15 pembantu rumah tangga. Ada ruang khusus untuk bermain, ruangan khusus untuk menonton DVD dan ada ruangan tersendiri yang didalamnya berisi banyak macam alat musik. Baekhyun tidak pernah menggunakan semua fasilitas itu setiap harinya kerana ia lebih memilih bermain di tempat latihan bersama teman – teman sekolahnya. Disekolah Baekhyun tergabung dalam kelompok tari dan kelompok bernyanyi.

Hari ini baru saja ia pulang dari sekolah. namun ia terkejut karena mobil ibunya sudah parkir rapi dihalaman rumah. Dengan berlari ia menuju rumah dan masuk dari pintu depan yang kebetulan sedang terbuka.

Eomma………” Teriak Baekhyun sambil berlari.

“Ada apa Baekhyuniie?” Tanya ibunya yang sedang duduk diruang televisi bersama seorang perempuan yang sama sekali belum dikenalnya. Baekhyun menghentikan kakinya dan memperhatikan perempuan yang disamping ibunya itu dengan seksama. Ia tak mengerti kenapa ibunya selalu menambah anggota pembantu padahal 15 adalah jumlah yang sudah banyak.

“Apakah kau mau menambah pekerja lagi, eomma?” Tanya Baekhyun sambil menatap perempuan itu. Kalimat ‘pekerja’ yang didengar mampu membuat kedua bola mata perempuan itu membulat sempurna.

“Duduklah dahulu. Akan aku jelaskan padamu.” Kata Ibunya dan Baekhyun hanya menurut, ia duduk tidak jauh dari ibunya.

“Teman eomma Tn. Lee baru saja pindah ke Seoul. Mereka baru membeli rumah di kompleks sekitar sini namun rumah tersebut masih membutuhkan renovasi jadi Tn. Lee meminta eomma untuk memberi tumpangan pada Baby untuk sementara waktu.” Jelas ibunya.

“Tapi kenapa harus rumah kita?” Tanya Baekhyun lagi masih belum mengerti tentang penjelasan ibunya.

“Baby terdaftar di sekolahmu mulai tahun ini dan aku rasa kalian bisa pergi bersama setiap pagi.” Jelas ibunya lagi. Baekhyun tak menjawab apa – apa. Ia hanya terdiam, bagaimana bisa ia tinggal dengan seorang perempuan. Apa kata teman – teman sekolahnya jika mereka ketahuan berangkata bersama. Sedangkan Baby hanya tersenyum sopan kepada Ny. Lee terebut. Melihat sikap pertama yang ditunjukkan Baekhyun membuat Baby merasa sedikit muak. Ia sudah bisa menebak lelaki ini adalah tipekal lelaki yang banyak bicara.

“Bagaimana Baekhyunnie, kau belum memberi salam pada Baby.” Kata ibunya.

“Apakah ia tak memiliki nama lain?” Tanya Baekhyun lagi yang mampu membuat Baby mencibir kearahnya.

“Baekhyun..” Tegur ibunya pelan.

“Ah, Annyeong… Aku Byun Baekhyun.” Kata Baekhyun sambil sedikit menundukkan kepalanya.

Annyeong..Aku Baby Soul.” Balas Baby Sambil menundukkan sedikit kepalanya juga.

“Kalau begitu cobalah kalian berkenalan. Biarpun Baby tidak akan lama tinggal disini kalian akan tetap bisa akrab karena kalian satu sekolah.” Kata Ibu Baekhyun. “Kalau begitu, ibu pergi kerja lagi.” Kata Ny. Lee sambil berdiri dan menuju kearah Baekhyun, ia mengecup kepala anakanya sebelum benar – benar berlalu keluar rumah.

.

.

Baby baru saja meletakkan badannya disebuah kamar yang ia rasa sangat nayaman. Pendingin ruangan yang sangat sempurna terletak disudut ruangan ini. Jendela besar yang langsung menghadap ketaman belakang rumah mebuat keindahan yang lainnya. Ia bergerak untuk membereskan barang bawaannya, Ia mengeluarkan beberpa pakaian yang dibawanya dan ia masukkan kedalam lemari. Ia juga menyusun peralatan kecantikan pada meja rias. Ia megeluarkan sebuah radio dari tas kecilnya dan ia letakkan pada meja kecil yang ada didalam kamarnya. Baby merasa ini adalah sebuah hadiah oleh tuhan untuknya biarpun pada kenyataannya ia Cuma numpang beberapa bulan disini.

“AAAA,,,,, Aku menyukainya.” Teriak Baby dalam kamarnya.

Baby merasa perjalanannya menuju Seoul sangatlah lelah, ia hanya memakan sebuah roti di Rest Area. Ia berinisiatif untuk turun melihat beberapa makanan yang ada di rumah Baekhyun ini. Ia turun dan masuk kedapur. Ada seseorang yang belum dikenalnya sedang duduk didapur menunggu sesuatu yang tidak ia ketahui.

Annyeong…Ahjumma.” Sapa Baby ragu sambil menundukkan kepalanya.

Annyeong. Kau lapar?” Tanya Ahjumma itu ramah.

“Hmm?” Baby hanya mengangguk. Setelah mengatakan itu Ahjumma langsung bergerak dari tempatnya semula dan mempersiapkan makanan untuk Baby.

“Ah..aku bisa melakukannya sendiri.” Kata Baby malu – malu.

“Tidak apa – apa. Kau duduklah.” Kata Ahjumma itu dan Baby pun hanya menurut duduk dimeja makan yang tak jauh dari dapur.

“Makanlah.” Kata Ahjumma sembari meletakkan piring dihadapan Baby, dan ia berlalu menuju tempat awalnya.

.

.

Baby berjalan menuju kamarnya kembali dengan memegang sebuah botol minuman. Saat ingin menaiki tangga ia melihat Baekhyun yang sedang bersiap – siap dengan ransel dipunggungnya.

“Kau mau kemana, Baekhyun?” Tanya Baby, ini kali pertama ia menyebut dan menegur Baekhyun secara tidak formal.

“Kau darimana?” Tanya Baekhyun kembali dengan menatap Baby dengan tatapan yang mematikan.

“Aku baru saja selesai makan.” Jawab Baby singkat. Baekhyun hanya mengangguk dan berlalu dihadapan Baby.

“Kau belum menjawab pertanyaanku.” Teriak Baby yang merasa Baekhyun hanya mengalihkan pembicaraannya padahal ia pertama bertanya pada saat itu.

“Aku ingin pergi bermain bersama teman – temanku.” Jawab Baekhyun sambil membalikkan badannya dan kali ini ia benar – benar meninggalkan Baby ditangga tersebut. Baby sedikit kesal karena sikap Baekhyun yang tidak sopan dengannya. ia mengendus kesal dan berlalu masuk kedalam kamarnya kembali.

.

.

[SKIP]

Pagi ini Baby sudah terlihat rapi menggunakan seragam barunya. Ia menambahkan jaket untuk berjaga – jaga jika kedinginan nanti ketika berjalan. Ia mengingat apa perkataan ibu Baekhyun padanya, jika pergi kesekolah pergilah bersama Baekhyun. Hah, kalimat itu membuatnya gila. Mana mungkin dengan sikap Baekhyun yang seperti itu mau pergi dengannya. ia tak berharap banyak, jikalau ia harus pergi sendiri ia akan siap. Baby menyandang tasnya dan keluar dari kamarnya.

“Hah, kau mengagetkanku!” Kata Baby melihat Baekhyun yang sudah berdiri didepan pintu kamarnya.

“Jika kesekolah kau pergilah sendiri. Jangan bersamaku.” Kata Baekhyun langsung pada poin yang ingin ia katakan.

“Bahkan aku tak berharap pergi bersamamu.” Balas Baby cepat, ia tidak mau kelihatan kalau menginginkan pergi dengan lelaki yang sekarang ada dihadapannya.

“Baiklah.” Jawab Baekhyun singkat dan berlalu turun menuju tempat parkir. Baby lagi – lagi mengendus kesal karena melihat sikap Baekhyun yang tidak bisa menerima keberadaannya disini.

Baby sampai disekolahnya, ia memilih untu menaiki busway dan bertanya ke beberapa orang tentang letak sekolahnya. Untungnya, ia bertemu orang – orang yang baik selama perjalanan. Baby menuju ruang guru untuk mendapat kepastian kelas mana yang ia masuki pertama kali hari. Ia bertemu dengan beberapa guru sebelum akhirnya ia masuk bersama satu guru yang mengatakan kalau ia akan masuk dikelas 2-3.

“Selamat siang anak – anak.” Sapa guru tersebut masuk kedalam ruang kelasnya.

“Duduklah yang rapi. Hari ini kalian mendapat teman baru.” Lanjut guru tersebut sambil meletakkan buku yang dibawanya dimeja. beberapa siswa berteriak bahagia, namun ada beberapa yang tidak merespon apa – apa.

“Soojung silahkan masuk.” Kata guru memberi arahan pada Baby yang masih berdiri didepan kelas, mendengar arahan guru tersebut Baby bergerak masuk dan tersenyum kepada seluruh siswa yang ada didalam kelas.

“Perkenalkan dirimu.” Kata guru tersebut sambil mendudukkan pantatnya pada bangu meja guru.

Annyenghaseyo. Nama asliku Lee Soojung, tapi dari kecil aku dikenal dengan sebutan Baby, kalian bisa memanggilku Baby saja karena aku merasa aneh jika ada yang memanggilku Soojung. Senang bertemu dengan kalian.” Jelas Baby didepan kelas dengan senyumannya. Setelah itu ia dipersilahkan duduk disebelah Mijoo yang kebetulan kosong.

.

.

Jam istirahat masih menjadi jam yang tidak begitu menyenagkan bagi Baby karena ia bahkan tidak tahu harus kemana. Mijoo meninggalkannya dengan alasan ada kelas tambahan nari di waktu istirahat. Dia benar – benar sendiri. Sebenarnya ia ingin menuju kantin namun kakinya sangat malas untuk digerakkan. Hari pertamanya sekolah pada jam istirahat hanya digunakan Baby untuk membaca novel yang ia bawa dari rumah.

Berbeda dengan kelas Baekhyun, semua siswa pada ribut membahas murid baru yang ada dikelas 2-3. Si penyebar gosip Chanyeol datang dari luar sambil berlari menuju kelas Baekhyun.

“Ada berita baru!” Kata Chanyeol tiba – tiba sudah berdiri didepan kelas. Semua siswa hanya diam dan fokus melihat tingkah Chanyeol yang membuat mereka penasaran.

“Sekolah kita kedatangan murid baru.” Teriak Chanyeol lagi. Semua siswa menoleh satu sama lain karena berita ini baru saja mereka ketahui setelah jam istirahat, biasanya jika mereka kedatangan murid baru akan ketahuan sebelum masuk kelas namun ini berbeda. Baekhyun mendengar kalimat yang keluar dari mulut Chanyeol dan ia bisa menebak siapa yang menjadi pembicaraan temannya kali ini. Sungguhlah bukan topik yang menarik untuk dibahas.

“Kupastikan kau mengetahui namanya kan.” Teriak seorang murid dari bangkunya. Chanyeol hanya diam dan mengeluarkan senyuman nakalnya.

“Namanya adalah Baby.” Teriak Chanyeol lagi memberitahu semua teman – teman sekelasnya. Baekhyun mendengar nama itu lagi. Ia hanya diam tak merespon dan memilih keluar kelas menuju WC. Selama perjalanan menuju WC ia melewati kelas 2-3, ia Cuma iseng melirik kearah jendela kelas tersebut, tapi tak disangka ia langsung mendapatkan Baby yang sedang duduk dibangkunya dengan memegang sebuah buku. Ia menaikkan bibirnya sedikit sebelum ia benar – benar berlalu menuju WC.

.

.

Bel pulang sekolah berbunyi, semua siswa langsung keluar kelas dan pulang kerumah masing – masing. Baby masih membereskan beberapa buku untuk dimasukkan kedalam tasnya. Lagi – lagi ia harus pulang sendiri karena ia belum mendapat teman yang searah dengan rumah Baekhyun, semua teman sekelasnya rata – rata dijemput oleh orang tuanya.

Baby kali ini berjalan menuju halte dan menunggu kedatangan bus yang menuju kearah rumah Baekhyun. Ia tidak sadar jika seseorang sedang mengikuti langkahnya. Siapa lagi kalau bukan si penyebar gosip Chanyeol. Chanyeol akan menelusuri semua tentang Baby biarpun ia sama sekali tak tertarik padanya. Stalker yang sudah menyatu dalam diri Chanyeol membuatnya semangat untuk mencari info tentang orang – orang baru yang ada disekitarnya.

Baby turun dipersimpangan kompleks dimana rumah Baekhyun berada. Dari simpang ia berjalan menuju rumah Baekhyun, lagi – lagi Chanyeol mengikutinya. Chanyeol belum sadar jika daerah yang sekarang dimasukinya adalah daerah rumah Baekhyun, teman akrabnya. Sampai akhirya ia melihat Baby masuk kesalah satu gerbang yang sangat dihapalnya. Mata Chanyeol membulat sempurna saat itu, ia tidak menyangka kabar ini makin terlihat menyenangkan jika ia memberitahu teman – temannya jika Baekhyun tinggal dengan anak baru sekolahnya yang bernama Baby. Setelah melihat Baby menghilang dari pandangannya baru Chanyeol kembali untuk menuju rumahnya, dari raut wajah Chanyeol sepertinya ia tidak sabar menunggu hari esok.

.

Baby menaruh badannya dikasur empuk yang ada dikamarnya saat ini. Ia merasa hari pertama sekolah tidaklah menjadi hari yang terlalu buruk. Setelah mengganti semua pakaiannya ia memilih bermain handphone diatas kasurnya. Ia mengupdate beberapa media sosialnya tentang kesan pertama ia berada dikota Seoul, dan ia juga memposting sebuah poto yang ia ambil kemarin dihalaman belakang rumah Baekhyun. Merasa bosan setelah beberapa menit hanya memegang handphone saja Baby berinisiatif untuk mengelilingi rumah Baekhyun di saat sepi seperti ini, ia meyakini kalau Baekhyun pasti hanya berada dalam kamarnya saja siang ini. Baby turun kelantai bawah dan berjalan menuju sebuah ruangan yang tidak memiliki pintu tersebut, tanpa memikirkan apa – apa ia masuk kedalam ruangan tersebut dan melihat isinya, ruangan ini adalah ruangan yang menyimpan segala jenis alat musik yang tersusun rapi. Baby hanya berani melihat tanpa menyentuh apapun, ia sangat kaget ketika Baekhyun memiliki semua yang ia inginkan. Ia melihat keluar jendela besar yang memperlihatkan jalanan kompleks yang ramai dilalui orang – orang. Ia sangat menunggu waktu untuk bisa menetap dirumahnya sendiri biarpun disini sudah sangat membuatnya nyaman. Baby hanya duduk dan memandang keluar sebelum akhirnya ia memutuskan untuk keluar dan mandi karena waktu sudah menunjukkan pukul  4 sore.

Malam ini sebelum Baby tertidur ia dihubungi oleh ibunya yang menanyakan kabar dan memberitahu kalau bulan ini Baby harus menetap saja dahulu dirumah Baekhyun. Waktu sebulan baginya sangat lama tapi ia tidak pernah mengeluh sama ibunya karena memang tidak ada kesulitan yang ia dapat disini biarpun ia harus menetap dirumah orang yang baru saja dikenalnya. Hanya saja yang sering membuat Baby kesal adalah karena sikap Baekhyun yang acuh tak acuh terhadapnya.

.

.

Sekolah lebih terasa ramai dari hari – hari sebelumnya. Semua siswa banyak yang berlalu lalang menuju kelas 2-2. Baby yang penasaran ikut menuju kelas 2-2 yang merupakan kelas Baekhyun. Ia berdiri tepat disamping pintu yang terbuka, dia melihat seorang lelaki tinggi menggunakan topi sudah berdiri didepan meja guru yang sepertinya akan memberitahu informasi yang sangat penting.

“Semua! Tolong tenang. Aku akan memberitahu apa yang aku ketahui kalau kalian tenang.” Teriak lelaki yang ternyata Chanyeol si tukang gosip tersebut. Ia sudah beberapa kali melirik kearah Baekhyun namun Baekhyun bahkan tidak merasa ia akan dibicarakan oleh Chanyeol. Sedangkan Baby juga masih tenang ditempat ia berdiri karena penasaran dengan informasi tersebut padahal jika ia mendengar ia akan kaget dan merasa malu telah berdiri ditempat ini.

“Anak baru yang aku ceritakan kemarin…..” Kata Chanyeol yang masih menahan kalimatnya, Baby menatap heran. Ia merasa kalau ialah yang dimaksud oleh lelaki jangkung itu.

“Anak baru yang bernama Baby tinggal bersama teman kita, Baekhyun.” Kata Chanyeol dengan semangat dan melihat kearah Baekhyun. Baekhyun mengangkat kepalanya kaget karena bagaimana bisa Chanyeol mengetahui jika ia tinggal bersama Baby. Semua mata kali ini beralih kearah Baekhyun, namun Baekhyun hanya diam dan memilih untuk keluar kelas. Baby yang bergerak mundur dari tempatnya setelah mendengar berita itu langsung segera berlari menuju taman kosong yang ada dibelakang sekolah. selama berlari ia terus berpikir bagaimana bisa lelaki jangkung yang bahkan belum dikenalnya mengetahui kalau ia tinggal bersama Baekhyun.

Baekhyun yang memilih keluar dari kelasnya melihat Baby lari menuju taman dibelakang sekolahnya. Ia mengikuti tanpa bersuara. Ia merasa ada sesuatu yang ingin ia bicarakan bersama Baby saat ini.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Baekhyun yang langsung duduk disamping Baby.

“Bagaimana bisa, dia..” Balas Baby yang masih menahan kalimatnya. Ia melihat Baekhyun dengan tatapn sedih.

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu. Bagaimana bisa Chanyeol mengetahui kalau kau dan aku tinggal bersama?” Tanya Baekhyun lagi sambil menatap Baby.

“Aku tidak tahu. Aku belum mengenalnya dan aku tidak mengatakan apapun tentang tempat tinggalku ke orang lain.” Jawab Baby.

“Kenapa wajahmu terlihat sedih?” Tanya Baekhyun heran melihat wajah Baby yang berbicara padanya menggambarkan kesedihan.

“Aku…aku…aku takut kau marah.” Jawab Baby cepat dan mengalihkan pandangannya.

“Hahaha.. jika semua orang mengetahuinya tak ada yang menjadi masalah. Aku biasa saja.” Kata Baekhyun menjelaskan perasaan yang sekarang ia rasakan setelah mengetahui semua orang tahu tentang dia dan Baby.

“Kau berbeda. Aku berpikir kau akan marah padaku dan makin menjauhiku.” Kata Baby yang sekarang mulai menampakkan wajah senangnya.

“Aku tidak marah padamu, tapi aku akan menjauhimu.” Balas Baekhyu lalu berdiri.

“Maksudmu?” Tanya Baby yang tak mengerti maksud kalimat Baekhyun.

“Aku tak suka banyak mulut yang membicarakan kita setelah mereka tahu kita tinggal bersama. Teruslah seperti ini disekolah, hanya tersenyum padaku jika berpapasan dan jangan berharap menemuiku. Aku yakin kau mengerti maksudku. Bukankah kau sudah puas melihatku dirumah?” Jelas Baekhyun sambil tersenyum nakal dan berlalu meninggalkan Baby dibangku itu.

“Cih, menolehmu saja aku tidak mau, bodoh!” Teriak Baby setelah melihat Baekhyun menjauh darinya. Sebenarnya tak kalimat itu yang ingin ia ucapkan, bagaimana pun ia harus berterimakasih pada Baekhyun karena tidak memarahinya dan ia mengerti kalau Baekhyun bukanlah orang yang suka menjadi bahan bicara orang banyak.

.

.

Hari – hari setelah gosip yang tersebar tersebut semua siswa sudah baik – baik saja. Biarpun masih ada beberapa siswa yang menceritakannya tapi itu tidak sebanyak seperti hari pertama mereka mengetahui jika Baekhyun dan Baby tinggal bersama. Dalam kelompok ini masih ada seorang yang masih penasaran karena belum mendengar langsung jawaban dari Chanyeol. Disebuah ruangan latihan nari yang ada disekolah mereka berkumpul.

“Hyung, bagaimana bisa Baby menetap dirumahmu?” Tanya Sehun penasaran.

“Sudahlah, Sehun. Dia tidak akan menjawab pertanyaanmu.” Balas Kai yang baru saja duduk diantara mereka semua.

“Kau harus menjawab pertanyaanku! Bagaimana bisa kau tinggal bersama Baby?” Kali ini Chanyeol bertanya pada Baekhyun, sudah 15 kali pertanyaan yang sama keluar dari mulut Chanyeol tapi Baekhyun tidak menjawabnya.

“Baiklah. Tapi katakan dahulu bagaimana kau bisa mengetahui jika kami tinggal bersama?” Tanya Baekhyun lagi tanpa menjawab pertanyaan Chanyeol.

“Aku mengikutinya.” Jawab Chanyeol singkat dan Baekhyun hanya menerima, ia percaya kalau Chanyeol melakukan aksinya lagi seperti biasa. Menjadi penguntit orang – orang yang ada disekolahnya.

“Dia adalah anak teman ibuku. Dia menetap sementar dirumahku karena rumahnya sedang direnovasi. Dia baru saja pindah, dan karena ia terdaftar disekolah yang sama denganku ibu menyetujui untuk memberinya tempat tinggal sementara waktu.” Jelas Baekhyun sambil melihat satu persatu muka temannya yang sedang serius memperhatikan.

.

.

Hari ini Baby sudah memberanikan dirinya untuk beristirahat dikantin biarpun ia harus pergi sendiri. Baby terduduk disebuah bangku yang ada dikantin dengan botol minuman dihadapannya. Ia menggigit sedotan tanpa menyirup air yang ada didalamnya. Pikiran baby melayang jauh, ia melamun namun tak tahu apa yang sedang ia lamunkan. Ia menatap jauh kearah lapangan basket yang banyak dipenuhi oleh siswa lelaki tersebut.

Pikirannya buyar ketika ia mendengar sekelompok orang menyebut namanya.

“Aku belum bisa berpikir bagaimana bisa Baekhyun tinggal bersama Baby.” Kata seorang murid yang duduk didepan Baby saat ini.

“Aku rasa mereka punya hubungan saudara.” Kata siswi lainnya.

“Tidak mungkin, nama keluarga mereka berbeda.” Tambah seorang siswi lagi.

“Sudahlah tak usah dipermasalahkan.” Timpal seorang siswi lagi.

“Aku tak habis pikir saja seorang Baekhyun bisa bergaul dengan seorang perempuan, satu rumah! Mereka pasti banyak melakukan banyak hal.” Sambung siswi lain lagi mengakhiri percakapan mereka dan mulai mengunyah makanan yang ada dihadapan mereka.

Baby hanya mendengarkan saat itu, ia juga sedikit menundukkan kepalanya agar keberadaannya dikantin tidak diketahui orang. Sebenarnya ia menganggap biasa saja tinggal dirumah orang yang dipercayai orangtuanya namun yang menjadi beban tersendiri saat ini adalah ia tinggal dirumah seorang Baekhyun. Baekhyun yang terkenal anak mama, yang terkenal dikalangan teman – temannya karena kekayaan dan terkenal cuek karena tak mau masalah menghampiri dirinya. Baby bergerak dari kursinya dan meninggalkan kantin, ia berencana untuk kembali lagi kekelasnya.

Diperjalanan dari kantin menuju kelas Baby tak sengaja bertemu dengan Baekhyun dan teman – temannya. Baby mencoba untuk terlihat biasa saja dan sibuk dengan handphone yang ada ditangannya. Ia bertekad tak akan menegur Baekhyun ketika bersama teman – temannya karena itu pasti hanya akan membuatnya malu.

“Baby~ah…” Sapa Chanyeol dengan semangat, Baby terpaksa mengangkat kepalanya dan melihat kearah segerombolan lelaki itu. Ia melihat Baekhyun tak menatapnya.

“Ah, Hai.” Sapa Baby akrab sambil tersenyum manis.

“Apakah kau mau bergabung bersama kami? Sekedar bercerita bagaimana bisa kau tinggal bersama Baekhyun.” Kata Chanyeol mengajak tanpa merasa bersalah, ia membahasnya lagi. Setelah Chanyeol mengajukan pertanyaannya, tangan Suho mendarat ke kepala Chanyeol pukulan itu terasa sakit karena Chanyeol langsung memegang kepalanya dengan kedua tangannya. Baby hanya melihat dan memberi senyuman.

“Tidak. Terimakasih, Chanyeol. Aku harus kekelas karena ada yang harus aku lakukan.” Kata Baby tersenyum dan berlalu meninggalkan segerombolan lelaki itu. Selama ia berdiri dihadapan beberapa laki itu tadi Baekhyun hanya diam dan malah tak melihat kearahnya. Baby merasa Baekhyun sama sekali tak mau mendekatinya ataupun menegurnya ketika berada disekolah.

TO BE CONTINUE

Advertisements

4 thoughts on “[1st – TWOSHOT] BB COUPLE~

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s