Never Ending [Drabble]

Never Ending

Title : Never Ending/ Author : Arra / Cast : Kim Min Seok as himself. Kim Eun Sa a.k.a Kim Ren / Genre : Sad, romance / Leght : Drabble / Rating : General /maybe// Desclaimer : Cerita ini hanya fiktif belaka. Nama cast kecuali OC, saya hanya meminjam namanya saja tanpa mengubah karakter aslinya. Ini hanya keisenganku.

HAPPY READING

 

Ren menghela napas kesal, bagaimana bisa Min Seok membawanya ke tempat ini untuk merayakan ulang tahunnya. Bukankah ia kekasih yang sangat buruk, tidak bisa bersikap romantis.

 

 

“Ya! Kim Min Seok! Kenapa kau membawaku ke taman bermain! Aku bukan anak kecil!” bentak Ren kesal.

 

“Kau memang masih anak kecil. Buktinya kau mudah marah dan tidak bisa mengendalikan emosi,” sahut Min Seok seraya menjulurkan lidahnya, kemudian berlari karena ia tahu sebentar lagi Ren akan memukulnya.

 

“Ya, kau! Jangan lari!” teriak Ren seraya mengejar Min Seok.

 

“Kau tidak akan bisa menangkapku!”

 

 

Min Seok dan Ren terus berlari seperti anak kecil yang sedang bertengkar. Beberapa menit kemudian, Ren berhenti dan mengatur napas. Kemudian ia berjalan dengan lemas menuju komedi putar. Tangan kanannya menyeka peluh yang sudah mengalir deras dari pelipisnya.

 

 

“Apa kau lelah?” ledek Min Seok seraya duduk di samping Ren.

 

“Sudahlah, kau ini. Aku susah bernapas,” ucap Ren lemah. Ren memegang dadanya yang sesak, napasnya pun terdengar tidak beraturan.

 

“Ya, kau kenapa?” tanya Min Seok panik.

 

“Argh … dadaku sangat sakit.” Setelah mengatakan hal tersebut, Ren tidak sadarkan diri. Tubuhnya sangat dingin seperti es.

 

 

 

“Ya! Kau kenapa? Kim Ren ireona! Ireona!” teriak Min Seok seraya mengguncang tubuh Ren.

 

 

Tetapi, apapun yang dilakukan Min Seok, gadis itu masih tidak sadarkan diri. Akhirnya Min Seok membawa Ren ke rumah sakit.

.

 

.

 

Air mata Min Seok terus mengalir dari kelopak matanya. Semua kejutan yang ia siapkan di taman bermain itu telah gagal, sebelum ia memberikannya pada Ren. Ia tidak menyangka jika berlari akan membuat Ren koma. Kanker paru-paru? Ia hampir lupa kalau Ren mengidap penyakit yang mengerikan dan larangan terbesar untuk gadis itu adalah berlari.

 

 

“Dokter, apakah Ren akan sadar?”

 

“Kami tidak tahu, yang jelas penyakit ini membuatnya mengalami koma. Kami pun tidak bisa memastikan kapan ia akan sadar.”

 

 

Min Seok menggenggam tangan Ren, ia menundukkan kepalanya mengingat percakapan dengan dokter beberapa menit yang lalu.

 

 

Mianhae. Jeongmal mianhae. Aku lupa, sangat lupa. Mianhae,” ucap Min Seok menyesal.

 

 

Hari demi hari, Min Soek lewati bersama Ren yang masih terbaring koma di rumah sakit. Min Seok tidak pernah lupa untuk menyapa Ren seolah gadis itu bisa mendengar dan melihatnya. Selang infus dan tabung oksigen selalu menemaninya.

 

 

“Aku akan tetap di sini. Menyapamu setiap saat dan memberikan cinta sebanyak yang aku bisa,” gumam Min Seok seraya membuka gorden jendela ruangan Ren. Ia membiarkan cahaya mentari pagi menerpa wajah pucat Ren.

 

“Aku akan menunggu sampai kapan pun.”

 

 

Musim silih berganti, langit terus berubah. Hari ini adalah satu tahun di mana Ren koma dan Min Seok masih setia di samping Ren.

 

 

“Pagi anggrek keemasanku. Kau ingat hari ini hari apa? Haha iya, hari ini adalah hari ulang tahunmu. Ingat tahun lalu? Aku gagal memberimu kejutan. Mianhae,” ucap Min Seok seraya meletakkan bunga di samping Ren. Kemudian ia menggenggam erat tangan Ren.

 

“Tahun lalu aku ingin mengatakan. Kau sangat berarti bagiku. Tahun lalu aku ingin menjadikanmu pendamping hidupku. Tapi, karena kesalahanku kau menjadi koma. Aku ingin memilikimu seutuhnya. Penyakit kanker? Aku tidak peduli, aku ingin membuat hari-harimu menjadi indah. Di saat kau membuka mata, aku ingin yang pertama kau lihat adalah aku. Ketika napas terakhirmu, aku ingin akulah yang terakhir kau lihat,” ucap Min Seok dengan  mata yang berkaca-kaca.

 

 

Setelah mengatakan hal itu, Min Seok mengeluarkan kue tart sertakan menghidupkan lilin yang bertuliskan angka dua puluh lima tahun.

 

 

“Tiuplah, hari ini hari bahagiamu. Apa? Aku yang meniupkannya? Baiklah, aku akan meniupnya untukmu.”

 

 

 

Min Seok tersenyum pahit setelah mengatakan hal itu, kemudan ia meletakkan kue di meja yang terletak tidak jauh darinya. Ia menggenggam tangan Ren lagi.

 

 

Saengil cukkae hamnida Kim Ren. Saranghaeyeo,” ujar Min Seok lagi seraya mengecup pelan kening Ren dan tidak terasa air matanya mengalir bebas.

 

“Walaupun kau tidak membuka matamu dan masih terpejam di sini, hatiku dan jiwaku akan bersamamu. Aku akan terus merayakan ulang tahunmu sampai dunia menutup jalanku. Sampai kapan pun. Mianhaeyeo, Kim Ren. Saranghae.”

 

 

#END.

 

 

4 thoughts on “Never Ending [Drabble]

  1. Aaaahhhhh minseokkk nyesekkk bgttt, adduhh sking senengnya ma ren jdi lupa, aaahhhh adduhh minseok bner” hebat, menunggu ren yaampunnn

  2. Aaaaa…. Ternyata kanker.. Gue kirain si ren kena asma –” cetek banget pemikiran gue :3 okelah dari pada gue kebanyakan ribet mending gue bilang.. Kalo ini ff KERREENN NYESEKK ABISS DAHH

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s